• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penetapan Kadar Kadmium (Cd) Dalam Eyeshadow Dengan Alat Inductively Couple Plasma (ICP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Penetapan Kadar Kadmium (Cd) Dalam Eyeshadow Dengan Alat Inductively Couple Plasma (ICP)"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

PENETAPAN KADAR KADMIUM (Cd) DALAM

EYESHADOW DENGAN ALAT INDUCTIVELY COUPLE

PLASMA (ICP)

TUGAS AKHIR

OLEH

:

SRI REZEKINASUTION

NIM 112410052

PROGRAM STUDI DIPLOMA III

ANALIS FARMASI DAN MAKANAN

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

i

LEMBAR PENGESAHAN

PENETAPAN KADAR KADMIUM (Cd) DALAM

EYESHADOW DENGAN ALAT INDUCTIVELY COUPLE

PLASMA (ICP)

TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program Studi Diploma III Analis Farmasi dan Makanan

Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

OLEH:

SRI REZEKI NASUTION NIM 112410052

Medan, Juni 2014

Disetujui Oleh: Dosen Pembimbing,

NIP 195112231980032002

Dra. Herawaty Ginting, M.Si., Apt.

Disahkan Oleh: Dekan,

NIP 195311281983031002

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan

menyelesaikan Tugas Akhir berjudul “Penetapan kadar kadmium (Cd) dalam

eyeshadow dengan alat Inductively Couple Plasma (ICP)”.Tugas Akhir ini

disusun sebagai salah satu syarat untuk dapar menyelesaikan pendidikan Program

Studi Diploma III Analis Farmasi dan Makanan di Fakultas Farmasi Universitas

Sumatera Utara, Medan.

Selama penulisan Tugas Akhir ini penulis banyak menerima bimbingan

dan dukungan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai

pihak, penulis tidak akan dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini sebagaimana

mestinya. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada

semua pihak, teristimewa ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada

Ayahanda (Alm) M.Zein Nasution dan Ibunda Siti Fatimah yang telah

membesarkan dan mendidik penulis dengan penuh kasih sayang dan cinta dari

kecil hingga saat ini, memberikan motivasi dan restuyang tak ternilai harganya

dengan apapun, beserta kakak-kakak dan abang-abang saya Watholly Zannaty

Nst, Husni Sanjaya, Nurbaity Nst, Holimay Zahara Nst, Luluk Purwandi, Khadafi

Syuhada Nst, (Alm) Ibnu Hasyim Nst, dan Abdi Syahputra Nst, yang selalu

memberi semangat dan dukungan materi yang tak ternilai harganya kepada saya.

Pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan rasa terima kasih yang tak

(4)

iii

1. Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt., sebagai Dekan Fakultas Farmasi

Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu Dra. Herawaty Ginting, M.Si., Apt., selaku Dosen Pembimbing Tugas

Akhir yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan dengan

penuh perhatian dan kesabaran hingga Tugas Akhir ini selesai.

3. Bapak Prof. Dr. Jansen Silahahi, M.App.Sc., Apt., selaku Ketua Program Studi

Diploma III Analis Farmasi dan Makanan.

4. Ibu Dr. Marline Nainggolan MS., Apt., selaku Dosen Pembimbing Akademik

yang telah banyak memberikan bimbingan dalam menyelesaikan pendidikan

Diploma III di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

5. Ibu Rumanti Siahaan, S.K.M, M.Kes.,selaku Pembimbing Praktek Kerja

Lapangan dan Staf Laboratorium Kimia di Balai Teknik Kesehatan

Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Medan.

6. Bapak Noviandi, S.Si.,M.Kes dan bang Panji Wibowo Hasyim, S.Si yang telah

membantu saya melakukan penelitian ini dengan penuh kesabaran.

7. Dosen dan Pegawai Fakultas Farmasi Program Studi Diploma III Analis

Farmasi dan Makanan yang berupaya mendukung kemajuan mahasiswa.

8. Sahabat-sahabatku M.Nur Syuhada, Eka Dini W, Anggun Dita Mentari, Asri

Saraswaty, M.Adhli Tawwakal SB, Andri Dwi Prabowo, yang telah

memberikan semangat dan dukungan.

9. Teman-teman mahasiswa Analisa Farmasi dan Makanan stambuk 2011 yang

tidak bisa disebutkan satu persatu, namun tidak mengurangi arti keberadaan

(5)

iv

10. Kristrian Al Rasyid yang selalu membantu dan memberikan dukungan serta

saran kepada penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

Penulis menyadari bahwa sepenuhnya isi dari Tugas Akhir ini masih

terdapat kekurangan dan kelemahan serta masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu

dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik yang

sifatnya membangun demi kesempurnaan Tugas Akhir ini dan demi peningkatan

mutu penulisan Tugas Akhir di masa yang akan datang.

