PENETAPAN KADAR KADMIUM (Cd) DALAM
EYESHADOW DENGAN ALAT INDUCTIVELY COUPLE
PLASMA (ICP)
TUGAS AKHIR
OLEH
:
SRI REZEKINASUTION
NIM 112410052
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
ANALIS FARMASI DAN MAKANAN
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
i
LEMBAR PENGESAHAN
PENETAPAN KADAR KADMIUM (Cd) DALAM
EYESHADOW DENGAN ALAT INDUCTIVELY COUPLE
PLASMA (ICP)
TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program Studi Diploma III Analis Farmasi dan Makanan
Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara
OLEH:
SRI REZEKI NASUTION NIM 112410052
Medan, Juni 2014
Disetujui Oleh: Dosen Pembimbing,
NIP 195112231980032002
Dra. Herawaty Ginting, M.Si., Apt.
Disahkan Oleh: Dekan,
NIP 195311281983031002
ii
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim,
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan
menyelesaikan Tugas Akhir berjudul “Penetapan kadar kadmium (Cd) dalam
eyeshadow dengan alat Inductively Couple Plasma (ICP)”.Tugas Akhir ini
disusun sebagai salah satu syarat untuk dapar menyelesaikan pendidikan Program
Studi Diploma III Analis Farmasi dan Makanan di Fakultas Farmasi Universitas
Sumatera Utara, Medan.
Selama penulisan Tugas Akhir ini penulis banyak menerima bimbingan
dan dukungan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai
pihak, penulis tidak akan dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini sebagaimana
mestinya. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak, teristimewa ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Ayahanda (Alm) M.Zein Nasution dan Ibunda Siti Fatimah yang telah
membesarkan dan mendidik penulis dengan penuh kasih sayang dan cinta dari
kecil hingga saat ini, memberikan motivasi dan restuyang tak ternilai harganya
dengan apapun, beserta kakak-kakak dan abang-abang saya Watholly Zannaty
Nst, Husni Sanjaya, Nurbaity Nst, Holimay Zahara Nst, Luluk Purwandi, Khadafi
Syuhada Nst, (Alm) Ibnu Hasyim Nst, dan Abdi Syahputra Nst, yang selalu
memberi semangat dan dukungan materi yang tak ternilai harganya kepada saya.
Pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan rasa terima kasih yang tak
iii
1. Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt., sebagai Dekan Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dra. Herawaty Ginting, M.Si., Apt., selaku Dosen Pembimbing Tugas
Akhir yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan dengan
penuh perhatian dan kesabaran hingga Tugas Akhir ini selesai.
3. Bapak Prof. Dr. Jansen Silahahi, M.App.Sc., Apt., selaku Ketua Program Studi
Diploma III Analis Farmasi dan Makanan.
4. Ibu Dr. Marline Nainggolan MS., Apt., selaku Dosen Pembimbing Akademik
yang telah banyak memberikan bimbingan dalam menyelesaikan pendidikan
Diploma III di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara
5. Ibu Rumanti Siahaan, S.K.M, M.Kes.,selaku Pembimbing Praktek Kerja
Lapangan dan Staf Laboratorium Kimia di Balai Teknik Kesehatan
Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Medan.
6. Bapak Noviandi, S.Si.,M.Kes dan bang Panji Wibowo Hasyim, S.Si yang telah
membantu saya melakukan penelitian ini dengan penuh kesabaran.
7. Dosen dan Pegawai Fakultas Farmasi Program Studi Diploma III Analis
Farmasi dan Makanan yang berupaya mendukung kemajuan mahasiswa.
8. Sahabat-sahabatku M.Nur Syuhada, Eka Dini W, Anggun Dita Mentari, Asri
Saraswaty, M.Adhli Tawwakal SB, Andri Dwi Prabowo, yang telah
memberikan semangat dan dukungan.
9. Teman-teman mahasiswa Analisa Farmasi dan Makanan stambuk 2011 yang
tidak bisa disebutkan satu persatu, namun tidak mengurangi arti keberadaan
iv
10. Kristrian Al Rasyid yang selalu membantu dan memberikan dukungan serta
saran kepada penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
Penulis menyadari bahwa sepenuhnya isi dari Tugas Akhir ini masih
terdapat kekurangan dan kelemahan serta masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik yang
sifatnya membangun demi kesempurnaan Tugas Akhir ini dan demi peningkatan
mutu penulisan Tugas Akhir di masa yang akan datang.
Akhir kata penulis sangat berharap semoga Tugas Akhir ini dapat
memberikan manfaat semua pihak yang memerlukan. Amin
Medan, Juni2014 Penulis,
v
Penetapan Kadar Kadmium (Cd) Dalam Eyeshadow Dengan Alat Inductively Couple Plasma (ICP)
Abstrak
Kosmetika merupakan bahan atau campuran bahan untuk berhias yang bertujuan untuk mempercantik diri dan merawat tubuh.Salah satu sediaan kosmetik rias adalah eyeshadow yangberfungsi untuk mempercantik mata sehingga mata menjadi indah.Sediaan kosmetika sering dibuat dari bahan berbahaya dan dilarang atau mengandung logam berat salah satunya cadmium yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, alergi, iritasi dan kerusakan tulang.Tugas akhir ini bertujuan ntuk mengetahui berapa besarkadarcadmium dalam eyeshadow.
