• Tidak ada hasil yang ditemukan

S FIS 1005140 chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S FIS 1005140 chapter5"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Lia Hikmatul Maula, 2015

PENGARUH FASE AKTIF DAN TENANG MATAHARI TERHADAP KECERAHAN LANGIT MALAM TERKAIT VISIBILITAS

OBJEK LANGIT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 30

BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 Simpulan

Dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa fase aktif dan tenang Matahari memiliki imbas terhadap kecerahan langit malam. Pada saat Matahari berada dalam fase tenang langit cenderung lebih gelap dibandingkan pada saat fase aktifnya. Hal ini diperkuat pula dengan grafik yang menunjukkan langit cenderung lebih terang saat pertambahan nilai F10,7. Untuk setiap fase aktivitas yang berbeda nilai magnitudo ambang yang dihasilkan juga berbeda. Nilai numerik magnitudo ambang untuk fase tenang lebih besar daripada nilai magnitudo ambang pada saat fase aktif Matahari, artinya pada fase aktif diperlukan objek yang lebih terang untuk dapat diamati dalam modus mata telanjang dari suatu lokasi pengamatan.

5.2 Rekomendasi

Referensi

Dokumen terkait

Nilai-nilai minimum yang diperoleh dalam penelitian ini diusulkan sebagai kriteria visibilitas hilal yang berlaku di wilayah tropis dan subtropis. Pada

Strategi pembelajaran POE membuat siswa lebih aktif, suasana belajar menjadi hidup dan menyenangkan, siswa antusias saat proses pembelajaran, dan strategi POE

Dalam upaya mengembangkan, mengimplementasikan, merancang model pembelajaran berbasis masalah dengan metode brainstorming ini diperlukan dasar-dasar teori serta

KETERKAITAN DAERAH AKTIF DI MATAHARI DENGAN KEJADIAN BADAI GEOMAGNET KUAT.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Berdasarkan pengalaman proses penelitian, dalam melakukan model 2D keadaan bawah permukaan selain dari nilai inklinasi, nilai deklinasi, nilai IGRF dan

Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa tergolong baik, namun pada representasi grafik yang dibuat siswa masih terdapat sedikit kesalahan sehingga diperlukan

Hasil perhitungan Finesse dengan variasi kopling menunjukan bahwa nilai Finesse berbanding lurus dengan nilai FSR, tetapi nilai Finesse dipengaruhi oleh kopling,

dengan hasil grafik neraca air yang memperlihatkan nilai curah hujan di Cibuni yang tinggi. dan nilai evapotranspirasi potensial (PE) yang hampir sama dengan nilai