43 Lampiran 2
Gambar 1. Kangkung Darat (Ipomoea aquatica Forssk.)
44 Lampiran 3. Gambar Alat
Gambar 1. Atomic Absorption Spectrophotometer hitachi Z-2000
45
Lampiran 4. Gambar Hasil Pengarangan dan Hasil Pengabuan Sampel
Gambar 1. Hasil Pengarangan
46
Lampiran 5. Hasil Analisis Kualitatif Kalsium, Kalium, dan Natrium
Natrium pikrat
Kalsium sulfat
47
Lampiran 6. Bagan Alir Proses Destruksi Kering
Kangkung Darat
Ditimbang sebanyak 25 gram di dalam krus Diarangkan di atas hot plate
Diabukan dalam tanur dengan temperatur awal 100◦C dan perlahan – lahan temperatur dinaikkan hingga suhu 500◦C dengan interval 25◦C setiap 5 menit
Ditambahkan 5 ml HNO3 (1:1)
Diuapkan pada hot plate sampai kering
Abu
Dilakukan selama 48 jam dan dibiarkan hingga dingin pada desikator
Abu
Dipilih bagian daun, tangkai, dan batang muda
Dimasukkan kembali ke dalam tanur dengan temperatur awal 100˚C dan perlahan – lahan temperatur dinaikkan hingga suhu 500˚C dengan interval 25˚C setiap 5 menit.
Dicuci bersih
Ditiriskan dan diangin-anginkan Dihaluskan dengan blender Sampel yang telah dihaluskan
48
Lampiran 7. Bagan Alir Proses Destruksi Kering
Kangkung Air
Ditimbang sebanyak 25 gram di dalam krus Diarangkan di atas hot plate
Diabukan dalam tanur dengan temperatur awal 100◦C dan perlahan – lahan temperatur dinaikkan hingga suhu 500◦C dengan interval 25◦C setiap 5 menit
Ditambahkan 5 ml HNO3 (1:1)
Diuapkan pada hot plate sampai kering
Abu
Dilakukan selama 48 jam dan dibiarkan hingga dingin pada desikator
Abu
Dipilih bagian daun, tangkai, dan batang muda
Dimasukkan kembali ke dalam tanur dengan temperatur awal 100˚C dan perlahan – lahan temperatur dinaikkan hingga suhu 500˚C dengan interval 25˚C setiap 5 menit.
Dicuci bersih
Ditiriskan dan diangin-anginkan Dihaluskan dengan blender Sampel yang telah dihaluskan
49
Lampiran 8. Bagan Alir Pembuatan Larutan Sampel
Sampel yang telah didestruksi
Dilarutkan dalam 5 ml HNO3 (1:1)
Dipindahkan ke dalam labu tentukur 50 ml Dipindahkan ke dalam labu tentukur 50 ml, dibiladibila
Dibilas krus porselen sebanyak tiga kali dengan akuabides. Dicukupkan dengan akuabides hingga garis tanda
Dimasukkan ke dalam botol Larutan sampel
Disaring dengan kertas saring Whatman No.42
Filtrat
Dibuang 5 ml untuk menjenuhkan kertas saring
Dilakukan analisis kualitatif
Dilakukan analisis kuantitatif dengan Spektrofotometer Serapan atom pada λ 422,70 nm untuk kadar kalsium, pada λ 766,50 nm untuk kadar kalium, dan pada λ 589,0 nm untuk kadar natrium
50
Lampiran 9. Data Kalibrasi Kalsium dengan Spektrofotometer Serapan Atom, Perhitungan Persamaan Garis Regresi dan Koefisien Korelasi (r). No. Konsentrasi (µ g/ml)
(X)
Absorbansi (Y)
= 0,1345 – (0,0254)(5,0000) = 0,0071
Maka persamaan garis regresinya adalah: Y= 0,0254X + 0,0071
51
=
(
)(
)
(
)
