Open Coding, Axial Coding & Selective Coding Informan I (SN)
No
1 Usia 26 tahun Identitas diri Identitas diri Identitas Diri
2 Tempat, tanggal lahir Medan, 24 September 1987 3 Jenis kelamin Perempuan
4 Anak ke 3 dari 4 bersaudara (2 laki-laki, 2 perempuan)
5 Suku Banjar, Aceh-Jawa
6 Agama Islam
7 Pekerjaan Staf Pengajar
8 Hobi Nonton film dan membaca. Hobi Menghabiskan
waktu
Gaya hidup
9 Tidak memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan adik.
Interaksi dalam Keluarga
Lingkungan Keluarga
Lingkungan Internal 10 Dibesarkan dalam lingkungan agama yang kuat serta
demokratis.
Agama dalam Keluarga
Believe Ideologi
11 Masih tinggal dengan kedua orangtua dan seorang saudara laki-lakinya.
Tempat Tinggal Keluarga
Lingkungan Keluarga
Lingkungan Internal
12 Ramah dan periang. Sifat Konsep diri Konsep diri
13 Mudah mengakrabkan diri dan sangat tegas. Perilaku Konsep diri Konsep diri 14 Suka berdiskusi mengenai banyak hal dengan teman
dan dosen.
Menghabiskan waktu
Gaya hidup Gaya hidup
15 Pernah menjadi kakak mentor agama Islam. Agama Believe Ideologi
16 Aktif dalam kegiatan sosial, seperti menjadi guru bagi anak-anak jalanan, menyelenggarakan bakti sosial serta melakukan penelitian sosial ke daerah di luar kota Medan.
Sosialisasi tinggi Lingkungan Masyarakat
Lingkungan Eksternal
17 Awal menonton film Cin(T)a
Tahun 2009. Menghabiskan
waktu
18 Motif menonton film Cin(T)a
Berani menyuguhkan gambaran problematika masyarakat yang masih dianggap tabu untuk diperbincangkan.
Sesuatu yang tidak sama
Persepsi Persepsi
19 Tema film Cin(T)a Murni Pluralisme. Ideologi Ideologi Ideologi
Membuka bagaimana kehidupan kaum minoritas dan bagaimana sudut pandang mereka terhadap posisi mereka sebagai minoritas.
Sudut Pandang Kelompok
Persepsi Persepsi
20 Tanggapan terhadap judul film Cin(T)a
Akronim dari tokoh-tokoh sentral dalam film, yaitu Cina, Tuhan dan Annisa.
Judul dimaknai sebagai akronim nama tokoh
Pemaknaan Ideologi
Menggambarkan isi cerita film yaitu cinta Cina dan Annisa yang tidak bisa dipersatukan karena Tuhan yang memisahkan.
Asumsi Persepsi Persepsi
21 Alasan pembuatan film Cin(T)a
Film merupakan hasil proses berpikir dari
pembuatnya dan isinya tidak jauh dari kehidupan pembuatnya sendiri.
Asumsi terhadap filmmaker
Persepsi Persepsi
22 Tanggapan terhadap isi film Cin(T)a
Mempertanyakan kebenaran sistem nilai yang selama ini diyakini oleh mayoritas masyarakat beragama di Indonesia.
Asumsi Persepsi Persepsi
Menampilkan ending terbaik. Simpati Pro Inklusi
23 Tanggapan terhadap dialog dalam film Cin(T)a
Sangat dialogis. Simpati Pro Inklusi
Banyak dialog yang terbilang ‘nyelekit’ dan agak vulgar, tapi kalau benar-benar dipahami kalimatnya seperti kalimat yang murni lahir dari proses berpikir manusia yang mencoba cari kebenaran.
Permisif Inklusi Inklusi
24 Tanggapan terhadap adegan dalam film Cin(T)a
Sangat romantis. Simpati Pro Inklusi
Tidak menyukai adegan testimoni dari beberapa pasangan beda agama di tengah-tengah film.
25 Tanggapan terhadap penokohan dalam film Cin(T)a
Annisa sebagai tokoh yang mainstream Jawa-Muslim, memiliki toleransi yang tinggi serta tampil sangat konsisten dengan apa yang menjadi prinsipnya sejak awal. Cina sebagai sosok yang sangat
representatif bagi kalangan minoritas di Indonesia yakni Tionghoa-Kristen, cerdas, meledak-ledak, ambisius dan ‘beriman’, namun pada akhirnya kehilangan kepercayaan pada tuhan.
Stereotype Persepsi Persepsi
26 Tanggapan terhadap pesan dalam film Cin(T)a
Film ini hanya ingin menunjukkan ‘this is the real of our lives’, tapi belum memberikan kesimpulan solusi untuk permasalahan yang diangkat.
Representasi Masyarakat
Representasi Ideologi
Filmmaker belum berani untuk terang-terangan menunjukkan sikap, hanya bisa menggambarkan fenomena.
