POLA PERSEBARAN INDUSTRI DI KORIDOR
JALAN RAYA BOGOR
Mangapul P.Tambunan
Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok 16424 Indonesia
E-mail: [email protected]
Abstrak
Ada 186 industri yang secara ruang tersebar di koridor Jalan Raya Bogor (termasuk propinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat) dengan keanekaragaman pola persebarannya. Dampak pola persebaran industri tentunya akan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja lokal masyarakat yang menetap di wilayah penelitian, yang mana intensitas dampak yang berdekatan dengan lokasi industri tentunya tinggi dan makin jauh, intensitas dampak semakin rendah. Hasil analisis tetangga terdekat (nearness neighborhood analysis) diperoleh kesimpulan pola persebaran industri: mengelompok (cluster pattern) di wilayah Kelurahan Cisalak Pasar, Cilangkap, dan Cisalak; tidak merata/acak (random) di wilayah Kelurahan Tugu, Mekarsari, Sukamaju Baru dan Jatijajar; merata (dispersed pattern/uniform) di wilayah Kelurahan Susukan, Ciracas, Pekayon, Curug dan Sukamaju. Masyarakat lokal yang terserap pada kegiatan industri 62,04 % pada tingkat pendidikan menengah dan 2,81 % pada tingkat pendidikan rendah atau tidak sekolah.
Abstract
Spatial dispersed pattern of Industry at Jalan Raya Bogor Corridor. The corridor Jalan Raya Bogor, includes DKI
Jakarta and West Java provinces have 186 industry, which different spatial dispersed pattern. The Industry has an impact to local community for worker industry. The analysis with nearness neighborhood and overlay map are conclusion as industry has cluster pattern at Cisalak Pasar, Cilangkap, and Cisalak district. And the industry patterns have random spatial at Tugu, Mekarsari, Sukamaju Baru, and Jatijajar district. The industry spatial has a dispersed pattern/uniform at Susukan, Ciracas, Pekayon, Curug, and Sukamaju district. The local community for worker industry has 62.04% senior high school and 2.81% elementary school or not education.
Keywords: middle industry region, local community in worker industry.
1. Pendahuluan
Wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat sebagai kota besar biasanya menarik sebagai lokasi industri, oleh karena itu di kota mudah terjadi gejala aglomerasi. mempunyai hubungan satu sama lainnya.
Secara teoritis, penentuan lokasi industri berdasarkan pendekatan biaya angkut minimum, analisis pasar, dan maksimalisasi keuntungan yang merupakan akibat logis dari biaya maupun pasar [1]. Secara empirik, penentuan lokasi perlu memperhatikan tenaga kerja, aksesibilitas, tempat kedudukan kerjasama, dan daya tarik lingkungan. Industri dan produk yang dihasilkan mempunyai dampak pada basis sumberdaya alam melalui keseluruhan daur ekplorasi dan ekstrasi barang
mentah, transformasi menjadi produk, konsumsi energi, limbah produksi, dan pemakaian produk dan pembuangan sampah yang dihasilkan produk itu oleh konsumen. Dampak tersebut mungkin positif, karena meningkatkan kualitas suatu sumberdaya atau memperpanjang pemanfaatannya; atau mungkin pula dampak tersebut negatif, akibat proses, dan pencemaran produk, dan akibat menipisnya atau rusaknya sumberdaya.
Kawasan di sepanjang Jalan Raya Bogor khususnya meliputi, Kecamatan Pasar Rebo, Kecamatan Cimanggis, dan Kecamatan Sukmajaya merupakan wilayah lokasi industri yang bertumbuh dan berkembang secara alami (artinya sebelumnya tidak ada campur tangan pemerintah) yang merupakan limpahan
dan ketidaksiapan infrastruktur pada kawasan industri Pulogadung.
