• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAMPAK SOSIAL EKONOMI BERDIRINYA PT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAMPAK SOSIAL EKONOMI BERDIRINYA PT"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK SOSIAL EKONOMI BERDIRINYA PT. BIOTA LAUT

GANGGANG TERHADAP KESEJAHTERAAN

MASYARAKAT DI DESA SAMAULUE

KABUPATEN PINRANG PROVINSI

SULAWESI SELATAN

SKRIPSI

Oleh

MOULIANI

NIM 105710204614

JURUSAN ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

MAKASSAR

(2)

ii

KABUPATEN PINRANG PROVINSI

SULAWESI SELATAN

SKRIPSI

Oleh

MOULIANI

NIM 105710204614

(3)

iii

PERSEMBAHAN

Karya ini kupersembahkan untuk kedua orang tua yang sangat mengharapkan

keberhasilan dan kebahagiaan masa depanku, serta semangat dan doa yang

menyertaiku untuk menggapai cita-cita, untuk saudara-saudara dan juga semua

rekan-rekan seangkatan yang telah membantu dan memberikan saran untuk

kelancaran dalam penulisan skripsi ini

MOTTO HIDUP

Menunggu kesuksesan adalah tindakan sia-sia yang bodoh. Oleh karena itu,

janganlah menunggu kesuksesanmu datang, tapi jemputlah kesuksesan yang

(4)
(5)
(6)
(7)

vii

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya. Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul “Dampak Sosial Ekonomi Berdirinya PT. Biota Laut Ganggang Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Samaulue Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan”

Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus tanpa pamrih. Dan saudara-saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, dukungan dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi cahaya dan penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada:

1. Bapak Dr. H. Abd. Rahman Rahim, SE., MM, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Bapak Ismail Rasulong, SE., MM, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Ibu Hj. Naidah, SE., M.Si, selaku Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Makassar.

(8)

viii

membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.

6. Bapak/Ibu dan asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.

7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

8. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Angkatan 2014 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis. 9. Terima kasih teruntuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu

yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan Skripsi ini.

Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan Skripsi ini.

Mudah-mudahan Skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.

Billahi fii Sabilil Haq, Fastabikul Khairat, Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Makassar, 11 Agustus 2018 Penulis

(9)

ix

ABSTRAK

MOULIANI, Tahun 2018. Dampak Sosial Ekonomi Berdirinya PT. Biota Laut

Ganggang Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Samaulue Kabupaten

Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, Skripsi Program Studi Ilmu Ekonomi Studi

Pembangunan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah

Makassar. Dibimbing oleh Pembmbing I Asriati, SE, M.Si dan Pembimbing II H.

M. Rusdi, SE, M.Si.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak sosial

ekonomi yang timbul setelah adanya PT. Biota Laut Ganggang perusahaan asing

yang mengelola rumput laut terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di Desa

Samaulue Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan

pendekatan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan

bahwa setelah adanya PT. Biota Laut Ganggang tingkat kesejahteraan

masyarakat meningkat, berdampak dari sisi sosial ekonomi masyarakat yang

meningkat.

(10)

x

Laut Ganggang for Community Welfare In Samaulue Village, Pinrang District, South Sulawesi. Thesis Faculty of Economics and Business Department of Accounting Muhammadiyah University of Makassar. Guided by Supervisor I Asriati, SE, M.Si and Advisor II H. M. Rusdi, SE, M.Si.

This study aims to find out how the socio economic impacts that arise after the existence of PT. Biota Laut Ganggang, a foreign company that manages seaweed on the level of community welfare in Samaulue village Lanrisang sub-district, Pinrang sub-district, South Sulawesi. The type of research used in this study is a research with a quantitative descriptive approach. Based on the results of the research, it can be concluded that after the existence of PT. Biota Laut Ganggang the level of community welfare increased, impacting the increasing socio-economic side of the community.

Keywords: Social economic, welfare.

(11)

xi

DAFTAR ISI

SAMPUL ...

HALAMAN JUDUL ... I

HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN ... III

HALAMAN PERSETUJUAN ... IV

HALAMAN PENGESAHAN... V

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... VI

KATA PENGANTAR ... VII

ABSTRAK ... IX

ABSTRACT ... X

DAFTAR ISI... XI

DAFTAR TABEL ... XIV

DAFTAR GAMBAR/BAGAN ... XV

DAFTAR LAMPIRAN ... XVI

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Perumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

(12)

xii

B. Perubahan Sosial ... 7

C. Kesejahteraan Sosial ... 10

D. Pendapatan Masyarakat ... 12

E. Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi ... 13

F. Penanaman Modal Asing... 16

G. Dampak Berdirinya Perusahaan Asing ... 17

H. Industri Rumput Laut Indonesia ... 18

I. Kerangka Pemikiran... 24

J. Hipotesis ... 25

BAB III METODE PENELITIAN ... 26

A. Metode Dasar Penelitian ... 26

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 27

C. Definisi Operasional Variabel ... 27

D. Populasi dan Sampel ... 28

E. Teknik Pengumpulan Data ... 30

F. Teknik Analisis ... 30

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 31

A. Kondisi Umum Lokasi Penelitian ... 31

B. Hasil dan Pembahasan ... 36

BAB V PENUTUP ... 51

(13)

xiii

B. Saran ... 53

DAFTAR PUSTAKA ... 54

A. Metode Dasar Penelitian ... 25

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 25

C. Definisi Operasional Variabel ... 26

D. Populasi dan Sampel ... 27

E. Teknik Pengumpulan Data... 28

F. Teknik Analisis ... 29

(14)

xiv

Tabel Judul Halaman

1 Data Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian 33

2 Sarana dan Prasarana Umum 34

3 Sarana dan Prasarana Pendidikan 35

4 Sarana dan Prasarana Agama 35

5 Sarana dan Prasarana Transportasi 35

6 Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 36

7 Data Responden Berdasarkan Usia 37

8 Data Responden Berdasarkan Agama 38

9 Data Responden Berdasarkan Pendidikan 39

10 Limbah 40

11 Dampak Limbah 40

12 Pengolahan Limbah 41

13 Aksi Demo Atau Protes 42

14 Keamanan dan Ketertiban Masyarakat 42

15 Jumlah Pekerja 43

16 Pekerjaan Utama 44

17 Pekerjaan Sampingan 44

18 Kondisi Sosial dan Ekonomi Masyarakat 45

19 Taraf Kehidupan Masyarakat 46

20

21

Peran Perusahaan Terhadap Pembangunan

Tabulasi Skor Jawaban Responden

46

(15)

xv

DAFTAR BAGAN

Gambar 1 Pohon Industri Rumput Laut ... 23

Gambar 2 Kerangka Pemikiran ... 24

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Pohon Industri Rumput Laut 22 Gambar 2 Skema Kerangka Pemikiran 23

(16)

xvi

B. Hasil Input Data Dari Program SPSS ... 61

C. Dokumentasi Penelitian ... 68

(17)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang berkembang dan ingin mencoba untuk

dapat membangun negaranya sendiri. Untuk mencapai keinginan tersebut

Indonesia membuka diri dengan berhubungan dengan bangsa lain demi

menunjang pembangunan bangsanya terutama dalam ekonomi nasionalnya.

Indonesia pernah memiliki kondisi perekonomian yang cukup menjanjikan pada

tahun 1980 sampai pertengahan tahun 1990-an, segala sesuatu dapat tercukupi

dengan hasil dan sumber daya dalam negeri. Strategi yang dilakukan oleh

pemerintah saat itu adalah mengundang para investor asing, khususnya

investasi jangka panjang/langsung (PMA). Kebijakan Penanaman Modal Asing

(PMA) ini didukung karena penanaman modal sangatlah signifikan dalam

pertumbuhan ekonomi nasional. Dari segi manfaat dari perusahaan asing yang

datang ke Indonesia untuk investasi menguntungkan Indonesia. Pertama,

meningkatnya pendapatan riil. Kedua, adanya manfaat yang tidak langsung.

