• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

III.1 Obyek Penelitian

Untuk menentukan karakteristik pekerjaan serta pengaruhnya bagi kualitas

kehidupan kerja, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah agen asuransi

dari 6 perusahaan asuransi yang beroperasi di kota Bandung. Pertimbangan

pemilihan agen asuransi sebagai obyek penelitian didasarkan karena fleksibilitas

yang dimiliki agen asuransi dalam bekerja, pentingnya kualitas kehidupan kerja

bagi agen asuransi sebagai perwakilan perusahaan kepada nasabah serta belum

adanya penelitian yang mengangkat tema karakteristik pekerjaan agen asuransi

dan pengaruhnya terhadap kualitas kehidupan kerja.

III.2 Teknik Pengumpulan Data

Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa persepsi responden atas

karakteristik pekerjaan serta kualitas kehidupan kerja yang dirasakan. Teknik

pengumpulan data dilakukan berdasarkan wawancara dan kuisioner. Wawancara

dilakukan terhadap 25 orang perwakilan agen asuransi dari 6 perusahaan asuransi

agar diperoleh informasi dari lapangan terkait topik penelitian. Wawancara

dilakukan secara terstruktur dengan mempersiapkan protokol pertanyaan terlebih

dahulu yang dibangun berdasarkan literatur terkait, sehingga seluruh responden

mendapatkan pertanyaan wawancara yang sama. Sekaran (2006)

merekomendasikan penggunaan informasi hasil wawancara untuk menjelaskan

fenomena, kuantifikasi dan identifikasi masalah spesifik agar dapat dihasilkan

jawaban atas pertanyaan penelitian. Namun dalam penelitian ini, wawancara tidak

bertujuan untuk mampu menjawab pertanyaan penelitian. Wawancara dilakukan

untuk mendapatkan informasi faktual mengenai karakteristik pekerjaan agen

asuransi serta kualitas kehidupan kerja yang dirasakan sebagai sumber informasi

dalam membangun kuisioner penelitian.

(2)

Sekaran (2006) menyatakan penggunaan kuisioner sebagai teknik

pengumpulan data dilakukan bila telah diketahui apa yang ingin diukur serta

bagaimana mengukur variabel penelitian. Lebih lanjut Sekaran (2006)

menyatakan teknik kuisioner memiliki kelebihan untuk memperoleh data secara

lebih efisien dalam hal waktu, energi dan biaya peneliti. Melalui kuisioner dapat

terungkap variabel subyektif berupa keyakinan, persepsi dan sikap responden atas

suatu pernyataan, serta variabel obyektif berupa usia, pendidikan dan status

demografi lain dari responden.

III.2 Tahapan Penelitian

Sebuah penelitian sebaiknya dilakukan secara terarah sehingga secara

tepat mampu mencapai tujuan penelitian. Untuk memberikan kejelasan arah

penelitian, ditentukan tahapan-tahapan penelitian yang harus dilalui. Setiap

tahapan merupakan bagian yang menentukan bagi tahapan selanjutnya, sehingga

harus dilalui dengan cermat. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini

dapat dilihat pada Gambar III.1.

(3)

Gambar III.1 Tahapan penelitian

Perumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan langkah awal yang dilakukan dalam

melakukan penelitian. Langkah ini dilakukan untuk merumuskan secara sistematis

adanya kesenjangan antara fenomena yang terjadi pada keadaan nyata dengan

kondisi ideal yang seharusnya terjadi. Rumusan masalah akan menjadi arahan dan

batasan yang jelas dalam melakukan penelitian. Rumusan masalah penelitian ini

dapat dilihat pada sub bab I.2.

Penentuan Tujuan Penelitian

Penentuan tujuan penelitian dilakukan untuk menentukan output yang

ingin diperoleh dari penelitian. Langkah ini dilakukan berdasarkan hasil

(4)

perumusan masalah. Tujuan penelitian yang baik akan semakin memperjelas arah

penelitian serta menjadi dasar evaluasi hasil penelitian. Secara rinci, tujuan yang

ingin dicapai dari penelitian ini dapat dilihat pada sub bab I.3.

Studi Literatur

Studi literatur dilakukan untuk memperoleh dasar pemikiran bagi

penelitian. Literatur yang dipelajari dalam penelitian ini meliputi pekerjaan

fleksibel, teori karakteristik pekerjaan, teori kualitas kehidupan kerja serta teknik

pengumpulan dan pengolahan data penelitian.

Identifikasi Variabel

Penelitian dapat dilakukan dengan mengadopsi model yang sudah ada atau

melakukan pengembangan model. Dalam melakukan kedua hal tersebut perlu

ditentukan variabel-variabel yang relevan terhadap penelitian berdasar literatur

yang ada.

Penelitian ini hadir untuk mengetahui pengaruh dimensi karakteristik

pekerjaan agen asuransi terhadap kualitas kehidupan kerja. Dimensi karakteristik

pekerjaan yang dijadikan dasar dalam penelitian ini adalah Teori Karakteristik

Pekerjaan Hackman dan Oldham (1980), yaitu variasi keterampilan, identitas

tugas, makna tugas, otonomi serta umpan balik pekerjaan. Dimensi pekerjaan

yang digunakan pada model ini mencakup aspek-aspek pekerjaan yang lebih

umum dibandingkan model yang diusulkan peneliti-peneliti lain. Sebagai suatu

ciri khas pekerjaan, aspek pekerjaan merupakan hal utama yang diukur dalam

karakteristik pekerjaan. Beberapa ukuran karakteristik pekerjaan yang digunakan

Houston (2000), Davis dan Wright (2003) serta Leisink dan Steijn (2006), seperti

terlihat pada Bab II, merupakan bentuk praktek pengelolaan pekerja dan tidak

secara langsung mengukur aspek pekerjaan. Penggunaan model karakteristik

pekerjaan Hackman dan Oldham (1980) sebagai dasar penentuan dimensi

pekerjaan juga didasarkan pada pertimbangan bahwa model ini mengakomodasi

hubungan dimensi karakteristik pekerjaan dengan outcomes yang dirasakan

pekerja seperti motivasi dan kepuasan kerja. Sementara, kepuasan kerja

merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam menentukan kualitas

kehidupan kerja, yang juga menjadi fokus pada penelitian ini.

