LOGO
ANATOMI TUMBUHAN
STRUKTUR UMUM TUMBUHAN
Nur lailah Mappanganr o
JU RU SAN BI OLOGI
FAKU LTAS SAI N S D AN TEKN OLOGI
ANATOMI
TUMBUHAN
Pokok bahasan ant um :
1.Sel t um buhan ( sit ologi)
2.Jar ingan t um buhan ( hist ologi)
3.Or gan t um buhan ( or ganologi)
I lm u Yang m em pelaj ar i bent uk ser t a susunan
dalam t ubuh t um buhan
H u bu n ga n a n a t om i t u m bu h a n de n ga n ilm u
la in n y a
o
Fisiologi t u m bu h a n : bent uk dan st rukt ur organ
berhubungan dengan fungsinya. Fungsi bagian t um buhan
bert um pu pada penget ahuan yang baik t ent ang sel dan
j aringan yang berkait an dengan fungsi t ersebut .
o
Fit opa t ologi: pengaruh penyakit
akan dipaham i dengan
baik
st rukt ur norm al j aringan y ang t erserang
o
H or t ik u lt u r a
pem angkasan, penem pelan.Perist iw a
pengiringnya spt : penyem buhan luka,regenerasi,
perkem bangan akar dan t unas baru
akan lebih baik j ika
sifat st rukt ur yang m elandasi perist iw a dipaham i dengan
baik.
Ev olu si t u m bu h a n
Tum buhan hij au di air
t um buhan hij au di darat
m engem bangkan st rukt ur yang lebih rum it
Dunia t um buhan:
- Thallophyt a ( Alga,lum ut ,lum ut kerak)
- Tracheophyt a ( paku- pakuan,t um buhan berbij i)
Tum buhan berbij i :
- Gym nosperm ae
- Angiosperm ae
1
Macam j ar ingan pada t um buhan
2
Jenis sel dan j ar ingan
3
STRUKTUR UMUM TUMBUHAN
Gambar 1. Skema penampang membujur berbagai organ tumbuhan: (1) biji kacang-kacangan; (2,3,4) tumbuhan dikotil pada tiga tahap perkembangan (embrio, kecambah, dewasa); (5) bunga; (6) biji tomat; dan (7) biji jagung (Fahn, 1989).
Per kem bangan em br io hingga t um buhan dewasa
Gambar 2. Skema tumbuhan Dikotil yang menunjukkan susunan jaringan utama: (1) Penampang membujur dan (2,3,4) Penampang melintang pada
berbagai tingkat (Essau, 1953).
STRUKTUR UMUM TUMBUHAN
Macam j ar ingan pada t um buhan
Sist em der m al,m eliput i epider m is dan
per ider m
Sist em j ar ingan pem buluh,t er dir i dar i
xilem dan floem
STRUKTUR UMUM TUMBUHAN
Epiderm is: seringkali berbent uk lem pengan,fungsi sebagai
pelindung m ekanis dan m em bat asi t ranspirasi dan
pert ukaran udara.
Periderm : - j aringan gabus ( felem )
suberin/ zat gabus
- Kam bium gabus ( felogen)
Parenkim : sel hidup, bent uk beragam ,fungsi dalam
fot osint esis,penyim panan bahan dan
penyem buhan luka.
Kolenkim : j aringan hidup,bent uk prism a hingga
m em anj ang,dinding berpenebalan t ak rat a,sebagai
penyokong dalam organ yang m uda
Sklerenkim : berkesinam bungan at au berupa berkas yang
ram ping,dinding t ebal,berlignin,fungsi sebagai penyokong
bagian t um buhan yang t elah dewasa.
STRUKTUR UMUM TUMBUHAN
Xilem : j aringan kom pleks,berfungsi dalam pengangkut
air,penyim panan m akanan,sert a penyokong.
Floem : j aringan kom pleks,berfungsi m engangkut hasil
fot osint esis,m enyim pan m akanan cadangan,dan sebagai
pendukung.
St rukt ur sel sekresi: sebagai ram but dan nekt arium di
perm ukaan t um buhan,sebagai rongga at au saluran sekresi
dalam t ubuh,sel lat eks penghasil cairan sepert i get ah
STRUKTUR DAN FUNGSI SEL
Nurlailah Mappanganro
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
Sel adalah unit struktural dan fungsional dari makhluk hidup.
Sejarah penemuan sel :
- Tahun 1665, Robert Hooke, mengamati sayatan tipis gabus
botol.
- Tahun 1671, Nehemiah Grew, mengamati sel-sel tumbuhan .
