• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2016"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PROSIDING

SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2016

“PERANAN BIOLOGI DALAM PENINGKATAN

KONSERVASI KERAGAMAN HAYATI”

DEWAN REDAKSI

Pengarah:

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin

Penanggung jawab:

Ketua Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin

Penyunting (Editor):

Magdalena Litaay, M.Mar. Sci, Ph. D Dr. Syahribulan, M. Si

Dr. Fahruddin, M.Si Drs. Muh. Ruslan Umar, M. Si

Nenis Sardiani, S.Si

Litaay, et al. (editor). 2016. Prosiding Seminar Nasional Biologi. Makassar.

(3)

Seminar Nasional Biologi (28 Maret 2016: Makassar) Prosiding Seminar Nasional Biologi, 6 Juni 2016

Penyunting:

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, 2016

ISBN: 978-602-72198-3-0

Penyunting:

Magdalena Litaay, Syahribulan, Fahruddin, Muh. Ruslan Umar, Nenis Sardiani Desain sampul: Nurfaidah

Penerbit:

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar

Cetakan Pertama: 2016

@ Hak Cipta dilindungi Undang-undang All rights reserved

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa ijin tertulis dari penyunting.

(4)

DAFTAR ISI

Halaman depan Prosiding ………..

Kata Pengantar ……….. iii

Sambutan Dekan ……… iv

Daftar Isi ……… v

Makalah Pemateri Kunci

Siti Nuramaliati Prijono ……… 1

Valerio Sbordoni……… 19

Dedy Asriadi ……….. 20

Makalah Bidang Ilmu: ZOOLOGI

Populasi, Pergerakan Harian dan Habitat Kuskus Beruang (Ailurops

ursinus) di Hutan Pendidikan UNHAS ……… 28

Amran Achmad, Putu Oka N, Risma Illa M, dan Asrianny

Potensi Pakan dan Preferensi Bersarang Kuskus Beruang (Ailurops ursinus)

di Hutan Pendidikan UNHAS ……… 37

Amran Achmad, Putu Oka N, Risma Illa M, dan Asrianny

Karakterisasi Sarang Orangutan (Pongo pygmaeus morio) pada Beberapa

Tipe Hutan di Kalimantan Timur ……… 45

Teguh Muslim dan Amir Ma’ruf

Fragmentasi Habitat Owa Kelawat (Hylobates muelleri) di Kawasan

Permukiman Samarinda, Kalimantan Timur ……… 53

Suryanto, Teguh Muslim, Warsidi

Keanekaragaman dan Pendugaan Populasi Kelelawar Pemakan Serangga (subordo:microchiroptera) Penghuni Goa Gudawang Bogor Jawa

Barat………... 61

Budiman Heriyanto, Dedy Duryadi S, Yanto Santosa, Ibnu Maryanto

Distribution of Rats (Rodentia; Muridae) in Bawakaraeng Mountain, South

Sulawesi, Indonesia ………. 62

Muh. Rizaldi Trias Jaya Putra N., Ibnu Maryanto, Bambang Suryobroto

Keanekaragaman Herpetofauna di Lahan Reklamasi Tambang Batubara

PT. Singlurus Pratama, Kalimantan Timur……… 63

Teguh Muslim, Ulfah Karmila Sari, Widyawati

Keragaman Guild Burung pada Hutan Pegunungan Bawah Taman Nasional

Bantimurung Bulusaraung ……… 73

Indra A.S.L.P. Putri

(5)

Andi Hardianti, Muhammad Restu, Gusmiaty, Siti Halimah Larekeng Makalah Bidang Ilmu: PERTANIAN

Rekayasa Pemangkasan untuk Pengembangan Teknologi Hijau dalam

Budidaya Tanaman Melon ………. 381

Mir Alam, Juhriah

Kandungan Karoten Jagung Lokal Sulawesi Selatan Untuk Seleksi Jagung

Provitamin A ………. 388

Juhriah, Mir Alam, A. Masniawati

Karakter Agronomis dan Hasil Beberapa Genotipe Jagung Hibrida pada

Berbagai Tingkat Cekaman Kekeringan ……... 389

Suwardi dan Andi Takdir M

Keragaan Hasil dan Toleransi Kekeringan Genotipe Jagung terhadap

Ketersediaan Air ………. 401

Suwardi

Pengaruh Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.) yang ditanam pada Tanah

