●
“Kill the virus, but not the economy; control the
pandemic, but not to stop the economy”
Disampaikan Oleh:
Herawanto
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat
Bandung, 24 Agustus 2021
Webinar “Program Relaksasi Penegakan Hukum Persaingan Usaha di Masa
Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Jawa Barat”
1
Kondisi Perekonomian Global
dan Nasional
2
Kondisi Perekonomian
Jawa Barat
3
Tahapan Pemulihan Ekonomi
2
OUTLINE
●
“Kill the virus, but not the economy; control the
pandemic, but not to stop the economy”
4
PERBAIKAN PEREKONOMIAN DUNIA BERLANJUT
•
Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 di berbagai negara menunjukkan
perbaikan, didukung oleh akselerasi vaksinasi dan stimulus kebijakan.
•
Pada triwulan III 2021, sejalan dengan peningkatan penyebaran varian delta
Covid-19, perbaikan ekonomi di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang
masih terbatas, seperti India dan kawasan ASEAN diprakirakan tertahan.
•
Tetap kuatnya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat (AS), kawasan Eropa, dan
Tiongkok diprakirakan dapat menopang prospek perekonomian global. Hal ini
dikonfirmasi oleh kinerja indikator dini pada Juli 2021 seperti
Purchasing
Managers' Index
(PMI) manufaktur, keyakinan konsumen, dan penjualan eceran
di negara-negara tersebut yang tetap kuat.
•
Pertumbuhan ekonomi global 2021 diprakirakan sesuai dengan proyeksi
sebelumnya sebesar 5,8%
Pertumbuhan PDB Dunia
PMI Global
Indeks Keyakinan Konsumen Penjualan Ritel
Global Negara 2018 2019 2020 2021* Dunia 3.6 2.8 -3.3 5.8 Negara Maju 2.3 1.6 -4.7 5.4 Amerika Serikat 3.0 2.2 -3.5 6.8 Kawasan Eropa 1.9 1.3 -6.8 4.5 Jepang 0.6 0.3 -4.7 2.8 Negara Berkembang 4.5 3.6 -2.2 6.0 Tiongkok 6.7 5.8 2.3 8.4 India 6.5 4.7 -7.1 8.8 ASEAN-5 5.3 4.8 -3.4 4.8 Amerika Latin 1.2 0.2 -7.0 3.6 Negara Berkembang Eropa 3.4 2.4 -2.0 3.7 Timur Tengah & Asia Tengah 2.0 1.4 -2.9 3.7
5
TW II 2021: PEREKONOMIAN NASIONAL MEMBAIK DENGAN PERTUMBUHAN POSITIF
Komponen 2019 I II2020III IV 2020 I 2021II
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 3.61 0.01 2.20 2.16 2.59 1.75 3.33 0.38 Pertambangan dan Penggalian 1.22 0.45 -2.72 -4.28 -1.20 -1.95 -2.02 5.22 Industri Pengolahan 3.80 2.06 -6.18 -4.34 -3.14 -2.93 -1.38 6.58 Pengadaan Listrik dan Gas 4.04 3.85 -5.46 -2.44 -5.01 -2.34 1.68 9.09 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 6.83 4.38 4.44 5.94 4.98 4.94 5.46 5.78
Konstruksi 5.76 2.90 -5.39 -4.52 -5.67 -3.26 -0.79 4.42
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
Motor 4.60 1.57 -7.59 -5.05 -3.64 -3.72 -1.23 9.44
Transportasi dan Pergudangan 6.39 1.30 -30.80 -16.71 -13.42 -15.04 -13.12 25.10 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 5.79 1.94 -21.97 -11.81 -8.88 -10.22 -7.26 21.58 Informasi dan Komunikasi 9.42 9.82 10.85 10.72 10.91 10.58 8.71 6.87 Jasa Keuangan dan Asuransi 6.61 10.63 1.06 -0.95 2.37 3.25 -2.97 8.35
Real Estat 5.76 3.81 2.31 1.96 1.25 2.32 0.94 2.82
Jasa Perusahaan 10.25 5.39 -12.09 -7.61 -7.02 -5.44 -6.10 9.94 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib 4.65 3.15 -3.21 1.82 -1.55 -0.03 -3.05 9.49
Jasa Pendidikan 6.30 5.87 1.19 2.41 1.36 2.63 -1.71 5.72 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 8.69 10.39 3.71 15.29 16.54 11.60 3.32 11.62 Jasa lainnya 10.57 7.09 -12.60 -5.55 -4.84 -4.10 -5.16 11.97
PDB 5.02 2.97 -5.32 -3.49 -2.19 -2.07 -0.71 7.07 Sumber: BPS
• Pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II 2021 tercatat 7,07% (yoy),
meningkat tajam dari triwulan sebelumnya sebesar -0,71% (yoy),
• Perbaikan ekonomi ditunjang oleh: kinerja ekspor yang tetap kuat, di
tengah perbaikan konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah yang terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi juga
ditopang oleh kinerja positif seluruh lapangan usaha (LU) dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah.