(5)

Sementara variabel QWL yang digunakan pada penelitian ini didasarkan

pada kesamaan variabel pengukur QWL yang digunakan beberapa penelitian

sebelumnya, yaitu: Walton (1973), Robbins (1989), Wisnawa (1997), Carayon et

al. (2003) serta Saraji dan Dargahi (2006). Langkah ini dimaksudkan agar dimensi

QWL yang akan digunakan dalam penelitian ini mampu mencakup semua hal

yang dianggap penting dalam menentukan QWL. Dimensi QWL yang digunakan

pada penelitian ini adalah kepuasan kerja, keterlibatan pekerja serta keseimbangan

kehidupan. Model konseptual penelitian pada Gambar III.2 menunjukkan

variabel-variabel penelitian yang digunakan.

Gambar III.2 Model konseptual penelitian

Selanjutnya dilakukan pengujian keberadaan variabel penelitian yang

diusulkan dengan kondisi faktual pada beberapa sampel agen asuransi melalui

teknik wawancara. Informasi yang diperoleh dari hasil wawancara digunakan

untuk membangun instrumen penelitian berupa kuisioner. Hal ini dimaksudkan

agar kuisioner sesuai dengan kondisi faktual serta mendapat dukungan teori yang

kuat melalui berbagai literatur terkait. Sebaliknya, teknik wawancara juga dapat

digunakan untuk memastikan informasi yang diperoleh dari studi literatur

sebelumnya, seperti aspek fleksibilitas yang dimiliki atau sistem kompensasi yang

diterapkan pada agen asuransi. Dalam bekerja, agen asuransi memang diberi

keleluasaan dalam menentukan waktu, tempat serta cara yang digunakan. Namun

Model Karakteristik Pekerjaan Hackman dan Oldham yang digunakan pada

penelitian ini mensyaratkan dimensi karakteristik pekerjaan lain yang harus

dimiliki suatu pekerjaan. Sehingga wawancara akan menghasilkan informasi

(6)

umum mengenai karakteristik pekerjaan serta kualitas kehidupan kerja yang

dirasakan oleh agen asuransi.

Perancangan Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Melalui

kuisioner penelitian akan didapatkan data obyektif berupa status demografi

responden serta data subyektif berupa persepsi responden atas pernyataan yang

diajukan mengenai karakteristik pekerjaan dan kualitas kehidupan kerja. Persepsi

responden dinyatakan dalam skala interval 1-7. Menurut Sekaran (2006), skala

interval memungkinkan peneliti untuk mengelompokkan respon menurut kategori

tertentu serta mengukur besar perbedaan preferensi antar respon yang diberikan,

karena operasi aritmatika dapat langsung dilakukan terhadap data yang terkumpul.

Dalam Sekaran (2006), dinyatakan penggunaan skala 7 titik terbukti lebih sensitif

dalam mengungkapkan respon yang tidak bias dibandingkan jika menggunakan

skala yang lebih kecil.

Item-item pertanyaan yang diajukan dalam instrumen penelitian

dikembangkan dari variabel penelitian yang telah dipilih serta disesuaikan dengan

kondisi faktual berdasarkan hasil wawancara. Spesifikasi variabel penelitian yang

digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel III.1.

Pengujian Instrumen Penelitian

Sebelum kuisioner penelitian disebarkan, perlu dilakukan pengujian

kepada sejumlah responden. Menurut Sekaran (2006), bila dalam uji pendahuluan

ditemukan item-item pertanyaan yang tidak jelas atau tidak dimengerti oleh

responden, maka dilakukan perbaikan. Pada penelitian ini uji pendahuluan

dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data, yaitu dengan tidak

mengikutsertakan variabel-variabel yang memiliki validitas dan reliabilitas rendah

pada pengolahan data.

Keandalan

suatu

pengukuran

menunjukkan sejauh mana pengukuran

tersebut tanpa bias sehingga menjamin hasil pengukuran yang konsisten. Tinggi

rendahnya reliabilitas, secara empiris ditunjukkan oleh suatu angka yang disebut

koefisien reliabilitas. Walaupun secara teoritis nilai koefisien relibilitas berkisar

antara 0.00 - 1.00, akan tetapi kenyataannya koefisien sebesar 1 tidak pernah

(7)

dicapai dalam pengukuran. Hal ini disebabkan karena manusia sebagai subyek

pengukuran psikologis merupakan sumber kesalahan yang potensial. Dalam

penelitian ini ukuran keandalan instrumen yang digunakan adalah keandalan

konsistensi antar item, yaitu dengan menggunakan koefisien Alpha Cronbach.

Ukuran ini digunakan karena jenis skala yang digunakan dalam penelitian adalah

multipoin (7 skala) serta antar item yang dibentuk dalam operasionalisasi variabel

saling berkorelasi. Nilai Alpha Cronbach menunjukkan korelasi antar item yang

mengukur suatu konstruk yang sama (Sekaran, 2006). Berdasarkan kriteria

Guilford (1956) dalam Hani (2006), koefisien korelasi dinyatakan tinggi apabila

benilai 0.7-0.9.

Tujuan pengujian validitas adalah untuk menentukan sampai seberapa baik

suatu alat ukur yang dikembangkan mampu mengukur suatu obyek atau konsep

tertentu. Pengujian validitas konstruk dilakukan dalam penelitian ini untuk

melihat hubungan antara hasil pengukuran dengan konsep teoritiknya. Teknik

pengujian validitas konstruk dilakukan dengan melihat korelasi skor pengukuran

setiap item pertanyaan dengan skor total. Suatu variabel yang tidak berkorelasi

dengan alat ukur secara keseluruhan berarti variabel tersebut kurang mampu

menjelaskan konstruk yang sama, sehingga diperlukan pertimbangan untuk

mengikutsertakan variabel tersebut dalam pengukuran. Mengacu pada kriteria

Guilford (1956), ketiadaan korelasi ditunjukkan oleh koefisien korelasi < 0.2.