Akhir kata penulis sangat berharap semoga Tugas Akhir ini dapat

memberikan manfaat semua pihak yang memerlukan. Amin

Medan, Juni2014 Penulis,

(6)

v

Penetapan Kadar Kadmium (Cd) Dalam Eyeshadow Dengan Alat Inductively Couple Plasma (ICP)

Abstrak

Kosmetika merupakan bahan atau campuran bahan untuk berhias yang bertujuan untuk mempercantik diri dan merawat tubuh.Salah satu sediaan kosmetik rias adalah eyeshadow yangberfungsi untuk mempercantik mata sehingga mata menjadi indah.Sediaan kosmetika sering dibuat dari bahan berbahaya dan dilarang atau mengandung logam berat salah satunya cadmium yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, alergi, iritasi dan kerusakan tulang.Tugas akhir ini bertujuan ntuk mengetahui berapa besarkadarcadmium dalam eyeshadow.

Sampel yang digunakan adalah eyeshadow dari 4 merek yang terdapat di pasar.Pemeriksaan sampel dilakukan dengan menggunakan alat Inductively Couple Plasma (ICP) di Laboratorium BTKLPP Medan. Hasil penelitian yang didapat bahwa kadar logam Cd dalam eyeshadow yaitu 0,00046 mg/L; 0,00037 mg/L; <0,0001 mg/L; <0,0001mg/L.

Dari keempat sampel yang diteliti seluruhnya positif mengandung Kadmium.

(7)

vi

2.1.3 Bahan Baku Pembuatan Kosmetik ... 6

2.1.3.1 Pewarna………. ... 6

3.3.3 Pengoperasian Sampel dengan Alat ICP………… .. 18

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 19

4.1 Hasil ... 19

4.3 Persyaratan ... 19

(8)

vii

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 21

5.1 Kesimpulan ... 21

5.2 Saran ... 21

(9)

viii

DAFTAR TABEL

(10)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1 Persyaratan cemaran logam berat dalam kosmetika ... 24 Lampiran 2 Daftar bahan yang tidak diizinkan untuk digunakan dalam

(11)

v

Penetapan Kadar Kadmium (Cd) Dalam Eyeshadow Dengan Alat Inductively Couple Plasma (ICP)

Abstrak

Kosmetika merupakan bahan atau campuran bahan untuk berhias yang bertujuan untuk mempercantik diri dan merawat tubuh.Salah satu sediaan kosmetik rias adalah eyeshadow yangberfungsi untuk mempercantik mata sehingga mata menjadi indah.Sediaan kosmetika sering dibuat dari bahan berbahaya dan dilarang atau mengandung logam berat salah satunya cadmium yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, alergi, iritasi dan kerusakan tulang.Tugas akhir ini bertujuan ntuk mengetahui berapa besarkadarcadmium dalam eyeshadow.

Sampel yang digunakan adalah eyeshadow dari 4 merek yang terdapat di pasar.Pemeriksaan sampel dilakukan dengan menggunakan alat Inductively Couple Plasma (ICP) di Laboratorium BTKLPP Medan. Hasil penelitian yang didapat bahwa kadar logam Cd dalam eyeshadow yaitu 0,00046 mg/L; 0,00037 mg/L; <0,0001 mg/L; <0,0001mg/L.

Dari keempat sampel yang diteliti seluruhnya positif mengandung Kadmium.

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kosmetika adalah bahan atau sediaan bahan yang dimaksudkan untuk

digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan

organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk

membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau

badan atau memelihara tubuh pada kondisi baik (BPOM, 2008).

Kosmetik terbagi menjadi 3 jenis, yaitu kosmetik hipoalergik, kosmetik

tradisional, dan semi tradisional. Kosmetik hipoalergik adalah kosmetika yang

didalamnya tidak mengandung zat-zat yang dapat menyebabkan reaksi iritasi dan

sensitasi. Kosmetika jenis ini merupakan kosmetika yang lebih aman untuk

kesehatan kulit. Banyak bahan-bahan yang sering menimbulkan reaksi iritasi dan

sensitasi yang telah dikeluarkan dari daftar kosmetika hipoalergik seperti

aluminium sulfat, aluminium klorida, peru balsam, fenol, formaldehid, gum

arabik, lanolin, merkuri, bismut, minyak bergamot, heksaklorofen, dll (Sartono,

2002).

Kosmetika tradisional adalah kosmetika yang terdiri dari bahan-bahan

yang berasal dari alam dan diolah secaara tradisional, sedangkan kosmetika semi

tradisional adalah kosmetika tradisional yang pengolahannya dilakukan secara

modern dengan mencampurkan bahan dari alam dan sintetik kedalamnya

(13)

2

Sediaan kosmetika bukanlah racun, akan tetapi karena ada yang dibuat dari

bahan-bahan kimia dan mengandung logam berat berbahaya, terutama bagi kulit

orang-orang tertentu, dapat menyebabkan keracunan, reaksi alergi, iritasi dan

yang disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaannya (Sartono, 2002).

Tujuan utama penggunaan kosmetika pada masyarakat adalah untuk

kebersihan pribadi, meningkatkan daya tarik melalui make-up, meningkatkan rasa

percaya diri dan pikiran tenang, melindungi kulit dan rambut dari kerusakan sinar

ultra violet, polusi dan faktor lingkungan yang lain, mencegah penuaan dan secara

umum membantu seseorang lebih menikmati dan menghargai hidup (Tranggono,

2007).