Pascatambang Emas Bombana Sulawesi Tenggara ……… 411

Sri Ambardini, Irjum Budiatman Jaya

Keefektifan Isolat-Isolat Actinomycetes dalam Menghambat Infeksi

Fusarium sp. (Soybean Damping Off) secara in vitro………. 419 Ikhwana Aflaha, Baharuddin, M. Danial Rahim

Efektifitas Trichoderma sp. terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao di Bawah

Tegakan Kakao Tua ……….. 420

Marliana S. Palad, Ambo Ala, Nasaruddin

Pengaruh Pupuk Organik Cair Mikrobat terhadap Pertumbuhan Vegetatif

Tanaman Padi Aromatik Lokal Toraja Utara Sulawesi Selatan ………….. 421

Elis Tambaru, Andi Masniawati, Eva Johannes, Susanti L

Pemanfaatan Limbah Jerami sebagai Media Produksi Jamur Merang

Volvariella volvacea Singer ………. 430

Slamet Santosa

Pengaruh Pupuk Organik Cair Mikrobat pada Pertumbuhan Vegetatif

Tanaman Padi Aromatik Lokal Enrekang Sulawesi Selatan ……… 436

Andi Masniawati, Sri Suhadiyah, Elis Tambaru, Dewi Sulastri A

Pengembangan Anggrek Vanda Hibrida (Vanda limbata Blume X Vanda

tricolor Lindl. var. suavis) dengan Perlakuan Kolkisin secara In Vitro …… 445

(6)

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR MIKROBAT PADA

PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI AROMATIK LOKAL

ENREKANG

A. Masniawati1, Sri Suhadiyah2, Elis Tambaru3, Dewi Sulastri Anwar4

1

Jurusan Biologi FMIPA Universitas Hasanuddin 1

*Email: [email protected] dan [email protected] Abstrak

Penelitian mengenai pengaruh pemberian pupuk organik cair mikrobat terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi aromatik lokal Enrekang Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair mikrobat terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi aromatik lokal serta dosis optimal terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi aromatik. Dilaksanakan dalam bentuk percobaan lapangan yang dilaksanakan pada bulan Juni-Oktober 2015 di Kebun Biologi, Jurusan Biologi, Universitas Hasanuddin dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 Faktorial, 5 Perlakuan dan 3 Ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan 5%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair mikrobat pada aksesi Pare Mansur dan Pare Pinjan memberi pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman (4 Minggu Setelah Tanam, 8 Minggu Setelah Tanam, dan 12 Minggu Setelah Tanam), jumlah anakan (10 Minggu Setelah Tanam dan 12 Minggu Setelah Tanam), berat basah, berat kering tanaman dan panjang akar. Aksesi Pare Pinjan memperlihatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah anakan, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan panjang akar lebih baik dibanding dengan Pare Mansur. Penggunaan pupuk organik cair mikrobat pada konsentrasi K1 pada dosis 5% (5 ml pupuk organik cair + 95 ml air) merupakan dosis yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman padi aromatik lokal Enrekang aksesi pare Pinjan.

Kata Kunci : pupuk cair, padi aromatik, pertumbuhan vegetatif.

1. PENDAHULUAN

Padi Oryza sativa L. merupakan tanaman pangan yang sangat penting yang ditanam hampir sepertiga dari jumlah total bahan pangan di dunia (Purwono dan Purnamawati, 2007). Padi aromatik lokal Enrekang merupakan salah satu jenis padi aromatik yang memiliki aroma wangi yang tajam (Balitpa, 2002)[1]. Salah satu upaya peningkatan produktivitas tanaman padi adalah dengan mencukupkan kebutuhan haranya. Pemupukan bertujuan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman sebab unsur hara yang terdapat di dalam tanah tidak selalu mencukupi untuk memacu pertumbuhan tanaman secara optimal (Salikin, 2003.

Pupuk organik merupakan hasil dekomposisi bahan-bahan organik yang diurai (dirombak) oleh mikroba, yang hasil akhirnya dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Supartha, ddk., 2012). Pupuk organik cair merupakan pupuk majemuk bahkan disebut pupuk lengkap ini disebabkan dalam pupuk organik cair sudah terkandung beberapa unsur hara (baik makro maupun mikro) dengan konsentrasi berbeda-beda (Lingga dan Marsono, 2004).