- Tahun 1880, Hanstein, menggunakan istilah protoplast
- Tahun 1831, Robert Brown menemukan nukleus
- Tahun 1846, Hugo van Mohl, melihat perbedaan antara
protopolasma dan cairan sel
Prokariot
Berdasarkan keberadaan nukleus,dikenal dua
kelompok organisme
:
Struktur Sel Tumbuhan
1. Dinding Sel
2. Protoplasma
1. Dinding Sel
•
Bagian sel yang letaknya paling luar.
•
Sebagai penguat dan pelindung sel.
•
Terbagi menjadi 3 bagian
pokok:
A. Lamela tengah
B. Dinding primer
2. Protoplasma
Bagian sel yang terletak di
sebelah dalam dinding sel.
Meliputi :
A. Sistem membran
B. Sitoplasma
- Komponen protoplasma
(organel-organel)
A. Sistem Membran
Fungsi membran :
- Pembatas isi sel dengan
lingkungan luar.
- Mengatur permeabilitas terhadap
senyawa atau ion.
- Protein membran berfungsi
sebagai protein mengenal atau
sebagai reseptor molekul khusus
(hormon, antigen, metabolit).
- Reseptor terhadap perubahan
lingkungan seperti suhu dan
cahaya
Terdiri atas senyawa-senyawa lipida,protein,dan karbohidrat
B. Sitoplasma
Berupa cairan kental
Bahan dasar sekitar 85-90% air
Tembus cahaya
Komponen protoplasma:
1. Retikulum Endoplasma (RE)
2. Ribosom
3. Sferosom
1. Retikulum Endoplasma
Sistem membran yang terdapat bebas
dalam sitoplasma
Bentuk seperti lembaran-lembaran,
bentuk pipa,atau lapisan berlubang.
Fungsi :
- Penghubung selaput luar inti dengan
sitoplasma.
- Transpor protein yang disentesis
dalam ribosom
2. Ribosom
Merupakan struktur terkecil.
Secara acak tersebar di dalam
sitoplasma,tetapi ada yang
terikat pada membran
retikulum endoplasma kasar.
Berupa butir-butir bulat
Mengandung lipid dan protein
Bersifat sangat mobil pada sel hidup
4. Diktiosom (Aparatus Golgi)
Merupakan kumpulan sisterna
berbentuk sirkuler.
Masing-masing elemen dikelilingi
oleh membran yang halus.
Fungsi:
- Secara aktif terlibat dalam
proses sekresi,terutama pada
sel-sel kelenjar.
5. Mitokondria
Memiliki bentuk
bulat,memanjang,dan kadang
berbentuk cuping.
Berfungsi sebagai pusat
6. Mikrobodi
Diselubungi oleh membran
tunggal dan matriksnya tampak
seperti granul atau fibril.
7. Mikrotubula
Terdiri dari tubul protein yang
lurus dan ramping.
Amat penting karena terlibat
dalam membentuk serta
8. Plastida
Organel yang khas pada sel
tumbuhan.
Amat dinamis dan mampu
membelah,tumbuh,dan
berdiferensiasi menjadi
berbagai bentuk.
Berfungsi sebagai pembawa
pigmen, terdiri dari 3 tipe yaitu
kloroplas,kromoplas,dan
9. Kloroplas
Pada umumnya berbentuk seperti
lensa.
Didalam kloroplas terdapat zat hijau
daun atau klorofil dan sedikitnya dua
zat warna kuning atau merah,atau
kelompok zat warna.
Berfungsi dalam fotosintesis dan
pada kebanyakan tumbuhan
berfungsi pula dalam pembentukan
pati dari karbohidrat terlarut hasil
Organel yang paling besar volumenya
pada sel tumbuhan dewasa.
Dibatasi membran tonoplas.
Fungsi :
- Sebagai
“
gudang
”
tempat berbagai
macam organik dan anorganik,seperti
karbohidrat,protein,kristal,sistolit,minyak,t
annin,lateks,gum,resin,dan lemak.
- Mengatur air untuk mempertahankan
turgor sel.
3. Inti Sel (Nukleus)
Memiliki bentuk bulat atau lonjong.
Fungsi :
- Berperan penting dalam aktivitas
sel,terutama dalam sintesis protein.
- Komposisinya terdiri atas membran
LOGO
JARINGAN MUDA (MERISTEM)
Nurlailah Mappanganro
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
1. Jaringan muda (Meristem)
2. Jaringan dewasa
Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai
asal fungsi serta struktur yang sama
1. Jaringan muda (Meristem)
Meristem adalah jaringan embrionik yang
terdapat pada tumbuhan dewasa.
Sifat-sifat jaringan meristem secara umum:
Sel-selnya memiliki dinding yang tipis.
