PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kemudian disusul Kabupaten Gowa jumlah penduduk 760 ribu jiwa, Kabupaten Bone 754 ribu jiwa, Kabupaten Bulukumba 418 ribu jiwa, Kabupaten Wajo 396 ribu jiwa, Kabupaten Pinrang 374 ribu jiwa, Kabupaten Jeneponto 361 ribu jiwa, Luwu Kabupaten berpenduduk 359 ribu jiwa, Kabupaten Maros 349 ribu jiwa, Kabupaten Pangkep 332 ribu jiwa, Kabupaten Luwu Utara 310 ribu jiwa, Kabupaten Sidrap 299 ribu jiwa. Takalar berpenduduk 295 ribu jiwa, Luwu Timur 293 ribu jiwa, Kabupaten Sinjai 242 ribu jiwa, Tana Toraja 232 ribu jiwa, Toraja Utara 229 ribu jiwa, Kabupaten Soppeng 226 ribu jiwa memiliki Reghabitatency, Enrekangency04, berpenduduk 186 ribu jiwa. ribu jiwa, Kabupaten Palopo 180 ribu jiwa, Kabupaten Barru 173 ribu jiwa, Pare Pare 143 ribu jiwa, dan terakhir Kepulauan Selayar 134 ribu jiwa.
Rumusan Masalah
Namun yang terjadi selama ini adalah potensi zakat dan efektivitas pengelolaan zakat di Provinsi Sulawesi Selatan belum terealisasi dengan baik. Oleh karena itu, saya ingin meneliti zakat dengan judul Potensi dan Efektivitas Pengelolaan Zakat Fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan (Studi Kasus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan) agar potensi dan pengelolaan zakat di Provinsi Sulawesi Selatan dapat produktif. sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Sulawesi Selatan.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pengelolaan zakat fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan.
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Pengertian Zakat
- Macam- macam jenis Zakat
- Manfaat dan Tujuan dari Zakat
- Alat Pembayaran dan Kadar Zakat Fitrah
- Syarat- syarat dalam Zakat
- Hukum Dasar tentang Zakat
- Konsep Pengelolaan Zakat dalam Islam
- Prinsip Dasar Efektivitas dalam Pengelolaan Zakat
- Tolak Ukur Efektivitas
Artinya: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43). Terjemahan "Zakat Fitrah adalah penyucian bagi orang yang berpuasa dari kefakiran dan makanan bagi orang fakir dan miskin".
Tinjauan Empiris
Sedangkan persamaan penelitian ini dengan penelitian yang ingin saya lakukan adalah penelitian tersebut membahas tentang zakat. Sedangkan penelitian yang akan saya teliti berfokus pada potensi dan efektivitas pengelolaan zakat fitrah di provinsi Sulawesi Selatan.
Kerangka Konsep
Dengan kata lain, jika zakat di daerah ini dimanfaatkan dengan baik dan pengelolaan zakat di Provinsi Sulawesi Selatan dilakukan secara bijak maka akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan (Chaniago, 2015).
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Fokus Penelitian
- Lokasi Dan Waktu Penelitian
- Sumber Data
- Pengumpulan Data
- Definisi Operasional Variabel
- Instrumen Penelitian
- Informan Penelitian
- Metode Analisis Data
Efektivitas Pengelolaan Zakat Fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan. Potensi Zakat Fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Dengan disahkannya UU No. 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat semakin menguatkan zakat di tingkat nasional. Pada tahun 2014, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membentuk Badan Amil Zakat Nasional tingkat provinsi, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan. 118 Tahun 2014 yang diperuntukkan bagi Badan Amil Zakat Nasional Provinsi, dimana Badan Amil Zakat Nasional bertanggung jawab kepada BAZNAS dan Pemerintah Provinsi.
Wakil Presiden I, berwenang merumuskan strategi penghimpunan zakat, bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan data Muzakki, melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai sistematika penghimpunan zakat, kemudian bertanggung jawab mengembangkan jaringan dengan tujuan meningkatkan jumlah penghimpunan, bertugas mengawasi atau mengendalikan pengumpulan zakat, mengevaluasi pelaksanaan pengumpulan zakat, membuat laporan dan tanggung jawab pengumpulan zakat, melaksanakan koordinasi pelaksanaan pengumpulan zakat pada tingkat provinsi atau kabupaten dan kota, melaksanakan koordinasi proses administrasi di bidang zakat. penagihan, dapat melakukan atau melaksanakan jasa-jasa lain, sesuai dengan hasil rapat paripurna. Wakil Ketua IV, juga mempunyai kewenangan menyusun strategi pengelolaan zakat amil, menyusun strategi peningkatan sumber daya zakat amil, melaksanakan pengendalian dan pengawasan zakat amil, merencanakan strategi komunikasi zakat amil. Anggota Wakil Presiden II membantu pelaksanaan tugas Wakil Presiden II yaitu pendampingan pelaksanaan pengelolaan zakat.
Anggota Wakil Presiden III membantu pelaksanaan tugas Wakil Presiden III yaitu membantu pelaksanaan pengurusan, perencanaan, keuangan dan pelaporan. Anggota Wakil Ketua IV, membantu melaksanakan tugas Wakil Ketua IV, yaitu membantu pelaksanaan administrasi perkantoran, menjalankan pengelolaan sumber daya Amil Zakat dan memberikan rekomendasi.