Asumsi terhadap filmmaker
Persepsi Persepsi
27 Tanggapan terhadap pernikahan beda agama dalam film Cin(T)a
Tidak setuju dengan pluralisme. Kontra Ekslusi Ekslusi Tidak setuju dengan pernikahan beda agama.
Perbedaan agama tidak menjadi masalah jika ditempatkan dalam pergaulan, namun akan sulit diterapkan dalam pernikahan.
Kontra Ekslusi Ekslusi
28 Definisi Pluralisme Pluralisme cenderung diartikan sebagai ‘penyamarataan’ seperti satu bejana yang di dalamnya dikumpulkan semua jenis perbedaan kemudian ‘digodok’ menjadi satu. Sehingga masing-masing perbedaan tersebut kehilangan identitasnya.
Ideologi Ideologi Ideologi
29 Implementasi Konsep pluralisme di Indonesia
Konsep pluralisme di Indonesia merupakan alat politik yang efektif. Tidak jarang para petinggi negara menggunakan pluralisme untuk mencitrakan diri agar dapat diterima di semua kalangan.
Ideologi Ideologi Ideologi
pluralisme dalam film Cin(T)a
Cin(T)a pada satu sisi ingin mencoba mengangkat diskriminasi yang terjadi pada kelompok, agama dan ras minoritas. Namun pada sisi lain, bentuk
pluralisme dalam film Cin(T)a berupaya menggiring untuk terjadinya pembauran antar perbedaan dalam ranah keyakinan.
pluralisme dalam film
31 Pengalaman Seputar Pluralisme
Sahabat baik memutuskan untuk menikah dan pindah agama.
Pengalaman Pengalaman Pribadi
Tidak memaksakan kehendak dan menghormati keputusan sahabat. Yang terpenting ia sudah mengingatkan dan memberi masukan.
Informan II (J) No
1 Usia 22 tahun Identitas diri Identitas diri Identitas Diri
2 Tempat, tanggal lahir Kisaran, 15 Juli 1991 3 Jenis kelamin Perempuan
4 Anak ke 2 dari 3 bersaudara (2 perempuan, 1 laki-laki)
5 Suku Tionghoa
6 Agama Budha
7 Pekerjaan Mahasiswa
8 Hobi Travelling dan nonton film. Hobi Menghabiskan
waktu
Gaya hidup
9 Dididik dalam background agama Budha yang kuat oleh orangtua.
Agama dalam Keluarga
Believe Ideologi
10 Diajarkan untuk tidak manja, hidup hemat dan sederhana.
Perilaku Konsep diri Konsep diri
11 Jarang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di lingkungan tempat tinggal.
Sosialisasi rendah Lingkungan masyarakat
Lingkungan Eksternal 12 Merupakan sosok yang cuek dan sangat lugas. Sifat Konsep diri Konsep diri 13 Jarang melibatkan diri dalam aktivitas kampus di luar
perkuliahan.
Sosialisasi rendah Lingkungan kampus
Lingkungan Eksternal 14 Sering bercengkrama dengan teman-teman genk-nya
di kantin sambil minum segelas cappucino.
Menghabiskan waktu
Gaya hidup Gaya hidup
15 Mengidolakan penyanyi asal Inggris Adele. Idola Role Model Ideologi 16 Awal menonton film
Cin(T)a
Tahun 2009. Menghabiskan
waktu
Gaya Hidup Gaya Hidup
17 Motif menonton film Cin(T)a
Tema yang berbeda dari film-film kebanyakan Sesuatu yang tidak sama
Persepsi Persepsi
18 Tema film Cin(T)a Intinya menceritakan perbedaan. Tidak hanya agama, tapi juga suku dan etnis
Perbedaan Pluralitas Pluralisme
yang lebih mudah dimengerti. 19 Tanggapan terhadap
judul film Cin(T)a
Judul film Cin(T)a menceritakan perjalanan cinta dua anak manusia
Cin(T)a dimaknai sebagai kisah cinta
Pemaknaan Ideologi
20 Alasan pembuatan film Cin(T)a
Ingin menggambarkan trend yang sedang mewabah di masyarakat, yaitu pernikahan beda agama atau suku.
Trend Perubahan sosial Perubahan sosial
Berupaya untuk menampilkan solusi untuk konflik yang rentan muncul dalam pernikahan beda agama atau suku.
Asumsi Persepsi Persepsi
Filmmaker mencoba memberikan sudut pandang baru tentang pernikahan beda agama atau suku kepada masyarakat.
Asumsi terhadap filmmaker
Persepsi Persepsi
21 Tanggapan terhadap isi film Cin(T)a
Sedih melihat ending film karena kedua tokoh tidak dapat bersatu. Paling tidak mereka harus bahagia walau berpisah.
Argumentasi Persepsi Persepsi
22 Tanggapan terhadap dialog dalam film Cin(T)a
Sangat filosofis. Simpati Pro Inklusi
Banyak dialog yang terbilang berani, tapi untuk membuat film semakin menarik.
Permisif Inklusi Inklusi
23 Tanggapan terhadap adegan dalam film Cin(T)a
Sesuai dengan tema yang diusung, adegan dalam film Cin(T)a mencerminkan kerukunan dalam perbedaan.
