• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG PENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG PENDIDIKAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG PENDIDIKAN

Siti Chodidjah, Deasy Indayanti

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma, Program Studi Sistem Informasi Universitas Gunadarma

Jl. Margonda Raya No. 100, Depok 16424, Jawa Barat

Abstrak

Teknologi informasi mempunyai peranan yang penting di dalam bidang pendidikan. Teknologi memberikan kemudahan kepada pendidik serta peserta didik dalam melakukan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan berbagai macam model pembelajaran seperti ICT (Information and Communication Technologies), Computer Assisted Instruction (CAI), Computer Based Test atau Tes Berbasis Komputer. Dengan menggabungkan media pembelajaran berbasis multimedia semakin memudahkan pendidik untuk memberikan materi yang memudahkan perserta didik dalam memahami pelajaran yang diberikan.

Kata kunci : Teknologi Informasi, Pendidikan

PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi informasi dan komputer membuat aktivitas menjadi serba cepat serta kehidupan dunia seperti tanpa batas melalui komputer jaringan (internet) yang tersebar di seluruh penjuru dunia (Abdul Kadir, 2003; 371) . Berbagai jenis informasi dapat diakses dengan cepat, akurat dan murah. Gelombang perubahan yang cepat ini memaksa sektor pendidikan untuk memikirkan kembali berbagai hal yang selama ini dipahami tentang pembelajaran, kurikulum, sarana prasarana maupun sumber daya manusia (SDM). Revolusi teknologi harus diimbangi dengan inovasi pendidikan dan pembenelajaran. Dengan masuknya teknologi informasi khususnya komputer telah banyak merubah tatanan dan peran pendidikan.

Teknologi memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur, operasi, dan manajemen sistem pendidikan dan pembelajaran. Pemanfaatan teknologi komputer dapat dirasakan dalam proses pembelajaran seperti persentasi mengajar, akses informasi (e-learning) atau pengembangan pembelajaran berbasis

(2)

komputer. Secara garis besar peranan teknologi komputer seperti, 1) Menggantikan peran manusia, dalam hal ini teknologi komputer melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses. 2) Teknologi komputer memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan infomasi terhadap suatu tugas atau proses. 3) Teknologi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.

Dampak pandemi pada awal tahun 2020 membuat hampir semua bidang kehidupan manusia terkait dengan teknologi. Pendidikan merupakan salah satu bidang yang mengharuskan semua siswa berkaitan dengan teknologi. Pemerintah yang mengharuskan kegiatan belajar dari rumah membuat pendidik dan siswa berinteraksi melalui teknologi informasi.

Teknologi memberikan kemudahan kepada pendidik serta peserta didik dalam melakukan pembelajaran jarak jauh. Berbagai macam platform disediakan dengan maksud mempermudah pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, diantaranya mempermudah pendidik dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik secara daring, dengan memanfaatkan berbagai platform seperti aplikasi zoom, gmeet sebagai media dalam melakukan forum diskusi online, melakukaan submit ujian melalui google form, serta pengadaan kuis melalui website ataupun aplikasi. Teknologi juga membantu peserta didik dalam memperoleh materi-materi pelajaran yang kemungkinan tidak di peroleh selama pembelajaran jarak jauh berlangsung dengan mengakses berbagai macam website. Teknologi juga berperan dalam meningkatkan kreativitas pendidik maupun peserta didik.

TINJAUAN PUSTAKA

1. Pengertian Teknologi

Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, techne yang berarti ‘keahlian’ dan logia yang berarti ‘pengetahuan’. Dalam pengertian yang sempit, teknologi mengacu pada obyek benda yang digunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras9 . Dalam pengertian yang lebih luas, teknologi dapat meliputi: pengertian sistem, organisasi, juga teknik. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, pengertian teknologi menjadi semakin meluas, sehingga saat ini teknologi merupakan sebuah konsep yang berkaitan dengan jenis

(3)

penggunaan dan pengetahuan tentang alat dan keahlian, dan bagaimana ia dapat memberi pengaruh pada kemampuan manusia untuk mengendalikan dan mengubah sesuatu yang ada di sekitarnya. Jadi teknologi adalah semacam perpanjangan tangan manusia untuk dapat memanfaatkan alam dan sesuatu yang ada di sekelilingnya secara lebih maksimal. Dengan demikian, secara sederhana teknologi bertujuan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan manusia.

