• Tidak ada hasil yang ditemukan

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

( B N P B )

JI. Ir. H. Juanda 36. Jakarta 10120 Indonesia Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB

Jumat,

23 Januari 2009

Pada hari Kamis, 22 Januari 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Jumat, 23 Januari 2009 pukul 08.00 WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB sebagai berikut :

I. Pemantauan Ancaman Banjir di Jabodetabek (Laporan Perkembangan) A. Ketinggian Muka Air

Berdasarkan informasi dari Satkorlak PB Prov. DKI Jakarta dan Posko Banjir Dep. PU, Hari Kamis, 22 Januari 2009 pukul 00.00, 06.00, 08.00, 12.00 dan pukul 18.00 WIB, perkembangan ketinggian muka air di 3 Pintu Air dilaporkan sebagai berikut :

KATULAMPA 90 70 70 80 60 100 60 60 70 60 90 60 60 70 60 80 80 60 70 60 70 70 60 70 60 0 30 60 90 120 150 180 210

18-Jan 19-Jan 20-Jan 21-Jan 22-Jan

0:00 6:00 8:00 12:00 18:00 DEPOK 145 150 150 135 140 220 145 155 245 135 200 150 140 200 135 170 145 140 170 135 155 165 135 145 130 85 135 185 235 285 335

18-Jan 19-Jan 20-Jan 21-Jan 22-Jan

0:00 6:00 8:00 12:00 18:00 Siaga III (>80 cm) Siaga II (>150 cm) Siaga I (>200 cm) Siaga III (>200 cm) Siaga II (>270 cm) Siaga I (>350 cm)

(2)

MANGGARAI 720 740 740 680 755 700 740 760 680 710 700 730 765 680 740 760 710 750 750 710 770 710 700 800 700 600 700 800 900 1000

18-Jan 19-Jan 20-Jan 21-Jan 22-Jan

0:00 6:00 8:00 12:00 18:00

Sumber :Satkorlak PB Prov. DKI Jakarta dan Posko Banjir Dep. PU.

B. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK

Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Jumat, 23 Januari 2009 dilaporkan sebagai berikut :

NO L0KASI C U A C A Pagi (00.05 – 12.00) Siang (12.05 – 18.00) Malam (18.05 – 24.00)

1 JAKARTA PUSAT Berawan dan hujan ringan Berawan Berawan

2 JAKARTA UTARA Berawan dan hujan ringan

- sedang Berawan Berawan

3 JAKARTA SELATAN Berawan dan hujan ringan

- sedang Berawan dan hujan ringan Berawan

4 JAKARTA TIMUR Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan Berawan

5 JAKARTA BARAT Berawan dan hujan ringan

- sedang Berawan Berawan

6 KEP. SERIBU Berawan dan hujan ringan Berawan Berawan dan hujan ringan

7 BOGOR Berawan dan hujan ringan

- sedang

Berawan dan hujan ringan –

sedang Berawan dan hujan ringan

8 TANGERANG Berawan dan hujan ringan

- sedang Berawan Berawan

9 DEPOK Berawan dan hujan ringan Berawan Berawan

10 BEKASI Berawan dan hujan ringan Berawan Berawan dan hujan ringan

Keterangan :

- Hujan ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari

- Hujan sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari

- Hujan lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari

- Hujan sangat lebat : >20 mm/jam >100 mm/hari

Peringatan Dini : Berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang merata pada dini hari. Sumber : Badan Meteorologí dan Geofísika

II. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia (Laporan perkembangan)

A. Perkembangan situasi gunung api di Indonesia berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada hari Rabu, 21 Januari 2009, 2 (dua) Gunung Api dinyatakan masih dalam status “Siaga” (Level III) yaitu :

1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara (Laporan Perkembangan)

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa data visual dan kegempaan, terhitung mulai tanggal 02 Desember 2008 pukul 13.00 WITA hingga hari Kamis, 22 Januari 2009 pukul 06.00 WITA, status aktivitas G. Api Karangetang masih tetap dalam keadaan ”Siaga” (Level III). Hasil pemantauan G. Api Karangetang sebagai berikut:

Siaga III (>750 cm) Siaga II (>850 cm) Siaga I (>950 cm)

(3)

a. Aktivitas Kegempaan N O WAKTU JENIS GEMPA VA VB TL TJ HMBS LTS GGRN TRS TRMR FS 1. 21 Januari 2009 00.00 – 06.00 2 - - 2 - - - - - 8 06.00 – 12.00 - 1 - 2 - - 7 - - - 12.00 – 18.00 - 3 - 3 - - - - 6 - 18.00 – 24.00 1 4 - - 11 - - - 8 - TOTAL I 3 8 0 7 11 0 7 0 14 8 2. 22 Januari 2009 00.00 – 06.00 - 2 - 3 8 - - - 6 - TOTAL II 0 2 0 3 8 0 0 0 6 0

