• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penetapan Kadar Kobalt, Molibdenum, Kalium dan Natrium Pada Kangkung (Ipomoea aquatica Forssk.) Dataran Tinggi dengan Menggunakan Alat Inductively Coupled Plasma (ICP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penetapan Kadar Kobalt, Molibdenum, Kalium dan Natrium Pada Kangkung (Ipomoea aquatica Forssk.) Dataran Tinggi dengan Menggunakan Alat Inductively Coupled Plasma (ICP)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

33

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. Halaman 228, 230, 232.

Baliwati, F.Y., Khomsan, A., dan Dwiriani, M. (2006). Pengantar Pangan dan Gizi. Jakarta: Penebar Swadaya. Halaman 56.

Boss, C. B. and Freeden, K. J. 1997. Concepts, Intrumentation, and techniques in Inductively Coupled Plasma Optical Emision Spectrometry. USA: Perkin Elmer. Halaman 1 – 16.

Budiarto, E. (2004). Metodologi Penelitian Kedokteran. Jakarta: EGC. Halaman 46.

Edelson, M.C., dan Daniel, J.L. (1987). Plasma Spectroscopy for The Analysis of Hazardous Materials: Design and Application of Enclosed Plasma Sources. America: ASTM. Halaman 131.

Ermer, J. dan McB. Miller. J.H. (2005). Method Validation in Pharmaceutical Analysis. Weinheim: Wiley-Vch Verlag GmbH & Co. KGaA. Halaman 253.

Gandjar, I.G., dan Rohman, A. (2012). Kimia Farmasi Analisis. Cetakan IX. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Halaman 33, 298, 305-312, 319.

Harmita. (2004). Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungannya. Review Artikel. Majalah Ilmu Kefarmasian. 3(1): 119, 121 - 123, 129 - 131.

Issac, R.A. (1990). Metal in Plants. Dalam: Helrich, K. (1990). Official Methods of the Association of Official Analytical Chemists. Edisi XV. Virginia: AOAC International. Halaman 42.

Mangoting, D., Irawan,I., dan Abdullah S. (2005). Tanaman Lalap Berkhasiat Obat. Jakarta: Penebar Swadaya. Halaman 35.

Marzuki, I., Amirullah, S., dan Fitriana, S. (2010). Kimia Dalam Keperawatan. Makasar: Pustaka As Salam. Halaman 15.

Novary, W.E. Penanganan dan Pengolahan Sayuran Segar. (1999). Jakarta: PT Penebar Swadaya. Halaman: 90.

Nugroho, A., Wahyono, H., dan Fatimah, S. (2007). Metode Analisis Untuk Penentuan Unsur As dan Sb Menggunakan ICP-AES Plasma 40. Posiding PPI-PDIPN. Yogyakarta: Pustek Akselerator dan Proses Bahan-BATAN. ISSN 0216-3128. Halaman 295-296.

(2)

34

Ramayulis, R. (2010). Menu dan Resep Untuk Penderita Hipertensi. Jakarta: Penebar Plus. Halaman 13.

Rukmana, R. (1994). Kangkung. Yogyakarta: Kanisius. Halaman 13, 21.

Smith, E.Y. (2002). Terapi Sayuran. Jakarta: Prestasi Pustaka. Halaman 123 – 125.

Soehardi, S. (2004). Memelihara Kesehatan Jasmani Melalui Makanan. Bandung: ITB. Halaman 111.

Sudjana. (2002). Metode Statistika. Edisi Keenam. Bandung: Tarsito. Halaman 168, 226, 249.

Widowati, W., Sastiono, A., dan Jusuf, R. (2008). Efek Toksik Logam. Yogyakarta: Andi. Halaman 165, 170 – 171, 258 – 259, 263.

Wirakusumah, E.S. (2000). Buah dan Sayuran Untuk Terapi. Bogor: Swadaya. Halaman 18.

Yuliarti, N. (2009). A to Z Food Supplement. Yogyakarta: C.V Andi Offset. Halaman 114.

Referensi

Dokumen terkait

PENETAPAN KADAR BESI, SENG, TEMBAGA DAN MANGAN PADA KANGKUNG ( Ipomoea aquatica Forssk.) DESA SEMANGAT GUNUNG KABUPATEN KARO DENGAN ALAT INDUCTIVELY COUPLED

Metode penelitian yang dilaksanakan dengan melakukan dekstruksi kering terhadap sampel kangkung lalu ditentukan kadar kalsium, kalium, dan natrium dengan menggunakan

Metode penelitian yang dilaksanakan dengan melakukan dekstruksi kering terhadap sampel kangkung lalu ditentukan kadar kalsium, kalium, dan natrium dengan menggunakan

Vogel’s Textbook of Quantitative Inorganic Analysis Including Elementary Instrumental Analysis.. Penerjemah: Ahmad Hadiyana Pudjaatmaka dan

Diabukan dalam tanur dengan temperatur awal 100 ◦ C dan perlahan – lahan temperatur dinaikkan hingga suhu 500 ◦ C dengan interval 25 ◦ C setiap 5 menit.. Ditambahkan 5 ml HNO 3