Pada kondisi sekarang ini, kosmetika sudah menjadi kebutuhan penting

bagi wanita karir, salah satu kosmetika yang selalu dipakai para wanita adalah

eyeshadow, tetapi masih banyak wanita yang belum mengetahui dan mengerti

akan kandungan logam-logam berbahaya didalam eyeshadow yang teregistrasi

maupun yang tidak teregistrasi.

Dari uraian di atas, maka peneliti melakukan penelitian terhadap

kadarkadmium (Cd) yang terdapat didalam eyeshadow.

1.2 Tujuan Dan Manfaat

1.2.1 Tujuan

Adapun tujuan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui berapa

besarkadarkadmium (Cd) yang terdapat didalam eyeshadow menggunakan alat

ICP.

(14)

2

Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya para wanita karier

(15)

3

yang didalamnya terdapat kandungan logam beratkadmium (Cd) baik yang

teregistrasi dan tanpa registrasi BPOM sehingga para wanita dapat terhindar dari

(16)

4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kosmetika

Kosmetik berasal dari bahasa Yunani “kosmetikos” yang berarti

keterampilan menghias, dan mengatur. Definisi kosmetik dalam Peraturan

Menteri Kesehatan RI No.445/MenKes/Permenkes/1998 adalah sebagai berikut:

“Kosmetika adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada

bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian

luar), gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik,

mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik,

memperbiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau

menyembuhkan penyakit” (Tranggono, 2007).

Kosmetik dikenal manusia sejak berabad-abad yang lalu. Pada abad ke-19,

pemakaian kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu selain untuk kecantikan juga

untuk kesehatan, oleh sebab itu pemakaian bahan kosmetik sebaiknya tidak

mempengaruhi struktur dan faal kulit. Namun bila bahan kosmetika tersebut

adalah bahan kimia yang berasal dari alam dan organ tubuh yang dikenai adalah

kulit, maka dalam hal tertentu kosmetika itu akan mengakibatkan reaksi-reaksi

dan perubahan faal kulit tersebut. Tak ada bahan kimia yang bersifat indeferens,

jika dikenakan pada kulit. Selama kosmetika tersebut tidak mengandung bahan

berbahaya yang secara farmkologis aktif mempengaruhi kulit, penggunaan

kosmetika jenis ini mengguntungkan dan bermanfaat untuk kulit itu sendiri

(17)

5

2.1.1 Penggolongan kosmetik

Berdasarkan surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 045/C/SK/1977

tanggal 22 Januari 1977, menurut kegunaannya kosmetik dikelompokkan dalam

13 golongan yaitu:

a. Sediaan untuk bayi misalnya minyak bayi, bedak bayi. dll

b. Sediaan untuk mandi, misalnya sabun mandi, bath capsule, dll

c. Sediaan untuk make-up mata misalnya maskara, eye-shadow, dll

d. Sediaan untuk wangi-wangian, misalnya parfum, toilet water, dll

e. Sediaan rambut misalnya hair spray, shampoo, dll

f. Sediaan pewarna rambut, misalnya cat rambut. dll

g. Sediaan make-up (kecuali mata), misalnya bedak, lipstik, dll

h. Sediaan untuk kebersihan mulut, misalnya pasta gigi, mouth washes, dll

i. Sediaan kuku, misaalnya cat kuku, lotion kuku, dll

j. Sediaan untuk kebersihan badan, misalnya pembersih, dll

k. Sediaan cukur, misalnya sabun cukur, dll

l. Sediaan perawat kulit, misalnya pelembab, pelindung, dll

m. Sediaan sunscreen, misalnya sunscreen foundation, dll

Tata rias mata atau sediaan make-up mata merupakan sediaan yang

digunakan untuk memperindah penampilan bentuk mata termasuk mascara,

eyeshadow, eye brow pensil dan eyeliner (Tranggono, 2007).

2.1.2 Rias kelopak mata (eyeshadow)

Setiap wanita pasti menginginkan untuk selalu tampil cantik. Keinginan

(18)

6

bedak, lipstik, eyeliner, eyeshadow dan berbagai kosmetik lain untuk membuat

wajah mereka terlihat lebih cantik.

Salah satu jenis sediaan kosmetika rias adalah perona kelopak mata (eye

shadow) yang merupakan sediaan rias yang berisi pigmen warna yang digunakan

pada kelopak mata untuk memberi latar belakang atau bayangan yang menarik

pada mata sehingga memberi efek berkilau pada mata.Perona kelopak mata

umumnya berwarna biru, merah tua, perak, hijau, dan coklat (Wasitaatmadja,

1997).

2.1.3 Bahan baku pembuatan kosmetika

Bahan baku kosmetika sangat bervariasi dan jumlahnya dapat mencapai

puluhan jenis. Untuk memenuhi kebutuhan dasar produksi kosmetika, ada 5 jenis

bahan baku yang penting, yaitu: waxes, oil, pengawet, antiseptic, antioksidan,

pewarna dan pewangi (Wasitaatmadja, 1997).

2.1.3.1 Pewarna

Pewarna yang digunakan dalam kosmetika umumnya terdiri atas 2 jenis

yaitu ;

a. Pewarna yang dapat larut dalam cairan, air,alkohol atau minyak. Contoh

pewarna kosmetik ialah: pewarna asam, solvent dyes misalnya: merah DC, merah

hijau no17, violet, kuning dan xanthane dyes misalnya: DC orange, merah dan

kuning.

b. Pewarna yang tidak dapat larut dalam cairan (insoluble), terdiri dari bahan

organik dan inorganik, misalnya besi oksida.