Dampak lokasi industri terungkap dalam berbagai bentuk yang dapat dikelompokkan menjadi dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Berbagai dampak tersebut mempunyai jangkauan yang berbeda, ada yang sempit dan ada pula yang luas. Intensitas dampak yang berdekatan dengan lokasi industri tentunya tinggi dan semakin jauh, intensitas dampaknya makin rendah. Pertumbuhan dan perkembangan industri tentunya diharapkan akan mengubah kondisi lingkungan sosial-ekonomi masyarakat pada wilayah tersebut. Pembatasan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Persebaran lokasi industri harus tepat, sesuai, dan serasi dengan kondisi lingkungan fisik dan sosial-ekonomi masyarakatnya, pada kenyataannya di wilayah penelitian tidak demikian; (2) Proses industri membutuhkan tenaga kerja dari masyarakat yang menetap di wilayah penelitian, ternyata banyak tenaga kerjanya yang berasal dari luar wilayah penelitian; (3) Adanya jenis bidang kegiatan (pertumbuhan dan perkembangan) industri diharapkan terjadinya perubahan peningkatan pada lingkungan sosial-ekonomi masyarakatnya. Sehubungan dengan itu, maka pertanyaan penelitian yang dapat dikedepankan adalah:
(1) Di mana terdapat lokasi industri sedang dan
bagaimana pola ke-ruang-an (spasial) persebaran industrinya di sepanjang Jalan Raya Bogor?
(2) Berapa banyak tenaga lokal terserap pada kegiatan industri sedang?
Adapun hipotesis kerja pada permasalahan pertama, yaitu:
H0= Pola persebaran industri skala sedang tidak
mengikuti pola tata ruang (misalnya jaringan jalan) yakni tidak linear/memanjang sepanjang koridor Jalan Raya Bogor.
H1 = Pola persebaran industri skala sedang mengikuti
pola tata ruang (misalnya jaringan jalan) yakni
linear/memanjang sepanjang koridor Jalan Raya
Bogor
Hipotesis kerja pada permasalahan kedua, yaitu:
H0 = Keberadaan kegiatan industri skala sedang secara
signifikan tidak menyerap tenaga kerja lokal.
H1 = Keberadaan kegiatan industri skala sedang secara
signifikan menyerap tenaga kerja lokal.
2. Metode
Tempat lokasi wilayah penelitian terletak di koridor Jalan Raya Bogor yang secara administratif terdiri atas Kelurahan Pekayon, Susukan, Ciracas, Tugu, Mekarsari, Cisalak Pasar, Curug, Sukamaju Baru, Jatijajar, Cilangkap, Cisalak, dan Sukamaju.
Dasar pemilihan lokasi penelitian di atas adalah sebagai berikut:
1. Rencana tata ruang wilayah hingga tahun 2005 diperuntukan sebagai kawasan industri;
2. Terdapat persebaran lokasi industri skala sedang dengan berbagai jenis keanekaragamannya;
3. Mempunyai luasan penggunaan tanah industri; 4. Aksesibilitas berupa jaringan jalan;
5. Melihat faktor jarak yang relatif dekat dengan pelabuhan laut peti kemas Tanjungpriok dan pelabuhan udara Soekarno-Hatta;
6. Jumlah dan kepadatan penduduk yang relatif besar; 7. Mata pencaharian masyarakat setempat berupa
pekerja industri;
8. Terjadi perubahan dengan lingkungan sosial masyarakatnya.
Waktu penelitian terdiri dari waktu survai penelitian satu bulan dan waktu pengolahan data serta pembuatan laporan dengan lama penelitian empat bulan. Pengambilan contoh dilakukan secara sampling acak yang tersistematik dan berdasarkan pada waktu jam kerja pegawai pabrik klasifikasi sedang yang tinggal menetap (berdomisili) di wilayah penelitian.
Bahan yang diteliti adalah penyebaran ke-ruang-an (spasial) lokasi industri skala sedang yang berdasarkan pada berbagai industri tersebut yang berkaitan dengan kondisi lingkungan sosial pada masyarakat yang menetap di wilayah penelitian. Pengamatan yang dilakukan peneliti pada periode pengukuran existing melalui survai lapangan atau persebaran kuesioner. Data yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar atau 75 persen adalah data primer berupa jumlah tenaga kerja industri skala sedang yang berdomisili di wilayah penelitian, penyerapan tenaga kerja lokal pada sektor industri skala sedang. Data sekunder mempunyai kontribusi sebesar 25 persen (meliputi data dari instansi pemerintah dan swasta serta data pustaka penelitian sebelumnya) yang diperoleh dari Biro Pusat Statistik (BPS) Kotamadya Jakarta Timur, dan Kotamadya Depok pada tahun 2000.