Ketiga, pajak yang didapatkan negara, seperti diperkenalkannya teknologi dan

pengetahuan yang baru.

Selain itu perusahaan asing juga berfungsi untuk memperbesar devisa

Indonesia melalui ekspor produksi Indonesia ke luar negeri. Adapun dampak

dari masuknya perusahaan asing ke Indonesia masih sangatlah banyak

kekurangan bagi Indonesia. Masuknya perusahaan asing dalam kegiatan

(18)

sektor-sektor usaha dan industri yang belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh

pihak swasta nasional, baik karena alasan teknologi, manajemen, maupun

alasan permodalan. Modal asing juga diharapkan secara langsung maupun

tidak langsung dapat lebih merangsang dan menggairahkan iklim atau

kehidupan dunia usaha, serta dapat dimanfaatkan sebagai upaya menembus

jaringan pemasaran internasional melalui jaringan yang mereka miliki.

Selanjutnya modal asing diharapkan secara langsung dapat mempercepat

proses pembangunan ekonomi Indonesia. Berdirinya perusahaan-perusahaan di

daerah-daerah tertentu akan berpengaruh secara makro terhadap kondisi

perekonomian nasional serta memiliki dampak terhadap kondisi sosial ekonomi

masyarakat disekitar perusahaan-perusahaan itu didirikan.

Salah satu alasan berdirinya perusahaan asing di Indonesia karena sumber

dayanya yang melimpah sebagai bahan baku. Indonesia adalah negara yang

kaya akan sumber daya alam, maka tidak mustahil jika negara-negara maju

dengan modal yang besar menjadikan Indonesia sebagai tempat mendirikan

usaha. Dengan kekayaan alam Indonesia ini tidak perlu membeli bahan baku ke

tempat lain, karena bahan baku apapun yang di inginkan sudah tersedia di

Indonesia.

Indonesia adalah negara berpenduduk besar sehingga banyak konsumen.

Penduduk Indonesia yang besar sangat berpotensi untuk pemasaran sebuah

produk bahan dan jasa. Indonesia memiliki tenaga kerja yang murah karena

tingkat pendidikan yang tergolong rendah, tidak ada keahlian dan kurangnya

(19)

3

serta upah yang murah para pengusaha asing mendirikan perusahaan di

Indonesia. Stabilitas keamanan di Indonesia terjamin, dengan adanya stabilitas

keamanan membuat perusahaan asing menjalankan usahanya di Indonesia

dengan aman, nyaman dan lancar.

Sehubungan dengan uraian yang telah dipaparkan, berdirinya PT. Biota

Laut Ganggang sebagai salah satu perusahaan milik asing yang mengolah

rumput laut yang berada di Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang Provinsi

Sulawesi Selatan, tentu memiliki pengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi

masyarakat disekitar lokasi perusahaan tersebut. Perubahan yang terjadi akibat

berdirinya perusahaan tersebut akan menimbulkan hal-hal positif ataupun

sebaliknya atau justru menimbulkan hal negatif yang merugikan masyarakat

sekitarnya. Hal inilah yang mendorong saya mengangkat dan mengajukan

penelitian yang berjudul “Dampak Sosial Ekonomi Berdirinya PT. Biota Laut Ganggang Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Samaulue Kabupaten

(20)

B. Perumusan Masalah

Dari hal-hal yang melatarbelakangi penelitian ini perlu kiranya menentukan

permasalahan penelitian untuk memperjelas maksud dan tujuan penelitian ini.

Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana dampak sosial ekonomi

masyarakat terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Samaulue setelah

berdirinya PT. Biota Laut Ganggang?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak sosial ekonomi

masyarakat terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Samaulue setelah

berdirinya PT. Biota Laut Ganggang.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Sebagai informasi mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat setelah

berdirinya PT. Biota Laut Ganggang di Desa Samaulue Kabupaten Pinrang.

2. Sebagai referensi bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian yang

masih berhubungan dengan penelitian ini.

3. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak-pihak yang

(21)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Interaksi Sosial

Pengertian interaksi sosial sangat berguna didalam memperhatikan dan

mempelajari berbagai masalah masyarakat. Umpamanya di Indonesia dapat

dibahas mengenai bentuk-bentuk interaksi sosial yang berlangsung antara

berbagai suku bangsa atau antara golongan terpelajar dengan golongan agama.

Dengan mengetahui dan memahami perihal kondisi-kondisi apa yang dapat

menimbulkan serta memengaruhi bentuk-bentuk interaksi sosial tertentu,

pengetahuan kita dapat pula disumbangkan pada usaha bersama yang

dinamakan pembinaan bangsa dan masyarakat.

Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial karena tanpa

interaksi sosial, tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Menurut

Gerungan (2010 : 26) mengatakan bahwa interaksi sosial adalah suatu

hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu

yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang

lain atau sebaliknya.

Menurut Gerungan (2010 : 26), bahwa interaksi sosial itu memiliki

karakteristik yang dinamis dan tidak statis. Hal ini berarti bahwa karakteristik

interaksi sosial dapat ditinjau dari berbagai segi sesuai dengan ciri interaksi

yang dilakukan manusia. Artinya bahwa karakteristik interaksi akan dapat dilihat

(22)

Aspek-aspek interaksi sosial antara lain; (1) adanya hubungan, setiap

interaksi sudah pasti terjadi karena adanya hubungan, baik antara individu

maaupun antara individu dalam hubungan kelompok; (2) adanya individu, setiap

interaksi sosial menuntut tampilnya individu-individu yang melaksanakan

tugasnya; (3) adanya tujuan, setiap interaksi sosial memiliki tujuan seperti

mempengaruhi individu lain; (4) adanya hubungan dengan struktur dan fungsi

kelompok interaksi sosial, yaitu berhubungan dangan struktur dan fungsi

kelompok, yang terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari

kelompok tersebut, disamping itu tiap-tiap individu memiliki fungsi di dalam

kelompoknya.

Secara umum model karakteriktik interaksi sosial dapat diartikan sebagai

model interaksi sosial yang secara individu, secara kelompok serta kelompok

dengan kelompok. Untuk kejelasan karakteristik tersebut sebagai berikut:

1. Interaksi antara individu dengan individu

Interaksi ini terjadi karena hubungan masing-masing personil atau

individu. Perwujudan dari interaksi ini terlihat dalam bentuk komunikasi lisan

atau gerak tubuh, seperti berjabat tangan, saling menegur, bercakap-cakap

atau saling bertengkar.

2. Interaksi antara individu dengan kelompok

Bentuk interaksi ini terjadi antara individu dengan kelompok. Individu

memiliki kepentingan untuk berinteraksi dengan kelompok tersebut.

(23)

7

sekolah. Bentuk interaksi semacam ini juga menunjukkan bahwa

kepentingan seorang individu berhadapan dengan kepentingan kelompok.

3. Interaksi antara kelompok dengan kelompok

Jenis interaksi ini saling berhadapan dalam bentuk berkomunikasi.

Namun juga bisa ada kepentingan individu di dalammya atau kepentingan

individu dengan kelompok tersebut. Ini merupakan satu kesatuan yang

berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok yang lain

(Gerungan, 2010 : 26).