(7)

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016

Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair Mikrobat terhadap beberapa parameter pertumbuhan vegetatif padi aromatik lokal Enrekang.

2. METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Oktober 2015 di Kebun Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola 2x5 yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dengan 2 aksesi padi aromatik lokal Enrekang yaitu aksesi Pare Pinjan (PP), dan Pare Mansur (PM), sedangkan faktor kedua dengan dosis pupuk organik cair yaitu K0+ (kontrol positif) dengan pemberian pupuk urea (N,P,K anjuran), K0- (kontrol negatif) yaitu tanpa perlakuan pupuk, K1 (konsentrasi I dengan dosis 5%), K2 (konsentrasi II dengan dosis 10%), K3 (konsentrasi III dengan dosis 15%), masing-masing perlakuan terdiri atas tiga ulangan.

Benih dipilih kemudian direndam dengan air. Perendaman bertujuan untuk melunakkan sekam gabah sehingga dapat mempercepat benih untuk berkecambah. Perendaman dilakukan selama 24 sampai 48 jam. Setelah biji padi direndam dan muncul sedikit kecambah/akar barulah ditanam ke ember. Setiap ember di isi dengan 3 (benih) benih tanaman. Aplikasi Pupuk organik cair mikrobat dilakukan sesuai dengan konsentrasi yang telah ditentukan. Pemupukan dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali yaitu pada saat tanaman berumur 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam. Perawatan tanaman meliputi penyiraman dan penyiangan.

Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan panjang akar. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan uji F. Jika terdapat perlakuan yang berpengaruh nyata akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji DMRT (Duncam Multriple Range Test).

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan uji F. Jika terdapat perlakuan yang berpengaruh nyata akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji DMRT (Duncam Multriple Range Test) (Soplanit, dkk., 2012).

Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk cair mikrobat dan pemberian pupuk urea (N, P, K anjuran) pada tanaman Padi Aromatik belum menunjukkan pengaruh yang baik terhadap beberapa parameter pertumbuhan yang diamati. Parameter hasil pengamatan meliputi pengamatan vegetatif, seperti tinggi tanaman, jumlah anakan, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan panjang akar.

(8)

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016

Tinggi Tanaman Padi Aromatik Lokal Oryza sativa L.

Tabel 1. Hasil Analisis Interaksi antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Mikrobat dengan Aksesi Pare Mansur (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Tinggi Tanaman 12 MST (Minggu Setelah Tanam)

Nilai Nilai Perlakuan Rataan Pembanding

(cm) Duncan 5% K0+ PM 76.59a 12.74 K3 PP 93.54b 13.38 K0- PM 94.61b 13.77 K1 PM 95.34b 14.03 K2 PP 95.36b 14.24 K2 PM 96.53b 14.37 K1 PP 97.68b 14.46 K3 PM 100.27b 14.54 K0+ PP 101.33b 14.63 K0- PP 104.87b -

Ket : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris atau kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan DMRT pada taraf 5 %.

T inggi Tan am an (c m ) 120 104.87 101.33 97.68 95.36 100.27 100 94.61 95.34 96.53 93.54 80 76.59 Pare Mansur 60 Pare Pinjan 40 20 0 Kontrol Kontrol 5% 10% 15% Negatif Positif

Konsentrasi Pemberian Pupuk

Gambar 2. Histogram Interaksi antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Mikrobat dengan Aksesi Pare Mansur (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Tinggi Tanaman 12 MST (Minggu Setelah Tanam).

Pertumbuhan tinggi tanaman untuk hasil analisis statistik intraksi antara perlakuan pupuk organik cair mikrobat dengan aksesi pare Mansur dan pare Pinjan umur 12 MST memperlihatkan hasil yang berbeda nyata. Menurut Dwi (2006) dalam Kasniar dan Supadma (2007) setiap tanaman dengan dosis yang diberikan akan mempengaruhi besar kecilnya kandungan hara dalam pupuk tersebut, tetapi belum dapat dijamin bahwa semakin besar dosis yang diberikan akan semakin meningkatkan pertumbuhan tanaman. Sebab tanaman juga memiliki batas tertentu akan menyebabkan hasil semakin meningkat, dan pada konsentrasi yang melebihi batas tertentu pula akan menyebabkan hasil semakin menurun dan juga tanaman akan tumbuh dengan baik apabila unsur hara yang diberikan berada

(9)

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016

dalam jumlah yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tanaman (Mappangaro, dkk., 2011)[13].

