No.955, 2014
KEMENDIKBUD. Kurikulum. Sekolah Menengah
Atas. Madrasah Aliyah. Pencabutan.
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 59 TAHUN 2014
TENTANG
KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
bahwa dalam rangka melaksanakan Pasal 77A ayat (3),
Pasal 77C ayat (3), Pasal 77D ayat (3), Pasal 77E ayat (3),
Pasal 77F ayat (4) dan Pasal 77K ayat (6) Peraturan
Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar
Nasional
Pendidikan,
perlu
menetapkan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang
Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah
Aliyah;
Mengingat
:
1.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem
Pendidikan
Nasional
(Lembaran
Negara
Republik
Indonesia
Tahun
2003
Nomor
78,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4301);
2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4700);
3.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32
Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia
Tahun
2013
Nomor
71,
Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
4.
Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara
Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 13 Tahun 2014;
5.
Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
Tahun 2010-2014;
6.
Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang
Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan
Tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014;
7.
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P
Tahun
2009
mengenai
Pembentukan
Kabinet
Indonesia Bersatu II sebagaimana telah beberapa kali
diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor
54/P Tahun 2014;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TENTANG KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH
ATAS/MADRASAH ALIYAH.
Pasal 1
(1) Kurikulum pada sekolah menengah atas/madrasah aliyah yang telah
dilaksanakan sejak tahun ajaran 2013/2014 disebut Kurikulum 2013
Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
(2) Kurikulum
2013
Sekolah
Menengah
Atas/Madrasah
Aliyah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
b. Struktur Kurikulum;
c. Silabus; dan
d. Pedoman Mata Pelajaran.
Pasal 2
Kerangka Dasar Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2)
huruf a berisi landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis, dan yuridis
sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.
Pasal 3
(1) Struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2)
huruf b merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi
Dasar, muatan pembelajaran, mata pelajaran, dan beban belajar.
(2) Kompetensi
Inti
pada
Kurikulum
2013
Sekolah
Menengah
Atas/Madrasah
Aliyah
sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1)
merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi
Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah pada setiap tingkat kelas.
(3) Kompetensi Inti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. Kompetensi Inti sikap spiritual;
b. Kompetensi Inti sikap sosial;
c. Kompetensi Inti pengetahuan; dan
d. Kompetensi Inti keterampilan.
(4) Kompetensi
Dasar
pada
Kurikulum
2013
Sekolah
Menengah
Atas/Madrasah Aliyah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi
kemampuan dan muatan pembelajaran untuk suatu mata pelajaran
pada Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah yang mengacu pada
Kompetensi Inti.
(5) Kompetensi Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan
penjabaran dari Kompetensi Inti dan terdiri atas:
a. Kompetensi Dasar sikap spiritual;
b. Kompetensi Dasar sikap sosial;
c. Kompetensi Dasar pengetahuan; dan
d. Kompetensi Dasar keterampilan.
Pasal 4
Kerangka Dasar Kurikulum dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah
Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 5
(1) Mata
pelajaran
Sekolah
Menengah
Atas/Madrasah
Aliyah
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dikelompokkan atas:
a.
mata pelajaran umum Kelompok A;
b.
mata pelajaran umum Kelompok B; dan
c.
mata pelajaran peminatan akademik Kelompok C.
(2) Mata pelajaran umum Kelompok A sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a merupakan program kurikuler yang bertujuan untuk
mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan
kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar dan penguatan
kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
(3) Mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf b merupakan program kurikuler yang bertujuan untuk
mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan
kompetensi keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam
bidang sosial, budaya, dan seni.
(4) Mata pelajaran peminatan akademik Kelompok C sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan program kurikuler yang
bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi
pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik dalam
berbagai pilihan disiplin keilmuan.
(5) Muatan dan acuan pembelajaran mata pelajaran umum Kelompok A
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan muatan dan acuan
pembelajaran mata pelajaran peminatan Kelompok C sebagaimana
dimaksud pada ayat (4) bersifat nasional dan dikembangkan oleh
Pemerintah.
(6) Muatan dan acuan pembelajaran mata pelajaran umum Kelompok B
sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(3)
bersifat
nasional
dan
dikembangkan oleh Pemerintah dan dapat diperkaya dengan muatan
lokal oleh pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan.
(7) Mata pelajaran umum Kelompok A sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a terdiri atas:
a. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti;
b. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan;
c. Bahasa Indonesia;
f. Bahasa Inggris.
(8) Mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf b terdiri atas:
a. Seni Budaya
b. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; dan
c. Prakarya dan Kewirausahaan
(9) Mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat
(8) dapat ditambah dengan mata pelajaran muatan lokal yang berdiri
sendiri.
(10) Mata pelajaran peminatan Kelompok C sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c dikelompokkan atas:
a. Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam;
b. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; dan
c. Peminatan Bahasa dan Budaya.
(11) Mata pelajaran pada Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam sebagaimana dimaksud pada ayat (10) huruf a terdiri atas:
a. Matematika;
b. Biologi;
c. Fisika; dan
d. Kimia.
(12) Mata
pelajaran
pada
Peminatan
Ilmu
Pengetahuan
Sosial
sebagaimana dimaksud pada ayat (10) huruf b terdiri atas:
a. Geografi;
b. Sejarah;
c. Sosiologi; dan
d. Ekonomi.
(13) Mata pelajaran pada Peminatan Bahasa dan Budaya sebagaimana
dimaksud pada ayat (10) huruf c terdiri atas:
a. Bahasa dan Sastra Indonesia;
b. Bahasa dan Sastra Inggris;
c. Bahasa dan Sastra Asing lainnya; dan
d. Antropologi.