{
220,0000 30,0000 /6}
{
0,1542(
0,8074)
/6}
6/ 8074 , 0 0000 , 30 8206 , 5
2 2
− −
−
= 7860 , 1
7836 , 1
52
Lampiran 10. Data Kalibrasi Kalium dengan Spektrofotometer Serapan Atom, Perhitungan Persamaan Garis Regresi dan Koefisien Korelasi (r). No. Konsentrasi (µ g/ml)
(X)
Absorbansi (Y)
Maka persamaan garis regresinya adalah: Y = 0,0350X + 0,0062
53
=
(
)(
)
(
)
{
220,0000 30,0000 /6}
{
0,2576(
1,0144)
/6}
6/ 0144 , 1 0000 , 30 5268 , 7
2 2
− −
−
=
2,4563 4548 , 2
54
Lampiran 11. Data Kalibrasi Natrium dengan Spektrofotometer Serapan Atom, Perhitungan Persamaan Garis Regresi dan Koefisien Korelasi (r). No. Konsentrasi (µ g/ml)
(X)
Absorbansi (Y)
Maka persamaan garis regresinya adalah: Y = 0,1718X + 0,0035
55
=
(
)(
)
(
)
{
2,2000 3,0000 /6}
{
0,0687(
0,5369)
/6}
6/ 5369 , 0 0000 , 3 3887 , 0
2 2
− −
−
=
0,1203 1202 , 0
56
Lampiran 12. Hasil Analisis Kadar Kalsium, Kalium dan Natrium dalam Kangkung Darat (KD)
1. Hasil Analisis Kadar Kalsium Sampel Berat Sampel
(g)
Absorbansi (A)
Konsentrasi (µg/ml)
Kadar (mg/100g)
1 25,0509 0,1920 7,2540 36,1963
2 25,0267 0,2055 7,7838 38,8774
3 25,0509 0,2144 8,1331 40,5828
4 25,0149 0,2117 8,0272 40,1120
5 25,0099 0,1967 7,4385 37,1777
6 25,0019 0,1895 7,1559 35,7767
2.Hasil Analisis Kadar Kalium Sampel Berat Sampel
(g)
Absorbansi (A)
Konsentrasi (µg/ml)
Kadar (mg/100g)
1 25,0509 0,1512 4,1325 412,4103
2 25,0267 0,1457 3,9757 397,1458
3 25,0509 0,1400 3,8132 380,5452
4 25,0149 0,1436 3,9158 391,3467
5 25,0099 0,1425 3,8844 388,2862
6 25,0019 0,1427 3,8902 388,9904
3. Hasil Analisis Kadar Natrium Sampel Berat Sampel
(g)
Absorbansi (A)
Konsentrasi (µg/ml)
Kadar (mg/100g)
1 25,0509 0,0967 0,5420 54,0898
2 25,0267 0,0954 0,5344 53,3829
3 25,0509 0,0954 0,5344 53,3314
4 25,0149 0,0951 0,5326 53,2282
5 25,0099 0,0981 0,5501 54,9882
57
Hasil Analisis Kadar Kalsium, Kalium dan Natrium dalam Kangkung Air (KA) 1. Hasil Analisis Kadar Kalsium
Sampel Berat Sampel (g)
Absorbansi (A)
Konsentrasi (µg/ml)
Kadar (mg/100g)
1 25,0165 0,1874 7,0735 17,6720
2 25,0352 0,2052 7,7721 19,4029
3 25,0258 0,1962 7,4188 18,5278
4 25,0243 0,1933 7,3050 18,2477
5 25,0327 0,2066 7,8270 19,5419
6 25,0116 0,2062 7,8113 19,5191
2.Hasil Analisis Kadar Kalium Sampel Berat Sampel
(g)
Absorbansi (A)
Konsentrasi (µg/ml)
Kadar (mg/100g)
1 25,0165 0,2189 6,0630 605,9001
2 25,0352 0,2164 5,9917 598,3275
3 25,0258 0,2260 6,2655 625,9040
4 25,0243 0,2263 6,2741 626,8007
5 25,0327 0,2188 6,0602 605,2283
6 25,0116 0,2293 6,3596 635,6650
3.Hasil Analisis Kadar Natrium Sampel Berat Sampel
(g)
Absorbansi (A)
Konsentrasi (µg/ml)
Kadar (mg/100g)
1 25,0165 0,0597 0,3266 32,6384
2 25,0352 0,0590 0,3225 32,2046
3 25,0258 0,0590 0,3225 32,2167
4 25,0243 0,0587 0,3208 32,0488
5 25,0327 0,0599 0,3278 32,7371
58
