• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS PASAL 5 UNDANG-UNDANG NO 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PERKOSAAN (Studi Pada Kepolisian Kota Besar Bandar Lampung)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EFEKTIVITAS PASAL 5 UNDANG-UNDANG NO 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PERKOSAAN (Studi Pada Kepolisian Kota Besar Bandar Lampung)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Adapun fakor – faktor yang menghambat pelaksanaan hak – hak saksi dan korban dalam sistem peradilan pidana yaitu faktor dari Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang

(2) Faktor-faktor yang menghambat peranan saksi ahli Bank Indonesia Bandar Lampung dalam pembuktian tindak pidana pemalsuan uang adalah: (a) Faktor aparat penegak hukum,

6 M Natsir Asnawi, Hermeneutika Putusan Hakim, UII Press, Yogyakarta, hlm 115.. Didalam menjalankan tugasnya seorang penegak hukum bertindak tidak hanya mewakili negara dalam

Bab ini berisikan jawaban dari permasalahan yang telah dirumuskan yang memuat tentang proses Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pemerkosaan

1) Secara umum hukum pidana telah memberikan perlindungan hukum terhadap hak-hak perempuan yang menjadi korban kejahatan, tetapi secara khusus tentang hak-hak perempuan yang

Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2002 tentang Kompensasi, Restitusi dan Kompensasi terhadap Korban Kejahatan Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat. Peraturan Pemerintah Nomor

Mengenai kejahatan yang melibatkan seorang difabel sebagai korbanya dalam tindak pidana perkosaan dalam perkara Nomor 33/Pid.B/2013/PN.Kdl Menjatuhkan pidana penjara

Faktor penghambat yang di hadapi oleh Aparat Penegak Hukum dalam memberikan Perlindungan Hukum pada anak yang menjadi korban Pelecahan Seksual oleh Anggota