• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL FAKTOR RISIKO ATHEROSKLEROSIS PADA KEJADIAN INFARK MIOKARD AKUT DENGAN ST-SEGMENT ELEVASI DI RSUP DR. KARIADI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROFIL FAKTOR RISIKO ATHEROSKLEROSIS PADA KEJADIAN INFARK MIOKARD AKUT DENGAN ST-SEGMENT ELEVASI DI RSUP DR. KARIADI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

50 BAB VII

SIMPULAN DAN SARAN

7.1 Simpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai

berikut :

1) Urutan faktor risiko atherosklerosis dari yang paling sering hingga

paling jarang ditemukan pada pasien STEMI adalah sebagai berikut :

dislipidemia (72,3%), hipertensi (70,2%), merokok (48,9%), diabetes

mellitus (44,1%), overweight dan obesitas (32,5%), riwayat keluarga

(23,4%).

2) Angka kejadian STEMI lebih banyak terjadi pada laki-laki (67%)

daripada perempuan (37%).

3) Usia rerata perempuan (60 tahun) yang mengalami STEMI cenderung

lebih tua daripada laki-laki (45 tahun).

4) Angka kejadian STEMI pada pasien tanpa memiliki faktor risiko

sebanyak 6 kasus (3,2%), pasien dengan 1 faktor risiko sebanyak 30

kasus (16%), pasien dengan 2 faktor risiko sebanyak 67 kasus

(2)

51

pasien dengan 4 faktor risiko sebanyak 29 kasus (15,4%), dan pasien

dengan 5 faktor risiko sebanyak 5 kasus (2,7%).

7.2 Saran

1) Perlunya pengisian data rekam medik yang lebih lengkap, seperti data

berat badan, tinggi badan, riwayat penyakit keluarga, dan data

anamnesis pasien.

2) Pengisian data rekam medik sebaiknya jelas, lengkap, dan teratur,

sehingga lebih mudah dalam menginterpretasi dan pencatatan.

3) Data mengenai pemeriksaan penunjang sebaiknya didokumentasi

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan informasi baru mengenai perbedaan pemberian terapi fibrinolitik dan heparinisasi terhadap perubahan gambaran

Hasil lainnya adalah pada kelompok dengan indeks syok > 0.8 memiliki rerata denyut jantung yang lebih tinggi dan tekanan darah lebih rendah. Penelitian ini menyarankan

Diagnosis IMA EST ditegakkan apabila memenuhi kriteria berikut : adanya nyeri dada khas infark (durasi nyeri lebih dari.. 20 menit, tidak respon sepenuhnya dengan

Risiko serangan jantung secara langsung berhubungan dengan tekanan darah, setiap penurunan tekanan darah diastolik sebesar 5 mmHg risikonya berkurang sekitar 16 %. 25

Kadar asam urat serum penderita IMA pada laki-laki lebih tinggi dari perempuan, namun tidak didapatkan perbedaan yang bermakna.. Mengenai umur penderita IMA dengan

ke dalam model akhir adalah: Jenis kelamin perempuan, kelas Killip 3 / 4, Umur ≥62 tahun, Leukosit >12.000, Kreatinin >1.5, IMT ≥25, Lesi koroner multipel, Akses femoral,

dengan IMA-EST pun mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan penelitian ini, yaitu hanya 44% pasien pada kelompok eptifibatide yang mencapai target terapi

" Hubungan Antara Kadar Histamin dan Tryptase Plasma dengan Kejadian Infark Miokard Akut ST Elevasi Pada Pasien Dengan Sindroma Koroner Akut” beserta perangkat yang