Pengumpulan Data

Kuisioner yang telah siap disebarkan dapat digunakan sebagai alat

pengumpulan data penelitian. Penentuan jumlah sampel penelitian perlu

dipertimbangkan berdasarkan jumlah variabel pertanyaan yang diajukan.

Pengolahan Data

Tahapan selanjutnya adalah melakukan pengolahan data yang telah

dikumpulkan. Karena penelitian bersifat kuantitatif, maka pengolahan data dapat

dilakukan dengan menggunakan teknik statistik. Dalam penelitian ini teknik

statistik multivariat yang digunakan adalah Analisa Faktor serta Regresi Linier

Berganda. Pemilihan teknik pengolahan data dilakukan berdasar tujuan penelitian

yang ingin dicapai.

(8)

Teknik Analisa Faktor dilakukan untuk mengetahui karakteristik pekerjaan

agen asuransi berdasarkan kelima dimensi pekerjaan yang digunakan.

Pertimbangan penggunaan analisa faktor pada penelitian ini didasarkan pada

kelebihan yang dimiliki teknik ini untuk mengungkapkan karakteristik dominan

yang dimiliki setiap faktor, menganalisis sejumlah variabel serta menggabungkan

sejumlah variabel manifes yang telah diteliti menjadi sebuah variabel laten dengan

jumlah yang lebih sedikit. Pada penelitian ini, teknik analisa faktor yang

digunakan adalah Principal Component Analysis (PCA). Menurut Hair et al.

(1998), teknik PCA direkomendasikan apabila bertujuan memaksimasi varian data

melalui sejumlah kecil faktor yang terbentuk. Sementara teknik Common Factor

Analysis (CFA) lebih disarankan apabila bertujuan mengidentifikasi struktur

hubungan antar variabel dengan mengungkapkan dimensi yang mendasari

hubungan tersebut. Penentuan jumlah faktor yang terbentuk dilakukan secara a

priori, karena telah diketahui jumlah karakteristik yang ingin dibentuk

berdasarkan Model karakteristik Pekerjaan Hackman dan Oldham. Interpretasi

faktor yang terbentuk dilakukan berdasar bobot faktor, yang menggambarkan

korelasi suatu variabel dengan suatu faktor. Hair et al. (1998) mensyaratkan nilai

korelasi ≥ 0.3 untuk menunjukkan korelasi signifikan antara variabel dengan

faktor. Idealnya suatu variabel memiliki bobot faktor yang tinggi untuk sebuah

faktor dan bobot faktor yang rendah pada faktor-faktor lain. Adanya variabel

dengan bobot faktor menengah menyulitkan interpretasi faktor sehingga perlu

dilakukan rotasi faktor. Rotasi ortogonal dipilih untuk dilakukan karena analisa

faktor bertujuan mereduksi sejumlah variabel penelitian menjadi sejumlah kecil

variabel baru yang disebut faktor.

Teknik Regresi Linier Berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh

dimensi karakteristik pekerjaan agen asuransi terhadap kualitas kehidupan kerja.

Hal ini didasarkan pada tujuan metode regresi linier berganda untuk menjelaskan

pengaruh setiap variabel bebas yang terkandung pada persamaan regresi terhadap

variabel tak bebas, seperti disebutkan dalam Supranto (2004). Hair et al. (1998)

menambahkan, teknik regresi linier berganda tepat digunakan jika hubungan

antara variabel dependen dan independen yang ingin diteliti bersifat statistik,

(9)

artinya prediksi terhadap variabel dependen bersifat tidak pasti sehingga

memungkinkan hadirnya eror. Untuk setiap nilai variabel independen tertentu,

nilai variabel dependen hanya berupa estimasi atas nilai rata-rata variabel

dependen dan bukan nilai aslinya. Output atas hubungan statistik semacam ini

hanya bersifat perkiraan, bukan prediksi sempurna. Selain itu, penggunaan teknik

regresi linier berganda didasarkan pada hubungan linier yang terbentuk antara

karakteristik pekerjaan dan kualitas kehidupan kerja, seperti diungkapkan dalam

penelitian Carayon et al. (2003). Disamping itu, sebelum teknik regresi linier

berganda dimulai, dilakukan uji asumsi untuk memastikan bahwa

variabel-variabel karakteristik pekerjaan memiliki hubungan linier dengan variabel-variabel kualitas

kehidupan kerja. Untuk menentukan variabel karakteristik pekerjaan yang

diikutkan dalam model regresi yang terbentuk, digunakan metode stepwise.

Metode ini mempertimbangkan kontribusi signifikan variabel independen untuk

diikutkan dalam model regresi yang terbentuk. Penentuan tingkat signifikansi

dilakukan berdasar kriteria signifikansi nilai t, yaitu nilai signifikansi < 0.05,

dengan tingkat kepercayaan 95%.

Analisa Pengolahan Data

Pada tahapan ini dilakukan interpretasi dan analisa terhadap hasil

pengolahan data yang diperoleh dari tahap sebelumnya. Terkait tujuan penelitian,

analisa dilakukan terhadap masing-masing dimensi karakteristik pekerjaan agen

asuransi serta hubungan dimensi karakteristik pekerjaan agen asuransi terhadap

kualitas kehidupan kerja. Selain itu dilakukan pula interpretasi mengenai

informasi demografi responden.

Kesimpulan dan Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil analisis pengolahan data dapat ditarik beberapa

kesimpulan dengan mengacu pada tujuan penelitian yang telah diidentifikasikan

pada awal penelitian. Mengacu pada kesimpulan tersebut dapat diajukan sejumlah

saran bagi pihak perusahaan serta bagi perkembangan penelitian di bidang ini.

Selain itu, keterbatasan penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam

melakukan perbaikan penelitian selanjutnya.

