3.1. Konsep Urban
Bangunan yang berada di jalan Lingkar Dalam ini diharapkan nantinya dapat menjadi landmark minor baru di kawasan tersebut. Hal ini disebabkan karena sebagian besar daerah disekitar bangunan adalah kompleks perumahan.
3.2. Konsep Bentukan Massa
Konsep dasar bentukan massa diambil dari fungsi awal stasiun televisi ini sendiri, yaitu berfungsi menciptakan wadah untuk membuat hiburan, serta untuk menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh konsumen. Agar fungsi dari stasiun televisi tersebut dapat terpenuhi maka perlu diperhatikan ruang-ruang yang menjadi ruang utama di dalam stasiun televisi.
Dalam sebuah stasiun televisi, ruangan yang paling penting di dalam bangunan adalah studio dan ruang master control. Bentukan dasar bangunan dimulai dari bentukan ruang studio utama. Dimana bentukannya terjadi dari susunan dinding-dinding yang tidak membentuk sudut siku-siku. Hal ini bertujuan agar dapat dihasilkan akustik yang lebih baik. Karena ruangan yang berbentuk lingkaran akan mudah menghasilkan gema atau gaung. Hal ini akan memberikan dampak pada akustik ruang. Dengan betukan ruang segi-4, gaung tetap mungkin terjadi, akan tetapi lebih berkurang.
Ruangan penting lainnya di dalam stasiun televisi adalah ruang master control. Ruang ini menjadi penting karena seluruh acara yang akan disiarkan dan kemudian diterima oleh masyarakat luas, harus melalui ruangan ini. Oleh sebab itu ruangan ini menjadi sangat penting, dan tidak sembarang orang boleh masuk ke dalam ruangan ini.
Untuk ruangan lainnya, bentukan massa disesuaikan dari peletakan ruangan studio di dalam tapak. Hal ini bertujuan agar ruangan lain tersebut dapat berfungsi juga sebagai barier, untuk mengurangi suara bising dari luar studio.
3.3. Aplikasi Konsep Dalam Bangunan
3.3.1. Massa Bangunan
Bangunan terdiri dari 1 massa. Hal ini bertujuan agar mudah kontrol para penunjung yang masuk ke dalam bangunan. Yaitu dengan cara, setelah para pengunjung masuk ke dalam bangunan, diarahkan ke studio dimana acara akan berlangsung. Karena selain orang umum dapat masuk ke dalam bangunan untuk menonton acara, bangunan ini harus memiliki privacy yang tinggi, karena terdapat kantor.
Di dalam tapak, studio diletakkan jauh dari jalan utama. Hal ini bertujuan agar bising yang masuk ke ruang studio dapat dikurangi. Dan ruang-ruang penunjang lainnya, seperti ruang make up, ruang ganti, ruang tunggu artis, dan lainnya diletakkan di antara studio dan jalan raya. Hal ini dimaksudkan agar suara bising dari jalan tidak masuk ke dalam ruang studio.
Ruang studio menggunakan susunan dinding yang materialnya terdiri plester, papan gips, selimut isolasi dan rongga udara yang disusun sedemikian sehingga suara bising dari luar studio tidak masuk ke dalam studio, dan suara dari dalam studio tidak menganggu ruang luar studio. Mengingat di dalam bangunan juga ada ruang administrasi. Dan daerah di sekitar bangunan adalah perumahan.
Selain itu di ruangan dalam studio dindingnya diberi lapisan karpet yang mempunyai koefisien serap sebesar 0,14. Untuk lantai diberi lapisan penutup karpet yang mempunyai koefisien serap sebesar 0,25 yang diletakkan diatas lantai beton. Dan untuk lapisan plafonnya digunakan playwood yang memiliki ketebalan 3/8 in. dengan koefisien serap 0,17. Hal ini bertujuan agar RT yang dibutuhkan ruang studio dapat terpenuhi. Sehingga penonton dapat merasakan kenyamanan dari segi akustik di dalam studio.
Untuk ruang master control, diletakkan dilantai 3. Hal ini bertujuan agar keamanan dari ruangan ini dapat terpenuhi. Di lantai 3 ini juga terdapat ruang kantor yang menunjang jalannya administrasi stasiun televisi ini. Dan untuk mencapai ruang
master control, maka harus melewati depan (selasar) ruang-ruang lain yang
Para penonton hanya diperbolehkan berada di lantai 1. Karena lantai 2 sudah terdiri dari kantor dan studio kecil.. Sedangkan lantai 3 sudah merupakan lantai yang paling privat.