B. Perubahan Sosial

Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antara

orang, organisasi, atau komunitas. Menurut Macionis perubahan sosial juga

dapat diartikan sebagai transformasi dalam organisasi masyarakat, dalam pola

berpikir dan dalam perilaku pada waktu tertentu. Selain itu, menurut Persell

perubahan sosial diartikan sebagai modifikasi atau transformasi dalam

pengorganisasian masyarakat. Berbeda dengan Persell, Ritzer melihat

perubahan sosial lebih mengacu pada variasi hubungan antara individu,

kelompok, organisasi, kultur dan masyarakat pada waktu tertentu. Sedangkan

menurut Farley, perubahan sosial adalah perubahan pola perilaku, hubungan

sosial, lembaga dan struktur sosial pada waktu tertentu (Sztomkpka, 2011 : 3).

Perubahan sosial merupakan perubahan yang terjadi terus menerus yang

mencakup sistem sosial (pola pikir, pola perilaku, nilai) dan struktur sosial

(lembaga sosial, kelompok, norma) di dalam masyarakat. Perubahan sosial

(24)

beberapa faktor yang berkontribusi dalam memunculkan perubahan sosial.

Faktor tersebut dapat digolongkan pada faktor dari dalam dan faktor dari luar

masyarakat (Martono, 2011 : 4).

Ada beberapa hal yang melatar belakangi terjadinya perubahan sosial,

masuknya suatu unsur yang umumnya terjadi secara selektif dari suatu pola

kebudayaan ke pola lain akan menimbulkan perubahan pada unsur yang

dimasukinya. Proses difusi ini dilakukan dengan memperhatikan keadaan dan

syarat-syarat yang mempermudah dan mempercepat penerimaan unsur baru.

Inovasi (pendapat baru) juga merupakan pendorong pada perubahan sosial.

Inovasi juga berasal dari pola sendiri atau difusi unsur dari luar, adanya suatu

teknologi baru atau bentuk organisasi baru. Selain itu, faktor lain yang

mendorong terjadinya perubahan adalah konflik yang dapat saja terjadi dimana

suatu golongan justru bersikeras mengikuti norma-normanya sendiri. Masalah

sosial yang terjadi karena konflik dapat menghasilkan perubahan sosial, atau

sebaliknya perubahan sosial menghasilkan masalah sosial (Sajogo, 2007 : 26).

Setiap masyarakat, baik tradisional maupun modern akan selalu mengalami

perubahan-perubahan secara berkesinambungan. Dengan menggunakan akal

dan pikirannya manusia mengadakan perubahan dengan menciptakan berbagai

teknologi untuk memenuhi kebutuhannya yang sangat kompleks dengan

maksud untuk memperbaiki taraf hidupnya. Namun demikian, kecepatan

perubahan itu antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak

sama. Oleh karena itu, kita mengenal beberapa bentuk perubahan antara lain:

(25)

9

Perubahan secara lambat memerlukan waktu yang lama dimana

terdapat suatu rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan

lambat, yang dinamakan evolusi. Pada evolusi, perubahan terjadi dengan

sendirinya, tanpa suatu rencana atau kehendak tertentu. Perubahan

tersebut terjadi karena usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan

keadaan dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan

masyarakat. Perubahan ini terjadi melalui tahapan-tahapan dari yang

sederhana menuju maju.

Dalam revolusi, perubahan yang terjadi ada yang direncanakan terlebih

dahulu dan ada yang tidak direncaanakan. Selain itu ada yang dijalankan

tanpa kekerasan dan dengan kekerasan. Dalam perubahan cepat,

kemungkinan timbulnya sifat anarki dan tindakan kekerasan sangat besar

terjadi. Adapun ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif

karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Pada umumnya suatu

perubahan dianggap sebagai perubahan cepat karena mengubah

sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Revolusi juga dapat berlangsung

dengan didahului suatu pemberontakan.

2. Perubahan yang berpengaruh kecil dan berpengaruh besar

Perubahan yang kecil pengaruhnya adalah perubahan pada

unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung terhadap

masyarakat. Misalnya perubahan mode pakaian, bentuk rumah dan mainan

anak yang tidak akan membawa pengaruh yang berarti bagi masyarakat

(26)

agraris merupakan perubahan yang akan membawa pengaruh yang besar

pada masyarakat. Perubahan besar adalah suatu perubahan yang

berpengaruh terhadap masyarakat dan lembaga-lembaganya, seperti

dalam sistem kerja, sistem hak milik tanah, hubungan kekeluargaan dan

stratifikasi masyarakat.

3. Perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki adalah perubahan-perubahan yang

diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak yang

hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang

menghendaki suatu perubahan dinamakan agent of change, yaitu

seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari

masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga kemasyarakatan.

Oleh karena itu, suatu perubahan yang direncanakan selalu dibawah

pengendalian agent of change.

Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang

tidak dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan masyarakat. Karena terjadi

diluar perkiraan dan jangkauan, perubahan ini sering membawa

masalah-masalah yang memicu kekacauan atau kendala dalam masyarakat. Oleh

karena itu, perubahan yang tidak dikehendaki sangat sulit ditebak kapan

akan terjadi.

C. Kesejahteraan Sosial

Kesejahteraan Sosial dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana orang

(27)

11

secara baik. Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), kesejahteraan sosial

merupakan suatu kegiatan yang terorganisasi dengan tujuan membantu

penyesuaian timbal balik antara individu dengan lingkungan mereka.

Menurut UU Nomor 11 Tahun 2009 Pasal 1, kesejahteraan sosial

merupakan wujud dari upaya terpenuhinya segala aspek kehidupan oleh

individu atau kolektif profesional sehingga tercapai hidup yang layak dan

mampu mengembangkan diri serta dapat berfungsi secara sosial, dimana warga

negara diberi perlindungan, pemberdayaan, dan jaminan sosial sebagai wujud

tanggung jawab pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kesejahteraan

sosial dilaksanakan untuk mencapai tujuan yaitu meningkatkan taraf

kesejahteraan hidup dan ketahanan sosial masyarakat, meningkatkan

kemampuan dan kepedulian masyarakat serta tanggung jawab dunia usaha

dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang dilaksanakan secara

melembaga dan berkelanjutan dalam wujud manajemen berkualitas.

Ketika membahas kesejahteraan sosial, salah satu aspek yang penting

untuk dibahas adalah pembangunan kesejahteraan sosial, pembangunan

kesejahteraan sosial adalah usaha yang terencana dan terarah yang meliputi

berbagai bentuk intervensi dan mengatasi masalah sosial, serta memperkuat

institusi-institusi.

Indikator kriteria tingkat kesejahteraan dilihat berdasarkan Bappenas (2016)

status kesejahteraan dapat diukur berdasarkan proporsi pengeluaran rumah

tangga. Rumah tangga tangga dapat dikatakan sejahtera apabila proporsi

(28)

pengeluaran untuk bukan pokok. Sebaliknya, rumah tangga dengan proporsi

pengeluaran bukan pokok lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk

kebutuhan pokok, dapat dikategorikan sebagai rumah tangga dengan status

kesejahteraan rendah.

D. Pendapatan Masyarakat

Pendapatan merupakan unsur yang sangat penting dalam laporan

keuangan, karena dalam melakukan suatu aktivitas usaha, manajemen

perusahaan tentu ingin mengetahui nilai atau jumlah pendapatan yang di

peroleh dalam suatu periode akuntansi yang di akui sesuai dengan

prinsip-prinsip yang berlaku umum. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2009),

pendapatan adalah arus masuk bruto manfaat ekonomi yang timbul dari

aktivitas normal perusahaan selama periode yang mengakibatkan kenaikan

ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Pendapatan

hanya terdiri dari arus masuk bruto manfaat ekonomi yang diterima oleh

perusahaan untuk dirinya sendiri. Jumlah yang ditagih untuk dan atau atas

nama pihak ketiga bukan merupakan pendapatan karena tidak menghasilkan

manfaat ekonomi perusahaan dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas.