Asumsi Persepsi Persepsi
24 Tanggapan terhadap penokohan dalam film Cin(T)a
Tidak ada alasan khusus dari filmmaker dalam menciptakan tokoh dengan karakter seperti yang dimiliki Cina dan Annisa. Penokohan yang dimiliki Cina dan Annisa tidak bisa mewakili keseluruhan masyarakat etnis Tionghoa, masyarakat suku Jawa, umat Kristen ataupun umat Islam di Indonesia. Tokoh beserta karakter tersebut diciptakan hanya untuk memberi warna berbeda dalam film.
Asumsi terhadap filmmaker.
25 Tanggapan terhadap pesan dalam film Cin(T)a
Tidak selamanya cinta beda agama itu buruk. Terbukti dengan adanya testimoni dari beberapa orang yang sudah menjalaninya, dan mereka bahagia dengan perbedaan itu. Kita harus berpikiran terbuka.
Permisif Inklusi Inklusi
26 Tanggapan terhadap pernikahan beda agama dalam film Cin(T)a
Pernikahan beda agama bukan hal yang buruk, sehingga tidak perlu dihindari.
Pro Inklusi Inklusi
Menikah dengan orang yang berbeda keyakinan tidak otomatis mendatangkan konflik dan perpecahan. Pasangan yang berbeda keyakinan justru biasanya lebih perhatian dan saling mengingatkan dalam hal agama dan tuhan.
Asumsi Persepsi Persepi
27 Definisi Pluralisme Pluralisme sebagai paham yang mengajarkan dan menyadarkan manusia bahwa mereka terlahir dengan perbedaan dan keragaman. Namun ia menolak jika melaui pluralisme, manusia diminta untuk
menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut.
Menyatukan perbedaan bukanlah solusi yang tepat, malah akan semakin menambah ketegangan antar golongan karena tidak ada yang akan mau mengalah. Manusia cukup menghargai setiap perbedaan yang ada dan menjalankan apa yang ia yakini sebaik mungkin tanpa merugikan orang lain di sekitarnya
Ideologi Ideologi Ideologi
28 Implementasi Konsep pluralisme di Indonesia
Implementasi pluralisme di indonesia masih berada pada level yang sangat rendah dan sebatas wacana. Hal itu terbukti dengan masih banyaknya konflik yang terjadi serta minimnya dialog antar suku, etnis dan umat beragama.
Ideologi Ideologi Ideologi
29 Tanggapan terhadap pluralisme dalam film Cin(T)a
Bentuk pluralisme dalam film Cin(T)a diwujudkan dalam isu cinta beda agama. Isu tersebut merupakan salah satu isu pluralisme yang paling hangat dan
Gambaran pluralisme dalam film
dekat dengan kehidupan masyarakat.
30 Pengalaman Seputar Pluralisme
Sempat mengalami pahitnya menjadi etnis Tionghoa saat demonstrasi besar-besaran tahun 1998.
Pengalaman Pengalaman Pribadi
Sekarang sudah resmi menjadi warga negara Indonesia dan mendapatkan hak yang sama.
Perubahan status Perubahan sosial Perubahan sosial
Informan III (AS) No
1 Usia 23 tahun Identitas diri Identitas diri Identitas Diri
2 Tempat, tanggal lahir Damuli, 13 November 1990 3 Jenis kelamin Laki-laki
4 Anak ke 2 dari 4 bersaudara (3 laki-laki, 1 perempuan)
5 Suku Batak
6 Agama Kristen Protestan
7 Pekerjaan Mahasiswa
8 Hobi Bermain sepakbola dan membaca. Hobi Menghabiskan
waktu
Gaya hidup
sepakbola atau futsal dengan teman-temannya. waktu
10 Gemar mengoleksi buku-buku keagamaan. Menghabiskan uang
Gaya hidup Gaya hidup
11 Sangat mengidolakan Gusdur karena sifat dan pemikirannya.
Idola Role Model Ideologi
12 Dibesarkan dalam suasana agama yang kental. Agama dalam keluarga
Believe Ideologi
13 Diberi tanggung jawab yang besar untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya.
Interaksi dalam keluarga Lingkungan keluarga Lingkungan Internal
14 Sosok yang ramah dan bersahabat. Sifat Konsep diri Konsep diri
15 Suka mengobrol, bertukar pikiran dan tidak memilih-milih dalam pergaulan.
Perilaku Konsep diri Konsep diri
16 Anggota aktif Forum Kristiani Pemimpin Muda Indonesia (FKPMI) dan Creative English Club (CEC) Organisasi luar kampus Lingkungan masyarakat Lingkungan Eksternal
17 Awal menonton film Cin(T)a
Tahun 2013. Menghabiskan
waktu
Gaya Hidup Gaya Hidup
18 Motif menonton film Cin(T)a
Rekomendasi dari teman yang telah menonton film Cin(T)a.