Tidak semua warna dapat digunakan untuk kosmetika, sebab kulit di

(19)

7

warna khusus, seperti kulit sekitar mata, kulit sekitar mulut, bibir dan kuku.

Penggunaan zat warna untuk kosmetika di Indonesia telah ditetapkan melalui

Surat Keputusan dan Permenkes, seperti yang terlampir dalam lampiran (halaman

25) (Wasitaatmadja, 1997).

2.1.4 Keracunan kosmetika

Pada kelopak mata, bahan-bahan kimia dapat menyebabkan terjadinya

radangpada kelopak mata yang merupakan radang kelopak dan tepi kelopak. Juga

dapat menyebabkan terjadinya alergi yang disebabkan oleh debu, asap, bahan

kimia iritatif dan bahan kosmetik (Ilyas, 1997).

Kosmetika mata (eyeliner, eyeshadow, mascara) atau kosmetik lainnya

yang pemakaiannya didekat atau disekitar mata, misalnya kosmetika rambut atau

muka, dapat menimbulkan efek samping pada mata berupa:

a. Rasa tersengat dan rasa terbakar akibat iritasi oleh zat yang masuk kedalam

mata

b. Konjungtivitas alergik dengan atau tanpa dermatitis akibat masuknya partikel

mascara, eyeshadow dan eyeliner didalam mata

c. Infeksi mata ringan sampai berat akibat pemakaian kosmetika yang tercemar

oleh kuman(Wasitaatmadja, 1997).

2.1.5 Manfaat kosmetika

Bila dasar kecantikan adalah kesehatan, maka penampilan kulit yang sehat

adalah bagian yang langsung dapat kita lihat, karena kulit merupakan organ tubuh

yang berada paling luar dan berfungsi sebagai pembungkus tubuh. Dengan

demikian pemakai kosmetika yang tepat untuk perawatan kulit, rias atau dekoratif

(20)

8

2.2 Logam berat

Logam merupakan kelompok toksikan yang unik.Logam ini ditemukan

dan menetap dialam, tetapi bentuk kimianya dapat berubah akibat pengaruh

fisikokimia, biologis atau akibat aktivitas manusia.Toksisitasnya dapat berubah

drastis bila bentuk kimianya berubah (Lu, 1995).

Kebanyakan logam dan metaloid terdapat di alam, tersebar dalam

batu-batuan, bijih tambang, tanah, air dan udara. Tetapi, distribusinya nyata sekali tidak

rata. Umumnya, kadar ini lebih meningkat bila ada aktifitas geologi, misalnya

penambangan (Lu, 1995).

Logam berat masih termasuk golongan logam dengan kriteria-kriteria yang

sama dengan logam-logam yang lain. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang

dihasilkan bila logam berat ini berikatan dan atau masuk kedalam tubuh

organisme hidup dan biasanya menimbulkan efek-efek khusus pada makhluk

hidup. Dapat dikatakan bahwa semua logam berat dapat menjadi bahan racun

yang akan meracuni tubuh makhluk hidup (Palar, 2008).

Terdapat 80 jenis logam berat dari 109 unsur kimia dimuka bumi ini.

Logam berat dibagi kedalam 2 jenis, yaitu :

1. Logam berat esensial: yakni logam dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan

oleh organisme. Dalam jumlah yang berlebihan, logam tersebut menimbulkan

efek toksik. Contohnya adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya

2. Logam berat tidak esensial: yakni logam yang keberadaannya dalam tubuh

masih belum diketahui manfaatnya, bahkan bersifat toksik seperti Hg, Cd, Pb, Cr

(21)

9

Logam berat dapat menimbulkan efek gangguan terhadap kesehatan

manusia tergantung pada bagian mana dari logam berat tersebut yang terikat pada

tubuh serta besarnya dosis paparan (Widowati, 2008).

2.2.1 Logam kadmium

Kadmium adalah logam berwarna putih perak, lunak, mengkilap, tidak

larut dalam basa, mudah bereaksi, serta menghasilkan kadmium oksida bila

dipanaskan, umumnya terdapat dalam kombinasi dengan klor (Cd klorida), atau

belerang (cd sulfit), memiliki nomor atom 40, berat atom 112,4 g/mol, titik leleh

321oC, dan titik didih 767oC, bersifat lentur, tahan terhadap tekanan, serta dapat

dimanfaatkan sebagai pencampur logam lain, seperti nikel, emas, kuprumdan besi

(Widowati, 2008).

Gambar 2.1 : Kadmium

Sumber :Anonim 2014

2.2.1.1 Kandungan kadmium di alam

Kadar kadmium di udara biasanya dalam rentang 1 µg/m3, tetapi dapat

berjumlah lebih besar di tempat kerja tertentu. Kadarnya dalam air sangat rendah

sekitar 1 µg/I kecuali didaerah tercemar (Lu, 1995).