Ket : VA = Vulkanik Dalam, VB = Vulkanik Dangkal, TL = tektonik Lokal, TJ = Tektonik Jauh, HMBS = Hembusan, LTS = Letusan, GGRN = Guguran, TRS = Terasa, TRMR = Tremor

b. Visual NO KONDISI WAKTU 21 Januari 2009 (00.00-06.00 WITA) 22 Januari 2009 (00.00-06.00 WITA)

1. Cuaca Cerah, Cerah

2. Angin lemah dari Timur Lemah dari Timur

3. Pandangan - -

4. Asap kelabu Putih tebal denga ketinggian 300 m

5. Lain-lain - -

2. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara (Laporan Perkembangan)

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa data visual dan kegempaan, terhitung mulai tanggal 21 April 2008 hingga hari Kamis, 22 Januari 2009 pukul 06.00 WIT, status aktivitas G. Api Ibu masih tetap dalam keadaan ”Siaga” (Level III). Hasil pemantauan G. Api Ibu sebagai berikut :

a. Aktivitas Kegempaan

NO WAKTU JENIS GEMPA

VA VB TJ HMBS LTS GGRN TRS TRMR 1. 21 Januari 2009 - 00.00 – 06.00 - - 2 12 29 - - -- - 06.00 – 12.00 - - 2 18 26 - - -- - 12.00 – 18.00 - - 2 23 27 - - -- - 18.00 – 24.00 - - - 19 43 - - -- TOTAL I 0 0 6 72 125 0 0 0 2. 22 Januari 2009 - 00.00 – 06.00 - - - 10 20 0 - - TOTAL II 0 0 0 10 20 0 0 0

Ket : VA = Vulkanik Dalam, VB = Vulkanik Dangkal, TJ = Tektonik Jauh, HMBS = Hembusan, LTS = Letusan, GGRN = Guguran, TRS = Terasa, TRMR = Tremor

b. Visual NO KONDISI WAKTU 21Januari 2009 (00.00-06.00 WITA) 222 Januari 2009 (00.00-06.00 WITA)

1. Cuaca Cerah Cerah

2. Angin Tenang Tenang

3. Pandangan - Gunung tampak jelas

4. Asap Putih tebal tinggi 200 – 300 Meter Putih tebal tinggi 200 – 300 Meter

5. Lain-lain -. -

Rekomendasi Umum

1. Masyarakat di sekitar gunung Karangetang dan gunung Ibu dihimbau agar tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

2. Masyarakat di sekitar gunung Karangetang serta pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati G. Karangetang melebihi ketinggian 500 meter.

3. Masyarakat di sekitar gunung Ibu serta pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati G. Ibu dalam radius 2 km.

(4)

4. Jika terjadi hujan abu cukup deras, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut dikarenakan abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernafasan.

5. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satkorlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut.

Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

III. Prakiraan Gelombang Tinggi

Prakiraan gelombang tinggi berlaku tanggal 23-01-2009, pukul 07:00 WIB Sampai dengan tanggal 24-01-2009, pukul 07:00 sebagai berikut :

• 1.25 - 2.0 m : Perairan utara dan barat Aceh, Laut Sawu, Laut Timor, Perairan selatan NTT, Selat Karimata, Perairan timur Kepulauan Riau, Perairan Bangka Belitung, Laut Bali, Laut Flores, Perairan selatan Sulawesi, Laut Banda, Laut Arafuru, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Halmahera, Perairan utara Papua yang berbahaya bagi perahu nelayan

• 2.0 - 3.0 m : Perairan barat Sumatera Utara hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga NTB, Laut Natuna, Perairan Sangihe Talaud, Halmahera bagian utara yang berbahaya bagi perahu nelayan dan tongkang

• 3.0 - 4.0 m : Laut Cina Selatan yang berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang dan ferry

Sumber : Badan Meteorologi, Klimtologi dan Geofísika

IV. Lain-lain

1. Bencana Banjir di Provinsi DKI Jakarta A. Kejadian

Perkembangan kondisi genangan air tanggal 22 Januari 2009 akibat banjir dilaporkan sebagai berikut :

¾ Jakarta Utara

No Kecamatan Kelurahan Ketinggian Air (cm) pengungsian Lokasi Pengungsi Jumlah Keterangan

1. Cilincing Sukapura - 5 titik. - surut ¾ Jakarta Timur

Kecamatan Kelurahan Ketinggian Air (cm) pengungsian Lokasi Pengungsi Jumlah Keterangan

1. Jatinegara Kampung melayu Bidara Cina - - 2 titik 1titik - -

Saat ini sudah surut dan pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing 3. Cakung Rawa

Terate, - 1 titik - Genangan sudah surut B. Upaya Penanganan

1. Satkorlak PB Prov. Dki Jakarta, Satlak PB Di 5 Kota jakarta dan TRC BNPB masih terus memantau perkembangan jika terjadi banjir susulan dan menyiagakan bantuan.

