• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) A-241

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) A-241"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-241

Abstrak— ITS-Sat merupakan jenis satelit piko yang saat ini sedang dikembangkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. ITS-Sat membutuhkan suatu protokol komunikasi yang mengatur tata cara komunikasi satelit. Protokol AX.25 merupakan protokol komunikasi yang digunakan dalam sistem komunikasi ITS-Sat. Protokol ini berada pada layer data link dalam model OSI Layer. Protokol ini dapat membangun dan memutuskan link serta melakukan pengiriman data. Protokol AX.25 menggabungkan data-data field menjadi suatu frame. Makalah ini mengimplementasikan protokol AX.25 ke dalam modul PAD (Packet Assembler Dissassembler). Protokol AX.25 diimplementasikan ke dalam mikrokontroler yang merupakan otak dari modul PAD dengan menggunakan bahasa pemograman. Modul PAD berfungsi untuk mengkapsulasi data tiap field menjadi sebuah frame AX.25 sebelum dikirim dan kemudian frame AX.25 yang diterima dienkapsulasi kembali menjadi data field. Modul PAD yang dibuat dapat mengirim dan menerima data teks sebanyak 500 karakter. Hasil pengujian menunjukan bahwa modul PAD yang dibuat mampu melakukan komunikasi antar modul PAD dengan baik.

Kata Kunci—ITS-Sat, Modul PAD, Protokol AX.25, data-link

I. PENDAHULUAN

Teknologi satelit adalah salah satu teknologi yang perkembangannya sangat pesat. Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan salah satu perguruan tinggi yang merencanakan untuk mengembangkan ITS-Sat secara mandiri. ITS-Sat yang akan dikembangkan dapat mengirim citra maupun data telemetri. Data dalam hal ini harus memiliki bentuk khusus untuk dapat ditransmisikan. Salah satu metodenya adalah mengubah data ke dalam bentuk paket radio. Salah satu protokol yang mengatur paket radio adalah AX.25. Protokol AX.25 yang merupakan protokol komunikasi berada pada layer 2 dalam model OSI Layer sehingga protokol ini dapat membangun dan memutuskan link serta dapat melakukan pengiriman data. Protokol AX.25 dapat melakukan komunikasi half-duplex maupun full-duplex dengan baik. Pada protokol AX.25 setiap frame mengandung alamat penerima dan pengirim, sehingga mampu bekerja dengan baik untuk koneksi langsung antar perangkat, dan juga memungkinkan untuk melakukan koneksi lebih dari satu perangkat[1].

Protokol AX.25 ini diimplementasikan ke dalam sebuah mikrokontroler dengan menggunakan bahasa pemograman bahasa C. Mikrokontoler merupakan otak dari modul PAD (Packet Assembler Disassembler) untuk mengirim dan menerima data. Data yang diterima berupa data

teks yang diinputkan oleh keyboard dan pada penerima dan ditampilkan pada LCD. Data yang dilewatkan oleh protokol AX.25 berupa frame.

Raharjo dalam tugas akhirnya [2] telah merancang modul PAD AX.25 untuk sistem komunikasi nano dengan menggunakan sistem mikrokontroler 1280 yang terdiri dari 2 modul yaitu modul rangkaian mikrokontroler Atmega 128 dan modul rangkaian sistem minimum mikrokontroler Atmega128. Sistem dengan desain 2 modul ini tidak sesuai untuk aplikasi pada satelit piko karena ukuran relatif besar. Oleh sebab itu tugas akhir ini bertujuan merancang modul PAD dengan ukuran relatif lebih kecil.

Makalah ini melaporkan mengenai desain dan implementasi protokol AX.25 ke dalam modul PAD untuk sistem komunikasi ITS-Sat. Bab II menjelaskan mengenai model dan struktur dari protokol AX.25 sebagai landasan untuk perancangan modul PAD. Tahapan perancangan dan implementasi termasuk didalamnya perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak dari modul PAD dipaparkan pada Bab III, sedangkan hasil pengujian dan pengukuran perangkat serta kesimpulan dilaporkan pada Bab IV dan Bab V.

