• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Parasit Ikan

N/A
N/A
Nizar Niwashika

Academic year: 2024

Membagikan "Manajemen Parasit Ikan"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen Parasit Ikan

Nizar Niwashika 20200250015

(2)

Monogenea Trematoda

Kingdom : Animalia

Filum : Platyhelminthes Kelas : Monogenea

Ordo : Monopisthocotylea,Polyopisthocotyla.

Parasit trematoda monogenea pada insang atau yang lebih

dikenal dengan cacing insang memiliki panjang tubuh berkisar antara 0,7-0,9 mm dengan lebar 0,05-0,10 mm. Monogenea adalah kelas dari anggota hewan yang tidak bertulang

belakang yang termasuk dalam filum Platyhelminthes.

(3)

Siklus Hidup

Pada tahap awal hidupnya, Monogenea memiliki sebuah organ mirip kait di bagian posteriornya yang disebut haptor. Hewan dewasa memiliki prohaptor (untuk makan)

dan opisthaptor (untuk menempel). Monogenea dapat ditemukan dikulit, sirip, dan insang ikan.

Monogenea biasanya hermafrodit. Siklus hidupnya tidak mengalami reproduksi aseksual.

Pada reproduksinya dihasilkan telur yang akan mengalami tahap larva,

disebut onkomirasidium. Hewan dewasanya memakan darah, lendir, serta sel-sel epitel inangnya.

(4)

Cara Infeksi pada Inang

Menurut Ishiki et al. (2007), ikan yang terinfeksi biasanya menunjukkan gejala seperti menggosok gosokan operkulum insangnya pada dinding tangki yang menyebabkan abrasi dan

pendarahan pada kulit operkulum atau permukaan tubuh yang diikuti oleh infeksi sekunder sesekali dengan Vibrio spp.

Infeksi trematoda monogenea pada insang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Insang bisa membengkak dan pucat, laju pernapasan bisa meningkat, dan ikan akan kurang toleran terhadap kondisi oksigen rendah. Pada ikan dengan gangguan pernapasan parah akan terlihat berenang ke atas permukaan air untuk menghirup udara (gasping). Sejumlah besar trematoda monogenea pada kulit atau insang dapat menyebabkan kerusakan dan mortalitas yang signifikan

(Reed et al., 2012).

(5)

Cara Pengendalian

1. Dengan cara mempertahankan kualitas air terutama stabilitas suhu air >29℃.

2. Mengurangi kadar bahan organik terlarut dan meningkatkan frekuensi pergantian air.

3. Memberikan treatment pengobatan dengan cara memberikan beberapa jenis desinfektan antara lain :

• Larutan garam dapur pada konsentrasi 500-10.000 ppm (tergantung jenis dan umur ikan) selama 24 jam.

• Larutan kalium permanganate (PK) pada dosis 4 ppm selama 12 jam.

• Larutan formalin pada dosis 25 - 50 ppm selama 24 jam atau lebih.

• Asam asetat glasial 0,5 ml/L selama 30 detik setiap 2 hari selama 3-4 kali.

Sumber : BPKIL Serang.

(6)

Dactylogyriasis sp

Phylum : Plathyhelmintes Kelas : Trematoda

Ordo : Dactylogyridea Famili : Dactylogyridae Genus : Dactylogyrus Species : Dactylogyrus sp

Dactylogyrosis adalah penyakit ikan yang disebabkan oleh infeksi cacing Dactylogyrus sp pada insang. Umumnya cacing ini

menyerang pada spesies-spesies ikan air tawar. Cacing

Dactylogyrus merupakan cacing golongan Trematoda Monogenea.

Bentuk cacing ini pipih seperti daun. Ukuran panjang cacing ini antara 0,2 – 0,5 mm dan dapat mencapai 2 mm pada cacing dewasa (Anonim, 2004).

(7)

Siklus Hidup

(8)

Cara Infeksi pada Inang

Sebagian besar monogenea baik yang menyerang kulit maupun insang mampu membuat perubahan yang berarti pada tingkat kerusakan dan mortalitas. Infeksi sekunder dari bakteri dan jamur dapat terjadi pada jarinngan yang telah rusak oleh monogenea (Reed et al, 2005). Semua Dactylogyrus sp. akan

merangsang sekresi mukus berlebihan, dapat menyebabkan tepi lamella insang tercabik atau luka.

Gejala yang dapat diamati pada ikan yang terinfeksi parasit Dactylogyrus sp. adalah :

- Frekuensi pernafasan ikan meningkat

- Ikan kehilangan keseimbangan untuk berenang - Kulit banyak mengeluarkan lendir

- Warna tubuh pucat - Siri-siripnya menguncup

(9)

Cara Pengendalian

Pengendalian dan treatment yang dapat dilakukan pada ikan yang terinfeksi parasit Dactylogyrus sp,yaitu dengan cara :

1. Mempertahankan suhu air >29

2. Menjaga stamina dan meningkatkan ketahanan tubuh

3. Menjaga kualitas air, dan frekuensi pergantian air lebih sering 4. Perendaman dalam larutan Kalium

5. Permanganat (PK) pada dosis 0,01%

6. Perendaman dalam larutan garam dapur (NaCl) 1-2% selama 10 menit, dilakukan berulang-ulang

7. Perendaman dalam larutan formalin 25-40 ppm selama 12-24 jam

(10)

Gyrodactylosis salaris

Klasifikasi

Phylum : Vermes Class : Trematoda Ordo : Monogenea Famili : Gyrodactylidae Genus : Gyrodactylus Spesies : Gyrodactylus sp.

Gyrodactylus salaris bertahan pada semua suhu antara 0°C dan 25°C.

Toleransi terhadap suhu di atas 25°C tidak diketahui. Itu tidak tahan terhadap pembekuan. Salaris Gyrodactylus tidak tahan kekeringan dan harus dikelilingi oleh air untuk bertahan hidup. Gyrodactylussalaris mati setelah beberapa hari pada pH 5. Ikan ini lebih sensitif terhadap pH rendah (5,1<pH<6,4) dalam kaitannya dengan aluminium dan seng dari pada ikan salmon Atlantik inang.

(11)

Siklus Hidup

Gyrodactylus salaris merupakan parasit obligat dengan siklus hidup langsung. Parasit melahirkan keturunan hidup, dan tidak ada telur, tahap

istirahat, tahap transmisi khusus atau inang perantara. Kelangsungan hidup parasit yang terlepas bergantung pada suhu, misalnya sekitar 24 jam pada 19°C , 54 jam pada 13°C, 96 jam pada 7°C dan 132 jam pada

3°C. Demikian pula, kelangsungan hidup yang menempel pada inang mati bergantung pada suhu: G.salaris dapat bertahan hidup pada salmon Atlantik mati selama 72, 142, dan 365 jam masing-masing pada suhu 18,

12, dan 3°C

(12)

Cara infeksi pada inang

Adapun tahapan gejala yang dialami pada ikan yang terinfeksi Gyrodactylus salaris yaitu Pada fase awal penyakit, peningkatan flashing (ikan menggaruk kulitnya di substrat) adalah tipikal. Belakangan, ikan bisa menjadi keabu-abuan karena peningkatan produksi lendir dan siripnya bisa terkikis. Ikan yang sakit lesu dan biasanya ditemukan di air yang bergerak lambat. Flashing biasa terjadi pada ikan budidaya yang terinfeksi sedang hingga berat saat mereka menggaruk kulitnya di bagian bawah atau dinding tangki atau kolam. Ikan yang terinfeksi berat mungkin telah mengurangi aktivitas dan bertahan dalam arus bawah

(13)

Cara Pengendalian

Salah satu pengendalian Dactylogyrus sp. dilakukan dengan metode perendaman terhadap ikan yang terserang parasit. Bahan pengobatan yang dilakukan dalam peneliltian ini adalah garam karena murah, mudah didapat,

ramah lingkungan dan efektif untuk mengendalikan ektoparasit pada lingkungan air tawar, serta dapat menghambat pertumbuhan ektoparasit pada

ikan (Hadiroseyani, 2009).

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pemeriksaan secara mikroskopis diketahui bahwa dari 10 sampel ikan Koi yang diambil secara acak dan diperiksa tidak menunjukkan gejala klinis terinfeksi

Dari hasil pengamatan terhadap karakter morfologi dan morfometrik genus Aphelenchoides yang menyebabkan gejala hawar daun sambiloto, menunjukkan bahwa karakter spesifik nematoda

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gejala klinis ikan yang terinfeksi KHV dan mengetahui berapa dosis vaksin DNA KHV melalui metode perendaman yang dapat

Pengujian secara in-vivo pada ikan kerapu bebek yang terinfeksi Vibrio alginolyticus pada penelitian ini juga menunjukkan efektivitas yang sama, dimana kontrol

Hasil analisis Tabel 1 menunjukkan bahwa Cichlidogyrus sp merupakan parasit yang menginfeksi benih ikan nila di semua lokasi pengambilan sampel baik di BBI

pada ikan nila, jenis parasit yang ditemukan pada sirip, kulit, insang, usus dan darah adalah Trichodina sp., Myxobolus sp., ookista Cryptosporidium spp., Cyclospora

Infeksi Aeromonas hydrophila menyebabkan penyakit bakterial yang bersifat akut biasa disebut “Penyakit Merah” yang menginfeksi semua umur dan jenis ikan air tawar bahkan

Gejala klinis yang diakibatkan adalah menurunnya nafsu makan ikan, ikan berenang dengan lemah, pada tingkat parah dapat menimbulkan luka pada kulit dan membuka peluang terjadinya