• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bumitama participating in the Green Growth Plan of West Kalimantan, Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bumitama participating in the Green Growth Plan of West Kalimantan, Indonesia"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Bumitama Agri Ltd 10 Anson Road #11-19 International Plaza, Singapore 079903 Tel : +65 6222 1332 Fax : +65 6222 1336

NEWS RELEASE

Bumitama participating in the Green Growth Plan of West Kalimantan, Indonesia

In the recent Governor’s Climate and Forests Task Force (GCP) Annual Meeting for 2017 held in Balikpapan, Governor Drs. Cornelis, M.H presented the plan for protection of rainforests of West Kalimantan titled “Green Growth Plan based on Production, Protection and Inclusion.” The above is an ambitious plan and the key ingredients in the creation of a sustainable solution for West Kalimantan are coordination, content communication, consensus and commitment amongst key stakeholders (local government, private sector, local communities, financiers and NGOs).

We, in Bumitama are excited to note that the Green Growth Plan of West Kalimantan has finally taken root after months of discussions, workshops and meetings. Combining conservation areas (HCV, HCS, peat, etc. called Area of Essential Ecosystem or KEE which stands for Kawasan Ekosistem Esensial) together with potential investment areas in various landscape regions, results in jurisdictional planning for protection, production and inclusion. We have also taken note that Drs. Cornelis’ presentation has mentioned Bumitama’s corridor project. This means that Bumitama’s set-aside land of roughly 8,000 hectares in the concessions of PT GMS and PT DAS under the corridor project called BBCP (Bumitama Biodiversity and Community Project) will have a platform for future legality process. The participation and inclusion of Bumitama’s conservation areas into the KEE map (formalized by signing of an MOU with BAPPEDA Ketapang – Regional Development Planning Agency) is one of the preliminary steps undertaken to ensure that the large set-aside area will not be classified as “abandoned land” under the Indonesian regulations, which could be taken back by the regional government and allocated to others for future development.

Attached together with this update on the BBC Project is the presentation of Drs. Cornelis, M.H, the Governor of West Kalimantan. We are looking forward for this plan to be presented at the United Nation Climate Change Conference (COP23) in Bonn, Germany in the beginning of November 2017, as this will provide confirmation to the green growth future of West Kalimantan.

(2)

Green Growth Plan

Untuk Pertumbuhan

Produksi, Proteksi dan

Inklusi

Drs. Cornelis, M.H

Gubernur Kalimantan Barat

Governor’s Climate and Forests Task Force

2017 Annual Meeting

(3)

›

Kalimantan Barat merupakan provinsi terbesar keempat di

Indonesia. Dengan luasnya tanah yang dimiliki, sebagian besar

perekonomian Kalimantan Barat didasarkan pada

produk-produk yang berasal dari hutan seperti kelapa sawit, kayu, pulp

& kertas, karet, dan mineral.

›

Karena banyaknya kegiatan perekonomian yang didasarkan

pada praktek-praktek lahan yang intensif, Kalimantan Barat

harus menemukan cara untuk melindungi hutan dan lahan

gambut yang tersisa, sementara di sisi lain juga perlu memastikan

pertumbuhan ekonomi produktif yang konsisten.

›

Kalimantan Barat telah terlibat dalam berbagai kegiatan

konservasi selama 10 tahun terakhir, tapi untuk menangani

masalah ini hal yang penting adalah melalui pendekatan

yurisdiksi. Jantung dari pendekatan ini adalah dengan

mengkoordinasikan upaya-upaya dari semua pihak, bukan

hanya dari pemerintah provinsi, tetapi juga sektor swasta,

masyarakat sipil dan masyarakat lokal.

(4)

›

Pada tahun 2015, luas hutan di Kalimantan Barat ± 7,1

juta hektar (5,6 juta hektar tanah mineral dan 1,5 juta

hektar tanah gambut) (51% dari luas Provinsi

Kalimantan Barat)

›

Angka deforestasi rata-rata tahunan sejak tahun

1990-an sampai deng1990-an 2012 sebesar 68.840 hektar per

tahun, pasca tahun 2014 – 2015 dapat ditekan

mencapai 47.514 hektar

›

Emisi yang dihasilkan dengan angka deforestasi

tersebut mencapai 20,8 juta Ton CO

2

ekuivalent per

tahun dari total deforestasi tahun 2014-2015

›

Target penurunan deforestasi sampai dengan tahun

(5)