II. PROTOKOLAX.25 A. Model AX.25

Amateur X.25 atau yang dikenal dengan protokol

AX.25 adalah protokol layer data link dalam OSI Layer

Reference. Sebagai protokol yang bekerja pada layer data link

protokol AX.25 bertanggungjawab untuk membangun dan memutuskan link, serta melakukan transfer informasi. Protokol AX.25 dapat dimodelkan sebagai berikut[1] :

Layer Function(s) Data Link (2) Segmenter Management Data Link Data Link Link Multiplexer Physical (1) Physical Silicon/Radio Gambar. 1. Model AX.25

Protokol AX.25 berbeda dengan protokol layer 2 pada umumnya karena pada protokol AX.25 tidak terdapat perbedaan kelas antar perangkat yang terhubung tidak seperti

Rancang Bangun Modul PAD (Packet

Assembler Dissassembler) Menggunakan AX.25

pada Sistem Komunikasi ITS-SAT

Pasang Arung Padang, Eko Setijadi, dan Gamantyo Hendrantoro

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111

(2)

JU ko dia B. fra kec dar fra pen ber Gam Gam Str  Fie sua 01  Fie dan ter kar Inf sta  Fie dig  Fie lay  Fie sis dik  FC yan ber ber fra pro ker URNAL TEKN l layer 2 lainn anggap setara d Struktur F Protokol

ame. Dan tiap f

cil (field). Seti ri jumlah byte

ame yang dike

ngawas atau s rnomor atau U Flag Add 8 Bits 112 B mbar. 2. Konstruk Flag Addr 8 Bits 112/2 Bits mbar. 3. Konstruk ruktur frame A Field Flag

eld flag berfun

atu frame. Fi 111110 atau 7E Field Address eld address di n pengirim ser rdiri dari 6 ok rakter alfanum formation Inter asiun sekunder Control Field

eld ini berfu

gunakan.

PID Field

eld PID (Prot

yer 3 yang digu Info Field

eld ini digunak

i hubungan ke kirimkan. FCS Field CS (Frame Ch ng dikalkulasik rdasarkan field rfungsi untuk

ame saat melalu

III. PERA Perancang otokol AX.25 t ras dan peranc

IK POMITS V nya. Pada pro dan dapat mem

Frame AX.25

AX.25 meng

frame tersusun

iap field memp

e. Dalam prot

enal, yaitu fram

supervisory fra Unnumbered fra dress Control 2/224 Bits 8/16 Bit

ksi Frame U dan S[

ress Control 224

s

8/16 Bits

ksi Frame Informat

AX.25 terdiri da ngsi untuk me

eld ini memi

E hexa. s igunakan untuk rta reapeter. Fi ktet callsign y merik ASCII ( rchange), dan atau Secondar d ungsi untuk m tocol Identifie unakan dalam f kan untuk men e sisi lainnya.

heck Sequence

kan oleh peng

d alamat, kont menegetahui ui pengiriman. ANCANGAN gan modul terdiri 2 tahap angan perangk Vol. 2, No. 2, (2 otokol AX.25 k mulai pengirima girimkan data n dari bagian-b punyai fungsi k tokol AX.25 t me informasi ( ame (frame S) ame (frame U) l Info ts N*8 Bits [1] PID Info 8 Bits N*8 Bits tion[1] ari : enentukan awa liki pola bit

k menyatakan

ield ini terdiri d

yang merupak (American Sta 1 oktet berisi

ry Station Ident

menentukan t

er) ini mengid frame.

nyampaikan in

Field ini beris

e) merupakan

girim dan pene trol, PID, dan kerusakan ya DANIMPLEM PAD dengan , yaitu : peranc kat lunak. 2013) ISSN: 23 kedua ujung l an frame sendir a dalam ben bagian yang le khusus dan terd terdapat tiga t (frame I), fra dan frame tid ). FCS Flag 16 Bits 8 Bits FCS Flag 16 Bits 8 Bits al dan akhir d yang unik ya alamat peneri dari 7 oktet, ya kan susunan d andard Code f i nomor penge tifier (SSID). ipe frame ya dentifikasi mo nformasi dari s si data yang ak bilangan 16 rima suatu fra n Informasi. F ang terjadi pa MENTASI n menggunak cangan perang 337-3539 (230 link ri. ntuk bih diri tipe ame dak g s dari aitu ima ang dari for enal ang odel satu kan bit ame FSC ada kan gkat A. P P dimensi yang di keyboar juga me dan kon Gambar. 4 Perangk sebagai

Ard Arduino 4kB d mempu 5,3 cm untuk d Gambar.  LCD Dalam p ukuran arduino mempu namun Gambar.  Keyb Keyboa sebagai modul P P sebagai Key 01-9271 Print) Perancangan P Perangkat kera i 10cm x10cm ibutuhkan untu rd, dan LCD. enggunakan pe nektor. 4. Blok diagram si

kat keras yang berikut : duino mega o mega memp digunakan se unyai ukuran b m, serta memp diterapkan pada 5. Arduino mega D pemilihan LCD dari LCD un o. LCD yang unyai ukuran y dapat menamp 6. LCD 2 x16 kara board

ard yang digun

perangkat yan PAD.

