BAHAN DAN METODE
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawahkecamatan medan baru dengan
ketinggian tempat 41 m di atas permukaan laut pada titik koordinat 3.331810 LU
dan 98.385300 BT dan dimulai pada bulan Agustus sampai dengan Desember
2016.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih padi darivarietas
Inpari 30 SUB, tanah sawah, sebagai media tanam padi sawah, pupuk dasar yang
digunakan adalah pupuk urea, Sp-36, KCl dan Dolomit sebagai pupuk yang akan
di aplikasikan ke tanaman padi sawah, label digunakan sebagai penanda plot
tanaman, dan untuk mengendalikan hama dan penyakit digunakan pestisida.
Alat yang digunakan adalah cangkul digunakan untuk mengolah tanah dan
membersihkan lahan penelitian, plastik untuk wadah media tanah, gunting untuk
menggunting label, jaring untuk mencegah hama burung, knapsack digunakan
untuk menyemprot hama, spanduk untuk membatasi lahan penelitian, meteran
untuk mengukur luas lahan yang digunakan dalam penelitian, timbangan analitik
untuk menimbang bahan pendukung penelitian, spidol/pensil sebagai alat tulis,
kamera sebagai alat dokumentasi, dan sejumlah alat-alat yang digunakan dalam
membantu proses penelitian.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
Faktorial dengan perlakuan sebagai berikut :
P1 = 121,36gram/Plot (total dari ke empat dosis pupuk)
P2 = 161,82 gram/Plot (total dari ke empat dosis pupuk)
P3 = 202,27 gram/Plot (total dari ke empat dosis pupuk)
P4 = 242,73 gram/Plot (total dari ke empat dosis pupuk)
2. Faktor berdasarkan Indeks Hara Tanah
B1 = 0,8 (Dosis pupukdikurang 20%)
B2 = 0,9 (Dosis pupuk dikurang 10%)
B3 = 1 (100% indeks hara standar)
B4 = 1,1 (Dosis pupukditambah 10%)
B5 = 1,2 (Dosis Pupukditambah 20%)
Jumlah kombinasi perlakuan 4 x 5 = 20 perlakuan :
P1 B1 P2 B1 P3 B1 P4 B1
P1 B2 P2 B2 P3 B2 P4 B2
P1 B3 P2 B3 P3 B3 P4 B3
P1 B4 P2 B4 P3 B4 P4 B4
P1 B5 P2 B5 P3 B5 P4 B5
Jumlah Plot penelitian : 20 Petak dengan ukuran tiap petak 1 x 1 m yang diulang 2
kali sehingga diperoleh 40 petak.
Analisis data yang digunakan sesuai dengan model linear sebagai berikut :
Yijk = µ + ρi + αj + βk + (αβ) jk + εijk
Yijk : Hasil pengamatan faktor P pada taraf ke-i, faktor B pada taraf ke-jdan
dalam ulangan ke-k
µ : Rataan umum
αi : Pengaruh faktor P pada taraf ke i βj : Pengaruh faktor B pada taraf ke j
εijk : Galat pada faktor P taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan ulangan ke-k
Data-data yang diperoleh dianalisis secara statistik berdasarkan analisis
Varian pada setiap peubah amatan yang diukur dan diuji lanjutan bagi perlakuan
yang nyata dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada
taraf 5% dan pada taraf 1%.
Pelaksanaan penelitian Persiapan Lahan
Tanah dibersihkan dari gulma yang ada di permukaan tanah, tanah diolah
dengan menggunakan bajak dengan meratakan tanah pada lahan
sawah.Selanjutnya dilakukan pemetakan 1 x 1 meter pada petak percobaan,
diambil tanah yang dibuat petak dengan kedalaman 20 cm lalu dimasukkan
kedalam plastik dengan membentuk ukuran plot 1x1 meter dengan jarak antar plot
50 cm.
Persemaian
Sebelum melakukan persemaian, benih direndam terlebih dahulu. Benih
yang mengapung dibuang, benih yang tenggelam direndam selama 24 jam hingga
berkecambah.Media persemaian dibuat dalam cup air mineral kemudian benih
ditanam kedalam cup dengan jumlah satu benih per cup.