Alat (tools) yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
a) Alat sampel acak untuk pekerja industri sedang sesuai dengan tipologinya;
b) Kuesioner untuk pekerja industri skala sedang yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah penelitian (terlampir);
c) Alat tulis dan alat kartografi; d) Alat untuk meletakkan kompas; e) Alat mobilitas survai berupa sepeda;
f) Peta Topografi, Tata Ruang, Penggunaan Tanah, dan Persebaran Industri skala Sedang dengan skala peta 1:25.000.
g) Foto udara dan citra satelit skala 1:20.000 di koridor Jalan Raya Bogor;
h) Data tabular, mengenai industri dan pekerjanya di lokasi wilayah penelitian;
i) Digitasi peta, proses data digital (editing, tagging,
labelling, transformasi, analisis/overlay, layout
peta, dan pencetakan peta) dengan software
Arc/Info dan Arcview serta Plotter;
j) Pengolahan analisis data tabuler dengan
menggunakan software SPSS versi 98+ for
windows;
Metode teknik pengambilan contoh sampel ialah kombinasi purposive sampling dan simple random
sampling dari setiap populasi. Sifat purposif digunakan
untuk menentukan populasi pekerja (karyawan) pabrik di setiap kelurahan, dan kemudian dari populasi pekerja dipilih sejumlah sampel pekerja pabrik 563 orang, yang digunakan sebagai responden kuesioner penelitian. Sampel sebanyak 563 pekerja industri skala sedang meliputi kategori 20-110 orang sebesar 161 sampel pekerja industri; Kategori 111-202 orang sebesar 132 sampel pekerja industri; dan Kategori lebih dari (>) 202 orang sebesar 269 sampel pekerja industri.
Variabel bebas (x), terdiri atas kelompok penyerapan tenaga kerja lokal; sedangkan variabel terikat (y) yaitu dengan keberadaan lokasi industri skala sedang.
Analisis berupa overlay peta dengan unit analisis wilayah penelitian berupa wilayah administrasi kelurahan atau desa. Dalam menjawab permasalahan dan tujuan pertama dari penelitian mengenai gambaran persebaran ke-ruang-an (spasial) dari tipologi industri skala sedang, maka digunakan rumus yang dikenal dengan sebutan “analisis tetangga terdekat” sebagai berikut [2].
Ju T= --- Jh di mana:
T adalah indeks persebaran tetangga terdekat;
Ju adalah jarak rata-rata yang diukur antara satu titik
dengan titik tetangga yang terdekat;
Jh adalah jarak rata-rata yang diperoleh andaikata semua
titik mempunyai pola acak, yang dihitung dengan rumus: 1
2√ p
p adalah kepadatan titik dalam tiap kilometer persegi,
yang didapat dari perhitungan pembagian antara jumlah titik (N) dengan luas wilayah dalam kilometer persegi (A).
Nilai T berkisar antara 0 sampai 2,15. Jika T = 0, pola persebarannya dikatakan mengelompok. Jika T = 1 pola persebarannya dikatakan acak. Bila T = 2,15 persebarannya dikatakan seragam.
Kategori Indeks Persebaran (T):
I = Nilai T dari 0 – 0,7 adalah pola bergerombol (cluster pattern);
II = Nilai T dari 0,7 – 1,4 adalah pola tersebar tidak
merata (random pattern);
III = Nilai T dari 1,4 – 2,1491 adalah pola tersebar merata (dispersed pattern/uniform).
Menjawab permasalahan dan tujuan kedua dari penelitian ini, maka digunakan analisis prosentasi tingkat pendidikan pekerja pabrik yang menetap di lokasi penelitian yang terserap bekerja di industri skala sedang.
3. Hasil dan Pembahasan
Total luas tanah industri 564,53 hektar, di mana persebaran spasial kelurahan dengan jenis penggunaan tanah industri yang mempunyai lebih dari (>) 33,7 % adalah Kelurahan Curug. Kemudian prosentasi penggunaan tanah dengan kategori 16,85-33,7 % terdapat di wilayah Kelurahan Susukan, sedangkan wilayah kelurahan lainnya seperti Ciracas, Pekayon, Tugu, Mekarsari, Cisalak Pasar, Sukamaju Baru, Jatijajar dan Cilangkap mempunyai prosentasi penggunaan tanah industri kurang dari (<) 16,85 % dari luas seluruh penggunaan tanah industri di lokasi wilayah penelitian.
Berdasarkan hasil perhitungan kerapatan industri, bahwa wilayah Kelurahan Cilangkap mempunyai kerapatan industri yang terendah (tidak rapat/padat). Wilayah Kelurahan Curug memiliki kerapatan industri yang paling tinggi. Untuk jelasnya dapat dilihat pada grafik di atas.
