DAMPAK SOSIAL EKONOMI BERDIRINYA PT. BIOTA LAUT
GANGGANG TERHADAP KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT DI DESA SAMAULUE
KABUPATEN PINRANG PROVINSI
SULAWESI SELATAN
SKRIPSI
Oleh
MOULIANI
NIM 105710204614
JURUSAN ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
ii
KABUPATEN PINRANG PROVINSI
SULAWESI SELATAN
SKRIPSI
Oleh
MOULIANI
NIM 105710204614
iii
PERSEMBAHAN
Karya ini kupersembahkan untuk kedua orang tua yang sangat mengharapkan
keberhasilan dan kebahagiaan masa depanku, serta semangat dan doa yang
menyertaiku untuk menggapai cita-cita, untuk saudara-saudara dan juga semua
rekan-rekan seangkatan yang telah membantu dan memberikan saran untuk
kelancaran dalam penulisan skripsi ini
MOTTO HIDUP
Menunggu kesuksesan adalah tindakan sia-sia yang bodoh. Oleh karena itu,
janganlah menunggu kesuksesanmu datang, tapi jemputlah kesuksesan yang
vii
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya. Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul “Dampak Sosial Ekonomi Berdirinya PT. Biota Laut Ganggang Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Samaulue Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan”
Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus tanpa pamrih. Dan saudara-saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, dukungan dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi cahaya dan penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada:
1. Bapak Dr. H. Abd. Rahman Rahim, SE., MM, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Ismail Rasulong, SE., MM, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Ibu Hj. Naidah, SE., M.Si, selaku Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Makassar.
viii
membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.
6. Bapak/Ibu dan asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.
7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
8. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Angkatan 2014 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis. 9. Terima kasih teruntuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu
yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan Skripsi ini.
Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan Skripsi ini.
Mudah-mudahan Skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.
Billahi fii Sabilil Haq, Fastabikul Khairat, Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Makassar, 11 Agustus 2018 Penulis
ix
ABSTRAK
MOULIANI, Tahun 2018. Dampak Sosial Ekonomi Berdirinya PT. Biota Laut
Ganggang Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Samaulue Kabupaten
Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, Skripsi Program Studi Ilmu Ekonomi Studi
Pembangunan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah
Makassar. Dibimbing oleh Pembmbing I Asriati, SE, M.Si dan Pembimbing II H.
M. Rusdi, SE, M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak sosial
ekonomi yang timbul setelah adanya PT. Biota Laut Ganggang perusahaan asing
yang mengelola rumput laut terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di Desa
Samaulue Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan
pendekatan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan
bahwa setelah adanya PT. Biota Laut Ganggang tingkat kesejahteraan
masyarakat meningkat, berdampak dari sisi sosial ekonomi masyarakat yang
meningkat.
x
Laut Ganggang for Community Welfare In Samaulue Village, Pinrang District, South Sulawesi. Thesis Faculty of Economics and Business Department of Accounting Muhammadiyah University of Makassar. Guided by Supervisor I Asriati, SE, M.Si and Advisor II H. M. Rusdi, SE, M.Si.
This study aims to find out how the socio economic impacts that arise after the existence of PT. Biota Laut Ganggang, a foreign company that manages seaweed on the level of community welfare in Samaulue village Lanrisang sub-district, Pinrang sub-district, South Sulawesi. The type of research used in this study is a research with a quantitative descriptive approach. Based on the results of the research, it can be concluded that after the existence of PT. Biota Laut Ganggang the level of community welfare increased, impacting the increasing socio-economic side of the community.
Keywords: Social economic, welfare.
xi
DAFTAR ISI
SAMPUL ...
HALAMAN JUDUL ... I
HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN ... III
HALAMAN PERSETUJUAN ... IV
HALAMAN PENGESAHAN... V
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... VI
KATA PENGANTAR ... VII
ABSTRAK ... IX
ABSTRACT ... X
DAFTAR ISI... XI
DAFTAR TABEL ... XIV
DAFTAR GAMBAR/BAGAN ... XV
DAFTAR LAMPIRAN ... XVI
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Perumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
xii
B. Perubahan Sosial ... 7
C. Kesejahteraan Sosial ... 10
D. Pendapatan Masyarakat ... 12
E. Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi ... 13
F. Penanaman Modal Asing... 16
G. Dampak Berdirinya Perusahaan Asing ... 17
H. Industri Rumput Laut Indonesia ... 18
I. Kerangka Pemikiran... 24
J. Hipotesis ... 25
BAB III METODE PENELITIAN ... 26
A. Metode Dasar Penelitian ... 26
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 27
C. Definisi Operasional Variabel ... 27
D. Populasi dan Sampel ... 28
E. Teknik Pengumpulan Data ... 30
F. Teknik Analisis ... 30
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 31
A. Kondisi Umum Lokasi Penelitian ... 31
B. Hasil dan Pembahasan ... 36
BAB V PENUTUP ... 51
xiii
B. Saran ... 53
DAFTAR PUSTAKA ... 54
A. Metode Dasar Penelitian ... 25
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 25
C. Definisi Operasional Variabel ... 26
D. Populasi dan Sampel ... 27
E. Teknik Pengumpulan Data... 28
F. Teknik Analisis ... 29
xiv
Tabel Judul Halaman
1 Data Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian 33
2 Sarana dan Prasarana Umum 34
3 Sarana dan Prasarana Pendidikan 35
4 Sarana dan Prasarana Agama 35
5 Sarana dan Prasarana Transportasi 35
6 Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 36
7 Data Responden Berdasarkan Usia 37
8 Data Responden Berdasarkan Agama 38
9 Data Responden Berdasarkan Pendidikan 39
10 Limbah 40
11 Dampak Limbah 40
12 Pengolahan Limbah 41
13 Aksi Demo Atau Protes 42
14 Keamanan dan Ketertiban Masyarakat 42
15 Jumlah Pekerja 43
16 Pekerjaan Utama 44
17 Pekerjaan Sampingan 44
18 Kondisi Sosial dan Ekonomi Masyarakat 45
19 Taraf Kehidupan Masyarakat 46
20
21
Peran Perusahaan Terhadap Pembangunan
Tabulasi Skor Jawaban Responden
46
xv
DAFTAR BAGAN
Gambar 1 Pohon Industri Rumput Laut ... 23
Gambar 2 Kerangka Pemikiran ... 24
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Pohon Industri Rumput Laut 22 Gambar 2 Skema Kerangka Pemikiran 23
xvi
B. Hasil Input Data Dari Program SPSS ... 61
C. Dokumentasi Penelitian ... 68
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang berkembang dan ingin mencoba untuk
dapat membangun negaranya sendiri. Untuk mencapai keinginan tersebut
Indonesia membuka diri dengan berhubungan dengan bangsa lain demi
menunjang pembangunan bangsanya terutama dalam ekonomi nasionalnya.
Indonesia pernah memiliki kondisi perekonomian yang cukup menjanjikan pada
tahun 1980 sampai pertengahan tahun 1990-an, segala sesuatu dapat tercukupi
dengan hasil dan sumber daya dalam negeri. Strategi yang dilakukan oleh
pemerintah saat itu adalah mengundang para investor asing, khususnya
investasi jangka panjang/langsung (PMA). Kebijakan Penanaman Modal Asing
(PMA) ini didukung karena penanaman modal sangatlah signifikan dalam
pertumbuhan ekonomi nasional. Dari segi manfaat dari perusahaan asing yang
datang ke Indonesia untuk investasi menguntungkan Indonesia. Pertama,
meningkatnya pendapatan riil. Kedua, adanya manfaat yang tidak langsung.