Pendapatan merupakan arus masuk atau peningkatan aktiva lainnya

sebuah pembentukan utang dari pengantaran barang atau penghasilan barang,

memberikan pelayanan atau melakukan aktivitas yang membentuk operasi

pokok. Jadi dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa

pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari

(29)

13

mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman

modal.

E. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi pada prinsipnya menjelaskan perkembangan

ekonomi, kemajuan ekonomi, dan perubahan fundamental ekonomi suatu

negara dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi atau economic growth

merupakan pertambahan pendapatan nasional agregatif atau pertambahan

output dalam periode tertentu, misal satu tahun atau dengan kata lain,

pertumbuhan ekonomi merepresentasikan adanya peningkatan kapasitas

produksi barang dan jasa secara fisik dalam kurun waktu tertentu. Beberapa

faktor penting yang dianggap berpengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan

ekonomi suatu negara diantaranya adalah:

1. Tanah dan Kekayaan Alam

Faktor tanah dan kekayaan alam merupakan faktor yang dapat dengan

mudah digunakan untuk mengembangkan perekonomian suatu negara.

Negara dengan kekayaan alam yang tinggi dan memiliki nilai ekonomi tinggi

akan lebih mudah mengembangkan perekonomiannya dibanding dengan

negara yang kurang memiliki kekayaan alam.

Sumber alam atau kekayaan alam dapat menarik investor untuk

membangun sejumlah industri. Nilai ekonomi dari kegiatan produksi

pengolahan kekayaan alam ini dapat menjadi basis pengembangan

perekonomian jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi beberapa negara

(30)

perkembangan ekonomi suatu negara tidaklah berarti sangat bergantung

pada faktor tanah dan kekayaan alam. Beberapa negara justru dapat

berkembang perekonomiannya bukan dari sektor pertambangannya.

Negara Jepang dan Belanda merupakan contoh negara yang dapat tumbuh

walaupun tidak memiliki kekayaan alam yang cukup namun dapat

berkembang dengan pesat.

2. Mutu Tenaga Kerja dan Penduduk

Mutu tenaga kerja dan masyarakat suatu negara merupakan salah satu

faktor penting yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi suatu

negara. Ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga kerja dan penduduk

akan mampu meningkatkan produktifitas yang tinggi. Tingkat produksi akan

bertambah tinggi.

Selain itu, jumlah penduduk juga akan mempengaruhi cakupan pangsa

pasar menjadi lebih luas. Jumlah penduduk yang lebih banyak akan

mendorong meningkatkan sisi permintaan. Peningkatan sisi penawaran

akan mendorong pengusaha untuk meningkatkan produksinya. Dengan

demikian, peningkatan mutu tenaga kerja dan jumlah penduduk akan

menciptakan dorongan terhadap pertambahan produksi nasional dan

tingkat kegiatan ekonomi.

3. Barang Modal dan Tingkat Teknologi

Barang modal menjadi penting dalam perkembangan ekonomi karena

dengan barang modal sebagian produk dari berbagai industri dihasilkan.

(31)

15

barang modal akan menentukan jumlah produk yang akan dihasilkan.

Semakin bertambah barang modal semakin tinggi produksi yang dihasilkan

dalam suatu perekonomian.

Selain itu, kemajuan teknologi juga memberikan peran yang sangat

penting dalam memproduksi barang atau produk secara efisien. Sejumlah

negara dapat meningkatkan perekonomiannya terutama disebabkan oleh

kemajuan teknologinya. Teknologi memberikan beberapa pengaruh positif

yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Teknologi

mampu mempertinggi efisiensi suatu produksi, mampu menciptakan barang

modal baru, dan mampu menghasilkan barang dengan mutu tinggi yang

bernilai ekonomi tinggi.

4. Sistem Sosial dan Sikap Masyarakat

Sistem sosial dan sikap masyarakat menjadi penghambat

perkembangan ekonomi yang cukup serius dibeberapa negara

berkembang. Kebiasaan yang secara tradisional dianut oleh masyarakatnya

menolak untuk menggunakan cara atau alat produksi yang lebih produktif

dan efisien. Pada masyarakat demikian akan sulit untuk mencapai

pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Namun demikian, beberapa negara memiliki masyarakat dengan sikap

yang dapat memberikan dorongan yang kuat terhadap pertumbuhan

ekonomi. Pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat pada masyarakat yang

memiliki sikap hemat dan menabungkan uangnya untuk investasi. Diketahui

(32)

F. Penanaman Modal Asing

Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang penanaman modal

menegaskan bahwa penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan

menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam

modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Republik Indonesia, baik yang

menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan

penanam modal dalam negeri.

Adapun modal asing dalam Undang-Undang ini tidak hanya berbentuk

valuta asing, tetapi meliputi pula alat-alat perlengkapan tetap yang diperlukan

untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, penemuan-penemuan milik

orang/badan asing yang dipergunakan dalam perusahaan di Indonesia dan

keuntungan yang boleh di transfer keluar negeri tetapi dipergunakan kembali di

Indonesia.

Jurnal Denicha Alviana (2014), yang berjudul Pengaruh, Dampak Serta

Faktor yang Mempengaruhi Penanaman Modal Asing Terhadap Perkembangan

Ekonomi di Indonesia menunjukkan bahwa secara garis besar, Penanaman

Modal Asing (PMA) ini terhadap pembangunan bagi negara Indonesia ada lima,

yaitu : (1). Sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan oleh

Indonesia untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi. (2).

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti dengan perpindahan

struktur produksi dan perdagangan. (3). Modal asing dapat berperan penting

dalam memobilisasi dana maupun perubahan struktural. (4). Kebutuhan akan

(33)

17

terjadi meskipun modal asing di masa selanjutnya lebih produktif. (5). Bagi

negara yang tidak mampu memulai membangun industri berat dan industri

strategis, adanya modal asing akan sangat membantu untuk dapat mendirikan

pabrik-pabrik baja, alat-alat mesin, pabrik elektronik, industri kimia dasar dan

sebagainya.

G. Dampak Berdirinya Perusahaan Asing

Dampak adalah suatu perubahan yang disebabkan oleh suatu kegiatan,

suatu usaha investasi dalam kegiatan pembangunan memiliki kemampuan

potensial menimbulkan dampak. Konsep dampak diartikan sebagai pengaruh

munculnya aktifitas manusia dalam pembangunan terhadap lingkungan

termasuk manusia. Sehubungan dengan itu, Soedharto (2013 : 59) menjelaskan

bahwa dampak adalah konsekuensi sosial yang menimbulkan akibat dari suatu

kegiatan pembangunan ataupun penerapan suatu kebijakan dan program

merupakan perubahan yang terjadi pada manusia dan masyarakat yang

diakibatkan oleh aktifitas pembangunan.

Adapun menurut Soemartono (2011 : 78) pada dasarnya sasaran

pembangunan adalah menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat, akan tetapi

aktifitas pembangunan menimbulkan efek samping yang tidak direncanakan

diluar sasaran yang disebut dampak. Dampak dapat bersifat biofisik, sosial,

ekonomi, budaya yang berpengaruh terhadap sasaran yang ingin dicapai.

Industrialisasi khususnya di pedesaan tentu menimbulkan berbagai

dampak. Hasil penelitian Gandhi (2011) menyatakan bahwa kehadiran industri

(34)

pemilikan dan pemanfaatan lahan, perubahan profesi dan perubahan pendapat

penduduk. Pembangunan industri di pedesaan akan membawa dampak seperti

penyempitan lahan pertanian, peningkatan arus migrasi, terbukanya desa bagi

kegiatan ekonomi dan munculnya peluang kerja dan berusaha di bidang non

pertanian. Hal tersebut berdampak pada makin banyaknya pendatang yang

bekerja di pabrik-pabrik.

