• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPELEMTASI MANAJEMEN KEAMANAN SISTEM IN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "IMPELEMTASI MANAJEMEN KEAMANAN SISTEM IN"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

PROCEEDING

SEMINAR NASIONAL DAN CALL FOR PAPERS 2015

TEMA : MEGEMBANGKAN ENERGI TERBARUKAN

DAN MEWUJUDKAN SMART CITY

12 SEPTEMBER 2015

AULA KAMPUS 1

(4)

SEMINAR NASIONAL DAN CALL FOR PAPERS 2015

ISSN 2460-8262

COPYRIGHT@2015

Fakultas Teknik

(5)

PENANGGUNG JAWAB

Izza Anshory, ST, MT

KETUA PELAKSANA

Eko Agus Suprayitno, S.Si, MT

PROCEEDING EDITOR

Edi Widodo, MT Karyanik, ST, MT Dr.Eng Rachmad Firdaus ST, MT

Sy.Syahrorini, ST,MT Hana Catur Wahyuni, MT

Hindarto, S.Kom., MT

TIM REVIEWERS

Dr. Ir. Udi Subakti Ciptomulyono,M.Eng.Sc

Dr. M. Faisal S.Kom, MT

(6)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

UCAPAN TERIMA KASIH

Rektor UMSIDA

Ricky Elson

(7)

i

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Puji sykur kehadirat Allah SWT, atas berkat Rahmat dan Hidayah – Nya Seminar

Nasional Fakultas Teknik – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dapat

dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, 12 September 2015.

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo khususnya Fakultas Teknik, dalam prosesnya

selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pengelolaan institusi dan atmosfer akademik.

Peningkatan atmosfer akademik dapat terbentuk dengan adanya interaksi yang berkelanjutan

antar civitas akademika yang ada dalam internal institusi pendidikan tinggi tersebut, maupun

antar institusi pendidikan tinggi lainnya. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah

Sidoarjo memiliki empat program studi, yaitu Program Studi Teknik Informatika, Program

Studi Teknik Industri, Program Studi Teknik Mesin, dan Program Studi Teknik Elektro.

Salah satu cara untuk meningkatkan interaksi yang berkelanjutan tersebut, adalah

dengan diselenggarakannya kegiatan publikasi hasil penelitian. Publikasi penelitian dapat

membentuk interkasi positif antara mahasiswa, dosen, praktisi dan masyarakat. Dengan

melakukan publikasi hasil penelitian atas karya ilmiahnya, mahasiswa, dosen dan praktisi

maupun peneliti selaku sumber daya manusia utama suatu pendidikan tinggi dapat

mengetahui perkembangan keilmuan yang ditekuninya.

Seminar

Nasional

dan

Call For Paper merupakan agenda rutin bagi Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, pada tahun ini, kami mengusung tema

“Megembangkan Energi Terbarukan dan Mewujudkan Smart City”. Diharapkan pula

kegiatan ini dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi antar peneliti, akademisi maupun

praktisi, sekaligus sebagai sarana publikasi pendidikan tinggi penyelenggara (UMSIDA).

Sebagai penutup kami, atas nama panitia, mengucapkan terima kasih kepada seluruh

partisipan kegiatan Seminar Nasional dan Call for Paper Fakultas Teknik 2015, semoga

kegiatan ini dapat bermanfaat bagi diri kita, instusi pendidikan tinggi, masyarakat dan

bangsa, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Sidoarjo, 2 September 2015

Ketua Panitia,

(8)

ii

 

Assalamu’ alaikum Wr. Wb

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, yang selalu melimpahkan rahmat dan

hidayahNya pada kita semua. Selamat datang dan terima kasih atas peran serta peserta

Seminar Nasional Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Dalam rangka memfasilitasi semua kalangan, dosen, mahasiswa, peneliti, pelaku

bisnis dan masyarakat umum dalam mempublikasikan hasil penelitiannya, dan sebagai

jembatan untuk melakukan sharing dalam rangka pengelolaan energi dan tata kota, maka

Fakultas Teknik menyelenggarakan Seminar dengan tema Megembangkan Energi

Terbarukan dan Mewujudkan Smart City.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya kreativitas

teknologi dalam memajukan bangsa. Selain itu, berbagai konsep, dan hasil penelitian bidang

rekayasa teknologi dibahas dalam seminar ini. Konsep dan hasil penelitian ini akan disajikan

dalam presentasi dan diskusi ilmiah yang melibatkan peneliti dengan berbagai macam bentuk

penelitian rekayasa teknologi.

Akhirnya, kami mewakili civitas akademik Fakultas Teknik Universitas

Muhammadiyah Sidoarjo menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, panitia seminar,

peserta seminar, dan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan seminar ini. Selamat

melaksanakan seminar dan diskusi ilmiah, semoga acara ini mendapat ridlo dari Allah SWT

dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Wassalamu ‘alaikum Wr .Wb

Sidoarjo, 2 September 2015

Dekan Fakultas Teknik

(9)

iii

 

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

Penanggung Jawab :

Izza Anshory, ST, MT

Ketua Pelaksana : Eko Agus Suprayitno, S.Si, MT

Sekretaris : Ribangun Bamban J, ST, MM

Bendahara : Indah Sulistyowati, ST, MT

Tim Reviewer Ahli : Dr. Ir. Udi Subakti Ciptomulyono,M.Eng.Sc

Dr. M. Faisal S.Kom, MT Dr. Ir. Lailis Syafa'ah, MT Dr. Wibowo M.Sc

Sie. Pengelolaan Artikel : Edi Widodo, MT

Karyanik, ST, MT

Dr.Eng Rachmad Firdaus ST, MT Sy.Syahrorini, ST,MT

Hana Catur Wahyuni, MT Hindarto, S.Kom., MT

Sie. Acara : Athika Sidhi Cahyana, MT.

Wiwik Sulistyowati, MT Ali Akbar, ST, MT

Sie. Humas : Roni Pambudi, S.Kom.

Mulyadi, ST, MT

Farisa Rimahirdani

Tedjo Sukmono, ST, MT

Sie.Kesekretariatan : Yulian Findawati, ST, M.MT

Nidhom Masduqi, ST.

Sie Perlengkapan : Boy Isma Putra, MM.

Suharjo

Ngatiran

Sie. Dokumentasi & : Arif Senja Fitroni, S.Kom.

Publikasi Arif Rahman, M.Psi

Andry Rachmadany, S.Kom

(10)

iv

 

Sie. Transportasi : Umar Khasan, BA (Koordinator)

Supeno

Taufiq

Sie. Dana Usaha : Ir. Sumarno, MM

Wiwik Sumarmi,Ir, MT

Suprianto, S.Si, M.Si

(11)

v

 

Sabtu, 12 September 2015

Jam

Acara Keterangan

07.00 – 08.30

Her- Registrasi

Aula Kampus 1 UMSIDA

08.30 – 08.45

Laporan Ketua Panitia

Aula Kampus 1 UMSIDA

08.45 – 09.00

Sambutan dan Pembukaan

oleh Rektor

Drs. Hidayatullah, M.Si

09.00 – 11.30

Keynote Speech

Ricky Elson

Moderator :

Ali Akbar, ST, MT

11.30 – 12.30

Makan Siang dan Sholat

13.00 – 16.00

Sidang Komisi : Presentasi Lisan

(12)

vi

 

KATA PENGANTAR KETUA PANITIA ...

i

KATA PENGANTAR DEKAN FAKULTAS TEKNIK ...

ii

SUSUNAN PANITIA SEMINAR NASIONAL FAKULTAS TEKNIK ...

iii

DAFTAR ACARA SEMINAR NASIONAL FAKULTAS TEKNIK ...

v

DAFTAR ISI ...

vi

1.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PROGRAM STUDI

MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCE SYSTEM DENGAN METODE MAMDANI

BERBASIS WEB

Muhammad Farizqo, Ade Eviyanti... 1-10

2.

SISTEM OTOMASI PENYIRAMAN PADA TANAMAN JAHE BERBASIS

ARDUINO

Mustafi Jurokhman, Syamsudduha Syahrorini... 11-20

3.

IMPLEMANTASI SENSOR PIR UNTUK PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK

PADA RUANG KELAS DI UMSIDA

Mochammad Ilyas, Dwi Hadidjaja, Indah Sulistiyowati... 21-27

4.

DETEKSI WAJAH DENGAN PEMINDAI KINECT XBOX 360 MENGGUNAKAN

MICROSOFT KINECT SDK DAN WPF C#

Indra Prasetyanto, Cahyo Darujati, Agustinus Bimo Gumelar... 28-32

5.

RANCANG BANGUN DESAIN MOTIF BATIK MENGGUNAKAN METODE

ALGORITMA GENETIKA

Sugito Muzaqi, Cahyo Darujati, Bimo Gumelar... 33-40

6.

PENGARUH KELELAHAN KERJA DAN METODE PEMBELAJARAN

TERHADAP MOTIVASI KULIAH DENGAN METODE STRUCTURAL

EQUATION MODELING

(13)

vii

 

Perbanas Surabaya)

Hariadi Yutanto, Moch.Nurhadi ... 45-51

8.

ANALISA PERBANDINGAN PENGELASAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA

BESI COR (CIA-1) DENGAN ELEKTRODA MILD STEEL (LB-52) YANG

DICELUP OLI TERHADAP KEKUATAN TARIK MATERIAL BESI COR KELABU

FC-30

Mulyadi, Syarief Hidayatullah ... 52-61

9.

ANALISA PENJADWALAN JOB SHOP PADA MESIN PELUBANGAN TEMPAT

ACESSORIES PINTU ALMARI UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN DENGAN

METODE EARLIEST DUE DATE DI PT.XHT.

Abdul Rofik, Tedjo Sukmono ... 62-66

10.

SYSTEM AUTOMATIC PADA MESIN CRUSHER BERBASIS PLC OMRON CPM

2A

Bambang Sunardi, Izza anshory ... 67-74

11.

