• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Risiko HIV AIDS terhadap Kelompok Waria di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Bestari Kota Medan Tahun 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Faktor-faktor yang Mempengaruhi Risiko HIV AIDS terhadap Kelompok Waria di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Bestari Kota Medan Tahun 2014"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Indonesia Tahun 1987. Kasus HIV/ADS terus bertambah dan telah menyebar di 33 Provinsi serta 300 Kabupaten/Kota. Akumulasi data penderita HIV sampai dengan akhir tahun 2012 tercatat sebanyak 92.251 kasus. Kasus HIV pada waria di Klinik IMS Bestari dari 15 waria didapatkan ada 3 penderita HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi risiko HIV/AIDS terhadap kelompok waria di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Bestari Kota Medan Tahun 2014.

Jenis penelitian adalah studi analitik observasional dengan desain case control. Populasi adalah seluruh waria yang datang ke klinik IMS Bestari Kota Medan pada bulan Januari sampai Desember 2013 yang berjumlah 192 orang, sampel berjumlah 36 orang untuk kelompok kasus dan 36 orang untuk kelompok kontrol (Buku Register Klinik IMS Bestari Kota Medan 2013). Analisis data yaitu univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda.

Hasil analisis bivariat menunjukkan variable yang memiliki hubungan dengan kejadian HIV/AIDS adalah pengetahuan (OR=3,250;95%CI 1,217-8,676), sikap (OR=3,500;95%CI 1,260-9,724), dan tindakan (OR=3,750;95%CI 1,379-10,200). Hasil analisis multivariat variabel yang dominan terhadap kejadian HIV/AIDS pada kelompok waria adalah sikap, dimana waria bersikap kurang baik berisiko terkena HIV/AIDS 3,59 kali lebih besar dibanding dengan waria yang bersikap baik terhadap kejadian HIV/AIDS.

Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Medan untuk memperkuat layanan VCT(Voluntary Counseling and Testing) dalam rangka pencarian kasus HIV/AIDS agar mengurangi risiko penularan dan perilaku yang berisiko. Klinik IMS Bestari Kota Medan diharapkan meningkatkan penyuluhan tentang HIV/AIDS kepada masyarakat melalui media elektronik, media massa serta meningkatkan kualitas KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) dan penggunaan kondom pada kelompok beresikotinggi.

Kata Kunci:HIV/AIDS, Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Waria

i

(2)

ABSTRACT

Since first discoveredin 1987, the HIVAIDS cases have been increasedin 33 provinces and300 districts/cities of Indonesia. The accumulation of HIV/AIDS up to the end of 2012 were92,251cases. Three of the 15 shemales at Sexually Transmitted Infection (STI) Bestari Clinic are found to have suffered from HIV/ AIDS. The purpose of this study was to find out the factors in fluencing the risk of HIV/AIDS on shemale group at STI at Bestari Clinic in the City of Medan in 2014.

The population of this observational analytic study with case control design was192 shemales visited the STI Bestari Clinic in the City of Medan, from January to December 2013. And 36 of them were selected to be the sample in the case group and 36 to be in the control group. The data obtained were analyzed through univariately, bivariately and multivariate analysis by using multiple logistic regression tests.

The results of bivariate analysis showed that the variable of knowledge (OR=3,250;95%CI 1,217-8,676), attitude (OR=3,500;95%CI 1,260-9,724), and action (OR=3,750;95%CI 1,379-10,200) had in fluence on the incidence of HIV/AIDS in the shemale group. The result of multivariate analysis showed that the dominant variable influenced the incidence of HIV/AIDS in the shemale group was attitude, where the shemales with unfavorable attitude had 3,59 times more risky to be suffered from HIV/AIDS than those with favorable attitude

Medan City Health Service is expected to strengthen the VCT services in order to find the cases of HIV/ AIDS to reduce the risk of transmission and risky behaviors. STI Bestari Clinic in the City of Medan is expected to improve theextension on HIV/ AIDS forthe community through electronic media, mass media as well as improving the quality of IEC and the use of condom among high-risk groups.

.

Keywords : HIV/ AIDS, Knowledge, Attitude, Action, Shemales

ii

Referensi

Dokumen terkait

Dalam upaya meningkatkan ketepatan jumping smash pada atlet bulutangkis UKO UNP, latihan depth jump baik digunakan dalam peningkatan daya iedak otot tungkai

KEIUENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN 'TINGGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA,

In the first decade after completion of the human genome project, it is liable to have a very different “phenotype.” While 20th century functional neuroimaging studies were aimed

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI JURUSAN GI)I FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA.. JADWAL UTS BLOK , UAS BLOK , DAN UTS SEMESTER

3 Frans Sayogie Penerjemahan Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia, (Bogor: lembaga penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008), h.. Frans Sayogie Penerjemahan

[r]

korporasi. Sebagaimana ditulis dalam surat dakwaan halaman 148, dalam bahasa bebas “menguntungkan” dapat diartikan sebagai perbaikan harta kekayaan seseorang,

Yang paling utama adalah pemakaian informasi secara bersama-sama dan juga pemakaian peralatan berupa disk, printer secara bersamasama pula. Keuntungan tambahan muncul setelah