Pada perancan alat bantu dal

yboard Perangkat Kera as satelit piko m x 10cm dan b uk perancangan Namun selain erangkat tamba istem PAD digunakan dal punyai kapasita ebagai bootlo board dengan punyai berat 3 a sistem komun D dalam peran ntuk menyesu g digunakan yang lebih ke pilkan data yan

akter

nakan dalam p ng memasukk

ngan ini keybo lam proses pen

Arduino Mega LCD as o ITS-Sat dide berat 1 kg. Per n ini adalah ar n itu pada pera

ahan seperti la am perancanga as memori 128 oader[3]. Ard panjang 9,7 c 35 gram. Sehi nikasi satelit pi ncangan ini me uaikan ukuran dalam peran cil yaitu 2 x ng dilewatkan. perancangan i kan data pada

oard dan LCD ngujian untuk m a Nu A-242 esain dengan angkat keras rduino mega, ancangan ini aptop, kabel, an ini adalah 8kB, dimana duino mega m dan lebar ingga cukup iko ITS-Sat. emperhatikan dari board ncangan ini 16 karakter ini berfungsi perancangan D digunakan memasukkan ull Modem

(3)

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-243 dan menampilkan data. Perangkat-perangkat yang disebutkan

sebelumnya kemudian dirangkaikan. Dan dengan menggunakan alat bantu laptop program protokol AX.25 yang dirancang kemudian diimplementasikan ke dalam mikrokontroler.

B. Perancangan Perangkat Lunak

Pada perancangan ini menggunakan software dari arduino untuk pembuatan program dan mengimplementasikan ke dalam mikrokontroler. Pada perancangan perangkat lunak ini mampu membaca data teks dari keyboard dan ditampilkan pada LCD, serta mampu untuk mengkapsulasi data setiap

field menjadi suatu frame AX.25. Perangkat lunak ini juga

dirancang untuk dapat mengenkapsulasi frame AX.25 yang diterima dan kemudian ditampilkan pada LCD.

Perancangan ini meliputi perancangan program proses memulai hubungan komunikasi dan pengiriman informasi. a. Memulai hubungan komunikasi

Proses ini terdiri dari frame SABME (Set

Asynchronous Balance Mode Extended) yang berfungsi untuk

meminta hubungan komunikasi. Dan frame UA (Unnumbered

Acknowledge) berfungsi memberikan ackowledge atas

penerimaan frame SABME.

Gambar. 7. Tampilan program memulai hubungan

Untuk memulai komunikasi frame SABME dikirim dan timer pada mikrokntroler mulai menghitung untuk menunggu jawaban berupa frame UA. Apabila sampai timer berhenti menghitung belum menerima frame UA, maka pengirim akan mengirim ulang frame SABME.

Frame SABME diatur dengan parameter sebagai berikut :

 Field address dimasukkan secara manual melalui

keyboard berisi alamat dan SSID dari stasiun tujuan,

stasiun pengirim, dan stasiun repeater yang dimasukkan melalui keyboard.

 Field Control bernilai hexa 7F berfungsi untuk mengirimkan perintah SABME.

 Field PID diberi hexa F0 karena hanya menggunakan

layer 2.

 Field Info diset kosong atau diisi nilai spasi (20 hexa).

 Field FCS bernilai hexa FFFF.

Untuk frame UA diatur dengan parameter sebagai berikut :  Field address berisi alamat amatir stasiun tujuan,

alamat amatir dari stasiun pengirim dan alamat amatir dari repeater yang dimasukkan melalui keyboard.  Field Control bernilai hexa 73 untuk mengirimkan

perintah UA.

 Field PID bernilai hexa F0 karena hanya menggunakan layer 2.

 Field Info diset kosong atau diisi nilai spasi (20 hexa).

 Field FCS diset hexa FFFF. b. Pengiriman informasi

Pada perancangan ini perangkat lunak dirancang untuk dapat mengirim dan menerima frame yang beriisi informasi.