(1) Madrasah
Aliyah
dapat
menambah
mata
pelajaran
rumpun
pendidikan agama Islam dan bahasa arab selain Mata pelajaran
umum Kelompok A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (7).
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penambahan mata pelajaran rumpun
pendidikan agama Islam dan bahasa arab sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1)
diatur
oleh
menteri
yang
menangani
urusan
pemerintahan di bidang agama.
Pasal 7
(3) Beban belajar merupakan keseluruhan muatan dan pengalaman
belajar yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu
semester, dan satu tahun pelajaran.
(4) Beban belajar di Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah terdiri
atas:
a.
kegiatan tatap muka;
b.
kegiatan terstruktur; dan
c.
kegiatan mandiri.
(5) Beban belajar kegiatan tatap muka sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) huruf a dinyatakan dalam jumlah jam pelajaran per minggu,
dengan durasi setiap satu jam pelajaran adalah 45 (empat puluh lima)
menit;
(6) Beban belajar kegiatan terstruktur sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) huruf b dan beban belajar kegiatan mandiri sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf c paling banyak 60% (enam puluh
persen) dari waktu kegiatan tatap muka yang bersangkutan.
(7) Beban belajar satu minggu untuk:
a.
Kelas X adalah 42 (empat puluh dua) jam pelajaran;
b.
Kelas XI adalah 44 (empat puluh empat) jam pelajaran; dan
c.
Kelas XII adalah 44 (empat puluh empat) jam pelajaran.
(8) Beban belajar satu semester di Kelas X dan Kelas XI masing-masing
paling sedikit 18 (delapan belas) minggu efektif.
(9) Beban belajar di kelas XII semester ganjil paling sedikit 18 (delapan
belas) minggu efektif dan semester genap paling sedikit 14 (empat
belas) minggu efektif.
Pasal 8
Silabus sebagaimana dimaksud Pasal 1 ayat (2) huruf c merupakan
rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran yang mencakup
pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
Pasal 9
(1) Silabus Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Aliyah/Madrasah Aliyah
dikelompokkan atas:
a. silabus mata pelajaran umum Kelompok A;
b. silabus mata pelajaran umum Kelompok B; dan
c. silabus mata pelajaran peminatan Kelompok C.
(2) Silabus mata pelajaran umum Kelompok A sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf a dikembangkan oleh Pemerintah.
(3) Silabus mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf b dikembangkan oleh Pemerintah dan dapat
diperkaya dengan muatan lokal oleh pemerintah daerah.
(4) Silabus
mata
pelajaran
peminatan
Kelompok
C
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf c dikembangkan oleh Pemerintah.
(5) Silabus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan oleh pendidik
sebagai
acuan
dalam
penyusunan
rencana
pelaksanaan
pembelajaran.
(6) Silabus Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran II yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 10
(1) Pedoman Mata Pelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat
(2) huruf d merupakan profil utuh mata pelajaran yang memuat latar
belakang,
karakteristik
mata
pelajaran,
Kompetensi
Inti
dan
Kompetensi Dasar mata pelajaran, desain pembelajaran, model
pembelajaran, penilaian, media dan sumber belajar, dan peran guru
sebagai pengembang budaya sekolah
(2) Pedoman Mata Pelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat
(6) dikembangkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah
sesuai dengan kewenangannya.
(3) Pedoman Mata Pelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
digunakan oleh pendidik untuk:
a. memahami secara utuh mata pelajaran sesuai dengan karakteristik
Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah; dan
b. acuan dalam penyusunan dan penerapan rencana pelaksanaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran III
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan
Menteri ini
Pasal 11
Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 69 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan
Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dicabut
dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 12
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar
setiap
orang
mengetahuinya,
memerintahkan
pengundangan
Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 2 Juli 2014
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA,
MOHAMMAD NUH
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 11 Juli 2014
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 59 TAHUN 2014
TENTANG
KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH
ATAS/MADRASAH ALIYAH
KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM
SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH
I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
1. Pengertian Kurikulum
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana
dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara
yang
digunakan
sebagai
pedoman
penyelenggaraan
kegiatan
pembelajaran
untuk
mencapai
tujuan
pendidikan
tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang
pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan
untuk kegiatan pembelajaran.
Kurikulum 2013yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014
memenuhi kedua dimensi tersebut.
2. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai
berikut:
a. Tantangan Internal
Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan
dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8
(delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi,
standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan
tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan,
standar
pembiayaan,
dan
standar
penilaian
pendidikan.
Tantangan internal lainnya terkait dengan
perkembangan
penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia
64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak
berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas).
Jumlah penduduk usia produktif ini akan mencapai puncaknya
pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. Oleh
sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana
mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang
melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya
manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui
pendidikan agar tidak menjadi beban.
b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi
dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup,
kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif
dan
budaya,
dan
perkembangan
pendidikan
di
tingkat
internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup
masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi
masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat
terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast
Asian
Nations
(ASEAN)
Community,
Asia-Pacific
Economic
Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan
eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia,
pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan
transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam
studi International Trends in International Mathematics and Science
Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment
(PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian
anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali
laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA.Hal ini disebabkan
antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan
PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.
c. Penyempurnaan Pola Pikir
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola
pikirsebagai berikut.
1) Penguatan pola pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik.Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap
materi yang dipelajari dan gaya belajarnya (learningstyle) untuk
memiliki kompetensi yang sama;
2) Penguatan pola pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta
didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/media lainnya);
3) Penguatan pola pembelajaran secara jejaring (peserta didik
dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang
dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet);
aktif
mencari
semakin
diperkuat
dengan
pendekatan
pembelajaran saintifik);
5) Penguatan pola belajarsendiri dan kelompok (berbasis tim);
6) Penguatan pembelajaran berbasis multimedia;
7) Penguatan pola pembelajaran berbasis klasikal-massaldengan
tetap memperhatikan pengembangan potensi khusus yang
dimiliki setiap peserta didik;
8) Penguatan
pola
pembelajaranilmu
pengetahuan
jamak
(multidisciplines); dan
9) Penguatan pola pembelajaran kritis.
d. Penguatan Tata Kelola Kurikulum
Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut.