H. Industri Rumput Laut di Indonesia

Pada tahun 1967 berdasarakan data dari P2HP (2015) bahwa jenis rumput

laut pertama kali muali dibudidayakan di Pulau Pari oleh Prof. Soerdjodinito dan

Hariadi Adnan. Selanjutnya, pada tahun 1974, rumput laut jenis cottonii yang

didatangkan dari Filipina mulai dibudidayakan di Indonesia. Budidaya rumput

laut jenis cottonii mulai beredar di Bali dan sekitarnya dan hasilnya cukup

memuaskan. Hingga pada tahun 1986 Hans Porse memperkenalkan Eucheuma

cottonii dan Spinosum Indonesia ke pasar Internasional. Sejak tahun 1950 PT.

Sinar Kencana merupakan perusahaan yang memproduksi agar-agar di

Indonesia dan PT. Dunia Bintang Walet mulai memproduksi agar dan

kemasannya sejak tahun 1970.

Jenis rumput laut sangat beragam, rumput laut dapat tumbuh diberbagai

daerah. Rumput laut yang berkembang di Indonesia merupakan rumput laut

jenis tropis. Menurut BPS (2014) terdapat 555 jenis rumput laut yang tersebar di

perairan Indonesia. Rumput laut dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok

berdasarkan pegmentasi yaitu coklat, merah dan hijau (McHugh 2009). Rumput

(35)

19

terkecil memiliki panjang 30-60 cm. Rumput laut merah biasanya lebih kecil dan

panjang umumya berkisar puluhan centimeter. Rumput laut merah tidak

selamanya merah, terkadang berwarna ungu, merah kecoklatan namun tetap

diklasifikasikan dengan alga merah karena karakteristiknya. Sedangkan alga

hijau juga kecil dengan ukuran yang hampir sama dengan alga merah.

Pengelompokkan rumput laut juga dapat berdasarkan kandungan koloid

dalam rumput laut. Pengelompokkan dibagi menjadi tiga yaitu kelompok

penghasil agar (agarofit), penghasil carageenan (karaginofit) dan penghasil

alginat. Masing-masing kelompok tersebut dimiliki Indonesia baik penghasil

agar, carageenan maupun alginat

Agarofit

Agarofit adalah jenis rumput laut penghasil agar dengan Glacilaria sp dan

Gelidium sebagai contohnya. Kedua jenis rumput laut penghasil agar tersebut

berada di Indonesia. Rumput laut jenis Gelidium merupakan rumput laut yang

sulit dibudidayakan dan tidak memiliki nilai ekonomis. Namun rumput laut jenis

Glacilaria juga memiliki kekurangan yaitu agar yang dihasilkannya berkualitas

rendah. Pada tahun 1950, rumput laut jenis Glacilaria diolah dengan cara dicuci

menggunakan alkali sebelum kemudian diolah menjadi agar dalam bentuk

bubuk. Pengolahan tersebut memberikan hasil yang memuaskan dimana kadar

agar di dalam rumput laut jenis ini memberikan kualitas yang baik.

Rumput laut jenis Glacilaria sp merupakan rumput laut yang telah

dikembangkan secara luas di Indonesia. Menurut KKP (2014), rumput laut jenis

(36)

Jawa seperti Serang, Tangerang, Bekasi Karawang, Brebes, Pemalang, Tuban,

dan Lamongan.

Alginofat

Rumput laut ini merupakan rumput laut penghasil alginate dan biasanya

berada di perairan sub tropis terutama untuk jenis Luminaria, Aschophyllum,

Nerocytis, Ecklonia, Fucus dan Sargassum. Luminaria merupakan jenis alga

coklat yang banyak tumbuh di perairan sub tropis. Rumput laut jenis ini juga

banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan salah satunya adalah bahan

makanan seperti nori yang terkenal di Jepang dan Korea. Menurut McHugh

(2009), hampir semua rumput laut penghasil alginat berasal dari alam. Varietas

terbesar yang digunakan berasal dari Argentina, Aistralia, Kanada, Chili, dan

lainnya. Rumput laut jenis ini biasanya berasal dari alga coklat yang diambil dari

alam. Hal tersebut dikarenakan harga budidaya yang mahal dan relatif sulit.

Rumput laut penghasil alginat di Indonesia salah satunya adalah

Sargassum dan Turbinaria. Asam alginat adalah salah satu getah selaput yang

disebut juga gummi alami, sedangkan alginat merupakan bentuk garam dari

polisakarida yang terdapat pada rumput laut disebut juga dengan phycocolloid.

Terdapat dua tipe Sargassum yang berkembang di Indonesia yaitu yang

berdaun lebar dan berdaun kecil. Sargassum berdaun lebar banyak terdapat di

daerah Bima, Nusa Tenggara Barat, Lampung, dan Selatan Pulau Jawa,

sedangkan untuk Sargassum berdaun kecil banyak terdapat di Sulawesi dan

Madura. Sargassumbiasanya hidup dengan batang koral dan batuan vulkanik.

(37)

21

Karaginofit merupakan kelompok rumput laut penghasil carageenan dengan

bahan utama polisakarida karagin. Sumber asli carageenan yaitu rumput laut

merah jenis Chondus crispus, dikumpulkan dari alam seperti di Perancis,

Portugal dan Spanyol. Selain Chondus crispus rumput laut penghasil

carageenan lainnya adalah dari marga Eucheuma yang merupakan jenis alga

merah. Jenis rumput laut tersebut pertama kali dibudidayakan di Filipina pada

tahun 1970 dan termasuk perkembangan industri carageenan. Eucheuma mulai

dikenalkan di Indonesia pada tahun 1974 dan berkembang pesat hingga

sekarang. Terdapat dua jenis Eucheuma di Indonesia yaitu Eucheuma

cottoniidan Eucheuma spinosum. Jenis rumput laut ini yang banyak

dibudidayakan adalah Eucheuma cottonii sedangkan Eucheuma spinosum lebih

banyak berasal dari alam dan hanya sedikit yang telah membudi dayakannya.

Rumput laut jenis Eucheuma cottonii banyak dibudidayakan menggunakan

metode longline. Rumput laut jenis ini memiliki bentuk silindris. Area budi daya

untuk rumput laut jenis Eucheuma cottonii adalah perairan Nanggroe Aceh

Darussalam, Sumetera Barat, Banten, Kepulauan Seribu, Jawa Timur, Sulawesi

hingga Papua.

Rumput laut jenis Eucheuma spinosum memiliki kesamaan dari bentuk fisik

dengan Eucheuma cottonii tapi batangnya lebih kecil dengan banyak cabang.

Warna yang dimiliki yaitu berwarna ungu, coklat, kuning keemasan dan hijau

terang. Eucheuma spinosum banyak dimanfaatkan warga dengan langsung

(38)

Rumput laut jenis ini banyak dibudi dayakan di wilayah Sulawesi Selatan,

Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Wilayah timur Indonesia memiliki area budi daya potensial terbesar yang

memiliki peluang untuk dikembangkan. Menurut KKP (2014) area potensial

terbesar adalah Papua Barat dengan luas 310.000 Ha selanjutnya adalah

Sulawesi Selatan sebesar 250.000 Ha. Pada dasarnya hampir seluruh wilayah

di Indonesia memiliki potensi budi daya rumput laut yang dapat dikembangkan.

Hal tersebut karena Indonesia yang terletak di perairan tenang dan terkena

matahari sepanjang tahun. Produksi rumput laut tersebar di wilayah Indonesia.

Menurut Direktorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik

Indonesia bahwa produksi rumput laut dibagi menjadi dua jenis rumput laut yaitu

Glacilaria dan Eucheuma cottonii. Provinsi Sulawesi Selatan merupakan daerah

penghasil rumput laut jenis Glacilaria terbesar yaitu sebanyak 832.153 ton pada

tahun 2014. Selanjutnya adalah Provinsi Jawa Tengah sebesar 128.498 ton.