(10)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER KODE

KARAKTERISTIK PEKERJAAN

1. Variasi Keterampilan suatu tingkat keragaman keterampilan yang dibutuhkan pekerja untuk melaksanakan berbagai kegiatan dalam suatu pekerjaan (Hackman dan Oldham, 1980)

Davis dan Wright (2003):

Variasi tugas dalam pekerjaan memberi kesempatan pekerja untuk menerapkan beragam keterampilan yang dibutuhkan dalam bekerja sehingga menimbulkan tantangan dan pengalaman

pekerjaan yang baru dan berbeda

1. Menggunakan berbagai keterampilan dalam bekerja

Lovelock (1988):

- Keterampilan utama yang dibutuhkan tenaga pemasar adalah komunikasi dan keterampilan menjual (personal selling). - Tenaga pemasar harus

mampu menganalisa kebutuhan konsumen, memberikan informasi dan saran kepada konsumen, meyakinkan konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan

2. Melakukan aktivitas yang berbeda dalam bekerja

Lovelock (1988):

Aktivitas tenaga pemasar: menyeleksi dan menghubungi calon konsumen, mendiagnosa kebutuhan pelanggan,

menentukan produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan, meyakinkan calon pelanggan, aktivitas administrasi

1a. Pekerjaan membutuhkan keterampilan berkomunikasi 1b. Pekerjaan membutuhkan keterampilan menganalisa kebutuhan pelanggan 1c. Pekerjaan membutuhkan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain 1d. Pekerjaan membutuhkan

kemampuan pemahaman produk yang ditawarkan 1e. Pekerja dituntut untuk

dapat menempatkan diri di berbagai situasi orang lain

2a. Pekerja menghadapi konsumen yang berbeda setiap hari

2b. Masing-masing konsumen menuntut pelayanan yang berbeda

2c. Kegiatan tidak memiliki jadwal harian yang tetap

1a. Pekerjaan ini menuntut saya untuk terampil berkomunikasi

1b. Pekerjaan ini menuntut saya untuk mampu menganalisa kebutuhan pelanggan

1c. Pekerjaan ini menuntut saya untuk mampu mempengaruhi calon nasabah

1d. Sebagai agen asuransi, saya harus mampu memahami semua produk yang akan ditawarkan

1e. Pekerjaan menuntut saya untuk dapat menempatkan diri pada segala situasi pelanggan

2a. Saya menghadapi konsumen yang berbeda setiap hari

2b. Masing-masing nasabah menuntut saya untuk memberikan

pelayanan personal

2c. Saya memiliki jadwal kerja yang berbeda setiap hari

VK1 VK2 VK3 VK4 VK5 VK6 VK7 VK8

(11)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER KODE

KARAKTERISTIK PEKERJAAN

2. Identitas Tugas suatu tingkat penyelesaian pekerjaan secara menyeluruh serta tahapan pekerjaan yang terlihat jelas

(Hackman dan Oldham, 1980)

Lawrence (1965) dalam Bowin (2001), identitas tugas dicirikan oleh: - Siklus kerja terlihat

jelas

- Proses kerja terlihat - Perubahan menjadi

hasil kerja terlihat jelas - Terjadi transformasi

input menjadi output yang cukup besar

1. Siklus pekerjaan dari awal sampai akhir terlihat jelas

Nardone et al., 1997 Beberapa agen asuransi menggunakan referral sebagai input pekerjaan. Referal dapat berasal dari berbagai sumber. Nasabah yang puas dapat juga menjadi sumber informasi bagi agen asuransi

2. Terlibat dalam proses pengerjaan sejak awal hingga akhir

Yammarino dan Dubinsky (1988):

Tim pemasar produk asuransi terdiri dari:

- manager unit: - agen asuransi - Marketing assistant:

pengaturan jadwal

1a. Pekerja dapat mengenali input, proses dan output pekerjaan

1b. Pekerja merasakan perubahan besar antara input dan output pekerjaan 1c. Pekerja mengetahui saat

pekerjaan dikatakan dimulai/selesai

2a. Pekerjaan dilakukan secara individu

2b. Pekerja memiliki cakupan pekerjaan yang utuh

1a1.Saya mengetahui dengan pasti input pekerjaan ini

1a2.Saya mengetahui dengan pasti aktivitas yang harus dilakukan dalam bekerja

1a3.Saya mengetahui dengan pasti output pekerjaan saya

1b. Saya merasakan ada perubahan besar antara input dan output pekerjaan saya

1c1.Saya mengetahui dengan pasti saat saya dikatakan telah memulai suatu siklus pekerjaan

1c2.Saya mengetahui dengan pasti kapan satu siklus pekerjaan saya dikatakan selesai

2a1.Dalam memberikan layanan kepada nasabah, saya bekerja secara individu

2a2.Tidak ada seorang konsumen yang menjadi nasabah 2 orang atau lebih agen asuransi dalam perusahaan ini

2b1.Pekerjaan saya mencakup perekrutan nasabah baru hingga polis dihasilkan IT1 IT2 IT3 IT4 IT5 IT6 IT7 IT8 IT9

(12)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE

2c. Pekerjaan tidak dapat digantikan oleh rekan agen asuransi lain

2b2. Pekerjaan saya mencakup pengurusan dokumen klaim nasabah hingga uang pertanggungan diserahkan 2c. Melayani nasabah

merupakan aktivitas personal yang tidak dapat digantikan oleh rekan agen asuransi lain IT10 IT11

KARAKTERISTIK PEKERJAAN

3. Makna Tugas

suatu dampak yang ditimbulkan pekerjaan bagi kehidupan seseorang dalam organisasi atau masyarakat

(Hackman dan Oldham, 1980)

1. Pekerjaan memiliki dampak yang berarti bagi kehidupan suatu pihak Yammarino dan Dubinsky (1988): - Agen asuransi memiliki peran penting dalam menginformasikan produk kepada nasabah - Dalam hubungan agen asuransi dengan underwriter, kinerja satu pihak

mempengaruhi kinerja pihak lain

1a. Pekerjaan memberi arti bagi individu pekerja

1b. Pekerjaan memberi arti bagi konsumen

1c. Pekerjaan memberi arti bagi kelompok (rekan kerja)