Frame informasi diatur dengan parameter sebagai berikut :

 Field address dimasukkan secara manual melalui

keyboard berisi alamat dan SSID dari stasiun tujuan,

stasiun pengirim, dan reapeter.

 Field Control bernilai hexa 02 untuk menginformasikan bahwa data yang dikirim merupakan data dengan urutan 1.

 Field PID bernilai hexa F0 karena hanya menggunakan layer 2.

 Field Info diisi dengan informasi yang dikirimkan.  Field FCS diset hexa FFFF.

Gambar. 8.Tampilan program tiap field pada frame informasi

IV. PENGUJIANDANANALISA A. Pengujian Kapsulasi Data

Pengujian kapsulasi data dilakukan untuk mengetahui kemampuan fungsi assembler dari modul PAD. Pada bagian ini data masukan melalui keyboard dan ditampilkan pada

(4)

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-244 LCD, namun sebelumnya data diolah terlebih dahulu oleh

mikrokontroler dengan program kapsulasi, dan kemudian ditampilkan pada serial monitor untuk melihat hasil kapsulasi dari masing-masing field.

Gambar. 9. Blok diagram pengujian kapsulasi

Pada pengujian ini data dari setiap field pada frame yang akan dikapsulasi diatur sebagai berikut :

 Alamat receiver diisi “its”  SSID dari receiver diisi “0”  Alamat transmitter diisi “itb”  SSID dari transmitter diisi “0”  Alamat repeater diisi “ugm”  SSID dari repeater diisi “1”  Control diberi nilai 02 hexa  PID diberi nilai F0 hexa

 Field informasi (message) diisi dengan kalimat “uji kapsulasi”.

 FCS diberi nilai hexa FFFF.

Data dari tiap field yang telah dimasukkan kemudian digabung menjadi satu frame. Frame hasil kapsulasi dapat dilihat pada serial monitor. Frame yang ada pada serial

monitor kemudian disimpan dalam bentuk file dengan

ekstensi .txt. Sehingga dapat mudah dalam pembacaan. Gambar 10 menujukan bahwa data masing-masing field berhasil dikapsulasi menjadi sebuah frame AX.25.

Gambar. 10. Hasil kapsulasi frame

B. Pengujian Handshaking

Pada bagian ini kedua modul PAD tetap dihubungkan dengan kabel, namun pada pengujian ini pin TX dan RX yang ada pada masing-masing modul digunakan. Karena akan terjadi kirim mengirim frame. Modul pengirim akan mengirimkan frame SABME (Set Asynchronous Balance

Mode) untuk meminta hubungan komunikasi. Penerima akan

menerima frame SABME dan kemudian akan mengirimkan

frame UA (Unnumbered Acknowledge) sebagai jawaban atas

penerimaan frame SABME.

Frame SABME yang dikirim oleh modul penerima

diatur dengan ketentuan sebagai berikut :  Alamat receiver diisi “its”  SSID dari receiver diisi “0”  Alamat transmitter diisi “itb”

 SSID dari transmitter diisi “0”  Alamat repeater diisi “ugm”  SSID dari repeater diisi “1”  Control bernilai hexa 7F  PID diset F0.

 Field Informasi diset kosong atau diisi spasi.  Field FCS diset kosong atau diisi nilai hexa FFFF. Sedangkan frame UA diatur dengan parameter sebagai berikut:

 Alamat receiver diisi “its”  SSID dari receiver diisi “0”  Alamat transmitter diisi “itb”  SSID dari transmitter diisi “0”  Alamat repeater diisi “ugm”  SSID dari repeater diisi “1”  Control bernilai hexa 73  PID diset F0.

 Field Informasi diset kosong atau diisi spasi.  Field FCS diset kosong atau diisi nilai hexa FFFF. Berdasarkan hasil frame yang ditampilkan oleh serial monitor seperti yang ditunjukkan pada gambar 11 dan 12, dapat disimpulkan bahwa proses handshaking antar modul telah berhasil.

Gambar. 11. Hasil frame SABME

Gambar. 12. Hasil Frame UA

C. Pengujian Fungsi Assembler Dissassembler

Pada pengujian ini modul pengirim berfungsi mengkapsulasi data masing-masing field menjadi frame sedangkan modul penerima berfungsi memecah frame menjadi

field dan ditampilkan pada LCD.