• Selain didorong oleh perbaikan kinerja berbagai lapangan usaha,
pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 juga disebabkan dampak low
base year effect (rendahnya PDB triwulan II 2020 akibat pandemi)
Pertumbuhan Ekonomi Sisi Permintaan (%, yoy)
Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan II 2021 (%, yoy) Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha (%, yoy)
Komponen 2019 I 2020 II III IV 2020 2021 I II
Konsumsi Rumah Tangga 5.04 2.83 -5.52 -4.05 -3.61 -2.63 -2.22 5.93 Konsumsi Lembaga Nonprofit
Melayani Rumah Tangga 10.62 -5.01 -7.82 -1.97 -2.14 -4.29 -4.03 4.12 Konsumsi Pemerintah 3.26 3.77 -6.90 9.76 1.76 1.94 2.34 8.06 Investasi (PMTDB) 4.45 1.70 -8.61 -6.48 -6.15 -4.95 -0.23 7.54 Investasi Bangunan 5.37 2.76 -5.26 -5.60 -6.63 -3.78 -0.74 4.36 Investasi Nonbangunan 1.83 -1.46 -18.62 -8.99 -4.71 -8.38 1.39 18.58 Ekspor -0.86 0.36 -12.02 -11.66 -7.21 -7.70 7.03 31.78 Impor -7.39 -3.62 -18.29 -23.00 -13.52 -14.71 5.46 31.22 PDB 5.02 2.97 -5.32 -3.49 -2.19 -2.07 -0.71 7.07 Sumber: BPS
●
“Kill the virus, but not the economy; control the
pandemic, but not to stop the economy”
7
EKONOMI JAWA BARAT TUMBUH POSITIF PADA TW 2 2021
-15 -10 -5 0 5 10 15 20 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 2019 2020 2021
% (YOY) Pertanian Industri Pengolahan
Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran
Ekonomi Jawa Barat terus melanjutkan perbaikan pada triwulan II 2021 dan tumbuh positif menjadi 6,13% (yoy), dari sebelumnya terkontraksi -0,87% (yoy) pada triwulan I 2021. Adapun struktur ekonomi Jawa Barat masih didominasi oleh sektor industri pengolahan dengan sumbangan yang lebih besar. Pada triwulan II 2021, sektor industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi kembali tumbuh positif, sedangkan sektor pertanian justru terkontraksi
seiring memasuki periode masa tanam. 9,66% 44,31% 9,26% 15,55% 5,44% 15,78% Struktur Ekonomi Pertanian Industri Pengolahan Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran Transportasi dan Pergudangan -0,87 6,13 -8 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 2019 2020 2021 % (YOY)
PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT
PERTUMBUHAN SEKTOR EKONOMI UTAMA
Sumber: BPS, diolah
Sumber: BPS, diolah
8
PERTUMBUHAN EKONOMI JABAR DIPERKIRAKAN MELAMBAT PADA TW 3 2021
-8 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10
I II III IV I II III IV I II III*
2019 2020 2021
INDEKS KEYAKINAN KONSUMEN PROMPT MANUFACTURING INDEXINDONESIA PURCHASING MANAGERS’ INDEXNEGARA MITRA
PERKIRAAN PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan III 2021 diperkirakan masih tumbuh positif, namun tidak setinggi triwulan II 2021 seiring dengan pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali pada Juli 2021, dan dilanjutkan dengan PPKM Level 4 hingga 23 Agustus 2021. Kondisi ini berdampak pada
menurunnya aktivitas usaha di Jawa Barat.
Perlambatan tersebut juga terkonfirmasi dari beberapa
leading indikator seperti penurunan Indeks Keyakinan
Konsumen (IKK) menjadi 63,03; serta berkurangnya aktivitas usaha industri terindikasi dari Prompt Manufacturing Index (PMI) yang mengalami penurunan menjadi 40,10 pada Juli 2021.