Lampiran 13. Contoh Perhitungan Kadar Kalsium, Kalium dan Natrium dalam Sampel
1. Contoh Perhitungan Kadar Kalsium
Berat sampel yang ditimbang = 25,0509 gram Absorbansi (Y) = 0,1920
Persamaan Regresi:Y= 0,0254X + 0,0071
X = Faktor
x
2. Contoh Perhitungan Kadar Kalium
Berat sampel yang ditimbang = 25,0509gram Absorbansi (Y) = 0,1512
Persamaan Regresi:Y= 0,0350X + 0,0062
X =
Konsentrasi Kalium= 4,1325 µg/ml
(g) Sampel Berat
n pengencera Faktor
59 = 4124,1033 µg/g = 412,41033 mg/100g
3. Contoh Perhitungan Kadar Natrium
Berat sampel yang ditimbang = 25,0509 gram Absorbansi (Y) = 0,0967
Persamaan Regresi:Y= 0,1718X + 0,0035
X = Faktor
60
Lampiran 14. Perhitungan Statistik Kadar Kalsium dalam Sampel
1. Perhitungan Statistik Kadar Kalsium Kangkung Darat (KD)
No. Xi
20,6871
SD =
( )
Pada interval kepercayaan 99% dengan nilai α = 0.01 dk = 5 diperoleh nilai t tabel = α /2, dk = 4,0321.
Data diterima jika t hitung < t tabel.
61
Dari hasil perhitungan di atas didapat semua t hitung < t tabel, maka semua data tersebut diterima.
Kadar Kalsium dalam Kangkung Darat : µ = X ± (t (α/2, dk) x SD / √n )
= 38,1205 ± (4,0321 x 2,0341 / √6 ) = (38,1205±3,3484 ) mg/100g
Kadar Kalsium sebenarnya terletak antara (34,7721 – 41,4689) mg/ 100 g
2. Perhitungan Statistik Kadar Kalsium dalam Kangkung Air (KA)
No. Xi
62 t hitung 1 =
6 / 0,7853
1,1460
= 3,5745
t hitung 2 =
6 / 0,7853
0,5849
= 1,8244
t hitung 3 =
6 / 0,7853
0,2902
= 0,9052
t hitung 4 =
6 / 0,7853
0,5733
= 1,7882
t hitung 5 =
6 / 0,7853
0,7239
= 2,2579
t hitung 6 =
6 / 0,7853
0,7011
= 2,1868
Dari hasil perhitungan di atas didapat semua t hitung < t tabel, maka semua data tersebut diterima.
Kadar kalsium sebenarnya dalam Kangkung Air adalah µ = X ± (t (α/2, dk) x SD / √n )
= 18,8180 ± (4,0321 x 0,7853 / √6) = (18,8180 ± 1,2927) mg/100g
63
Lampiran 15. Perhitungan Statistik Kadar Kalium dalam Sampel
1. Perhitungan Statistik Kadar Kadar Kalium dalam Kangkung Darat (KD)
No. Xi
590,0118
SD =
( )
64
Untuk itu perhitungan diulangi dengan cara yang sama tanpa mengikutsertakan data ke-1
143,5086
SD=
( )
Pada interval kepercayaan 99% dengan nilai α = 0.01 dk = 4 diperoleh nilai t tabel = α /2, dk = 4,6041.Data diterima jika t hitung < t tabel.
65 Kadar kalium dalam Kangkung Darat µ = X ± (t (α/2, dk) x SD / √n )
= 389, 2628 ± ( 4,6041 x 5,3573 / √5 ) = (389,2628 ± 11,0311 ) mg/100g
Kadar Kalium dalam Kangkung Darat sebenarnya terletak antara : (378,2317 – 400,2939) mg/ 100 g
2. Perhitungan Statistik Kadar Kalium Dalam Kangkung Air (KA)
No. Xi
1131,2555
SD =
( )
66 t hitung 3 =
6 / 15,0416
9,5998
= 1,5632
t hitung 4 =
6 / 15,0416
10,4965
= 1,7092
t hitung 5 =
6 / 15,0416
11,0759
= 1,8036
t hitung 6 =
6 / 15,0416
19,3608
= 3,1527
Dari hasil perhitungan di atas didapat semua t hitung < t tabel, maka semua data tersebut diterima.