Bentukan yang memusat juga merupakan bagian dari konsep peletakan ruang yang paling utama dalam bangunan. Ruang utama dalam bangunan adalah studio. Hal ini bertujuan agar suara bising dari luar studio tidak masuk ke dalam. Karena apabila terdiri dari beberapa massa, maka kemungkinan suara bising yang berasal dari kendaraan bermotor dapat masuk ke dalam ruangan dari dua sisi. Oleh sebab itu agar suara dari luar dapat diminalkan, maka bangunan hanya terdiri dari 1 massa dan memusat.
Gambar 3.1. Bentukan Massa Bangunan
3.3.2. Facade Bangunan
Tampilan bangunan timbul dari permainan ruang yang ada di dalam bangunan itu sendiri. Misalnya bentukan studio dengan dinding-dindingnya yang tidak membentuk sudut siku-siku. Hal ini selain memberikan manfaat untuk menghasilkan akustik yang lebih baik, juga memberikan tampilan bangunan bentukan dindingnya tidak terkesan monoton.
Bentukan atap selain disesuaikan untuk bengunan yang berada di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi, juga berguna karena terbentuknya ruangan diantara atap dan plafon yang berguna untuk studio televisi, yaitu dapat digunakan sebagai ruang lampu sorot, speaker dan ducting untuk AC.
Gambar 3.2. Tampak Utara Bangunan
Dan antena pemancar yang memiliki ketinggian 100m dari permukaan tanah selain difungsikan sebagai pemancar siaran, dapat juga dimanfaatkan untuk tampilan bangunan, yaitu sebagai point of interest bangunan. Sehingga bangunan diharapkan dapat menjadi landmark minor yang baru di kawasan jalan Lingkar Dalam.
Gambar 3.3. Antena Pemancar
3.3.3. Penataan Ruang Dalam Bangunan
Ruang lobby merupakan ruang penerima dari bangunan ini yang terletak di lantai 1. Selain ruang lobby dan receptionist, juga terdapat café dan restorant yeng terletak di bagian depan bangunan. Hal ini dikarenakan sirkulasi bagi para pengunjung atau penonton hanya berada di lantai 1. Pada bagian tengah bangunan, terdapat sebuah ruangan yang difungsikan sebagai pembagi sirkulasi dalam bangunan baik secara vertikal maupun horizontal. Dari ruangan ini para penonton dapat diarahkan ke studio 1, studio 2 atau studio 3 yang semuanya berada di lantai 1.
Dan untuk para pendukung atau pengisi acara,m disediakan entrance dari bagian belakang bangunan yang langsung mengarah ke ruang make up atau ruang ganti. Sedangkan untuk para karyawan, staff dan tamu kantor, sirkulasi vertikal dengan menggunakan lift dapat diakses dari lantai basement atau lantai 1. Karena kantor terdapat di lantai 2 dan lantai 3 bangunan. Di lantai 2 terdapat bebrapa ruang kantor, studio 4 dan studio 5 yang digunakan untuk membawakan acara berita, talk show tanpa penonton, berita olah raga, serta terdapat studio foto yang difungsikan sebagai tempat pengambilan foto guna melengkapi promosi acara. Pada lantai 3 terdapat kantor yang sifatnya lebih privat, oleh sebab itu hanya para karyawan, staff dan tamu kantor yang telah memperoleh ijin dapat masuk ke ruangan ini. Karena pada lantai ini terdapat ruangan paling penting yaitu master control yang tidak sembarang orang boleh masuk ke dalamnya Pada lantai basement terdapat ruang-ruang mesin serta parkir untuk para karyawan.
3.4. Konsep Sirkulasi
Pencapaian ke dalam bangunan untuk penonton, hanya melalui 1 pintu masuk, hal ini bertujuan memudahkan control bagi para pengunjung yang datang. Bagi pejalan kaki atau yang menggunakan kendaraan umum disediakan pedestrian dari luar bangunan menuju pintu masuk. Sedangkan bagi para pengunjung yang datang dengan menggunakan kendaraan bermotor disediakan lahan parkir yang luas untuk memarkirkan kendaraan. Namun Untuk para pengisi acara, terutama tamu-tamu penting, disediakan pintu masuk dari belakang, yang langsung menuju ruang make up dan ruang tunggu. Hal ini bertujuan agar para pengisi acara, artis dan tamu penting, dapat menghindari massa.
Setelah melalui lobby, pengunjung diarahkan ke studio 1, studio 2 atau studio 3, yang semuanya berada di lantai 1. Dan untuk studio 1 terdapat kursi penonton yang berbentuk podium, yang setara dengan lantai 3 bangunan. Akan tetapi sirkulasi yang disediakan berbeda untuk pencapaian ke lantai 3 bangunan kantor. Yaitu disediakan
ramp yang berada di kanan dan kiri studio.
Untuk antisipasi kebakaran, dibutuhkan proses evakuasi yang sangat cepat. Karena kapasitas studio yang cukup besar, maka disediakan pintu darurat di masing-masing studio yang letaknya mudah dicapai dari kursi penonton. Yaitu 4 pintu
darurat di studio 1, 2 pintu darurat di studio 2 dan 2 pintu darurat di sudio 3. Untuk kesemuanya, pintu ini langsung mengarah ke halaman luar gedung. Untuk evakuasi kantor dan studio yang ada di lantai 2 dan lanai 3, digunakan tangga darurat. Ada 4 buah tangga darurat yang disediakan untuk evakuasi lantai 2 dan 3.
Bagi para pekerja atau karyawan yang datang dengan membawa kendaraan, disediakan tempat parkir di lantai basement. Kemudian dapat menggunakan lift untuk mencapai lantai atasnya. Lift yang disediakan hanya 2. Mengingat seluruh studio utama pencapaiannya melalui lantai 1.
Untuk loading dock, diletakkan di lantai basement. Hal ini dimaksudkan agar barang-barang studio yang memiliki harga yang mahal, lebih aman pada saat dinaikkan atau diturunkan dari kendaraan. Kemudian diangkut melalui lift barang, yang berbeda dari lift pengunjung.
3.5. Sistem Struktur dan Pemilihan Material
3.5.1. Sistem Struktur
• Sistem struktur yang digunakan dalam bangunan ini adalah rangka.
• Sistem rangka memiliki modul yang kurang dari 12m. karena menggunakan sistem rangka baja.
• Untuk ruang studio, juga digunakan sistem rangka baja. Namun dilakukan dilatasi kolom antara studio 1 dan bangunan utama.
• Untuk sistem struktur atap bangunan utama, digunakan truss. Sedangkan untuk atap studio digunakan space frame 3 layer. Hal ini bertujuan agar didapatkan ruang lagi diantara atap dan plafon yang dapat berfungsi sebagai ruang lampu dan jalur listrik.
• Untuk antena, strukturnya menggunakan sistem struktur rangka baja. Dengan kolom menerus dari lantai dasar. Dan terpisah dari stuktur utama bangunan.
Gambar 3.4. Axonometri Struktur
3.5.2. Pemilihan Material
Material yang digunakan untuk dinding adalah bata yang dilapis dengan cladding, hal ini bertujuan agar perawatannya lebih mudah untuk jangka waktu yang lama. Lantai bangunan, seperti lobby bahan yang digunakan adalah lantai granit. Hal ini berdasarkan pertimbangan nilai estetika bangunan. Untuk ruang studio, pemilihan bahan didasarkan dari perhitungan RT ruang studio. Hal ini bertujuan agar suara yang ada di dalam ruang studio tidak terlalu menggema atau ‘mati’. Karena RT yang terlalu tinggi akan menyebabkan suara yang ada di dalam ruang menggema. Sedangkan RT yang terlalu rendah akan menyebabkan suara di dalam ruang studio akan ‘mati’. Sehingga pemilhian material terutama plafon, dinding, lantai dan kursi penonton disesuaikan dengan hasil perhitungan.
Dari hasil perhitungan, diperoleh RT untuk ruang studio adalah berkisar antara 1.6 – 1.8 Maka material yang digunakan adalah, plafon menggunakan material
gypsum board yang diberi jarak (rongga udara) dan kemudian dilapis dengan playwood dengan ketebalan 3/8 in.
Gambar 3.5. Detail Plafon Studio
Untuk lantai ruang studio, diatas plat lantai diberi layer spons sebelum diberi penutup lantai dan bahan karpet yang memiliki koefisien serap 0.25.
Dan untuk dinding studio menggunakan beberapa material yang disusun. Material tersebut antara lain adalah gypsum board, selimut isolasi, rongga udara, plester yang dibuat 2 lapis dengan memberikan jarak untuk rongga udara sebesar 5cm. Hal ini bertujuan agar suara dari luar bangunan tidak masuk ke dalam studio dan suara dari dalam studio tidak mengganggu lingkungan sekitar. Setelah itu dinding bagian dalam dilapis dengan karpet yang memiliki koefisien serap sebesar 0.25. Hal ini bertujuan agar suara di dalam studio tidak terlalu menggema atau ‘mati’.
Gambar 3.7. Detail Dinding Studio
3.6. Sistem Utilitas
3.6.1. Sistem Utilitas Air Bersih
Air bersih diperoleh dari saluran PDAM dan sebagai cadangan digunakan deep
well pump. Sistem yang digunakan adalah up feed. Hal ini dimaksudkan karena
bangunan hanya terdiri dari 3 lantai senhingga akan lebih efisien jika menggunakan sistem ini.
Dalam ruang tandon yang terletak di lantai basement, tendon air dibagi menjadi 2 bagian. Hal ini bertujan agar pada saat salah satu tandon dilakukan pengurasan atau terjadi kebocoran, dapat digunakan tandon yang satu lagi.
PDAM meteran tandon bawah shaft toilet
Air tanah pompa
Gambar 3.8. Skema Utilitas Air Bersih Perhitungan air bersih:
Staff : 232 orang Studio 1 : 1166 orang Studio 2 : 432 orang Studio 3 : 200 orang ---+ Total : 2030 orang Kebutuhan : 150 lt/hari/orang Kebutuhan total : 150 x 2030 = 3045000 lt
Kebutuhan air keseluruhan = kebutuhan total + cadangan 100% + cadangan kebakaran = 304.500 + 304.500 + 304.500 = 913.500 lt = 913.5 m3 = 913 m3 dimensi tandon = p x l x [t+0,5] = 15m x 17m x 3,5m
3.6.2. Sistem Pembuangan Air Kotor
Untuk pipa vertikal dari tiap-tiap toilet disediakan shaft yang menerus hingga ke lantai basement, kemudian masuk ke ruang penampungan sementara untuk kemudian dipompa ke ruang STP untuk diolah sebelum dibuang ke saluran kota.
Toilet r.penampungan sementara r. STP saluran kota
Gambar 3.9. Skema Pembuangan Air Kotor
3.6.3. Sistem Peghawaan (AC)
Sistem penghawaan (AC) yang digunakan dalam bangunan adalah sistem chilled water. Penggunaan sistem ini memberikan kemudahan untuk konstruksi atap gedung. Karena mesin chiller dapat diletakkan di lantai basement. Sebab pendinginan mesin bukan menggunakan udara, melainkan menggunakan air. Selain itu shaft yang dibutuhkan juga kecil. Karena pendistribusian air dingin dari mesin AC ke r. AHU, hanya menggunakan pipa air dingin . Dan jarak yang mampu dicapai pipa air dingin cukup jauh.
Dari sisi pengguna gedung, keuntungan yang dapat diperoleh adalah, masing-masing ruangan dapat disesuaikan temperaturnya sesuai kebutuhan. Karena untuk ruang - ruang yang kecil dapat digunakan fan coil. Dan untuk melayani ruang - ruang besar, pendistribusian udara dingin dengan menggunakan AHU.
Colling tower r. AHU ducting ruangan
fan coil ruangan
r. AHU ducting ruangan
fan coil ruangan
r. AHU ducting ruangan
mesin ac fan coil ruangan
Gambar 3.10. Skema Sistem Chilled Water Perhitungan luas R. mesin AC
Luas lantai 1 : 6077 m2 Luas lantai 2 : 3100 m2 Luas lantai 3 : 2180 m2 ---+
total = 11380 m2
luas mesin AC = [1/200]x luas lantai
= [1/200]x11380
= 56,9 m2
Perhitungan luas R. AHU
Luas AHU lantai 1 = 1/50 x luas lantai 1
= 1/50 x 6077
dibagi 4 r.AHU.
jadi masing-masing luas r. AHU = 121,54 : 4
= 30,385 m2
Luas AHU lantai 2 = 1/50 x luas lantai 2
= 1/50 x 3100
= 62 m2
dibagi 4 r.AHU.
jadi masing-masing luas r. AHU = 62 : 4
= 15,5 m2
Luas AHU lantai 3 = 1/50 x luas lantai 3
= 1/50 x 2180
= 43,6 m2
dibagi 2 r.AHU.
jadi masing-masing luas r. AHU = 43,6 : 2
= 21,8 m2
Perhitumgan luas dimensi ducting
Luas dimensi ducting adalah 1/500 ruang yang dikondisikan atau 1/10 ruang r.AHU
Luas dimensi ducting lantai 1 = 1/500 x 30,385
= 3,0385 m2 1.5m x 2m Luas dimensi ducting lantai 2 = 1/10 x 15,5
= 1,55 m2 1m x 1.5m Luas dimensi ducting lantai 3 = 1/10 x 21,8
Dengan dimensi ducting yang cukup besar, yaitu rata-rata memiliki ketinggian 1.2m-1.5m, maka ketinggian lantai bangunan dari satu lantai ke lantai berikutnya dibuat cukup tinggi. Sehingga ruangan di atas plafon selain dapat digunakan sebagai jalur ducting, dapat juga difungsikan sebagai penempatan lampu sorot studio.