Produsen rumput laut jenis Eucheuma cottonii terbesar adalah Provinsi Nusa

Tenggara Timur sebesar 2.167.632 ton. Selanjutnya ada di Provinsi Sulawesi

Selatan sebanyak 1.912.497 ton.

Manfaat yang terkandung dalam kandungan rumput laut tersebut adalah:

(1) sumber vitamin K, dengan kandungan ini maka rumput laut dapat

mempercepat proses koagulasi darah ketika terjadi pendarahan; (2) rumput laut

kaya akan serat yang bermanfaat untuk proses pencernaan manusia; (3)

terdapat lemak sehat didalam rumput laut yang disebut omega 3 yang mampu

(39)

23

laut memiliki banyak kegunaan di berbagai industri yaitu industri makanan,

indutri farmasi, industri kosmetik, industri tekstil, industri kulit, dan industri lain.

Penggunaan agar-agar dalam industri makanan merupakan yang terbanyak,

seperti dalam pembuatan roti, sup, saus, es krim, jelly, permen dan sebagainya.

Hal yang sama juga terdapat dalam kegunaan carageenan dan alginate yaitu

sebagai pengatur keseimbangan, bahan pengental, pembentuk gel dan

pengemulsi.

Gambar 1 Pohon Industri Rumput Laut Tepung Rumput Laut Rumput Laut Eucheuma cottonii Rumput Laut Glacilaria sp Industri Makanan dan Minuman (mie, roti, kue)

Alginat Agar-Agar Karaginan Rumput Laut Sargass um sp Industri Tekstil, Vernis, Fotografi, Kulit Industri Cat Industri Makanan dan Minuman Industri Kosmetik dan Farmasi Culture Media Industri Makanan dan Minuman cottonii Industri Kosmetik dan Farmasi Bahan Kimia Pertanian Industri Makanan dan Minuman

(40)

I. Kerangka Pemikiran

Desa Samaulue merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan

Lanrisang Kabupaten Pinrang. Di kecamatan Lanrisang terdapat beberapa

desa, termasuk di antaranya salah satu desa yang belum ramai penduduknya.

Dengan luas lahan yang memadai, akhirnya berdirilah sebuah perusahaan milik

asing yang memproduksi rumput laut. Perusahaan tersebut bernama PT. Biota

Laut Ganggang.

Perusahaan tersebut mempekerjakan masyarakat setempat dengan upah

yang telah disepakati oleh perusahaan. Hal ini tentunya membawa dampak

terhadap kesejahteraan sosial. Aspek yang ingin penulis lihat dari kesejahteraan

sosial sebagai dampak berdirinya perusahaan terebut adalah tentang dampak

sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penulis meneliti kehidupan sosial

ekonomi masyarakat setelah adanya perusahaan. Lalu dari situ dapat dilihat

dampak yang ditimbulkan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Gambar 2

KERANGKA PEMIKIRAN

SOSIAL EKONOMI

PENINGKATAN

(41)

25

J. Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga bahwa dampak

sosial ekonomi mempengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa

Samaulue setelah berdirinya PT. Biota Laut Ganggang di Kabupaten Pinrang

(42)

26

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Dasar Penelitian

1. Tipe Penelitian:

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif menurut (Nazir, 2005)

adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu

objek, suatu kondisi suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa

pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk

membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat

mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang

diselidiki.

Pendekatan kuantitatif dipakai untuk menguji suatu teori, untuk

menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, dan yang bersifat

mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau

mendeskripsikan banyak hal.

2. Dasar Penelitian:

Data yang akan didapatkan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif,

hasil dari jawaban pertanyaan atau instrumen penelitian peneliti terhadap

responden, yaitu orang yang menjawab atau merespon pertanyaan peneliti

secara tertulis. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan

(43)

27

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Samaulue Kabupaten Pinrang

Provinsi Sulawesi Selatan, waktu yang digunakan dalam penelitian ini lebih

kurang 2 bulan agar hasil dari penelitian pun sesuai dengan tujuan yang ingin

dicapai oleh peneliti. Penetapan lokasi didasarkan atas pertimbangan karena

adanya pendirian perusahaan milik asing yang mengelola rumput laut di daerah

tersebut.

C. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional ini memuat pengertian atau alasan yang digunakan

dalam penelitian ini dengan tujuan memperjelas ruang lingkup penelitian dan

untuk memudahkan dalam menganalisa data yang berhubungan dengan

penarikan kesimpulan yang terdiri dari:

1. Dampak yang dimaksud adalah pengaruh yang diakibatkan oleh

perusahaan terhadap masyarakat sebelum dan sesudah berdirinya

perusahaan.

2. Pendapatan adalah jumlah atau hasil yang diterima.

3. Masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kelompok yang bermukim di

suatu tempat.

4. Petani adalah sekumpulan manusia yang bekerja di bidang pertanian.

5. Perusahaan adalah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses

produksi.

6. Faktor sosial adalah segala perilaku manusia yang menggambarkan

(44)

7. Interaksi sosial adalah hubungan antara individu dan kelompok.

8. Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan antara interaksi

orang dan kelompok.

9. Faktor ekonomi adalah pengaruh dalam tingkat pendapatan masyarakat.

D. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek

yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut (Sugiyono, 2011:81). Dengan demikian sampel adalah

sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki, dan bisa

mewakili keseluruhan populasinya sehingga jumlahnya lebih sedikit dari

populasi.

Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa

Samaulue yang berjumlah 2059 jiwa dan pengukuran sampel dilakukan dengan

menggunakan teknik Slovin. Adapun penelitian ini menggunakan rumus Slovin

karena dalam penarikan sampel, jumlahnya harus refresentatif agar hasil

penelitian dapat digeneralisasikan dan perhitungannya pun tidak memerlukan

tabel jumlah sampel, namun dapat dilakukan dengan rumus dan perhitungan

sederhana.

Rumus Slovin untuk menetukan sampel adalah sebagai berikut:

( ) Keterangan:

(45)

29

n = Ukuran sampel/jumlah responden

N = Ukuran populasi

e = Presentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel

yang masih bisa ditolerir

Dalam rumus Slovin ada ketentuan sebagai berikut:

Nilai e = 0,1 (10%) untuk populasi dalam jumlah besar

Nilai e = 0,2 (20%) untuk populasi dalam jumlah kecil

Jadi rentang sampel yang dapat diambil dari teknik Solvin adalah antara 10 20%

dari populasi penelitian.

Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 2059 jiwa, sehingga

presentase kelonggaran yang digunakan adalah 10% dan hasil perhitungan

dapat dibulatkan untuk mencapai kesesuaian. Maka untuk mengetahui sampel

penelitian, dengan perhitungan sebagai berikut:

( )

Berdasarkan perhitungan diatas, sampel yang menjadi responden

penelitian ini disesuaikan menjadi sebanyak 95 orang dari seluruh masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam pengolahan data dan untuk hasil

pengujian yang lebih baik. Sampel yang diambil berdasarkan teknik random

sampling, dimana peneliti memberikan peluang yang sama bagi setiap

masyarakat untuk dipilih menjadi sampel yang dilakukan secara acak tanpa

(46)

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

kuesioner (angket). Sugiyono (2011) menyatakan bahwa kuesioner merupakan

teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat

pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Kuesioner atau angket merupakan merupakan teknik pengumpulan data

yang digunakan peneliti untuk dapat mengungkapkan data dari masing-masing

variabel. Teknik ini merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan

untuk mendapatkan informasi dari responden, dalam arti laporan tentang

pendapat dari hal-hal yang diketahuinya.