Kadar kalium dalam Kangkung Air : µ = X ± (t (α/2, dk) x SD / √n )
= 616,3042 ± (4,0321x 15,0416/ √6 ) = (616,3042± 24,7608) mg/100g
67
Lampiran 16. Perhitungan Statistik Kadar Natrium dalam Sampel
1. Perhitungan Statistik Kadar Natrium Kangkung Darat (KD)
No. Xi
Pada interval kepercayaan 99% dengan nilai α = 0.01 dk = 5 diperoleh nilai t tabel = α /2, dk = 4,0321.
Data diterima jika t hitung < t tabel.
68
Dari hasil perhitungan di atas didapat semua t hitung < t tabel, maka semua data tersebut diterima.
Kadar Natrium dalam Kangkung Darat : µ = X ± (t (α/2, dk) x SD / √n )
= 54,0043 ± (4,0321 x 0,8269 / √6 ) = (54,0043 ±1,3612) mg/100g
Kadar Natrium sebenarnya terletak antara (52,6431 – 55,3655) mg/ 100 g
2. Perhitungan Statistik Kadar Kadar Natrium dalam Kangkung Air (KA)
No. Xi
Pada interval kepercayaan 99% dengan nilai α = 0.01, dk = 5 diperoleh nilai t tabel = α /2, dk = 4,0321.
69
Dari hasil perhitungan di atas didapat semua t hitung < t tabel, maka semua data tersebut diterima.
Kadar Natrium dalam Kangkung Air µ = X ± (t (α/2, dk) x SD / √n )
= 32, 3867 ± ( 4,0321 x 0,2719 / √6 ) = (32,3867 ± 0,4475 ) mg/100g
70
Lampiran 17. Pengujian Beda Nilai Rata-Rata Kadar Kalsium pada Sampel Kangkung Darat Dan Kangkung Air
No. Kangkung Darat Kangkung Air
1. X1 = 38,1205 X2 = 18,8180
2. S1 = 2,0341 S2 = 0,7853
Dilakukan uji F dengan taraf kepercayaan 99% untuk mengetahui apakah variasi kedua populasi sama (σ1 = σ2 ) atau bebeda (σ1 ≠ σ2 ).
− Ho : σ1 = σ2
H1 : σ1 ≠ σ2
− Nilai kritis F yang diperoleh dari tabel (F0,01/2 (5,5))adalah = 14,94 Daerah kritis penolakan : hanya jika Fo
71
− Dengan menggunakan taraf kepercayaan 99% dengan nilai α = 1% →
t0,01/2 = ± 3,1693 untuk df = 6+6-2 = 10
− Daerah kritis penerimaan : -3,1693 ≤ to ≤ 3,1693 Daerah kritis penolakan : to < -3,1693 dan to > 3,1693
=
(
)
2 1
2 1
/ 1 / 1
x -x
n n
s +
=
(
)
6 1 6 1 1,5417
18,8180
-38,1205
+
= 21,6857
72
Lampiran 18. Pengujian Beda Nilai Rata-Rata Kadar Kalium pada Sampel Kangkung Darat dan Kangkung Air
No. Kangkung Darat Kangkung Air
1. x1 = 389,2628 x2 = 616,3042
2. S1 = 5,3573 S2 = 15,0416
Dilakukan uji F dengan taraf kepercayaan 99% untuk mengetahui apakah variasi kedua populasi sama (σ1 = σ2 ) atau bebeda (σ1 ≠ σ2 ).