Sampel yang digunakan adalah eyeshadow dari 4 merek yang terdapat di pasar.Pemeriksaan sampel dilakukan dengan menggunakan alat Inductively Couple Plasma (ICP) di Laboratorium BTKLPP Medan. Hasil penelitian yang didapat bahwa kadar logam Cd dalam eyeshadow yaitu 0,00046 mg/L; 0,00037 mg/L; <0,0001 mg/L; <0,0001mg/L.
Dari keempat sampel yang diteliti seluruhnya positif mengandung Kadmium.
vi
2.1.3 Bahan Baku Pembuatan Kosmetik ... 6
2.1.3.1 Pewarna………. ... 6
3.3.3 Pengoperasian Sampel dengan Alat ICP………… .. 18
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 19
4.1 Hasil ... 19
4.3 Persyaratan ... 19
vii
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 21
5.1 Kesimpulan ... 21
5.2 Saran ... 21
viii
DAFTAR TABEL
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1 Persyaratan cemaran logam berat dalam kosmetika ... 24 Lampiran 2 Daftar bahan yang tidak diizinkan untuk digunakan dalam
v
Penetapan Kadar Kadmium (Cd) Dalam Eyeshadow Dengan Alat Inductively Couple Plasma (ICP)
Abstrak
Kosmetika merupakan bahan atau campuran bahan untuk berhias yang bertujuan untuk mempercantik diri dan merawat tubuh.Salah satu sediaan kosmetik rias adalah eyeshadow yangberfungsi untuk mempercantik mata sehingga mata menjadi indah.Sediaan kosmetika sering dibuat dari bahan berbahaya dan dilarang atau mengandung logam berat salah satunya cadmium yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, alergi, iritasi dan kerusakan tulang.Tugas akhir ini bertujuan ntuk mengetahui berapa besarkadarcadmium dalam eyeshadow.
Sampel yang digunakan adalah eyeshadow dari 4 merek yang terdapat di pasar.Pemeriksaan sampel dilakukan dengan menggunakan alat Inductively Couple Plasma (ICP) di Laboratorium BTKLPP Medan. Hasil penelitian yang didapat bahwa kadar logam Cd dalam eyeshadow yaitu 0,00046 mg/L; 0,00037 mg/L; <0,0001 mg/L; <0,0001mg/L.
Dari keempat sampel yang diteliti seluruhnya positif mengandung Kadmium.
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kosmetika adalah bahan atau sediaan bahan yang dimaksudkan untuk
digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan
organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk
membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau
badan atau memelihara tubuh pada kondisi baik (BPOM, 2008).
Kosmetik terbagi menjadi 3 jenis, yaitu kosmetik hipoalergik, kosmetik
tradisional, dan semi tradisional. Kosmetik hipoalergik adalah kosmetika yang
didalamnya tidak mengandung zat-zat yang dapat menyebabkan reaksi iritasi dan
sensitasi. Kosmetika jenis ini merupakan kosmetika yang lebih aman untuk
kesehatan kulit. Banyak bahan-bahan yang sering menimbulkan reaksi iritasi dan
sensitasi yang telah dikeluarkan dari daftar kosmetika hipoalergik seperti
aluminium sulfat, aluminium klorida, peru balsam, fenol, formaldehid, gum
arabik, lanolin, merkuri, bismut, minyak bergamot, heksaklorofen, dll (Sartono,
2002).
Kosmetika tradisional adalah kosmetika yang terdiri dari bahan-bahan
yang berasal dari alam dan diolah secaara tradisional, sedangkan kosmetika semi
tradisional adalah kosmetika tradisional yang pengolahannya dilakukan secara
modern dengan mencampurkan bahan dari alam dan sintetik kedalamnya
2
Sediaan kosmetika bukanlah racun, akan tetapi karena ada yang dibuat dari
bahan-bahan kimia dan mengandung logam berat berbahaya, terutama bagi kulit
orang-orang tertentu, dapat menyebabkan keracunan, reaksi alergi, iritasi dan
yang disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaannya (Sartono, 2002).
Tujuan utama penggunaan kosmetika pada masyarakat adalah untuk
kebersihan pribadi, meningkatkan daya tarik melalui make-up, meningkatkan rasa
percaya diri dan pikiran tenang, melindungi kulit dan rambut dari kerusakan sinar
ultra violet, polusi dan faktor lingkungan yang lain, mencegah penuaan dan secara
umum membantu seseorang lebih menikmati dan menghargai hidup (Tranggono,
2007).