PENDETEKSIAN SINYAL SUARA JANTUNG MENGGUNAKAN

INSTRUMENTASI PHONOCARDIOGRAPHY

(14)

1

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PROGRAM STUDI

MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCE SYSTEM DENGAN METODE

MAMDANI BERBASIS WEB

(STUDI KASUS FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

SIDOARJO)

Muhammad Farizqo1, Ade Eviyanti,S.Kom2

1,2Jurusan Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

1[email protected]

ABSTRAK

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo merupakan salah satu fakultas yang ada di instansi pendidikan perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Memilih program studi di Fakultas Teknik memerlukan pertimbangan yang matang. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memikirkan segala faktor dapat berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan program studi yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai dikeluarkannya seorang mahasiswa karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya.Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya ialah kebingungan dari para calon mahasiswa Fakultas Teknik dalam memilih program studi. Oleh karena itu, penulis berinisiatif untuk merancang suatu sistem pendukung keputusan berbasis web yang dapat membantu calon mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam mengambil keputusan untuk mengambil program studi yang sesuai dengan kemampuan dan minat mahasiswa tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu menghasilkan aplikasi sistem pendukung keputusan pemilihan program studi menggunakan fuzzy inference system menggunakan metode mamdani berbasis web. Uji coba dari penelitian ini dilakukan oleh 20 mahasiswa dari 4 jurusan yang berbeda. Hasil dari uji coba penelitian ini yaitu menghasilkan data nilai kelayakan setiap program studi bagi mahasiswa.

Kata Kunci : SPK,Fuzzy Inference System, Mamdani, Web

1.

Pendahuluan

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo merupakan salah satu fakultas yang ada di instansi pendidikan perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo merupakan salah satu fakultas yang mempunyai banyak mahasiswa, sekaligus mempunyai banyak peminat yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memiliki empat program studi yaitu Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Industri dan Teknik Mesin.

Memilih program studi di Fakultas Teknik memerlukan pertimbangan yang matang. Memilih program studi di Fakultas Teknik bukan urusan dan persoalan yang mudah. Banyak faktor yang harus diperhatikan dan diperhitungkan serta dipikirkan secara tepat. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala faktor dapat berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan program studi yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai dikeluarkannya seorang mahasiswa karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya.

Hal tersebut sering dialami oleh mahasiswa Fakultas Teknik yang merasa bahwa program studi yang diambil tidak sesuai dengan kepribadiannya. Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya ialah kebingungan dari para calon mahasiswa Fakultas Teknik dalam memilih program studi. Oleh karena itu, penulis berinisiatif untuk merancang suatu sistem pendukung keputusan berbasis web yang dapat membantu calon mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammdiyah Sidoarjo dalam mengambil keputusan untuk mengambil program studi yang sesuai dengan kemampuan dan minat mahasiswa tersebut.

(15)

2

menyerupai intuisi atau penalaran manusia. Proses perhitungannya cukup kompleks sehingga membutuhkan waktu relatif lama, tetapi model ini memberikan ketelitian yang tinggi.

Berdasarkan hal-hal diatas, penulis ingin menggunakan metode mamdani di dalam penelitian penulis yakni untuk membuat saran tentang pemilihan program studi dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan calon mahasiswa tersebut.

2.

Tinjauan Pustaka

2.1. Fuzzy Inference System

Fuzzy Inference System merupakan suatu kerangka komputasi yang didasarkan pada teori himpunan fuzzy, aturan fuzzy

berbentuk IF-THEN, dan penalaran fuzzy. Fuzzy Inference System menerima input crisp. Input ini kemudian dikirim ke basis pengetahuan yang berisi n aturan fuzzy dalam bentuk IF-THEN. Fire Strenght akan dicari pada setiap aturan. Apabila jumlah aturan lebih dari satu, maka akan dilakukan agregasi dari semua aturan. Selanjutnya, pada hasil agregasi akan dilakukan defuzzy untuk mendapatkan nilai crisp sebagai output sistem.[11]

Suatu sistem berbasis aturan fuzzy yang lengkap terdiri dari tiga komponen utama: Fuzzification, Inference, dan

Defuzzification. Fuzzification mengubah masukan-masukan yang nilai kebenarannya bersifat pasti kedalam bentuk fuzzy input, yang berupa nilai linguistik yang semantiknya ditentukan berdasarkan fungsi keanggotaan tertentu. Inference

melakukan penalaran menggunakan fuzzy input dan fuzzy rules yang telah ditentukan sehingga menghasilkan fuzzy output. Sedangkan Defuzzification mengubah fuzzy output menjadi crisp value berdasarkan fungsi keanggotaan yang telah ditentukan.[19]

2.2 Metode Mamdani

Model ini sering digunakan untuk membangun sistem yang penalarannya menyerupai intuisi atau perasaan manusia. Proses perhitungannya cukup kompleks sehingga membutuhkan waktu relatif lama. Tetapi model ini memberikan ketelitian yang tinggi.[18]

3. Metodologi Penelitian

3.1 Kerangka Penelitian

Gambar 1. Kerangka Penelitian Mulai

Studi Pustaka Analisa Perancangan

(16)

3

3.1.1 Studi Pustaka

Literatur dan pustaka yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada sumber dari buku dan internet. Mempelajari literatur dan pustaka yang terkait dengan:

a. Kecerdasan Buatan

b. Sistem Pendukung Keputusan c. Fuzzy Inference System d. Metode Mamdani e. Bakat dan Minat

3.1.2 Analisa

Analisa bertujuan untuk mendapatkan semua kebutuhan untuk membangun sistem pendukung keputusan. Melakukan analisa kebutuhan sistem yang peneliti buat seperti analisa kebutuhan input, analisa kebutuhan proses dan analisa kebutuhan output.

3.1.3 Perancangan

Perancangan sistem pendukung keputusan dilakukan setelah semua kebutuhan sistem didapatkan setelah melalui tahap analisis. Perancangan sistem yang akan peneliti buat baik perancangan sistem, perancangan proses dan perancangan desain.

3.1.4 Implementasi

Implementasi sistem pendukung keputusan dilakukan dengan mengacu kepada perancangan sistem. Implementasi sistem pendukung keputusan dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP yang berbasis web dan menggunakan database MySQL.

3.1.5 Pengujian

Melakukan pengujian berdasarkan implementasi yang dibuat. Pengujian berdasarkan efektifitas penggunaan sistem pendukung keputusan bila dibandingkan dengan sistem manual.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Penelitian sistem pendukung keputusan ini membutuhkan data teoritis dan data lapangan, untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungan dengan sistem pendukung keputusan ini diperlukan teknik pengumpulan data.

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : 1. Studi Pustaka

Studi pustaka merupakan metode pencarian data dari buku, browsing internet atau literatur-literatur lain yang berkaian dengan teori dasar dari sistem pendukung keputusan serta dokumen yang berkaitan dengan data yang diperlukan untuk penelitian maupun perancangan sistem pendukung keputusan.

2. Kuisioner

Kuisioner merupakan metode pengumpulan data terkait usability sistem yang diuji. Pengambilan sampel dilakukan menggunkan teknik Purposive Sampling. Jumlah minimal sampel adalah 5 sampel tiap jurusan.

3.3 Implementasi Perhitungan Metode Mamdani

Dalam perhitungan fuzzy inference system metode mamdani ada 3 tahap proses perhitungan, yaitu: 1.Fuzzifikasi

2.Inferensi 3.Defuzzifikasi

(17)

4

3.3.1 Fuzzifikasi

Contoh saya akan menghitung nilai kelayakan teknik informatika untuk seorang mahasiswa yang telah melakukan tes: 1. Tes Bakat:

a)Tes Verbal = 75 b)Tes Numerik = 90 c)Tes Aritmatik = 95 d)Tes Logika = 85 e)Tes Mekanikal = 65 f)Tes Teknikal = 60 g)Tes Analitikal = 80 h)Tes Spasial = 75 2.Tes Minat

a)Tes Minat Informatika = 90 b)Tes Bakat Teknik Informatika

Misal saya tentukan bobot Tes Bakat Teknik Informatika : a. Tes Numerik

b. Tes Aritmatik c. Tes Logika d. Tes Analitikal

Maka, nilai bobot Tes Bakat Teknik Informatika:

Tes Numerik + Tes Aritmatik + Tes Logika + Tes Analitikal / Jumlah Bobot Tes Maka, perhitungan nilai tes bobot tiap-tiap program studi:

Tes Bakat Teknik Informatika = 90 + 95 + 85 + 80 / 4 = 87.5 Berdasarkan nilai Tes Minat dan Tes Bakat diatas maka diperoleh:

1. Nilai Bakat Teknik Informatika = 87.5 2. Nilai Minat Teknik Informatika = 90

Gambar 2. Fungsi Keanggotaan Bakat Keterangan:

A = Tidak Layak

B = Sangat Tidak Berbakat C = Tidak Berbakat D = Cukup Berbakat E = Berbakat F = Sangat Berbakat

Fuzzifikasi nilai tes bakat teknik informatika:

a. Nilai Bakat 87.5 berada pada nilailinguistik Berbakat dan Sangat Berbakat b. Semantik untuk nilai linguistik Berbakat, dimana a=80 dan b=100:

µ(x) = - (x - b) / (b - a)

µ(x) = - (87.5-100) / (100-80) = 0.625

c. Semantik untuk nilai linguistik Sangat Berbakat, dimana a=80 dan b=100: µ(x) = (x - a) / (b - a)

(18)

5

Gambar 3. Fungsi Keanggotaan Minat Keterangan:

A = Tidak Layak

B = Sangat Tidak Berminat C = Tidak Berminat D = Cukup Berminat E = Berminat F = Sangat Berminat

Fuzzifikasi nilai tes minat informatika:

a. Nilai Minat 90 berada pada nilai linguistik Berminat dan Sangat Berminat b. Semantik untuk nilai linguistik Berminat, dimana a=80 dan b=100:

µ(x) = - (x - b) / (b - a)

µ(x) = - (90-100) / (100-80) = 0.5

c. Semantik untuk nilai linguistik Sangat Berminat, dimana a=80 dan b=100: µ(x) = (x - a) / (b - a)

µ(x) = (90-80) / (100-80) = 0.5

Proses fuzzification untuk Teknik Informatika menghasilkan nilai fuzzy: 1. Bakat = Berbakat (0.625)

