BAB II FUNGSI DAN PERAN DEWAN KOMISARIS DALAM STATUS PERSEROAN TERBATAS. A. Pengaturan Fungsi dan Peran Dewan Komisaris
Teks penuh
Dokumen terkait
Sebelum lahirnya Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Dewan Komisaris hanya memiliki peran dan fungsi yang sangat kecil dalam suatu Perseroan Terbatas,
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas mengatur tentang merger dengan komprehensif.. setelah keluarnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tersebut dicatat dalam
Tanggung jawab Dewan Komisaris terhadap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dewan Komisaris harus mengawasi kinerja Direksi agar menjalankan Perseroan berdasarkan keputusan
Perseroan Komanditer (CV) adalah suatu perseroan yang menurut ketentuan Pasal 19 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) adalah : Ayat 1 "Perseroan secara melepas uang yang
Ketentuan mengenai saham yang sebagai benda yang dapat dimiliki dipertegas kembali dalam rumusan pasal 60 Undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Rapat Umum Pemegang Saham, yang selanjutnya disebut RUPS, adalah Organ Perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas
Dari pengertian di atas secara jelas memberi arti bahwa badan hukum Perseroan Terbatas terbentuk dari modal-modal yang terkumpul dari orang-orang yang terikat oleh perjanjian
Bentuk badan hukum ini, sebagaimana ditetapkan dalam KUHD bernama Naamloze Vennootschap hingga harus disebut dengan Perseroan Terbatas (disingkat PT) tidak dapat ditemukan,