Ketiga, pajak yang didapatkan negara, seperti diperkenalkannya teknologi dan
pengetahuan yang baru.
Selain itu perusahaan asing juga berfungsi untuk memperbesar devisa
Indonesia melalui ekspor produksi Indonesia ke luar negeri. Adapun dampak
dari masuknya perusahaan asing ke Indonesia masih sangatlah banyak
kekurangan bagi Indonesia. Masuknya perusahaan asing dalam kegiatan
sektor-sektor usaha dan industri yang belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh
pihak swasta nasional, baik karena alasan teknologi, manajemen, maupun
alasan permodalan. Modal asing juga diharapkan secara langsung maupun
tidak langsung dapat lebih merangsang dan menggairahkan iklim atau
kehidupan dunia usaha, serta dapat dimanfaatkan sebagai upaya menembus
jaringan pemasaran internasional melalui jaringan yang mereka miliki.
Selanjutnya modal asing diharapkan secara langsung dapat mempercepat
proses pembangunan ekonomi Indonesia. Berdirinya perusahaan-perusahaan di
daerah-daerah tertentu akan berpengaruh secara makro terhadap kondisi
perekonomian nasional serta memiliki dampak terhadap kondisi sosial ekonomi
masyarakat disekitar perusahaan-perusahaan itu didirikan.
Salah satu alasan berdirinya perusahaan asing di Indonesia karena sumber
dayanya yang melimpah sebagai bahan baku. Indonesia adalah negara yang
kaya akan sumber daya alam, maka tidak mustahil jika negara-negara maju
dengan modal yang besar menjadikan Indonesia sebagai tempat mendirikan
usaha. Dengan kekayaan alam Indonesia ini tidak perlu membeli bahan baku ke
tempat lain, karena bahan baku apapun yang di inginkan sudah tersedia di
Indonesia.
Indonesia adalah negara berpenduduk besar sehingga banyak konsumen.
Penduduk Indonesia yang besar sangat berpotensi untuk pemasaran sebuah
produk bahan dan jasa. Indonesia memiliki tenaga kerja yang murah karena
tingkat pendidikan yang tergolong rendah, tidak ada keahlian dan kurangnya
3
serta upah yang murah para pengusaha asing mendirikan perusahaan di
Indonesia. Stabilitas keamanan di Indonesia terjamin, dengan adanya stabilitas
keamanan membuat perusahaan asing menjalankan usahanya di Indonesia
dengan aman, nyaman dan lancar.
Sehubungan dengan uraian yang telah dipaparkan, berdirinya PT. Biota
Laut Ganggang sebagai salah satu perusahaan milik asing yang mengolah
rumput laut yang berada di Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang Provinsi
Sulawesi Selatan, tentu memiliki pengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi
masyarakat disekitar lokasi perusahaan tersebut. Perubahan yang terjadi akibat
berdirinya perusahaan tersebut akan menimbulkan hal-hal positif ataupun
sebaliknya atau justru menimbulkan hal negatif yang merugikan masyarakat
sekitarnya. Hal inilah yang mendorong saya mengangkat dan mengajukan
penelitian yang berjudul “Dampak Sosial Ekonomi Berdirinya PT. Biota Laut Ganggang Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Samaulue Kabupaten
B. Perumusan Masalah
Dari hal-hal yang melatarbelakangi penelitian ini perlu kiranya menentukan
permasalahan penelitian untuk memperjelas maksud dan tujuan penelitian ini.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana dampak sosial ekonomi
masyarakat terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Samaulue setelah
berdirinya PT. Biota Laut Ganggang?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak sosial ekonomi
masyarakat terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Samaulue setelah
berdirinya PT. Biota Laut Ganggang.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Sebagai informasi mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat setelah
berdirinya PT. Biota Laut Ganggang di Desa Samaulue Kabupaten Pinrang.
2. Sebagai referensi bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian yang
masih berhubungan dengan penelitian ini.
3. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak-pihak yang
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Interaksi Sosial
Pengertian interaksi sosial sangat berguna didalam memperhatikan dan
mempelajari berbagai masalah masyarakat. Umpamanya di Indonesia dapat
dibahas mengenai bentuk-bentuk interaksi sosial yang berlangsung antara
berbagai suku bangsa atau antara golongan terpelajar dengan golongan agama.
Dengan mengetahui dan memahami perihal kondisi-kondisi apa yang dapat
menimbulkan serta memengaruhi bentuk-bentuk interaksi sosial tertentu,
pengetahuan kita dapat pula disumbangkan pada usaha bersama yang
dinamakan pembinaan bangsa dan masyarakat.
Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial karena tanpa
interaksi sosial, tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Menurut
Gerungan (2010 : 26) mengatakan bahwa interaksi sosial adalah suatu
hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu
yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang
lain atau sebaliknya.
Menurut Gerungan (2010 : 26), bahwa interaksi sosial itu memiliki
karakteristik yang dinamis dan tidak statis. Hal ini berarti bahwa karakteristik
interaksi sosial dapat ditinjau dari berbagai segi sesuai dengan ciri interaksi
yang dilakukan manusia. Artinya bahwa karakteristik interaksi akan dapat dilihat
Aspek-aspek interaksi sosial antara lain; (1) adanya hubungan, setiap
interaksi sudah pasti terjadi karena adanya hubungan, baik antara individu
maaupun antara individu dalam hubungan kelompok; (2) adanya individu, setiap
interaksi sosial menuntut tampilnya individu-individu yang melaksanakan
tugasnya; (3) adanya tujuan, setiap interaksi sosial memiliki tujuan seperti
mempengaruhi individu lain; (4) adanya hubungan dengan struktur dan fungsi
kelompok interaksi sosial, yaitu berhubungan dangan struktur dan fungsi
kelompok, yang terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari
kelompok tersebut, disamping itu tiap-tiap individu memiliki fungsi di dalam
kelompoknya.
Secara umum model karakteriktik interaksi sosial dapat diartikan sebagai
model interaksi sosial yang secara individu, secara kelompok serta kelompok
dengan kelompok. Untuk kejelasan karakteristik tersebut sebagai berikut:
1. Interaksi antara individu dengan individu
Interaksi ini terjadi karena hubungan masing-masing personil atau
individu. Perwujudan dari interaksi ini terlihat dalam bentuk komunikasi lisan
atau gerak tubuh, seperti berjabat tangan, saling menegur, bercakap-cakap
atau saling bertengkar.
2. Interaksi antara individu dengan kelompok
Bentuk interaksi ini terjadi antara individu dengan kelompok. Individu
memiliki kepentingan untuk berinteraksi dengan kelompok tersebut.
7
sekolah. Bentuk interaksi semacam ini juga menunjukkan bahwa
kepentingan seorang individu berhadapan dengan kepentingan kelompok.
3. Interaksi antara kelompok dengan kelompok
Jenis interaksi ini saling berhadapan dalam bentuk berkomunikasi.
Namun juga bisa ada kepentingan individu di dalammya atau kepentingan
individu dengan kelompok tersebut. Ini merupakan satu kesatuan yang
berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok yang lain
(Gerungan, 2010 : 26).