1a1.Bekerja sebagai agen asuransi meningkatkan status sosial saya dalam masyarakat

1a2.Penghasilan yang saya peroleh sebagai agen asuransi membantu meringankan beban perekonomian saya 1b1.Melalui jasa agen asuransi,

nasabah dapat

merencanakan keuangan masa depan dengan baik 1b2. Agen asuransi membantu

mewujudkan keinginan nasabah

1c. Hasil pekerjaan saya merupakan input bagi pekerjaan lain dalam perusahaan ini MT1 MT2 MT3 MT4 MT5

(13)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE

KARAKTERISTIK PEKERJAAN

MAIA, 2008:

Agen Asuransi adalah front-line atau ujung tombak bagi perusahaan asuransi. Biasanya sebagian agen tersebut merupakan mitra bagi perusahaan asuransi, bukan pegawai tetap yang setiap bulan digaji oleh perusahaan. Pendapatan mereka dihitung berdasarkan angka penjualan yang diperoleh

2. Hasil pekerjaan mempengaruhi kinerja pekerjaan pihak lain

1d. Pekerjaan memberi arti bagi perusahaan

2a. Hasil pekerjaan mempengaruhi kinerja pekerjaan bagian lain

2b. Kualitas pelayanan mempengaruhi nasabah

2c. Kinerja pekerjaan

mempengaruhi perusahaan

1d1.Pekerjaan merupakan aktivitas penting bagi pencapaian tujuan perusahaan

1d2. Agen asuransi merupakan satu-satunya pekerjaan yang menghubungkan secara langsung perusahaan dengan konsumen

2a1.Jika hasil pekerjaan saya buruk, bagian lain tidak dapat bekerja dengan maksimal

2a2. Bagian yang memproses hasil kerja saya baru akan bekerja jika pekerjaan saya telah selesai

2b1.Kualitas pelayanan yang saya berikan

mempengaruhi kepuasan nasabah

2b2.Pelayanan yang saya berikan sangat membantu kesulitan nasabah 2c1. Kualitas pekerjaan yang

saya lakukan mempengaruhi citra perusahaan MT6 MT7 MT8 MT9 MT10 MT11 MT12

(14)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE

2c2. Hasil pekerjaan saya memberikan kontribusi bagi pencapaian target pendapatan perusahaan

MT13

KARAKTERISTIK PEKERJAAN

4. Otonomi suatu tingkat

keleluasaan yang dimiliki pekerja dalam menentukan jadwal serta prosedur yang digunakan dalam bekerja

(Hackman dan Oldham, 1980)

Nardone et al., 1997: - Agen asuransi

biasanya menentukan sendiri jam kerjanya serta banyak membuat perjanjian dengan nasabah pada waktu malam atau akhir pekan demi memberikan kenyamanan pada nasabah. 1. Keleluasaan pekerja dalam menjadwalkan pekerjaan 2. Keleluasaan pekerja dalam menentukan cara bekerja

1a. Pekerja memiliki kebebasan dalam mengatur jadwal kerja

1b. Pekerjaan dapat dilakukan diluar jam kerja normal 1c. Perusahaan tidak

mewajibkan absensi bagi agen asuransi

1d. Pekerjaan banyak dilakukan di luar kantor perusahaan ini 2a. Pekerja bebas menentukan

cara menjual produk

2b. Pekerja bebas menentukan cara mempertahankan nasabah yang dimiliki

2c. Pekerja bebas menentukan media komunikasi yang digunakan dalam bekerja

1a. Saya berhak mengatur jadwal kerja dengan mempertimbangkan kepentingan pribadi dan nasabah

1b. Saya berhak melakukan pekerjaan di luar jam kerja 1c. Perusahaan tidak

mengharuskan saya selalu hadir di kantor saat jam kerja

1d. Saya banyak melakukan pekerjaan di luar kantor 2a. Saya berhak menentukan

cara yang digunakan dalam menjual produk

2b. Saya berhak menentukan cara yang digunakan dalam rangka menjaga hubungan baik dengan nasabah yang saya miliki

2c. Saya berhak menentukan media komunikasi yang saya gunakan dalam bekerja OT1 OT2 OT3 OT4 OT5 OT6 OT7

(15)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE - Agen asuransi banyak

melakukan pekerjaan di luar kantor, mengunjungi nasabah atau menginvestigasi pengajuan klaim 3. Pekerjaan melibatkan inisiatif pekerja Yammarino dan Dubinsky, 1988: Agen asuransi berperan sebagai penasehat keuangan nasabah, sehingga harus mampu menganalisa kebutuhan nasabah serta

merekomendasikan cara dan produk yang mampu memenuhi kebutuhan nasabah

3a. Gagasan dalam menentukan cakupan wilayah kerja

3b. Gagasan dalam penggunaan referal (sumber informasi)

3c. Gagasan dalam memberikan saran kepada nasabah

3d. Gagasan dalam menentukan target penjualan pribadi

3a. Perusahaan tidak menentukan cakupan geografis wilayah pekerjaan saya

3b. Saya berhak memutuskan referal (sumber informasi) mana yang akan saya gunakan untuk mendeteksi calon nasabah

3c. Saat bekerja, saya juga memberikan saran kepada nasabah mengenai produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan mereka 3d. Selain target dari

perusahaan, saya menetapkan target penjualan pribadi yang harus dicapai setiap bulan

OT8 OT9 OT10 OT11

KARAKTERISTIK PEKERJAAN

5. Umpan Balik Pekerjaan

Informasi langsung dan jelas dari pihak lain mengenai efektivitas pekerjaan yang dilakukan

(Hackman dan Oldham, 1980)

1. Terdapat jalur komunikasi pekerja dengan pihak lain

Bowin (2001): Pihak pengguna hasil kerja dapat memberikan umpan balik bila terdapat jalur