Analisis lebih lanjut mengenai ke-ruang-an (spasial) pada pola tipologi persebaran lingkungan industri di wilayah penelitian, menggunakan perhitungan analisis tetangga terdekat (nearness neighborhood analysis).
Misalkan, Kelurahan Susukan 6,398 titik industri/Km2
artinya pada luasan 1 kilometer persegi terdapat 6 industri/pabrik di Kelurahan Susukan pada wilayah penelitian, sedangkan nilai 0,198 Km merupakan jarak rata-rata yang diperoleh dari semua titik di Kelurahan Susukan yang mempunyai pola acak/random.
Pola persebaran tipologi lingkungan industri sedang di wilayah Kelurahan Susukan mempunyai indeks skala T = 2,126 atau pola tersebar merata (dispersed pattern/
Gambar 1. Grafik Kerapatan Industri
Gambar 2. Grafik Pola Persebaran Tipologi Lingkungan Industri
Prosentase tenaga kerja lokal berdasarkan pada masing-masing tingkat pendidikan yang bekerja pada industri di wilayah penelitian, memberikan kontribusi rata-rata sebesar 40 % untuk tingkat pendidikan SD/Sederajat, 45 % untuk tingkat pendidikan SLTP/Sederajat, 58 % untuk tingkat pendidikan SMU/Sederajat dan 5 % untuk tingkat pendidikan D3/S1 dari seluruh tenaga kerja industri di lokasi wilayah penelitian.
Berdasarkan pada data kuesioner responden pekerja industri yang berdomisili (menetap) di wilayah penelitian dengan melihat tingkat pendidikannya. Pada umumnya responden pekerja industri di wilayah penelitian adalah pada tingkat pendidikan menengah (SLTP & SMU/K) sebesar 353 orang atau 62,04 % dari jumlah total responden pekerja industri (569 orang),
kemudian diikuti dengan tingkat pendidikan rendah dan tinggi. Pada tingkat pendidikan sangat rendah atau tidak sekolah mempunyai jumlah yang relatif sedikit yakni 16 orang responden pekerja industri atau 2,81% dari total responden pekerja industri.
4. Kesimpulan
1. Lokasi industri skala sedang di wilayah penelitian, terdapat di wilayah Kelurahan Susukan, Ciracas, Pekayon, Tugu, Mekarsari, Cisalak Pasar, Curug, Sukamaju Baru, Jatijajar, Cilangkap, Cisalak, dan Sukamaju dengan pola ke-ruang-an/spasial persebaran industrinya di sepanjang Jalan Raya Bogor mengikuti pola penataan ruang yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kodya Jakarta Timur dan Kota Depok, dan berdasarkan hasil perhitungan analisis tetangga terdekat (nearness
neighborhood analysis), adalah sebagai berikut:
a. pola ke-ruang-an persebaran industri yang mengelompok (cluster pattern) dengan nilai indeks skala T (0 - 0,7), terdapat di wilayah Kelurahan Cisalak Pasar, Cilangkap, dan Cisalak;
b. pola ke-ruang-an persebaran industri yang tidak merata/acak (random pattern) dengan nilai indeks skala T (0,7 – 1,4), terdapat di wilayah Kelurahan Tugu, Mekarsari, Sukamaju Baru, dan Jatijajar;
c. pola ke-ruang-an persebaran industri yang merata (dispersed pattern/uniform) dengan nilai indeks skala T (1,4 – 2,1491), terdapat di wilayah Kelurahan Susukan, Ciracas, Pekayon, Curug, dan Sukamaju.
2. Tenaga kerja lokal yang terserap pada kegiatan industri berdasarkan pada tingkat pendidikan, adalah GRAFIK POLA PERSEBARAN TIPOLOGI LINGKUNGAN INDUSTRI
0.000 0.500 1.000 1.500 2.000 2.500 SU SUKA N CIR ACA S PEKAY ON TUG U MEKAR SAR I CISAL AK PAS AR CURU G SU KAM AJU BAR U JATI JAJA R CILAN GKA P CISAL AK SUKA MAJ U WILAYAH KELURAHAN/DESA INDEK S Skala T (Indeks) 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00 16,00 18,00 20,00 SUSUKA N CIRA CAS PEKA YONTUGU MEKARSA RI CISALA K PA SAR CURU G SUKAM AJU B ARU JATI JAJAR CILANG KAP CISA LAK SUKA MAJU
WILAYAH KELURAHAN/DESA
(Jumlah/Km2) LUAS AREA (KM2) JUMLAH INDUSTRI KERAPATAN INDUSTRIsebagai berikut: pada tingkat pendidikan menengah (SLTP/Sederajat dan SMU/Sederajat) 62,04%, kemudian diikuti dengan tingkat pendidikan rendah (SD/Sederajat) dan tinggi (D3 dan S1), sedangkan tingkat pendidikan sangat rendah atau tidak sekolah mempunyai jumlah yang relatif sedikit 2,81% dari jumlah total respoden pekerja industri. Dengan kata lain keberadaan kegiatan industri sedang secara
signifikan menyerap tenaga kerja lokal di wilayah penelitian.
Daftar Acuan
[1] R. Bintarto, S. Hadisumarno, Metode Analisis Geografi, LP3ES, Jakarta,1982.
[2] J. Glasson, An Introduction to Regional Planning, Hutching, London, 1987.
Lampiran
Peta 1Administrasi
Tugu Cilangkap Ciracas Mekarsari Sukamaju Pekayon Curug Cisalak Sukamaju Baru Jatijajar Susukan Cisalak Pasar Gedong Kalimulya Pasir Gunung Selatan Bhakti Jaya Cijantung Kalisari Kelapa Dua Wetan Rambutan Abadijaya Cibubur Harjamukti Sukatani Tapos Pabuaran Cimpaeun Ciriung 1 0 1 2km U Skala 1 : 75.000 6 °27 '0 0" L S 6 °26 '0 0" L S 6 °25' 0 0 "L S 6 °24 '0 0" L S 6 °23 '0 0" L S 6 °22 '0 0" L S 6 °21 '0 0" L S 6 °20' 0 0 "L S 6 °19 '0 0" L S 106°50'00"BT 106°51'00"BT 106°52'00"BT 106°53'00"BT Situ Sungai Batas Kel urahan/ DesaKeterangan :
&
\ Kantor Kel urahan/
Desa Jalan Tol Jalan Kolektor Jalan Arteri
Su m be r : Jab ot ab ek St re et Atlas, 19 97 /98
Wil ayah p enelitian
Diagram Lokasi 120 9- 23 3 SU KANAGARA 12 09- 14 4 Gn. HAMBAL ANG 120 9- 14 3 BOGO R 12 09 -5 11 JONG GO L 1 20 9- 42 2 Gn. PUT RI 1 20 9-4 21 CIBINO NG 120 9- 51 3 TAM BUN 12 09- 42 4 PO NDO K GED E 1 20 9- 42 3 PASAR MI NGG U
Petunjuk Letak Peta
106°52'30"B T107°00'00"B T 0 6 ° 30' 00 " L S 06° 22 '3 0" LS 106°45'00"B T 06° 37 '3 0 " LS
Peta 3
Rencana Tata Ruang Hingga tahun 2005
# # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # Cisalak Pasar Susukan Jatijajar Sukamaju Baru Cisalak Curug Pekayon Sukamaju Mekarsari Ciracas Cilangkap Tugu Skala 1 : 75.000 U 1 0 1 2km Batas Kelurahan/ Desa Keterangan : Jalan Arteri Jalan Kolektor Jalan Tol Kawasan Industri Permukiman Pertanian Ruang terbuka hijau Lokasi Industri # Sungai Situ 106°53'00"BT 106°52'00"BT 106°51'00"BT 106°50'00"BT 6° 1 9 '0 0 "L S 6° 2 0 '0 0 "L S 6 °21' 0 0 "L S 6 °22 '0 0" L S 6° 2 3 '0 0 "L S 6 °24 '0 0" L S 6° 2 5 '0 0 "L S 6° 2 6 '0 0 "L S 6° 2 7 '00 "L S 1209-23 3 SU KANAGARA 12 09-14 4 Gn. HAMBAL ANG 120 9-143 BOGOR 12 09 -5 11 JONG GOL 1209- 42 2 Gn. PUTRI 1 20 9-4 21 CIBINO NG 120 9-513 TAMBUN 12 09-42 4 PONDOK GED E 1 209- 42 3 PASAR MI NGG U 106°52'30"BT107°00'00"BT 06° 30 '0 0" LS 06 ° 22 '30 " L S 106°45'00"BT 06° 37' 3 0 " LS
Sumber : Dinas Tata Kota DKI Jak arta & Jawa Barat
Diagram Lokasi Petunjuk Letak Peta
Wilayah penelitian
Pe ta 3
Persebaran Industri Sedang
# # # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # # # ## # # # # # ## ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # Cisalak Pasar Susu kan Jatijajar Sukamaju Baru Cisalak Cu rug Pekayon Sukamaju Mekarsari Ciracas Cilan gkap Tugu # # # # # # # # # # ## # # # # Skala 1 : 75. 000 U 1 0 1 2km
Bat as Kel urahan/ Desa Keterangan : # Industri Ja lan A rteri Ja lan K olektor Ja lan Tol Sunga i Situ
Sumber : J abotabek S treet A tlas ,1997/98
106 °5 3'0 0"B T 106 °5 2'0 0"B T 106 °5 1'0 0"B T 106 °5 0'0 0"B T 6° 1 9 '00 "L S 6° 2 0 '0 0 "LS 6 °21' 0 0 "L S 6° 2 2 '00 "L S 6° 2 3 '0 0 "LS 6° 2 4 '00 "L S 6° 2 5 '0 0 "LS 6° 2 6 '0 0 "LS 6° 2 7 '00 "L S
Wil ayah p en elitia n
120 9- 23 3 SU K A NA GA RA 12 09- 14 4 Gn. HA MB AL A NG 120 9- 14 3 BOGO R 12 09 -5 11 JONG GO L 1 20 9- 42 2 Gn. P UT RI 1 20 9-4 21 CIBINO NG 120 9- 51 3 TA M B UN 12 09- 42 4 PO NDO K GED E 1 20 9- 42 3 PA SA R MI NGG U 106°52'30"B T107°00'00"B T 06° 30 '00" LS 06° 22 '30" L S 106°45'00"B T 06° 37 '30" LS Diagram Lokasi Petunjuk Letak Peta
i
Cilan gkap Cisalak Pasar Susu kan Jatijajar Sukamaj u Baru Cisalak Cu rug Pekayon Sukamaj u Mekarsari Ciracas TuguPersentase Penggunaan Tanah
Pe ta 4
Skala 1 : 75. 000 U
1 0 1 2km
Bat as Kel ura ha n/ Desa Keterang an : Peruma han Perka ntora n Ind ustri Pede sa an 106 °5 3'0 0"B T 106 °5 2'0 0"B T 106 °5 1'0 0"B T 106 °5 0'0 0"B T 6 °19 '0 0" L S 6° 2 0 '0 0 "LS 6° 2 1 '0 0 "L S 6° 2 2 '0 0 "LS 6 °23 '0 0" L S 6° 2 4 '0 0 "LS 6° 2 5 '0 0 "LS 6 °26 '0 0" L S 6 °27 '0 0" L S W il ayah p en elitia n 120 9- 23 3 SU K A NA GA RA 12 09- 14 4 Gn. HA MB AL A NG 120 9- 14 3 BOGO R 12 09 -5 11 JONG GO L 1 20 9- 42 2 Gn. P UT RI 1 20 9-4 21 CIBINO NG 120 9- 51 3 TA M B UN 12 09- 42 4 PO NDO K GED E 1 20 9- 42 3 PA SA R MI NGG U 106 °5 2'30 "B T107 °00 '0 0"B T 06° 30 '00" LS 06° 22' 30" LS 106 °4 5'0 0 "B T 06° 37 '30 " LS
Sumb er :BPN Ko dya J aka rta Ti mur & Ka b. Bog or (19 98 )
Diagr am Lokasi Petunjuk L etak Peta
Gambar 5. Peta Persebaran Industri Skala Sedang
Kerapatan Industri Cisalak Pasar Susu kan Jatijajar Sukamaju Baru Cisalak Cu rug Pekayon Sukamaju Mekarsari Ciracas Cilan gkap Tugu Skala 1 : 75. 000 U 1 0 1 2km
Bat as Kel ura han/ Desa Keterang an :
Renda h Sedang Tinggi
Sum ber : A nali s is P eta