B. Perubahan Sosial
Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antara
orang, organisasi, atau komunitas. Menurut Macionis perubahan sosial juga
dapat diartikan sebagai transformasi dalam organisasi masyarakat, dalam pola
berpikir dan dalam perilaku pada waktu tertentu. Selain itu, menurut Persell
perubahan sosial diartikan sebagai modifikasi atau transformasi dalam
pengorganisasian masyarakat. Berbeda dengan Persell, Ritzer melihat
perubahan sosial lebih mengacu pada variasi hubungan antara individu,
kelompok, organisasi, kultur dan masyarakat pada waktu tertentu. Sedangkan
menurut Farley, perubahan sosial adalah perubahan pola perilaku, hubungan
sosial, lembaga dan struktur sosial pada waktu tertentu (Sztomkpka, 2011 : 3).
Perubahan sosial merupakan perubahan yang terjadi terus menerus yang
mencakup sistem sosial (pola pikir, pola perilaku, nilai) dan struktur sosial
(lembaga sosial, kelompok, norma) di dalam masyarakat. Perubahan sosial
beberapa faktor yang berkontribusi dalam memunculkan perubahan sosial.
Faktor tersebut dapat digolongkan pada faktor dari dalam dan faktor dari luar
masyarakat (Martono, 2011 : 4).
Ada beberapa hal yang melatar belakangi terjadinya perubahan sosial,
masuknya suatu unsur yang umumnya terjadi secara selektif dari suatu pola
kebudayaan ke pola lain akan menimbulkan perubahan pada unsur yang
dimasukinya. Proses difusi ini dilakukan dengan memperhatikan keadaan dan
syarat-syarat yang mempermudah dan mempercepat penerimaan unsur baru.
Inovasi (pendapat baru) juga merupakan pendorong pada perubahan sosial.
Inovasi juga berasal dari pola sendiri atau difusi unsur dari luar, adanya suatu
teknologi baru atau bentuk organisasi baru. Selain itu, faktor lain yang
mendorong terjadinya perubahan adalah konflik yang dapat saja terjadi dimana
suatu golongan justru bersikeras mengikuti norma-normanya sendiri. Masalah
sosial yang terjadi karena konflik dapat menghasilkan perubahan sosial, atau
sebaliknya perubahan sosial menghasilkan masalah sosial (Sajogo, 2007 : 26).
Setiap masyarakat, baik tradisional maupun modern akan selalu mengalami
perubahan-perubahan secara berkesinambungan. Dengan menggunakan akal
dan pikirannya manusia mengadakan perubahan dengan menciptakan berbagai
teknologi untuk memenuhi kebutuhannya yang sangat kompleks dengan
maksud untuk memperbaiki taraf hidupnya. Namun demikian, kecepatan
perubahan itu antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak
sama. Oleh karena itu, kita mengenal beberapa bentuk perubahan antara lain:
9
Perubahan secara lambat memerlukan waktu yang lama dimana
terdapat suatu rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan
lambat, yang dinamakan evolusi. Pada evolusi, perubahan terjadi dengan
sendirinya, tanpa suatu rencana atau kehendak tertentu. Perubahan
tersebut terjadi karena usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan
keadaan dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan
masyarakat. Perubahan ini terjadi melalui tahapan-tahapan dari yang
sederhana menuju maju.
Dalam revolusi, perubahan yang terjadi ada yang direncanakan terlebih
dahulu dan ada yang tidak direncaanakan. Selain itu ada yang dijalankan
tanpa kekerasan dan dengan kekerasan. Dalam perubahan cepat,
kemungkinan timbulnya sifat anarki dan tindakan kekerasan sangat besar
terjadi. Adapun ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif
karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Pada umumnya suatu
perubahan dianggap sebagai perubahan cepat karena mengubah
sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Revolusi juga dapat berlangsung
dengan didahului suatu pemberontakan.
2. Perubahan yang berpengaruh kecil dan berpengaruh besar
Perubahan yang kecil pengaruhnya adalah perubahan pada
unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung terhadap
masyarakat. Misalnya perubahan mode pakaian, bentuk rumah dan mainan
anak yang tidak akan membawa pengaruh yang berarti bagi masyarakat
agraris merupakan perubahan yang akan membawa pengaruh yang besar
pada masyarakat. Perubahan besar adalah suatu perubahan yang
berpengaruh terhadap masyarakat dan lembaga-lembaganya, seperti
dalam sistem kerja, sistem hak milik tanah, hubungan kekeluargaan dan
stratifikasi masyarakat.
3. Perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki
Perubahan yang dikehendaki adalah perubahan-perubahan yang
diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak yang
hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang
menghendaki suatu perubahan dinamakan agent of change, yaitu
seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari
masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga kemasyarakatan.
Oleh karena itu, suatu perubahan yang direncanakan selalu dibawah
pengendalian agent of change.
Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang
tidak dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan masyarakat. Karena terjadi
diluar perkiraan dan jangkauan, perubahan ini sering membawa
masalah-masalah yang memicu kekacauan atau kendala dalam masyarakat. Oleh
karena itu, perubahan yang tidak dikehendaki sangat sulit ditebak kapan
akan terjadi.
C. Kesejahteraan Sosial
Kesejahteraan Sosial dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana orang
11
secara baik. Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), kesejahteraan sosial
merupakan suatu kegiatan yang terorganisasi dengan tujuan membantu
penyesuaian timbal balik antara individu dengan lingkungan mereka.
Menurut UU Nomor 11 Tahun 2009 Pasal 1, kesejahteraan sosial
merupakan wujud dari upaya terpenuhinya segala aspek kehidupan oleh
individu atau kolektif profesional sehingga tercapai hidup yang layak dan
mampu mengembangkan diri serta dapat berfungsi secara sosial, dimana warga
negara diberi perlindungan, pemberdayaan, dan jaminan sosial sebagai wujud
tanggung jawab pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kesejahteraan
sosial dilaksanakan untuk mencapai tujuan yaitu meningkatkan taraf
kesejahteraan hidup dan ketahanan sosial masyarakat, meningkatkan
kemampuan dan kepedulian masyarakat serta tanggung jawab dunia usaha
dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang dilaksanakan secara
melembaga dan berkelanjutan dalam wujud manajemen berkualitas.
Ketika membahas kesejahteraan sosial, salah satu aspek yang penting
untuk dibahas adalah pembangunan kesejahteraan sosial, pembangunan
kesejahteraan sosial adalah usaha yang terencana dan terarah yang meliputi
berbagai bentuk intervensi dan mengatasi masalah sosial, serta memperkuat
institusi-institusi.
Indikator kriteria tingkat kesejahteraan dilihat berdasarkan Bappenas (2016)
status kesejahteraan dapat diukur berdasarkan proporsi pengeluaran rumah
tangga. Rumah tangga tangga dapat dikatakan sejahtera apabila proporsi
pengeluaran untuk bukan pokok. Sebaliknya, rumah tangga dengan proporsi
pengeluaran bukan pokok lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk
kebutuhan pokok, dapat dikategorikan sebagai rumah tangga dengan status
kesejahteraan rendah.