2. Informasi

Data yang telah diklasifikasi atau diolah atau diinterprestasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan adalah informasi. Sistem pengolahan mengolah data menjadi informasi atau tepatnya mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya. Nilai informasi berhubungan dengan keputusan. Nilai informasi dilukiskan paling berarti dalam konteks sebuah keputusan. Bila tidak ada keputusan, maka informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan berulang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang.

Fungsi utama informasi adalah menambah pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi. Informasi yang disampaikan kepada pemakai mungkin merupakan hasil data yang dimasukkan ke dalam dan pengolahan suatu model keputusan. Akan tetapi, dalam pengambilan keputusan yang kompleks, informasi hanya dapat menambah kemungkinan keputusan atau mengurangi bermacam-macam pilihan. Informasi yang disediakan bagi pengambil keputusan memberikan suatu kemungkinan faktor resiko pada tingkat-tingkat pendapatan yang berbeda.

Informasi yang dapat ditangani atau dihasilkan dalam fungsi organisasi yang dapat ditentukan banyaknya sangat penting karena sistem informasi memberikan informasi formal mengenai keadaan yang memberikan tingkat kemungkinan meramalkan yang lebih besar kepada pemakai baik mengenai kejadian maupun mengenai hasil kegiatan (termasuk kegiatan pemakai sendiri) organisasi.

Hal-hal yang dapat ditentukan oleh nilai informasi adalah : manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaat lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Akan tetapi, perlu dipertimbangkan bahwa informasi yang digunakan untuk beberapa kegunaan sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu

(4)

masalah tertentu dengan biaya untuk memperolehnya karena sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya oleh Sebagian besar informasi tidak dapat persis ditafsir keuntungannya dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditafsir nilai efektivitasnya. Nilai informasi ini didasarkan atasm10 (sepuluh) sifat yaitu:

a. Mudah diperoleh

Sifat ini menunjukkan mudahnya dan cepatnya informasi dapat diperoleh. Kecepatan memperoleh dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi, berapa nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.

b. Luas dan lengkap

Sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kab Sifat ini menunjuk kabur dan karena itu sulit mengukurnya.

c. Ketelitian

Sifat ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi. Dalam hubungannya dengan volume data yang besar biasanya dua jenis kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.

d. Kecocokan

Sifat ini menunjukkan betapa baik keluaran informasi dalam hubungannya dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi. Semua keluaran lainnya tida berguna, tetapi mahal mempersiapkannya. Sifat ini sulit mengukurnya.

e. Ketepatan Waktu

Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui yang lebih pendek dari pada siklus untuk mendapatkan informasi. Masukan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada para pemakai biasanya tepat waktu. Dalam beberapa hal, ketepatan waktu dapat diukur.

f. Kejelasan

Sifat ini menunjukkan tingkat keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas. Membetulkan laporan dapat memakan biaya yang besar

g. Keluwesan

Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya dengan lebih dari satu keputusanm tetapi juga dengan lebih dari seorang

(5)

pengambil keputusan. Sifat ini sulit diukur, tetapi dalam banyak hal dapat diberikan nilai yang dapat diukur.

h. Dapat dibuktikan

Sifat ini menunjukkan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.

i. Tidak ada prasangka

Sifat inii berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.

j. Dapat diukur

Sifat ini menunjukkan hakikat hakekat informasi dihasilkan dari sistem informasi formal.