Pada kondisi sekarang ini, kosmetika sudah menjadi kebutuhan penting
bagi wanita karir, salah satu kosmetika yang selalu dipakai para wanita adalah
eyeshadow, tetapi masih banyak wanita yang belum mengetahui dan mengerti
akan kandungan logam-logam berbahaya didalam eyeshadow yang teregistrasi
maupun yang tidak teregistrasi.
Dari uraian di atas, maka peneliti melakukan penelitian terhadap
kadarkadmium (Cd) yang terdapat didalam eyeshadow.
1.2 Tujuan Dan Manfaat
1.2.1 Tujuan
Adapun tujuan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui berapa
besarkadarkadmium (Cd) yang terdapat didalam eyeshadow menggunakan alat
ICP.
2
Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya para wanita karier
3
yang didalamnya terdapat kandungan logam beratkadmium (Cd) baik yang
teregistrasi dan tanpa registrasi BPOM sehingga para wanita dapat terhindar dari
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kosmetika
Kosmetik berasal dari bahasa Yunani “kosmetikos” yang berarti
keterampilan menghias, dan mengatur. Definisi kosmetik dalam Peraturan
Menteri Kesehatan RI No.445/MenKes/Permenkes/1998 adalah sebagai berikut:
“Kosmetika adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada
bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian
luar), gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik,
mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik,
memperbiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau
menyembuhkan penyakit” (Tranggono, 2007).
Kosmetik dikenal manusia sejak berabad-abad yang lalu. Pada abad ke-19,
pemakaian kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu selain untuk kecantikan juga
untuk kesehatan, oleh sebab itu pemakaian bahan kosmetik sebaiknya tidak
mempengaruhi struktur dan faal kulit. Namun bila bahan kosmetika tersebut
adalah bahan kimia yang berasal dari alam dan organ tubuh yang dikenai adalah
kulit, maka dalam hal tertentu kosmetika itu akan mengakibatkan reaksi-reaksi
dan perubahan faal kulit tersebut. Tak ada bahan kimia yang bersifat indeferens,
jika dikenakan pada kulit. Selama kosmetika tersebut tidak mengandung bahan
berbahaya yang secara farmkologis aktif mempengaruhi kulit, penggunaan
kosmetika jenis ini mengguntungkan dan bermanfaat untuk kulit itu sendiri
5
2.1.1 Penggolongan kosmetik
Berdasarkan surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 045/C/SK/1977
tanggal 22 Januari 1977, menurut kegunaannya kosmetik dikelompokkan dalam
13 golongan yaitu:
a. Sediaan untuk bayi misalnya minyak bayi, bedak bayi. dll
b. Sediaan untuk mandi, misalnya sabun mandi, bath capsule, dll
c. Sediaan untuk make-up mata misalnya maskara, eye-shadow, dll
d. Sediaan untuk wangi-wangian, misalnya parfum, toilet water, dll
e. Sediaan rambut misalnya hair spray, shampoo, dll
f. Sediaan pewarna rambut, misalnya cat rambut. dll
g. Sediaan make-up (kecuali mata), misalnya bedak, lipstik, dll
h. Sediaan untuk kebersihan mulut, misalnya pasta gigi, mouth washes, dll
i. Sediaan kuku, misaalnya cat kuku, lotion kuku, dll
j. Sediaan untuk kebersihan badan, misalnya pembersih, dll
k. Sediaan cukur, misalnya sabun cukur, dll
l. Sediaan perawat kulit, misalnya pelembab, pelindung, dll
m. Sediaan sunscreen, misalnya sunscreen foundation, dll
Tata rias mata atau sediaan make-up mata merupakan sediaan yang
digunakan untuk memperindah penampilan bentuk mata termasuk mascara,
eyeshadow, eye brow pensil dan eyeliner (Tranggono, 2007).
2.1.2 Rias kelopak mata (eyeshadow)
Setiap wanita pasti menginginkan untuk selalu tampil cantik. Keinginan
6
bedak, lipstik, eyeliner, eyeshadow dan berbagai kosmetik lain untuk membuat
wajah mereka terlihat lebih cantik.
Salah satu jenis sediaan kosmetika rias adalah perona kelopak mata (eye
shadow) yang merupakan sediaan rias yang berisi pigmen warna yang digunakan
pada kelopak mata untuk memberi latar belakang atau bayangan yang menarik
pada mata sehingga memberi efek berkilau pada mata.Perona kelopak mata
umumnya berwarna biru, merah tua, perak, hijau, dan coklat (Wasitaatmadja,
1997).
2.1.3 Bahan baku pembuatan kosmetika
Bahan baku kosmetika sangat bervariasi dan jumlahnya dapat mencapai
puluhan jenis. Untuk memenuhi kebutuhan dasar produksi kosmetika, ada 5 jenis
bahan baku yang penting, yaitu: waxes, oil, pengawet, antiseptic, antioksidan,
pewarna dan pewangi (Wasitaatmadja, 1997).