Significant others Konsep diri Persepsi
19 Tema film Cin(T)a Merupakan film pertama yang menceritakan perbedaan dalam balutan kisah cinta.
Asumsi Persepsi Persepsi
Membuat film tema pluralisme mungkin berat. Tapi untungnya dipadankan dengan cerita cinta. Jadi lebih mudah dicerna, terlebih oleh anak-anak muda
Ideologi Ideologi Ideologi
20 Tanggapan terhadap judul film Cin(T)a
Akronim dari nama-nama pemeran dalam film tersebut. Cin(T)a sebagai kisah cinta segitiga antara manusia dengan tuhan dan manusia lainnya.
Judul dimaknai sebagai akronim dan kisah cinta segitiga.
Pemaknaan Ideologi
21 Alasan pembuatan film Cin(T)a
Filmmaker merasa penasaran dengan respon
masyarakat jika perbedaan suku dan agama menjadi
Asumsi terhadap filmmaker
penghalang di percintaan. 22 Tanggapan terhadap isi
film Cin(T)a
Film Cin(T)a hanya menampilkan masalah, tidak memberikan solusi terhadap masalah yang dimunculkan.
Asumsi Persepsi Persepsi
23 Tanggapan terhadap dialog dalam film Cin(T)a
Dialog-dialognya sangat membumi. Mudah dipahami maksudnya. Kalimat-kalimat yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Simpati Pro Inklusi
Dialog-dialognya berdasarkan bagaimana cara pandang Sammaria tentang perbedaan. Mungkin begitu cara dia melihat dan menyikapi perbedaan.
Asumsi terhadap filmmaker
Persepsi Persepsi
24 Tanggapan terhadap adegan dalam film Cin(T)a
Sesuai dengan tema yang diusung, adegan dalam film Cin(T)a mencerminkan kerukunan dalam perbedaan.
Asumsi Persepsi Persepsi
25 Tanggapan terhadap penokohan dalam film Cin(T)a
Penokohan dalam film Cin(T)a sangat komplit. Hal tersebut dikarenakan melalui dua tokoh di film ini, tidak hanya mengangakat esensi perbedaan agama, namun dalam waktu yang sama juga mengangkat wacana perbedaan culture. Ia juga melihat bahwa karakter yang dimiliki kedua tokoh tersebut berangkat dari apa yang ada di dalam benak
masyarakat banyak. Cina merupakan warga kelas dua di negara ini berdasarkkan hak-hak yang dimilikinya, sedangkan Annisa mewakili pribumi yang
digambarkan sebagai sosok yang polos dan lemah lembut.
Representasi masyarakat
Representasi Ideologi
26 Tanggapan terhadap pesan dalam film Cin(T)a
Filmmaker mungkin ingin memberi gambaran fenomena di masyarakat kita terkait dengan
pluralisme. Bagaimana bergaul dan bersosial dalam keberagaman. Tidak melulu soal cinta, tapi ada juga tentang budaya dan agama. Intinya menyampaikan
Asumsi terhadap filmmaker
tentang perbedaan.
27 Tanggapan terhadap pernikahan beda agama dalam film Cin(T)a
Pernikahan beda agama diperbolehkan dengan persyaratan ‘satu iman’.
Pro Inklusi Inklusi
28 Definisi Pluralisme Pluralisme adalah anugerah indah yang tuhan berikan kepada manusia. Bukan momok yang harus ditakuti, tapi menjadi hal yang patut disyukuri. Menciptakan manusia berbeda-beda adalah otoritas tuhan dan tuhan pasti punya rencana di balik itu semua. Dan pluralisme adalah kunci utama untuk mewujudkan kehidupan yang damai dalam nuansa perbedaan
Ideologi Ideologi Ideologi
29 Implementasi Konsep pluralisme di Indonesia
Implementasi pluralisme di indonesia masih berada pada level yang sangat rendah dan sebatas wacana. Rendahnya implementasi pluralisme di Indonesia juga terbukti dengan adanya istilah ‘anak emas’ dalam masyarakat.
Ideologi Ideologi Ideologi
30 Tanggapan terhadap pluralisme dalam film Cin(T)a
Pluralisme dalam film Cin(T)a digambarkan melalui unsur penokohannya. Golongan mayoritas dan minoritas ditampilkan dalam proporsi yang seimbang. Annisa, seorang gadis Jawa Muslim mewakili golongan mayoritas, sedangkan Cina yang ber-etnis Tionghoa dan beragama Kristen mewakili golongan minoritas. Ia berasumsi bahwa penokohan tersebut diciptakan berdasarkan realita yang ada di masyarakat. Islam dan Kristen dipilih karena pada kenyataannya dua agama ini adalah yang paling sering mengalami pergesekan dan konflik.
Penggunaan etnis Tionghoa sebagai unsur penokohan juga dikarenakan masyarakat etnis Tionghoa masih
Gambaran pluralisme dalam film
dianggap ‘orang luar’ dan sering menerima perlakuan diskriminasi dari lingkungannya. Ia menganggap penokohan dalam film Cin(T)a sebagai refleksi dari bentuk pluralisme yang ada di Indonesia.