2. Bakat = Sangat Berbakat (0.375) 3. Minat = Berminat (0.5)

4. Minat = Sangat Berminat (0.5)

3.3.2 Inference

Gambar 4. Fungsi Keanggotaan Nilai Kelayakan Keterangan:

A = Sangat Rendah B = Rendah C = Cukup Sedang D = Sedang E = Tinggi F = Sangat Tinggi

(19)

6

Tabel 1. Rule Fuzzy

Teknik informatika dari 4 data fuzzification. Berarti hanya 4 (dari 36) aturan fuzzy yang dapat diaplikasikan, yaitu: 1. IF Bakat = Berbakat AND Minat = Berminat THEN NK = Tinggi

2. IF Bakat = Berbakat AND Minat = Sangat Berminat THEN NK = Sangat Tinggi 3. IF Bakat = Sangat Berbakat AND Minat = Berminat THEN NK = Sangat Tinggi 4. IF Bakat = Sangat Berbakat AND Minat = Sangat Berminat THEN NK = Sangat Tinggi

Untuk teknik informatika dari 4 aturan fuzzy dan 4 data fuzzification tersebut, proses inference yang terjadi adalah sebagai berikut:

a. Clipping nilai minimum:

1. IF Bakat = Berbakat (0,625) AND Minat = Berminat (0,5) THEN NK = Tinggi (0,5)

2. IF Bakat = Berbakat (0,625) AND Minat = Sangat Berminat (0,5) THEN NK = Sangat Tinggi (0,5) 3. IF Bakat = Sangat Berbakat (0,375) AND Minat = Berminat (0,5) THEN NK = Sangat Tinggi (0,375) 4. IF Bakat = Sangat Berbakat (0,375) AND Minat = Sangat Berminat (0,5) THEN NK = Sangat Tinggi (0,375) b. Clipping nilai maximum:

1. NK = Tinggi (0.5) 2. NK = Sangat Tinggi (0.5)

Untuk teknik informatika dari Proses inference menggunakan model mamdani menggunakan proses Clipping diperoleh dua area abu-abu ilustrasi seperti gambar berikut:

Gambar 5. Clipping Nilai Kelayakan Tinggi

(20)

7

Untuk teknik informatika dari Proses Clipping menggunakan model mamdani menggunakan proses Defuzzifikasi diperoleh sebuah area abu-abu ilustrasi seperti gambar berikut:

Gambar 7. Defuzzifikasi Teknik Informatika Dengan menggunakan sekumpulan titik tersebut, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

y* = ( 75 + 80 + 85) 0,5 + ( 95 + 100) 0,5 3 (0,5) + 2 (0,5) y* = 120 + 97.5

2,5 y* = 87

Jadi nilai kelayakan yang diperoleh untuk teknik informatika adalah 87.

4. Hasil dan Pembahasan

4.1 Hasil Penelitian

Dari penelitian yang dilakukan didapatkan beberapa hasil sebagai berikut:

1. Sistem pendukung keputusan yang dapat memberikan saran pemilihan program studi bagi para calon mahasiswa.

2. Sistem pendukung keputusan membantu fakultas mendapatkan calon mahasiswa yang berpotensi baik untuk menyelesaikan studi.

3. Sistem pendukung keputusan menggunakan Fuzzy Inference System Metode Mamdani dapat menghasilkan nilai kelayakan tiap program studi sehingga dapat memberikan saran pemilihan program studi bagi para calon mahasiswa.

4. Sistem pendukung keputusan berbasis web yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun.

4.2 Pembahasan

Pada bagian ini merupakan bagian implementasi dan pengujian aplikasi program, beserta hal-hal yang terjadi pada saat proses berlangsung. Disini ada beberapa bahasa pemrograman yang digunakan dalam implementasi sistem antara lain PHP, HTML, CSS, dan JavaScript yang semua bahasa pemrograman tersebut dapat diimplementasikan berbasis web. Web sangat dinamis dan dapat di akses dimana saja sehingga tingkat kemudahan menggunakan web sangat tinggi. Pengguna pun dapat dengan mudah mengakses sistem pendukung keputusan ini. Implementasi yang dilakukan berdasarkan pada perancangan tahap sebelumnya. Sehingga sistem ini memiliki keteraturan tingkat basis data yang baik.

4.2.1 Pengujian Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Program Studi

1. Tampilan Awal Aplikasi

(21)

8

Gambar 8. Tampilan Awal

2.Tampilan Biodata

Halaman berikutnya adalah halaman biodata pengguna, pada halaman ini pengguna dapat memasukkan identitas awal pengguna agar dapat memulai tes pengambilan keputusan.

Gambar 9. Tampilan Biodata

3.Tampilan Tes Bakat

Tes bakat merupakan tes yang mengukur tingkat kemampuan seseorang dalam beberapa hal tertentu seperti tes bakat verbal, numerik, logika, aritmatik, mekanikal, analitikal, spasial.

Gambar 10. Tampilan Tes Bakat

4.Tampilan Tes Minat

(22)

9

Gambar 11. Tampilan Tes Minat

5.Tampilan Hasil Tes

Pada halaman hasil ditampilkan hasil dari tes bakat dan tes minat yang dilakukan. Hasil ini merupakan nilai yang telah diperoleh dari nilai tes bakat dan tes minat yang telah diolah dengan fuzzy inference system metode mamdani.

Gambar 19. Tampilan Hasil Tes

5. Kesimpulan dan Saran

5.1 Kesimpulan

Setelah penulis menguraikan secara menyeluruh tentang perancangan dan implementasi dari Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Program Studi Menggunakan Fuzzy Inference System Dengan Metode Mamdani Berbasis Web ini, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan yaitu :

1. Kebanyakan calon mahasiswa mengalami kebingungan dalam memilih program studi yang sesuai dengan kemampuan dan minat dari para calon mahasiswa. Untuk membantu calon mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam mengambil keputusan untuk memberi saran layak masuk program studi mana calon mahasiswa yang bersangkutan, akhirnya penulis mendapatkan ide membuat sebuah sistem pendukung keputusan pemilihan program studi untuk membantu para calon mahasiswa, agar kedepannya para calon mahasiswa dapat lebih terarah dalam menentukan pilihan program studi, sehingga tercipta para mahasiswa yang dapat dengan sukses menjalani studi sampai selesai.

(23)

10

5.2 Saran

Adapun saran-saran yang penulis sarankan adalah sebagai berikut :

1. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Program Studi Menggunakan Fuzzy Inference System Dengan Metode Mamdani Berbasis Web ini dapat dikembangkan dengan memperluas studi kasus yang digunakan. Diharapkan studi kasus dapat diperluas menjadi studi kasus di seluruh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

2. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Program Studi Menggunakan Fuzzy Inference System Dengan Metode Mamdani Berbasis Web ini dikembangkan menggunakan platform berbasis web. Diharapkan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Program Studi Menggunakan Fuzzy Inference System Dengan Metode Mamdani Berbasis Web ini dapat dikembangkan platform lain seperti platform berbasis mobile.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Akhyanto, Arif. (2009). “Kupas Tuntas Tes Potensi Akademik”. Pustaka Widyatama, Yogyakarta. [2] Anhar. (2010). “Panduan Menguasai PHP & MySQL Secara Otodidak”. Mediakita, Jakarta. [3] Barret, Jim. (2004). “Tes Karier, Bakat, dan Seleksi”. Tiga Serangkai. Solo.

[4] Barret, Jim. (2004). “Test Your Self!”. Tiga Serangkai. Solo. [5] Fatansyah. (2012). “Basis Data”.Informatika, Bandung.

[6] Hakim, Lukmanul. (2008). “Membongkar Trik Rahasia Para Master PHP”. Lokomedia, Yogyakarta. [7] Jauhar, Mohammad, S.Pd. (2009). “Buku Pintar Psikotes”. Prestasi Pustaka, Jakarta.

[8] Kadir, Abdul. (2002). “Penuntun Praktis Belajar SQL”.Andi, Yogyakarta.

[9] Kresna, Bondhan. (2010). “Cara Cerdas Pilih Jurusan Demi Profesi Impian”. Jogja Great! Publisher. Yogyakarta. [10] Kusrini. (2007). “Strategi Perancangan dan Pengelolaan Basis Data”. Andi Offset, Yogyakarta.

[11] Kusumadewi, Sri dan Sri Hartati. (2010). “Neuro-Fuzzy”. Graha Ilmu, Yogyakarta. [12] McLeod, Raymond. (2008). “Sistem Informasi Manajemen”. Salemba Empat, Jakarta.

[13] Nur’aeni. (2012). “Tes Psikologi: Tes Inteligensi dan Tes Bakat”. Universitas Muhammadiyah Purwokerto Press, Purwokerto.

[14] Nuryanti, dkk. (2010). “Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process

Berbasis Web Untuk Menentukan Jurusan (Studi Kasus Pemilihan Program Studi di Politeknik Caltex Riau)”. http://yohana.komputer.pcr.ac.id/wp-content/uploads /sites/46/2014/02/YDL_Sistem-Pendukung-Keputusan- Menggunakanmetode-Analytical-Hierarchy-Process-Berbasis-Web-Untuk-Menentukan-jurusan-Studi-Kasus-Pemilihan-Program-Studi-Di-Politeknik-Caltex-Riau_.pdf. (Diakses pada tanggal 7 Juni 2015).

[15] Parkinson, Mark. (2004). “Panduan Sukses Menghadapi Tes Psikometri”. Tiga Serangkai, Solo. [16] Priyadi, Yudi. (2014). “Kolaborasi MySQL dan ERD dalam Implementasi Database”. Andi, Yogyakarta [17] Sutisna, Dadan. (2007). “7 Langkah Mudah Menjadi Webmaster”. Mediakita, Jakarta

[18] Suyanto. (2008). “Soft Computing”. Informatika. Bandung. [19] Suyanto. (2010). “Artificial Intelligence”. Informatika. Bandung.