2. BNPB masih mengaktifkan 2 tim Posduklap di Pesanggrahan dan Casablanca, masing-masing terdiri dari 7 personil dengan membawa dukungan 2 unit perahu karet, 1 unit tenda peleton, 10 lembar tenda gulung, 1 unit genset, 20 unit rompi pelampung, dan 2 unit velbed.

(5)

2. Bencana Banjir di Kab. Karawang Provinsi Jawa Barat (Laporan Perkembangan) A. Kejadian

Telah terjadi bencana banjir pada hari Kamis,15 Januari 2009 pukul 08.00 WIB, banjir tersebut disebabkan curah hujan yang tinggi dan meluapnya sungai Cibeat mengakibatkan jebolnya Tanggul Citarum di Desa Tunggak Jati Kec. Karawang dan Desa Kutaampel Kec.Batujaya, banjir menggenangi di 19 Kecamatan dengan ketinggian air ± 20 - 100 cm.

B. Kondisi Mutakhir

− Hari Kamis, 22 Januari 2009 dari 19 Kecamatan yang tergenang, 18 Kecamatan sudah surut dan 1 Kecamatan masih tergenang yaitu, Kec. Teluk Jambe Barat, dengan ketinggian air ± 50 cm, Cuaca pada pada hari ini cerah. Laporan Bupati Karawang tanggal 20 Janurai 2009

− Meninggal : 3 orang (1 orang karena hanyut dan 2 orang karena sakit)

− Pengungsi : -.

− Sarana Umum : 76 unit Sekolah dan 39 unit sarana ibadah rusak

− Lahan Pertanian : 21.071 Ha sawah dan 966 Ha tambak air payau dan air tawar terendam.

C. Upaya penanganan

a. Satlak PB Kab. Karawang masih memberikan bantuan makanan, pakaian,obat-obatan dan mendirikan dapur umum serta posko darurat.

b. Dinas Binamarga dan pengairan serta Balai Besar Wilayah Sungai Citarum telah berupaya untuk memperbaiki tanggul yang jebol.

c. Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke Kabupaten Karawang untuk meninjau lokasi bencana.

d. TRC dari BNPB yang ada di lokasi melakukan kaji bencana dan assestment.

Sumber : Satlak PB Kab. Karawang

3. Bencana Banjir di Kab. Pati Provinsi Jawa Tengah (Laporan Perkembangan) A. Kejadian

Telah terjadi bencana banjir pada Hari Sabtu, 10 Januari 2009, di Kec. Gabus, Kab. Pati, banjir tersebut disebabkan Sungai Juwana yang meluap akibat curah hujan yang tinggi, banjir mengakibatkan 1 orang meninggal dunia karena sakit . Pada hari Kamis, 22 Januari 2009 kondisi ketinggian air sudah mulai surut tetapi masih ada genangan setinggi 40-50 cm.

B. Upaya penanganan

1. Satlak PB kab. Pati masih menyalurkan bantuan pangan dan obat-obatan, menginventarisasi tempat evakuasi bila terjadi banjir susulan.

2. Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah telah meninjau ke lokasi banjir dan menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir.

Sumber : TRC BNPB

4. Bencana Tanah Longsor di Kab. Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat (Laporan Perkembangan)

A. Kejadian

Telah terjadi bencana Tanah Longsor pada Hari Sabtu, 17 Januari 2009 di Ds. Buunas Kec. Sekotong Kab. Lombok Barat pada pukul 19.30 Wita. Tanah Longsor terjadi di daerah penambangan liar yang disebabkan oleh hujan terus-menerus dan tanah labil. Akibat kejadian ini 6 (enam) orang meninggal dunia, 3 (tiga) orang luka ringan dan 4 (empat) orang luka berat. Pada hari Selasa, 20 Januari 2009, pencarian korban telah dihentikan karena tidak ada laporan dari masyarakat yang kehilangan keluarganya.