2.1.3.1 Pewarna
Pewarna yang digunakan dalam kosmetika umumnya terdiri atas 2 jenis
yaitu ;
a. Pewarna yang dapat larut dalam cairan, air,alkohol atau minyak. Contoh
pewarna kosmetik ialah: pewarna asam, solvent dyes misalnya: merah DC, merah
hijau no17, violet, kuning dan xanthane dyes misalnya: DC orange, merah dan
kuning.
b. Pewarna yang tidak dapat larut dalam cairan (insoluble), terdiri dari bahan
organik dan inorganik, misalnya besi oksida.
Tidak semua warna dapat digunakan untuk kosmetika, sebab kulit di
7
warna khusus, seperti kulit sekitar mata, kulit sekitar mulut, bibir dan kuku.
Penggunaan zat warna untuk kosmetika di Indonesia telah ditetapkan melalui
Surat Keputusan dan Permenkes, seperti yang terlampir dalam lampiran (halaman
25) (Wasitaatmadja, 1997).
2.1.4 Keracunan kosmetika
Pada kelopak mata, bahan-bahan kimia dapat menyebabkan terjadinya
radangpada kelopak mata yang merupakan radang kelopak dan tepi kelopak. Juga
dapat menyebabkan terjadinya alergi yang disebabkan oleh debu, asap, bahan
kimia iritatif dan bahan kosmetik (Ilyas, 1997).
Kosmetika mata (eyeliner, eyeshadow, mascara) atau kosmetik lainnya
yang pemakaiannya didekat atau disekitar mata, misalnya kosmetika rambut atau
muka, dapat menimbulkan efek samping pada mata berupa:
a. Rasa tersengat dan rasa terbakar akibat iritasi oleh zat yang masuk kedalam
mata
b. Konjungtivitas alergik dengan atau tanpa dermatitis akibat masuknya partikel
mascara, eyeshadow dan eyeliner didalam mata
c. Infeksi mata ringan sampai berat akibat pemakaian kosmetika yang tercemar
oleh kuman(Wasitaatmadja, 1997).
2.1.5 Manfaat kosmetika
Bila dasar kecantikan adalah kesehatan, maka penampilan kulit yang sehat
adalah bagian yang langsung dapat kita lihat, karena kulit merupakan organ tubuh
yang berada paling luar dan berfungsi sebagai pembungkus tubuh. Dengan
demikian pemakai kosmetika yang tepat untuk perawatan kulit, rias atau dekoratif
8
2.2 Logam berat
Logam merupakan kelompok toksikan yang unik.Logam ini ditemukan
dan menetap dialam, tetapi bentuk kimianya dapat berubah akibat pengaruh
fisikokimia, biologis atau akibat aktivitas manusia.Toksisitasnya dapat berubah
drastis bila bentuk kimianya berubah (Lu, 1995).
Kebanyakan logam dan metaloid terdapat di alam, tersebar dalam
batu-batuan, bijih tambang, tanah, air dan udara. Tetapi, distribusinya nyata sekali tidak
rata. Umumnya, kadar ini lebih meningkat bila ada aktifitas geologi, misalnya
penambangan (Lu, 1995).
Logam berat masih termasuk golongan logam dengan kriteria-kriteria yang
sama dengan logam-logam yang lain. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang
dihasilkan bila logam berat ini berikatan dan atau masuk kedalam tubuh
organisme hidup dan biasanya menimbulkan efek-efek khusus pada makhluk
hidup. Dapat dikatakan bahwa semua logam berat dapat menjadi bahan racun
yang akan meracuni tubuh makhluk hidup (Palar, 2008).
Terdapat 80 jenis logam berat dari 109 unsur kimia dimuka bumi ini.
Logam berat dibagi kedalam 2 jenis, yaitu :
1. Logam berat esensial: yakni logam dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan
oleh organisme. Dalam jumlah yang berlebihan, logam tersebut menimbulkan
efek toksik. Contohnya adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya
2. Logam berat tidak esensial: yakni logam yang keberadaannya dalam tubuh
masih belum diketahui manfaatnya, bahkan bersifat toksik seperti Hg, Cd, Pb, Cr
9
Logam berat dapat menimbulkan efek gangguan terhadap kesehatan
manusia tergantung pada bagian mana dari logam berat tersebut yang terikat pada
tubuh serta besarnya dosis paparan (Widowati, 2008).
2.2.1 Logam kadmium
Kadmium adalah logam berwarna putih perak, lunak, mengkilap, tidak
larut dalam basa, mudah bereaksi, serta menghasilkan kadmium oksida bila
dipanaskan, umumnya terdapat dalam kombinasi dengan klor (Cd klorida), atau
belerang (cd sulfit), memiliki nomor atom 40, berat atom 112,4 g/mol, titik leleh
321oC, dan titik didih 767oC, bersifat lentur, tahan terhadap tekanan, serta dapat
dimanfaatkan sebagai pencampur logam lain, seperti nikel, emas, kuprumdan besi
(Widowati, 2008).