2.2.1.2 Penggunaan kadmium

Logam Cd banyak digunakan dalam industri seperti pembuatan alloy,

sebagai pigmen pewarna cat, pembuatan keramik, pembuatan plastik, bahan

(22)

10

percetakan tekstil, serta pelapisan elektrik, karena kadmium memiliki

keistimewaan non korosif (Widowati, 2008).

Logam kadmium juga digunakan dalam industri peleburan, dan sisa

lumpur kotor sebagai pupuk tanaman pangan, yang menyebabkan kadarnya

meningkat dalam lingkungan (Lu, 1995).

2.2.1.3 Efek toksik / bahaya kadmium

Kadmium(Cd) adalah logam toksik dan berbahaya terhadap manusia, efek

toksik ini dapat bersifat akut dan kronis (Widowati, 2008 ).

Efek toksik akut disebabkan oleh uap kadmium oksidasi dari proses

pengelasan dan pemotongan logam kadmium atau campuran logam yang

mengandung kadmium. Target utama organ yang terkena kadmium ini adalah

paru-paru dan manifestasi klinis terpenting berupa pneumonitis kimiawi berat.

Gangguan ginjal, biasanya terjadi akibat jangka panjang dalam bentuk proteinuria

tubulus. Dapat pula terjadi nekrosis kedua sisi korteks ginjal( Jeyaratnam, 2009 ).

Efek toksik kronis kadmium baik melalui inhalasi maupun oral dapat

merusak sistem fisiologis tubuh, antara lain sistem urinaria (ren), sistem respirasi

(paru-paru), sistem sirkulasi (darah) dan jantung, kerusakan sistem reproduksi,

sistem saraf, bahkan dapat mengakibatkan kerapuhan tulang (Widowati, 2008).

Kadmium ditransportasikan dalam darah yang berikatan dengan sel darah

merah dan protein berat molekul tinggi dalam plasma, khususnya oleh albumin.

Sejumlah kecil kadmium dalam darah mungkin ditranspotasikan oleh

metalotionin. Kadar kadmium dalam darah orang dewasa yang terpapar kadmium

secara berlebihan biasanya 1 µg/dl, sedangkan bayi yang baru lahir mengandung

(23)

11

Absorbsi kadmium dalam saluran pencernaan meliputi 2 tahap yaitu:

1. Penyerapan kadmium dari lumen usus melewati membran brush border

kedalam sel mukosa.

2. Transfor kadmium kedalam aliran darah dan deposisi dalam jaringan,

terutama dideposit dalam hati dan ginjal. Seperti halnya Zn, kadmium

memiliki afinitas yang tinggi pada testis, sehingga konsentrasi pada

jaringan testis lebih tinggi dibandingkan pada jaringan yang lainnya

(Widowati, 2008).

2.2.1.4 Pencegahan dan penanggulangan toksisitas kadmium

Untuk mencegah dan mengurangi paparan kadmium, lakukan hal-hal

berikut ini :

1.Menghindari paparan kadmium, dengan mengurangi rokok, mengurangi

konsumsi makanan yang rentan terkontaminasi kadmium, antara lain kerang dan

makanan laut lainnya, serta mengurangi minumanan yang rentan tercemar

kadmium, antara lain kopi atau teh.

2.Untuk mencegah toksisitas kadmium, pertahankan kecukupan Zn dalam tubuh

dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung Zn tinggi, antara lain

biji-bijian yang tidak ditumbuk halus, makanan dari golongan Leguminosal dan

kacang-kacangan. Konsumsi suplemen Zn 15-30 mg/hari bisa mengurangi

toksisitas kadmium. Konsumsi Zn, Ca, dan Se dosis tinggi dapat mengurangi

absorpsi kadmium. Demikian juga konsumsi besi ( Fe), kufrum (Cu), selenium

(Se), dan vitamin C yang mampu meningkatkan eliminasi kadmium yang bisa

(24)

12

3.Diet atau food supplement bisa mengurangi toksisitas kadmium, hal tersebut

mampu menggantikan kadmium atau mengeliminasi kadmium dari tubuh,

antioksidan, vitamin E, vitamin K, dan klorofil agar mampu mengurangi

toksisitas kadmium.

Berikut daftar suplemen untuk mengurangi efek kadmium

Suplemen Dosis yang dianjurkan Peranan

Alfalfa 2000-3000 mg/hari Kandungan klorofil dan vitamin K

membantu mengurangi beban kadmium

dalam tubuh

Mineral membantu mengusir Cd dari

tubuh

Vitamin E 600-1000 IU/hari Antioksidan

Seng (Zn) 50-60 mg/hari. Mengantikan posisi kadmium

kuprum (Cu) 3 mg/hari Membantu Zn mengurangi deposit

kadmium

Besi (Fe) Diberikan bersama

100mg vitamin C agar

penyerapan lebih baik

Jangan diberikan bila tidak didiagnosa

menderita anemia

Sumber (Widowati, 2008).

2.3 Inductively Couple Plasma (ICP)

Inductively Couple Plasma adalah alat yang dapat mendeteksi

senyawa-senyawa logam dengan pembakaran menggunakan plasma. Plasma yang

dihasilkan dari gas argon akan membakar sampel yang telah berubah dari fase

cairan menjadi aerosol sehingga terjadi atomisasi dilanjutkan dengan ionisasi.