Sumber: Survei Konsumen, diolah
Sumber: Survei Kegiatan Dunia Usaha, diolah
Sumber: Tradingeconomics, diolah
Sumber: BPS, diolah; *) proyeksi BI Jabar
9
EKONOMI JAWA BARAT 2021 DIPERKIRAKAN TUMBUH LEBIH TINGGI
Perbaikan tingkat konsumsi rumah tangga secara terbatas terkait dengan backward dan forward linkage dari pemulihan sektor ekonomi utama, khususnya industri, yang memberikan dampak pada penghasilan rumah tangga. Di sisi lain, masih berlanjutnya stimulus pemerintah untuk skema bantuan sosial diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat yang terdampak signifikan. Selain itu, berbagai kebijakan yang mendorong konsumsi kelas memengah atas utamanya konsumsi durable goods juga diharapkan mendorong
pertumbuhan konsumsi sepanjang tahun 2021.
Perbaikan ekspor didukung oleh pemulihan permintaan global dan volume perdagangandunia.
Perbaikan investasi didorong oleh stimulus PEN dan daya dukung proyek infrastruktur strategis meskipun terbatas, dan investasi swasta multiyears.
Berlanjutnya berbagai stimulus untuk penanganan Covid-19 dan program PEN bagi dunia usaha.
DOWN
UP
Pertanian
Konsumsi RT
Konstruksi
Kons. Pemerintah
• Peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan sejak akhir triwulan II 2021 menyebabkan pemerintah memberlakukan PPKM Darurat Jawa-Bali yang dilanjutkan menjadi PPKM Level 4 pada triwulan III 2021.
• Normalisasi kinerja sektor informasi & telekomunikasi.
• Program vaksinasi Covid-19.
• Perbaikan daya beli dan kinerja sektor utama. • Berlanjutnya stimulus fiskal pemerintah dan
kebijakan moneter & makroprudensial akomodatif. • Peningkatan permintaan global dan perbaikan volume
perdagangan dunia.
• Berlanjutnya program infrastruktur strategis dan program PEN.
Ekspor
Informasi dan
Telekomunikasi
Pendidikan
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat
Industri Pengolahan
Perdagangan
Investasi
Perbaikan ekonomi diperkirakan terus berlanjut pada tahun 2021 meskipun berpotensi tertahan akibat adanya PPKM Darurat Jawa-Bali pada triwulan III 2021. Beberapa faktor utama yang menjadi sumber pemulihan ekonomi adalah:
-8 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10
I II III IV I II III IV I II III* IV*
2019 2020 2021
10
INFLASI JAWA BARAT JULI 2021
Secara spasial, inflasi bulanan Jawa Barat berada di posisi tertinggi kedua setelah Jawa Timur, yaitu sebesar 0,11% (mtm). Inflasi ini meningkat dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi -0,24% (mtm). Inflasi pada Juli 2021 disumbang oleh komoditas volatile food akibat adanya curah hujan yang tinggi, dan kenaikan harga rokok kretek. Dari 7 kota IHK di Jawa Barat, Kota Bekasi dan Bandung memiliki inflasi tertinggi, yaitu sebesar 0,19% (mtm).
Inf
lasi
Bawang Merah
0,0210%
Rokok Kretek Filter
0,0117%
Sawi Putih0,0101%
Cabai Rawit0,0143%
Tomat0,0211%
Deflasi
Daging Ayam Ras
-0,0292%
Ikan Mas
-0,0039%
Jeruk
-0,0042%
Telur Ayam Ras
-0,0215%
Cabai Merah
-0,0084%
KOMODITAS PENYUMBANG INFLASI JAWA BARAT JULI 2021
INFLASI JAWA BARAT (MTM)
7 KOTA IHK DI JAWA BARAT (mtm)
0,17% (mtm) 1,65% (yoy) Jawa Timur Nasional 1,52% (yoy) 0,08% (mtm) 0,11% (mtm) 1,69% (yoy) Yogyakarta 0,06% (mtm) 1,40% (yoy) Jawa Tengah 0,11% (mtm) 1,64% (yoy) Jawa Barat -0,04% (mtm) 1,02% (yoy) DKI Jakarta 0,03% (mtm) 1,24% (yoy) Banten Jawa 0,05% (mtm) 1,35%(yoy) -0,03% 0,02% 0,07% 0,08% 0,10% 0,19% 0,19% Depok Cirebon Bogor Tasikmalaya Sukabumi Bandung Bekasi -0,24 0,11 -0,40 -0,20 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 2019 2019 2020
●
“Kill the virus, but not the economy; control the
pandemic, but not to stop the economy”
12
KILAS BALIK EKONOMI DAN KEUANGAN TAHUN 2020
Pandemi menyebabkan penurunan volume perdagangan dan harga komoditas global, serta meningkatkan ketidakpastian keuangan global, sehingga pertumbuhan ekonomi global terkontraksi. Secara domestik, pandemi sempat mendorong capital outflow, menurunkan mobilitas masyarakat, kinerja UMKM dan korporasi, konsumsi rumah tangga, dan penyaluran kredit perbankan.
2,97
-5,32
-3,49
-2,07
Pertumbuhan Ekonomi Nasional
tahun 2020
Pertumbuhan ekonomi global terkontraksi (proyeksi -3,8% yoy) Volume perdagangan dan harga komoditas global menurun. Lalu kembali meningkat padaTw IV-2020.
Ketidakpastian keuangan global sempat
naik tajam pada Tw I-2020 dan berangsur reda
setelahnya.
Capital outflow cukup
tinggi pada Tw I-2020, lalu perlahan kembali
masuk.
Nilai tukar Rupiah sempat tertekan hingga Rp16.700 pada April, lalu kembali
menguat ke kisaran Rp14.000 pada Januari.
Mobilitas masyarakat menurun dengan diterapkannya PSBB
Kinerja UMKM dan Korporasi menurun. (Permintaan global & ekspor
turun; impor dan produksi menurun; investasi berkurang) Pengangguran naik, konsumsi turun. (PHK meningkat, pendapatan menurun, konsumsi terbatas pada
produk pokok)
Risiko kredit meningkat sehingga bank berhati-hati,
dan permintaan kredit menurun.
13
TAHAPAN PERBAIKAN EKONOMI MERESPON PANDEMI
Pandemi merubah perekonomian secara Nasional, beberapa langkah perbaikan ekonomi perlu ditempuh, baik di tahap
penyelamatan, pemulihan dan penormalan.
Penyelamatan (Rescue) -P1
Berfokus pada tenaga kerja di berbagai sektor usaha dan menghidupkan kembali UMKM yang
terdampak COVID-19
01
Pemulihan (Recovery) -P2
Berfokus pada penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha, berinvestasi dan membuka industri padat karya, khusunya industri
kreatif.
Penormalan (Normalization) -P3
Berfokus pada kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya secara normal,
termasuk pengembangan infrastruktur.
02
03
2020 2021 2022 2023 RECOVERY NORMALIZATION RESCUE VAKSIN14
5 KUNCI PEMULIHAN EKONOMI JAWA BARAT
⯀
Sebagai representative Kantor Pusat Bank Indonesia, BI Jabar membuat 5 (lima) kunci pemulihan ekonomi Jawa Barat
1
Membangun
optimisme
terhadap pemulihan
ekonomi Jawa Barat.
Positive Mindset
2
Menjaga keberimbangan dan kelancaran mekanisme pertemuan demand(daya beli masyarakat) dan supply (pasokan) berupa inflasi yang rendah dan terkendali.Keberimbangan Pasar
3
Membangun
optimisme
terhadap pemulihan ekonomi Jawa Barat.Sisi Supply:
A. Mendorong Sektor Ekonomi Utama
Menghidupkan pariwisata secara terukur dengan pelaksanaan protokol COVID 19
B. Menghidupkan Pariwisata Terukur
Menjaga kelancaran proyek investasi agar proyek-proyek pembangunan di daerah dapat terus berjalan sesuai rencana
C. Menjaga Kelancaran Investasi
Membangkitkan dan mendorong pengembangan UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi
D. Membangkitkan UMKM
4
Aktivitas produksi perlu didorong keberlangungannya, termasuk UMKMuntuk menjaga pendapatan masyarakat.
Kelancaran penyaluran bansos mendukung daya beli masyarakat bawah.
Sisi Demand:
Mendorong Daya Beli Masyarakat
5
Percepatan digitalisasi ekonomi menjadi suatu keharusan untukmendorong kelancaran aktivitas ekonomi terutama di masa pandemi
15
SINERGI PEMULIHAN EKONOMI DAERAH (PED) JAWA BARAT
Sejak awal pandemi Covid-19, Pemprov/Pemkab/Pemkot dan berbagai pihak (Forkompinda, berbagai lembaga dan
instansi termasuk BI, OJK, perbankan, akademisi, pelaku usaha) telah bersinergi untuk penanggulangan Covid-19 dan
pemulihan ekonomi Jawa Barat.
Keputusan Gubernur Jawa Barat tgl. 27 Maret 2020 No. 443/Kep.371-Hukham/2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat
Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar tgl. 1 Oktober 2020 No. 475.5/Kep.581-Hukham/2020 tentang Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan
Ekonomi Daerah Provinsi Jabar
16
#1 POSITIVE MINDSET
Membangun optimisme terhadap pemulihan ekonomi Jawa Barat. Positive mindset akan menjaga ekspektasi dan keyakinan
pelaku ekonomi dan masyarakat terhadap proses akselerasi pemulihan ekonomi
17
#2 KEBERIMBANGAN PASAR
Upaya untuk menjaga kelancaran mekanisme pertemuan demand (daya beli masyarakat) dan supply (pasokan) sangat penting
untuk menjaga aktivitas ekonomi dan penghasilan masyarakat. Selain itu keberimbangan pasar ini juga menjadi aspek penting
dalam pengendalian inflasi.
18
#3 PENGUATAN SISI SUPPLY
Aktivitas produksi di berbagai sektor ekonomi perlu dijaga, meskipun di masa pandemi dilakukan pembatasan untuk mengurangi
penyebaran wabah. Perbaikan sektor produksi, khususnya sektor ekonomi utama, berjalannya aktivitas wisata secara terukur,
kelancaran investasi dan dorongan kinerja UMKM, akan membantu menjaga daya dukung ekonomi.
Ruang Lingkup Pengembangan UMKM KPwBI Jawa Barat Klaster Ketahanan Pangan Klaster Komoditi Ekspor Wirausaha Unggulan Bank Indonesia Wirausaha mitra Bank Indonesia Kemandirian Pesantren
19
#3 PENGUATAN SISI SUPPLY ...
Program Peningkatan UMKM
Bank Indonesia
• Kelembagaan (izin usaha)
• Pencatatan transaksi keuangan (SI APIK)
• Proses sertifikasi produk
• Peningkatan kualitas produk
• Peningkatan produktivitas
• Fasilitasi akses pasar
UMKM Potensial UMKM Sukses • Fasilitasi digitalisasi UMKM • E-commerce • Digital payment • Sustainabilitas digitalisasi UMKM
• Fasilitasi akses pembiayaan (tradisional dan non
tradisional)
• Laporan keuangan
• Kurasi produk UMKM Sukses Digital
• Sustainabilitas produktivitas dan kualitas produk
• Fasilitasi perluasan pasar ekspor (expo internasional dll)
• Kelengkapan dokumen ekspor
• Pembiayaan ekspor Model bisnis pengembangan UMKM
Capacity building
Knowledge network (produksi, pemasaran, manajemen)
Inovasi dan infrastruktur pendukung
Pembinaan dan penerapan model bisnis dapat bervariasi sesuai dengan komoditas/produk yang dikembangkan:
• Komoditas volatile food – inovasi budidaya, penanganan pasca panen, hilirisasi, fasilitasi akses pasar dan pembiayaan • Komoditas ekspor – peningkatan kualitas produk, sertifikasi produk, kurasi produk, dokumen ekspor, fasilitasi expo
internasional
• Digital – digitalisasi back office (aplikasi inventory sederhana), e-commerce, market analytic, digital payment
• Access to finance – laporan keuangan
Merupakan program On-BoardingUMKM dalam rangka meningkatkan “kelas” UMKM melalui pembinaan, capacity
building, dan fasilitasi yang tepat diperlukan bagi UMKM. UMKM Potensi
20
#3 PENGUATAN SISI SUPPLY ...
Koorporatisasi, Kapasitas, Pembiayaan
Program yang dilakukan dalam upaya
meningkatkan skala ekonomi dan/atau nilai
tambah UMKM yang dapat dilakukan antara lain melalui pembentukan dan/atau penguatan
kelompok UMKM atau klasterisasi yang
memiliki usaha sejenis, saling melengkapi dan/atau berkaitan, dengan kesamaan lokasi
dan/atau kepentingan.
Pilot Project Digitalisasi Pertanian Klaster Binaan BI Jabar (Mujagi dan
Lembang Agri)
Peningkatan Produksi dan Penguatan Akses Pasar
Program fasilitasi pembiayaan dan kemitraaan perbankan kepada klaster dalam memperoleh kemudahan akses
keuangan
1. KETAHANAN
PANGAN
2. PENGEMBANGAN
KOMODITI EKSPOR
Klaster Kopi
• Kegiatan FGD • Kajian Penelitian • Pendampingan• Workshop, Pelatihan dan Studi
Banding
• Promosi Perdagangan
• Business Matching
• Inovasi: Digital Farming
• Pengiriman Ekspor
UMKM Pendukung
Pariwisata
Klaster Tenun
• Kegiatan FGD • Kajian Penelitian• Workshop, Pelatihan dan
Studi Banding
• Promosi Perdagangan & Pameran
• Business Matching dengan Designer • Pengiriman Ekspor • Peningkatan Kualitas SDM • Digitalisasi Marketing • Supporting Product • Sertifikasi Kompetensi • Pengelolaan Database
21
#3 PENGUATAN SISI SUPPLY ...
Peningkatan Akses Pasar UMKM
3. PENGEMBANGAN
WUBI & MITRA UMKM
Perluasan Pasar Melalui Berbagai Pameran Dalam Negeri dan Luar
Negeri maupun Online
4. KEMANDIRIAN
PESANTREN
Kolaborasi Perbankan dan Pemda dalam rangka Perluasan
Elektronifikasi
Pembiayaan dan Komitmen Perbankan dalam Pengembangan UMKM
Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren
Pengembangan Halal Value Chain
Pengembangan UMKM Syariah/Industri Kreatif Halal (IKRA)
Korporatisasi UMKM Syariah & Pondok Pesantren
Edukasi, penelitian dan literasi ekonomi keuangan syariah
Memperkuat sinergi dan kolaborasi BI se-Jawa Barat serta stakeholder
Sejak tahun 2014 – 2020 sudah
terkurasi
85 WUBI,
diluar
kegiatan pengembangan
UMKM lainnya
22
#3 PENGUATAN SISI SUPPLY ...
Success Story Pengembangan UMKM Jawa Barat
Success story pengembangan UMKM di Jawa Barat antara lain: Klaster Lembang Agri berhasil memperluas jaringan bisnis melalui
korporatisasi; WUBI TYU berhasil memanfaatkan teknologi produksi dan perluasan akses pasar melalui platform digital; Ponpes Al Ittifaq sukses berperan sebagai aggregator pada HEBITREN sektor pertanian.
Meningkatkan daya
saing UMKM melalui
korporatisasi
Menembus pasar
ekspor dan digitalisasi
end to end
Meningkatkan
kapasitas
UMKM dan eksyar
• TYU Chewy Fruit menjadi UMKM yang berhasil menerapkan teknologi end to end melalui platform digital. Produknya berupa buah kering berhasil diekspor melalui
business matching dengan Belgia yang
didukung Pemkot Bandung.
• Sementara itu, PT Frinsa Agrolestari sebagai agregator berhasil mengangkat UMKM penghasil kopi Jabar tembus pasar ekspor di Eropa, AS, Tiongkok, Singapura dan Australia. • Mendorong terciptanya kelembagaan
formal pengembangan Gapoktan “Lembang Agri” dan bekerjasama dengan Koperasi dan Agregator Klater Pangan untuk
meningkatkan kapasitas produksi.
• Dampak positif adanya korporatisasi: pola kerjasama yang semakin mudah, jaringan bisnis semakin luas, akses pembiayaan (bankable), serta penguatan akses pasar.
• Optimalisasi sumber daya ekonomi berbasis syariah melalui model bisnis ekosistem halal
value chain dan mendukung pendirian
HEBITREN untuk mengakselerasi kerjasama unit usaha antarpesantren.
• Mendukung pengembangan sektor pertanian dengan pendirian HEBITREN dimana Al Ittifaq sebagai aggregator yang memiliki keunggulan di bidang agro.
23
#3 PENGUATAN SISI SUPPLY ...
Event Launching Ekosistem Investasi Jawa Barat
Upaya memperkuat kelembagaan pelaku usaha di Jawa Barat guna menarik minat para investor
melalui kemudahan usaha seperti penerapan NIB ....
INDUSTRI BESAR-SEDANG
INDUSTRI KECIL-MENENGAH
UMKM
9.470 industri
besar sedang
536.207
industri mikro kecil
10,91 juta
UMKM
Salah satu output dari pengembangan ekosistem investasi harus dapat memetakan Industri Besar Sedang (IBS), Industri
Kecil Menengah (IKM) dan UMKM yang ada di Jawa Barat
sehingga terdapat potensi dan peluang investasi ke depan semakin beragam. Investasi tidak terbatas pada proyek-proyek atau industri besar sedang, namun juga industri kecil
menengah dan UMKM…
Sumber: BPS, diolah
24
#4 PENGUATAN SISI DEMAND
563,6 344,3 89,99% 86,92% 85,00% 85,50% 86,00% 86,50% 87,00% 87,50% 88,00% 88,50% 89,00% 89,50% 90,00% 90,50% 100,0 200,0 300,0 400,0 500,0 600,0 2020 s.d Juli'21
Rp, Miliar Rata-Rata Penyaluran BPNT
BPNT % Penyerapan 1,27 0,95 99,94% 100% 99,91% 99,92% 99,93% 99,94% 99,95% 99,96% 99,97% 99,98% 99,99% 100,00% 100,01% 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 1,20 1,40 2020 s.d Juli'21
Rp, Miliar Rata-Rata Penyaluran PKH
25
#5 PERCEPATAN DIGITALISASI EKONOMI
Kehadiran TP2DD diharapkan menjadi katalisator untuk mempercepat perluasan transformasi digital. TP2DD tidak hanya terkait
elektronifikasi transaksi pemerintah tetapi percepatan dan perluasan digitalisasi ekonomi secara luas.
TUGAS JK PENDEK DALAM P2DD
Implementasi Elektronifikasi Transaksi
Pemerintah Daerah (ETPD)
Bertujuan meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah juga dapat mendukung tata kelola, dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah.
Pengembangan transaksi pembayaran digital
guna mewujudkan keuangan yang inklusif, serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional.
TUGAS PENTING P2DD
Percepatan & Perluasan Digitalisasi Daerah
- Di sisi pemerintah daerah
- Di sisi sektor riil (usaha2 bisnis, UMKM dsb)
- Di sisi masyarakat
Digital Farming
Sistem Informasi Lalu Lintas Ternak Terintegrasi
(SILAT) Teknologi E-fishery e-Logistic JABAR Kolaborasi dengan E-commerce Petani Milenial SILINDA JABAR
RPJMD Jawa Barat 2018-2023
26
PERAN KPPU MENDUKUNG PEMULIHAN EKONOMI
Penciptaan persiangan usaha yang sehat melalui pencegahan dan pelarangan praktek monopoli sebagai upaya
mendorong perekonomian yang berkeadilan dan berkesinambungan untuk kesejahteraan masyarakat
…
PERAN &WEWENANG
Peran
Menciptakan ketertiban dalam persaingan usaha serta berperan untuk menciptakan dan memelihara iklim persaingan usaha yang kondusif
Wewenang
Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang memiliki beberapa kewenangan yaitu sebagai advokasi kebijakan, penegak hukum, pengendalian merger, dan pengawasan kemitraan…
TUJUAN
“Meningkatkan persaingan usaha dan kemitraan sehat untuk mendorong perekonomian nasional yang berkeadilan dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat”
27
...MENDUKUNG PEMULIHAN EKONOMI…
Sejalan dengan tujuannya, maka peran KPPU dalam mendukung pemulihan ekonomi sangat penting untuk penciptaan:
Sebagaimana diamanahkan dalam UU No. 5 Th. 1999 pasal 2 dan pasal 3, bahwa anti-monopoli sangat penting untuk perekonomian untuk : 1. Demokrasi dan keseimbangan kepentingan umum
2. Efisiensi, dan 3. Persaingan sehat
Pembentukan Harga Wajar
Sejalan dengan peran pemerintah bersama Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi, melalui pencegahan dan pelarangan praktek monopoli/kartel dengan pengawasan KPPU kepada para distributor sehingga berdampak terhadap kelancaran distribusi barang serta ketersediaan pasokan di setiap daerah.
Transformasi Digitalisasi
Percepatan digitalisasi sebagai upaya menyeimbangkan kemampuan dan kesempatan bersaing bagi seluruh lapisan masyarakat (persaingan sehat) dengan memastikan platform digital tidak melakukan kartet/monopoli yang berujung pada pengenaan biaya-biaya atau tambahan beban kepada pengguna