Penyajian Data (Hasil Penelitian)
Dimana, ungkapnya, untuk mengetahui potensi zakat fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan masing-masing. Maka strategi tersebut digunakan atau dilakukan untuk meningkatkan potensi zakat fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil wawancara yang dilakukan kepada Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan mengenai sistematika tata cara pengumpulan dan pengelolaan zakat fitrah di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kedua, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan zakat fitrah dengan sistem produktif. Dimana beliau memberikan penjelasan bahwa, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, dalam pengumpulan zakat ada 2 metode yang digunakan, yang pertama adalah Muzakki yang datang langsung ke tempat ini yaitu BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Begitu pula bagi masyarakat di Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, datang langsung ke lembaga zakat terdekat, kemudian lembaga tersebut akan melaporkan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan laporannya. Kedua, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan zakat fitrah dengan sistem produktif.
Berikut hasil wawancara dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan mengenai strategi pengaktifan Pengelolaan Zakat Fitrah di Badan Amil Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil wawancara lainnya dengan staf 2 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, mengenai strategi pengaktifan Pengelolaan Zakat Fitrah di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil wawancara dengan salah satu Mustahik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, mengenai strategi pengaktifan Pengelolaan Zakat Fitrah di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal inilah yang menjadi tolok ukur dalam pengaktifan pengelolaan zakat fitrah di Badan Amil Zakat (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan.
Analisis dan Interpretasi (Pembahasan)
Menjelaskan bahwa dalam konteks efektivitas pengelolaan zakat fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, ada beberapa indikator yang peneliti lakukan dalam penelitian ini, yaitu (1). Sistematika Prosedur Pengumpulan dan Pengelolaan Zakat Fitrah pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, (2) Strategi Pengaktifan Pengelolaan Zakat Fitrah pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, (3) Tolok Ukur tentang Efektivitas Pengelolaan Zakat Fitrah di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai Potensi dan Efektivitas Pengelolaan Zakat Fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan (Studi Kasus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan).
Menurut anda, bagaimana sistematika pengumpulan dan pengelolaan zakat fitrah di Badan Amil Zakat Provinsi Sulawesi Selatan (BAZNAS). Menurut Anda bagaimana strategi pengelolaan zakat fitrah yang lebih efektif di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan? Bagaimana sistematika pengumpulan dan pengelolaan zakat fitrah di Badan Amil Zakat Provinsi Sulawesi Selatan (BAZNAS)?
Menurut Ibu, bagaimana strategi pengelolaan zakat fitrah yang lebih efektif di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan.
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Hal ini dibuktikan dengan besaran zakat fitrah yang berhasil dihimpun, mulai dari tingkat Kabupaten, Kota, dan Provinsi, yaitu jumlah zakat fitrah yang berhasil dihimpun pada bulan terakhir Ramadhan periode Mei 2019. Khusus data yang ada di BAZNAS Sulawesi Selatan Provinsi telah dikumpulkan sekitar, dari data Muzakki individu dan Muzakki Kelembagaan. Sedangkan total zakat fitrah yang berhasil dihimpun di seluruh Provinsi Sulawesi Selatan, baik tingkat Kabupaten maupun Kota, yang terdaftar pada sistem yang ada di Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BAZNAS) adalah sekitar 200.000 orang. Hal ini disebabkan masih banyaknya zakat fitrah di tingkat desa, kabupaten, dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga penghimpunan dan penyaluran zakat masih belum maksimal.
Jika potensi zakat fitrah dapat dioptimalkan serta pengumpulan dan penyalurannya dapat maksimal, maka peningkatan kesejahteraan masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan akan maksimal. Kriteria efektivitas pengelolaan zakat fitrah antara lain, pertama, berkembangnya pembentukan UPZ (Unit Pengumpul Zakat) di tingkat desa, kabupaten, kota, dan provinsi Sulawesi Selatan. Ketiga, keterlibatan pemerintah dalam pembentukan regulasi optimalisasi sistem penggajian bagi pegawai yang bekerja di bidang keagamaan, khususnya pada lembaga pengumpulan dan penyaluran zakat.
Apabila hal ini dapat ditingkatkan dan dioptimalkan, maka efisiensi pengelolaan Zakat Fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.
SARAN
Menurut Bapak bagaimana strategi pengembangan dan peningkatan potensi zakat fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut Anda, bagaimana tolak ukur efektivitas pengelolaan zakat fitrah di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan? Jabatan/Jabatan : Wakil Ketua II/Ketua Bagian Pengelola Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurut Ibu bagaimana strategi untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi zakat fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut Ibu Apa tolak ukur efektivitas pengelolaan zakat fitrah di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan? Pekerjaan/Jabatan : Staf Klinik Bersalin Gratis, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan.
Wawancara dengan Wakil Ketua I (Kepala Pengumpul Zakat), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut saya untuk melakukan analisis tolok ukur pengaktifan pengelolaan zakat fitrah pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Menurut saya, selama melakukan pembayaran zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, bentuk pengumpulannya adalah kita datang ke tempat ini untuk membayar zakat fitrah, kemudian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan) itulah yang berhasil.
Strategi yang paling efektif untuk mengaktifkan pengelolaan Zakat Fitrah di Provinsi Sulawesi Selatan adalah engagement.