D. Pendapatan Masyarakat
Pendapatan merupakan unsur yang sangat penting dalam laporan
keuangan, karena dalam melakukan suatu aktivitas usaha, manajemen
perusahaan tentu ingin mengetahui nilai atau jumlah pendapatan yang di
peroleh dalam suatu periode akuntansi yang di akui sesuai dengan
prinsip-prinsip yang berlaku umum. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2009),
pendapatan adalah arus masuk bruto manfaat ekonomi yang timbul dari
aktivitas normal perusahaan selama periode yang mengakibatkan kenaikan
ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Pendapatan
hanya terdiri dari arus masuk bruto manfaat ekonomi yang diterima oleh
perusahaan untuk dirinya sendiri. Jumlah yang ditagih untuk dan atau atas
nama pihak ketiga bukan merupakan pendapatan karena tidak menghasilkan
manfaat ekonomi perusahaan dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas.
Pendapatan merupakan arus masuk atau peningkatan aktiva lainnya
sebuah pembentukan utang dari pengantaran barang atau penghasilan barang,
memberikan pelayanan atau melakukan aktivitas yang membentuk operasi
pokok. Jadi dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari
13
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman
modal.
E. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi pada prinsipnya menjelaskan perkembangan
ekonomi, kemajuan ekonomi, dan perubahan fundamental ekonomi suatu
negara dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi atau economic growth
merupakan pertambahan pendapatan nasional agregatif atau pertambahan
output dalam periode tertentu, misal satu tahun atau dengan kata lain,
pertumbuhan ekonomi merepresentasikan adanya peningkatan kapasitas
produksi barang dan jasa secara fisik dalam kurun waktu tertentu. Beberapa
faktor penting yang dianggap berpengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan
ekonomi suatu negara diantaranya adalah:
1. Tanah dan Kekayaan Alam
Faktor tanah dan kekayaan alam merupakan faktor yang dapat dengan
mudah digunakan untuk mengembangkan perekonomian suatu negara.
Negara dengan kekayaan alam yang tinggi dan memiliki nilai ekonomi tinggi
akan lebih mudah mengembangkan perekonomiannya dibanding dengan
negara yang kurang memiliki kekayaan alam.
Sumber alam atau kekayaan alam dapat menarik investor untuk
membangun sejumlah industri. Nilai ekonomi dari kegiatan produksi
pengolahan kekayaan alam ini dapat menjadi basis pengembangan
perekonomian jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi beberapa negara
perkembangan ekonomi suatu negara tidaklah berarti sangat bergantung
pada faktor tanah dan kekayaan alam. Beberapa negara justru dapat
berkembang perekonomiannya bukan dari sektor pertambangannya.
Negara Jepang dan Belanda merupakan contoh negara yang dapat tumbuh
walaupun tidak memiliki kekayaan alam yang cukup namun dapat
berkembang dengan pesat.
2. Mutu Tenaga Kerja dan Penduduk
Mutu tenaga kerja dan masyarakat suatu negara merupakan salah satu
faktor penting yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi suatu
negara. Ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga kerja dan penduduk
akan mampu meningkatkan produktifitas yang tinggi. Tingkat produksi akan
bertambah tinggi.
Selain itu, jumlah penduduk juga akan mempengaruhi cakupan pangsa
pasar menjadi lebih luas. Jumlah penduduk yang lebih banyak akan
mendorong meningkatkan sisi permintaan. Peningkatan sisi penawaran
akan mendorong pengusaha untuk meningkatkan produksinya. Dengan
demikian, peningkatan mutu tenaga kerja dan jumlah penduduk akan
menciptakan dorongan terhadap pertambahan produksi nasional dan
tingkat kegiatan ekonomi.
3. Barang Modal dan Tingkat Teknologi
Barang modal menjadi penting dalam perkembangan ekonomi karena
dengan barang modal sebagian produk dari berbagai industri dihasilkan.
15
barang modal akan menentukan jumlah produk yang akan dihasilkan.
Semakin bertambah barang modal semakin tinggi produksi yang dihasilkan
dalam suatu perekonomian.
Selain itu, kemajuan teknologi juga memberikan peran yang sangat
penting dalam memproduksi barang atau produk secara efisien. Sejumlah
negara dapat meningkatkan perekonomiannya terutama disebabkan oleh
kemajuan teknologinya. Teknologi memberikan beberapa pengaruh positif
yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Teknologi
mampu mempertinggi efisiensi suatu produksi, mampu menciptakan barang
modal baru, dan mampu menghasilkan barang dengan mutu tinggi yang
bernilai ekonomi tinggi.
4. Sistem Sosial dan Sikap Masyarakat
Sistem sosial dan sikap masyarakat menjadi penghambat
perkembangan ekonomi yang cukup serius dibeberapa negara
berkembang. Kebiasaan yang secara tradisional dianut oleh masyarakatnya
menolak untuk menggunakan cara atau alat produksi yang lebih produktif
dan efisien. Pada masyarakat demikian akan sulit untuk mencapai
pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Namun demikian, beberapa negara memiliki masyarakat dengan sikap
yang dapat memberikan dorongan yang kuat terhadap pertumbuhan
ekonomi. Pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat pada masyarakat yang
memiliki sikap hemat dan menabungkan uangnya untuk investasi. Diketahui
F. Penanaman Modal Asing
Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang penanaman modal
menegaskan bahwa penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan
menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam
modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Republik Indonesia, baik yang
menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan
penanam modal dalam negeri.
Adapun modal asing dalam Undang-Undang ini tidak hanya berbentuk
valuta asing, tetapi meliputi pula alat-alat perlengkapan tetap yang diperlukan
untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, penemuan-penemuan milik
orang/badan asing yang dipergunakan dalam perusahaan di Indonesia dan
keuntungan yang boleh di transfer keluar negeri tetapi dipergunakan kembali di
Indonesia.
Jurnal Denicha Alviana (2014), yang berjudul Pengaruh, Dampak Serta
Faktor yang Mempengaruhi Penanaman Modal Asing Terhadap Perkembangan
Ekonomi di Indonesia menunjukkan bahwa secara garis besar, Penanaman
Modal Asing (PMA) ini terhadap pembangunan bagi negara Indonesia ada lima,
yaitu : (1). Sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan oleh
Indonesia untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi. (2).
Pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti dengan perpindahan
struktur produksi dan perdagangan. (3). Modal asing dapat berperan penting
dalam memobilisasi dana maupun perubahan struktural. (4). Kebutuhan akan
17
terjadi meskipun modal asing di masa selanjutnya lebih produktif. (5). Bagi
negara yang tidak mampu memulai membangun industri berat dan industri
strategis, adanya modal asing akan sangat membantu untuk dapat mendirikan
pabrik-pabrik baja, alat-alat mesin, pabrik elektronik, industri kimia dasar dan
sebagainya.
G. Dampak Berdirinya Perusahaan Asing
Dampak adalah suatu perubahan yang disebabkan oleh suatu kegiatan,
suatu usaha investasi dalam kegiatan pembangunan memiliki kemampuan
potensial menimbulkan dampak. Konsep dampak diartikan sebagai pengaruh
munculnya aktifitas manusia dalam pembangunan terhadap lingkungan
termasuk manusia. Sehubungan dengan itu, Soedharto (2013 : 59) menjelaskan
bahwa dampak adalah konsekuensi sosial yang menimbulkan akibat dari suatu
kegiatan pembangunan ataupun penerapan suatu kebijakan dan program
merupakan perubahan yang terjadi pada manusia dan masyarakat yang
diakibatkan oleh aktifitas pembangunan.
Adapun menurut Soemartono (2011 : 78) pada dasarnya sasaran
pembangunan adalah menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat, akan tetapi
aktifitas pembangunan menimbulkan efek samping yang tidak direncanakan
diluar sasaran yang disebut dampak. Dampak dapat bersifat biofisik, sosial,
ekonomi, budaya yang berpengaruh terhadap sasaran yang ingin dicapai.