(25)

13

cahaya dengan panjang gelombang yang spesifik di setiap senyawa logam. Sistem

pembacaan multi element memudahkan bagi analisa untuk mempercepat

keluarnya hasil. ICP dapat digunakan dalam analisa kuantitatif untuk jenis sampel

bahan-bahan alam seperti batu, tanah, endapan udara, air dan jaringan tanaman

dan hewan, pertanian, kehutanan, peternakan, ilmu lingkungan dan industri

makanan atau kosmetik (Razi, 2012).

ICP termasuk dalam spektro atomik yaitu sebuah teknik yang digunakan

untuk mendeteksi jejak logam dalam sampel dan untuk mendapatkan karakteristik

unsur-unsur yang memancarkan gelombang tertentu.Alat ini menggunakan

metode spektrofotometer emisi yang artinya adalah metode analisa yang didapat

pada pengukuran intensitas emisi pada panjang gelombang yang khas ada sekitar

80 unsur yang dapat dianalisa (Manday, 2012).

2.3.1 Prinsip Inductively Couple Plasma (ICP)

Prinsip utama dari ICP adalah mengukur intensitas energi atau radiasi

yang dipancarkan oleh unsur-unsur yang mengalami perubahan tingkat energi

atom (eksitasi atau ionisasi).Larutan sampel dihisap dan dialirkan dengan

capillary tube menuju nebulizer.Nebulizer mengubah larutan sampel menjadi

aerosol dan kemudian diinjeksikan melalui ICP. Pada temperatur plasma

sampel-sampel akan teratomisasi dan tereksitas. Atom yang tereksitasi akan kembali ke

keadaan awal (ground state) sambil memancarkan sinar radiasi. Sinar radiasai

didispersi oleh komponen optik. Sinar yang terdispersi secara berurutan muncul

pada masing-masing panjang gelombang unsur dan diubah dalam bentuk sinyal

(26)

14

konsentrasi unsur. Sinyal listrik ini kemudian diproses oleh sistem pengolahan

data (Wibawa, 2012).

2.3.2 Instrumentasi alat Inductively Couple Plasma (ICP)

1. Plasma: merupakan campuran gas yang memiliki sifat konduktor yang

mengandung konsentrasi besar dari kation dan elektron. Plasma diperoleh dari

sebuah gas yang terionisasi, ketika obor dinyalakan maka menghasilkan medan

magnet yang kuat.

2. Medan Magnet: adalah medan vektor yang dapat memberikan suatu gaya

magnet pada muatan listrik bergerak dan pada dipole magnetic

3. Pompa peristaltik: adalah jenis pompa perpindahan positif digunakan untuk

memompa berbagai cairan. Fluida yang terkandung dalam tabung fleksibel

dipasang didalam casing pompa melingkar memberikan sebuah sampel organik

menjadi nebulizer.

4. Nebulizer: berfungsi untuk mengubah cairan sampel menjadi aerosol.

5. Spray Chamber: berfungsi untuk mentransportasikan aerosol ke plasma, pada

spray chamber ini aerosol mengalami desolvasi atau volatisasi yaitu proses

penghilangan pelarut sehingga didapatkan aerosol kering yang bentuknya telah

seragam.

6. RF generator: adalah alat yang menyediakan tegangan (700-1500 watt) untuk

menyalakan plasma dengan Argon sebagai sumber gas-nya. Tegangan ini di

transferkan ke plasma melalui load coil, yang mengelilingi puncak dari obor

(27)

15

BAB III

METODE PENGUJIAN

3.1 Tempat

Penetapan kadarkadmium (Cd) dalam eyeshadow dilakukan di

Laboratorium Kimia Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian

Penyakit (BTKLPP) Medan yang bertempat di Jalan KH. Wahid Hasyim No. 15

Medan.

3.2 Sampel, Bahan dan Alat

3.2.1 Sampel

- Eyeshadow 4 jenis

3.2.1 Bahan

- HNO3pekat

- aquades

3.2.2 Alat

- timbangan

- alat preparasi sampel (novawave)

- corong

- kertas saring

- test tube

- rak tabung

(28)

16

3.3 Prosedur

3.3.1 Pengambilan sampel

Sampel diambil 4 jenis dari toko pedagang acak yang ada di Pasar Pringgan

Kecamatan Medan Baru dan di Swalayan yang ada di Mabar Kecamatan Medan

Deli.

3.3.2 Preparasi sampel

1. Ditimbang sampel eyeshadow yang beredar di pasaran sebanyak 4 gram s.d 5

gram

2. Dimasukkan dalam tabung tube dan kemudian ditambahkan HNO3pekat

3. Dimasukkan kedalam Novawave untuk preparasi sampel, kemudian

didinginkan

4. Ditambahkan aquadest secukupnya

5. Dimasukkan kedalam Erlenmeyer dan kemudian disaring sampel yang telah di

preparasi tadi

6. Dimasukkan kedalam tes tube untuk pengujian dengan alat ICP sesuai dengan

nomor tabung nya

3.3.3 Pengoperasian Sampel dengan Alat ICP :

- Alirkan gas argon , tunggu 5 menit untuk purging

- Dihidupkan Exhaust system

- Dihidupkan instrument ICP, tunggu 10 menit untuk warning up

- Dihidupkan water chiller, tunggu 5 menit sampai temperatur stabil (sekitar

23-0

C – 240C)

