• Tidak ada hasil yang ditemukan

esaian Pers.Non Linier Studi Kasus Penyele S. Hadi, ST. MSc. Muhammad Zen Studi Kasus Non Linier

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "esaian Pers.Non Linier Studi Kasus Penyele S. Hadi, ST. MSc. Muhammad Zen Studi Kasus Non Linier"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Studi Kasus Penyele

1

y

Muhammad Zen

Studi Kasus Non Linier

esaian Pers.Non Linier

1

(2)

Contoh Kasus

Contoh Kasus

2

9 Penyelesaian persamaan non linier 9 Penyelesaian persamaan non linier

permasalahan yang terpisah, tetapi satu kesatuan atau satu rantai dari p penyelesaian persamaan non linier perhitungannya.

9 Beberapa contoh permasalahan yan persamaan non linier sebagai kunci

P t il i k i l d i

- Penentuan nilai maksimal dan min - Perhitungan nilai konstanta pada m

yang biasanya muncul dalam perm

y g y p

bisa digunakan untuk menghitung - Penentuan titik potong beberapa f

digunakan untuk keperluan perhit digunakan untuk keperluan perhit

2

terkadang muncul sebagai terkadang muncul sebagai

terkadang pula muncul sebagai penyelesaian permasalahan dimana

justru menjadi kunci dalam

ng memerlukan penyelesaian inya adalah sebagai berikut:

i l f i li i

nimal fungsi non linier matrik dan determinan, masalahan sistem linier, g nilai eigen

fungsi non linier, yang banyak tungan perhitungan secara grafis tungan-perhitungan secara grafis.

(3)

Penentuan Nilai Maksimal da

3

Pada penyelesaian persamaan non maka dicari x yang memenuhi f(x)=0 nilai maksimal dan minimal dari fung nilai maksimal dan minimal dari fung yang memenuhi f’(x)=0.

J di b l k t d

Jadi sebelum menggunakan metode maksimal dan nilai minimal pada fun dihitung g(x)=f’(x). Nilai fungsi g(x) g g( ) ( ) g g( ) untuk menentukan nilai x dimana g( Sedangkan untuk menentukan titik y Sedangkan untuk menentukan titik y atau titik minimal, maka perlu dihitun

Studi Kasus Non Linier

an Minimal Fungsi Non Linier

3

g

linier dengan fungsi f(x),

0. Sedangkan pada penentuan gsi f(x) yang dicari adalah nilai x gsi f(x), yang dicari adalah nilai x

ik t k t k il i

e numerik untuk menentukan nilai ngsi f(x), maka terlebih dahulu

inilah yang menjadi fungsi acuan y g j g

(x)=0.

yang diperoleh adalah titik maksimal yang diperoleh adalah titik maksimal ng f’’(x).

(4)

Contoh Menentuk

Co to e e tu

4

Tentukan nilai minimal dari f(x) = x2

2

Tentukan nilai minimal dari f(x) = x2

1.5 0.5 1 0 0.5 -0.5 -1 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0 0.2

Dari gambar di atas nilai minimal t

kan Nilai Minimal

a a

a

4

2 (x+1)e-2x+1

x**2-(x+1)*exp(-2*x)+1

2-(x+1)e 2x+1

0.4 0.6 0.8 1

(5)

Contoh Menentuka

5

Untuk menentukan nilai minimal ter Untuk menentukan nilai minimal ter

g(x) = 2x - e-2x + 2(x+

Jadi permasalahannya menjadi me

2 (2 1) 2 0

2x+ (2x+1)e-2x = 0

Dengan menggunakan metode Secan Pendekatan awal di x0=-0.4 dan x1=-0 Toleransi error = 1e-005

Iterasi x f(x)( ) 1 -0.316495 0.0581765 2 -0.332006 -0.0113328 3 -0.329477 0.000208218 3 0.329477 0.000208218 4 -0.329523 7.28621e-007 Akar persamaan di x = -0 329523

Studi Kasus Non Linier

Akar persamaan di x = -0.329523

Jadi nilai minimal fungsi f(x) terletak di

an Nilai Minimal

5

rlebih dahulu dihitung g(x)=f’(x) rlebih dahulu dihitung g(x) f (x)