(24)

11

SISTEM OTOMASI PENYIRAMAN PADA TANAMAN JAHE

BERBASIS ARDUINO

Mustafi Jurokhman1, Syamsudduha Syahrorini2

1,2Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

1[email protected]

ABSTRAK

Selama ini, penyiraman tanaman dilakukan secara manual, bahkan terkadang tidak punya cukup waktu untuk menyiram tanaman. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat untuk membantu meringankan kegiatan menyiram tanaman khususnya pada tanaman jahe dalam bentuk system otomatis penyiraman tanaman sesuai dengan kadar kelembaman tanah dan kelembaman suhu. Penelitian ini dilakukan dengan membuat perangkat system otomasi penyiraman pada tanaman jahe menggunakan mikrokontroller arduino sebagai pengendali utama dan sensor suhu dan kelembaman udara DHT 11, serta sensor soil moisture (kelembamantanah). Alat ini dilengkapi dengan Real Time Clock (RTC) 1307 sebagai pewaktu, serta Liquid Crystal Display (LCD) sebagai penampil. System penyiraman tanaman yang telah dibuat dapat menyiram tanaman secara otomatis. Jika suhu, kelembaman udara serta kelembaman tanah melebihi batas yang telah ditentukan yaitu pada suhu diatas 35 derajat Celsius dengan kelembaman udara dibawah 80% dan kelembaman tanah kering (dibawah 500 pada nilai adc), maka system dapat bekerja secara otomatis. Dengan menggunakan alat ini maka diperoleh hasil kelembaban tanah stabil (lembab) dan membantu tumbuh kembang pada tanaman jahe.

Kata kunci: suhu, kelembaman, mikrokontroller, sensor, RTC, LCD.

1.

Pendahuluan

1.1.Latar Belakang

Jahe (Zingiber officinale Roscoe) merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu yang dapat mudah tumbuh di daerah tropis. Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu : jahe merah (JM), jahe putih kecil (JPK), dan jahe putih besar (JPB). Salah satu khasiat jahe adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau penangkal masuk angin, sehingga jahe sering dimasukkan dalam ramuan jamu atau obat-obatan tradisional (Suparman, 2005).Menurut prof. H. Azwar Agoes, DAFK, Sp.FK(K) (2010), daerah untuk pertumbuhan jahe adalah dari 0 – 1500 m diatas permukaan laut dengan curah hujan 2.500 – 3.000 mm pertahun, kelembaban udara 80% dan tanah lembab dengan pH 5,5-7,0 dan unsur hara tinggi. Untuk suhu udara sendiri dibutuhkan antara 20-35°C, sedangkan untuk tumbuh kembangnya diperlukan tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung humus. Di Indonesia pada umumnya jahe ditanam pada ketinggian 200 - 600 m diatas permukaan laut dengan rata-rata suhu harian 25-35°C .

Berdasarkan permasalahan tersebut, pada penelitian ini akan dibuat sebuah alat sistem otomasi penyiraman pada tanaman jahe berbasis arduino yaitu kit elektronik atau papan rangkaian elektronik open source yang di dalamnya terdapat komponen mikrokontroler jenis AVR, penyiraman ini diharapkan mempermudah pekerjaan petani dalam hal penyiraman serta bisa mengetahui tingkat suhu, kelembaban udara, dan kelembaman tanah melalui modul lcd 16 x 2 karakter.

2.

Landasan Teori

2.1 Suhu dan Kelembaban.

Hubungan suhu dan kelembaban udara maupun tanah sangat berkaitan. Apabila suhu udara berubah, maka kelembaban tanah dan udara pun turut berubah. Semakin sedikit volume air pada tanah dapat menyebabkan suhu udara meningkat. Hal ini dikarenakan kandungan air dalam tanah dan di udara tidak dapat mempertahankan suhu dan kelembaban. Oleh karena itu, penambahan volume air sangat erat hubungannya dengan ketersediaan air dalam tanah.

2.2 Sensor Suhu dan kelembaban udara DHT 11

(25)

12

Ukuran sensor yang kecil, kebutuhan komsumsi daya yang rendah dan mampu mentransmisikan outputnya dalam jarak 20 meter.

a) Range deteksi 0°C sampai dengan +50°C

b) Dioperasikan pada tegangan 3,5 VDC sampai dengan 5 VDC.

Gambar 1. Sensor suhu dan kelembaban udara DHT11

2.3. Sensor Soil Moisture (Kelembaban Tanah)

Sensor soilmoisure adalah sensor kelembaban tanah yang bekerja dengan prinsip membaca jumlah kadar air dalam tanah disekitarnya. Sensor ini mampu membaca kadar air yang memiliki 3 kondisi yaitu [SSM-13]:

1. 0 ~300 : tanah kering 2. 300 ~700 : tanahlembab 3. 700 ~950 :didalamair

Sensor ini memiliki 3 pin yang terdiri dari pinground,5v dan data. Pada Gambar 2.2 dijelaskan mengenai pin sensor soilmoisure serta Gambar 7 mengenai sensor soilmoisture.

Gambar2.Konfigurasi pin soilmoisture dan sensor soil moisture

2.4 Mikrokontroler Arduino

Arduino adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik open source yang di dalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler dengan jenis AVR dari perusahaan Atmel.Bahasa pemrograman Arduino adalah bahasa C.

Gambar 3. Tampilan papan Arduino UNO dari atas

2.5 Modul Relay

Relay adalah saklar magnetik yang memiliki beberapa terminal. Beberapa terminal tersebut berupa terminal NO (Normally Open)dan NC (Normally Close).

Gambar 4. Relay

2.6 Pompa Air

Sesuai namanya, pompa air listrik ini penggunaannya dicelupkan ke dalam air. Penggunaan yang umum adalah pompa air yang dipakai dalam aquarium untuk mengalirkan air ke tempat penyaringan air sehingga air aquarium terjaga kejernihannya untuk waktu yang lebih lama.

(26)

13

2.7 Liquid Crystal Display (LCD)

LCD (Liquid Crystal Display) adalah tampilan visual elektronik yang menggunakan sifat modulasi cahaya kristal cair (LC). Setiap pixel dari LCD biasanya terdiri dari lapisan molekul selaras antara dua transparan elektroda, dan dua polarisasi filter, dengan sumbu transmisi yang saling tegak lurus.

Gambar 6.LCD ( Liquid Cristal Display

3.

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Analisa Sistem

Saat ini penyiraman tanaman jahe umumnya dilakukan secara manual atau dengan cara menyemprotkan air pada tanaman tersebut, maka untuk memudahkan penyiraman tanaman jahe tersebut diperlukan alat atau rangkaian penyiraman tanaman jahe secara automatis, dengan memanfaatkan sensor kendali suhu kelembaban beserta kelembaban tanah yang sudah terdapat pada skala bidang tanaman.

Gambar 7. Blok diagram sistem kendali penyiram tanaman otomatis.

Tabel 1 Pengalamatan Pin Input

No. Alamat Pin Input

1. A0 / PC.0 SENSOR DHT11 2. A1 / PC.1 SENSOR SOIL MOISTURE 3. SDA DAN SCL (PC.4 dan PC.5) RTC DS1307

Tabel 2 Pengalamatan Pin Output

No. Alamat Pin Output

1. PD.2 LCD

2. PD.3 LCD

3. PD.4 LCD

4. PD.5 LCD

5. PB.3 LCD

6. PB.4 LCD

7. PB.2 RELAY

3.2 Perancangan Sistem

Adapun untuk perancangan sistem ini meliputi antara lain perancangan software dan perancangan hardware.

3.2.1. Perancangan Program pada mikrokontroller arduino

Pada perancangan program mikrokontroler arduino digunakan program bahasa c dan menggunakan software Arduino ide. Berikut ini adalah gambar dari software arduino ide.

(27)

14

Gambar 8.Software Arduino Ide

3.2.2. Flowchart program pada mikrokontroller arduino

Gambar 9.Flowchart program mikrokontroller arduino

3.2.3. Display

Display / tampilan merupakan sarana hubungan antara mikrokontroller dengan user, layaknya sebuah layar monitor pada sebuah PC, dengan display dapat ditampilkan hasil kerja dari mikrokontroller arduino, status dari sensor, atau aktuator atau bentuk-bentuk tampilan yang menarik seperti huruf berjalan, gambar dan sebagainya.

Gambar 10. Skematik Pemasangan Display

3.2.4. Relay

(28)

15

Gambar 11 Rangkaian Relay

3.2.5. Sensor DHT 11 ( suhu dan kelembaban udara )

Sensor DHT 11 pada rangkaian digunakan sebagai pengukur suhu dan kelembaban yang nantinya diprogram pada mikrokontroller arduino dan ditampilkan melalui lcd 16 x2.

Gambar 12 Rangkaian Sensor DHT11

3.2.6. Sensor Soil moisture ( kelembaban tanah )

Sensor Soil moisture pada rangkaian digunakan sebagai pengukur kelembaban tanah yang nantinya diprogram pada mikrokontroller arduino dan ditampilkan hasil kelembabannya melalui lcd 16 x2.

Gambar 13. Rangkaian Sensor Soil moisture

3.2.7. RTC DS1307

RTC DS1307 pada rangkaian digunakan sebagai pewaktu atau timer yang nantinya diprogram pada mikrokontroller arduino dan ditampilkan bentuk jam dan tanggal bulan tahun melalui lcd 16 x2.

Gambar 14. Rangkaian RTC DS1307

3.2.8. Rangkaian keseluruhan

(29)

16

Gambar 15. Rangkaian keseluruhan

KeteranganGambar15 :

1. Sumber tegangan diperoleh dari adaptor 9-12 volt dc yang nantinya digunakan untuk mensupply pada rangkaian mikrokontroller arduino.

2. Input terdiri dari Sensor suhu DHT 11, Sensor kelembaman tanah (soil moisture)dan RTC DS-1307. 3. Arduino UNO berfungsi sebagai otak pada sistem penyiraman tanaman secara otomatis.

4. Output dari Arduino UNO adalah modul relay dan lcd sebagai penampil waktu serta modul relay untuk menggerakkan pompa air.

4.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1Pengujian Alat

Pengujian alat dalam bab ini meliputi 2 bagian yaitu: 1. Pengujian Hardware

2. Pengujian Software

4.1.1 Pengujian Hardware

Pada pengujian hardware ini ditunjang beberapa rangkaian serta komponen hardware diantaranya adalah : 1. Gambar Rangkaian Schematic dan Lay out PCB

Pada rangkaian schematic ini digunakan beberapa komponen hardware serta untuk merealisasikannya maka digunakan software Proteus Versi 8.1

2. Gambar dan Design Mekanik

Pada pengujian konstruksi mekanik digunakan bahan dasar akrilik/mika.