− Ho : σ1 = σ2
H1 : σ1 ≠ σ2
− Nilai kritis F yang diperoleh dari tabel (F0,01/2 (4,5))adalah = 15,56 Daerah kritis penolakan : hanya jika Fo
73
− Dengan menggunakan taraf kepercayaan 99% dengan nilai α = 1% →
t0,01/2 = ± 3,2498 untuk df = 6+5-2 = 9
− Daerah kritis penerimaan : -3,2498 ≤ to ≤ 3,2498
Daerah kritis penolakan : to < -3,2498 dan to > 3,2498
=
(
)
2 1
2 1
/ 1 / 1
x -x
n n
s +
=
(
)
6 1 5 1 11,7664
616,3042
-389,2628
+
= -31,8659
74
Lampiran 19. Pengujian Beda Nilai Rata-Rata Kadar Natrium pada Sampel Kangkung Darat Dan Kangkung Air
No. Kangkung Darat Kangkung Air
1. X1 = 54,0043 X2 = 32,3867
2. S1 = 0,8269 S2 = 0,2719
Dilakukan uji F dengan taraf kepercayaan 99% untuk mengetahui apakah variasi kedua populasi sama (σ1 = σ2 ) atau bebeda (σ1 ≠ σ2 ).
− Ho : σ1 = σ2
H1 : σ1 ≠ σ2
− Nilai kritis F yang diperoleh dari tabel (F0,01/2 (5,5))adalah = 14,94 Daerah kritis penolakan : hanya jika Fo
75
− Dengan menggunakan taraf kepercayaan 99% dengan nilai α = 1% →
t0,01/2 = ± 3,1693 untuk df = 6+6-2 = 10
− Daerah kritis penerimaan : -3,1693 ≤ to ≤ 3,1693 Daerah kritis penolakan : to < -3,1693 dan to > 3,1693
=
(
)
2 1
2 1
/ 1 / 1
x -x
n n
s +
=
(
)
6 1 6 1 0,6155
32,3867
-54,0043
+
= 60,8432
76
Lampiran 20. Hasil Analisis Kadar Kalium Sebelum dan Setelah Penambahan Masing-masing Larutan Baku pada Kangkung Darat
1. Hasil Analisis Kadar Kalium (K) Sebelum Ditambahkan Larutan Baku Kalium Sampel Berat Sampel
(g)
Absorbansi (A)
Konsentrasi (µg/ml)
Kadar (mg/100g)
1 25,0509 0,1512 4,1325 412,4103
2 25,0267 0,1457 3,9757 397,1458
3 25,0509 0,1400 3,8132 380,5452
4 25,0149 0,1436 3,9158 391,3467
5 25,0099 0,1425 3,8844 388,2862
6 25,0019 0,1427 3,8902 388,9904
∑ 150,1552 2358,7246
X 25,0258 393,1207
2. Hasil Analisis Kadar Kalium (K) Sesudah Ditambahkan Larutan Baku Kalium Sampel Berat Sampel
(g)
Absorbansi (A)
Konsentrasi (µg/ml)
Kadar (mg/100g)
1 25,0210 0,1601 4,3971 439,3345
2 25,0355 0,1599 2,3914 438,5201
3 25,0388 0,1589 4,3628 435,6096
4 25,0113 0,1562 4,2871 428,3778
5 25,0259 0,1575 4,3228 431,8383
6 25,0240 0,1567 4,3000 429,5875
∑ 150,1565 2603,2678
77
Lampiran 21. Hasil Analisis Kadar Kalium Sebelum dan Setelah Penambahan Masing-masing Larutan Baku pada Kangkung Air
1. Hasil Analisis Kadar Kalium (K) Sebelum Ditambahkan Larutan Baku Kalium Sampel Berat Sampel
(g)
Absorbansi (A)
Konsentrasi (µg/ml)
Kadar (mg/100g)
1 25,0165 0,2189 6,0630 605,9001
2 25,0352 0,2164 5,9917 598,3275
3 25,0258 0,2260 6,2655 625,9040
4 25,0243 0,2263 6,2741 626,8007
5 25,0327 0,2188 6,0602 605,2283
6 25,0116 0,2293 6,3596 635,6650
∑ 150,1461 3697,8256
X 25,0243 616,3042
2. Hasil Analisis Kadar Kalium (K) Setelah Ditambahkan Larutan Baku Kalium Sampel Berat Sampel
(g)
Absorbansi (A)
Konsentrasi (µg/ml)
Kadar (mg/100g)
1 25,0319 0,2441 6,7971 678,8480
2 25,0212 0,2439 6,7914 678,5674
3 25,0154 0,2443 6,8028 679,8669
