• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN AKUNTAN PROFESIONAL. Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah, SE, M.Si, Ak, CA Ketua IAI KAPD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN AKUNTAN PROFESIONAL. Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah, SE, M.Si, Ak, CA Ketua IAI KAPD"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN AKUNTANSI

DAN AKUNTAN PROFESIONAL

Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah, SE, M.Si, Ak, CA Ketua IAI KAPD

(2)

AGENDA

GLOBALISASI DAN PENDIDIKAN AKUNTANSI

PERMASALAHAN PENDIDIKAN AKUNTANSI GLOBAL

MEMBENTUK PENDIDIKAN AKUNTANSI INDONESIA BERWAWASAN GLOBAL

PENJAMINAN MUTU DAN AKREDITASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL

(3)

GLOBALISASI DAN

(4)

LATAR BELAKANG

ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 MEMBUKA PERGERAKAN BEBAS PROFESI AKUNTAN DI ASEAN

DUNIA KERJA AKAN MEMILIH AKUNTAN PROFESIONAL YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

AEC 2015 DAPAT MENJADI “PELUANG”

ATAU “TANTANGAN”

SEMUA INI TERGANTUNG PADA “KEKUATAN” DAN “KELEMAHAN” PROFESI AKUNTAN DI INDONESIA

(5)

AKUNTAN PROFESIONAL

BERWAWASAN GLOBAL

AKUNTAN PROFESIONAL IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI GLOBAL PENDIDIKAN AKUNTANSI BERSTANDAR INTERNASIONAL REGULASI DAN DUKUNGAN STAKEHOLDER

(6)

PENDIDIKAN AKUNTANSI

 Pendidikan akuntansi merupakan katalisator pengembangan akuntan profesional

 Pendidikan akuntansi perlu berbenah dan mengubah orientasi dari

SCIENCE , NATIONAL, AND CONTENT MINDED

Menjadi

(7)

MENGAPA PENDIDIKAN

AKUNTANSI HARUS BERUBAH

 Science menjadi Applied

 Pasar kerja saat ini membutuhkan tenaga lulusan yang menguasai permasalahan bisnis yang menyeluruh, serta tenaga lulusan yang

paham mengaplikasikan ilmu akuntansi untuk menyelesaikan masalah bisnis

 National menjadi Global

 Dengan munculnya berbagai sertifikasi kompetensi internasional serta persaingan dengan lulusan internasional, maka pendidikan akuntansi juga harus menyesuaikan dengan kurikulum serta kompetensi

internasional

 Content menjadi Competency

 Kurikulum berubah dari kurikulum berbasis isi mata kuliah menjadi kurikulum berbasis kompetensi.

(8)

FAKTOR PENENTU KESUKSESAN

PENDIDIKAN AKUNTANSI

INPUT

Bagaimana menjaga agar jumlah mahasiswa akuntansi tidak menurun?

PROSES

Bagaimana menyusun suatu model pendidikan

akuntansi yang baik

OUTPUT

Bagaimana memastikan bahwa lulusan pendidikan

akuntansi menjalankan profesinya sebagai

akuntan.

(9)

CONTOH KEGAGALAN LINK DAN

MATCH PENDIDIKAN AKUNTANSI VS

PROFESI AKUNTANSI

(10)

PERMASALAHAN PROSES

PENDIDIKAN AKUNTANSI

Course content and curricula

Pedagogy

Skill development

Technology

Faculty development

(11)

COURSE CONTENT AND CURRICULA

 Kurikulum yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan hanya mementingkan sisi keilmuan akuntansi semata

 Tidak / kurang diajarkannya aspek – aspek dalam pengelolaan bisnis saat ini seperti:

 Teknologi informasi dalam bisnis  Etika dalam bisnis

(12)

PEDAGOGY

 Cara mengajar atau menyampaikan materi dari dosen ke

mahasiswa tidak menyesuaikan dengan perkembangan terkini. Misalnya:

 Mengajar terlalu mengandalkan buku teks atau slide power point  Penyampaian materi hanya berupa ceramah tatap muka

 Tidak ada / sedikitnya diskusi atau pembelajaran kolaboratif

 Tidak ada simulasi /penyampaian kasus integratif akuntansi dan bisnis

(13)

SKILL DEVELOPMENT AND

TECHNOLOGY

 Pendidikan akuntansi tidak / kurang mengajarkan pengembangan keahlian yang dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini. Misalnya:

 Presentasi bisnis  Komunikasi bisnis  Kerja tim

 Pengajaran akuntansi juga kurang memanfaatkan teknologi. Masih banyak dosen yang tidak meminta mahasiswa untuk

(14)

FACULTY DEVELOPMENT AND

STRATEGIC DIRECTION

 Perlu adanya pengembangan secara khusus dalam level Fakultas/Jurusan/Prodi mengenai ilmu akuntansi dan bagaimana pengembangannya secara lebih strategis.