Nilai informasi yang sempurna adalah pengambil keptusan diijinkan untuk memilih keputusan optimal dalam setiap hal dan bukan keputusan yang rata-rata akan menjadi optimal dan untuk menghindari kejadian-kejadian yang akan mengakibatkan suatu kerugian. Akan tetapi informasi sempurna, mungkin tidak ada. Dalam hal -hal demikian, perkiraan-perkiraan hasil sebelumnya mungkin dipengaruhi oleh informasi tambahan, meskipun informasi tersebut tidak memberikan kepastian, informasi yang tidak sempurna sesuangguhnya merupakan informasi dari uji petik (sampling). Informasi ini tidak sempurna karena lebih banyak memberi perkiraan dari pada memberi suatu angka yang pasti.

Kualitas suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal yaitu, informasi harus akurat, tepat waktu dan relevan.

a. Akurat

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga bebarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.

(6)

Informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan

c. Relevan

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk orang satu dengan orang yang lain berbeda, misalnya informasi sebab musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan, bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan atu pihak di dalam perusahaan.

3. Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak

4. Pengertian Teknologi Pendidikan

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

Dalam arti sempit teknologi pendidikan adalah media pendidikan, yakni teknologi yang digunakan sebagai alat bantu dalam pendidikan supaya lebih efektif, efisien dan berhasil guna.

PEMBAHASAN

I. Macam-macam model pembelajaran berbasis teknologi , yaitu :

Perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan mencakup beberapa model pembelajaran, yaitu :

(7)

ICT adalah sistem pembelajaran berbasis multimedia (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara, dan video) mampu membuat penyajian suatu topik bahasan menjadi menarik, tidak monoton dan mudah untuk dicerna. Peran yang sangat penting dan strategis ini sebagai pusat belajar, pusat budaya, dan pusat peradaban menuntut lembaga-lembaga pendidikan untuk dapat mengembangkan aktivitas pembelajaran yang jelas dan daya jangkau yang luas. Namun tetap diingat bahwa ICT hanyalah sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Menurut UNESCO (2011), ada lima manfaat yang dapat diraih melalui penerapan ICT dalam sistem pendidikan, yaitu: 1) mempermudah dan memperluas akses terhadap pendidikan, 2) meningkatkan kesetaraan pendidikan, 3) meningkatkan mutu pembelajaran, 4) meningkatkan profesionalisme guru dan 5) meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, tata kelola, dan administrasi pendidikan. Mengetahui dan manyadari besarnya manfaat ICT bagi dunia pendidikan, para ahli UNESCO menganjurkan agar semua negara; khususnya negara berkembang; meningkatkan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk mengelaborasi ICT dalam berbagai kebijakan, strategi, dan aktivitas pendidikan. Sekarang ini sebagian besar negara menekankan pembelajaran dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai inti dari sistem pendidikan mereka (Hasemy et al., 2012). Di Indonesia, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2020-2024 ditegaskan pada Perioritas Kemendikbud yang keempat adalah pengembangan teknologi. Fokus dari teknologi ini menurut Menteri adalah untuk membantu semua manusia dalam sestem untuk melaksanakan tugasnya dengan cara yang lebih baik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk dapat memberikan pelayanan prima, salah satu yang perlu dilakukan adalah pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang dilakukan melalui pendayagunaan ICT di bidang pendidikan yang mencakup peran ICT sebagai substansi pendidikan, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi pendidikan, alat bantu manajemen satuan pendidikan, dan infrastruktur pendidikan. Berkaitan dengan hal di atas, fenomena pemanfaatan ICT dalam pembelajaran di lembaga pendidikan semakin bergaung, bahkan dalam kurikulum 2013 ICT memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Pada kurikulum 2013 dijelaskan bahwa pembelajaran menerapkan prinsip siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan dimana saja adalah kelas. Oleh karena itu, pemanfaatan ICT diperlukan dalam rangka efektivitas dan efisiensi pembelajaran. 2020.