1)
Penguatan tata kerja guru lebih bersifat kolaboratif;
2)
Penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan
manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan
(educational leader); dan
3)
Penguatansarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen
dan proses pembelajaran.
e. Penguatan Materi
Penguatan materi dilakukan dengan cara pengurangan materi yang
tidak relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan
bagi peserta didik.
B.
Karakteristik Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut.
1. Mengembangkan keseimbangan antara sikap spiritual dan sosial,
pengetahuan,
dan
keterampilan,
serta
menerapkannya
dalam
berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
2. Menempatkan
sekolah
sebagai
bagian
dari
masyarakat
yang
memberikan
pengalaman
belajar
agar
peserta
didik
mampu
menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan
memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
3. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai
sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
4. Mengembangkan
kompetensi
yang
dinyatakan
dalam
bentuk
kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi
dasar matapelajaran;
5. Mengembangkan kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi
(organizing elements) kompetensi dasar. Semua kompetensi dasar dan
proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang
dinyatakan dalam kompetensi inti;
saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched)
antar-matapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan
vertikal).
C.
Tujuan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia
agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang
beriman,
produktif,
kreatif,
inovatif,
dan
afektif
serta
mampu
berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan
peradaban dunia.
II. KERANGKA DASAR KURIKULUM
A.
Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas
peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari
kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil
belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam
di sekitarnya.
Kurikulum
2013
dikembangkan
dengan
landasan
filosofis
yang
memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik
menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan
pendidikan nasional.
Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat
digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat
menghasilkan manusia yangberkualitas. Berdasarkan hal tersebut,
Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut.
1. Pendidikan
berakar
pada
budaya
bangsa
untuk
membangun
kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini
menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya
bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun
kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan
bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik
untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum,
hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan
pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa.
Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa
menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan
kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013
mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan
luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan
bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu
bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai
masyarakat dan bangsa masa kini.
2. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut
pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan
di masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi
kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah
suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan
berpikir
rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna
terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan
budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya
dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan
fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir
rasional
dan
cemerlang
dalam
akademik,
Kurikulum
2013
memposisikan
keunggulan
budaya
tersebut
dipelajari
untuk
menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam
kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya,
dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.
3. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual
dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu.
Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan
pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi
ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan
kecemerlangan akademik.
4. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan
yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan
intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan
berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa
yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). Dengan
filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan
potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif
bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk
membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik.
Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di
atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam
beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi
inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan
masyarakat, bangsa dan umat manusia.
B.
Landasan Sosiologis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar adanya kebutuhan akan
perubahan rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi
dinamika kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagaimana
termaktub dalam tujuan pendidikan nasional. Dewasa ini perkembangan
pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni. Perubahan ini dimungkinkan karena
berkembangnya tuntutan baru dalam masyarakat, dunia kerja, dan dunia
kurikulum secara terus menerus. Hal itu dimaksudkan agar pendidikan
selalu dapat menjawab tuntutan perubahan sesuai dengan jamannya.
Dengan demikian keluaran pendidikan akan mampu memberikan
kontribusi secara optimal dalam upaya membangun masyarakat berbasis
pengetahuan (knowledge-based society).
C.
Landasan Psikopedagogis
Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan perwujudan
konsepsi pendidikan yang bersumbu pada perkembangan peserta didik
beserta konteks kehidupannya sebagaimana dimaknai dalam konsepsi
pedagogik transformatif. Konsepsi ini menuntut bahwa kurikulum harus
didudukkan sebagai wahana pendewasaan peserta didik sesuai dengan
perkembangan psikologisnya dan mendapatkan perlakuan pedagogis
sesuai dengan konteks lingkungan dan jamannya. Kebutuhan ini
terutama menjadi prioritas dalam merancang kurikulum untuk jenjang
pendidikan menengah khususnya SMA. Oleh karena itu implementasi
pendidikan di SMA yang selama ini lebih menekankan pada pengetahuan,
perlu dikembangkan menjadi kurikulum yang menekankan pada proses
pembangunan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik
melalui
berbagai
pendekatan
yang
mencerdaskan
dan
mendidik.
Penguasaan substansi mata pelajaran tidak lagi ditekankan pada
pemahaman konsep yang steril dari kehidupan masyarakat melainkan
pembangunan pengetahuan melalui pembelajaran otentik. Dengan
demikian kurikulum dan pembelajaran selain mencerminkan muatan
pengetahuan sebagai bagian dari peradaban manusia, juga mewujudkan
proses pembudayaan peserta didik sepanjang hayat.
D.
Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan
standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis
kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan
berdasarkan
standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal
warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar
kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar
sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan
standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang
untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik
dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan,
berketerampilan, dan bertindak.
Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaran yang dilakukan guru (taught
curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan
pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman
belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar
belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman
belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi
kurikulum.
E.
Landasan Yuridis
Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
3. Undang-undang
Nomor
17
Tahun
2005
tentang
Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan
yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional;
dan
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
III. STRUKTUR KURIKULUM
A.