›

Sejak tahun 2008, Kalimantan Barat telah terlibat secara aktif dalam

keanggotaan GCF (Governor’s Climate and Forest) Task Force

›

Kalimantan Barat telah menyusun FREL (Forest Reference Emission Level),

baseline data untuk deforestasi rata-rata adalah sebesar 68.840 Ha/th

›

Pada tahun 2016, Kalimantan Barat sudah menyusun Rencana

Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) serta

Rencana Kehutanan Tingkat Provinsi (RKTP) untuk tahun 2016 - 2036

›

Untuk meningkatkan tutupan hutan dan mengurangi deforestasi maka

Kalimantan Barat juga mengembangkan Kawasan Ekonomi Essensial

(KEE) berdasarkan SK Gubernur Nomor 805 Tahun 2016 dan memfasilitasi

pembentukan Sekretariat Bersama (SEKBER) Pengelolaan Sumberdaya

Alam Hutan dan Lahan (Multipihak bersama pemerintah, akademisi,

swasta, LSM, masyarakat adat)

›

Perencanaan pembangunan yang disusun harus memasukkan indikator

ekonomi, sosial dan lingkungan melalui pendekatan lansekap,

pengembangan komoditas berkelanjutan dan peningkatan kemitraan

dengan pihak swasta dan organisasi kemasyarakatan.

›

Saat ini kita sedang menyusun Dokumen Rencana Pertumbuhan

Hijau Provinsi Kalimantan Barat 2017-2037.

›

Penyusunan Dokumen Dayak for forest : landscape approach, food

security, and tolerance / Peta Jalan Model Pembangunan Ekonomi

Bisnis Sosial Kalimantan Barat 2017-2037

(6)

Native rainforest Ocean / Sea / River Village

City

Agricultural land Mining areas Other land use Jurisdictional boundaries

Pendekatan dalam

pengelolaan sumber daya

alam dan komoditas yang

terpisah dan tidak

terintegrasi gagal dalam

mengatasi/ mengurangi

persamalahan lingkungan

seperti deforestasi pada

skala lansekap

Sustainable Project 2 Sustainable Project 3 Sustainable Project 2 Sustainable Project 3 Sustainable Project 2 Sustainable Project 4

Permasalahan Utama:

(7)

Native Rainforest Other Agricultural Land

Village City River Mining Areas Palm Oil Cocoa Jurisdictional Boundries Landscape Boundries

Pengelolaan

Lansekap yang

terintegrasi untuk

berbagai sektor

(8)

Native Rainforest Ocean / Sea / River Village City Agricultural Land Mining Areas other land use Jurisdictional Boundries Degraded Forest

Green Growth Plan Sebagai Solusi

2030

2030

Green Growth Scenario

Business as Usual Scenario

(9)

Green Growth Plan

Di Kalimantan Barat, pendekatan untuk berinvestasi

dalam lansekap adalah melalui Green Growth Plan

berbasis komoditas, yang berfokus pada petani kecil dan

masyarakat adat.

Melalui Rencana Pertumbuhan Hijau, Kalimantan Barat

bekerja untuk mengembangkan strategi pembangunan

yang menyeimbangkan antara produksi dengan proteksi

serta peningkatan keterlibatan petani dan masyarakat

konservasi

(10)

Alur Penyusunan Green Growth Plan

Kalimantan Barat

Data dasar:

• Peta lokasi areal usaha kehutanan, perkebunan skala besar maupun masyarakat, lahan gambut, kondisi hutan (termasuk HCS, HCV) dan infrastruktur.

• Zonasi berdasar peraturan pemerintah (status hutan, pemukinman dan pembangunan sector, peta moratorium

• Peta perubahan tatan ruang tingkat propinsi • Lokasi kegiatan proyek-proyek lain

• Peta Perambahan lahan gambut

Analisis:

• Kebakaran hutan dan lahan • Proyeksi emisi GHG

• Luas dan kualitas hutan dan lahan gambut • Analisis ekonomi (income, pajak) pada BAU

• stakeholders Pe m o d e la n BA U 1 0-20 th n Pengembangan 4 scenario, identifikasi dan prioritas Emisi GHG dan konservasi

Pembangunan ekonomi Tata ruang dalam landscape

Cost benefit analysis

Modeling 4 Skenario 10-20 tahun: indikator ekonomi, sosial,

lingkungan

Perbandingan 4 skenario

RENCANA PERTUMBUHAN HIJAU

Target Produksi dan Konservasi dan prioritas intervensi

Insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan

tata ruang

Dukungan kebijakan dan hukum

(11)

Pendekatan Keseimbangan antara

Produksi, Proteksi dan Inklusi

(12)

2016 2018 2019 2020

(13)

1. Target pertumbuhan

112.26 258.37 732.44 301,06 1033,23 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 Tr il iu n R u p ia h Tahun PDRB-BAU PDRBmixed