- Dibuka ICP software, klik instrument icon

(29)

17

- Ditutup instrument page

- Diklik worksheet icon

- Dibuat worksheet baru, klik New (jika sudah ada metode yang dibuat,

langsung klik open)

- Diklik edit method

- Dipilih elemen dan wavelenght yang akan dianalisa

- Diklik condition

- Dihidupkan plasma, tunggu 5 menit sampai stabil

- Disetting semua parameter yang diperlukan

- Diklik standart dan masukkan jumlah standart

- Ditutup method editor dan update semua methode setting yang telah dilakukan

- Diklik sequence page

- Diklik sequence editor

- Dimasukkan sampel number dan calibration solution

- Diklik ok, tutup sequence editor

- Diklik manual sampel source

- Diklik analysis page

- Dipilih standart dan sampel yang akan dianalisa, aktifkan dengan cara diblok,

klik kanan dan plih select for analysis

- Diklik start icon

- Diaspirasikan semua solution sesuai perintah

- Setelah selesai mengukur standart dan sampel, diaspirasikan blank selama 3

menit

(30)

18

- Ditutup worksheet

- Ditutup ICP software

- Dimatikan water chiller

- Dimatikan ICP instrument

- Dimatikan komputer

(31)

19

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Dari hasil penetapan kadarkadmium (Cd) diperoleh hasil seperti pada tabel 1

Tabel 4.1 : Hasil analisa eyeshadow dengan ICP

No Keterangan Contoh Uji

Hasil Analisa (mg/L) BPOM 2011

Cd

Hasil analisis pengujian sampel menunjukkan bahwa merk Just mist, Mac,

Louvre, dan Revlon positif mengandung logam berat kadmium yang berbahaya

bagi kesehatan.Dari keempat sampel yang diteliti seluruhnya tidak memenuhi

Peraturan BPOM walaupun dalam jumlah kecil (BPOM, 2011).

Kosmetik berguna untuk memperbaiki kesehatan kulit, kebersihan dan

penampilan fisik manusia dan melindungi bagian tubuh dari kerusakan yang

disebabkan oleh lingkungan.Kosmetik termasuk sediaan farmasi maka

pembuatannya harus mengikuti persyaratan, keamanan, serta pemanfaatan sesuai

Undang-Undang Kesehatan serta Peraturan Pelaksanaannya.Kosmetik tidak boleh

(32)

21

BPOM tentang kosmetik, dipersyaratkan bahwa kosmetik yang diproduksi dan

diedarkan harus menggunakan bahan yang memenuhi standart dan persyaratan

mutu, diproduksi menggunakan cara yang benar serta terdaftar dan mendapat izin

edar dari POM.

Penggunaanlogam kadmium dalam bahan eyeshadow tidak diperbolehkan.

Logam kadmium dapat memberikan efek toksik dan dalam dosis tunggal mampu

menginduksi gangguan saluran pencernaan, sedangkan paparan kadmium dalam

dosis rendah tetapi berulang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.

Kandungan kadmium dalam kosmetik diakibatkan oleh kontaminasi dari bahan

baku yang digunakan atau penggunaan pigmen yang mengandung kadmium.

Kadmiumdapat masuk kedalam tubuh melalui kulit, tertelan atau kontak dengan

mata kemudian masuk kedalam peredaran darah yang berikatan dengan sel darah

merah, setelah toksikan kadmium masuk kedalam darah, toksikan didistribusikan

dengan cepat keseluruh tubuh. Kadmium memiliki afinitas yang tinggi terhadap

hepar dan ginjal, pada umumnya sekitar 50-75% dari beban kadmium dalam

tubuh terdapat pada kedua organ tersebut, maka apabila hepar dan ginjal tidak

dapat melakukan detoksifikasi lagi maka akan terjadi kerusakan sel hepar dan

ginjal.Selain itu kadmium juga menyebabkan pembekakan pada paru-paru,

jantung, terjadinya daya keseimbangan kalsium dan posfat dalam ginjal sehingga

menyebabkan kerapuhan tulang tulang, sistem reproduksi yang akan mematikan

(33)

21

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Hasil penelitian dengan menggunakan ICP yang dilakukan pada empat

produk eyeshadow seluruhnya positif mengandung logam kadmium (Cd),

dan tidak memenuhi batas cemaran logam berat sesuai dengan Peraturan

Badan Pengawasan Obat dan Makanan yaitu < 0,0001 ppm, <0,0001 ppm,

<0,0001 ppm dan 0,00094 ppm.

5.2Saran

1. Diharapkan kepada masyarakat untuk berhati–hati dalam penggunaan

kosmetik.denganmembeli kosmetik ditoko-toko yang resmi, cermat dalam

memilih dan membeli kosmetik yang sesuai kebutuhan, cermat membaca

informasi yang tercantum pada kemasan kosmetik/label.

2. Sebaiknya mengurangi pemakaian kosmetik saat hamil untuk menghindari

hal-hal buruk yang terjadi pada janin, konsultasikanlah kosmetik pilihan

anda ke dokter, bila terjadi iritasi segera hentikan pemakain kosmetik

anda.