F. Teknik Analisis

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis

deskriptif karena tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat

deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta,

sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Lalu data yang

dihasilkan dari kuesioner, kemudian diolah dikomputer, hasilnya dalam bentuk

tabel, dan grafik untuk mengetahui kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di

Desa Samaulue Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan terhadap

(47)

31

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Kondisi Umum Lokasi Penelitian

1. Letak Geografis

Secara geografis, kabupaten Pinrang terletak pada koordinat antara

430-30o Lintang Utara (LU) dan 119o26-119o47”Bujur Timur (BT). Mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah utara : Kabupaten Polewali

Sebelah timur : Kab. Enrekang & Kab. Sidenreng Rappang

Sebelah Selatan : Kota Parepare

Sebelah Barat : Provinsi Sulawesi Barat, Polewali Mamasa, dan

Selat Makassar

Kabupaten Pinrang memiliki garis pantai sepanjang 93 km sehingga

terdapat areal pertambakan sepanjang pantai, pada dataran rendah

didominasi oleh areal persawahan,bahkan sampai perbukitan dan

pegunungan. Kondisi ini mendukung kabupaten Pinrang sebagai daerah

potensial untuk sektor pertanian dan memungkinkan berbagai komoditi

pertanian (tanaman pangan, perikanan, perkebunan dan peternakan) untuk

berkembang. Ketinggian wilayah 0-500 mdpl (60.41%),ketinggian 500-1000

mdpl (19.69%) dan ketinggian 1000 mdpl (9.90%).

Luas wilayah Desa Samaulue sekitar 7 km2 dan pada umumnya

masyarakat bermata pencarian sebagai petani dengan luas lahan pertanian

(48)

Sebelah utara : Berbatasan dengan Desa Barangpalie

Sebelah timur : Berbatasan dengan Desa Amassangang

Sebelah selatan : Berbatasan dengan Desa Lerang

Sebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Waetuoe

2. Keadaan Demografi

Biladilihat dari keadaan demografi, desa Samaulue termasuk dataran

yang dikelilingi oleh hamparan sawah dan perkebunan dengan ketinggian

rata-rata 500 meter dari permukaan laut. Desa Samaulue memiliki iklim

tropis dengan suhu rata-rata mencapai 30oc serta memiliki 2 tipemusim

yaitu musim kemarau dan musim hujan.

3. Keadaan Sosial dan Ekonomi

a. Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk adalah jumlah manusia yang bertempat tinggal

atau berdomisili pada suatu wilayah atau daerah dan memiliki mata

pencaharian tetap di daerah itu serta tercatat secara sah berdasarkan

peraturan yang berlaku, pencatatan atau pengkategorian seseorang

sebagai penduduk biasanya berdasarkan usia yang telah ditetapkan.

Penduduk desa Samaulue terdiri dari 496 Kepala Keluarga (KK)

dengan perbandingan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 992 jiwa dan

perempuan sebanyak 1.067 jiwa, dengan total jumlah jiwa sebanyak

2.059 jiwa.

(49)

33

Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik,

kondisi manusia dimana orang-orangnya dalam keadaan makmur

,sehat dan damai. Dalam ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan

keuntungan benda sedangkan dalam kebijakan sosial, kesejahteraan

sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan

masyarakat. Tingkat kesejahteraan suatu negara tidak hanya dilihat

dari pendapatan nasional negara tersebut, namun dapat juga dilihat

dari pendapatan per kapita masyarakatnya, pertumbuhan ekonomi,

tingkat pengangguran, serta taraf hidup masyarakat dalam negara

tersebut. Perbandingan jumlah rumah tangga miskin dan sejahtera di

Desa Samaulue yaitu rumah tangga miskin sebanyak 402 rumah

tangga dan rumah tangga sejahtera sebanyak 212 rumah tangga.

Dalam hal ini, rumah tangga miskin masih lebih banyak dibandingkan

dengan rumah tangga yang sejahtera.

c. Mata Pencaharian

Berikut perbandingan persentase jenis mata pencaharian

penduduk:

Tabel 1

Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian

No. Mata Pencaharian Jumlah Persentase (%)

1. Petani 332 86.0 2. Peternak 2 0.5 3. Wiraswasta 10 2.6 4. PNS 21 5.4 5. Karyawan 6 1.5 6. Pengrajin 12 4.0 Total 383 100

(50)

Sumber: Data Sekunder, 2017

Berdasarkan tabel diatas, dijelaskan bahwa mata pencaharian

masyarakat di Desa Samaulue dominan adalah bertani dengan

persentase 86%, adapun yang bekerja selain bertani hanya berkisar 2

sampai 21 orang dengan jenis pekerjaan seperti peternak, wiraswasta,

PNS, karyawan, dan pengrajin. Dari penjelasan tersebut, dapat

disimpulkan bahwa Desa Samaulue, kecamatan Lanrisang, Kabupaten

Pinrang adalah daerah pertanian.

d. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana merupakan segala sesuatu yang dapat

dipakai untuk mencapai tujuan dan penunjang terlaksananya usaha

yang akan dilakukan.

Tabel 2

Sarana dan Prasarana Umum

No. Sarana Jumlah

1. Posyandu 2

2. Lapangan bola 1

3. Lapangan voli 1

Sumber: Data Sekunder, 2017

Berdasarkan tabel 2 diatas, menjelaskan bahwa sarana umum

yang dimiliki Desa Samaulue adalah posyandu, lapangan bola dan

lapangan voli, untuk pasar dan lainnya belum ada dikarenakan

(51)

35

Tabel 3

Sarana dan Prasarana Pendidikan

No. Sarana Jumlah Persentase (%)

1. TK 1 50.0

2. SD 1 50.0

3. SMP/Tsanawiyah 0 0

4. SMA/Aliyah 0 0

Total 2 100

Sumber: Data Sekunder, 2017

Tabel diatas menjelaskan bahwa sarana pendidikan yang dimiliki

Desa Samaulue terdiri dari TK sebanyak 1 buah dan SD juga sebanyak

1 buah, untuk SMP/Tsanawiyah dan SMA/Aliyah tidak ada di Desa

Samaulue.

Tabel 4

Sarana dan Prasarana Agama

No. Sarana Jumlah Persentase (%)

1. Masjid 2 100

2. Musallah 0 0

Total 2 100

Sumber: Data Sekunder, 2017

Sarana untuk ibadah terdiri atas masjid sebanyak 2 buah dan tidak

ada musallah di Desa Samaulue. Pada umumnya masyarakat di Desa

Samaulue memeluk agama Islam.

Tabel 5

Sarana dan Prasarana Transportasi

Jalan Panjang Propinsi 195 Km Kabupaten 17 Km Desa: Jalan Aspal Jalan Tanah Jalan Sirtu 12 Km 3.5 Km 8 Km

(52)

Setapak 2 Km

Sumber: Data Sekunder, 2017

Sarana transportasi di Desa Samaulue terdiri atas jalan aspal12

km, jalan tanah 3.5 km, jalan sirtu 8 km, dan jalan setapak sepanjang 2

km.

B. Hasil dan Pembahasan

1. Identitas Responden

Sebelum kita membahas secara keseluruhan dampak keberadaan PT.

Biota Laut Ganggang di Desa Samaulue, terlebih dahulu kita perlu

mengklasifikasikan identitas responden sebagai pendukung dalam

melakukan analisa terhadap pokok masalah yang diteliti. Adapun klasifikasi

dari identitas responden meliputi jenis kelamin, usia, agama, dan

pendidikan terakhir.

a. Jenis Kelamin

Jenis kelamin responden menjadi salah satu ciri yang dapat

membedakan individu, dalam penelitian ini dapat dikelompokkan

menjadi dua yaitu laki-laki dan perempuan. Untuk lebih jelas, rincian

respondendijelaskan dalam tabel yang telah disajikan dibawah ini.