(8)

ALIGNMENT:Journal of Administration and Educational Management 3(1):1-10 3 ICT dalam pembelajaran dapat menjadi dua peran, yaitu : (1) sebagai media presentasi pembelajaran, misalnya berbentuk slide power point dan animasi dengan program flash; (2) sebagai media pembelajaran mandiri atau e-learning, misal peserta didik diberi tugas untuk membaca atau mencari sumber dari internet, mengirimkan jawaban tugas, bahkan mencoba dan melakukan materi pembelajaran. Melalui e-learning, belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Hal ini mendorong peserta didik untuk melakukan analisis dan sintesis pengetahuan, menggali, mengolah dan memanfaatkan informasi, menghasilkan tulisan, informasi, dan pengetahuan sendiri. Agar peserta didik terbantu mengembangkan dan menyusun pengetahuan sendiri, tanpa langsung bimbingan guru, maka situasi belajar yang disediakan baginya haruslah konstruktivistik (Prawiradilaga, 2014). Peranan media digital dapat dimaksimalkan pemberdayaannya melalui desain pembelajaran, teori belajar, dan desain pesan sehingga dapat menghasilkan pengalaman belajar yang baik bagi peserta didik. Namun pada kenyataannya, penerapan ICT dalam bidang pendidikan di Indonesia masih dalam tahap awal serta masih belum termanfaatkan secara maksimal dan merata. Kendala tersebut disebabkan antara lain oleh belum meratanya infrastruktur yang mendukung penerapan ICT di bidang pendidikan dan ketidaksiapan sumber daya manusia untuk memanfaatkan ICT dalam proses pembelajaran dengan kondisi pandemic covid 19 ini mau tidak mau pendidik ataupun guru harus merubah cara dan system pembelajaran yang biasanya tatap muka beralih ke sistem daring.

B. Computer Assisted Instruction (CAI)

CAI yaitu penggunaan komputer secara langsung untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajaran, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.

(9)

1. Memungkinkan penyampaian materi ajar secara lebih menarik dan memungkinkan penyampaian materi ajar dengan memanfaatkan teknologi video, audio, maupun multi media.

2. Memudahkan dan mempersingkat waktu dalam mengajar

3. Menghemat biaya dalam pengeluaran kertas dan lain sebagainya, karena media

yang ada dapat ditunjukkan menggunakan satu dalam satu waktu.

4. Memberikan pengetahuan yang lebih baik dan lebih mudah diingat pada murid.

Kekurangan Media CAI (Computer Assisted Instruction)

1. Membutuhkan waktu yang lebih dalam mempersiapkan segala halnya, seperti

bahan ajar, bahan media yang digunakan, dan bagaimana cara penyajiannya dengan menggunakan komputer.

2. Memerlukan keterampilan dan kreativitas yang tinggi oleh guru dalam

menggunakan komputer tersebut, karena tidak mudah dan sulitnya dalam menjalankan program komputer apalagi guru yang dianggap kurang memahami komputer (gaptek).

3. Pada satu waktu dapat memberikan murid dengan tingkat fokus yang berbeda

sehingga akan sulit dalam menyimak informasi.

C. Computer Based Test (CBT)

Computer Based Test atau Tes Berbasis Komputer adalah tes dengan sistem pelaksanaan menggunakan komputer sebagai media untuk melakukan tes. Penyajian dan pemilihan soal CBT dilakukan secara terkomputerisasi sehingga setiap peserta yang mengerjakan tes mendapatkan paket soal yang berbeda-beda.

Kelebihan Computer Based Test

1. Dapat meminimalisir kecurangan (integritas tinggi) karena soal diacak dan jumlah

paket soal yang banyak

2. Memudahkan peserta ujian. Pada paper base test, peserta diharuskan untuk mengisi

biodata terlebih dahulu. Hal ini cukup memakan waktu. Di ujian nasional berbasis komputer, siswa bisa langsung mengerjakan soal ujiannya dengan memasukan username dan password dan biodata sudah otomatis terisi.

(10)

4. Mengurangi pemakaian kertas. Dengan menggunakan media komputer, otomatis penggunaan kertas sangat berkurang. Hal itu berarti kita dapat mengurangi limbah kertas.