Tabel 2. Hasil Analisis Pengaruh Aksesi Pare Mansur (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Tinggi Tanaman 4 MST dan 12 MST (Minggu Setelah Tanam)

Nilai Rataan Nilai Rataan Aksesi (cm) (cm) 4 MST 12 MST Pare 82.24a 277.99a Mansur Pare 97.42b 295.66b Pinjan

Ket : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris atau kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan DMRT pada taraf 5 %.

Dari data rataan dapat dilihat (Tabel 2) bahwa aksesi pare Pinjan memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibanding dengan pare Mansur. Adanya perbedaan pertumbuhan ke 2 (dua) aksesi terhadap pengamatan vegetatif, diduga disebabkan oleh adanya perbedaan sifat atau keunggulan dari masing-masing aksesi sesuai dengan genotip yang dimilikinya. Menurut Setyamidjaja (1986)[17] menyatakan bahwa pertumbuhan merupakan perkembangan yang progesif dari suatu organisme dan sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan dimana faktor lingkungan yang utama adalah pengaruh perlakuan pemupukan yang diberikan. Ditambah oleh Taslim dan Fagi (1988)[22] bahwa tinggi tanaman sangat dipengaruhi oleh sifat genetik dan lingkungan tumbuhnya, sifat genetik akan mucul melalui pertumbuhan organ apabila faktor lingkungan sesuai.

Banyak faktor yang menyebabkan perlakuan pemberian pupuk organik cair mikrobat menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi berbeda-beda. Tinggi tanaman semakin meningkat dengan besarnya serapan N oleh tanaman. Pemupukan nitrogen dapat menunjang pertumbuhan tanaman padi karena nitrogen berfungsi memacu pertumbuhan vegetatif tanaman. Selain itu kandungan mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk organik cair mikrobat berfungsi sebagai anti toksin, sehingga dapat menyehatkan tanaman, sebagai penyuplai hara dan hormon bagi tanaman, pengurai bahan organik serta melindungi tanaman dari serangan pathogen sehingga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.

Prajnanta (2004) bahwa pemberian pupuk organik dalam bentuk cair lebih efektif karena dapat langsung masuk ke dalam tanah, juga dapat dengan mudah mencapai tempat-tempat yang dilalui akar.

(10)

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016

Jumlah Anakan Tanaman Padi Aromatik Lokal Oryza sativa L.

Tabel 3. Hasil Analisis Interaksi antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Mikrobat dengan Aksesi Pare Mansur (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Jumlah Anakan Tanaman 10 MST dan 12 MST

Perlakuan Nilai Rataan (cm) Nilai Rataan (cm)

10 MST 12 MST K0- PM 3.33 abc 3.33ab K0- PP 5.44 c 8.00cd K0+ PM 1.33a 1.78a K0+ PP 3.89 bc 9.56d K1 PM 5.44 c 3.56ab K1 PP 4.78 bc 5.89bc K2 PM 4.22 bc 3.89ab K2 PP 2.56 ab 3.11ab K3 PM 6.00d 4.56ab K3 PP 3.89 bc 4.89bc

Ket : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris atau kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan DMRT pada taraf 5 %.

an ak an /r um p un 12 10 8 Kontrol Negatif Kontrol Positif 6 5% Jum la h 10% 4 15% 2 0 PM 10 MST PP 10 MST PM 12 MST PP 12 MST Pertumbuhan Tanaman

Gambar 3. Grafik Interaksi antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Mikrobat dengan Aksesi Pare Mansur (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Jumlah Anakan Tanaman 10 MST dan 12 MST. Hasil analisis statistik diketahui bahwa intraksi antara perlakuan pupuk organik cair mikrobat dengan aksesi Pare Mansur dan Pare Pinjan umur 10 MST dan 12 MST memperlihatkan hasil yang berbeda nyata. Jumlah anakan merupakan salah satu parameter pertumbuhan yang digunakan untuk mengetahui pengaruh lingkungan dan perlakuan yang dilakukan dilapangan, selain itu jumlah anakan juga digunakan sebagai dasar dalam penentuan produktifitas hasil tanaman. Jumlah anakan yang dihasilkan dari pengaruh komposisi dan konsentrasi pupuk organik cair pada pertumbuhan padi lokal Enrekang menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungannya. Pupuk organik memberikan efek yang menguntungkan selain aman terhadap lingkungan juga berefek positif pada

(11)

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016

tanaman karena mengandung hormon tumbuh dan mikroorganisme yang menguntungkan tanaman.

Tabel 5. Hasil Analisis Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Mikrobat Terhadap Jumlah Anakan Tanaman 10 MST

Perlakuan Nilai Rataan 10 MST K0- 13.17b

K0+ 7.83a

K1 15.33b

K2 10.17a

K3 14.83b

Ket : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris atau kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan DMRT pada taraf 5 %.

Hasil analisis statistik diperoleh bahwa perlakuan pemberian pupuk organik cair mikrobat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah anakan 10 MST. Menurut Dartinus (1988)[3] walaupun tersedia nutrient dalam jumlah banyak, beberapa hara menjadi pembatas dan mengentikan pertumbuhan tanaman. Sebab tanaman juga memiliki batas tertentu untuk menghasilkan hasil yang meningkat dan akan tumbuh dengan baik apabila unsur hara yang diberikan berada dalam jumlah yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Menurut Hardjowigeno (1993)[6] fungsi kalium adalah membantu pembentukan protein dan transkolasi hasil fotosintat, serta biokatalisator berbagai reaksi metabolisme dalam tanaman. Oleh karena itu, kekurangan kalium akan menyebabkan pertambahan jumlah anakan maksimum padi ikut terhambat. Jumlah anakan maksimum dipengaruhi oleh proses metabolisme pada tanaman padi yang didukung oleh ketersediaan unsur hara di dalam tanah.

Berat Basah, Berat Kering dan Panjang Akar Tanaman Padi Aromatik Lokal Oryza sativa L.

Tabel 6. Hasil Analisis Interaksi antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Mikrobat dengan Aksesi Pare Mansur (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Berat Basah dan Berat Kering Tanaman

Perlakuan Berat Basah (g) Berat Kering (g)

K0- PM 21.34a 10.66ab K0- PP 82.44bc 22.30cd K0+ PM 15.19a 7.28a K0+ PP 105.79c 24.20d K1 PM 40.63ab 11.04ab K1 PP 58.27abc 16.89abcd K2 PM 27.71a 17.49bcd K2 PP 28.31a 8.61ab K3 PM 23.79a 14.26abcd K3 PP 58.55abc 12.01abc

Ket : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris atau kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan DMRT pada taraf 5 %.

(12)

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016

Hasil analisis statistik diketahui bahwa intraksi antara perlakuan pupuk organik cair mikrobat dengan aksesi Pare Mansur dan Pare Pinjan untuk berat basah dan berat kering tanaman memperlihatkan hasil yang berbeda nyata.

Dalam imbangan yang diberikan mengandung pupuk urea sumber N, KCL sumber K dan SP-36 sumber P merupakan pemberian yang tepat karena mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman. Menurut Syekhfani (1994), pemupukan nitrogen dapat menunjang pertumbuhan tanaman padi sawah karena nitrogen berfungsi memacu pertumbuhan vegetatif tanaman.

Peningkatan hasil bobot tanaman dapat mencapai hasil yang optimal, karena tanaman memperoleh hara yang dibutuhkan sehingga peningkatan jumlah maupun ukuran sel dapat mencapai optimal serta memungkinkan adanya peningkatan kandungan air tanaman yang optilmal pula. Menurut Loveless (1987) sebagian besar berat basah tumbuhan disebabkan oleh kandungan air. Lebih lanjut menurut Gardner et al. (1985)[5] berat basah tanaman umumnya sangat berfluktuasi, tergantung pada keadaan kelembaban tanaman, sedangkan menurut Jumin (2002)[8] menjelaskan bahwa besarnya kebutuhan air setiap fase pertumbuhan langsung dengan proses fisiologi, morfologi serta fakor lingkungan.

Tabel 7. Hasil Analisis Pengaruh Aksesi Pare Mansur (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Berat Basah dan Berat Kering Tanaman

Perlakuan Berat Basah Berat Kering Tanaman Tanaman Pare Mansur 77.2a 36.43a

Pare Pinjan 200.02b 50.4b

Ket : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris atau kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan DMRT pada taraf 5 %.

Adanya perbedaan pada masing-masing aksesi terjadi karena adanya perbedaan genetik pada ke 2 (dua) aksesi dan adanya pengaruh lingkungan. Setiap aksesi memiliki ciri dan sifat khusus yang berpengaruh satu sama lain sehingga akan menunjukkan keragaman penampilan. Seperti yang dikemukakan oleh Loveless (1989)[11] suatu fenotip (penampilan dan cara berfungsinya) individu merupakan hasil interaksi antara genotip (warisan alami) dan lingkungannya. Walaupun sifat khas suatu fenotip tertentu tidak dapat selamanya ditentukan oleh perbedaan genotip atau lingkungan, ada kemungkinan perbedaan fenotip antara individu yang terpisahkan itu disebabkan oleh perbedaan lingkungan atau perbedaan keduanya.

Tabel 8. Hasil Analisis Pengaruh Pupuk Organik Cair Mikrobat Terhadap Panjang Akar Tanaman Perlakuan Nilai Rataan

K0- 116.63b K0+ 92.40a

K1 136.87c

(13)

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016

K2 111.90b K3 119.90b

Ket : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris atau kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan DMRT pada taraf 5 %.

Adanya respon pertumbuhan akar tanaman yang baik pada pemberian pupuk organik cair mikrobat disebabkan adanya nutrisi yang berupa hara yang terkandung. Keberhasilan pertumbuhan tanaman ditentukan oleh perkembangan akarnya. Akar tanaman hendaknya berada pada suatu lingkungan yang mampu memberikan tunjangan struktural, memungkinkan absorbsi air dan ketersediaan nutrisi yang memadai. Selain itu, media tanam memungkinkan drainase dan pH yang baik bagi tanaman (Ingels, 1985).

Pertumbuhan biomassa tanaman padi sangat ditentukan oleh kecukupan hara N dan P, sedangkan untuk pertumbuhan akar sangat ditentukan oleh kecukupan unsur P (Dobermann and Fairhust, 2000)[4]. Fosfor adalah salah satu hara mikro yang essensial untuk pertumbuhan tanaman. Meski tanaman membutuhkan P lebih sedikit dibanding N, tetapi P dibutuhkan untuk memproduksi energi dan kecepatan pertumbuhan tanaman (Chien et al. 1990).

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa : Pemberian pupuk organik cair mikrobat pada aksesi Pare Mansur dan Pare Pinjan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman (4 Minggu Setelah Tanam, 8 Minggu Setelah Tanam, dan 12 Minggu Setelah Tanam), jumlah anakan (10 Minggu Setelah Tanam, dan 12 Minggu Setelah Tanam), berat basah tanaman, berat kering tanaman dan panjang akar tanaman. Aksesi Pare Pinjan memperlihatkan pertumbuhan vegetatif lebih baik dibanding dengan Pare Mansur.

Dosis terbaik pemberian pupuk organik cair mikrobat untuk pertumbuhan vegetatif tanaman padi aromatik lokal Enrekang aksesi Pare Pinjan yaitu pada konsentrasi (K1) 5% dan dosis terbaik untuk aksesi Pare Mansur umumnya pada konsentrasi (K3) 15%.

5. DAFTAR PUSTAKA

[1] Balai Penelitian Tanaman Padi, 2002. Deskripsi Varietas Unggul Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

[2] hien, S.H., P.W.G., Sale dan L. Hammond, 1990. Comparison of the Effectivennes of Phosphorus Fertilizer Product. Dalam Phosphorus Requirements for Sustainable Agriculture in Asia and Oceania (Procedings of Symposium 6-10 March 1989. International Rice Reseach Institute. Los Bonos. Philippina.

(14)

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016

[3] Dartinus, 1988. Fisiologi Tanaman. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Sumatera Utara. Medan.

[4] Dobermann, A., dan T. Fairhust, 2000. Rice Nutrient Disorders and Nutrient Management. Oxford Graphics Printers Pte Ltd. 191p.

[5] Gardner, F.P., B.R. Pearce, and L.M. Roger, 1985. Physiology of Crop Plants. The Iowa State University Press. Iowa.

[6] Hardjowigeno, S. 1993. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo Jakarta. Cetakan ke-4.

[7] Ingels, J.E., 1985. Ornamental Horticulture. Principles and Practices State University of New York Agricultural and Technical College. Delmar publisher Inc. 542 P.

[8] Jumin, H.B, 2002. Agroekologi. Suatu Pendekatan Fisiologi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

[9] Kasnari, D.N., dan N. Supadma, 2007. Pengaruh Pemberian Beberapa Dosis Pupuk (N, P, K) Dan Jenis Pupuk Alternatif Terhadap Hasil Tanaman Pvdi Oryza sativa L.) dan Kadar N, P, K Inceptisol Selemadeg, Tabanan. Fakultas Pertanian Universitas Udayana.

[10]Lingga dan Marsono,2004. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Redaksi Agromedia. Jakarta.

[11]Loveless, A.R., 1987. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. Penerbit PT. Gramedia. Jakarta.

[12] Loveless, A.R., 1989. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. Terjemahan K. Kartawinata, S. Dinimiharja dan U. Soetisna. Gramedia. Jakarta. [13]Mappanganro, N., E.L. Sengini, dan Baharuddin. 2011. Pertumbuhan Dan

Produksi Tanaman Stroberi Pada Berbagai Jenis Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Dan Urine Sapi Dengan Sistem Hidroponik Irigasi Tetes. Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.

[14]Prajnanta, F., 2004. Agribisnis Cabai Hibrida. Penebar Swadaya. Jakarta.

[15]Purwono, dan H. Purnamawati, 2007. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta.

[16]Salikin, K.A., 2003. Sistem. Pertanian Berkelanjutan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Gambar

Tabel 1. Hasil Analisis Interaksi antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Mikrobat dengan Aksesi Pare Mansur  (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Tinggi Tanaman 12 MST (Minggu Setelah Tanam)
Tabel 3. Hasil Analisis Interaksi antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Mikrobat dengan Aksesi Pare Mansur  (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Jumlah Anakan Tanaman 10 MST dan 12 MST
Tabel 6. Hasil Analisis Interaksi antara Perlakuan Pupuk Organik Cair Mikrobat dengan Aksesi Pare  Mansur (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Berat Basah dan Berat Kering Tanaman
Tabel 7. Hasil Analisis Pengaruh Aksesi Pare Mansur (PM) dan Pare Pinjan (PP) Terhadap Berat Basah  dan Berat Kering Tanaman

Referensi

Dokumen terkait

Di samping memakai ikon populer lukisan juga cenderung lebih dekoratif dan terkesan agak flat untuk mendukung dalam penyampaian pesan dari cerita roman yang

Setiap logam akan mengalami perubahan fasa selama proses pengecoran, baik perubahan sifat fisis maupun mekanis yang disebabkan oleh proses pembekuan, perubahan sifat ini antara

penelitiannya adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecakapan personal siswa pada pembelajaran sosiologi yang terdiri dari indikator kecakapan kesadaran diri

Terdapat 3 buah katup solenoid hidrolik yang digunakan pada mesin ini. Katup solenoid ini digunakan untuk mengatur arah aliran oli yang masuk ke tabung

 Dalam welfare state, hak kepemilikan diserahkan kepada swasta sepanjang hal tersebut memberikan insentif ekonomi bagi pelakunya dan tidak merugikan secara sosial,

Buton Utara surat izin belajar/pernyataan mengikuti studi lanjut 365 15201002710242 DARWIS SDN 5 Wakorumba Utara Kab... Peserta Nama Peserta

Pada aspek sikap sebelumnya yaitu aspek kognitif yang mengukur tingkat pengetahuan masyarakat terhadap alasan Pemerintah Kota Palembang yang mengeluarkan kebijakan

Prinsip analisa menggunakan Kit RIA mikroalbuminuria metode coated tube adalah didasarkan pada reaksi imunologi antara antisera albumin (antibodi) yang