(15)

MEMBENTUK PENDIDIKAN

AKUNTANSI INDONESIA

(16)

INTEGRASI BUDAYA AKADEMIS

DENGAN PERUBAHAN BISNIS

(17)

KURIKULUM AKUNTANSI INDONESIA

(18)

KERANGKA KERJA PENGEMBANGAN

PENDIDIKAN AKUNTANSI INDONESIA

 Prodi Akuntansi harus mulai berstrategi:

 Pemahaman lingkungan

 Lakukan analisis internal dan eksternal / evaluasi diri untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan dalam pengembangan prodi Akuntansi.

 Pahami kondisi mahasiswa, dosen, regulasi pendidikan serta infrastruktur pendidikan yang dimiliki.

 Desain program studi

 Apa saja yang perlu ditawarkan sebagai profil lulusan Prodi?  Apa saja yang menjadi capaian pembelajaran Prodi?

 Apa saja yang perlu ditawarkan sebagai mata kuliah untuk memenuhi profil lulusan dan capaian pembelajaran Prodi?

(19)

KERANGKA KERJA PENGEMBANGAN

PENDIDIKAN AKUNTANSI INDONESIA

 Prodi Akuntansi harus mulai berstrategi:

 Kerjasama / kolaborasi

 Perlu mendesain kerangka kolaborasi dengan

 Dunia kerja

 Lembaga profesi akuntan, nasional dan internasional  Prodi Akuntansi yang lain

(20)

PENJAMINAN MUTU,

AKREDITASI NASIONAL DAN

INTERNASIONAL

(21)

2121

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI

(Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015)

SPT

SN-DIKTI

Ditetapkan oleh Menteri atas usul

Badan SNPT

SPT

Ditetetapkan oleh setiap perguruan

tinggi

1. standar bidang akademik 2. standar bidang non

akademik Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Proses Standar Penilaian Pendidikan

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penelitian Standar Arah Standar Kualifikasi dan Kompetensi Standar Pengelolaan Standar Proses Standar Pendanaan Standar Sarana dan Prasarana Standar Luaran Standar Capaian Standar Pengabdian Kepada Masyarakat Standar Arah Standar Kualifikasi dan Kompetensi Standar Pengelolaan Standar Proses Standar Pendanaan Standar Sarana dan Prasarana Standar Luaran Standar Capaian Standar Nasional Pendidikan Standar Penelitian Standar Pengabdian Kepada Masyarakat SPT SNPT

(22)

22

Sistem Penjaminan Mutu PT

• Sistem Penjaminan Mutu

Internal

• Dilakukan oleh PT

SPMI

• Sistem Penjaminan Mutu

Eksternal

• Dilakukan melalui Akreditasi

SPME

• UU No. 12/2012

(23)

23

SISTEM PENJAMINAN MUTU (SPMI dan SPME)

PERBAIKAN INTERNAL DAN PEMBINAAN EVALUASI EKSTERNAL/ AKREDITASI REKOMENDASI PEMBINAAN PERBAIKAN INTERNAL

EVALUASI-DIRI

CQI = Continuous Quality Improvement

SPMI

SPME

BUDAYA MUTU

University

Culture

(24)

24

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Prinsip SPMI:

1. Otonom

:

SPMI dikembangkan dan diimplementasikan

secara otonom atau mandiri oleh setiap PT baik pd aras Unit Pengelola Prodi (jurusan, departemen, atau istilah lain),

maupun pd aras PT;

2. Terstandar

: SPMI menggunakan SN-Dikti yg ditetapkan oleh Menristekdikti dan SN-Dikti yg ditetapkan oleh PT;

3. Akurasi

: SPMI menggunakan data dan informasi yg akurat pada PD-Dikti;

4. Berencana

dan

Berkelanjutan

: SPMI diimplementasikan dgn menggunakan 5 langkah penjaminan mutu, yaitu:

Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan Standar Dikti yg membentuk siklus;

5. Terdokumentasi

: seluruh langkah dlm siklus SPMI didokumentasikan secara sistematis.