4 25,0234 0,2451 6,8257 681,9331
5 25,0115 0,2449 6,8200 681,6864
6 25,0129 0,2438 6,7885 678,5070
∑ 150,1163 4079,4089
78
Lampiran 22. Perhitungan Uji Perolehan Kembali Kadar Kalium pada Kangkung Darat dan Kangkung Air
1. Perhitungan Uji Perolehan Kembali Kadar Kalium pada Kangkung Darat Sampel 1
Persamaan regresi : Y = 0,0350X + 0,0062
ml
Konsentrasi setelah ditambahkan larutan baku = 4,3971µg /ml
CF = volume(ml) x Faktor pengenceran
= 439,3345 mg/100g
Kadar sampel 1 setelah ditambah larutan baku (CF) = 439,3345 mg/100g
Kadar rata-rata sampel sebelum ditambah larutan baku (CA) adalah kadar rata-rata dari keenam sampel
393,1207mg/100g Berat sampel rata-rata uji recovery = 25,0260 g
Kadar larutan standar yang ditambahkan (C*A)
C*A = volume(ml) = 39,95844 mg/100g
Maka % Perolehan Kembali Kalsium =
79
2. Perhitungan Uji Perolehan Kembali Kadar Kalium pada Kangkung Air Sampel 1
Persamaan regresi : Y = 0,0350X + 0,0062
ml
Konsentrasi setelah ditambahkan larutan baku = 6,7971µg /ml
CF = volume(ml) x Faktor pengenceran
= 678,8480 mg/100g
Kadar sampel 1 setelah ditambah larutan baku (CF) = 678,8480 mg/100g
Kadar rata-rata sampel sebelum ditambah larutan baku (CA) adalah kadar rata-rata dari keenam sampel
616,3042mg/100g Berat sampel rata-rata uji recovery = 25,0193 g
Kadar larutan standar yang ditambahkan (C*A)
C*A = volume(ml) = 59,95299 mg/100g
Maka % Perolehan Kembali Kalsium =
80
Lampiran 23. Perhitungan Simpangan Baku Relatif (RSD) Kadar Kalium dalam sampel
1. Perhitungan Simpangan Baku Relatif (RSD) Kadar Kalium dalam Kangkung Darat
No. % Perolehan Kembali (Xi)
∑ 2603,2678 107,1415
X
433,8779
SD =
( )
2. Perhitungan Simpangan Baku Relatif (RSD) Kadar Kalium dalam Kangkung Air
81
5 681,6864 1,7850 3,1862
6 678,5070 -1,3943 1,9442
∑ 4079,4089 12,1483
X
679,9014
SD =
( )
1 -n
X -Xi 2
∑
=
1 6 12,1483
− = 1,5587 %
RSD = x
X SD
_ 100%
= 100%
9014 , 679
1,5587
x
82
Lampiran 24. Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi
1. Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi Logam Kalsium. Y = 0,0254X + 0,0071
Slope = 0,0254 No
Konsentrasi (µg/ml)
X
Absorbansi
Y Yi Y-Yi (Y-Yi)
∑ 0,00012750
X
Batas kuantitasi =
slope
2. Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi Logam Kalium. Y = 0,0350X + 0,0062
Slope = 0,0350 No
Konsentrasi (µg/ml)
X
Absorbansi
Y Yi Y-Yi (Y-Yi)
2
1 0,0000 -0,0002 0,0062 -0,0064 0,00004096
2 2,0000 0,0570 0,0762 -0,0192 0,00036864
83
4 6,0000 0,2061 0,2162 -0,0101 0,00010201
5 8,0000 0,2716 0,2862 -0,0146 0,00021316
6 10,0000 0,3473 0,3562 -0,0089 0,00007921
∑ 0,00098894
X
Batas kuantitasi =
slope
3. Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi Logam Natrium. Y = 0,1718X + 0,0035
Slope = 0,1718 No
Konsentrasi (µg/ml)
X
Absorbansi
Y Yi Y-Yi (Y-Yi)
∑ 0,00003067
84 =
1718 , 0
0027 , 0 3 x
= 0,0488 µg /ml
Batas kuantitasi =
slope X SY x
10
=
1718 , 0
0027 , 0 10 x