Tabel 6

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

1. Laki-laki 72 75.8

2. Perempuan 23 24.2

Total 95 100

(53)

37

Masyarakat Desa Samaulue yang menjadi responden dalam

penelitian ini lebih banyak laki-laki dengan jumlah 72 orang (75.8%),

dibandingkan dengan jumlah responden perempuan yang berjumlah 23

orang (24.2%).

b. Usia Responden

Usia responden dalam penelitian ini mengambil dari usia 25 tahun,

kemudian umur responden dibagi menjadi 4 kelompok usia yaitu: 25-34

tahun, 35-44 tahun, 45-54 tahun, dan ≥55 tahun. Untuk lebih jelasnya dijelaskan dalam tabel 7 yang telah disajikan dibawah ini.

Tabel 7

Responden Berdasarkan Usia

No. Usia Jumlah Persentase (%)

1. 25-34 20 21.1

2. 35-44 48 50.5

3. 45-54 23 24.2

4. ≥55 4 4.2

Total 95 100

Sumber: Data Primer, 2018

Dari tabel diatas, menunjukkan responden dibagi dalam 4

kelompok usia yaitu 25-34 tahun dengan persentase 21.1% (20

responden), 35-44 tahun dengan persentase 50.5% (48 responden),

45-54 tahun dengan persentase 24.2% (23 responden), dan ≥55 tahun dengan persentase 4.2% (4 responden).

c. Agama

Tingkah laku manusia sangat dipengaruhi oleh apa yang menjadi

(54)

sehari-hari, serta responden pada penelitian ini disajikan pada tabel 3

dibawah ini.

Tabel 8

Responden Berdasarkan Agama

No. Agama Jumlah Responden Persentase

1. Islam 95 100.0

Total 95 100.0

Sumber: Data Primer 2018

Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa responden pada penelitian

ini 100.0% (95 responden) beragama Islam.

d. Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai

taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik. Pendidikan meliputi

pengajaran keahlian khusus dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat

lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan

kebijaksanaan. Dengan adanya pendidikan maka dapat memanfaatkan

sarana pendidikan yang ada dimana tingkat pendidikan sangat

mempengaruhi kualitas berpikir, sikap dan bertingkah laku masyarakat

dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Yang tentunya juga akan

mempengaruhi kehidupan sosial dimana mereka melakukan aktifitas,

terutama menyangkut kesejahteraan.

Berikut disajikan distribusi responden berdasarkan tingkat

pendidikan.

(55)

39

Tabel 9

Responden Berdasarkan Pendidikan

No. Pendidikan Jumlah Persentase

1. SD 29 30.5

2. SMP 47 49.5

3. SMA 14 14.7

4. Sarjana 5 5.3

Total 95 100.0

Sumber: Data Primer 2018

Dari tabel 9 diatas, menjelaskan bahwa masyarakat desa

Samaulue yang menjadi responden dalam penelitian penulis memiliki

tingkat pendidikan yaitu, tamat SD dengan persentase 30.5% (29

responden), tamat SMP dengan persentase 49.5% (47 responden),

tamat SMA dengan persentase 14.7% (14 responden), dan Sarjana

dengan persentase 5.3% (5 responden).

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di desa Samaulue

tergolong rendah karena mayoritas penduduk adalah tamatan SD dan

SMP.

2. Dampak Sosial Responden

a. Kesehatan

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial

yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan

ekonomi. Namum dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran

limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi

kesehatan manusia dan pada kebutuhan sehari-hari penduduk

(56)

penelitian ini dapat dijelaskan dalam tabel 10, 11 dan 12 yang telah

disajikan di bawah ini.

Tabel 10 Limbah

No. Kecenderungan Jumlah Persentase

1. Menghasilkan limbah 86 90.5

2. Tidak menghasilkan limbah 9 9.5

Total 95 100.0

Sumber: Data Primer 2018

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa responden sebanyak

90.5% (86 responden) berpendapat bahwa perusahaan tersebut

menghasilkan limbah sedangkan sebanyak 9.5% (9 responden)

berpendapat bahwa perusahaan tersebut tidak menghasilkan limbah.

Tabel 11 Dampak Limbah

No. Kecenderungan Jumlah Persentase

1. Mencemari lingkungan 52 54.7

2. Tidak mencemari lingkungan 43 45.3

Total 95 100.0

Sumber: Data Primer 2018

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa responden sebanyak

54.7% (52 responden) berpendapat bahwa limbah dari perusahaan

tersebut mencemari lingkungan sedangkan responden sebanyak

45.3% (43 responden) berpendapat bahwa limbah dari perusahaan

(57)

41

Tabel 12 Pengolahan Limbah

No. Kecenderungan Jumlah Persentase

1. Disiapkan tempat pengolahan khusus

73 76.8

2. Dibiarkan mengalir ke sungai 4 4.2

3. Tidak ada limbah 18 18.9

Total 95 100.0

Sumber: Data Primer 2018

Dari tabel diatas, menunjukkan bahwa limbah perusahaan tersebut

tidak mencemari lingkungan, sehingga tidak mengganggu kesehatan

warga sekitar. Selain itu, tabel tersebut juga menunjukkan bahwa

responden yang menyatakan limbah perusahaan telah disiapkan

tempat pengolahan khusus dengan persentase 76.8% (73 responden),

responden yang berpendapat bahwa limbah dari perusahaan tersebut

dibiarkan mengalir ke sungai dengan persentase 4.2% (4 responden),

dan yang menyatakan tidak ada limbah dengan persentase 18.9% (18

responden).

b. Keamanan

Keamanan adalah suatu keadaan yang bebas dari bahaya apapun.

Namun kenyamanan tersebut tidak bisa didapatkan dan melindungi diri

seseorang secara keseluruhan serta tidak bergantung pada satu

pengatasan keamanan saja. Selain itu, aksi demo atau aksi protes

merupakan perbuatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban

umum, dimana aksi demo menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh

Gambar

Gambar 1 Pohon Industri Rumput Laut Tepung Rumput Laut Rumput Laut Eucheuma cottonii Rumput Laut Glacilaria sp Industri Makanan dan Minuman (mie, roti, kue)
Tabel  diatas  menjelaskan  bahwa  sarana  pendidikan  yang  dimiliki  Desa Samaulue terdiri dari TK sebanyak 1 buah dan SD juga sebanyak  1  buah,  untuk  SMP/Tsanawiyah  dan  SMA/Aliyah  tidak  ada  di  Desa  Samaulue
Tabel 10  Limbah
Tabel 12  Pengolahan Limbah
+3

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana Dampak sosial judi togel (toto gelap) terhadap kesejahteraan masyarakat di desa jipang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten

Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, Provinsi Sulawesi Tenggara termasuk ke dalam KE Sulawesi dan Maluku Utara, di samping Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi

AR (Agincourt Resources) Dalam Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sumuran Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan terdapat perbedaan tingkat Pendapatan, Pendidikan,

penulisan skripsi ini yang berjudul “Dampak Kehadiran PT Agincourt Resources Dalam Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sumuran Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli

DAMPAK SOSIAL PEMBANGUNAN JALUR LINTAS SELATAN (JLS) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA HUTAN (STUDI DI DESA KARANGGANDU KECAMATAN WATULIMO.. KABUPATEN TRENGGALEK)

Penelitian ini bertujuan, antara lain untuk: (1) mengetahui pengaruh kapasitas fiskal terhadap kesejahteraan masyarakat kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan; (2)

Kajian Model Pengembangan Perikanan Tangkap dalam Rangka Pengelolaan Laut Secara Optimal di Daerah Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.. Thesis

Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota Kepualauan Selayar Wajo Bulukumba Sidenreng Rappang Bantaeng Pinrang Jeneponto Enrekang Takalar Luwu Gowa