106 °5 3'0 0"B T 106 °5 2'0 0"B T 106 °5 1'0 0"B T 106 °5 0'0 0"B T 6 °19' 0 0 "L S 6° 2 0 '00 "L S 6 °21' 0 0" L S 6 °22' 0 0 "L S 6° 2 3 '0 0 "L S 6° 2 4 '00 "L S 6° 2 5 '0 0 "L S 6 °26' 0 0 "L S 6 °27' 0 0 "L S Pe ta 5 106°5 2'30 "B T107°00'00"B T 06°30' 00 " L S 06 °22' 30" L S 106°45'00"B T 06 ° 37' 3 0" L S 1 20 9- 42 3 PASA R MI NGG U 12 09- 42 4 PO NDO K GE D E 120 9- 51 3 TA M BUN 1 20 9-4 21 CIBINO NG 1 20 9- 42 2 Gn. PUT RI 12 09 -5 11 JONG GO L 120 9- 14 3 BOGO R 12 09- 14 4 Gn. HAMBA L ANG 120 9- 23 3 SU KA NAGARA
Wil ayah p en elitia n Diagram Lokasi
Petunjuk Letak Peta
P e ta 6 P o la P e r s e b a r a n I n d u str i Ci s a la k Pa s a r Su s u k a n Ja t i ja ja r S u k a m a j u B a ru Ci s a la k Cu ru g Pe k a y o n S uk a m a j u M e k a rs a ri Ci ra c a s Ci la n g k a p T u g u S k a l a 1 : 7 5 . 0 0 0 U 1 0 1 2k m B a t as K el ur a ha n / D e s a M en g e lo m p ok ( 0 - 0. 7 ) A c ak ( 0 , 7 - 1 ,4 ) M er a ta ( 1 , 4 - 2 ,2 ) K e t e r a n g a n : 1 0 6 °5 3 '0 0 "B T 1 0 6 °5 2 '0 0 "B T 1 0 6 °5 1 '0 0 "B T 1 0 6 °5 0 '0 0 "B T 6 °19 '0 0" L S 6 °20 '0 0" L S 6° 2 1 '0 0 "LS 6° 2 2 '0 0 "LS 6° 2 3 '0 0 "LS 6 °24 '0 0" L S 6 °25 '0 0" L S 6 °26 '0 0" L S 6 °27' 0 0 "L S 120 9- 23 3 SU K A N A GA R A 12 09- 14 4 Gn. H A MB A L A N G 120 9- 14 3 B O GO R 12 09 -5 11 JON G GO L 1 20 9- 42 2 Gn. P U T R I 1 20 9-4 21 C IB IN O N G 120 9- 51 3 TA M B U N 12 09- 42 4 PO N D O K GE D E 1 20 9- 42 3 PA S A R MI N GG U 10 6 °5 2 '3 0 "B T10 7 °0 0 '0 0 " B T 06°30' 00 " L S 06 °22 '30" LS 10 6 °4 5 '0 0 " B T 06° 37 '30" LS Su m b e r : A n a li s is P e ta Dia gr am Lo k as i P et un juk L eta k P et a W il ay ah p en elit ia n
Gambar 8. Peta Pola Persebaran Industri Gambar 7. Peta Kerapatan Industri
Peta 7
Tingkat Pendidikan Pekerja Pabrik
Tugu Ciracas Mekarsari Sukamaju Pekayon Curug Cisalak Sukamaju Baru Jatijajar Susukan Cisalak Pasar Cilangkap Skala 1 : 75.000
Batas Kel urahan/ Desa Keterangan : U 1 0 1 2km Sangat Rendah Rendah (SD) Menengah (SLTP&SMU/K) Tinggi (D3&S1)
Sumber : Analisis Peta
106°53'00"BT 106°52'00"BT 106°51'00"BT 106°50'00"BT 6 °19 '0 0" L S 6 °20 '0 0" L S 6 °21' 0 0 "L S 6° 2 2 '00 "L S 6 °23' 0 0 "L S 6 °24' 0 0 "L S 6° 2 5 '00 "L S 6° 2 6 '00 "L S 6° 2 7 '00 "L S 106°52'30"B T107°00'00"B T 06° 30' 00 " LS 06 ° 22' 30 " L S 106°45'00"B T 06 ° 37' 3 0 " L S
Petunjuk Letak Peta 1 20 9- 42 3 PASAR MI NGG U 12 09- 42 4 PO NDO K GED E 120 9- 51 3 TAM BUN 1 20 9-4 21 CIBINO NG 1 20 9- 42 2 Gn. PUT RI 12 09 -5 11 JONG GO L 120 9- 14 3 BOGO R 12 09- 14 4 Gn. HAMBAL ANG 120 9- 23 3 SU KANAGARA
Wil ayah pen elitian
Diagram Lokasi