PDRB BAU vs Skenario Produksi-Konservasi

112.26 261.06 579.79 860.29 968.11 301.06 1033.23 0 200 400 600 800 1000 1200 2016 2020 2025 2030 2035 Mixed 2035 Mixed 2025

Proyeksi 10 dan 20 tahun PDRB Skenario Produksi-Konservasi

(14)

2. Target Proteksi

Propinsi 2015 BAU Produksi-Konservasi

2025 2035 2025 2035 Ketapang - mineral 15.444,98 11.903,77 26.055,89 (4.083,00) (6.645,00) - gambut 9,33 10,79 11,91 9,74 10,52 Total 15.454,31 11.914,56 26.067,80 (4.073,26) (6.634,48) % 134,18% 74,55% Kayong Utara - mineral 1.984,70 2.591,41 2.766,57 1.221,00 1.006,00 - gambut 7,53 8,16 9,35 7,70 8,23 Total 1.992,23 2.599,77 2.775,92 1.228,70 1.014,23 % 52,74% 63,46% Kubu Raya - mineral 10.795,49 1.121,05 1.121,05 (1.109,00) (1.597,00) - gambut 13,35 15,32 16,27 14,42 14,87 Total 10.808,84 1.136,37 1.137,32 (1.094,58) (1.582,13) % 196,32% 234,36%

(15)
(16)

›

Untuk Sektor Kehutanan, contoh intervensi konkrit yang telah dilakukan

bersamaan dengan penyusunan Green Growth Plan adalah kerja sama dengan

beberapa mitra seperti Asia Pulp & Paper Grup ( APP), IDH Inisiatif Dagang

Hijau, dan Yayasan Belantara

›

Sektor kelapa sawit, Kalimantan Barat telah bermitra dengan para pemangku

kepentingan seperti perusahaan-perusahaan minyak IDH dan sawit termasuk

PT CUS, ANJ Group dan Bumitama Group untuk meningkatkan praktek-praktek pertanian dari petani mandiri yang tinggal di sekitar konsesi

perkebunan. Kerjasama tersebut kemudian bertujuan untuk melindungi

wilayah Hutan yang bernilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Cadangan Karbon

Tinggi (HCS) seperti Taman Nasional Gunung Palung,Lahan gambut Sungai

Putri, Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum.

(17)

Peluncuran Kemitraan dengan PT CUS tahun 2016 disaksikan

oleh Duta Besar Belanda dan Norwegia

(18)

Peluncuran

Kemitraan

dengan PT BGA

disaksikan oleh

GAPKI

(19)
(20)

Menghadiri Oslo Redd Exchange 2016 sebagai pembicara Utama

bersama Gubernur Sumatera Selatan

(21)

Menteri

Lingkungan dan

Duta Besar

Norwegia

menerima

“Gunam’ dari

Gubernur

Kalimantan Barat

(22)

Pembicara utama dalam diskusi bersama Menteri

perdagangan Belanda dan Indonesia tentang penerapan

sawit berkelanjutan

(23)

Gubernur Kalimantan

Barat menjadi

pembicara utama di

COP 22 Marrakech

(24)

Terima Kasih

Adil Ka’talino, Bacurahmin Ka’suraga, Basengat

Ka.Jubata

Referensi

Dokumen terkait

Penunjukan bearing dari stasiun lokal dapat dilihat pada pergerakan pointer di radio magnetic indicator (RMI-30). Langkah selanjutnya yaitu dengan mengaktifkan

Tidak terdapat interaksi yang nyata pada perlakuan dosis pupuk bio slurry cair dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun di semua umur

27 Maka dalam hal ini, data pokoknya adalah mengenai motivasi atau manfaat masyarakat Kelurahan Kuin Selatan Kota Banjarmasin dalam mengamalkan ayat al-Qur’an

Pada susunan dan bentuk kantong sama, jumlah kantong pasir terseret pada struktur dengan kemiringan curam (cot α = 1,5) lebih banyak dibandingkan pada struktur

Sulawesi Tengah dalam Angka 2014 ini menyajikan data dari hasil sensus dan survei yang dilaksanakan oleh BPS Provinsi Sulawesi Tengah serta beberapa data sekunder yang berasal

Dalam keadaan masam sangat larut dan tersedia bagi tanaman bahkan bisa meracun, salah satu alasan mengapur adalah untuk menurunkan salah satu atau keempat kation tersebut misalnya

showroom atau ruang pamer mobil dengan satu merk yang sudah mendunia dan berada dalam.. satu negara terdiri dari beberapa cabang dalam satu kota dan hanya ada satu pusat

Hasil penelitian dan pembahasan mengenai hubungan minat belajar dengan kemampuan mebaca Al- Qur’an pada siswa kelas 7 di MTs Al -Manar Bener Kecamatan Tengaran