(25)

25

Siklus Kegiatan SPMI (PPEPP)

Penetapan

Pelaksanaan Peningkatan

Pengendalian Evaluasi

Penetapan SN-Dikti dan Standar yg ditetapkan oleh

PT

Pemenuhan SN-Dikti dan Standar yg ditetapkan oleh

PT

Pembandingan antara SN-Dikti dan Standar yg ditetapkan oleh PT dgn yg

telah dicapai Analisis penyebab dan

korekasi pencapaian SN-Dikti dan Standar yg

ditetapkan oleh PT

Perbaikan SN-Dikti dan Standar yg ditetapkan oleh

PT 1 2 3 4 5

(26)

26 Akreditasi (Sistem Penjaminan Mutu Eksternal) Rekomendasi Strategi Perbaikan Internal SPM Internal melakukan reenergisasi sistem Kegiatan Peningkatan mutu berkelanjutan Evaluasi Diri secara komprehensif

CQI = Peningkatan Mutu Berkelanjutan

(27)

27

TUJUAN AKREDITASI

menentukan kelayakan dan mutu Program Studi dan

institusi Perguruan Tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional maupun Internasional;

menjamin mutu Program Studi dan institusi Perguruan

Tinggi untuk melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat; dan

mendorong peningkatan/perbaikan mutu pendidikan tinggi

secara berkelanjutan

Pengubahan perilaku yang menunjukkan komitmen mutu

yang tinggi dari PT dan PS

Menjaga dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan

(28)

28

PRINSIP AKREDITASI

independen

akurat

obyektif

transparan

akuntabel

kredibel

imparsial

(29)

29

NILAI (VALUES) DLM

AKREDITASI

Kejujuran (honesty)

Kepercayaan (trust)

Keunggulan (excellence)

Kredibilitas (credibility)

Keadilan (Equity)

Etik (Ethics)

Akuntabilitas (accountability)

(30)

30

STANDAR, PERINGKAT DAN DAYA SAING

S

T

A

N

D

A

R

A

K

R

E

D

I

T

A

S

I

S

P

M

I

A

B

C

SPT

SN-DIKTI

Tak Terakreditasi

Daya Saing

Internasio

nal

Daya Saing

Nasional

Daya Saing

Lokal

M ot iv asi /d or on ga n u tk m e n in gk atk an d ay a sa in g

Unggul

Baik sekali

Baik

PDDIKTI

S

P

M

E

+

+

+

(31)

Kiki Yuliati

PERAN DOSEN UNTUK MEWUJUDKAN PT

BERMUTU

Pendidikan

• Pembelajaran (SKL,

SI, Standar Proses, Standar Penilaian) – RPS dan

implementasinya

Penelitian

• Output dan outcome

penelitian • Integrasi hasil penelitian di pembelajaran Pengabdian Pada Masyarakat

• Output dan outcome

PpM

• Integrasi hasil PpM di

(32)

LANGKAH MEWUJUDKAN PT UNGGUL

Komitmen top manajemen Good University Governance Motivated and Empowered Staff

Visi, misi dan kebijakan yang konsisten dengan implementasi

Tata kelola yang efektif, efisien termasuk fasilitasi sesuai renstra, renop dll

SDM profesional kualifikasi sesuai, kompeten, komitmen dan

(33)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa target pemenuhan standar RSBI yang meliputi kompetensi lulusan, isi, proses, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana,

Pengembangan pendidik dan tenaga Kependidikan Pengembangan Sarana dan Prasarana Sekolah Pengembangan Satndar Pengelolaan Pengembangan Standar Pembiayaan.. Pengembangan dan

Standar nasional pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana,

nasional. Mempunyai kualitas sarana prasarana yang mendukung pembelajaran. Meningkatnya kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan sesuai standar kompetensi. Terwujudnya

Sebelas indikator yang digunakan dalam penilaian ini “Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar

Tahun 2020 untuk Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan, Standar Pengelolaan dan Standar Pembiayaan serta

“2 Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.” Selanjutnya di dalam penjelasan

“2 Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.” Selanjutnya di dalam penjelasan