Industrialisasi khususnya di pedesaan tentu menimbulkan berbagai
dampak. Hasil penelitian Gandhi (2011) menyatakan bahwa kehadiran industri
pemilikan dan pemanfaatan lahan, perubahan profesi dan perubahan pendapat
penduduk. Pembangunan industri di pedesaan akan membawa dampak seperti
penyempitan lahan pertanian, peningkatan arus migrasi, terbukanya desa bagi
kegiatan ekonomi dan munculnya peluang kerja dan berusaha di bidang non
pertanian. Hal tersebut berdampak pada makin banyaknya pendatang yang
bekerja di pabrik-pabrik.
H. Industri Rumput Laut di Indonesia
Pada tahun 1967 berdasarakan data dari P2HP (2015) bahwa jenis rumput
laut pertama kali muali dibudidayakan di Pulau Pari oleh Prof. Soerdjodinito dan
Hariadi Adnan. Selanjutnya, pada tahun 1974, rumput laut jenis cottonii yang
didatangkan dari Filipina mulai dibudidayakan di Indonesia. Budidaya rumput
laut jenis cottonii mulai beredar di Bali dan sekitarnya dan hasilnya cukup
memuaskan. Hingga pada tahun 1986 Hans Porse memperkenalkan Eucheuma
cottonii dan Spinosum Indonesia ke pasar Internasional. Sejak tahun 1950 PT.
Sinar Kencana merupakan perusahaan yang memproduksi agar-agar di
Indonesia dan PT. Dunia Bintang Walet mulai memproduksi agar dan
kemasannya sejak tahun 1970.
Jenis rumput laut sangat beragam, rumput laut dapat tumbuh diberbagai
daerah. Rumput laut yang berkembang di Indonesia merupakan rumput laut
jenis tropis. Menurut BPS (2014) terdapat 555 jenis rumput laut yang tersebar di
perairan Indonesia. Rumput laut dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok
berdasarkan pegmentasi yaitu coklat, merah dan hijau (McHugh 2009). Rumput
19
terkecil memiliki panjang 30-60 cm. Rumput laut merah biasanya lebih kecil dan
panjang umumya berkisar puluhan centimeter. Rumput laut merah tidak
selamanya merah, terkadang berwarna ungu, merah kecoklatan namun tetap
diklasifikasikan dengan alga merah karena karakteristiknya. Sedangkan alga
hijau juga kecil dengan ukuran yang hampir sama dengan alga merah.
Pengelompokkan rumput laut juga dapat berdasarkan kandungan koloid
dalam rumput laut. Pengelompokkan dibagi menjadi tiga yaitu kelompok
penghasil agar (agarofit), penghasil carageenan (karaginofit) dan penghasil
alginat. Masing-masing kelompok tersebut dimiliki Indonesia baik penghasil
agar, carageenan maupun alginat
Agarofit
Agarofit adalah jenis rumput laut penghasil agar dengan Glacilaria sp dan
Gelidium sebagai contohnya. Kedua jenis rumput laut penghasil agar tersebut
berada di Indonesia. Rumput laut jenis Gelidium merupakan rumput laut yang
sulit dibudidayakan dan tidak memiliki nilai ekonomis. Namun rumput laut jenis
Glacilaria juga memiliki kekurangan yaitu agar yang dihasilkannya berkualitas
rendah. Pada tahun 1950, rumput laut jenis Glacilaria diolah dengan cara dicuci
menggunakan alkali sebelum kemudian diolah menjadi agar dalam bentuk
bubuk. Pengolahan tersebut memberikan hasil yang memuaskan dimana kadar
agar di dalam rumput laut jenis ini memberikan kualitas yang baik.
Rumput laut jenis Glacilaria sp merupakan rumput laut yang telah
dikembangkan secara luas di Indonesia. Menurut KKP (2014), rumput laut jenis
Jawa seperti Serang, Tangerang, Bekasi Karawang, Brebes, Pemalang, Tuban,
dan Lamongan.
Alginofat
Rumput laut ini merupakan rumput laut penghasil alginate dan biasanya
berada di perairan sub tropis terutama untuk jenis Luminaria, Aschophyllum,
Nerocytis, Ecklonia, Fucus dan Sargassum. Luminaria merupakan jenis alga
coklat yang banyak tumbuh di perairan sub tropis. Rumput laut jenis ini juga
banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan salah satunya adalah bahan
makanan seperti nori yang terkenal di Jepang dan Korea. Menurut McHugh
(2009), hampir semua rumput laut penghasil alginat berasal dari alam. Varietas
terbesar yang digunakan berasal dari Argentina, Aistralia, Kanada, Chili, dan
lainnya. Rumput laut jenis ini biasanya berasal dari alga coklat yang diambil dari
alam. Hal tersebut dikarenakan harga budidaya yang mahal dan relatif sulit.
Rumput laut penghasil alginat di Indonesia salah satunya adalah
Sargassum dan Turbinaria. Asam alginat adalah salah satu getah selaput yang
disebut juga gummi alami, sedangkan alginat merupakan bentuk garam dari
polisakarida yang terdapat pada rumput laut disebut juga dengan phycocolloid.
Terdapat dua tipe Sargassum yang berkembang di Indonesia yaitu yang
berdaun lebar dan berdaun kecil. Sargassum berdaun lebar banyak terdapat di
daerah Bima, Nusa Tenggara Barat, Lampung, dan Selatan Pulau Jawa,
sedangkan untuk Sargassum berdaun kecil banyak terdapat di Sulawesi dan
Madura. Sargassumbiasanya hidup dengan batang koral dan batuan vulkanik.
21
Karaginofit merupakan kelompok rumput laut penghasil carageenan dengan
bahan utama polisakarida karagin. Sumber asli carageenan yaitu rumput laut
merah jenis Chondus crispus, dikumpulkan dari alam seperti di Perancis,
Portugal dan Spanyol. Selain Chondus crispus rumput laut penghasil
carageenan lainnya adalah dari marga Eucheuma yang merupakan jenis alga
merah. Jenis rumput laut tersebut pertama kali dibudidayakan di Filipina pada
tahun 1970 dan termasuk perkembangan industri carageenan. Eucheuma mulai
dikenalkan di Indonesia pada tahun 1974 dan berkembang pesat hingga
sekarang. Terdapat dua jenis Eucheuma di Indonesia yaitu Eucheuma
cottoniidan Eucheuma spinosum. Jenis rumput laut ini yang banyak
dibudidayakan adalah Eucheuma cottonii sedangkan Eucheuma spinosum lebih
banyak berasal dari alam dan hanya sedikit yang telah membudi dayakannya.
Rumput laut jenis Eucheuma cottonii banyak dibudidayakan menggunakan
metode longline. Rumput laut jenis ini memiliki bentuk silindris. Area budi daya
untuk rumput laut jenis Eucheuma cottonii adalah perairan Nanggroe Aceh
Darussalam, Sumetera Barat, Banten, Kepulauan Seribu, Jawa Timur, Sulawesi
hingga Papua.
Rumput laut jenis Eucheuma spinosum memiliki kesamaan dari bentuk fisik
dengan Eucheuma cottonii tapi batangnya lebih kecil dengan banyak cabang.