31 Pengalaman Seputar Pluralisme
Tinggal di lingkungan yang mayoritas beragama Islam, sedangkan yang beragama Kristen hanya dua keluarga. Sering mendapat perlakuan diskriminatif dari teman bahkan gurunya di sekolah.
Pengalaman Pengalaman Pribadi
Informan IV (JS) No
1 Usia 20 tahun Identitas diri Identitas diri Identitas Diri
2 Tempat, tanggal lahir Siantar, 28 Juni 1993 3 Jenis kelamin Perempuan
4 Anak ke 1 dari 3 bersaudara (2 perempuan, 1 laki-laki)
5 Suku Batak
6 Agama Kristen Protestan
7 Pekerjaan Mahasiswa
8 Hobi Berenang, menyanyi, membaca dan menulis. Hobi Menghabiskan waktu
Gaya hidup
9 Saat sedih, jenuh atau stress biasanya menikmati es krim di kafe seperti Fountain, City Ice dan Es Krim Ria
Menghabiskan uang
Gaya hidup Gaya hidup
10 Dalam seminggu makan mie ayam 2-4 kali. Menghabiskan uang
Gaya hidup Gaya hidup
yang berbeda-beda keluarga 12 Ikut merayakan hari raya keagamaan kerabatnya. Interaksi dalam
keluarga
Lingkungan keluarga
Lingkungan Internal 13 Diberi tanggung jawab yang besar untuk menjadi
teladan bagi adik-adiknya.
Interaksi dalam keluarga Lingkungan keluarga Lingkungan Internal
14 Sosok yang ramah, ceria dan terbuka. Sifat Konsep diri Konsep diri
15 Berdiskusi mengenai agama dengan sahabat yang berbeda keyakinan dan saling menghormati.
Interaksi dalam pergaulan Lingkungan kampus Lingkungan Eksternal 16 Anggota aktif Forum Kristiani Pemimpin Muda
Indonesia (FKPMI) (CEC)
Organisasi luar kampus Lingkungan masyarakat Lingkungan Eksternal 17 Awal menonton film
Cin(T)a
Tahun 2011. Menghabiskan
waktu
Gaya Hidup Gaya Hidup
18 Motif menonton film Cin(T)a
Belum banyak film yang mengangkat kasus seperti itu.
Sesuatu yang masih jarang.
Persepsi Persepsi
19 Tema film Cin(T)a Sebenarnya kasus-kasus yang berkaitan dengan perbedaan dan pluralisme seperti ini bukan hal yang baru lagi. Karena realitasnya sudah banyak terjadi di masyarakat. Cuma mungkin masih sedikit yang dijadikan tema untuk sebuah film.
Ideologi Ideologi Ideologi
20 Tanggapan terhadap judul film Cin(T)a
Waktu menonton film Cin(T)a, merasa film ini cuma menunjukkan kalau ada masalah saja, yaitu
perbedaan. Dan belum memberi solusi untuk masalah tersebut. Jadi dari judulnya Cin(T)a itu seperti
menggambarkan masih ada harapan untuk
menjembatani semua perbedaan yaitu melalui rasa cinta antar sesama manusia. Rasa cinta itu yang menjauhkan kita dari konflik.
Judul dimaknai sebagai harapan
Pemaknaan Ideologi
21 Alasan pembuatan film Cin(T)a
Filmmaker merasa penasaran dengan respon
masyarakat jika perbedaan suku dan agama menjadi penghalang di percintaan.
Asumsi terhadap filmmaker
22 Tanggapan terhadap isi film Cin(T)a
Jalan ceritanya sudah bagus. Simpati Pro Inklusi
Tapi kalau bisa ending-nya lebih mengena. Jadi film tersebut tidak sebatas omongan saja. Kenapa mereka tidak disatukan saja ? Lebih baik kalau seperti itu, karena yang menonton diajarkan kalau perbedaan itu bukan penghalang. Karena sebetulnya banyak orang Indonesia yang tidak dewasa dalam menyikapi perbedaan. Harusnya film ini yang memperlihatkan sekalian memberi solusi.
Saran Sugesti Sugesti
23 Tanggapan terhadap dialog dalam film Cin(T)a
Dialognya menggambarkan kalau mereka sendiri belum paham dan mengerti tentang bagaimana harusnya menyikapi perbedaan. Makanya setiap dialog itu jadi seperti perdebatan antara Cina dan Annisa. Dalam debatnya itu mereka coba mencari jalan tengah. Tapi yang paling terlihat dari dialog itu, mereka sebenarnya masih bingung dan dilema antara cinta atau tuhan.
Asumsi Persepsi Persepsi
24 Tanggapan terhadap adegan dalam film Cin(T)a
Beberapa adegan justru terkesan menampilkan sekulerisme.