Gambar 2.1 : Kadmium
Sumber :Anonim 2014
2.2.1.1 Kandungan kadmium di alam
Kadar kadmium di udara biasanya dalam rentang 1 µg/m3, tetapi dapat
berjumlah lebih besar di tempat kerja tertentu. Kadarnya dalam air sangat rendah
sekitar 1 µg/I kecuali didaerah tercemar (Lu, 1995).
2.2.1.2 Penggunaan kadmium
Logam Cd banyak digunakan dalam industri seperti pembuatan alloy,
sebagai pigmen pewarna cat, pembuatan keramik, pembuatan plastik, bahan
10
percetakan tekstil, serta pelapisan elektrik, karena kadmium memiliki
keistimewaan non korosif (Widowati, 2008).
Logam kadmium juga digunakan dalam industri peleburan, dan sisa
lumpur kotor sebagai pupuk tanaman pangan, yang menyebabkan kadarnya
meningkat dalam lingkungan (Lu, 1995).
2.2.1.3 Efek toksik / bahaya kadmium
Kadmium(Cd) adalah logam toksik dan berbahaya terhadap manusia, efek
toksik ini dapat bersifat akut dan kronis (Widowati, 2008 ).
Efek toksik akut disebabkan oleh uap kadmium oksidasi dari proses
pengelasan dan pemotongan logam kadmium atau campuran logam yang
mengandung kadmium. Target utama organ yang terkena kadmium ini adalah
paru-paru dan manifestasi klinis terpenting berupa pneumonitis kimiawi berat.
Gangguan ginjal, biasanya terjadi akibat jangka panjang dalam bentuk proteinuria
tubulus. Dapat pula terjadi nekrosis kedua sisi korteks ginjal( Jeyaratnam, 2009 ).
Efek toksik kronis kadmium baik melalui inhalasi maupun oral dapat
merusak sistem fisiologis tubuh, antara lain sistem urinaria (ren), sistem respirasi
(paru-paru), sistem sirkulasi (darah) dan jantung, kerusakan sistem reproduksi,
sistem saraf, bahkan dapat mengakibatkan kerapuhan tulang (Widowati, 2008).
Kadmium ditransportasikan dalam darah yang berikatan dengan sel darah
merah dan protein berat molekul tinggi dalam plasma, khususnya oleh albumin.
Sejumlah kecil kadmium dalam darah mungkin ditranspotasikan oleh
metalotionin. Kadar kadmium dalam darah orang dewasa yang terpapar kadmium
secara berlebihan biasanya 1 µg/dl, sedangkan bayi yang baru lahir mengandung
11
Absorbsi kadmium dalam saluran pencernaan meliputi 2 tahap yaitu:
1. Penyerapan kadmium dari lumen usus melewati membran brush border
kedalam sel mukosa.
2. Transfor kadmium kedalam aliran darah dan deposisi dalam jaringan,
terutama dideposit dalam hati dan ginjal. Seperti halnya Zn, kadmium
memiliki afinitas yang tinggi pada testis, sehingga konsentrasi pada
jaringan testis lebih tinggi dibandingkan pada jaringan yang lainnya
(Widowati, 2008).
2.2.1.4 Pencegahan dan penanggulangan toksisitas kadmium
Untuk mencegah dan mengurangi paparan kadmium, lakukan hal-hal
berikut ini :
1.Menghindari paparan kadmium, dengan mengurangi rokok, mengurangi
konsumsi makanan yang rentan terkontaminasi kadmium, antara lain kerang dan
makanan laut lainnya, serta mengurangi minumanan yang rentan tercemar
kadmium, antara lain kopi atau teh.
2.Untuk mencegah toksisitas kadmium, pertahankan kecukupan Zn dalam tubuh
dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung Zn tinggi, antara lain
biji-bijian yang tidak ditumbuk halus, makanan dari golongan Leguminosal dan
kacang-kacangan. Konsumsi suplemen Zn 15-30 mg/hari bisa mengurangi
toksisitas kadmium. Konsumsi Zn, Ca, dan Se dosis tinggi dapat mengurangi
absorpsi kadmium. Demikian juga konsumsi besi ( Fe), kufrum (Cu), selenium
(Se), dan vitamin C yang mampu meningkatkan eliminasi kadmium yang bisa
12
3.Diet atau food supplement bisa mengurangi toksisitas kadmium, hal tersebut
mampu menggantikan kadmium atau mengeliminasi kadmium dari tubuh,
antioksidan, vitamin E, vitamin K, dan klorofil agar mampu mengurangi
toksisitas kadmium.
Berikut daftar suplemen untuk mengurangi efek kadmium
Suplemen Dosis yang dianjurkan Peranan
Alfalfa 2000-3000 mg/hari Kandungan klorofil dan vitamin K
membantu mengurangi beban kadmium
dalam tubuh
Mineral membantu mengusir Cd dari
tubuh
Vitamin E 600-1000 IU/hari Antioksidan
Seng (Zn) 50-60 mg/hari. Mengantikan posisi kadmium
kuprum (Cu) 3 mg/hari Membantu Zn mengurangi deposit
kadmium
Besi (Fe) Diberikan bersama
100mg vitamin C agar
penyerapan lebih baik
Jangan diberikan bila tidak didiagnosa
menderita anemia
Sumber (Widowati, 2008).