Kekurangan CBT

1. Memerlukan biaya yang besar untuk pertama kali UNBK.

Karena banyak fasilitas yang harus dipersiapkan dan memerlukan biaya yang cukup besar. Contohnya untuk pengadaan server beserta perangkatnya (UPS).

2. Kurangnya komputer client.

Jumlah komputer yang tersedia di sekolah sangat minim sehingga diperlukan biaya untuk penyewaan komputer client.

3. Kondisi cuaca.

Kondisi cuaca yang kurang bersahabat, seperti hujan dan petir menyebabkan gangguan pada koneksi internet. Pemadaman listrik yang tidak terduga menyebabkan tidak bisa terlaksananya UNBK.

II. Media Pembelajaran

Jenis media pembelajaran ini dapat dibagi menjadi 3, yaitu : 1. Media Audio

Jenis media pembelajaran audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indera pendengaran. Contoh media seperti radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dan lain-lain.

2. Media Visual

Jenis media pembelajaran visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Jenis media pembelajaran visual menampilan materialnya dengan menggunakan alat proyeksi atau proyektor. Jenis media pembelajaran visual dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Media visual diam, contoh : foto, ilustrasi, flashcard, gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rngkai, OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain-lain.

b. Media visual gerak, contoh : gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya.

(11)

3. Media Audio Visual

Jenis media pembelajaran audio visual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu :

a. Media audio visual diam, contoh : TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara.

b. Media audio visual gerak, contoh : film TV, TV, film bersuara, gambar bersuara, dan lain-lain.

PENUTUP

Teknologi merupakan bentuk nyata dari perkembangan zaman di era globalisasi ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pemanfaatan teknologi di beberapa bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Adanya pembelajaran berbasis komputer seperti Computer Based Instruction (CBI), Computer Assisted Instruction (CAI), Computer Based Test (CBT), dan lainnya sangat membantu para pendidik dan anak didik di Indonesia dalam proses belajar mengajar.

Pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan diantaranya sebagai fasilitator dalam pembelajaran, pendukung sistem pembelajaran, penunjang materi pembelajaran dalam pendidikan sehingga dapat mencapat tujuan yang diinginkan, penentuan penilaian peserta didik yang dapat dilakukan secara cepat, tepat dan akurat.

DAFTAR PUSTAKA

1. Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi, Yogyakarta, Andi Offset, 2003

2. Rusman dkk, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi . Jakarta, Grfindo persada, 2012

3. Adisel , Ahmad Gawdy Prananosa, Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Sistem Manajemen Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid 19, Journal of Administration and Educational Management Volume 3, Nomor 1, Juni 2020

4. Deni Hardianto, Pemanfaatan Software Komputer Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi (Eq) Anak

(12)

5. Unik Hanifah Salsabila, Lailli Irna Sari, Khusna Haibati Lathif, Ayu Puji Lestari, Asyharinur Ayuning, Peran Teknologi Dalam Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19, Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, Vol. 17 No. 2. Juli-Desember 2020

Referensi

Dokumen terkait

“ PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNN TERHADAP KUALITAS LAPORAN

  Keywords:  Sosialisasi, ICT dalam bidang pendidikan  Salah satu program

 Peran ICT dalam bidang kesehatan adalah sebagai pusat informasi kesehatan, sebagai peyedia informasiyang terpercaya dan mampu untuk memetakan kondisi kesehatan

Meskipun peningkatan akses dan infrastruktur telah terlihat secara signifikan, namun keterbatasan sumber daya manusia menyebabkan mayoritas masyarakatnya lebih memilih untuk

Sebagai upaya untuk mendorong percepatan penerapan TIK di bidang kesehatan, Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) pada institusi Perguruan Tinggi membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang matang, baik secara infrastruktur, sumberdaya

Dari hasil analisis data dan pembahasan, kualitas sumber daya manusia tidak mendukung relevansi laporan keuangan pemerintah daerah, sehingga kualitas sumber daya

1.6.1 Sistem Informasi adalah mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), yang diproses (data menjadi informasi),