Ideologi Ideologi Ideologi
Mereka membicarakan tuhan begitu hebatnya, tapi pada kenyataannya ibadah mereka sendiri jauh dari kata bagus. Kurang tau bagaimana muslim coba ditampilkan di situ, tapi yang dilihat banyak ikon- ikon kekristenan dalam film seperti hias pohon natal dan persoaln nyanyian, itu sebenarnya tidak sesuai kitab suci. Adegan saat Cina meletakkan alkitab di mangkok pengemis, itu sebenarnya ingin
menunjukkan apa ? Tidak jelas. Ritual ibadah yang ditunjukkan serba gantung.
Adegan tentang suku sedikit sekali, malah hampir tidak ada. Yang ada hanya dialog tentang nama dan ada gambar wayang-wayang saja. Filmmaker-nya juga kurang informasi.
Asumsi terhadap filmmaker
Persepsi Persepsi
25 Tanggapan terhadap penokohan dalam film Cin(T)a
Mereka itu cenderung sekuler. Apa yang diomongin dan apa yang diperbuat itu agak bertentangan. Kalau mereka begitu sering mempertanyakan tuhan, kenapa tidak cari tahu ? Annisa misalnya lihat dan baca Al Qur’an atau tanya sama ulama. Cina pun begitu baca alkitab atau tanya sama yang paham dan lebih tahu. Jadi jangan jadi debat kusir juga.
Argumentasi Persepsi Persepsi
26 Tanggapan terhadap pesan dalam film Cin(T)a
Pesan dari film ini mungkin menyuruh kita anak-anak muda, kaum intelektual muda, untuk mulai mengambil tindakan dan langkah-langkah terkait kondisi yang terjadi sekarang ini. Kalo kita
membiarkan setiap orang saling menyimpan curiga dan prasangka terhadap orang lain, Indonesia bahkan dunia takkan pernah aman dan damai. Pasti
pertikaian dan konflik akan sering terjadi. Jangan cuma bisanya protes, tapi ayo kita cari solusi. Dimulai dari kita generasi muda.
Saran Sugesti Sugesti
27 Tanggapan terhadap pernikahan beda agama dalam film Cin(T)a
Menikah beda agama boleh asalkan satu iman. Yang paling penting bukan apa agamanya, tapi sejauhmana ia menjalankan agamanya. Tidak masalah beda, asal keduanya takut dan cinta sama tuhan. Cinta sama tuhan berarti kita cinta sama semua ciptaannya, termasuk orang yang beda agama. Daripada agamanya sama tapi tidak menjalankan ibadah dengan baik. Sama saja dengan bohong.
28 Definisi Pluralisme Mendukung pluralisme. Pro Inklusi Inklusi Pluralisme sebagai paham yang memandang bahwa
semua agama sama. Pluralisme penting untuk dipahami dan diimplementasikan oleh masyarakat. Tujuan pluralisme sendiri adalah agar dapat mengurangi sikap fanatisme yang berlebihan dan memunculkan sikap saling menghormati satu sama lain.
Ideologi Ideologi Ideologi
29 Implementasi Konsep pluralisme di Indonesia
Implementasi pluralisme di indonesia masih berada pada level yang sangat rendah dan sebatas wacana.
Ideologi Ideologi Ideologi
30 Tanggapan terhadap pluralisme dalam film Cin(T)a
Nilai pluralisme yang terdapat dalam film Cin(T)a masih terlalu sedikit. Filmmaker hanya memberi gambaran pluralisme tanpa menunjukkan sikap yang seharusnya diambil oleh masyarakat terkait dengan pluralisme itu sendiri. Adapun bentuk pluralisme yang paling dominan dalam film tersebut adalah testimoni pelaku hubungan beda agama.
Gambaran pluralisme dalam film
Pemaknaan Ideologi
31 Pengalaman Seputar Pluralisme
Sudah terbiasa dengan perbedaan, karena keluarga besarnya menganut beberapa agama yang berbeda. Bahkan ia memiliki beberapa sahabat dekat yang beragama Islam. Pernah sesekali diperlakukan secara berbeda karena beragama Kristen. Misalnya saat ia ingin berbagi makanan yang ia punya, banyak teman yang menolak pemberiannya tersebut. Ia juga
mengatakan bahwa di kelasnya masih jelas terlihat pergaulan yang ‘dikotak-kotakkan’ berdasarkan agama
Informan V (RF)
No
1 Usia 20 tahun Identitas diri Identitas diri Identitas Diri
2 Tempat, tanggal lahir Tanjung Pati, 23 Maret 1993 3 Jenis kelamin Laki-laki
4 Anak ke 2 dari 4 bersaudara (2 perempuan, 2 laki-laki)
5 Suku Minang
6 Agama Islam
7 Pekerjaan Mahasiswa
8 Hobi Bermain sepakbola dan games Hobi Menghabiskan
waktu
Gaya hidup
9 Keluarga besarnya masih menjalankan adat matrilinear.
Tradisi dalam keluarga
Believe Ideologi
10 Dididik dan dibesarkan dalam lingkungan agama Islam yang kental.
Agama dalam keluarga
Believe Ideologi
11 Sosok yang lembut dan lucu. Sifat Konsep diri Konsep diri
12 Selalu bertutur kata dengan santun dan lembut. Perilaku Konsep diri Konsep diri 13 Sempat mengalami culture shock karena gaya
komunikasi yang berbeda ketika pertama kali tiba di kota Medan.