1a. Pekerja mudah

berkomunikasi dengan rekan kerja

1b. Pekerja mudah

berkomunikasi dengan pimpinan

1a. Saya sulit

mengkomunikasikan pekerjaan dengan bagian lain yang akan memproses hasil pekerjaan saya 1b. Saya dengan mudah dapat

berkomunikasi dengan pimpinan mengenai kesulitan pekerjaan yang

UB1

(16)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE

KARAKTERISTIK PEKERJAAN

Huws, 1984 dalam Taylor dan Kavanaugh, 2005 menyatakan bahwa praktek teleworking berdampak pada

penurunan tingkat umpan balik yang didapat pekerja dari pimpinan, rekan kerja dan konsumen

2. Pekerjaan memberikan informasi mengenai kinerja yang dicapai

Rose et al., (2006): Evaluasi kinerja karyawan dapat dilakukan oleh: atasan langsung, bawahan, rekan kerja, diri pribadi, pihak lain yang berada di luar lingkup pekerjaan, tim penilai yang terdiri dari para pimpinan 3. Terdapat aktivitas evaluasi kinerja pekerjaan agen asuransi 1c. Pekerja mudah berkomunikasi dengan nasabah

2a. Rekan kerja memberikan informasi kualitas pekerjaan

2b. Nasabah memberikan informasi mengenai kualitas layanan

2c. Kesempatan memperbaiki pekerjaan yang kurang baik

3a. Kinerja pekerjaan dievaluasi periodik oleh pihak lain

3b. Pekerja mengetahui ukuran kinerja pekerjaan yang digunakan

3c. Perusahaan memiliki catatan kinerja pekerja

1c. Saya melakukan

komunikasi rutin dengan nasabah

2a1.Bagian yang memproses hasil pekerjaan saya, memberikan informasi yang jelas mengenai kualitas pekerjaan saya

2a2.Saya mendapatkan

informasi kinerja pekerjaan saya dengan cepat dari pihak lain

2b. Nasabah dapat

menyampaikan kritik secara langsung bila layanan yang saya berikan kurang memuaskan

2c. Bila hasil pekerjaan kurang baik maka pekerjaan akan dikembalikan kepada saya untuk diperbaiki

3a. Kinerja pekerjaan saya dievaluasi secara periodik oleh atasan

3b. Saya mengetahui dengan pasti ukuran kinerja pekerjaan yang digunakan 3c. Perusahaan memiliki

catatan kinerja pekerja

UB3 UB4 UB5 UB6 UB7 UB8 UB9 UB10

(17)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE

KUALITAS KEHIDUPAN KERJA

1. Kepuasan kerja

Kondisi perasaan positif pekerja yang disebabkan oleh terpenuhinya harapan situasi dan nilai dari pekerjaan

(Locke, 1976 dalam Greenberg, 2002)

Aspek kepuasan kerja menurut Job Descriptive Index serta Job

Diagnostic Survey adalah: keamanan pekerjaan, kompensasi, kesempatan

berkembang, pimpinan serta rekan kerja (Hackman& Oldham, 1980; Greenberg, 2002) 1. Keamanan pekerjaan (job security) Nardone et al., 1997: Keamanan pekerjaan adalah perasaan aman pekerja terhadap kondisi masa depan

pekerjaannya.

Kehadiran perasaan ini mengurangi

kekhawatiran pekerja terhadap kondisi ekonomi masa depan

2. Kompensasi

Nardone et al., 1997: Mayoritas agen asuransi memperoleh

kompensasi berupa komisi. Besar komisi bergantung pada jenis, status dan jumlah produk asuransi mampu terjual.

1a. Perusahaan menerapkan pola kontrak kerja

1b. Perusahaan menerapkan kebijakan memberhentikan agen asuransi non produktif

1c. Kebutuhan pekerjaan di masa depan

1d. Pekerjaan memberikan jaminan kehidupan di masa mendatang

2a. Tidak ada diskriminasi dalam pemberian imbalan kepada pekerja

2b. Daya saing imbalan, bila dibandingkan dengan sistem imbalan perusahaan lain

1a. Perusahaan menerapkan sistem kerja kontrak kepada agen asuransi selama periode waktu tertentu 1b. Perusahaan memberhentikan

agen asuransi yang selama beberapa periode tidak berproduksi

1c. Saya merasa pekerjaan agen asuransi akan tetap

dibutuhkan oleh masyarakat di masa depan

1d. Dengan pekerjaan ini saya akan dapat memenuhi kebutuhan hidup saya dan keluarga di masa depan 2a. Saya merasakan tidak ada

pembedaan dalam pemberian kompensasi kepada seluruh agen asuransi di perusahaan ini 2b. Bila dibandingkan dengan perusahaan asuransi lain, komisi yang didapatkan agen asuransi dalam perusahaan ini sangat bersaing KKA1 KKA2 KKA3 KKA4 KKB1 KKB2

(18)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE

KUALITAS KEHIDUPAN KERJA

3. Karir

Rose et al., 2006: Karir adalah urutan pengalaman kerja dan aktivitas selama kehidupan kerja seseorang

2c. Besar imbalan sesuai dengan usaha yang telah dilakukan pekerja

2d. Kejelasan perhitungan komisi

2e. Perusahaan memberikan imbalan lain, diluar komisi

2f. Kerja fleksibel sebagai keuntungan yang ditawarkan perusahaan

3a. Perusahaan memiliki kebijakan karir yang jelas bagi pekerja

3b. Jalur karir yang cepat

3c. Ketertarikan pekerja

terhadap peluang karir yang ditawarkan

2c. Saya merasakan jumlah komisi yang saya terima sesuai dengan besar usaha yang sudah saya lakukan dalam bekerja

2d. Saya mengetahui dengan pasti metode perhitungan komisi yang akan saya dapatkan