4.1.2 Pengujian Software

Program yang digunakanadalahbahasa C denganArduino IDEsebagai software compilernya. Flowchart yang menunjukan aliran kerja dari program yang dimasukkan kedalam Mikrokontroler Arduino ditunjukkan oleh Gambar 19.

(30)

17

4.2 PengujianAlat

Adapun pengujian yang dilakukan sebagai berikut: 1. Pengujian mikrokontroler arduino 2. Pengujian LCD

3. Pengujian sensor 4. Pengujian relay 5. Pengujian software 6. Pengujian keseluruhan

4.2.1 Pengujian Mikrokontroler Arduino

Mikrokontroller arduino dapat diuji dengan menggunakan program dan rangkaian sederhana. Program dan rangkaian dibuat untuk memastikan semua pin pada mikrokontroller masih berfungsi. Program pengujian yang paling sederhana dapat menggunakan program untuk menyalakan led.

Gambar 17.Pengujian Mikrokontroller Arduino Uno

4.2.2 Pengujian Sensor

Pada pengujian sensor, dilakukan pengujian dengan cara mengatur potensio sebagai perumpamaan pada sensor kelembaman tanah, sedangkan pada sensor suhu dan kelembaban udara sudah menjadi satu modul. Untuk menguji ketiga sensor tersebut maka dibuatlah led sebagai output yang dihasilkan oleh ketiga sensor . Pada saat sensor mendeteksi suhu, kelembaban udara maupun kelembaman tanah maka output sensor akan mengeluarkan tegangan 5 volt atau berlogika 1. Dan pada saat sensor tidak mendeteksi, maka output sensor mengeluarkan tegangan 0 volt atau berlogika 0.

Gambar 18.Rangkaian Sensor suhu, kelembaman udara dan kelembaman tanah

4.2.3 Pengujian Relay

Relay akan diuji dengan menggunakan sumber tegangan 5 Volt untuk menyalakan pompa air dan led, jika NO (Normally Open) maka hidup dan jika NC (Normally Close) mati, jika tidak sesuai dengan hal itu maka relay tersebut rusak atau terjadi kesalahan pada pemrograman.

(31)

18

Gambar 20.Pengujian Relay Kondisi NO

Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3Pengujian Relay

No. Keluaran Pompa air dan Led

1. NO (Normally Open) Hidup 2. NC (Normally Close) Mati

4.2.4 Pengujian Software

Pengujian software dilakukan dengan cara :

1. Menulis intruksi program dengan bantuan software Arduino IDE versi 1.6,4.

2. Memasukkan hasil compiler kedalam mikrokontroller arduino dengan cara klik upload (gambar panah kesamping) pada software arduino IDE.

Gambar 21. Hasil Compiler Program

4.2.5 Pengujian Keseluruhan

Pada pengujian alat ini ada langkah–langkah pengujian yang di lakukan yaitu sebagai berikut : 1. Menyalakan power AC dan adaptor DC.

2. Menempatkan sensor dan pompa pada tempatnya.

3. Tunggu hingga kondisi suhu, kelembaban udara dan kelembaban tanah sampai pada batasnya. 4. Jika sampai batasnya maka pompa air akan menyala selama beberapa detik.

Tabel 4 Hasil Pengamatan Penyiraman Pada Tanaman Jahe

No Pengamatan Respon Hasil

1 Bila menyalakan power AC dan adaptor DC

Lampu power dan LCD 2x16

menyala

Menampilkan nama dan nim selama beberapa detik

2 Bila menempatkan sensor dan pompa pada tempatnya Sensor membaca dengan baik dan normal Menampilkan pembacaan sensor dengan baik dan normal pada layar lcd

3 Bila kondisi suhu, kelembaban udara dan kelembaban tanah sampai pada batasnya Pompa air akan menyala selama beberapa detik

(32)

19

Gambar 22. Start Awal

Gambar 23. Pembacaan Sensor Secara Menyeluruh

Gambar 24. Penyiraman Tanaman

4.3 Analisa Hasil Pengujian

Hasil pengujian dapat dilihat dalam gambar grafik perhari mengalami perubahan suhu, kelembaban udara maupun kelembaban tanah pada saat siang hari yaitu antara jam 10.00 s/d 13.20 wib. Pada pengujian hari ke 1, 3, 6, 9 tidak mengalami penyiraman dikarenakan kelembaban tanah masih stabil di nilai 500 ke atas dan artinya tanah masih lembab. Pada pengujian 2, 4, 5, 7, 8, 10 mengalami penyiraman dikarenakan kelembaban pada tanah dibawah nilai 500 dan artinya tanah itu kering sehingga secara otomatis dilakaukan penyiraman selama beberapa detik. Dari pengujian yang sudah dilakukan di ruang terbuka maupun tertutup terdapat perbandingan yang begitu besar salah satunya jika dilakukan pengujian di ruang terbuka daun menguning serta tanah mengalami kekeringan lebih cepat dibandingkan dengan pengujian di ruang tertutup, sehingga dengan adanya perbandingan tadi pengujian dilakukan di ruangan tertutup.

5.

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan proses pengujian system otomasi penyiraman selama 10 hari maka secara keseluruhan dapat disimpulkan antaralain :

1. Pada pengujian selama 10 hari terdapat perubahan suhu dan kelembaban udara yang begitu besar mencapai 30-38 pada kondisi suhu, 50-30% pada kondisi kelembaban udara yaitu di saat siang hari pada jam 10.00 – 13.20.

2. Pada pengujian hari ke 1, 3, 6, 9 belum terjadi proses penyiraman dikarenakan kelembaban tanah masih tergolong lembab atau kelembaban tanah masih bernilai diatas 500 Adc.

3. Pada pengujian hari ke 2, 4, 5, 7, 8, 10 terjadi proses penyiraman dikarenakan tanah tergolong kering atau nilai kelembaban tanah dibawah 500 Adc.

5.2 SARAN

(33)

20

DAFTARPUSTAKA

[1] Agoes Azwar,2010. Tanaman obat Indonesia jilid 1.Salemba Medika. Jakarta. [2] Agung Bangun.M, 2014. Arduino For Beginners, TugasAkhir, Surya Unversity.

[3] Anonim,1998.Specification of AA16205 (LCD).Agena Display tech Ltd.

http://www.agena.com.hk/product/products-char.htm.

[4] Budi Prakoso Sigit, 2012. Sistem Pemberian Air Otomatis Pada Tanaman Dengan Notifikasi Via Twitter Berbasis Arduino, Tugas Akhir, Institut Teknologi Telkom.

[5] Emir Nasrullah, Agus Trisanto, Lioty Utami, 2011. Rancang Bangun Sistem Penyiraman Tanaman Secara Otomatis Menggunakan Sensor Suhu Lm 35 Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535, Jurnal Rekayasa danTeknologi Elektro, Volume 5, No. 3, September 2011.

[6] Harimurti Triana, 2012. Perancangan Sistem Penyiraman Air Otomatis Berbasis Mikrokontroler, TugasAkhir, Institut Teknologi Telkom.

[7] K.Hariadi Tony, 2007, Sistem Pengendali Suhu, Kelembaban Dan Cahaya Dalam Rumah Kaca, Jurnal IlmiahSemestaTeknika, Vol. 10, No. 1, 2007: 82 – 93.

[8] Kustija Jaja, 2012. Modul Sensor danTranduser, ModulKuliahUniversitasMercubuana.

[9] Stevanusdan D. Setiadi karunia, 2013. Alat Pengukur Kelembaban Tanah Berbasis Mikrokontroler Pic 16f84,Indonesian Journal of Applied Physics, Vol.3 No.1 halaman 36.

(34)

21

IMPLEMANTASI SENSOR PIR UNTUK PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA

RUANG KELAS DI UMSIDA

Mochammad Ilyas1, Dwi Hadidjaja2, Indah Sulistiyowati3

1,2,3Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

ABSTRAK

Seiring dengan perkembangan zaman teknologi yang semakin canggih, sampai saat ini peralatan elektronik dapat mengubah asal panduan hidup manusia untuk otomatis. Masih banyak rumah, sekolah, perguruan tinggi dan kantor masih menggunakan pengaturan listrik secara manual dan dapat menyebabkan lupa waktu ketika pembayaran menjadi bengkak, dan juga dapat mengakibatkan hubungan pendek (korsleting), dan lebih buruk lagi sampai terjadi kebakaran. Ruang kelas UMSIDA di setiap kelas masih menggunakan sistem manual, kadang-kadang sering lupa untuk mematikan lampu sampai pagi berikutnya. Karena sering lupa ketika lampu mematikan lampu lalu cepat-cepat putus. Hal ini juga dapat mengakibatkan kerusakan peralatan seperti proyektor, AC, dan kipas angin. Dan juga akan menghasilkan kehidupan yang berguna pendek.

Dalam penelitian ini, sistem otomatisasi listrik untuk kelas UMSIDA. Dengan menggunakan mikrokontroler sebagai keberadaan manusia control di kelas atau lorong bangunan UMSIDA. Mikrokontrolel digunakan dalam penelitian ini adalah ATmega16 dan Sensor PIR (Passive Infra Red). Sistem kontrol ini hasil aplikasi yang sangat baik di daerah yang terlingkup radius sensor PIR, yang kemudian dilakukan proses dengan ATMega untuk pemutusan listrik secara otomatis dalam waktu 3,45 menit.

Kata kunci: Mikrokontroler, Sensor, PIR

1.

Pendahuluan

Listrik didalam gedung kampus UMSIDA kini masih diatur secara manual atau masih memakai stop kontak, terkadang juga masih lupa untuk meng-offkan disiang atau pas tiada penghuni disekitarnya, ini semua menyebabkan biaya pembayaran listrik semakin mahal dan lampu cepat rusak karena lupa mematikan listrik didalam gedung atau diruangan (karena lampu semakin panas dan akhirnya woldfram pun putus).