Gambar. 13. Blok diagram pengujian Program

Kapsulasi

Keyboard Serial Monitor

LCD LCD PAD Keyboar d PAD Serial Monitor Rx (IF) Tx Rx Tx LCD

(5)

JU me Pa den dit “0” pad Gam Gam Pa SS inf tiap uku dit sed ber inf pen pad URNAL TEKN Data field erupakan data da pengujian in  Alamat re  SSID dari  Alamat tra  SSID dari  Alamat re  SSID dari  Control di  PID diber  Field info koneksi”.  FCS diber Gambar 1 ngan SSID “0 tampilkan pada ” yang diterim da gambar 15. mbar. 14. Tampila mbar. 15. Tampila da gambar 16 SID “1” yang formasi yang d p baris karen uran 16x2 sep tampilkan seca dangkan baris rlangsung teru formasi ditam nuh ditampilka da gambar 18. IK POMITS V d yang ditamp masukan key ni struktur fram

eceiver diisi “it

i receiver diisi

ansmitter diisi

i transmitter di

epeater diisi “u

i repeater diisi iberi nilai 02 h ri nilai F0 hexa ormasi (messa ri nilai FFFF h 14 merupakan 0” yang diteri a LCD. Alamat ma kemudian d an alamat receiver an alamat tansmitte menunjukan g ditampilkan diterima ditamp na modul PAD

perti pada gam ara otomatis bar

pertama sebe us menerus mpilkan. Hasil an oleh serial m Vol. 2, No. 2, (2 pilkan pada L yboard pada me diatur sebag ts” “0” “itb” iisi “0” ugm” “1” hexa a

age) diisi den

exa.

tampilan alam ima oleh mod

t transmitter “i ditampilkan pa

dan SSID pada pe

er dan SSID yang alamat repeate

pada LCD pilkan beruruta D menggunak mbar 17. Sete ris kedua naik elumnya dihap hingga semua frame yang monitor seperti 2013) ISSN: 23 LCD di peneri modul pengir gai berikut : gan kalimat “

mat receiver “i dul penerima d itb” dengan SS ada LCD, sepe enerima diterima er “ugm” deng penerima. Fi an per 16 karak kan LCD deng elah baris ked ke baris pertam pus. Hal ini ak

a isi dari fi diterima sec i yang ditujukk 337-3539 (230 ima im. “uji its” dan SID erti gan ield kter gan dua ma, kan ield cara kan Gambar. Gambar. Gambar. P pengirim karakter sehingg berbeda pembac P dengan Assemb dengan mahasis telekom sedang pada m informa melihat melihat Penguji G dilakuk 9600 y gambar pembac berband pengirim mengala penerim 01-9271 Print) 16. Tampilan alam 17. Tampilan field 18. Tampilan struk Pada pengujia man, dengan r. Field inform ga terjadi vari a-beda bertuju caan. Pada pengujian parameter y bler-Dissassem kalimat “apa swa jurusan munikasi multim melakukan pr modul packet a asi sebesar 500 t kehandalan t kesalahan da ian ini dilakuka

Gambar 19 kan sebanyak 1

ang diatur pad r 19 dapat dil caan karakter ding terbalik ap m dan penerim ami kesalahan ma.

mat repeater berser

d informasi pada p

ktur frame pada se

an ini dilaku jumlah field masi dibentuk

asi karakter. P uan untuk mel

n ini struktur f yang sama d bler, hanya s a kabar. disin teknik elektr media fakultas roses pengujia assembler dissa 0 karakter. pen dari modul p alam pembaca an di lab 306 j menunjukkan 10 kali dengan da modul pen lihat tidak ada

dalam pros pabila baud ra ma berbeda. Sem

n pembacaan

rta SSID pada pen

enerima erial monitor ukan sebanya informasi se dengan beber Pengiriman ka ihat karakter frame yang di dengan pengu saja field info

ni pasang aru ro program s teknologi indu n pengiriman f assembler, den ngujian ini dila

pad yang dib an karakter y jurusan teknik

n hasil peng n menggunaka ngirim dan pen a terjadi kesal ses pengirima

ate yang diatur

mua karakter y saat diterima A-245 nerima ak 10 kali banyak 500 rapa kalimat arakter yang salah dalam ikirim diatur ujian fungsi formasi diisi ung padang studi teknik ustri. saat ini

frame ax.25 ngan jumlah akukan untuk uat, dengan ang dikirim. elektro”. gujian yang an baud rate nerima. Dari lahan dalam an. Hal ini r pada modul

yang dikirim oleh modul

(6)