Kompetensi Inti
Kompetensi
Inti
Sekolah
Menengah
Atas/Madrasah
Aliyah
(SMA/MA)merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki seorang peserta didik
SMA/MA pada setiap tingkat kelas. Kompetensi Inti dirancang untuk
setiap kelas. Melalui kompetensi inti, sinkronisasi horisontal berbagai
kompetensi dasar antarmata pelajaran pada kelas yang sama dapat
dijaga. Selain itu sinkronisasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada
mata pelajaran yang sama pada kelas yang berbeda dapat dijaga pula.
Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang SMA/MA dapat dilihat
pada Tabel berikut.
Tabel 1: Kompetensi Inti SMA/MA
KOMPETENSI INTI
KELAS X
KOMPETENSI INTI
KELAS XI
KOMPETENSI INTI
KELAS XII
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran
agama yang
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran
agama yang
1. Menghayati dan
mengamalkan
ajaran agama yang
KOMPETENSI INTI
KELAS X
KOMPETENSI INTI
KELAS XI
KOMPETENSI INTI
KELAS XII
dianutnya
dianutnya
dianutnya
2.
2. Menghayati dan
mengamalkan
perilaku jujur,
disiplin,
tanggungjawab,
peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran,
damai), santun,
responsif dan
pro-aktif dan
menunjukkan sikap
sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara
efektif dengan
lingkungan sosial dan
alam serta dalam
menempatkan diri
sebagai cerminan
bangsa dalam
pergaulan dunia.
2. Menghayati dan
mengamalkan
perilaku jujur,
disiplin,
tanggungjawab,
peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran,
damai), santun,
responsif dan
pro-aktif dan
menunjukkan sikap
sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara
efektif dengan
lingkungan sosial dan
alam serta dalam
menempatkan diri
sebagai cerminan
bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Menghayati dan
mengamalkan
perilaku jujur,
disiplin,
tanggungjawab,
peduli (gotong
royong, kerjasama,
toleran, damai),
santun, responsif
dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap
sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
permasalahan
dalam berinteraksi
secara efektif
dengan lingkungan
sosial dan alam
serta dalam
menempatkan diri
sebagai cerminan
bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami,menerapk
an, menganalisis
pengetahuan faktual,
konseptual,
prosedural
berdasarkan rasa
ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya, dan
humaniora dengan
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan, dan
peradaban terkait
penyebab fenomena
dan kejadian, serta
menerapkan
pengetahuan
3. Memahami,
menerapkan, dan
menganalisis
pengetahuan faktual,
konseptual,
prosedural, dan
metakognitif
berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya, dan
humaniora dengan
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan, dan
peradaban terkait
penyebab fenomena
dan kejadian, serta
4. Memahami,
menerapkan,
menganalisis dan
mengevaluasi
pengetahuan
faktual, konseptual,
prosedural, dan
metakognitif
berdasarkan rasa
ingin tahunya
tentang ilmu
pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya, dan
humaniora dengan
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan, dan
peradaban terkait
KOMPETENSI INTI
KELAS X
KOMPETENSI INTI
KELAS XI
KOMPETENSI INTI
KELAS XII
prosedural pada
bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya
untuk memecahkan
masalah
menerapkan
pengetahuan
prosedural pada
bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya
untuk memecahkan
masalah
penyebab fenomena
dan kejadian, serta
menerapkan
pengetahuan
prosedural pada
bidang kajian yang
spesifik sesuai
dengan bakat dan
minatnya untuk
memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar,
dan menyaji dalam
ranah konkret dan
ranah abstrak terkait
dengan
pengembangan dari
yang dipelajarinya di
sekolah secara
mandiri, dan mampu
menggunakan metoda
sesuai kaidah
keilmuan
4. Mengolah, menalar,
dan menyaji dalam
ranah konkret dan
ranah abstrak terkait
dengan
pengembangan dari
yang dipelajarinya di
sekolah secara
mandiri, bertindak
secara efektif dan
kreatif, serta mampu
menggunakan metoda
sesuai kaidah
keilmuan
5. Mengolah, menalar,
menyaji, dan
mencipta dalam
ranah konkret dan
ranah abstrak
terkait dengan
pengembangan dari
yang dipelajarinya
di sekolah secara
mandiri serta
bertindak secara
efektif dan kreatif,
dan mampu
menggunakan
metoda sesuai
kaidah keilmuan
B.
Mata Pelajaran
Struktur Kurikulum SMA/MA terdiri atas mata pelajaran umum
kelompok A, mata pelajaran umum kelompok B, dan mata pelajaran
peminatanakademik kelompok C. Mata pelajaran peminatan akademik
kelompok C dikelompokkan atas mata pelajaran Peminatan Matematika
dan
Ilmu
Pengetahuan
Alam,
mata
pelajaran
Peminatan
Ilmu
Pengetahuan Sosial, dan mata pelajaran Peminatan Bahasa dan Budaya.
Khusus untuk MA, dapat ditambah dengan mata pelajaran keagamaan
yang diatur oleh Kementerian Agama.
Tabel 2: Struktur Kurikulum SMA/MA
MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU PER
MINGGU
X
XI
XII
KELOMPOK A (UMUM)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
2. Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan
2
2
2
3. Bahasa Indonesia
4
4
4
4. Matematika
4
4
4
5. Sejarah Indonesia
2
2
2
6. Bahasa Inggris
2
2
2
KELOMPOK B (UMUM)
7. Seni Budaya
2
2
2
8. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan
3
3
3
9. Prakarya dan Kewirausahaan
2
2
2
Jumlah jam pelajaran kelompok A dan B
per minggu
24
24
24
KELOMPOK C (PEMINATAN)
Mata pelajaran peminatan akademik
9 atau 12 12 atau 16
12
atau
16
Mata pelajaran pilihan lintas minat
dan/ataupendalaman minat
6 atau 9
4 atau 8
4
atau
8
Jumlah jam pelajaran kelompok A, B,
dan C per minggu
42
44
44
Keterangan:
a. Mata pelajaran Kelompok A dan C merupakan kelompok mata
pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
b. Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran
yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat
dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
c. Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan
lokal yang berdiri sendiri.
e. Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 45 menit.
f.
Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal
60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang
bersangkutan.
g. Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai
dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan
akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting,
namun
yang
diperhitungkan
Pemerintah
maksimal
2
(dua)
jam/minggu.
h. Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya dan Mata Pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan, satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal
2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta didik mengikuti salah
satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti
dapat diganti setiap semesternya.
i.
Khusus
untuk
Madrasah
Aliyah
struktur
kurikulum
dapat
dikembangkan
sesuai
dengan
kebutuhan
yang
diatur
oleh
Kementerian Agama.
j.
Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan
(wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS), palang merah remaja (PMR),
dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi
masing-masing
satuan pendidikan.
1. Mata Pelajaran Umum
Mata pelajaran umum kelompok A merupakan program kurikuler
yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi
pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai
dasar penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
Mata pelajaran umum kelompok B merupakan program kurikuler
yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi
pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik terkait
lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni.
2. Mata Pelajaran Peminatan Akademik
Mata pelajaran peminatan akademik kelompok C merupakan program
kurikuler
yang
bertujuan
mengembangkan
kompetensi
sikap,
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik
sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik dalam
sekelompok mata pelajaran keilmuan.
Tabel 3: Mata Pelajaran PeminatanAkademik
MATAPELAJARAN
KELAS
X
XI
XII
I. Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
MATAPELAJARAN
KELAS
X
XI
XII
2 Biologi
3
4
4
3 Fisika
3
4
4
4 Kimia
3
4
4
II. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial
1 Geografi
3
4
4
2 Sejarah
3
4
4
3 Sosiologi
3
4
4
4 Ekonomi
3
4
4
III. Peminatan Bahasa dan Budaya
1 Bahasa dan Sastra Indonesia
3
4
4
2 Bahasa dan Sastra Inggris
3
4
4
3
Bahasa dan Sastra Asing Lain
(Arab, Mandarin, Jepang, Korea,
Jerman, Perancis)
3
4
4
4 Antropologi
3
4
4
Matapelajaran Pilihan
Pilihan lintas minat
dan/ataupendalaman minat
6 atau 9
4 atau 8
4
atau
8
3. PemilihanPeminatan dan Pemilihan Mata Pelajaran Lintas Minat
dan/atau Pendalaman Minat
Kurikulum SMA/MA dirancang untuk memberikan kesempatan
kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur
kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam
bentuk pilihan peminatan dan pilihan matapelajaran lintas minat
dan/ataupendalaman minat.
Pemilihan peminatan dilakukan peserta didik saat mendaftar pada
SMA/MA
berdasarkan
nilai
rapor
Sekolah
Menengah
Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) atau yang sederajat, nilai
ujian nasional SMP/MTs atau yang sederajat, rekomendasi guru
bimbingan dan konseling/konselor di SMP/MTs atau yang sederajat,
dan hasil tes penempatan (placement test) ketika mendaftar di
SMA/MA, atau tes bakat dan minat oleh psikolog.
Peserta didik masih mungkin pindah peminatan paling lambat pada
awal semester kedua di Kelas Xsepanjang daya tampung peminatan
baru masih tersedia, berdasarkan hasil pembelajaran berjalan pada
Peserta didik yang pindah peminatan wajib mengikuti dan tuntas
matrikulasi
mata
pelajaran
yang
belum
dipelajari
sebelum
pembelajaran pada peminatan baru dimulai.
Peserta didik dapat memilih minimal 3 mata pelajaran dari 4 mata
pelajaran yang terdapat pada satu peminatan, 1 mata pelajaran yang
tidak diambil beban belajarnya dialihkan ke mata pelajaran lintas
minat. Selain mengikuti mata pelajaran di peminatan yang dipilihnya,
setiap peserta didik harus mengikuti mata pelajaran tertentu untuk
lintas minat dan/atau pendalaman minat. Bila peserta didik
mengambil 3 mata pelajaran dari peminatan yang dipilihnya, maka
peserta didik tersebut dapat mengambil mata pelajaran lintas minat
sebanyak 9 jam pelajaran (3 mata pelajaran) di Kelas X atau sebanyak
8 jam pelajaran (2 mata pelajaran) di Kelas XI dan XII. Sedangkan bila
peserta didik mengambil 4 mata pelajaran dari peminatan yang
dipilihnya, maka peserta didik tersebut dapat mengambil mata
pelajaran lintas minat sebanyak 6 jam pelajaran (2 mata pelajaran) di
Kelas X atau sebanyak 4 jam pelajaran (1 mata pelajaran) di Kelas XI
dan XII.
Peserta didik yang mengambil Peminatan Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam atau Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, lintas
minatnya harus diluar peminatan yang dipilihnya. Sedangkan peserta
didik yang mengambil Peminatan Bahasa dan Budaya, dapat
mengambil mata pelajaran lintas minat: (1) di luar; (2) di dalam; atau
(3) sebagian di dalam dan sebagian di luar, peminatan yang
dipilihnya. Mata pelajaran lintas minat yang dipilih sebaiknya tetap
dari Kelas X sampai dengan XII.
Sebagai contoh, peserta didik Kelas X yang memilih Peminatan
Bahasa dan Budaya, dapat mengambil 3 mata pelajaran yaitu Bahasa
dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, dan Antropologi.