Dengan menggunakan sensor otomatis PIR, maka pemborosanenergi listrik harus dicegah, karena pasokan daya listrik PLN semakin berkurang [9]. Dengan memanfaatkan teknologi yang semakin canggih ini, Masyarakat pun melakukan berbagai cara untuk bisa menghemat pemakain listrik. Salah satunya adalah penggunaan Wireless Sensor [10]. Penghematan dapatdilakukan dengan perbaikan kualitas daya, pemilihan lampu hemat energi, pemakaian peralatan untuk perbaikan efisiensi maupun energi manejemen system (EMS). Kualitas daya yang baik dengan perbaikan power factor (cos φ) akan memperbaiki drop tegangan mencapai 5 sampai 30% tergantung jenis beban yang digunakan. [8].

Denganpermasalan tersebut, sensor ultrasonik bisa memberikan jalan lebih mudah untuk menjaga keamanan dan memperingan biaya pembayaran listrik dengan cara mengontrol kehadiran manusia yang datang diarea tersebut dan meng-On/Off kan listrik secara otomatis.

Berdasarkan hal tersebut maka dibuatlah penelitian di UMSIDA yang diberi judul “Implemantasi Sensor PIR Untuk Penghematan Energi Listrik Pada Ruang Kelas Di Umsida”. Dengan sistem seperti ini dibuat untuk mendeteksi manusia yang ada disekitarnya.Sewaktu ada manusia disekitarnya listrik akan nyala dan waktu ditinggalkan listrik akan padam secara otomatis.

Bagaimana melakukan penghematan energi listrik jika lalai memadamkan dan cara mengaplikasikan mikrokontroler pada penghematan energi di gedung lantai 4 UMSIDA. Dengan menggunakan sensor PIR maka dapat diaplikasikan sebagai penghematan energi listriksecara keseluruhan pada gedung UMSIDA.

(35)

22

2.

Metodologi Penelitian

1. PIR (Passive Infrared)

Sensor PIR (Passive Infra Red) adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya pancaran sinar infra merah. Sensor PIR bersifat pasif, artinya sensor ini tidak memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima radiasi sinar infra merah dari luar. Bentuk sensor PIR ditunjukkan dalam Gambar 1.

Gambar 1. Sensor PIR [2] Sensor PIR terdiri dari beberapa bagian dan uraiannya sebagai berikut:

1.

Lensa Fresnel

2.

Penyaring Infra Merah

3.

Sensor Pyroelektrik

4.

Penguat Amplifier

5.

Komparator

Blok diagram sensor PIR ditunjukkan dalam Gambar 2.

Gambar 2. Blok Diagram Sensor PIR [2]

2. Arsitektur Mikrokontroler AVR RISC

Gambar 3. Arsitektur Mikrokontroler AVR ATmega 16 [3]

(36)

23

kompleksitas pada address. Mikrokontroler AVR menggunakan arsitektur Harvard dengan memisahkan memori dan jalur Bus untuk program dan data agar meningkatkan kemampuan karena dapat mengakses program memori dan data memori secara bersamaan. Mikrokontroler AVR dapat mengeksekusi beberapa instruksi sekali jalan (single cycle). 6 dari 32 register yang ada dapat digunakan sebagai indirect addres pointer 16 bit untuk pengalamatan data space, yang memungkinkan penghitungan alamat yang efisien.

3. Perancangn Blok Diagram

Perancangan blok diagram untuk keberadaan objek manusia dengan menggunakan rangkaian PIR yang di implementasikan pada ruang kelas UMSIDA ditunjukkan seperti Gambar 4.

Gambar 4. Perancangn blok diagram rangkaian sensor PIR

4.

Hasil dan Pengujian

1. Pengujian Catu Daya Sistem

Pengujian rangkaian catu daya sistem bertujuan untuk mengetahui kesesuaian keluaran rangkaian catu daya. Pengujian dilakukan dengan menghubungkan masukan rangkaian catu daya dengan sumber DC konstan. Pemeriksaan dilakukan dengan menghubungkan masukan dan keluaran rangkaian catu daya dengan voltmeter untuk diketahui nilai tegangannya. Diagram blok rangkaian pengujian rangkaian catu daya ditunjukkan dalam Gambar 5.dan 6.

Gambar 5. Diagram blok rangkaian pengujian rangkaian catu daya

Gambar 6. Diagram blok rangkaian pengujian rangkaian catu daya

Dari pengujiantersebut tegangan input dari transformator ke catu daya sistem berupa tegangan AC sebesar 45mV dan tegangan output yang dihasilkan oleh catu daya sistem menghasilkan tiga output yaitu ±5Vdc, ±12Vdc, ±24Vdc dengan kenaikan 2.64%. Tegangan ±5Vdc digunakan untuk supplyminimum sistem mikrokontroler, Tegangan ±12Vdc digunakan untuk supply Relay.

2. Pengujian Mikrokontroler

(37)

24

Gambar 7. Pengujian mikrokontroler Tabel 1. Pengujian mikrokontroler

Pengujian Mikrokontroler No Bit 0 Bit 1 1 0 0 2 1 0 3 0 1 4 1 1

Dari Tabel 1. dapat dijelaskan setiap 3 detik relay akan ON secara bergantian mulai dari bit 0 sampai dengan bit 1. Dari pengujian bahwa kondisi hardware dalam keadaan normal (tidak mengalami kerusakan).

3. Pengujian Software

Pengujian software di lakukan dengan cara:

a) Setelah pembuatan program selesai, klik compile pada LDmicro untuk memastikan program tidak ada yang error. Bentuk proses compile ditunjukkan dalam Gambar 8.

Gambar 8. Compile Program

b) Menghubungkan Mikrokontroler dengan USB Downloader ke komputer dengan sofware PogISP.

c) Memastikan dengan read signature untuk mengetahui mikrokontroler dengan komputer benar-benar terhubung. d) Program atau file HEX dimasukkan kedalam Microkontroler dengan menggunakan USB Downloader dengan cara

load flash.

4. Pengujian Hardware

Pengujian hardware di lakukan dengan cara menghitung waktu proses keberadaan manusia terhadap sensor PIR. a) Pengukuran amper pada output/beban

(38)

25

P V

9

220 0.04

Keterangan

I = Arus (Ampere) P = Daya (wat) V = Tegangan (Volt)

Gambar 9. Pengukuran amper beban output b) Pengujian Jarak dan Waktu Sensor PIR

Proses penghitungan waktu sensor dilakukan untuk mengetahui durasi sensor terhadap mikrokontroler agar output dapat diketahui waktu on-offnya. Dalam percobaan selama 40 detik, bila tidak ada pergerakan maka output akan off, akan tetapi kalau tetap ada pergerakan maka output akan on selama pergerakan tersebut ada. Hasil Proses pengujian ditunjukkan dalam Tabel 2.

Tabel 2. Hasil Pengujian sensor PIR No. Jarak (m) Waktu (dtk) Keterangan 1 1 1 : 03’94” On 2 1,5 1 : 09’34” On 3 2 1 : 08’86” On 4 2,5 1 : 04’33” On 5 3 1 : 09’01” On 6 3,5 1 : 12’18” On 7 4 1 : 09’88” On 8 4,5 1 : 10’15” On 9 5 1 : 13’55” On 10 5,5 1 : 18’66” On 11 6 -” Off 12 6,5 -” Off

(39)

26

Gambar 10. Hasil uji sensor terhadap manusia dengan jarak 5,5 meter

Gambar 11. Hasil uji sensor terhadap manusia dengan jarak 6,5 meter

5. Perhitungan pemakaian listrik

Dengan penggunaan sensor PIR pada pemakaian listrik di gedung lantai 4 Fakultas Teknik UMSIDA, maka perlu dilakukan perhitungan biaya yang wajib dibayar oleh pihak UMSIDA ke PLN setiap bulannya. Besaran biaya listrik yang dikenakan sangat tergantung dari jumlah pemakaian. Cara menghitung bila kebutuhan listrik di gedung lantai 4 Fakultas Teknik UMSIDA secara keseluruhan hidup semua selama 1 (satu) hari penuh karena lupa mematikan, maka daya yang dipakai adalah

∑ Lampu = 22 buah x 40 w = 880 w

∑ Proyektor = 8 buah x 300 w = 2400 w

∑ Kipas Angin = 8 buah x 80 w = 640 w

∑ daya total = ∑ daya lampu + ∑ daya proyektor + ∑ daya kipas angin = 3920 w Pemakaian listrik selama jam kuliah selama 11 jam per hari yang terdiri dari:

Untuk kuliah pagi = 5 Jam Untuk kuliah sore = 6 Jam

(40)

27

Bila menggunakan sensor PIR terhadap keberadaan manusia, maka dapat menghemat pemakaian listrik sebesar 54,17 % dalam satu hari. Bila tidak menggunakan sensor PIR dan lupa mematikan listrik maka pemakaian listrik akan menjadi 100% per hari.

5.

Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan

Dari hasil pengujian alat maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

a) Dengan mengimplementasikan mikrokontroler Atmega16, maka penghematan energi dapat bekerja dengan baik pada saat terjadi kelalaian pemadaman, walaupun waktu pengujian terdapat beberapa kesalahan, namun hal tersebut sudah berhasil diatasi. Sehingga alat tersebut bekerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dan dapat menghemat pemakaian listrik sebesar 54,17%.

b) Ketika sensor tidak mendapatkan input berupa gerakan maka sensor berlogika 0 sehingga output off. Dan sebaliknya jika sensor mendapatkan inputan berupa gerakan maka sensor berlogika 1 dan memerintahkan mikrokontroler untuk mengaktifkan output berlogika 1 atau on. Sensor bekerja selama ±40 detik, apabila terus menerus ada gerakan maka sensor akan tetap berlogika 1 sehingga lampu/output terus on.