1)e-2x = 2x+ (2x+1)e-2x

enyelesaikan persamaan :

t diperoleh : 0.2

(6)

Penentuan Nilai E

6

Nilai eigen pada suatu matrik A, mg p

menyajikan karakteristik kestabila dihitung menggunakan :

A

λ

A

λ

dimana I adalah matrik identitas d Bila matrik A mempunyai ukuran n yang disajikan dalam bentuk pers yang disajikan dalam bentuk pers

sebagai berikut : 1

1 +

+ a a

anλn n λn n

P t il i λ k

Penentuan nilai λ merupakan per persamaan non linier.

igen Pada Matrik

6

merupakan nilai-nilai yang

g

p y g

an matrik. Nilai eigen ini dapat

0

I

λ

I

=

0

λ

dan

λ

adalah nilai eigen dari matrik A.

nxn maka akan terdapat n nilai λ

samaan polinomial pangkat n samaan polinomial pangkat n

0 .. 1 0 2 2 + + + = − − λn a λ a l h d l l i

(7)

Contoh Penentuan Ni

7

T t k il i i d i A

Tentukan nilai eigen dari :

Nilai eigen dapat diperoleh den Nilai eigen dapat diperoleh den

atau bisa dituliskan dengan : atau bisa dituliskan dengan :

(

2

Secara grafis bisa digambarkan :

Aturan Sarrus

Studi Kasus Non Linier

ilai Eigen Pada Matrik

g

7 ⎥ ⎤ ⎢ ⎡ 2 1 0 ⎥ ⎥ ⎥ ⎦ ⎢ ⎢ ⎢ ⎣− − = 1 0 1 1 3 0 ngan : 2 λ 1 0 ngan : 0 1 0 1 1 3 0 0 1 2 = − − − − − = − λ λ λ λI A

) (

{

3

)(

1

)

}

+

1

=

0

λ

λ

λ

0 7 11 6 2 3 +

λ

λ

+ =

λ

0 1 2 -x**3+6*x**2-11*x+7 -3 -2 -1 -5 -4 2 2.2 2.4 2.6 2.8 3 3.2 3.4 3.6 3.8 4

(8)

Contoh Penentuan N

8

Dengan menggunakan metod Pendekatan awal di x0 = 3 2 d Pendekatan awal di x0 3.2 d Toleransi error = 1e-005

It i f( ) Iterasi x f(x) 1 3.31569 0.0381934 2 3.32411 0.002583 3 3.32472 -2.18963e 4 3.32472 1.23711e-Akar persamaan di x = 3.3247

Nilai Eigen Pada Matrik

g

8 e secant diperoleh: dan x1 = 3 4 dan x1 3.4 )) 4 07 e-005 -008 72

(9)

Menghitung

9

Perhitungan nilai akar a dapat dilaku

g

g

Perhitungan nilai akar a dapat dilaku persamaan f(x)=x2-a. Ini dapat dilak

penyelesaian dari persamaan : x2 - a

Menghitung akar 3 dapat dilakukan persamaan : x2 - 3 = 0

Dengan menggunakan metode seca Dengan menggunakan metode seca Pendekatan awal di x0 = 1 dan x1 =

T l i 1 005

Toleransi error = 1e-005

Iterasi x f(x)

1 1.66667 -0.222222 2 1.72727 -0.0165289 3 1.73214 0.000318878 4 1.73205 -4.40416e-00

Studi Kasus Non Linier

Akar persamaan di x = 1.73205

g Nilai Akar

9

ukan dengan menggunakan

g

ukan dengan menggunakan ukan dengan menghitung a = 0 dengan menyelesaikan ant diperoleh : ant diperoleh : = 2 07

(10)

Menghitung Titik

1

Perhatikan dua buah kurva y=f(x)

g

g

Perhatikan dua buah kurva y=f(x) titik p seperti gambar berikut :

y U y=g(x) Unt dua sec x p sec yan men dim y=f(x) dim f(x) atau f(x)

Maka fungsi persama Maka fungsi persama

k Potong 2 Kurva

0

dan y=g(x) yang berpotongan di

g

dan y=g(x) yang berpotongan di

k k i ik

tuk menentukan titik potong a buah kurva di atas

cara numerik maka pertama kali

ca a u e a a pe ta a a

ng harus dilakukan adalah

nentukan fungsi dari persamaan mana titik potong didefinisikan dgn : mana titik potong didefinisikan dgn :

= g(x) u

– g(x) = 0

aannya adalah f(x)-g(x). aannya adalah f(x) g(x).