Lintas minatnya dapat mengambil mata pelajaran: (1) Biologi, Fisika,
dan Kimia; (2) Geografi, Sejarah, dan Ekonomi; (3) Matematika,
Sosiologi, dan Bahasa Jerman; atau (4) Bahasa Mandarin, Bahasa
Arab, dan Bahasa Jepang. Alternatif (1), (2), dan (3) merupakan
contoh lintas minat di luar peminatan yang dipilihnya, sedangkan
alternatif (4)
merupakan contoh lintas minat di dalam peminatan
yang dipilihnya. Peserta didik dapat menentukan pilihannya
masing-masing, sesuai dengan sumber daya (ketersediaan guru dan fasilitas
belajar) yang dimiliki SMA/MA.
SMA/MA yang tidak memiliki Peminatan Bahasa dan Budaya, dapat
menyediakan pilihan mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia,
Bahasa dan Sastra Inggris, Antropologi atau salah satu mata
pelajaran dalam kelompok Bahasa Asing Lain sebagai pilihan mata
pelajaran lintas minat yang dapat diambil peserta didik dari
Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau Kelompok
(ketersediaan guru dan fasilitas belajar) yang dimilikinya.
Bagi peserta didik yang menggunakan pilihan untuk menguasai satu
mata pelajaran tertentu misalnya bahasa asing tertentu, dianjurkan
untuk memilih mata pelajaran yang sama sejak Kelas X sampai Kelas
XII.
Dianjurkan setiap SMA/MA memiliki ketiga peminatan.Peserta didik
di SMA/MA Kelas XII dapat mengambil mata kuliah pilihan di
perguruan tinggi yang akan diakui sebagai kredit dalam kurikulum
perguruan tinggi yang bersangkutan. Pilihan ini tersedia bagi peserta
didik SMA/MA yang memiliki kerjasama dengan perguruan tinggi
terkait.
Pendalaman minat mata pelajaran tertentu dalam peminatan dapat
diselenggarakan oleh satuan pendidikan melalui kerjasama dengan
perguruan tinggi di kelas XII.
C.
Beban Belajar
Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti
peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun
pembelajaran.
1. Beban belajar di SMA/MA dinyatakan dalam jam pelajaran per
minggu.
a. Beban belajar satu minggu Kelas X adalah minimal 42 jam
pelajaran.
b. Beban belajar satu minggu Kelas XI dan XII adalah minimal 44
jam pelajaran.
2. Beban belajar di Kelas X dan XI dalam satu semester minimal 18
minggu.
3. Beban belajar di kelas XII pada semester ganjil minimal 18 minggu
4. Beban belajar di kelas XII pada semester genap minimal 14 minggu.
Beban belajar bagi SMA/MA yang menyelengarakan Sistem Kredit
Semester (SKS), diatur dalam pedoman SKS.
D.
Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar dirumuskan untuk mencapai Kompetensi Inti.
Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan
karakteristik dan kemampuan peserta didik, dan kekhasan
masing-masing mata pelajaran. Kompetensi Dasar meliputi empat kelompok
sesuai dengan pengelompokan Kompetensi Inti sebagai berikut:
1. kelompok 1: kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam
rangka menjabarkan KI-1;
2. kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka
menjabarkan KI-2;
menjabarkan KI-3; dan
4. kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka
menjabarkan KI-4.
Pengelompokan Kompetensi Dasar seperti tersebut di atas adalah sebagai
berikut.
1. Kompetensi Dasar Kelompok Mata Pelajaran Umum SMA/MA
a. Kompetensi Dasar Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
a. Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
KELAS: X
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT
1.2 Berpegang teguh kepada Al-Quran, Hadits dan Ijtihad sebagai pedoman hidup
1.3 Meyakini kebenaran hukum Islam
1.4 Berpakaian sesuai dengan ketentuan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari
2. Menghayati dan
mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2.1 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Maidah (5): 8, dan Q.S. At-Taubah (9): 119 dan hadits terkait
2.2 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Isra (17): 23 dan hadits terkait
2.3 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah) sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Anfal (8): 72; Q.S. Al-Hujurat (49): 12 dan 10 serta hadits yang terkait 2.4 Menunjukkan perilaku menghindarkan diri dari
pergaulan bebas dan perbuatan zina sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Isra’ (17): 32, dan Q.S. An-Nur (24): 2, serta hadits yang terkait
2.5 Menunjukkan sikap semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. At-Taubah (9): 122 dan hadits terkait
2.6 Menunjukkan sikap keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakkal dan perilaku adil sebagai implementasi dari
pemahaman Asmaul Husna al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir 2.7 Menunjukkan sikap tangguh dan semangat
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
pemahaman strategi dakwah Nabi di Mekah 2.8 Menunjukkan sikap semangat ukhuwah sebagai
implementasi dari pemahaman strategi dakwah Nabi di Madinah
3. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
3.1 Menganalisis Q.S. Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; dan QS Al-Al-Hujurat (49) : 10; serta hadits tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan
persaudaraan (ukhuwah)
3.2 Memahami manfaat dan hikmah kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik
(husnuzzhan) dan persaudaraan (ukhuwah), dan menerapkannya dalam kehidupan
3.3 Menganalisis Q.S. Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24) : 2, serta hadits tentang larangan
pergaulan bebas dan perbuatan zina. 3.4 Memahami manfaat dan hikmah larangan
pergaulan bebas dan perbuatan zina.
3.5 Memahami makna Asmaul Husna: Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir;
3.6 Memahami makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT
3.7 Memahami Q.S. At-Taubah (9): 122 dan hadits terkait tentang semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyampaikannya kepada sesama;
3.8 Memahami kedudukan Alquran, Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
3.9 Memahami pengelolaan wakaf
3.10.1 Memahami substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah
3.10.2 Memahami substansi dan strategi dakwah Rasulullah saw. di Madinah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
4.1.1 Membaca Q.S. Al-Anfal (8): 72); Q.S. Al-Hujurat (49): 12; dan Q.S. Al-Hujurat (49) : 10, sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf. 4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Anfal (8) :
72); Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; QS Al-Hujurat (49) : 10 dengan lancar.
4.2.1 Membaca Q.S. Al-Isra’ (17): 32, dan Q.S. An-Nur (24): 2 sesuai dengan kaidah tajwid dan
makhrajul huruf.
4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24): 2 dengan lancar.
4.3 Berperilaku yang mencontohkan keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan perilaku adil sebagai implementasi dari pemahaman maknaAsmaul Husna Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
4.4 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT 4.5 Menceritakan tokoh-tokoh teladan dalam
semangat mencari ilmu
4.6 Menyajikan macam-macam sumber hukum Islam 4.7.1 Menyajikan dalil tentang ketentuan wakaf
4.7.2 Menyajikan pengelolaan wakaf
4.8.1 Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah Rasullullah SAW di Mekah
4.8.2 Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah Rasulullah SAW di Madinah
KELAS: XI
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
1.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya1.1 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada Kitab-kitab Allah SWT
1.2 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada Rasul-rasul Allah SWT
1.3 Berperilaku taat kepada aturan
1.4 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam penyelenggaraan jenazah
1.5 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat
2.
Menghayati danmengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2.1 Menunjukkanperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai implentasi dari pemahaman Q.S. At Taubah (9) : 119 dan hadits terkait
2.2 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai implentasi dari
pemahaman Q.S. Al Isra’ (17) : 23-24 dan hadits terkait
2.3 Menunjukkan perilaku kompetitif dalam kebaikan dan kerja keras sebagai implementasi dari
pemahaman QS. Al Maidah (5): 48;Q.S. Az-Zumar (39) : 39; dan Q.S. At Taubah (9): 105 serta Hadits yang terkait
2.4 Menunjukkansikap toleran, rukun dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan Q.S. Al-Maidah (5) : 32, serta hadits terkait
2.5 Menunjukkan sikap semangat menumbuh-kembangkan ilmu pengetahuan dan kerja keras sebagai implementasi dari masa kejayaan Islam 2.6 Menunjukkan perilaku kreatif, inovatif, dan
produktif sebagai implementasi dari sejarah peradaban Islam di era modern
3.
Memahami, menerapkan, 3.1 Menganalisis Q.S. Al-Maidah (5) : 48; Q.S. Az-Zumar (39) : dan Q.S. At-Taubah (9) : 105,KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
dan menganalisispengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
serta hadits tentang taat, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja.
3.2 Menganalisis Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan Q.S. Al-Maidah (5) : 32, serta hadits tentang
toleransi dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan.
3.3 Memahami makna iman kepada Kitab-kitab Allah SWT
3.4 Memahami makna iman kepada Rasul-rasul Allah SWT
3.5 Memahami makna taat kepada aturan,
kompetisi dalam kebaikan, dan bekerja keras 3.6 Memahami makna toleransi dan kerukunan 3.7 Memahami bahaya perilaku tindak kekerasan
dalam kehidupan
3.8 Menelaah prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam
3.9 Memahami pelaksanaan tatacara penyelenggaraan jenazah
3.10 Memahami pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah
3.11 Menelaah perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan
3.12 Menelaah perkembangan Islam pada masa modern (1800- sekarang)
4.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait denganpengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.
4.1.1 Membaca Q.S. An-Nisa (4) : 59; Q.S. Al-Maidah (5) : 48; Q.S. At Taubah (9) : 105 sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf. 4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. An-Nisa
(4) : 59; Q.S. Al-Maidah (5) : 48; Q.S. At-Taubah (9) : 105 dengan lancar
4.2.1 Membaca Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan Q.S. Al-Maidah (5) : 32sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan Q.S. Al-Maidah (5) : 32 dengan lancar
4.3 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran beriman kepada Kitab-kitab Suci Allah swt 4.4 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran
beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT 4.5 Menampilkan perilaku taat kepada aturan,
kompetisi dalam kebaikan, dan bekerja keras 4.6 Menampilkan contoh perilaku toleransi dan
kerukunan
4.7 Mendeskripsikan bahaya perilaku tindak kekerasan dalam kehidupan
4.8 Mempresentasikan praktik-praktik ekonomi Islam 4.9 Memperagakan tatacara penyelenggaraan jenazah 4.10 Mempraktikkan khutbah, tabligh, dan dakwah 4.11 Mendiskripsikan perkembangan Islam pada masa
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
kejayaan4.12 Mendiskripsikan perkembangan Islam pada masa medern (1800-sekarang)
KELAS: XII
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada hari akhir
1.2 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada qada dan qadar
1.3 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam melaksanakan pernikahan
1.4 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam melakukan pembagian harta warisan
2. Menghayati dan
mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2.1 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi dari
pemahaman Q.S. At-Taubah (9) : 119 dan Q.S. Lukman (31): 14 serta hadits terkait
2.2 Menunjukkan perilaku hormat dan berbakti kepada orangtua dan guru Q.S. Al-Isra (17): 23 dan hadits terkait
2.3 Menunjukkan sikap kritis dan demokratis sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Ali Imran (3) : 190-191 dan 159, serta hadits terkait. 2.4 Menunjukkan perilaku saling menasihati dan
berbuat baik (ihsan)sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Luqman (31) : 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2): 83, serta hadits terkait.
