BAB.I PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang
Perencanaan geometrik adalah bagian dari perencanaan jalan yang bersangkut paut dengan dimensi nyata dari bentuk fisik dari suatu jalan beserta bagian-bagiannya, masing-masing disesuaikan dengan tuntutan serta sifat-sifat lalu lintas untuk
BATASAN MASALAH
Karena terbatasnya kemampuan, referensi serta
terbatasnya waktu yang tersedia maka kelompok
kami hanya meninjau :
Lengkung horizontal
Diagram Superelevasi
Kecepatan rencana
PEMBAHASAN
2.1. Alinyemen Horizontal / Trase Jalan
Alinyemen horizontal ialah proyeksi sumbu jalan pada bidang horizontal.
Alinyemen horizontal dikenal juga dengan nama “situasi jalan” atau “trase jalan” Pada alinyemen horizontal akan terlihat apakah jalan tersebut merupakan jalan lurus,
menikung kekiri, atau kekanan. Sumbu jalan terdiri dari serangkaian garis lurus,
2.2. Gaya sentrifugal
Gaya sentrifugal mendorong kendaraan secara radial keluar dari lajur jalannya berarah tegak lurus terhadap gaya kecepatan. Untuk dapat
mempertahankan kendaraan tersebut tetap pada sumbu lajur jalannya, maka perlu adanya gaya yang dapat mengimbangi gaya tersebut sehingga tejadi suatu keseimbangan.
Gaya yang dapat mengimbangi gaya sentrifugal tersebut berasal dari : Gaya gesekan melintang antara ban kendaraan dengan permukaan jalan. Komponen berat kendaraan akibat kamiringan melintang permukaan jalan.
2.3 Kemiringan Melintang Permukaan Pada Lengkung Horizontal (Superelevasi).
2.4. Lengkung Spiral-Spiral
2.4 Kendaraan Rencana
Kendaraan Rencana adalah kendaraan yang dimensi dan radius putarnya dipakai sebagai acuan dalam perencanaan geometrik. Kendaraan rencana dikelompokkan ke dalam 3 kategori :
1. Kendaraan kecil, diwakili oleh mobil penumpang.
2. Kendaraan sedang, diwakili oleh truck 3as tandem atau oleh bus besar 2 as.
3. Kendaraan besar, diwakili oleh truck semi-trailer.
2.5 Kecepatan Rencana