(11)

Contoh Menghitung

g

g

1

Tentukan titik potong y=2x3-x dan

3

p g y

Perhatikan gambar kedua kurva

2 2.5 1 1.5 0 0.5 -1 -0.5 -1 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0 0.2

Studi Kasus Non Linier

Dari gambar di atas terlihat akar

g Titik Potong 2 Kurva

g

g

1 n y=e-x 2*x**3-x exp( x) y

tesebut sebagai berikut:

exp(-x)

2 0.4 0.6 0.8 1

(12)

Contoh Menghitung

g

g

1

Dengan menggunakan metode Sec Dengan menggunakan metode Sec dari persamaannya adalah sebagai

y=2x3-x - e-x

P k i t d t d

Pemakaian metode secant dengan adalah sebagai berikut:

Pendekatan awal di x0 = 0.8 dan x1 Toleransi error = 1e-005

i x f(x) i x f(x) 1 0.852558 -0.0395088 2 0.861231 -0.00628888 3 0.862873 8.36952e-005 4 0.862852 -1.73417e-007 Akar persamaan di x = 0.862852

g Titik Potong 2 Kurva

g

g

2

cant, terlebih dahulu disusun fungsi cant, terlebih dahulu disusun fungsi

berikut:

titik d k t l 0 8 d 1

titik pendekatan awal 0,8 dan 1 = 1

(13)

Latihan Soal :

1. Tentukan nilai akar 27 dan akar 50 2. Sebuah sinyal DTMF mempunyai

Tentukan nilai maksimal dari sinya menggunakan metode Secant

menggunakan metode Secant. 3. Tentukan titik potong kurva y = e-x

Gunakan metode Secant dan New jumlah iterasi dan kesalahannya. 4. Gunakan metode Newton Raphso

t k hit k d i 10 B

untuk menghitung akar dari 10. Ba kesalahannya. Buat kesimpulan. 5 Tentukan nilai puncak pada kurva 5. Tentukan nilai puncak pada kurva

x=[0,10]

6. Hitung nilai eigen dari

Studi Kasus Non Linier 1

0

persamaan : sin(x)+sin(2x). al tersebut untuk batas 0 s/d 3,

dengan y=x2 untuk batas [-1,1].

wton Raphson. Bandingkan on, Regula Falsi dan Secant

di k j l h it i d andingkan jumlah iterasi dan

y=x2+e-2xsin(x) pada range

y x +e sin(x) pada range

Referensi

Dokumen terkait

untuk akuisisi dan untuk akuisisi dan pengeluaran kas guna pengeluaran kas guna memenuhi tujuan audit yang memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi berkaitan

Beda halnya dengan ikan motan (Thynnichthys polylepis) dari waduk PLTA Koto Panjang (Pulungan dan Siregar, 2002), ikan motan (Thynnichthys thynnoides dan T. vaillanti)

• Metode ini tidak dapat digunakan ketika titik pendekatannya berada pada titik ekstrim atau titik puncak, karena pada titik ini nilai F 1 (x) = 0 sehingga4. nilai penyebut dari

 Dalam rangka meningkatkan komunikasi, koordinasi, konsultasi dan kerjasama antara aparatur, instansi terkait dan masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan,

TELEVISI REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (Studi Kasus Program Siaran Televisi Republik Indonesia sebagai Lembaga Penyiaran Publik), Skripsi, Program Studi

Mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan paparan asap terhadap kejadian asma pada balita di wilayah kerja Puskesmas Wairasa Kecamatan Umbu Ratunggai Barat Kabupaten

Nilai Adjusted R Square pada Tabel 7 hasil analisis regresi linear berganda sebesar 0,750 menunjukkan bahwa sebesar 75 persen variabel locus of control, lama menjabat,

(1) Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sebagaimana dimaksud dalam lampiran IIA Angka (8) Peraturan