2. Saran

a) Kepresisian alat ini akan jauh lebih baik apabila menggunakan mikrokontroller dan menerapkan dua sensor b) Bila dikembangkan alat tersebut dapat menghemat biaya dan waktu dari sistem manual menjadi sistem otomatisasi c) Keuntungan alat ini dapat di rasakan apabila di implementasikan pada kondisi ruangan bila tidak ada objek mahluk

hidup yang memiliki suhu panas sesuai dengan suhu tubuh manusia

Daftar Pustaka

[1] Ahmad, Rahman, 2002, ‘Keterampilan Elektronika 1’, Geneca Exact. Bandung. [2] Rifqy Bagus, 2008,’Cara Kerja Sensor PIR. diaksespada tanggal 07 Juni 2015 [3] Junaidi, 2012,’Minimum SistemATMega16’, diakses pada tanggal 13 Mei 2014

[4] Hari Sasongko, Bagus, 2012, ‘Pemrograman Mikrokontroler dengan Bahasa C‘, C.V ANDI OFFSET, Yogyakarta [5] Hery, Andrianto, 2013, ‘Pemrograman Mikrokontroler AVR ATMega16 menggunakan Bahasa C

(CodevisionAVR)’, Copyright ©2013 Informatika, Bandung.

[6] Iswanto. 2011, ‘Belajar Mikrokontroler AT89S51 dengan Bahasa C’, C.V ANDI OFFSET, Yogyakarta.

[7] Webster, John G., 1999, ’The Measurement, Instrumentation, And Sensors Handbook’, Hal.32–113. ISBN978-0-8493-8347-2.

[8] Hendik Eko H S, 2010,’Teknik Pengurangan Arus Inrush dan Pengurangan Harmonisa Pada Kapasitor Bank Untuk Beban Non Linier’, diakses pada tanggal 13 Mei 2014

[9] Tri Wibowo, 2011,’Sensor Kehadiran Orang Sebagai Saklar Otomatis Suatu Ruangan’,diakses pada tanggal 13 Mei 2014

(41)

28   

DETEKSI WAJAH DENGAN PEMINDAI KINECT XBOX 360

MENGGUNAKAN MICROSOFT KINECT SDK DAN WPF C#

Indra Prasetyanto1, Cahyo Darujati2, Agustinus Bimo Gumelar3

1,2,3Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Narotama 1[email protected]

ABSTRAK

Seiring perkembangan teknologi, sensor pendeteksi gerakan tubuh manusia semakin canggih. Salah satu alat keluaran Microsoft yang bernama Kinect dianggap mampu untuk mengaplikasikan teknologi tersebut. Dalam penelitian ini menghasilkan identifikasi visual gerakan kepala secara waktu-nyata di lapangan. Kinect mengambil data wajah sang user secara mendetail agar didapat data pergerakan wajah pengguna, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa pemrograman C#. Hasil penelitian ini dapat mendeteksi dan mengidentifikasi gerakan kanan, kiri, tengah dan atas beserta derajatnya.

Kata kunci : KINECT, Deteksi Wajah, WPF, C#

1.

Pendahuluan

Perkembangan teknologi saat ini berkembang dengan pesat, dimana teknologi tersebut dibuat agar memudahkan manusia melakukan aktivitasnya. Oleh sebab itu banyak para ilmuwan berusaha agar menemukan inovasi maupun ide pemikiran untuk membuat perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) yang dapat memperingan pekerjaan manusia. Microsoft yang merupakan salah satu perusahaan innovator telah merilis alat bernama Kinect .

Awalnya Kinect ditujukan sebagai support device untuk perangkat permainan Xbox 360. Namun pada tanggal 1 Februari 2012, Microsoft merilis Kinect versi Windows[1]. Setelah sebelumnya Microsoft merilis terlebih dahulu non-comercial Software Development Kit (SDK) untuk Kinect pada tanggal 16 Juni 2011[2].

Dengan memanfaatkan salah satu teknologi Microsoft ini, maka dimulailah penelitian yang memfokuskan kepada deteksi wajah dengan menggunakan Kinect. Agar dapat mengetahui dan mengidentifikasi gerakan kepala baik kanan, kiri, tengah dan atas beserta derajatnya.

2.

Tinjauan Pustaka

2.1 Microsoft Kinect

Kinect adalah sensing input device untuk konsol game Xbox360 (diterbitkan November 2010) dan untuk Windows (diterbitkan Februari 2012). Dengan menggunakan webcam yang dimiliki oleh kinect, user tidak perlu lagi memegang / menggunakan game controller untuk bermain Xbox360[3]

2.2 Microsoft Visual C#

Microsoft Visual C# adalah salah satu bahasa pemrograman terkuat milik Microsoft. C# komponen terpenting didalam arsitektur Microsoft .NET framework, dan sebagian orang sering membandingkan bahasa C tersebut didalam UNIX development.[4]

2.3 AAM (Active Apperance Model)

Active Apperance Model (AAM) adalah sebuah algoritma untuk mengepaskan model generatif bentuk dan tampilan objek untuk gambar input. AAM memungkinkan untuk mendapat data secara akurat, waktu-nyata dalam melacak wajah manusia secara 2 dimensi dan diperpanjang menjadi 3 dimensi dengan membatasi secara pas linear 3D morphable model.[5]

3.

Metodologi Penelitian

(42)

29   

Gambar 3.1 Flowchart Penelitian

3.1 Mulai

Pertama tama dengan diawali dengan berdoa, penulis mempersiapkan laptop dengan spesifikasi prosesor Intel Core I3, memori RAM 4GB, kapasitas Harddisk 500 GB, dan VGA 2GB untuk melakukan penelitian ini.

3.2 Studi Literatur

Setelah mempersiapkan perangkat komputer yang dibutuhkan, penulis melakukan studi literatur untuk mempelajari ilmu materi yang berkaitan dan mendukung penelitian. Ilmu yang dipelajari antara lain mengenai system dari Kinect, mempelajari bahasa C# WPF, dan mengenal tentang program visual studio 2010.

3.3 Uji Deteksi Wajah

Dengan berbekal materi yang diperoleh sebelumnya, maka saatnya untuk mengetahui apakah perangkat Kinect ini dapat mendeteksi wajah yang tertangkap. Dalam kinect terdapat modul titik wajah yang menggunakan metode Active Apperance Mode (AAM) sehingga memungkinkan wajah yang tertangkap dapat diambil dan diolah datanya.

3.4 Inisiasi Titik Wajah

Hasil deteksi wajah yang berhasil ditangkap Kinect kemudian diolah agar diketahui titik - titik wajah yang akan dideteksi. Titik tersebut antara lain terletak di dahi, sisi wajah sebelah kanan dan kiri, dagu, serta titik tengah hidung.

3.5 Pengenalan Gerakan Kepala dan Derajatnya

Setelah titik wajah sudah diinisiasikan maka pada tahap selanjutnya adalah pendefinisian kapan gerakan kepala disebut ke kanan, ke kiri, tengah maupun ke atas.

Semua pendefinisian baik derajat dan jenis gerakan dibantu dengan pembanding antar titik yang telah diinisiasikan sebelumnya.

Rumusan derajatnya dapat digambarkan sebagai berikut. 1

Dimana adalah besar derajat, α dan adalah derajat sekarang dan derajat maksimal.

3.6 Selesai

(43)

30   

4.

Hasil dan Pembahasan

4.1 Deskripsi Umum Perangkat Lunak

Modul Hasil Gerakan berinteraksi dengan modul lain dalam pendeteksi gerakan kepala dan derajat secara real time. Seperti blok diagram pada Gambar 4.1.

Modul Hasil Gerakan dapat menampilkan keterangan gerakan kepala beserta derajatnya. Proses memberi keterangan hasil dibagi menjadi empat kategori Hasil Gerakan, yaitu Kanan, Kiri, Tengah, dan Atas.

Gambar 4.1. Blok Diagram Pendeteksi Gerakan Kepala dan Derajat secara waktu-nyata

Sedang untuk proses mengetahui derajat arah pergerakan kepala berdasarkan asumsi untuk total derajat gerakan kepala kekanan kekiri 180 derajat.

4.2 Arsitektur Perangkat Lunak

Dalam penelitian ini, modul yang akan digunakan adalah modul untuk menampilkan hasil gerakan kepala dari hasil inisiasi point wajah terhadap pemain menggunakan sensor Microsoft Kinect.

Untuk arsitektur sistem dari perangkat lunak dapat di ilustrasikan pada Gambar 4.2. Dalam modul pendeteksi gerakan kepala dan derajat waktu-nyata ini terdapat tiga aktor, yaitu pengguna, modul pembaca gerakan secara waktu-nyata, dan modul inisiasi point wajah. Dimana masing – masing memiliki fungsionalitas yang berbeda.

Gambar 4.2. Arsitektur sistem Modul Hasil Gerakan

4.3 Implementasi Uji Deteksi Wajah

Proses mengenali wajah dengan Kinect dimulai pada saat pengguna memulai program dan wajah pengguna berhasil dibaca. Program akan memanggil modul facetracking milik microsoft Kinect kemudian diolah, dan hasilnya ditampilkan dengan menandai Setelah berhasil dibaca, maka wajah pengguna akan ditandai dengan kotak transparan. Seperti yang digambarkan pada Gambar 4.3.

(44)

31   

4.4 Implementasi Inisiasi Titik Wajah

Dalam penginisiasian wajah, akan ada perubahan yang mana awal pendeteksian adalah berbentuk kotak menjadi titik – titik yang terdapat di titik tertentu wajah. Seperti pada Gambar 4.4, titik tersebut diatur agar mengunci titik tertentu wajah untuk didapatkan data pergerakan pengguna yang kedepannya akan diproses lebih lanjut.

Gambar 4.4. Titik Wajah

4.5 Implementasi Pengenalan Gerakan Kepala dan Derajatnya

Dalam pengenalan gerakan kepala dan derajatnya ini, program mulai membandingkan data yang diperoleh dari titik – titik tertentu yang terdapat di wajah. Hasil pembandingan tadi maka akan dipilah berdasar jenis arah gerakan kepala.

Gambar 4.5. Jenis Gerakan Kepala dan Derajat,(a) Kiri 72 derajat; (b) Kanan 71 derajat; (c) Tengah ~ Atas 6 derajat; (d) Kanan 8 derajat ~ Atas 13 derajat

Jenis arah gerakan kepala antara lain, kanan, kiri, tengah dan atas, seperti yang terdapat pada Gambar 4.5. Sedang untuk memperoleh derajat pergerakan, maka untuk derajat gerakan kanan kekiri diasumsikan maksimal sebesar 180 derajat dan untuk derajat arah keatas diasumsikan maksimal 90 derajat

5.