2e. Selain komisi, saya juga mendapatkan kompensasi materi lain dari perusahaan 2f. Saya merasakan bahwa pola

kerja fleksibel yang saya jalani merupakan salah satu bentuk keuntungan yang diberikan perusahaan kepada agen asuransi 3a. Perusahaan menawarkan

peluang karir kepada semua agen asuransi

3b. Dibandingkan dengan perusahaan asuransi lain, jalur karir yang diterapkan pada perusahaan ini tergolong cepat 3c. Saya tertarik terhadap

peluang karir bagi agen asuransi yang ditawarkan

KKB3 KKB4 KKB5 KKB6 KKC1 KKC2 KKC3

(19)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE

KUALITAS KEHIDUPAN KERJA

Rose et al., 2006: QWL mencakup pengembangan karir pekerja dalam organisasi, termasuk harapan dan jalur karir yang ditawarkan

4. Pimpinan

Yammarino dan Dubinski (1988): Faktor yang akan berdampak pada perilaku agen asuransi adalah perhatian yang pimpinan (manager, supervisor) dalam bentuk klarifikasi peran agen, dukungan dan motivasi serta umpan balik menyangkut kinerja

3d. Adanya program pengembangan keterampilan pekerja

3e. Relevansi training dengan pekerjaan agen asuransi

4a. Pekerja merasakan

hubungan dengan pimpinan sangat harmonis

4b. Pimpinan selalu

memperlakukan seluruh agen asuransi dengan adil

4c. Pimpinan memberikan informasi mengenai kebijakan perusahaan

4d. Pimpinan mengevaluasi hasil kerja agen asuransi

4e. Pimpinan mendampingi agen asuransi saat bekerja

3d. Perusahaan menyediakan program pengembangan keterampilan bagi seluruh agen asuransi

3e. Saya merasa materi training yang diberikan relevan dengan pekerjaan saya 4a. Saya merasa hubungan

dengan pimpinan didasari atas rasa saling percaya, jujur, adil dan saling menghormati

4b. Saya merasakan tidak ada perbedaan perlakuan yang diberikan pimpinan kepada seluruh agen asuransi 4c. Pimpinan memberikan

informasi mengenai kebijakan baru perusahaan kepada seluruh agen asuransi

4d. Pimpinan mengevaluasi hasil kerja agen asuransi dari waktu ke waktu 4e. Bila diperlukan, pimpinan

bersedia mendampingi agen asuransi saat mengunjungi nasabah KKC4 KKC5 KKD1 KKD2 KKD3 KKD4 KKD5

(20)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE

5. Rekan kerja

Taylor dan Kavanaugh, 2005:

Praktek telecommuting berdampak negatif pada komunikasi dan

interaksi pekerja dengan rekan kerja dan

pimpinan. Untuk mengatasi hal tersebut, alat komunikasi elektronik banyak digunakan

5a. Pekerja merasakan

hubungan antar rekan kerja dalam perusahaan harmonis

5b. Keakraban antar pekerja membuat pekerja enggan meninggalkan perusahaan

5c. Pekerja melakukan aktivitas diluar konteks pekerjaan bersama rekan pekerja

5a. Saya merasa hubungan antar rekan kerja di perusahaan ini didasari rasa saling percaya, jujur, adil dan saling menghormati

5b. Keakraban antar pekerja membuat saya enggan jika harus meninggalkan perusahaan ini

5c. Di saat santai, saya dan rekan-rekan pekerja di kantor ini melakukan aktivitas diluar konteks pekerjaan

KKE1

KKE2

KKE3

KUALITAS KEHIDUPAN KERJA

2. Keterlibatan Pekerja Aktivitas yang memberikan kesempatan pekerja untuk memberikan kontribusi terhadap upaya perbaikan yang dilakukan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan (Vera, 2001; Heathfield, 2008) 1. Wewenang pekerja dalam pengambilan keputusan Vera, 2001: Pemberian wewenang kepada pekerja diwujudkan dalam bentuk partisipasi pekerja dalam pembuatan keputusan yang berdampak pada pekerjaan dan organisasi

1a. Pekerja dilibatkan dalam pengambilan keputusan target penjualan

1b. Perusahaan memperhatikan ide/saran pekerja dalam membuat keputusan

1c. Dalam pelaksanaan

keputusan perusahaan, tiap agen asuransi memiliki hak yang sama besar untuk berpartisipasi

1a. Perusahaan melibatkan agen asuransi dalam menentukan target penjualan yang harus dicapai

1b. Saya merasa bahwa dalam membuat keputusan yang berhubungan dengan kehidupan pekerjaan, perusahaan memperhatikan ide dan saran agen asuransi 1c. Dalam pelaksanaan

keputusan perusahaan, tiap agen asuransi memiliki hak yang sama asalkan mampu memenuhi persyaratan

KPA1

KPA2

(21)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE

KUALITAS KEHIDUPAN KERJA

Keterlibatan pekerja dicirikan oleh

(Lawler, Mohrman dan Ledford, 1995 dalam Vera, 2001):

- pembagian kekuasaan - Pembagian informasi - Penghargaan

- Pengembangan diri 2. Keterbukaan informasi bagi

pekerja

Vera, 2001:

Informasi yang harus dimiliki pekerja

menyangkut: tujuan dan target perusahaan dan unit kerja serta umpan balik atas pekerjaan yang telah dilakukan

3. Penghargaan bagi pekerja

Vera, 2001: Bentuk keterlibatan pekerja dicirikan oleh sistem imbalan berdasar kinerja dalam bentuk kompensasi, promosi serta pengakuan dalam lingkup individu, unit

1d. Pekerja membuat keputusan yang menyangkut pekerjaan

2a. Sosialisasi kebijakan perusahaan kepada pekerja

2b. Pekerja memperoleh informasi yang jelas mengenai target penjualan terkini

2c. Pekerja memperoleh informasi yang jelas mengenai kinerja pekerjaan yang telah dilakukan 3a. Pekerja merasakan imbalan

sesuai dengan kinerja pekerjaan yang dihasilkan 3b. Pekerja merasakan promosi

yang ditawarkan sesuai dengan kinerja pekerjaan yang dihasilkan

3c. Prestasi pekerja menentukan pencapaian tujuan

perusahaan

1d1.Dalam bekerja, saya membuat keputusan mengenai cara kerja yang akan digunakan