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-246

Gambar. 19. Hasil pengiriman sebanyak 10 kali

D. Diskusi

Perancangan dan implementasi protokol AX.25 ke dalam modul PAD untuk sistem komunikasi ITS-Sat dilakukan dengan menggunakan mikrokontroller berupa modul Ardino Mega. Perancangan modul PAD dimulai dengan membuat blok diagram dan flow chart. Blok diagram digunakan untuk merangkaikan modul arduino mega dengan

peripheral tambahan sehingga membentuk suatu sistem PAD

yang dapat memasukkan dan menampilkan data, sedangkan

flowchart yang digambar dibuat dalam bentuk program

dengan software Arduino yang menggunakan bahasa C. Program yang selesai dibuat kemudian diimplementasikan ke dalam modul PAD.

Pengujian modul PAD terdiri dari pengujian kapsulasi data, pengujian handshaking, dan pengujian fungsi

assembler-dissassembler. Modul PAD yang dibuat telah teruji dapat

membentuk suatu frame serta melakukan pengiriman informasi antar modul PAD. Modul PAD dapat mengirim

frame dengan jumlah informasi sebanyak 500 karakter tanpa

kesalahan saat kedua modul diatur dengan baud rate 9600 bps. Pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa modul PAD mampu melakukan pengiriman data serta memiliki ukuran yang relatif kecil sehingga memenuhi kriteria untuk diimplementasikan pada satelit piko ITS-Sat.

V. KESIMPULAN

Modul PAD menggunakan protokol AX.25 yang telah dibuat dapat digunakan pada sistem komunikasi ITS-Sat untuk mengkapsulasi dan enkapsulasi data. Modul PAD dapat mengirimkan informasi sebanyak 500 karakter dengan baik tanpa adanya kesalahan penerimaan data pada penerima.

Dengan ukuran yang relatif kecil serta kemampuan pengiriman data, modul PAD dapat diimplementasikan pada sistem komunikasi satelit piko ITS-Sat.

UCAPANTERIMAKASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada tim penelitian strategis nasional 2012 Kemdikbud “Pengembangan stasiun bumi untuk komunikasi data, citra dan video dengan satelit LEO VHF/UHF/S-band menuju kemandirian teknologi satelit” yang telah memberikan dukungan finansial.

DAFTARPUSTAKA

[1] Beech, William A., Nielsen, Douglas E., Taylor, Jack.,

“AX.25 Link Acces Protocol v2.2”,TAPR. 1997.

[2] Raharjo, Dicky Rismawan, “Rancang Bangun Modul

PAD (Packet Assembler Disassembler) Untuk Stasiun Bumi Portabel Dengan Menggunakan Protokol Ax.25 Pada Komunikasi Satelit Iinusat-1” Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 2012.

[3] “Arduino mega” : http://arduino.cc/en/Main/arduino

Gambar

Gambar 10 menujukan bahwa data masing-masing field  berhasil dikapsulasi menjadi sebuah frame AX.25

Referensi

Dokumen terkait

Seperti yang kita ketahui saat ini sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Cipta Kerja dirancang 4 Peraturan Pemerintah sebagai tindak lanjut dari pada

membangun kerjasama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk dalam rangka peningkatan jumlah dan kualitas kegiatan

hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh atau hubungan yang signifikan antara luas ventilasi dengan perilaku pencegahan penularan penyakit TB Paru (p=0.035). Analisis

Linkage depan ekskavasi massal (ME, mass excavation) dirancang untuk memaksimalkan kinerja alat berat dengan gaya penggalian yang sangat baik dan kapasitas bucket lebih besar..

Dosen Pembimbing terdiri dari; (1) Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Walisongo yang telah ditunjuk oleh Dekan untuk menjadi pembimbing PPL; (2) Pembimbing

Adapun definisi komunikasi menurut Devito (2002:24) komunikasi mengacu pada tindakan satu orang atau lebih, baik mengirim dan menerima pesan yang terdistorisi oleh

Nisrul Irawati, MBA selaku Sektaris Departemen Manajemen Universitas Sumatera Utara dan sebagai dosen penguji II yang telah memberikan masukan untuk penyempurnaan penulisan

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Satu, Menguji perbedaan tingkat return antara saham-saham kandidat portofolio berdasarkan single index model dengan