2.5 Menunjukkan sikap mawas diri dan taat beribadah sebagai cerminan dari kesadaran beriman kepada hari akhir
2.6 Menunjukkansikap optimis, berikhtiar dan bertawakal sebagasi cerminan dari kesadaran beriman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT 2.7 Menunjukkansika semangat melakukan
penelitian di bidang ilmu pengetahuan sebagai implementasi dari pemahaman dan
perkembangan Islam di dunia 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
3.1 Menganalisis Q.S. Ali Imran (3): 190-191, dan Q.S. Ali Imran (3): 159, serta hadits tentang berpikir kritis dan bersikap demokratis,
3.2 Menganalisis Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2): 83, serta hadits tentang saling menasihati dan berbuat baik (ihsan).
3.3 Memahami makna iman kepada hari akhir. 3.4 Memahami makna iman kepada Qadha dan
Qadar.
3.5 Memahami hikmah dan manfaat saling menasihati dan berbuat baik (ihsan) dalam kehidupan.
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
dan peradaban terkaitpenyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
3.6 Memahami ketentuan pernikahan dalam Islam 3.7 Memahami hak dan kedudukan wanita dalam
keluarga berdasarkan hukum Islam 3.8 Memahami ketentuan waris dalam Islam
3.9 Memahami strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia
3.10 Menganalisis faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban Islam di dunia 4. Mengolah, menalar,
menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
4.1.1 Membaca Q.S. Ali Imran (3): 190-191 dan Q.S. Ali Imran (3): 159; sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Ali Imran (3): 190-191 dan Q.S. Ali Imran (3): 159 dengan lancar
4.2.1 Membaca Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2): 83 sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2): 83 denagn lancar
4.3 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran beriman kepada Hari Akhir
4.4 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran beriman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT 4.5 Menyajikan hikmah dan manfaat saling
menasihati dan berbuat baik (ihsan) dalam kehidupan
4.6 Memperagakan tata cara pernikahan dalam Islam
4.7 Menyajikan hak dan kedudukan wanita dalam keluarga berdasarkan hukum Islam
4.8 Mempraktikkan pelaksanaan pembagian waris dalam Islam
4.9 Mendeskripsikan strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia
4.10 Mendeskripsikan faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban Islam di dunia
b. Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
KELAS X
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Mensyukuri karunia Allah bagi dirinya yang terus bertumbuh sebagai pribadi dewasa.
1.2 Menghayati nilai-nilai Kristiani: Kesetiaan, kasih dan keadilan dalam kehidupan sosial.
1.3 Mengakui peran Roh Kudus dalam membarui kehidupan orang beriman.
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
1.4 Mensyukuri karunia Allah melalui kebersamaan dengan orang lain tanpa kehilangan identitas. 1.5 Mensyukurikeberadaan Allah sebagai pembaharu
kehidupan manusia dan alam. 2. Menghayati dan
mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2.1 Mengembangkan perilaku sebagai pribadi yang terus bertumbuh menjadi dewasa.
2.2 Meneladani Yesus dalam mewujudkan nilai-nilai Kristiani: Kesetiaan, kasih dan keadilan dalam kehidupan.
2.3 Bersedia hidup baru sebagai wujud percaya pada peran Roh Kudus sebagai pembaharu.
2.4 Bersedia hidup bersama dengan orang lain tanpa kehilangan identitas.
2.5 Merespon keberadaan Allah sebagai pembaharu dalam relasi dengan sesama manusia dan alam.
3. Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
3.1 Mengidentifikasi ciri-ciri pribadi yang terus bertumbuh menjadi dewasa.
3.2 Memahami makna nilai-nilai Kristiani:
Kesetiaan, kasih dan keadilan dalam kehidupan. 3.3 Menjelaskan peran Roh Kudus dalam
membaharui kehidupan orang beriman.
3.4 Menjelaskan makna kebersamaan dengan orang lain tanpa kehilangan identitas.
3.5 Memahami keberadaan Allah sebagai pembaharu kehidupan manusia dan alam.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
4.1 Menunjukkan ciri-ciri pribadi yang terus bertumbuh menjadi dewasa.
4.2 Menerapkan nilai-nilai Kristiani: Kesetiaan, Kasih dan Keadilan dalam kehidupan.
4.3 Memberikan kesaksian tentang peran Roh Kudus sebagai pembaharu.
4.4 Mengkaji bagian Alkitab yang berbicara mengenai peran Roh Kudus dalam membarui kehidupan orang beriman dari kitab Kisah Rasul.
4.5.1 Menjalani kebersamaan dengan orang lain tanpa kehilangan identitas.
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
mengalami pembaruan.KELAS XI
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Mengakui peran Allah dalam kehidupan keluarga. 1.2 Menghayati nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan
keluargaagar siap menghadapi gaya hidup modern.
1.3 Mengakui peran keluarga dan sekolah sebagai lembaga pendidikan utama dalam kehidupan modern.
1.4 Mengakui bahwa perkembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah anugerah Tuhan.
2. Menghayati dan
mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
2.1 Mengembangkan perilaku tanggung jawab sebagai wujud dari pengakuan terhadap peran Allah dalam kehidupan keluarga.
2.2 Mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluargauntuk menghadapi gaya hidup modern. 2.3 Bersikap kritis dalam menyikapi peran keluarga dan sekolah sebagai lembaga pendidikan dalam kehidupan modern.
2.4 Bersikap kritis dalam menghadapi perkembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan tekonologi dengan mengacu pada Alkitab.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
3.1 Menjelaskan peran Allah dalam kehidupan keluarga.
3.2 Menjelaskan pentingnya nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluargauntuk menghadapi gaya hidup modern.
3.3 Menganalisis peran keluarga dan sekolah sebagai lembaga pendidikan dalam kehidupan modern. 3.4 Mengidentifikasi perkembangan kebudayaan, ilmu
pengetahuan dan tekonologi dengan mengacu pada Alkitab.