Warna yang dimiliki yaitu berwarna ungu, coklat, kuning keemasan dan hijau
terang. Eucheuma spinosum banyak dimanfaatkan warga dengan langsung
Rumput laut jenis ini banyak dibudi dayakan di wilayah Sulawesi Selatan,
Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Wilayah timur Indonesia memiliki area budi daya potensial terbesar yang
memiliki peluang untuk dikembangkan. Menurut KKP (2014) area potensial
terbesar adalah Papua Barat dengan luas 310.000 Ha selanjutnya adalah
Sulawesi Selatan sebesar 250.000 Ha. Pada dasarnya hampir seluruh wilayah
di Indonesia memiliki potensi budi daya rumput laut yang dapat dikembangkan.
Hal tersebut karena Indonesia yang terletak di perairan tenang dan terkena
matahari sepanjang tahun. Produksi rumput laut tersebar di wilayah Indonesia.
Menurut Direktorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik
Indonesia bahwa produksi rumput laut dibagi menjadi dua jenis rumput laut yaitu
Glacilaria dan Eucheuma cottonii. Provinsi Sulawesi Selatan merupakan daerah
penghasil rumput laut jenis Glacilaria terbesar yaitu sebanyak 832.153 ton pada
tahun 2014. Selanjutnya adalah Provinsi Jawa Tengah sebesar 128.498 ton.
Produsen rumput laut jenis Eucheuma cottonii terbesar adalah Provinsi Nusa
Tenggara Timur sebesar 2.167.632 ton. Selanjutnya ada di Provinsi Sulawesi
Selatan sebanyak 1.912.497 ton.
Manfaat yang terkandung dalam kandungan rumput laut tersebut adalah:
(1) sumber vitamin K, dengan kandungan ini maka rumput laut dapat
mempercepat proses koagulasi darah ketika terjadi pendarahan; (2) rumput laut
kaya akan serat yang bermanfaat untuk proses pencernaan manusia; (3)
terdapat lemak sehat didalam rumput laut yang disebut omega 3 yang mampu
23
laut memiliki banyak kegunaan di berbagai industri yaitu industri makanan,
indutri farmasi, industri kosmetik, industri tekstil, industri kulit, dan industri lain.
Penggunaan agar-agar dalam industri makanan merupakan yang terbanyak,
seperti dalam pembuatan roti, sup, saus, es krim, jelly, permen dan sebagainya.
Hal yang sama juga terdapat dalam kegunaan carageenan dan alginate yaitu
sebagai pengatur keseimbangan, bahan pengental, pembentuk gel dan
pengemulsi.
Gambar 1 Pohon Industri Rumput Laut Tepung Rumput Laut Rumput Laut Eucheuma cottonii Rumput Laut Glacilaria sp Industri Makanan dan Minuman (mie, roti, kue)
Alginat Agar-Agar Karaginan Rumput Laut Sargass um sp Industri Tekstil, Vernis, Fotografi, Kulit Industri Cat Industri Makanan dan Minuman Industri Kosmetik dan Farmasi Culture Media Industri Makanan dan Minuman cottonii Industri Kosmetik dan Farmasi Bahan Kimia Pertanian Industri Makanan dan Minuman
I. Kerangka Pemikiran
Desa Samaulue merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan
Lanrisang Kabupaten Pinrang. Di kecamatan Lanrisang terdapat beberapa
desa, termasuk di antaranya salah satu desa yang belum ramai penduduknya.
Dengan luas lahan yang memadai, akhirnya berdirilah sebuah perusahaan milik
asing yang memproduksi rumput laut. Perusahaan tersebut bernama PT. Biota
Laut Ganggang.
Perusahaan tersebut mempekerjakan masyarakat setempat dengan upah
yang telah disepakati oleh perusahaan. Hal ini tentunya membawa dampak
terhadap kesejahteraan sosial. Aspek yang ingin penulis lihat dari kesejahteraan
sosial sebagai dampak berdirinya perusahaan terebut adalah tentang dampak
sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penulis meneliti kehidupan sosial
ekonomi masyarakat setelah adanya perusahaan. Lalu dari situ dapat dilihat
dampak yang ditimbulkan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Gambar 2
KERANGKA PEMIKIRAN
SOSIAL EKONOMI
PENINGKATAN25
J. Hipotesis
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga bahwa dampak
sosial ekonomi mempengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa
Samaulue setelah berdirinya PT. Biota Laut Ganggang di Kabupaten Pinrang
26
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode Dasar Penelitian
1. Tipe Penelitian:
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif menurut (Nazir, 2005)
adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu
objek, suatu kondisi suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa
pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk
membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat
mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang
diselidiki.
Pendekatan kuantitatif dipakai untuk menguji suatu teori, untuk
menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, dan yang bersifat
mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau
mendeskripsikan banyak hal.
2. Dasar Penelitian:
Data yang akan didapatkan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif,
hasil dari jawaban pertanyaan atau instrumen penelitian peneliti terhadap
responden, yaitu orang yang menjawab atau merespon pertanyaan peneliti
secara tertulis. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan
27
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Samaulue Kabupaten Pinrang
Provinsi Sulawesi Selatan, waktu yang digunakan dalam penelitian ini lebih
kurang 2 bulan agar hasil dari penelitian pun sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai oleh peneliti. Penetapan lokasi didasarkan atas pertimbangan karena
adanya pendirian perusahaan milik asing yang mengelola rumput laut di daerah
tersebut.
C. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional ini memuat pengertian atau alasan yang digunakan
dalam penelitian ini dengan tujuan memperjelas ruang lingkup penelitian dan
untuk memudahkan dalam menganalisa data yang berhubungan dengan
penarikan kesimpulan yang terdiri dari:
1. Dampak yang dimaksud adalah pengaruh yang diakibatkan oleh
perusahaan terhadap masyarakat sebelum dan sesudah berdirinya
perusahaan.
2. Pendapatan adalah jumlah atau hasil yang diterima.
3. Masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kelompok yang bermukim di
suatu tempat.
4. Petani adalah sekumpulan manusia yang bekerja di bidang pertanian.
5. Perusahaan adalah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses
produksi.
6. Faktor sosial adalah segala perilaku manusia yang menggambarkan
7. Interaksi sosial adalah hubungan antara individu dan kelompok.
8. Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan antara interaksi
orang dan kelompok.
9. Faktor ekonomi adalah pengaruh dalam tingkat pendapatan masyarakat.
D. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut (Sugiyono, 2011:81). Dengan demikian sampel adalah
sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki, dan bisa
mewakili keseluruhan populasinya sehingga jumlahnya lebih sedikit dari
populasi.
Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa
Samaulue yang berjumlah 2059 jiwa dan pengukuran sampel dilakukan dengan
menggunakan teknik Slovin. Adapun penelitian ini menggunakan rumus Slovin
karena dalam penarikan sampel, jumlahnya harus refresentatif agar hasil
penelitian dapat digeneralisasikan dan perhitungannya pun tidak memerlukan
tabel jumlah sampel, namun dapat dilakukan dengan rumus dan perhitungan
sederhana.
Rumus Slovin untuk menetukan sampel adalah sebagai berikut:
( ) Keterangan:
29
n = Ukuran sampel/jumlah responden
N = Ukuran populasi
e = Presentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel
yang masih bisa ditolerir
Dalam rumus Slovin ada ketentuan sebagai berikut:
Nilai e = 0,1 (10%) untuk populasi dalam jumlah besar
Nilai e = 0,2 (20%) untuk populasi dalam jumlah kecil
Jadi rentang sampel yang dapat diambil dari teknik Solvin adalah antara 10 20%
dari populasi penelitian.
Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 2059 jiwa, sehingga
presentase kelonggaran yang digunakan adalah 10% dan hasil perhitungan
dapat dibulatkan untuk mencapai kesesuaian. Maka untuk mengetahui sampel
penelitian, dengan perhitungan sebagai berikut:
( )
Berdasarkan perhitungan diatas, sampel yang menjadi responden
penelitian ini disesuaikan menjadi sebanyak 95 orang dari seluruh masyarakat.
Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam pengolahan data dan untuk hasil
pengujian yang lebih baik. Sampel yang diambil berdasarkan teknik random
sampling, dimana peneliti memberikan peluang yang sama bagi setiap
masyarakat untuk dipilih menjadi sampel yang dilakukan secara acak tanpa
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner (angket). Sugiyono (2011) menyatakan bahwa kuesioner merupakan
teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Kuesioner atau angket merupakan merupakan teknik pengumpulan data
yang digunakan peneliti untuk dapat mengungkapkan data dari masing-masing
variabel. Teknik ini merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan
untuk mendapatkan informasi dari responden, dalam arti laporan tentang
pendapat dari hal-hal yang diketahuinya.
F. Teknik Analisis
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis
deskriptif karena tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat
deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta,
sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Lalu data yang
dihasilkan dari kuesioner, kemudian diolah dikomputer, hasilnya dalam bentuk
tabel, dan grafik untuk mengetahui kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di
Desa Samaulue Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan terhadap
31
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Kondisi Umum Lokasi Penelitian
1. Letak Geografis
Secara geografis, kabupaten Pinrang terletak pada koordinat antara
430-30o Lintang Utara (LU) dan 119o26-119o47”Bujur Timur (BT). Mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah utara : Kabupaten Polewali
Sebelah timur : Kab. Enrekang & Kab. Sidenreng Rappang
Sebelah Selatan : Kota Parepare
Sebelah Barat : Provinsi Sulawesi Barat, Polewali Mamasa, dan
Selat Makassar
Kabupaten Pinrang memiliki garis pantai sepanjang 93 km sehingga
terdapat areal pertambakan sepanjang pantai, pada dataran rendah
didominasi oleh areal persawahan,bahkan sampai perbukitan dan
pegunungan. Kondisi ini mendukung kabupaten Pinrang sebagai daerah
potensial untuk sektor pertanian dan memungkinkan berbagai komoditi
pertanian (tanaman pangan, perikanan, perkebunan dan peternakan) untuk
berkembang. Ketinggian wilayah 0-500 mdpl (60.41%),ketinggian 500-1000
mdpl (19.69%) dan ketinggian 1000 mdpl (9.90%).
Luas wilayah Desa Samaulue sekitar 7 km2 dan pada umumnya
masyarakat bermata pencarian sebagai petani dengan luas lahan pertanian
Sebelah utara : Berbatasan dengan Desa Barangpalie
Sebelah timur : Berbatasan dengan Desa Amassangang
Sebelah selatan : Berbatasan dengan Desa Lerang
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Waetuoe
2. Keadaan Demografi
Biladilihat dari keadaan demografi, desa Samaulue termasuk dataran
yang dikelilingi oleh hamparan sawah dan perkebunan dengan ketinggian
rata-rata 500 meter dari permukaan laut. Desa Samaulue memiliki iklim
tropis dengan suhu rata-rata mencapai 30oc serta memiliki 2 tipemusim
yaitu musim kemarau dan musim hujan.
3. Keadaan Sosial dan Ekonomi
a. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk adalah jumlah manusia yang bertempat tinggal
atau berdomisili pada suatu wilayah atau daerah dan memiliki mata
pencaharian tetap di daerah itu serta tercatat secara sah berdasarkan
peraturan yang berlaku, pencatatan atau pengkategorian seseorang
sebagai penduduk biasanya berdasarkan usia yang telah ditetapkan.
Penduduk desa Samaulue terdiri dari 496 Kepala Keluarga (KK)
dengan perbandingan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 992 jiwa dan
perempuan sebanyak 1.067 jiwa, dengan total jumlah jiwa sebanyak
2.059 jiwa.
33
Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik,
kondisi manusia dimana orang-orangnya dalam keadaan makmur
,sehat dan damai. Dalam ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan
keuntungan benda sedangkan dalam kebijakan sosial, kesejahteraan
sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. Tingkat kesejahteraan suatu negara tidak hanya dilihat
dari pendapatan nasional negara tersebut, namun dapat juga dilihat
dari pendapatan per kapita masyarakatnya, pertumbuhan ekonomi,
tingkat pengangguran, serta taraf hidup masyarakat dalam negara
tersebut. Perbandingan jumlah rumah tangga miskin dan sejahtera di
Desa Samaulue yaitu rumah tangga miskin sebanyak 402 rumah
tangga dan rumah tangga sejahtera sebanyak 212 rumah tangga.
Dalam hal ini, rumah tangga miskin masih lebih banyak dibandingkan
dengan rumah tangga yang sejahtera.
c. Mata Pencaharian
Berikut perbandingan persentase jenis mata pencaharian
penduduk:
Tabel 1
Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
No. Mata Pencaharian Jumlah Persentase (%)
1. Petani 332 86.0 2. Peternak 2 0.5 3. Wiraswasta 10 2.6 4. PNS 21 5.4 5. Karyawan 6 1.5 6. Pengrajin 12 4.0 Total 383 100
Sumber: Data Sekunder, 2017
Berdasarkan tabel diatas, dijelaskan bahwa mata pencaharian
masyarakat di Desa Samaulue dominan adalah bertani dengan
persentase 86%, adapun yang bekerja selain bertani hanya berkisar 2
sampai 21 orang dengan jenis pekerjaan seperti peternak, wiraswasta,
PNS, karyawan, dan pengrajin. Dari penjelasan tersebut, dapat
disimpulkan bahwa Desa Samaulue, kecamatan Lanrisang, Kabupaten
Pinrang adalah daerah pertanian.
d. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana merupakan segala sesuatu yang dapat
dipakai untuk mencapai tujuan dan penunjang terlaksananya usaha
yang akan dilakukan.
Tabel 2
Sarana dan Prasarana Umum
No. Sarana Jumlah
1. Posyandu 2
2. Lapangan bola 1
3. Lapangan voli 1
Sumber: Data Sekunder, 2017
Berdasarkan tabel 2 diatas, menjelaskan bahwa sarana umum
yang dimiliki Desa Samaulue adalah posyandu, lapangan bola dan
lapangan voli, untuk pasar dan lainnya belum ada dikarenakan
35
Tabel 3
Sarana dan Prasarana Pendidikan
No. Sarana Jumlah Persentase (%)
1. TK 1 50.0
2. SD 1 50.0
3. SMP/Tsanawiyah 0 0
4. SMA/Aliyah 0 0
Total 2 100
Sumber: Data Sekunder, 2017
Tabel diatas menjelaskan bahwa sarana pendidikan yang dimiliki
Desa Samaulue terdiri dari TK sebanyak 1 buah dan SD juga sebanyak
1 buah, untuk SMP/Tsanawiyah dan SMA/Aliyah tidak ada di Desa
Samaulue.