2.3 Inductively Couple Plasma (ICP)
Inductively Couple Plasma adalah alat yang dapat mendeteksi
senyawa-senyawa logam dengan pembakaran menggunakan plasma. Plasma yang
dihasilkan dari gas argon akan membakar sampel yang telah berubah dari fase
cairan menjadi aerosol sehingga terjadi atomisasi dilanjutkan dengan ionisasi.
13
cahaya dengan panjang gelombang yang spesifik di setiap senyawa logam. Sistem
pembacaan multi element memudahkan bagi analisa untuk mempercepat
keluarnya hasil. ICP dapat digunakan dalam analisa kuantitatif untuk jenis sampel
bahan-bahan alam seperti batu, tanah, endapan udara, air dan jaringan tanaman
dan hewan, pertanian, kehutanan, peternakan, ilmu lingkungan dan industri
makanan atau kosmetik (Razi, 2012).
ICP termasuk dalam spektro atomik yaitu sebuah teknik yang digunakan
untuk mendeteksi jejak logam dalam sampel dan untuk mendapatkan karakteristik
unsur-unsur yang memancarkan gelombang tertentu.Alat ini menggunakan
metode spektrofotometer emisi yang artinya adalah metode analisa yang didapat
pada pengukuran intensitas emisi pada panjang gelombang yang khas ada sekitar
80 unsur yang dapat dianalisa (Manday, 2012).
2.3.1 Prinsip Inductively Couple Plasma (ICP)
Prinsip utama dari ICP adalah mengukur intensitas energi atau radiasi
yang dipancarkan oleh unsur-unsur yang mengalami perubahan tingkat energi
atom (eksitasi atau ionisasi).Larutan sampel dihisap dan dialirkan dengan
capillary tube menuju nebulizer.Nebulizer mengubah larutan sampel menjadi
aerosol dan kemudian diinjeksikan melalui ICP. Pada temperatur plasma
sampel-sampel akan teratomisasi dan tereksitas. Atom yang tereksitasi akan kembali ke
keadaan awal (ground state) sambil memancarkan sinar radiasi. Sinar radiasai
didispersi oleh komponen optik. Sinar yang terdispersi secara berurutan muncul
pada masing-masing panjang gelombang unsur dan diubah dalam bentuk sinyal
14
konsentrasi unsur. Sinyal listrik ini kemudian diproses oleh sistem pengolahan
data (Wibawa, 2012).
2.3.2 Instrumentasi alat Inductively Couple Plasma (ICP)
1. Plasma: merupakan campuran gas yang memiliki sifat konduktor yang
mengandung konsentrasi besar dari kation dan elektron. Plasma diperoleh dari
sebuah gas yang terionisasi, ketika obor dinyalakan maka menghasilkan medan
magnet yang kuat.
2. Medan Magnet: adalah medan vektor yang dapat memberikan suatu gaya
magnet pada muatan listrik bergerak dan pada dipole magnetic
3. Pompa peristaltik: adalah jenis pompa perpindahan positif digunakan untuk
memompa berbagai cairan. Fluida yang terkandung dalam tabung fleksibel
dipasang didalam casing pompa melingkar memberikan sebuah sampel organik
menjadi nebulizer.
4. Nebulizer: berfungsi untuk mengubah cairan sampel menjadi aerosol.
5. Spray Chamber: berfungsi untuk mentransportasikan aerosol ke plasma, pada
spray chamber ini aerosol mengalami desolvasi atau volatisasi yaitu proses
penghilangan pelarut sehingga didapatkan aerosol kering yang bentuknya telah
seragam.
6. RF generator: adalah alat yang menyediakan tegangan (700-1500 watt) untuk
menyalakan plasma dengan Argon sebagai sumber gas-nya. Tegangan ini di
transferkan ke plasma melalui load coil, yang mengelilingi puncak dari obor
15
BAB III
METODE PENGUJIAN
3.1 Tempat
Penetapan kadarkadmium (Cd) dalam eyeshadow dilakukan di
Laboratorium Kimia Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian
Penyakit (BTKLPP) Medan yang bertempat di Jalan KH. Wahid Hasyim No. 15
Medan.
3.2 Sampel, Bahan dan Alat
3.2.1 Sampel
- Eyeshadow 4 jenis
3.2.1 Bahan
- HNO3pekat
- aquades
3.2.2 Alat
- timbangan
- alat preparasi sampel (novawave)
- corong
- kertas saring
- test tube
- rak tabung
16
3.3 Prosedur
3.3.1 Pengambilan sampel
Sampel diambil 4 jenis dari toko pedagang acak yang ada di Pasar Pringgan
Kecamatan Medan Baru dan di Swalayan yang ada di Mabar Kecamatan Medan
Deli.
3.3.2 Preparasi sampel
1. Ditimbang sampel eyeshadow yang beredar di pasaran sebanyak 4 gram s.d 5
gram
2. Dimasukkan dalam tabung tube dan kemudian ditambahkan HNO3pekat
3. Dimasukkan kedalam Novawave untuk preparasi sampel, kemudian
didinginkan
4. Ditambahkan aquadest secukupnya
5. Dimasukkan kedalam Erlenmeyer dan kemudian disaring sampel yang telah di
preparasi tadi
6. Dimasukkan kedalam tes tube untuk pengujian dengan alat ICP sesuai dengan
nomor tabung nya
3.3.3 Pengoperasian Sampel dengan Alat ICP :
- Alirkan gas argon , tunggu 5 menit untuk purging
- Dihidupkan Exhaust system
- Dihidupkan instrument ICP, tunggu 10 menit untuk warning up
- Dihidupkan water chiller, tunggu 5 menit sampai temperatur stabil (sekitar
23-0
C – 240C)
- Dibuka ICP software, klik instrument icon
17
- Ditutup instrument page
- Diklik worksheet icon
- Dibuat worksheet baru, klik New (jika sudah ada metode yang dibuat,
langsung klik open)
- Diklik edit method
- Dipilih elemen dan wavelenght yang akan dianalisa
- Diklik condition
- Dihidupkan plasma, tunggu 5 menit sampai stabil
- Disetting semua parameter yang diperlukan
- Diklik standart dan masukkan jumlah standart
- Ditutup method editor dan update semua methode setting yang telah dilakukan
- Diklik sequence page
- Diklik sequence editor
- Dimasukkan sampel number dan calibration solution
- Diklik ok, tutup sequence editor
- Diklik manual sampel source
- Diklik analysis page
- Dipilih standart dan sampel yang akan dianalisa, aktifkan dengan cara diblok,
klik kanan dan plih select for analysis
- Diklik start icon
- Diaspirasikan semua solution sesuai perintah
- Setelah selesai mengukur standart dan sampel, diaspirasikan blank selama 3
menit
18
- Ditutup worksheet
- Ditutup ICP software
- Dimatikan water chiller
- Dimatikan ICP instrument
- Dimatikan komputer
19
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Dari hasil penetapan kadarkadmium (Cd) diperoleh hasil seperti pada tabel 1
Tabel 4.1 : Hasil analisa eyeshadow dengan ICP
No Keterangan Contoh Uji
Hasil Analisa (mg/L) BPOM 2011
Cd
Hasil analisis pengujian sampel menunjukkan bahwa merk Just mist, Mac,
Louvre, dan Revlon positif mengandung logam berat kadmium yang berbahaya
bagi kesehatan.Dari keempat sampel yang diteliti seluruhnya tidak memenuhi
Peraturan BPOM walaupun dalam jumlah kecil (BPOM, 2011).
Kosmetik berguna untuk memperbaiki kesehatan kulit, kebersihan dan
penampilan fisik manusia dan melindungi bagian tubuh dari kerusakan yang
disebabkan oleh lingkungan.Kosmetik termasuk sediaan farmasi maka
pembuatannya harus mengikuti persyaratan, keamanan, serta pemanfaatan sesuai
Undang-Undang Kesehatan serta Peraturan Pelaksanaannya.Kosmetik tidak boleh
21
BPOM tentang kosmetik, dipersyaratkan bahwa kosmetik yang diproduksi dan
diedarkan harus menggunakan bahan yang memenuhi standart dan persyaratan
mutu, diproduksi menggunakan cara yang benar serta terdaftar dan mendapat izin
edar dari POM.
Penggunaanlogam kadmium dalam bahan eyeshadow tidak diperbolehkan.
Logam kadmium dapat memberikan efek toksik dan dalam dosis tunggal mampu
menginduksi gangguan saluran pencernaan, sedangkan paparan kadmium dalam
dosis rendah tetapi berulang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
Kandungan kadmium dalam kosmetik diakibatkan oleh kontaminasi dari bahan
baku yang digunakan atau penggunaan pigmen yang mengandung kadmium.
Kadmiumdapat masuk kedalam tubuh melalui kulit, tertelan atau kontak dengan
mata kemudian masuk kedalam peredaran darah yang berikatan dengan sel darah
merah, setelah toksikan kadmium masuk kedalam darah, toksikan didistribusikan
dengan cepat keseluruh tubuh. Kadmium memiliki afinitas yang tinggi terhadap
hepar dan ginjal, pada umumnya sekitar 50-75% dari beban kadmium dalam
tubuh terdapat pada kedua organ tersebut, maka apabila hepar dan ginjal tidak
dapat melakukan detoksifikasi lagi maka akan terjadi kerusakan sel hepar dan
ginjal.Selain itu kadmium juga menyebabkan pembekakan pada paru-paru,
jantung, terjadinya daya keseimbangan kalsium dan posfat dalam ginjal sehingga
menyebabkan kerapuhan tulang tulang, sistem reproduksi yang akan mematikan
21
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Hasil penelitian dengan menggunakan ICP yang dilakukan pada empat
produk eyeshadow seluruhnya positif mengandung logam kadmium (Cd),
dan tidak memenuhi batas cemaran logam berat sesuai dengan Peraturan
Badan Pengawasan Obat dan Makanan yaitu < 0,0001 ppm, <0,0001 ppm,
<0,0001 ppm dan 0,00094 ppm.
5.2Saran
1. Diharapkan kepada masyarakat untuk berhati–hati dalam penggunaan
kosmetik.denganmembeli kosmetik ditoko-toko yang resmi, cermat dalam
memilih dan membeli kosmetik yang sesuai kebutuhan, cermat membaca
informasi yang tercantum pada kemasan kosmetik/label.
2. Sebaiknya mengurangi pemakaian kosmetik saat hamil untuk menghindari
hal-hal buruk yang terjadi pada janin, konsultasikanlah kosmetik pilihan
anda ke dokter, bila terjadi iritasi segera hentikan pemakain kosmetik
anda.
3. Selanjutnya untuk pemerintah harus lebih selektif dalam izin perdagangan
obat dan makanan serta dinas kesehatan perlu pengawasan yang lebih agar
22
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.(2014). https://www.google.com/gambar+logam+kadmium. Diakses 3Mei 2014
BPOM. (2011). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik
Indonesia Nomor :HK.03.1.23.07.11.6662 Tentang Persyaratan Logam.Edisi Kedua. Jakarta: UI–Press.
BPOM. (2011). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik
Indonesia Nomor :HK.03.1.23.08.11.07157Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika.Edisi Kedua. Jakarta: UI–Press.
Ilyas.S. (1997).Ilmu Penyakit Mata. Cetakan I. Jakarta: FKUI.
Jeyaratnam, J. (1996). Buku Ajar : Praktik Kedokteran Kerja. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Lu, C. Frank. (1994). Toksikologi Dasa: Asas, Organ, Sasaran, dan Penilaian
Risiko Lingkungan Hidup dan Pencemaran: Hubungannya dengan Toksitologi Senyawa Logam. Jakarta: UI-Press.
Manday, P. (2012). Mengenal ICP Untuk Analisa Logam.Diambil dari:
25 Maret 2014.
Palar, H. (2004).Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat.Cetakan Kedua. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Razi.(2012). Inductively Couple Plasma.Diambil dari:
Maret 2014.
Sartono. (2002). Racun dan Keracunan.Jakarta: Widya Medika.
Tranggono, Retno Iswari. (2007). Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan
Kosmetik.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wasitaatmadja, S. M. (1997). Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: UI-Press.
Wibawa.A. (2012).Inductively Couple Plasma.Diambil dari:
Maret 2014.
Widowati, W. (2008).Efek Toksik Logam : Pencegahan dan Penanggulangan
24
Tabel 1 : Hasil analisa eyeshadow dengan ICP
No Keterangan Contoh Uji
Hasil Analisa (mg/L) BPOM 2011
Cd Cd
1 Just mist 0.00046
Dilarang
dipergunakan dalam
kosmetik
2 Mac 0,00037
3 Louvre < 0,0001
24
Lampiran 1
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor: HK.0.3.1.23.07.11.07157 tentang bahan yang dilarang dalam kosmetik
No. Nama Bahan Yang Dilarang Penggunaanny Dalam Kosmetik
1 Aconitum napellus L. (daun, akar dan sediaan galeniknya)
2 Kadmium dan senyawanya
3 Adonis vernalis L, dan sediannya
4 Butil glisidil eter
5 Acid orange 24 (Cl 20170), bila digunakan dalam sedian pewarna rambut
6 Acid red 73 (Cl 27290), bila digunakan dalam sedian pewarna rambut
7 Asetamida
8 Asetonitril
27
Lampiran 2
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 359/MENKES/PER/IX/1983
Daftar bahan yang tidak diizinkan untuk digunakan pada kosmetika
1 Antimon dan senyawanya
2 Arsen dan senyawanya
3 Barium dan senyawanya
4 Berilium dan senyawanya
5 Bitionol
6 Fosfor
7 Hidrokinon monobenzil eter
8 Hormon
9 Kloroform
10 Kadmium dan senyawanya
11 Krom dan senyawanya kecuali zat t warna hijau K4 dan K5
12 Perak dan senyawanya
13 Air raksa dan senyawanya kecuali fenil raksa nitrat dan tiomersal
14 Salisil anilida berhalogen
15 Selenium dan senyawanya
16 Timbal dan senyawanya kecuali Timbal asetat maksimum 2% cat rambut
17 Strontium dan senyawanya
27
Lampiran 3 Alat yang digunakan
Gambar 1 Alat ICP
27
Lampiran 4 Sampel yang digunakan
Gambar 1Sampel