B. Upaya penanganan

a. Tim Satlak PB Kab. Lombok Barat, aparat TNI & Polri telah melakukan pendataan dan pencarian korban yang terjebak didalam gua tambang.

(6)

b. Dinas PU telah mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban terjebak.

Sumber : Satlak PB Kab. Lombok

5. Bencana Tanah Longsor di Kab. Pemalang Prov. Jawa Tengah (Laporan Perkembangan)

A.Kejadian

Telah terjadi bencana Tanah Longsor pada Hari Minggu, 18 Januari 2009 di Ds. Gapura Kec. Watu Kimbul Kab. Pemalang pada pukul 24:00 Wib. Tanah Longsor yang disebabkan oleh hujan terus-menerus dan tanah labil. Akibat kejadian ini terdapat 5 unit rumah rusak berat, 1 unit rumah ibadah dan 2 unit sekolah rusak ringan. Serta 35 unit rumah terancam. Tidak terdapat korban jiwa dalam bencana ini.

B. Upaya penanganan

a. Tim Satlak PB Kab. Pemalang, aparat TNI & Polri masih melakukan pendataan . b. Dinas PU telah mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi

korban terjebak.

c. Pemkab Pemalang dan Dinas Sosial telah memberikan bantuan makanan, memberikan pengarahan kepada masyarakat, dan membantu masyarakat melakukan pembersihan rumah.

Sumber : Satlak PB Kab. Pemalan dan Kodim 0711 Pemalang

6. Gempa Bumi

- Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Kamis, 22 Januari 2009 pada pukul 05:22:23 WIB, berkekuatan 5.2 SR pada kedalaman 78 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 6.47 LS – 131.42 BT (167 km Timur Laut Saumlaki-Maluku, 173 km Barat Daya Tual-Maluku, 405 km Barat Daya Fakfak-Papua Barat, 406 km Barat Daya Kaimana-Papua Barat dan 480 km Tenggara Ambon-Maluku). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami dan belum dilaporkan adanya korban jiwa ataupun dampak terhadap lingkungan akibat gempa tersebut.

- Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Kamis, 22 Januari 2009 pada pukul 10:01:55 WIB, berkekuatan 5.7 SR pada kedalaman 105 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 0.53 LS – 127.29 BT (22 km Barat Laut Labuha-Maluku Utara, 145 km Barat Daya Ternatel-Maluku Utara, 223 km Timur Laut Sanana-Maluku, 320 km Tenggara Bitung-Sulut dan 352 km Tenggara Manado-Sulut). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami dan belum dilaporkan adanya korban jiwa ataupun dampak terhadap lingkungan akibat gempa tersebut

- Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Jum’at, 23 Januari 2009 pada pukul 03:16:36 WIB, berkekuatan 6.2 SR pada kedalaman 146 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 7.54 LS – 128.79 BT (285 km Barat Saumlaki-Maluku Utara, 440 km Tenggara Ambon-Maluku dan 487 km Barat Daya Tual-Maluku). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami dan belum dilaporkan adanya korban jiwa ataupun dampak terhadap lingkungan akibat gempa tersebut

Sumber : BMG

Pengawas,

Drs. Muhtaruddin, M.Si

Jakarta, 23 Januari 2009 Ketua Kelompok Piket,

Referensi

Dokumen terkait

Data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara (interview) dengan petani, kolektor dan dengan pengurus dan karyawan Koperasi Baitul Qiradh dengan bantuan

Teknik analisis data penelitian ini menggunakan expost facto atau pengukuran setelah kejadian dengan uji signifikansi menggunakan uji t.Dari hasil penelitian

a) Pembentukan produk hukum (peraturan perundang-undangan) yang “upto- date” terhadap pelaksanaan pembangunan dengan selalu mempertimbangan konservasi lingkungan hidup, yang

sebagai sumber rujukan dan pedoman utama sehingga manusia terhindar dari sifat dan perilaku yang tidak sesuai ajaran dan norma dalam Islam akibat perilaku

Presentase Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Lapangan Pekerjaan Utama di Jawa Barat Percentage Population Aged 10 Years and Over Who

• Admin : yaitu pihak dari dalam perusahaan yang bertugas menghapus, merubah dan memasukkan data-data admin, berita, keterangan tampil, posisi, jurusan, industri, layanan

Dalam hal ini berarti variabel independen yaitu kemampuan membaca Alqur’an mempengaruhi variabel dependen yaitu hasil belajar Mahasiswa sebesar 70.8 %, sedangkan sisanya sebesar

Laporan Gratifikasi yang telah diterima dan masih dalam proses penanganan laporan di UPGP atau UPG sebelum ditetapkannya Peraturan Gubernur ini, diselesaikan