1d2.Dalam bekerja, saya menentukan target nasabah yang akan saya tuju

2a. Kebijakan dari kantor pusat disosialisasikan kepada agen asuransi dengan cepat 2b. Saya mendapatkan informasi

yang jelas mengenai target penjualan perusahaan saat ini

2c. Saya mendapatkan informasi yang jelas mengenai kinerja pekerjaan saya saat ini

3a. Semakin baik kinerja saya, semakin besar jumlah komisi yang saya terima 3b. Semakin baik kinerja saya

dalam bekerja, semakin cepat promosi jabatan ditawarkan kepada saya 3c. Prestasi yang saya tunjukkan

dalam bekerja menentukan pencapaian tujuan KPA4 KPA5 KPB1 KPB2 KPB3 KPC1 KPC2 KPC3

(22)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER

KODE

4. Pengembangan diri

pekerja

Vera, 2001:

Pekerja dilibatkan dalam kegiatan pengembangan keterampilan secara formal (training) dan informal

(mentoring,pembinaan dari supervisor)

4a. Training diikuti oleh seluruh agen asuransi

4b. Pimpinan memotivasi pekerja untuk meningkatkan kinerja pekerjaan

4c. Pimpinan memberikan saran bagi perbaikan kinerja pekerja

4a. Kegiatan training yang ditawarkan perusahaan berhak diikuti oleh seluruh agen asuransi

4b. Pimpinan memberi

dorongan semangat kepada agen asuransi dalam bekerja 4c. Pimpinan memberikan saran untuk memperbaiki kinerja saya dalam bekerja

KPD1

KPD2

KPD3

KUALITAS KEHIDUPAN KERJA

3. Keseimbangan kehidupan kerja

Kondisi yang disetujui pekerja mengenai keseimbangan antara aktivitas bekerja dan non bekerja (Shamir dan Salomon, 1985; Marks dan Grzywacz, 2000)

1. Keseimbangan waktu kerja dan personal

Taylor dan Kavanaugh, 2005 Fleksibilitas dalam bekerja memampukan pekerja menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan keluarga melalui integrasi dan pemisahan kegiatan pekerjaan dan keluarga

2. Tekanan mental menyangkut pekerjaan

1a. Pekerja merasa jam kerja yang lebih panjang dibanding pekerja lain

1b. Pekerja merasakan keseimbangan waktu pekerjaan dan pribadi 1c. Pekerjaan memungkinkan

pekerja mengintergrasikan pekerjaan dan keluarga 1d. Pekerja memisahkan waktu

bekerja dan pribadi

1e. Pekerjaan juga dilakukan diluar jam kerja normal

2a. Dampak pekerjaan terhadap tingkat stres pekerja

1a. Saya merasa jam kerja saya jauh lebih panjang

dibandingkan pekerja pada umumnya

1b. Waktu untuk kehidupan pribadi dan pekerjaan saya memiliki porsi seimbang 1c. Pekerjaan memungkinkan

saya bekerja saat sedang berlibur bersama keluarga 1d. Saya memisahkan waktu

bekerja dengan waktu personal (atau keluarga) 1e. Pekerjaan menuntut saya

untuk bekerja pula diluar jam kerja normal 2a. Bekerja sebagai agen

asuransi menambah tingkat stres dalam diri saya

KHA1 KHA2 KHA3 KHA4 KHA5 KHB1

(23)

Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)

KONSTRUK DEFINISI KOMPONEN VARIABEL MANIFES ITEM PERNYATAAN

KUISIONER KODE Vera, 2001: Karakteristik pekerjaan yang dapat menimbulkan tekanan pada pekerja yaitu ketidakseimbangan imbalan, beban kerja berat serta rendahnya pengawasan pimpinan

2b. Pencapaian target yang ditetapkan perusahaan tidak membuat pekerja tertekan

2c. Pekerja merasakan tidak pernah terjadi konflik antar pekerja di perusahaan

2d. Pekerja merasakan beban kerja harian yang berbeda 2e. Pimpinan tidak peduli

terhadap pekerjaan pekerja

2f. Pekerja merasa mendapat perlakuan yang sama

2b. Saya merasa tertekan dengan adanya target penjualan yang ditetapkan perusahaan

2c. Saya merasakan tidak pernah ada konflik yang berarti antar pekerja dalam perusahaan ini

2d. Saya merasa beban kerja yang tidak sama setiap hari 2e. Saya merasa pimpinan tidak

peduli terhadap pekerjaan agen asuransi

2f. Seluruh pekerja dalam perusahaan ini mendapatkan perlakuan yang sama

KHB2

KHB3

KHB4

KHB5

Gambar

Gambar III.1 Tahapan penelitian  Perumusan Masalah
Gambar III.2 Model konseptual penelitian
Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian
Tabel III.1 Spesifikasi variabel penelitian (Lanjutan)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Aspek Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Kesesuaian pantun yang dibuat dengan ciri-ciri pantun Memenuhi 4 ciri-ciri pantun Memenuhi 3

Berdasarkan analisis SWOT telah diketahui posisi pengembangan perikanan budidaya ikan nila di kolam air tenang di Kecamatan Sinjai borong terletak pada Kuadran III yang

- diambil 1 gr serbuk tanaman anting-anting - dilarutkan dalam 10 ml pelarut etanol - dimasukkan ke dalam botol kaca - dilakukan ekstraksi ultrasonik dengan variasi lama ekstraksi

Minyak kelapa yang digunakan untuk menggoreng dapat mengalami reaksi oksidasi yang disebabkan oleh suhu tinggi (±175-180ºC) mengakibatkan kerusakan dengan menghasilkan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi KLB DBD dan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, rencana tanggap

Sesuai dengan peraturan Bupati Batu Bara Nomor 2 Tahun 2007 tentang pembentukan struktur organisasi perangkat daerah Kabupaten Batu Bara terbentuklah Dinas Pendapatan,

Hal tersebut terjadi karena lokasi pegerakan yang diteliti oleh Kridijantoro berbeda dengan penelitian yang sekarang, kemudian pada saat itu salah satu pohon pakan

Hasil uji t pada penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh (Mirawati , 2013 ) menunjukkan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap