• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Penerapan Dosis Pupuk Lengkap N, P, K, Mg dan Indeks Hara Tanah Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Penerapan Dosis Pupuk Lengkap N, P, K, Mg dan Indeks Hara Tanah Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Chapter III V"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawahkecamatan medan baru dengan

ketinggian tempat 41 m di atas permukaan laut pada titik koordinat 3.331810 LU

dan 98.385300 BT dan dimulai pada bulan Agustus sampai dengan Desember

2016.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih padi darivarietas

Inpari 30 SUB, tanah sawah, sebagai media tanam padi sawah, pupuk dasar yang

digunakan adalah pupuk urea, Sp-36, KCl dan Dolomit sebagai pupuk yang akan

di aplikasikan ke tanaman padi sawah, label digunakan sebagai penanda plot

tanaman, dan untuk mengendalikan hama dan penyakit digunakan pestisida.

Alat yang digunakan adalah cangkul digunakan untuk mengolah tanah dan

membersihkan lahan penelitian, plastik untuk wadah media tanah, gunting untuk

menggunting label, jaring untuk mencegah hama burung, knapsack digunakan

untuk menyemprot hama, spanduk untuk membatasi lahan penelitian, meteran

untuk mengukur luas lahan yang digunakan dalam penelitian, timbangan analitik

untuk menimbang bahan pendukung penelitian, spidol/pensil sebagai alat tulis,

kamera sebagai alat dokumentasi, dan sejumlah alat-alat yang digunakan dalam

membantu proses penelitian.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Faktorial dengan perlakuan sebagai berikut :

(2)

P1 = 121,36gram/Plot (total dari ke empat dosis pupuk)

P2 = 161,82 gram/Plot (total dari ke empat dosis pupuk)

P3 = 202,27 gram/Plot (total dari ke empat dosis pupuk)

P4 = 242,73 gram/Plot (total dari ke empat dosis pupuk)

2. Faktor berdasarkan Indeks Hara Tanah

B1 = 0,8 (Dosis pupukdikurang 20%)

B2 = 0,9 (Dosis pupuk dikurang 10%)

B3 = 1 (100% indeks hara standar)

B4 = 1,1 (Dosis pupukditambah 10%)

B5 = 1,2 (Dosis Pupukditambah 20%)

Jumlah kombinasi perlakuan 4 x 5 = 20 perlakuan :

P1 B1 P2 B1 P3 B1 P4 B1

P1 B2 P2 B2 P3 B2 P4 B2

P1 B3 P2 B3 P3 B3 P4 B3

P1 B4 P2 B4 P3 B4 P4 B4

P1 B5 P2 B5 P3 B5 P4 B5

Jumlah Plot penelitian : 20 Petak dengan ukuran tiap petak 1 x 1 m yang diulang 2

kali sehingga diperoleh 40 petak.

Analisis data yang digunakan sesuai dengan model linear sebagai berikut :

Yijk = µ + ρi + αj + βk + (αβ) jk + εijk

Yijk : Hasil pengamatan faktor P pada taraf ke-i, faktor B pada taraf ke-jdan

dalam ulangan ke-k

µ : Rataan umum

αi : Pengaruh faktor P pada taraf ke i βj : Pengaruh faktor B pada taraf ke j

(3)

εijk : Galat pada faktor P taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan ulangan ke-k

Data-data yang diperoleh dianalisis secara statistik berdasarkan analisis

Varian pada setiap peubah amatan yang diukur dan diuji lanjutan bagi perlakuan

yang nyata dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada

taraf 5% dan pada taraf 1%.

Pelaksanaan penelitian Persiapan Lahan

Tanah dibersihkan dari gulma yang ada di permukaan tanah, tanah diolah

dengan menggunakan bajak dengan meratakan tanah pada lahan

sawah.Selanjutnya dilakukan pemetakan 1 x 1 meter pada petak percobaan,

diambil tanah yang dibuat petak dengan kedalaman 20 cm lalu dimasukkan

kedalam plastik dengan membentuk ukuran plot 1x1 meter dengan jarak antar plot

50 cm.

Persemaian

Sebelum melakukan persemaian, benih direndam terlebih dahulu. Benih

yang mengapung dibuang, benih yang tenggelam direndam selama 24 jam hingga

berkecambah.Media persemaian dibuat dalam cup air mineral kemudian benih

ditanam kedalam cup dengan jumlah satu benih per cup.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan hanya satu kalisetelah pengolahan tanah. Pupuk

diberikan sesuai dengan target produksi yang akan dicapai pada pertumbuhan

vegetatif yakni 121,36 gram/ plot, 161,82 gram/Plot, 202,27 gram/Plot, 242,73

gram/Plot dan indeks hara tanah 0,8 , 0,9, 1 ,1,1 dan 1,2 dapat dilihat pada tabel

(4)

Tabel 2. Dosis Pupuk Dalam Penelitian

Penanaman dilakukan dengan sistem tanam 25 x 25 cm.Jumlah bibit

sebanyak 1 rumpun/lubang tanam ,dengan umur bibit 14 hari setelah semai.

Pemeliharaan tanaman Penyiangan

Penyiangan dilakukan apabila ada gulma yang tumbuh disekitar tanaman

(5)

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama penyakit dilakukan apabila ada tanaman yang

terserang hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida sesuai gejala

serangan yang ditemukan dilapangan.

Parameter penelitian

a. Tinggi tanaman (cm)

Pengukuran tinggi tanaman dilakukan mulai tanaman berumur 2 minggu

setelah pindah tanam dengan interval waktu satu kali dalam 2 minggu hingga

tanaman mengeluarkan bulir (umur 72 hari) setelah pindah tanam. Dengan cara

mengukur tanaman mulai dari pangkal batang sampai ujung daun.

b. Jumlah anakan per rumpun (batang)

Jumlah anakan dihitung mulai tanaman berumur 2 minggu setelah pindah

tanam dengan interval waktu satu kali dalam 2 minggu hingga tanaman

mengeluarkan bulir (umur 72 hari) setelah pindah tanam. Dengan cara

(6)

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Tinggi tanaman

Tabel 1.Rata-rata tinggi tanaman pada pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah (B)pada umur pengamatan minggu setelah tanam.

MST indeks hara

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris berarti tidak berbeda nyata (5% huruf kecil dan 1% huruf besar) menurut uji DMRT

Dari analisis ragam tinggi tanaman (cm) padi menunjukkan bahwa faktor

efek pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan faktor efek indeks hara tanah

(7)

MST, dan 8 MST sedangkan pada umur 6 MST berpengaruh nyata. Pada efek

nilai interaksi pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah

(B) tidak berpengaruh nyata pada setiap umur pengamatan minggu setelah tanam

2 MST, 4 MST, 6 MST dan 8 MST yang dapat dilihat pada Lampiran 1 sampai

dengan Lampiran 12.

Berdasarkan Tabel 1 dari uji ganda Duncan dapat dilihat bahwa faktor

efekpemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan faktor efek indeks hara tanah

memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 5% dan tidak berpengaruh nyata

pada taraf 1% terhadap tinggi tanaman (cm) yang terdapat pada umur 6 MST.

Pada taraf 5% dapat dilihat bahwa perlakuan P4 (242,73 gram/Plot) yakni sebesar

76,12tidak berbeda nyata dengan perlakuan P2 (121,36 gram/Plot) yakni sebesar

74,71tetapi berbeda nyata dengan P1 (161,82 gram/Plot) yakni sebesar 72,55 dan

P3 (202,27 gram/Plot) yakni sebesar 72,54.Dapat dilihat bahwa pemberian dosis

pupuk tertinggi pada tanaman padi mengakibatkan pertumbuhan vegetatif juga

semakin tinggi pada perlakuan P4 (242,73 gram/Plot), namun dapat dilihat juga

pertumbuhan tanaman pada P3(202,27 gram/Plot) rendah hal ini dapat

disebabkan karena keseragaman unsur hara pada tanah bahwa kandungan unsur

hara di lokasi penelitian bervariasi dari sangat rendah sampai tinggi dan tingkat

kesuburan tanahnya mempunyai tingkat sedang dan tinggi salah satunya dapat

disebabkan karena pemupukan terdahulu yang diaplikasikan petani pada lahan

sawah kurang merata.

Berdasarkan Tabel 1 dari uji ganda duncandapat dilihat pada tinggi

tanaman (cm) faktor efek indeks hara tanah (B) bahwa perlakuan B2 0,9 (dosis

(8)

B3 1 (100% indeks hara standar) yakni sebesar 74,70, B1 0,8(dosis pupuk

dikurangi 20%) yakni sebesar 73,84dan B5 1,2 (dosis pupuk ditambah 20%)yakni

sebesar 72,82tetapi berbeda nyata dengan B4 1,1 (dosis pupuk ditambah 10%)

yakni sebesar 71,73.Hal ini dapat disebabkan karena jumlah unsur hara yang

terkandung dalam tanah memiliki jumlah hara yang banyak sehingga indeks hara

yang dibutuhkan hanya sebesar 0,9 (dosis pupukdikurang 10%).

Jumlah anakan

Dari analisis ragam jumlah anakan (batang) padi menunjukkan bahwa

faktor efekpemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan faktor efek indeks hara

tanah tidak berpengaruh nyata pada umur pengamatan 2 MST , 4 MST, 6 MST,

dan 8 MST. Faktor efek nilai interaksipemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P)

dan indeks hara tanah (B) tidak memberikan pengaruh yang nyata pada umur

pengamatan, 4 MST, 6 MST dan 8 MST dan berpengaruh nyata pada umur 2

MST. Dapat dilihat pada Lampiran 13 sampai dengan Lampiran 24.

Berdasarkan Tabel 2 dari uji ganda Duncan dapat dilihat bahwa interaksi

efek nilai pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan faktor efek indeks hara

tanah memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 5% dan tidak berpengaruh

nyata pada taraf 1% terhadap tinggi tanaman (cm) yang terdapat pada umur 2

(9)

Tabel 2.Rata-rata jumlah anakan pada pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah (B) pada umur pengamatan minggu setelah tanam.

Perlakuan Umur Pengamatan Minggu Setelah Tanam (MST)

2 4 6 8

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris berarti tidak berbeda nyata (5% huruf kecil dan 1% huruf besar) menurut uji DMRT

Pada taraf 5 % dapat dilihat bahwa perlakuan P2B1 (129,45 gram/ plot)

yakni sebesar 4,67 tidak berbeda nyata dengan P3B2 (182,04 gram/plot) yakni

sebesar 4,42, P2B3 (161,81 gram/ plot) yakni sebesar 4,33 , P4B5 ( 291,27 gram/

plot) yakni sebesar 4,08 , P1B4 (133,50 gram/ plot) yakni sebesar 3,83, P2B4

(178, 00 gram/ plot) yakni sebesar 3,83, P4B1 (194,18 gram/ plot) yakni sebesar

3,83 , P4B3 (242,72 gram/ plot) yakni sebesar 3,83, P1B3 (121,36 gram/ plot)

yakni sebesar 3,75 tetapi berbeda nyata dengan P1B2 (109, 22 gram / plot) yakni

sebesar 3,67 , P4B4 (267, 00 gram / plot) yakni sebesar 3,67 , P3B3 (202,27 gram/

(10)

(161,81 gram/ plot) yakni sebesar 3,50 , P1B5 ( 145,66 gram / plot) yakni sebesar

3,33 , P4B2 ( 218,42 gram/ plot) yakni sebesar 3,25 , P2B2 (145, 63 gram/ plot)

yakni sebesar 3,17 , P2B2 (145, 63 gram / plot) yakni sebesar 3,17 ,P2B5 (194,18

gram / plot) yakni sebesar 3,17 , P3B4 (222,50 gram / plot) yakni sebesar 3,00,

P3B5 (242,72 gram / plot) yakni sebesar 3,00. Pada interaksi perlakuan P3B2

(182,04 gram / plot) yakni sebesar 4,42 tidak berbeda nyata dengan P2B3 (161,18

gram / plot) yakni sebesar 4,33 , P4B5 (291,27 gram / plot) yakni sebesar 4,08 ,

P1B4 (133,50 gram / plot) yakni sebesar 3,83 , P2B4 (177, 00 gram / plot) yakni

sebesar 3,83 , P4B1 (194, 18 gram / plot) yakni sebesar 3,83 , P4B3 (242,72 gram

/ plot) yakni sebesar 3,83 , P1B3 (121, 36 gram / plot) yakni sebesar 3,75, P1B2 (

109, 22 gram / plot) yakni sebesar 3,67 , P4B4 (267 gram/ plot) yakni sebesar

3,67, P3B3 (202,27 gram/ plot) yakni sebesar 3,58, P1B1 (97,09 gram / plot)

yakni sebesar 3,50 dan P3B1 (161, 81 gram / plot) yakni sebesar 3,25, tetapi

berbeda nyata dengan P1B5 (145,63 gram/ plot) yakni sebesar 3,33, P4B2

(218,45 gram/ plot) yakni sebesar 3,25 , P2B2 (145, 63 gram / plot) yakni sebesar

3,17, P2B5 (194,18 gram / plot) yakni sebesar 3,17, P3B4 (222,50 gram / plot)

yakni sebesar 3,00 , P3B5 (242,72 gram / plot) yakni sebesar 3,00.

Pada 2 MST dapat dilihat rata rata jumlah anakan (batang) tertinggi pada

faktor efek nilai interaksi pemberian pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P)

dan indeks hara tanah (B) terdapat pada perlakuan P2B1 (129,45 gram / plot)

yakni sebesar 4,67 dan interaksi pemberian pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg

(P) dan indeks hara tanah (B) terendah terdapat perlakuan P3B4(222,50

gram/Plot) yakni sebesar3,15 dan P3B5 (242,72 gram/ plot) yakni sebesar 3,00.

(11)

Mg (P) dan indeks hara tanah (B) apabila semakin tinggi pemberian interaksi

pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah (B) semakin tinggi juga

dosis pemupukan pada tanaman padi sawah namun pemupukan dengan dosis yang

semakin meningkat pertumbuhan tanaman tidak menunjukkan semakin

meningkat juga, interaksi terbaik hanya terdapat pada perlakuan P2B1 (129,45

gram/ plot) yakni sebesar 4,67 dikarenakan beberapa jumlah unsur hara yang ada

didalam tanah dalam keadaan minimum atau jumlah unsur lain kelebihanhal ini

terkait dengan hukum minimum Liebig bahwa salahsatu unsur hara yang berasal

dari tanah atau udara tersedia dalam keadaan minimum, maka pertumbuhan

tanaman akan terganggu meskipun unsur lainnya tersedia dalam jumlah banyak.

Pembahasan Tinggi tanaman

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihat faktorpemberian

pupuk lengkap N, P, K, Mg setelah dilakukan uji ganda Duncan memberikan

pengaruh yang nyata pada taraf 5% dan tidak berpengaruh nyata pada taraf 1%

terhadap tinggi tanaman (cm) yang terdapat pada umur 6 MST.Pada 6 MST dapat

dilihat bahwa faktorpemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) optimum yang

dibutuhkan tanaman mencapai dosis P4(242,73 gram/Plot) karena pada tanah

tersebut . Dilihat bahwa faktor pupuk lengkap N, P,K, Mg yang optimum pada P4.

Hal ini sesuai dengan literatur Aak (1990) yang menyatakan bahwa unsur hara

yang tersedia di dalam tanah memberikan kemampuan awal untuk mendukung

pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi, namun sebaliknya apabila tanah

hanya tersedia unsur hara dalam jumlah sedikit dapat mengakibatkan

(12)

nyata terhadap pemberian pupuk anorganik pada parameter tinggi tanaman padi

disebabkan oleh dosis yang diberikan mampu menyediakan kebutuhan unsur hara

bagi tanaman dalam melangsungkan pertumbuhan fase vegetatif. Hal ini sejalan

dengan literatur Hakim (1986) dalam Rover (2009) yang menyatakan bahwa

untuk menambah ketersediaan unsur hara bagi tanaman maka perlu dilakukan

pemupukan yaitu pemberian zat hara tanaman kedalam tanah yang bertujuan

untuk memacu perkembangan tanaman.

Faktor pemberian indeks hara tanah (B) setelah dilakukan uji ganda

Duncan memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 5% dan tidak berpengaruh

nyata pada taraf 1% terhadap tinggi tanaman (cm) yang terdapat pada umur 6

MST. Hal ini terjadi karena kebutuhan unsur hara cukup tersedia dalam jumlah

yang banyak dalam tanah dan tersedia sehingga pada umur tanaman fase tersebut

mampu mensuplai unsur hara sebesar 0.9% (100% dikurangi 10%). Hal ini sesuai

dengan literatur Abdulrachman, et al (2008) yang menyatakan bahwa bila tanah

tidak dicukupi dengan hara yang berasal dari pupuk , maka hara yang berasal dari

tanah saja akan menentukan tingkat hasil. Apabila hara tertentu yang diuji dalam

tanah cukup tersedia, maka hasil gabah akan tinggi atau normal, sebaliknya bila

jumlah hara yang tersedia rendah, maka hasil gabah akan rendah, dan hal itu

menggambarkan status hara tersebut. Secara kuantitatif besarnya penyediaan hara

dari tanah diukur dari besarnya serapan hara oleh tanaman pada petak petak yang

tidak diberi satu macam hara.

Faktor interaksi faktorpemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan

indeks hara tanah (B) pada tinggi tanaman (cm) tidak berpengaruh nyatasetelah

(13)

terganggu meskipun unsur lainnya terpenuhi . Hal ini juga sejalan dengan

Abdulrachman et al (2008) yang menyatakan bahwa faktor pembatas dalam

melaksanakan petak omisi atau petak percobaan pada pertumbuhan tanaman padi

disebabkan oleh beberapa hal yakni : kekurangan air, adanya serangan hama dan

penyakit, atau keracunan besi, mangan, atau cara budi daya yang dapat

menghambat pertumbuhan tanaman yang mengevalusi status hara tanah pada

tanaman padi. Syahri dan utami (2013) juga menyatakan Perbedaan dosis

pemupukan tanaman padi memberikan pengaruh terhadap serangan OPT,

pertumbuhan dan hasil tanaman padi.

Jumlah Anakan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihatefek nilai

interaksipemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah (B)

berpengaruh nyata terhadap jumlah anakandengan perlakuan interaksi terbaik

terdapat pada P2B1 (129,45 gram / plot) yakni sebesar 4,67 dan terendah terdapat

pada P3B4 (222,50 gram/ plot) yakni sebesar 3,00 dan P3B5 (242,72 gram/ plot)

yakni sebesar 3,00 terjadi karena salah satu unsur hara yang berasal dari tanah

atau udara dalam keadaan minimum dan defisiensi hara tepenuhi. Hal tersebut

sesuai dengan literatur Musa (2006) yang mengatakanPerimbangan jumlah unsur

hara ini terkait dengan hukum minimum Liebig dimana jika salah satu unsur hara

yang berasal dari tanah atau udara tersedia dalam keadaan minimum, maka

pertumbuhan tanaman akan terganggu meskipun unsur lainnya tersedia dalam

jumlah banyak. Jika defisiensi hara tesebut terpenuhi, maka pertumbuhan tanaman

(14)

tidak lagi membantu pertumbuhan selagi keadaan unsur lainnya berada sebagai

pembatas.

Faktor efek pupuk lengkap N, P, K, Mg dan faktor efek indeks hara tanah

(B) setelah dilakukan uji ganda Duncan memberikan pengaruh yang tidak nyata

pada terhadap jumlah anakan. Hal ini dapat disebakan oleh faktor lingkungan

yang menyebabkan serangan hama dan penyakit meningkat sehingga

pertumbuhan jumlah anakan terhadap perlakuan pupuk, dan perlakuan indeks hara

tanah tidak memberikan pengaruh yang nyata. Hal ini sejalan dengan literatur

AAK (1990) yang menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang bisa

mempengaruhi anakan tersebut, antara lain jarak tanam, musim tanam, lingkungan

dan pemupukan. Menurut Sugito (1999) pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi

oleh faktor lingkungan dan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan juga

(15)

KESIMPULAN

1. Pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) pada pertumbuhan vegetatif

tanaman padi memberikan pengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan

terhadap tinggi tanaman (cm) dengan rata rata tanaman tertinggi

terdapat pada perlakuan P4 (242,73 gram/Plot).

2. Indeks hara tanah (B) pada pertumbuhan vegetatif tanaman padi

memberikan pengaruh yang nyata meningkatkan pertumbuhan

terhadap tinggi tanaman dengan rata rata tanaman tertinggi terdapat

pada perlakuan indeks hara tanah B2 (dosis pupuk dikurangi 10%)

3. Interaksi pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan Indeks hara tanah (B)

pada pertumbuhan vegetatif tanaman memberikan pengaruh nyata

untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman padi terhadap jumlah

anakan (batang) terdapat pada interaksi P2B1 (129,45 gram/ plot).

Saran

Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan lokasi yang berbeda

Gambar

Tabel 2. Dosis Pupuk Dalam Penelitian
Tabel 1.Rata-rata tinggi tanaman pada pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah (B)pada umur pengamatan minggu setelah tanam
Tabel 2.Rata-rata jumlah anakan pada pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah (B) pada umur pengamatan minggu setelah tanam

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memulai sistem tersebut sumber tegangan listrik PLN 220 VAC masuk ke pengaman MCB 1 phasa 4A lalu melalui switch mode power supply yang langsung

hubungan. HUBUNGAN KEMAMPUAN APARATUR DENGAN KUA- LITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR KECAMATAN HALONG KABUPATEN BA- LANGAN. Analisa dalam penelitian ini. yakni menguji

Bagaimana rangkaian kontrol yang dapat mengatur operasi inveter dan pemilihan jenis inverter yang tepat untuk dapat mengatasi kekurangan daya saat jaringan listrik

Sebagian besar rata rata lama paparan anak dengan riwayat kontak penderita tuberkulosis BTA positif lebih dari 8 jam dan anak tinggal di hunian yang kepadatan hunian baik lebih

Abstrak ditulis dalamjarak 1 spasi dengan jumlah kata tidak lebih dari 150 kata yang dilengkapi dengan 3 – 5 kata kunci, yaitu istilah-istilah yang mewakili

Pada data di atas, tokoh Aku menunjukan bahwa kesunyian yang dialaminya pada saat kejayaan sudah menjauh darinya merupakan merupakan sutu tanda bahaya yang

Data dibutuhkan secara tidak langsung oleh KPU, artinya data harus melalui proses lebih lanjut untuk dapat dimanfaatkan sebagai informasi 3 Data dibutuhkan secara langsung

Dari hasil uji skala Lickert, sebesar 81.3% masuk kategori sangat setuju, maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi sistem pakar yang dibangun sudah sesuai dengan tujuannya