Pengalaman Pengalaman Pribadi
14 Anggota aktif Ikatan Mahasiswa Payakumbuh Lima Puluh Kota (IMAPALIKO) dan BP2M (Badan Pengelola dan Pengembangan Mushollah) FE USU.
Organisasi kampus
Lingkunga kampus
Lingkungan Eskternal
15 Menyempatkan diri setiap minggu bermain sepakbola atau futsal. Jika tidak ada waktu, ia bisa
menghabiskan waktu berjam-jam bermain playstation 3.
Menghabiskan waktu
Gaya hidup Gaya hidup
Wayne Rooney. Karena keduanya memiliki sifat yang humble dan low profile baik di dalam maupun di luar lapangan.
17 Awal menonton film Cin(T)a
Tahun 2013. Menghabiskan
waktu
Gaya Hidup Gaya Hidup
18 Motif menonton film Cin(T)a
Direkomendasikan oleh teman yang telah menonton. Significant others Konsep diri Persepsi
19 Tema film Cin(T)a Film ini mengusung tema hidup dalam perbedaan. Hidup dalam bergaul, bersekolah bahkan berpacaran. Perbedaannya ditampilkan dalam agama dan suku dari kedua tokohnya. Yang seperti ini termasuk hebat, karena pembuat filmnya harus benar-benar mengetahui seluk beluk Islam dan Kristen secara bersamaan.
Ideologi Ideologi Ideologi
20 Tanggapan terhadap judul film Cin(T)a
Dari judulnya saja sudah tahu kalau film ini menceritakan tentang kisah cinta. Tapi yang membedakannya dengan film cinta yang lain mungkin terletak pada problem yang dimunculkan. Kalau pada umumnya problemnya tentang status sosial, si miskin dan si kaya, film ini lebih berani mengangkat tentang beda agama. Walaupun pada akhirnya harus pisah juga lantaran perbedaan yang dihadapi mungkin terlalu berat untuk dicari jalan tengahnya
Judul dimaknai sebagai kisah cinta
Pemaknaan Ideologi
21 Alasan pembuatan film Cin(T)a
Filmmaker merasa penasaran dengan respon
masyarakat jika perbedaan suku dan agama menjadi penghalang di percintaan.
Asumsi terhadap filmmaker
Persepsi Persepsi
22 Tanggapan terhadap isi film Cin(T)a
Sebenarnya sedih lihat akhr ceritanya. Tapi suka keseluruhan jalan ceritanya. Istilahnya komplit, ada romantis, sedih dan amarah. Syukurnya film ini tidak
berpihak ke satu agama saja. Jadi lebih adil untuk keduanya.
23 Tanggapan terhadap dialog dalam film Cin(T)a
Sangat filosofis. Simpati Pro Inklusi
Banyak dialog yang terbilang berani, tapi untuk membuat film semakin menarik.
Permisif Inklusi Inklusi
24 Tanggapan terhadap adegan dalam film Cin(T)a
Adegan-adegan dalam film ini seperti menunjukkan pada kita kalau ternyata berbeda bukan berarti kita tidak bisa rukun dalam menjalankan aktivitas kita masing-masing. Suka adegan-adegan film Cin(T)a ini yang istilahnya tidak muluk-muluk.
Simpati Pro Inklusi
Gambaran pluralismenya tidak se-ekstrem di film Tanda Tanya. Di film itu terkesan dipaksakan sekali. Sedangkan di film ini benar-benar natural dan simpel tapi tetap memiliki makna yang dalam. Seperti misalnya saling sambung do’a saat makan. Lalu buat ketupat dan hias pohon natal. Saat Annisa sholat ditunggu oleh Cina. Saat Cina ke gereja ditunggu juga oleh Annisa di kosannya. Kurang lebih seperti itu. Adegannya sederhana tapi maknanya juga dapat.
Komparasi Persepsi Persepsi
25 Tanggapan terhadap penokohan dalam film Cin(T)a
Penokohan dalam film ini berdasarkan kenyataan yang ada di masyarakat. Cina mewakili kalangan minoritas yang cerdas dan taat, sedangkan Annisa mewakili kalangan mayoritas yang santun dan bersahaja.
Stereotype Persepsi Persepsi
26 Tanggapan terhadap pesan dalam film Cin(T)a
Yang coba disampaikan pembuat film supaya kita sadar kalau Indonesia ini tidak dimiliki oleh golongan tertentu saja. Punya semua warga negara Indonesia, apapun suku, etnis dan agamanya. Selain itu mungkin kita disuruh memilih cinta sama tuhan atau cinta sama manusia. Mana yang lebih kita
Asumsi terhadap filmmaker
prioritaskan ?
27 Tanggapan terhadap pernikahan beda agama dalam film Cin(T)a
Dalam agama sudah jelas dilarang. Tidak mungkin dilanggar. Hanya karena cinta sama manusia, kita jadi melanggar perintah Allah.
