MK Teknologi Pengendalian
Dan Penanggulangan Penyakit
Dalam Akuakultur
Jenis-jenis penyakit akibat mikroba:
PROTOZOAN
Penyakit Budidaya Perikanan akibat Protozoa
•
Penyakit yang disebabkan oleh parasit secara umum jarang
mengakibatkan penyakit yang sporadis
•
Untuk intesitas penyerangan yang sangat tinggi dan areal yang
terbatas dapat berakibat sporadis
•
Akibat dari penyakit yang disebabkan oleh parasit secara
ekonomis cukup merugikan: kematian, menurunkan biomassa,
bentuk fisik serta ketahanan tubuh ikan (resiko infeksi sekunder
oleh patogen lain: jamur, bakteri dan virus)
•
Penyakit yang disebabkan oleh parasit terdiri dari protozoa dan
metazoa. Protozoa bersifat parasitik terhadap ikan dan
Penyakit Budidaya Perikanan akibat Protozoa
•
Secara umum gejala ikan yang terserang protozoa:
- ikan tampak pucat
- nafsu makan kurang
- gerakan lambat dan sering menggososk-gosokkan
tubuhnya ada dinding kolam
- pada infeksi lanjut ikan megap-megap dan meloncat-loncat
ke permukaan air untuk mengambil oksigen
1.
lchthyophthiriasis
•
Ciliata Ichthyophthirius multifiliis
•
Sangat kecil; tak dapat terlihat oleh mata biasa
•
Ciliata
Ichthyophthirius multifiliis
bersarang pada lapisan
lendir kulit dan sirip ikan; lapisan insang
merusak sel-sel
lendir ikan, pendarahan pada sirip dan insang ikan
•
Dapat terlokalisasi pada selaput lendir ikan berjumlah
puluhan / ratusan; terlihat sebagai bintik-bintik putih (
white
spot
)
Ciliata
Ichthyophthirius multifiliis
Siklus hidup:
a. Fase Parasiter
I. multifiliis tumbuh dewasa dalam tubuh ikan hingga akhirnya melepaskan diri untuk berenang di air; 8 hari
b. Fase Pre-cyste
I. multifiliis sudah melepaskan diri dari inang; masih mencari tempat cocok untuk membentuk kista
c. Fase Cyste
I. multifiliis melekat pada substrat dan mem-bentuk kista; pembelahan individu dewasa
d. Fase post-cyste
I. multifiliis muda keluar dari kista; mencari ikan
Pengenalan dan Pencegahan
lchthyophthiriasis
• Jenis ikan yang dapat terinfeksi: hampir semua jenis ikan air tawar
• Ukuran ikan yang banyak terinfeksi: benih atau dewasa (ikan Mas)
• Gejala klinis: bintik-bintik putih pada bagian tubuh yang terinfeksi; ikan yang terinfeksi menggosok-gosokkan tubuhnya pada dasar / dinding wadah budidaya
• Ikan terlihat sulit bernafas terutama apabila parasit menginfeksi insang
tingkat kematian ikan tinggi karena ikan mengalami gangguan penyerapan oksigen akibat infeksi pada insang tersebut
• Pencegahan penyakit ini yaitu antara lain: - Penggunaan air yang kualitasnya balk
• Fase cyste: I. multifiliis terbungkus lendir
• Pengobatan paling efektif: fase pre-cyste / post-cyste
I. multifiliis tidak terbungkus lapisan lendir
• Jenis agen pengobatan:
1. Garam dapur (NaCl)
Perendaman dengan garam dapur 0,1 – 0,3 ppm ; 5 – 10 menit
pembilasan bersih dengan air tawar
2. Metilen Biru
Perendaman dalam larutan metilen biru 1% (2-4 cc dalam 4 L air bersih) 24 jam sebanyak 3 – 5 kali perendaman (hingga sembuh)
3. Malakit hijau
Perendaman dalam larutan malakit hijau 0,15 ppm sebanyak 3 kali, interval 3 hari
4. Formalin
- Perendaman dalam larutan formalin 200 – 250 ppm
- Perendaman dalam formalin 167 – 250 ppm + malakit hijau 1 – 2 ppm selama 24 jam
5. Perendaman dalam larutan Kina (1 gr dalam 20 L air) 6. Perendaman dalam Chloramine (1 gr dalam 100 L air)
selama beberapa hari
2.
Myxosporeasis
a:
Myxobolus dispar
b:
M. ellipsoideus
c:
M. exiguus
d:
M. oviformis
•
Ikan mas (tawar)
•
Disebabkan oleh Myxobolus sp.
•
Gejala:
Bintil kemerahan
Kumpulan ribuan spora
Tutup insang ikan selalu terbuka
MYXOSPOREA
Klasifikasi :
Phylum : Protozoa Klass : Sporozoa
Ordo : Myxosporidea Familia : Myxobolidae Genus : Myxosporea Spesies : Myxosporea sp.
Myxosporea cyprini Myxosporea dispar
Morfologi :
Mempunyai spora berbentuk lonjong
2 kapsul polar pd anterior, berpasangan bentuk labu Dinding katub tidak jelas
Henneguya
Sp.
Klasifikasi :
Phylum : Protozoa
Klass
: Myxospora/Sporozoa
Ordo
: Myxosproridae
Familia : Myxobolidae
Genus : Henneguya
Morfologi :
Sporoplas mempunyai vakuola coklat kemerahan (jodium) Pada insang gurami
Membentuk cyste (kista)
Siklus Hidup :
1. Ikan terserang terdapat bisul-bisul
2. Bisulo-bisul pecah spora menyebar sebagai plankton
3. Spora masuk perut ikan, spora pecah menjadi 2 bag. Isi spora berubah 2 flagel
4. Spora menembus dinding sel usus
5. Masuk pembulh darah ke seluruh organ tubuh
6. Mengadakan pembelahan (Schizogeni)
7. Kemudian dinding spora larut keluar binatang bergerak spt amoeba
Landeberg (1985)
S.H Myxobolus secara tidak langsung tanpa inang perantara
Darnas (1985)
Spora pada ikan mati
tahan hidup lama
tertelan ikan
lepaskan filamen polar menempel dinding sel
sporoplasma
ameboid
ke sel tubuh
tropozoid
Siklus hidup
Myxobolus
sp.
•
Bintil pecah
spora (10
–
20 µm) menyebar keluar
ukuran kecil ; tertelan oleh ikan
spora mencapai dinding usus
spora masuk dalam saluran darah
pembentukan bintil baru
•
Penyebaran dapat melalui luka pada tubuh ikan
Pengendalian myxosporeasis
•
Keterbatasan informasi dalam pengobatan yang efektif
•
Dasar kolam ditebari kapur CaO (25 kg/Ha)
•
Inkubasi selama 1 minggu
•
Ikan yang terserang sebaiknya dimusnahkan dengan
dikubur / dibakar
3. Trichodiniasis
•
Ciliata Trichodina
spp.
•
Penyakit gatal terutama pada kulit, sirip, insang
Karakteristik
Trichodina
spp.
•
Bentuk seperti lingkaran transparan
dengan silia disekelilingnya
•
Tubuh bagian bawah terdapat lingkaran
pelekat (adhesive disk)
3.
Trichodiniasis
• Gejala utama:
1. Memiliki bintik-bintik putih terutama di kepala dan punggung 2. Penurunan nafsu makan
3. Penurunan biomasa ikan
4. Penurunan tingkat motilitas (pergerakan melambat) 5. Peningkatan produksi lendir ikan tampak mengkilat
6. Terkadang terjadi pendarahan pada bagian eksternal tubuh
• Pengendalian:
1. Perendaman dalam larutan garam 30 ppm