• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL FAKTOR RISIKO ATHEROSKLEROSIS PADA KEJADIAN INFARK MIOKARD AKUT DENGAN ST-SEGMENT ELEVASI DI RSUP DR. KARIADI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROFIL FAKTOR RISIKO ATHEROSKLEROSIS PADA KEJADIAN INFARK MIOKARD AKUT DENGAN ST-SEGMENT ELEVASI DI RSUP DR. KARIADI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan informasi baru mengenai perbedaan pemberian terapi fibrinolitik dan heparinisasi terhadap perubahan gambaran

Hasil lainnya adalah pada kelompok dengan indeks syok > 0.8 memiliki rerata denyut jantung yang lebih tinggi dan tekanan darah lebih rendah. Penelitian ini menyarankan

Diagnosis IMA EST ditegakkan apabila memenuhi kriteria berikut : adanya nyeri dada khas infark (durasi nyeri lebih dari.. 20 menit, tidak respon sepenuhnya dengan

Risiko serangan jantung secara langsung berhubungan dengan tekanan darah, setiap penurunan tekanan darah diastolik sebesar 5 mmHg risikonya berkurang sekitar 16 %. 25

Kadar asam urat serum penderita IMA pada laki-laki lebih tinggi dari perempuan, namun tidak didapatkan perbedaan yang bermakna.. Mengenai umur penderita IMA dengan

ke dalam model akhir adalah: Jenis kelamin perempuan, kelas Killip 3 / 4, Umur ≥62 tahun, Leukosit >12.000, Kreatinin >1.5, IMT ≥25, Lesi koroner multipel, Akses femoral,

dengan IMA-EST pun mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan penelitian ini, yaitu hanya 44% pasien pada kelompok eptifibatide yang mencapai target terapi

" Hubungan Antara Kadar Histamin dan Tryptase Plasma dengan Kejadian Infark Miokard Akut ST Elevasi Pada Pasien Dengan Sindroma Koroner Akut” beserta perangkat yang