Kesimpulan

(45)

32   

2. Modul Hasil Gerak telah berhasil melakukan kalibrasi terhadap titik wajah pengguna, hal ini ditujukan agar gerakan kepala yang dilakukan pengguna bisa teridentifikasi dengan modul inisiasi wajah

3. Modul Hasil Gerak telah berhasil melakukan fungsi utama, yaitu mencocokkan gerakan kepala serta mengklasifikasikan menjadi 4, yaitu kanan, kiri, tengah, atas.

4. Modul Hasil Gerak telah berhasil melakukan integrasi dengan Modul Inisiasi poin wajah dan Modul pembaca gerakan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Microsoft. Kinect for Windows. n.d http://www.microsft.com/en-us/kinectforwindows/ (diakses November 2014) [2] Microsoft Research. Februari 2011.

http://research.microsoft.com/en-us/news/features/kinectforwindowssdk-022111.aspx (diakses November 2014)

[3] Jarett Webb, James Ashley. Beginning Kinect Programming with the Microsoft Kinect SDK. Apress, 2012. [4] John Sharp.Microsoft Visual C# 2008 Step by Step.Microsoft Press.2008

(46)

33   

RANCANG BANGUN DESAIN MOTIF BATIK MENGGUNAKAN METODE

ALGORITMA GENETIKA

Sugito Muzaqi1, Cahyo Darujati2, Bimo Gumelar3 1,2,3Fakultas Ilmu Komputer Universitas Narotama

[email protected]

ABSTRAK

 

Batik adalah sebuah seni tekstil yang sangat terkenal di Indonesia. Bahkan, hampir setiap daerah di Indonesia memiliki desain batik masing-masing. Akan tetapi, Batik yang berkualitas bagus memiliki harga yang mahal dan diproduksi dalam jumlah yang terbatas. Sehingga, muncul sebuah ketertarikan apakah motif Batik dapat diproduksi lewat teknologi komputer. Salah satu teknologi tersebut berusaha menjawab tantangan tersebut adalah Evolutionary Art System (EAS). Metode ini merupakan gabungan antara Evolutionary Computation (EC) dan juga teroritis yang digunakan dalam membuat desain sebuah Batik. Namun, EAS masih terdapat kelemahan yaitu, metode ini masih belum dapat mengatasi redundasi fitur low-level citra. Padalah, ketika terjadi pemetaan fenotip dan genotip yang kurang tepat dapat mengakibatkan terjadinya proses pengenalan tidak dapat berjalan sama sekali. Oleh karena itu, pada penelitian ini pengolahan motif batik dengan metode Genetic Algorithm (GA). GA yang sebelumnya bersifat manual sekarang dapat dibuktikan dengan menggunakan alat teknologi diantaranya Evolutionary Art System, Evolutionary Computation, Genetic Algorthm. Ketiga komponen dipadukan dalam bentuk gen yang dipengaruhi oleh kromosom sehingga memunculkan motif batik.

KEY WORDS: Motif Batik, Evolutionary Art System, Evolutionary Computation, Genetic Algorithm.

1.

Pendahuluan

(47)

34   

2. Tinjauan Pustaka

2.1 Desain Batik

Kata ―Batikǁ berasal dari bahasa Jawa yang berasal dari ―ambaǁ (menulis) dan ―titikǁ (titik) yang berarti menuliskan titik-titik pada kain. Kata batik pada dasarnya mengarah pada dua pengertian. Pengertian pertama adalah cara pemberian warna kain dengan memanfaatkan malam. Cara ini disebut sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah hasil yang didapat dari teknik tersebut. Hasil tersebut termasuk pengaplikasian motif-motif khusus yang memiliki ciri khas. Secara umum, Batik Indonesia adalah keseluruhan cara, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang berkaitan dengan batik itu sendiri. Contoh batik yang berasal dari Surakarta ditunjukkan pada Gambar 1. Tradisi membuat batik pada awalnya merupakan tradisi yang diturunkan secara turun menurun. Sehingga pada motif tertentu menandakan asal dari batik rumpun tertentu. Beberapa motif batik bahkan dapat menunjukkan status sosial seseorang. Bahkan hingga kini, beberapa motif batik tradisional hanya dapat dijumpai pada keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta (Budaya).

Teknik membuat batik adalah proses proses pekerjaan dari tahap persiapan kain sampai menjadi kain batik. Pekerjaan persiapan meliputi segala pekerjaan pada kain mori hingga siap dibuat batik seperti nggirah/ngetel (mencuci), nganji(menganji), ngemplong(seterika, kalendering. Sedangkan proses membuat batik meliputi pekerjaan pembuatan batik yang sebenarnya terdiri dari pelekatan lilin batik pada kain untuk membuat motif, pewarnaan batik (celup, colet, lukis/painting, printing), yang terakhir adalah penghilangan lilin dari kain . [4].

Motif batik dapat dibuat dengan cara secara tulis tangan dengan canting tulis (batik tulis), menggunakan cap dari tembaga disebut batik cap, dengan jalan dibuat motif pada mesin printing (batik printing), dengan cara dibordir disebut batik bordir, serta dibuat dengan kombinasi kombinasi cara cara yang telah disebutkan. Kain batik adalah kain yang motifnya bercorak batik yang dibuat/digambar dengan cara pelekatan lilin (malam). Sedangkan kain bermotif batik adalah kain yang bermotif/bercorak batik tetapi motifnya tidak digambar melalui pelekatan lilin batik, biasanya dengan mesin printing tekstil. Teknologi pembuatan batik di Indonesia pada prinsipnya berdasarkan (Resist Dyes Techniqueǁ (Teknik celup rintang) dimana pembuatannya semula dikerjakan dengan cara ikat- celup motif yang sangat sederhana, kemudian menggunakan zat perintang warna. Pada mulanya sebagai zat perintang digunakan bubur ketan, kemudian diketemukan zat perintang dari malam(lilin) dan digunakan sampai sekarang.

Motif batik adalah kerangka gambar yang mewujudkan batik secara keseluruhan [4]. Motif batik terdiri dari dua bagian, yaitu ornamen motif batik dan isen motif batik. Definisi batik [5] adalah suatu cara membuat desain pada kain dengan cara menutup. bagian-bagian tertentu dari kain dengan malam. Batik pada awalnya merupakan lukisan atau gambar pada mori yang dibuat dengan menggunakan alat bernama canting. Dalam perkembangan selanjutnya dipergunakan alat alat lain yang lebih baik untuk mempercepat proses pengerjaaannya misalnya dengan cap. Membatik sendiri adalah suatu pekerjaan yang mengutamakan ketiga tahapan proses, yaitu pemalaman, pewarnaan dan penghilangan malam. Berapa banyak pemalaman atau berapa kali penghilangan malam akan menunjukkan betapa kompleks proses yang dilakukan, sehingga akan menghasilkan lembaran batik yang kaya akan paduan warna. Batik merupakan salah satu bahan busana yang banyak dikenakan orang Jawa. Seni batik berbeda dengan seni yang lain, dilihat pada kedalaman maknanya. Macam-macam corak batik memiliki arti sendiri-sendiri dimana terdapat perbedaan batik mana yang boleh dikenakan oleh golongan raja/bangsawan dan rakyat biasa. Penggunaan batik sangat dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat berbentuk ceremonial, ritual dan historis kultural, serta hal-hal yang bersifat dan berunsur filosofis. Motif batik adalah kerangka gambar yang mewujudkan batik secara keseluruhan [4]. Motif batik terdiri dari dua bagian, yaitu ornamen motif batik dan isen motif batik.

2.2. Genetic Algoritma

Algoritma ini ditemukan di Universitas Michigan, Amerika Serikat oleh John Holland (1975) melalui sebuah penelitian dan dipopulerkan oleh salah satu muridnya, David Goldberg (1989) [6]. Dimana mendefenisikan algoritma genetik ini sebagai metode algoritma pencarian berdasarkan pada mekanisme seleksi alam dan genetik alam. Algoritma genetik adalah algoritma yang berusaha menerapkan pemahaman mengenai evolusi alamiah pada tugas-tugas pemecahan-masalah (problem solving). Pendekatan yang diambil oleh algoritma ini adalah dengan menggabungkan secara acak berbagai pilihan solusi terbaik di dalam suatu kumpulan untuk mendapatkan generasi solusi terbaik berikutnya yaitu pada suatu kondisi yang memaksimalkan kecocokannya atau lazim disebut fitness. Generasi ini akan merepresentasikan perbaikan-perbaikan pada populasi awalnya. Dengan melakukan proses ini secara berulang, algoritma ini diharapkan dapat mensimulasikan proses evolusioner.

Pada akhirnya, akan didapatkan solusi-solusi yang paling tepat bagi permasalahan yang dihadapi. Untuk me

Gambar

Gambar 1. Kerangka Penelitian
Gambar 3. Merupakan arsitektur mikrokontroler, dimanamikrokontroler AVR ATmega 16 menggunakan teknologi RISC (Reduced Instruction Set Computer).Untuk melakukan setting instruksi dapat dilakukan dengan mengurangi lebarnya sehingga semua mempunyai panjang 16 bit dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 22 single clock pengurangan
Gambar 8. Compile Program
Gambar 3.1 Flowchart Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

berpartisipasi secara aktif dalam cerita dan bukan hanya sekedar duduk diam dan mendengarkan cerita secara pasif”. Alat peraga yang sering digunakan guru TPQ Babul

Berdasarkan hasil temuan penelitian, dalam pela ksanaa n Distance Learning memiliki beberapa masalah, antara lain: 1) listrik padam ketika mengakses program pembelajaran

Daftar riwayat hidup ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya. Kupang, 19

Setelah dinyatakan terinfeksi HIV maka pasien perlu dirujuk ke layanan PDP untuk menjalankan serangkaian layanan yang meliputi penilaian

Uji coba klinis Fase I menguji obat atau produk pada hanya sedikit orang (umumnya relawan yang sehat yang HIV-negatif atau yang HIV-positif yang tidak memakai obat lain)