Tabel 4
Sarana dan Prasarana Agama
No. Sarana Jumlah Persentase (%)
1. Masjid 2 100
2. Musallah 0 0
Total 2 100
Sumber: Data Sekunder, 2017
Sarana untuk ibadah terdiri atas masjid sebanyak 2 buah dan tidak
ada musallah di Desa Samaulue. Pada umumnya masyarakat di Desa
Samaulue memeluk agama Islam.
Tabel 5
Sarana dan Prasarana Transportasi
Jalan Panjang Propinsi 195 Km Kabupaten 17 Km Desa: Jalan Aspal Jalan Tanah Jalan Sirtu 12 Km 3.5 Km 8 Km
Setapak 2 Km
Sumber: Data Sekunder, 2017
Sarana transportasi di Desa Samaulue terdiri atas jalan aspal12
km, jalan tanah 3.5 km, jalan sirtu 8 km, dan jalan setapak sepanjang 2
km.
B. Hasil dan Pembahasan
1. Identitas Responden
Sebelum kita membahas secara keseluruhan dampak keberadaan PT.
Biota Laut Ganggang di Desa Samaulue, terlebih dahulu kita perlu
mengklasifikasikan identitas responden sebagai pendukung dalam
melakukan analisa terhadap pokok masalah yang diteliti. Adapun klasifikasi
dari identitas responden meliputi jenis kelamin, usia, agama, dan
pendidikan terakhir.
a. Jenis Kelamin
Jenis kelamin responden menjadi salah satu ciri yang dapat
membedakan individu, dalam penelitian ini dapat dikelompokkan
menjadi dua yaitu laki-laki dan perempuan. Untuk lebih jelas, rincian
respondendijelaskan dalam tabel yang telah disajikan dibawah ini.
Tabel 6
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)
1. Laki-laki 72 75.8
2. Perempuan 23 24.2
Total 95 100
37
Masyarakat Desa Samaulue yang menjadi responden dalam
penelitian ini lebih banyak laki-laki dengan jumlah 72 orang (75.8%),
dibandingkan dengan jumlah responden perempuan yang berjumlah 23
orang (24.2%).
b. Usia Responden
Usia responden dalam penelitian ini mengambil dari usia 25 tahun,
kemudian umur responden dibagi menjadi 4 kelompok usia yaitu: 25-34
tahun, 35-44 tahun, 45-54 tahun, dan ≥55 tahun. Untuk lebih jelasnya dijelaskan dalam tabel 7 yang telah disajikan dibawah ini.
Tabel 7
Responden Berdasarkan Usia
No. Usia Jumlah Persentase (%)
1. 25-34 20 21.1
2. 35-44 48 50.5
3. 45-54 23 24.2
4. ≥55 4 4.2
Total 95 100
Sumber: Data Primer, 2018
Dari tabel diatas, menunjukkan responden dibagi dalam 4
kelompok usia yaitu 25-34 tahun dengan persentase 21.1% (20
responden), 35-44 tahun dengan persentase 50.5% (48 responden),
45-54 tahun dengan persentase 24.2% (23 responden), dan ≥55 tahun dengan persentase 4.2% (4 responden).
c. Agama
Tingkah laku manusia sangat dipengaruhi oleh apa yang menjadi
sehari-hari, serta responden pada penelitian ini disajikan pada tabel 3
dibawah ini.
Tabel 8
Responden Berdasarkan Agama
No. Agama Jumlah Responden Persentase
1. Islam 95 100.0
Total 95 100.0
Sumber: Data Primer 2018
Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa responden pada penelitian
ini 100.0% (95 responden) beragama Islam.
d. Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai
taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik. Pendidikan meliputi
pengajaran keahlian khusus dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat
lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan
kebijaksanaan. Dengan adanya pendidikan maka dapat memanfaatkan
sarana pendidikan yang ada dimana tingkat pendidikan sangat
mempengaruhi kualitas berpikir, sikap dan bertingkah laku masyarakat
dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Yang tentunya juga akan
mempengaruhi kehidupan sosial dimana mereka melakukan aktifitas,
terutama menyangkut kesejahteraan.
Berikut disajikan distribusi responden berdasarkan tingkat
pendidikan.
39
Tabel 9
Responden Berdasarkan Pendidikan
No. Pendidikan Jumlah Persentase
1. SD 29 30.5
2. SMP 47 49.5
3. SMA 14 14.7
4. Sarjana 5 5.3
Total 95 100.0
Sumber: Data Primer 2018
Dari tabel 9 diatas, menjelaskan bahwa masyarakat desa
Samaulue yang menjadi responden dalam penelitian penulis memiliki
tingkat pendidikan yaitu, tamat SD dengan persentase 30.5% (29
responden), tamat SMP dengan persentase 49.5% (47 responden),
tamat SMA dengan persentase 14.7% (14 responden), dan Sarjana
dengan persentase 5.3% (5 responden).
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di desa Samaulue
tergolong rendah karena mayoritas penduduk adalah tamatan SD dan
SMP.
2. Dampak Sosial Responden
a. Kesehatan
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
ekonomi. Namum dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran
limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi
kesehatan manusia dan pada kebutuhan sehari-hari penduduk
penelitian ini dapat dijelaskan dalam tabel 10, 11 dan 12 yang telah
disajikan di bawah ini.
Tabel 10 Limbah
No. Kecenderungan Jumlah Persentase
1. Menghasilkan limbah 86 90.5
2. Tidak menghasilkan limbah 9 9.5
Total 95 100.0
Sumber: Data Primer 2018
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa responden sebanyak
90.5% (86 responden) berpendapat bahwa perusahaan tersebut
menghasilkan limbah sedangkan sebanyak 9.5% (9 responden)
berpendapat bahwa perusahaan tersebut tidak menghasilkan limbah.
Tabel 11 Dampak Limbah
No. Kecenderungan Jumlah Persentase
1. Mencemari lingkungan 52 54.7
2. Tidak mencemari lingkungan 43 45.3
Total 95 100.0
Sumber: Data Primer 2018
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa responden sebanyak
54.7% (52 responden) berpendapat bahwa limbah dari perusahaan
tersebut mencemari lingkungan sedangkan responden sebanyak
45.3% (43 responden) berpendapat bahwa limbah dari perusahaan
41
Tabel 12 Pengolahan Limbah
No. Kecenderungan Jumlah Persentase
1. Disiapkan tempat pengolahan khusus
73 76.8
2. Dibiarkan mengalir ke sungai 4 4.2
3. Tidak ada limbah 18 18.9
Total 95 100.0
Sumber: Data Primer 2018
Dari tabel diatas, menunjukkan bahwa limbah perusahaan tersebut
tidak mencemari lingkungan, sehingga tidak mengganggu kesehatan
warga sekitar. Selain itu, tabel tersebut juga menunjukkan bahwa
responden yang menyatakan limbah perusahaan telah disiapkan
tempat pengolahan khusus dengan persentase 76.8% (73 responden),
responden yang berpendapat bahwa limbah dari perusahaan tersebut
dibiarkan mengalir ke sungai dengan persentase 4.2% (4 responden),
dan yang menyatakan tidak ada limbah dengan persentase 18.9% (18
responden).
b. Keamanan
Keamanan adalah suatu keadaan yang bebas dari bahaya apapun.
Namun kenyamanan tersebut tidak bisa didapatkan dan melindungi diri
seseorang secara keseluruhan serta tidak bergantung pada satu
pengatasan keamanan saja. Selain itu, aksi demo atau aksi protes
merupakan perbuatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban
umum, dimana aksi demo menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh