• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV kesimpulan batasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB IV kesimpulan batasan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

56 BAB IV

KESIMPULAN BATASAN DAN ANGGAPAN

4.1 KESIMPULAN

Berdasarkan studi lapangan maupun literatur yang diperoleh, dan setelah

dilakukan analisa maka dapat disimpulkan, bahwa:

1. Balai Latihan Kerja Kota Semarang merupakan bangunan yang berfungsi

untuk memberikan pelatihan bagi calon tenaga kerja untuk mengasah skill

dan ketrampilan sehingga para calon tenaga dapat bersaing di dunia kerja di

kemudian hari.

2. Balai Latihan Kerja Kota Semarang saat ini belum mampu untuk mencukupi

kebutuhan pelatihan bagi para calon tenaga kerja dikarenakan kurangnya

sarana prasarana dan lain-lainnya.

3. Diperlukan penambahan fasilitas ruangan workshop di BLK Kota Semarang

disesuaikan dengan kejuruan yang ada untuk mencukupi seluruh kebutuhan

ruangan yang diperlukan .

4. Penambahan fasilitas untuk kegiatan Balai seperti Ruang pengelola, Ruang

Instruktur, perpustakaan, fasilitas ibadah, parkir , Kantin, koperasi dan ruang

serbaguna, serta fasilitas pendukung lainnya seperti lapangan olah raga,

taman, dan Ruang pendaftaran.

5. Terdapat beberapa penambahan kejuruan yang disesuaikan dengan program

pemerintah, banyaknya peminat dan potensi di daerah.

6. Dalam bangunan BLK, pendekatan arsitektur yang dipakai adalah arsitektur

tropis yang mengacu pada kondisi iklim di daerah setempat yang merupakan

iklim tropis, namun tetap tidak melupakan aspek sosial budaya sekitar dan

sesuai dengan kebijakan persyaratan bangunan yang telah ditetapkan oleh

pemerintah sekitar.

4.2 BATASAN

Batasan-batasan yang digunakan dalam Perencanaan dan Perancangan

(2)

57

1. Balai Latihan Kerja Kota Semarang ini mencakup pelayanan Kota dan

diperuntukkan bagi warga Kota Semarang dan para siswa lulusan sekolah

menengah di Kota Semarang yang ingin bekerja dan mengikuti pelatihan.

2. Pengaturan lokasi dan tapak diupayakan mengacu dan berpedoman pada

RDTRK Kota Semarang Periode 2000-2010.Pemilihan lokasi dan tapak

didasarkan pada sarana dan prasarana kota, fasilitas yang ada di lingkungan

sekitar serta kemudahan pencapaian.

3. Standar-standar perencanaan dan perancangan menggunakan studi literatur,

studi banding maupun analisis.

4. Pembahasan yang dilakukan hanya pada ruang lingkup disiplin ilmu

Arsitektur. Hal-hal diluar lingkup arsitektur namun dianggap mendasar dan

menentukan perencanaan dan perancangan akan dibahas secara logika dan

asumsi sesuai kebutuhan dan kemapuan.

4.3 ANGGAPAN

Untuk penyederhanaan pembahasan, digunakan anggapan-anggapan

sebagai berikut:

1. Struktur dan daya dukung tanah dianggap memenuhi syarat pembangunan

2. Kebebasan dan penyediaan tanah tidak terdapat masalah.

3. Jaringan utilitas seperti air bersih, listrik, telepon, dan sanitasi dapat

difungsikan sepenuhnya dan tersedia.

4. Peralatan dan teknologi yang digunakan dalam pembangunan Balai Latihan

Kerja Kota Semarang dianggap telah tersedia dan dimungkinkan

Referensi

Dokumen terkait

1, Balai Latihan Kerja Industri Makassar dengan judul “REVITALISASI MANAJEMEN PELATIHAN TENAGA KERJA (STUDI KASUS PADA BALAI LATIHAN KERJA INDUSTRI MAKASSAR)”.

Tujuan yang akan dicapai dari desain BALAI LATIHAN KERJA INDUSTRI DI KABUPATEN SEMARANG ini adalah mewadahi masyarakat umum yang ingin mengasah keterampilan

Satwasnaker Wilayah Semarang Balai Pelatihan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Satwasnaker Wilayah Surakarta Balai Keselamatan Kerja.. Dinas Tenaga Kerja

Pendekatan perancangan disain yang diterapkan pada Rusunami KORPRI Kota Semarang ini adalah konsep sustainable settlement , yaitu permukiman yang berkelanjutan, berupa

Dari segi arsitektural, pembangunan SMA Boarding Al-Adzkar tidak harus sama dengan bangunan eksisting MTs Boarding Al-Adzkar supaya dapat dibedakan bangunan MTs

Sistem Informasi pada Balai Latihan Kerja Kabupaten Bantul merupakan website yang dirancang untuk mempermudah calon peserta pelatihan dalam melakukan

Lembaga Pelaksana Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia Tabel 3.1.. Balai Latihan Kerja Luar Negeri

Maksud dari kata program pelatihan bagi pencari kerja luar negeri tersebut ialah suatu program pelatihan yang dilaksanakan oleh Balai Latihan Tenaga Kerja Luar Negeri