3. Selanjutnya untuk pemerintah harus lebih selektif dalam izin perdagangan

obat dan makanan serta dinas kesehatan perlu pengawasan yang lebih agar

(34)

22

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.(2014). https://www.google.com/gambar+logam+kadmium. Diakses 3Mei 2014

BPOM. (2011). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik

Indonesia Nomor :HK.03.1.23.07.11.6662 Tentang Persyaratan Logam.Edisi Kedua. Jakarta: UI–Press.

BPOM. (2011). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik

Indonesia Nomor :HK.03.1.23.08.11.07157Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika.Edisi Kedua. Jakarta: UI–Press.

Ilyas.S. (1997).Ilmu Penyakit Mata. Cetakan I. Jakarta: FKUI.

Jeyaratnam, J. (1996). Buku Ajar : Praktik Kedokteran Kerja. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Lu, C. Frank. (1994). Toksikologi Dasa: Asas, Organ, Sasaran, dan Penilaian

Risiko Lingkungan Hidup dan Pencemaran: Hubungannya dengan Toksitologi Senyawa Logam. Jakarta: UI-Press.

Manday, P. (2012). Mengenal ICP Untuk Analisa Logam.Diambil dari:

25 Maret 2014.

Palar, H. (2004).Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat.Cetakan Kedua. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Razi.(2012). Inductively Couple Plasma.Diambil dari:

Maret 2014.

Sartono. (2002). Racun dan Keracunan.Jakarta: Widya Medika.

Tranggono, Retno Iswari. (2007). Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan

Kosmetik.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wasitaatmadja, S. M. (1997). Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: UI-Press.

Wibawa.A. (2012).Inductively Couple Plasma.Diambil dari:

Maret 2014.

Widowati, W. (2008).Efek Toksik Logam : Pencegahan dan Penanggulangan

(35)

24

Tabel 1 : Hasil analisa eyeshadow dengan ICP

No Keterangan Contoh Uji

Hasil Analisa (mg/L) BPOM 2011

Cd Cd

1 Just mist 0.00046

Dilarang

dipergunakan dalam

kosmetik

2 Mac 0,00037

3 Louvre < 0,0001

(36)

24

Lampiran 1

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor: HK.0.3.1.23.07.11.07157 tentang bahan yang dilarang dalam kosmetik

No. Nama Bahan Yang Dilarang Penggunaanny Dalam Kosmetik

1 Aconitum napellus L. (daun, akar dan sediaan galeniknya)

2 Kadmium dan senyawanya

3 Adonis vernalis L, dan sediannya

4 Butil glisidil eter

5 Acid orange 24 (Cl 20170), bila digunakan dalam sedian pewarna rambut

6 Acid red 73 (Cl 27290), bila digunakan dalam sedian pewarna rambut

7 Asetamida

8 Asetonitril

(37)

27

Lampiran 2

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 359/MENKES/PER/IX/1983

Daftar bahan yang tidak diizinkan untuk digunakan pada kosmetika

1 Antimon dan senyawanya

2 Arsen dan senyawanya

3 Barium dan senyawanya

4 Berilium dan senyawanya

5 Bitionol

6 Fosfor

7 Hidrokinon monobenzil eter

8 Hormon

9 Kloroform

10 Kadmium dan senyawanya

11 Krom dan senyawanya kecuali zat t warna hijau K4 dan K5

12 Perak dan senyawanya

13 Air raksa dan senyawanya kecuali fenil raksa nitrat dan tiomersal

14 Salisil anilida berhalogen

15 Selenium dan senyawanya

16 Timbal dan senyawanya kecuali Timbal asetat maksimum 2% cat rambut

17 Strontium dan senyawanya

(38)

27

Lampiran 3 Alat yang digunakan

Gambar 1 Alat ICP

(39)

27

Lampiran 4 Sampel yang digunakan

Gambar 1Sampel

Gambar

Gambar 2.1 : Kadmium Sumber :Anonim 2014
Tabel 4.1 : Hasil analisa eyeshadow dengan ICP
Tabel 1 : Hasil analisa eyeshadow dengan ICP
Gambar 1 Alat ICP
+2

Referensi

Dokumen terkait

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan kemudahan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang

Masyarakat dapat mengetahui kadar besi, seng, tembaga dan mangan pada kangkung Desa Semangat Gunung Kabupaten Karo sebagai salah satu sayuran yang dapat dipilih

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan kemudahan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang

Arsen merupakan unsur kerak bumi yang berjumlah besar, yaitu menempati urutan keduapuluh dari unsur kerak bumi, sehingga sangat besar kemungkinannya mencemari air tanah dan

Pada tingkat polusi sedang, kandungan logam berat air dan biota yang hidup didalamnya berada dalam batas marjinal, sedangkan pada tingkat organisme yang hidup didalamnya

Parameter wajib persyaratan kualitas air minum berdasarkan Peraturan Menteri.. Kesehatan

Metode simulasi (Spiked-placebo recovery) merupakan metode yang dilakukan dengan cara menambahkan sejumlah analit bahan murni ke dalam suatu bahan pembawa sediaan farmasi (plasebo),

Metode Analisis Untuk Penentuan Unsur As dan Sb Menggunakan ICP-AES Plasma 40.. Yogyakarta: Pustek Akselerator dan