Agama Believe Ideologi
Kalo kita melakukan itu sama saja kita menghina agama kita sendiri. Sama aja dengan murtad.
Lagipula pernikahan agama ini justru mendatangkan konflik. Pertama, dengan keluarga besar kita yang tidak menyetujui, dengan lingkungan, belum lagi konflik dalam keluarga itu tentang agama yang akan dianut anaknya.
Kontra Ekslusi Ekslusi
28 Definisi Pluralisme Pluralisme sebagai keberagaman dan perbedaan. Ideologi Ideologi Ideologi Keberagaman dan perbedaan bisa membuat
orang-orang semakin akrab dan dekat. Hal-hal yang beragam dan berbeda yang menimbulkan rasa ingin tahu seseorang terhadap orang lain. Karena kalau keseluruhannya sama pasti tidak akan menimbulkan minat untuk mengenal lebih jauh.
Asumsi Persepsi Persepsi
29 Implementasi Konsep pluralisme di Indonesia
implementasi pluralisme di indonesia masih berada pada level yang sangat rendah dan sebatas wacana.
Ideologi Ideologi Ideologi
30 Tanggapan terhadap pluralisme dalam film Cin(T)a
Dalam film ini pluralisme ditampilkan secara berbeda karena ada unsur cinta. Pluralisme bisa kita lihat saat mereka berdo’a bersama, membuat ketupat, menghias pohon natal. Pluralismenya sengaja dibuat ‘manis’ supaya yang nonton juga merasa bahwa beda itu tidak sulit dan enak kalau dijalanin sama-sama selama kita saling menghormati satu sama lain
Gambaran pluralisme dalam film
Pemaknaan Ideologi
31 Pengalaman Seputar Pluralisme
Sempat mengalami ‘culture shock’ saat datang ke kota Medan untuk melanjutkan kuliah. Lahir dan
dibesarkan di lingkungan yang sangat homogen, dimana semua teman, guru, bahkan tetangga
Tim Produksi Film Cin(T)a
No. Jabatan Nama
1. Producer
M. Adi Panuntun, M. Budi Sasono, Sammaria
Simanjuntak
2. Executive Producer Rolan Samosir, Kathleen Lee 3. Director Sammaria Simanjuntak 4. Screenplay Sally Anom Sari & Sammaria
Simanjuntak 5. Director of Photography Budi Sasono 6. Assistant Director of
Photography Arie Prabowo 7. First Assistant Director Burhan Yogaswara 8. Second Assistant Director Yunitanti
9. Production Manager Erika Suwarno 10. Casting Director Nora Samosir 11. Art Director Rezki Ridha 12. Assistant Art Director Firmansyah
13. Wardrobe Director Yufie Safitri Sobari 14. Assistant Wardrobe
Director Wenti
15. Editor Anky Prasetya
16. Sound Editor Andri Yargana
17. Composer Muhammad Betadikara 18. Additional Composer Gugun Strangers, Lanlan
Strangers
19. Behind The Scene Risky Budi Ramdhani 20. Photographer Glam
Photoloft Wei Xu, Pepen, Elsa 21. Graphic Designer Erickson Siregar 22. Publicist A.Andiarti
23. Production Assistant
Widya Ekarianie, Fauziah R. S, Dina Rismala, Galih Rahasiwi, Awal Wahyu Rahmadi, Asep Ramdhan, Reza Andika, Shendi Abdi Maulana, Mohammad Bagus Satria
24. Promo Manager Dini Aprilia
25. Cast Sunny Soon – Cina
BIOGRAFI PENELITI
NAMA : DWI MAHLIZA ULFA TEMPAT/TANGGAL LAHIR : MEDAN/ 21 DESEMBER 1991
JENIS KELAMIN : PEREMPUAN AGAMA : ISLAM
ALAMAT : JL. LETDA SUJONO NO. 148 D MEDAN ORANGTUA : HAYAT DIENG
PARITHOH HANUM JUMLAH SAUDARA : 2 ORANG, YAITU :
• HILDA MAHDIANTY • M. NURUL IKHSAN
ALAMAT ORANGTUA : JL. LETDA SUJONO NO. 148 D MEDAN PENDIDIKAN : TK DIAN EKAWATI (1996-1997)
DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Jl. Dr. A. Sofyan No. 1 Telp. (061) 8217168
LEMBAR CATATAN BIMBINGAN SKRIPSI
NAMA : Dwi Mahliza Ulfa
NIM : 090904091
PEMBIMBING : Haris Wijaya S,Sos, M.Comm.
NO TANGGAL
PERTEMUAN PEMBAHASAN
PARAF
PEMBIMBING
1. 18 Februari 2013 Penyerahan Bab I 2. 25 Februari 2013 Revisi Bab I
3. 15 Maret 2013 ACC Bab I, Penyerahan Bab II & III
4. 27 Maret 2013 Revisi Bab II & III
5. 17 April 2013
ACC Bab II & III , Konsultasi dan Penyerahan Draf