Pemupukan
Pemupukan dilakukan hanya satu kalisetelah pengolahan tanah. Pupuk
diberikan sesuai dengan target produksi yang akan dicapai pada pertumbuhan
vegetatif yakni 121,36 gram/ plot, 161,82 gram/Plot, 202,27 gram/Plot, 242,73
gram/Plot dan indeks hara tanah 0,8 , 0,9, 1 ,1,1 dan 1,2 dapat dilihat pada tabel
Tabel 2. Dosis Pupuk Dalam Penelitian
Penanaman dilakukan dengan sistem tanam 25 x 25 cm.Jumlah bibit
sebanyak 1 rumpun/lubang tanam ,dengan umur bibit 14 hari setelah semai.
Pemeliharaan tanaman Penyiangan
Penyiangan dilakukan apabila ada gulma yang tumbuh disekitar tanaman
Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama penyakit dilakukan apabila ada tanaman yang
terserang hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida sesuai gejala
serangan yang ditemukan dilapangan.
Parameter penelitian
a. Tinggi tanaman (cm)
Pengukuran tinggi tanaman dilakukan mulai tanaman berumur 2 minggu
setelah pindah tanam dengan interval waktu satu kali dalam 2 minggu hingga
tanaman mengeluarkan bulir (umur 72 hari) setelah pindah tanam. Dengan cara
mengukur tanaman mulai dari pangkal batang sampai ujung daun.
b. Jumlah anakan per rumpun (batang)
Jumlah anakan dihitung mulai tanaman berumur 2 minggu setelah pindah
tanam dengan interval waktu satu kali dalam 2 minggu hingga tanaman
mengeluarkan bulir (umur 72 hari) setelah pindah tanam. Dengan cara
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Tinggi tanaman
Tabel 1.Rata-rata tinggi tanaman pada pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah (B)pada umur pengamatan minggu setelah tanam.
MST indeks hara
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris berarti tidak berbeda nyata (5% huruf kecil dan 1% huruf besar) menurut uji DMRT
Dari analisis ragam tinggi tanaman (cm) padi menunjukkan bahwa faktor
efek pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan faktor efek indeks hara tanah
MST, dan 8 MST sedangkan pada umur 6 MST berpengaruh nyata. Pada efek
nilai interaksi pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah
(B) tidak berpengaruh nyata pada setiap umur pengamatan minggu setelah tanam
2 MST, 4 MST, 6 MST dan 8 MST yang dapat dilihat pada Lampiran 1 sampai
dengan Lampiran 12.
Berdasarkan Tabel 1 dari uji ganda Duncan dapat dilihat bahwa faktor
efekpemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan faktor efek indeks hara tanah
memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 5% dan tidak berpengaruh nyata
pada taraf 1% terhadap tinggi tanaman (cm) yang terdapat pada umur 6 MST.
Pada taraf 5% dapat dilihat bahwa perlakuan P4 (242,73 gram/Plot) yakni sebesar
76,12tidak berbeda nyata dengan perlakuan P2 (121,36 gram/Plot) yakni sebesar
74,71tetapi berbeda nyata dengan P1 (161,82 gram/Plot) yakni sebesar 72,55 dan
P3 (202,27 gram/Plot) yakni sebesar 72,54.Dapat dilihat bahwa pemberian dosis
pupuk tertinggi pada tanaman padi mengakibatkan pertumbuhan vegetatif juga
semakin tinggi pada perlakuan P4 (242,73 gram/Plot), namun dapat dilihat juga
pertumbuhan tanaman pada P3(202,27 gram/Plot) rendah hal ini dapat
disebabkan karena keseragaman unsur hara pada tanah bahwa kandungan unsur
hara di lokasi penelitian bervariasi dari sangat rendah sampai tinggi dan tingkat
kesuburan tanahnya mempunyai tingkat sedang dan tinggi salah satunya dapat
disebabkan karena pemupukan terdahulu yang diaplikasikan petani pada lahan
sawah kurang merata.
Berdasarkan Tabel 1 dari uji ganda duncandapat dilihat pada tinggi
tanaman (cm) faktor efek indeks hara tanah (B) bahwa perlakuan B2 0,9 (dosis
B3 1 (100% indeks hara standar) yakni sebesar 74,70, B1 0,8(dosis pupuk
dikurangi 20%) yakni sebesar 73,84dan B5 1,2 (dosis pupuk ditambah 20%)yakni
sebesar 72,82tetapi berbeda nyata dengan B4 1,1 (dosis pupuk ditambah 10%)
yakni sebesar 71,73.Hal ini dapat disebabkan karena jumlah unsur hara yang
terkandung dalam tanah memiliki jumlah hara yang banyak sehingga indeks hara
yang dibutuhkan hanya sebesar 0,9 (dosis pupukdikurang 10%).
Jumlah anakan
Dari analisis ragam jumlah anakan (batang) padi menunjukkan bahwa
faktor efekpemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan faktor efek indeks hara
tanah tidak berpengaruh nyata pada umur pengamatan 2 MST , 4 MST, 6 MST,
dan 8 MST. Faktor efek nilai interaksipemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P)
dan indeks hara tanah (B) tidak memberikan pengaruh yang nyata pada umur
pengamatan, 4 MST, 6 MST dan 8 MST dan berpengaruh nyata pada umur 2
MST. Dapat dilihat pada Lampiran 13 sampai dengan Lampiran 24.
Berdasarkan Tabel 2 dari uji ganda Duncan dapat dilihat bahwa interaksi
efek nilai pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan faktor efek indeks hara
tanah memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 5% dan tidak berpengaruh
nyata pada taraf 1% terhadap tinggi tanaman (cm) yang terdapat pada umur 2
Tabel 2.Rata-rata jumlah anakan pada pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah (B) pada umur pengamatan minggu setelah tanam.
Perlakuan Umur Pengamatan Minggu Setelah Tanam (MST)
2 4 6 8
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris berarti tidak berbeda nyata (5% huruf kecil dan 1% huruf besar) menurut uji DMRT
Pada taraf 5 % dapat dilihat bahwa perlakuan P2B1 (129,45 gram/ plot)
yakni sebesar 4,67 tidak berbeda nyata dengan P3B2 (182,04 gram/plot) yakni
sebesar 4,42, P2B3 (161,81 gram/ plot) yakni sebesar 4,33 , P4B5 ( 291,27 gram/
plot) yakni sebesar 4,08 , P1B4 (133,50 gram/ plot) yakni sebesar 3,83, P2B4
(178, 00 gram/ plot) yakni sebesar 3,83, P4B1 (194,18 gram/ plot) yakni sebesar
3,83 , P4B3 (242,72 gram/ plot) yakni sebesar 3,83, P1B3 (121,36 gram/ plot)
yakni sebesar 3,75 tetapi berbeda nyata dengan P1B2 (109, 22 gram / plot) yakni
sebesar 3,67 , P4B4 (267, 00 gram / plot) yakni sebesar 3,67 , P3B3 (202,27 gram/
(161,81 gram/ plot) yakni sebesar 3,50 , P1B5 ( 145,66 gram / plot) yakni sebesar
3,33 , P4B2 ( 218,42 gram/ plot) yakni sebesar 3,25 , P2B2 (145, 63 gram/ plot)
yakni sebesar 3,17 , P2B2 (145, 63 gram / plot) yakni sebesar 3,17 ,P2B5 (194,18
gram / plot) yakni sebesar 3,17 , P3B4 (222,50 gram / plot) yakni sebesar 3,00,
P3B5 (242,72 gram / plot) yakni sebesar 3,00. Pada interaksi perlakuan P3B2
(182,04 gram / plot) yakni sebesar 4,42 tidak berbeda nyata dengan P2B3 (161,18
gram / plot) yakni sebesar 4,33 , P4B5 (291,27 gram / plot) yakni sebesar 4,08 ,
P1B4 (133,50 gram / plot) yakni sebesar 3,83 , P2B4 (177, 00 gram / plot) yakni
sebesar 3,83 , P4B1 (194, 18 gram / plot) yakni sebesar 3,83 , P4B3 (242,72 gram
/ plot) yakni sebesar 3,83 , P1B3 (121, 36 gram / plot) yakni sebesar 3,75, P1B2 (
109, 22 gram / plot) yakni sebesar 3,67 , P4B4 (267 gram/ plot) yakni sebesar
3,67, P3B3 (202,27 gram/ plot) yakni sebesar 3,58, P1B1 (97,09 gram / plot)
yakni sebesar 3,50 dan P3B1 (161, 81 gram / plot) yakni sebesar 3,25, tetapi
berbeda nyata dengan P1B5 (145,63 gram/ plot) yakni sebesar 3,33, P4B2
(218,45 gram/ plot) yakni sebesar 3,25 , P2B2 (145, 63 gram / plot) yakni sebesar
3,17, P2B5 (194,18 gram / plot) yakni sebesar 3,17, P3B4 (222,50 gram / plot)
yakni sebesar 3,00 , P3B5 (242,72 gram / plot) yakni sebesar 3,00.
Pada 2 MST dapat dilihat rata rata jumlah anakan (batang) tertinggi pada
faktor efek nilai interaksi pemberian pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P)
dan indeks hara tanah (B) terdapat pada perlakuan P2B1 (129,45 gram / plot)
yakni sebesar 4,67 dan interaksi pemberian pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg
(P) dan indeks hara tanah (B) terendah terdapat perlakuan P3B4(222,50
gram/Plot) yakni sebesar3,15 dan P3B5 (242,72 gram/ plot) yakni sebesar 3,00.
Mg (P) dan indeks hara tanah (B) apabila semakin tinggi pemberian interaksi
pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah (B) semakin tinggi juga
dosis pemupukan pada tanaman padi sawah namun pemupukan dengan dosis yang
semakin meningkat pertumbuhan tanaman tidak menunjukkan semakin
meningkat juga, interaksi terbaik hanya terdapat pada perlakuan P2B1 (129,45
gram/ plot) yakni sebesar 4,67 dikarenakan beberapa jumlah unsur hara yang ada
didalam tanah dalam keadaan minimum atau jumlah unsur lain kelebihanhal ini
terkait dengan hukum minimum Liebig bahwa salahsatu unsur hara yang berasal
dari tanah atau udara tersedia dalam keadaan minimum, maka pertumbuhan
tanaman akan terganggu meskipun unsur lainnya tersedia dalam jumlah banyak.
Pembahasan Tinggi tanaman
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihat faktorpemberian
pupuk lengkap N, P, K, Mg setelah dilakukan uji ganda Duncan memberikan
pengaruh yang nyata pada taraf 5% dan tidak berpengaruh nyata pada taraf 1%
terhadap tinggi tanaman (cm) yang terdapat pada umur 6 MST.Pada 6 MST dapat
dilihat bahwa faktorpemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) optimum yang
dibutuhkan tanaman mencapai dosis P4(242,73 gram/Plot) karena pada tanah
tersebut . Dilihat bahwa faktor pupuk lengkap N, P,K, Mg yang optimum pada P4.
Hal ini sesuai dengan literatur Aak (1990) yang menyatakan bahwa unsur hara
yang tersedia di dalam tanah memberikan kemampuan awal untuk mendukung
pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi, namun sebaliknya apabila tanah
hanya tersedia unsur hara dalam jumlah sedikit dapat mengakibatkan
nyata terhadap pemberian pupuk anorganik pada parameter tinggi tanaman padi
disebabkan oleh dosis yang diberikan mampu menyediakan kebutuhan unsur hara
bagi tanaman dalam melangsungkan pertumbuhan fase vegetatif. Hal ini sejalan
dengan literatur Hakim (1986) dalam Rover (2009) yang menyatakan bahwa
untuk menambah ketersediaan unsur hara bagi tanaman maka perlu dilakukan
pemupukan yaitu pemberian zat hara tanaman kedalam tanah yang bertujuan
untuk memacu perkembangan tanaman.
Faktor pemberian indeks hara tanah (B) setelah dilakukan uji ganda
Duncan memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 5% dan tidak berpengaruh
nyata pada taraf 1% terhadap tinggi tanaman (cm) yang terdapat pada umur 6
MST. Hal ini terjadi karena kebutuhan unsur hara cukup tersedia dalam jumlah
yang banyak dalam tanah dan tersedia sehingga pada umur tanaman fase tersebut
mampu mensuplai unsur hara sebesar 0.9% (100% dikurangi 10%). Hal ini sesuai
dengan literatur Abdulrachman, et al (2008) yang menyatakan bahwa bila tanah
tidak dicukupi dengan hara yang berasal dari pupuk , maka hara yang berasal dari
tanah saja akan menentukan tingkat hasil. Apabila hara tertentu yang diuji dalam
tanah cukup tersedia, maka hasil gabah akan tinggi atau normal, sebaliknya bila
jumlah hara yang tersedia rendah, maka hasil gabah akan rendah, dan hal itu
menggambarkan status hara tersebut. Secara kuantitatif besarnya penyediaan hara
dari tanah diukur dari besarnya serapan hara oleh tanaman pada petak petak yang
tidak diberi satu macam hara.
Faktor interaksi faktorpemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan
indeks hara tanah (B) pada tinggi tanaman (cm) tidak berpengaruh nyatasetelah
terganggu meskipun unsur lainnya terpenuhi . Hal ini juga sejalan dengan
Abdulrachman et al (2008) yang menyatakan bahwa faktor pembatas dalam
melaksanakan petak omisi atau petak percobaan pada pertumbuhan tanaman padi
disebabkan oleh beberapa hal yakni : kekurangan air, adanya serangan hama dan
penyakit, atau keracunan besi, mangan, atau cara budi daya yang dapat
menghambat pertumbuhan tanaman yang mengevalusi status hara tanah pada
tanaman padi. Syahri dan utami (2013) juga menyatakan Perbedaan dosis
pemupukan tanaman padi memberikan pengaruh terhadap serangan OPT,
pertumbuhan dan hasil tanaman padi.
Jumlah Anakan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihatefek nilai
interaksipemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan indeks hara tanah (B)
berpengaruh nyata terhadap jumlah anakandengan perlakuan interaksi terbaik
terdapat pada P2B1 (129,45 gram / plot) yakni sebesar 4,67 dan terendah terdapat
pada P3B4 (222,50 gram/ plot) yakni sebesar 3,00 dan P3B5 (242,72 gram/ plot)
yakni sebesar 3,00 terjadi karena salah satu unsur hara yang berasal dari tanah
atau udara dalam keadaan minimum dan defisiensi hara tepenuhi. Hal tersebut
sesuai dengan literatur Musa (2006) yang mengatakanPerimbangan jumlah unsur
hara ini terkait dengan hukum minimum Liebig dimana jika salah satu unsur hara
yang berasal dari tanah atau udara tersedia dalam keadaan minimum, maka
pertumbuhan tanaman akan terganggu meskipun unsur lainnya tersedia dalam
jumlah banyak. Jika defisiensi hara tesebut terpenuhi, maka pertumbuhan tanaman
tidak lagi membantu pertumbuhan selagi keadaan unsur lainnya berada sebagai
pembatas.
Faktor efek pupuk lengkap N, P, K, Mg dan faktor efek indeks hara tanah
(B) setelah dilakukan uji ganda Duncan memberikan pengaruh yang tidak nyata
pada terhadap jumlah anakan. Hal ini dapat disebakan oleh faktor lingkungan
yang menyebabkan serangan hama dan penyakit meningkat sehingga
pertumbuhan jumlah anakan terhadap perlakuan pupuk, dan perlakuan indeks hara
tanah tidak memberikan pengaruh yang nyata. Hal ini sejalan dengan literatur
AAK (1990) yang menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang bisa
mempengaruhi anakan tersebut, antara lain jarak tanam, musim tanam, lingkungan
dan pemupukan. Menurut Sugito (1999) pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi
oleh faktor lingkungan dan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan juga
KESIMPULAN
1. Pemberian pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) pada pertumbuhan vegetatif
tanaman padi memberikan pengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan
terhadap tinggi tanaman (cm) dengan rata rata tanaman tertinggi
terdapat pada perlakuan P4 (242,73 gram/Plot).
2. Indeks hara tanah (B) pada pertumbuhan vegetatif tanaman padi
memberikan pengaruh yang nyata meningkatkan pertumbuhan
terhadap tinggi tanaman dengan rata rata tanaman tertinggi terdapat
pada perlakuan indeks hara tanah B2 (dosis pupuk dikurangi 10%)
3. Interaksi pupuk lengkap N, P, K, Mg (P) dan Indeks hara tanah (B)
pada pertumbuhan vegetatif tanaman memberikan pengaruh nyata
untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman padi terhadap jumlah
anakan (batang) terdapat pada interaksi P2B1 (129,45 gram/ plot).
Saran
Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan lokasi yang berbeda