Bentuk sel isodiametris,dengan inti besar.
Kaya protoplasma.
Protoplas tidak mengandung makanan cadangan
dan kristal-kristal.
Plastida masih pada tahap pro plastida.
Jaringan meristem digolongkan berdasarkan
bermacam-macam kriteria, antara lain berdasarkan
letak pada tubuh tumbuhan,asal dan jaringan mana
yang menghasilkannya,struktur,tingkat
perkembangan dan fungsinya.
Berdasarkan asalnya, meristem ada 2 macam:
a. Meristem primer,
yaitu meristem yang tersusun yang terdiri dari
sel yang berasal dari jaringan embrionik.
b. Meristem sekunder,
Menurut letaknya pada tubuh tumbuhan, meristem dibedakan
menjadi:
a. Meristem apikal
b. Meristem interkalar
c. Meristem lateral
Pada meristem apikal dibedakan menjadi:
- Bagian promeristem,
terdiri dari pemula-pemula apikal beserta derivatnya.
- Bagian meristematik,terdiri dari 3 meristem:
a) Protoderm,yang akan menghasilkan epidermis dan
derivatnya
b) Prokambium,yang akan berkembang menjadi jaringan
pembuluh primer
c) Meristem dasar,yang akan membentuk jaringan dasar
a. Meristem Apikal
Sel-sel yang tetap di dalam kondisi meristem disebut
sel
pemula,
sedangkan hasil pembelahannya disebut
derivatnya.
Berdasarkan jumlah sel,susunan dan aktivitas sel pemula
serta derivat-derivatnya pada meristem yang mengalami
perubahan, konsep meristem pada apikal tumbuhan
berpembuluh berbeda-beda :
a). Meristem apikal (apeks) pucuk adalah bagian yang
Struktur apeks pucuk pada beberapa kelompok tumbuhan: 1. Pterydophyta,
- Memiliki satu atau lebih sel pemula.
- Bentuk sel apikal tunggal tetrahedron dan dasarnya mengarah ke permukaan apeks.
- Sel apikal tunggal ditemukan pada psilotales,Equisetum dan beberapa paku sejati.
2. Gimnospermae,
- Arah pembelahan sel di permukaan apeks pucuk adalah antiklinal dan periklinal sekaligus.
- Sel induk sentral pada posisi median di bawah lapisan permukaan.
3 zona meristem pada kelompok gimnospermae: a. Tipe Cycas
- Tidak memiliki zona sel induk sentral tetapi terdapat meristem permukaan dengan bidang pembelahan antiklinal,periklinal dan diagonal.
- Contoh Cycas revolute
b. Tipe Ginkgo,terdapat 5 zona meristem:
- Meristem permukaan,yaitu lapisan teratas mewakili zona inisiasi seluruh apeks.
- Sel induk sentral,pada posisi median di bawah lapisan permukaan. - Meristem perifer,sepanjang dasar dan sisi lateral yang merupakan akibat pembelahan sel induk sentral dalam arah datar dan miring. - Meristem rusuk,pembelahan dengan bidang pembelahan horizontal di bagian dasar,sel-sel yang terbentuk dalam deretan sejajar sumbu yang rupanya seperti rusuk.
c. Tipe cryptomeria-Abies:terdapat 4 zona,yaitu: - Zona meristem permukaan
- Sel induk sentral, - Meristem perifer - Meristem rusuk.
- Contoh Pinus Montana,Abies concolor. 3. Angiospermae,
- Menurut teori Histogen oleh Hanstein (1868),apeks pucuk pada angiospermae dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Dermatogen,yaitu bagian luar b. Plerom, yaitu bagian terdalam
- Schmidt (1924), apeks pucuk dibedakan menjadi 2 bagian a. Tunika,
- selapis sel terluar atau mungkin beberapa lapis sel yang mengelilingi kelompok sel di bagian yang disebut
korpus.
- Terjadi dalam bidang antiklinal. b. Korpus,
- Bagian pusat titik tumbuh yang memiliki kemampuan membelah ke segala arah.
- Pembelahannya terjadi di segala arah. - Ukuran selnya lebih besar dari tunika.
- 2 tipe utama korpus berdasarkan susunan internal:
a. Tipe Angiospermae biasa,dibedakan menjadi 3 tipe utama: - Zona sel induk sentral
- Meristem rusuk - Meristem perifer
b. Tipe Opuntia,selain zona di atas ada zona transisi lir-kambium.
Company Logo
Teori Histogen & Tunika Corpus
Gambar : Diagram
meristem pucuk menurut teori histogen (Hanstein
Gambar : teori
b). Apeks reproduktif
-
Berkembang dari apeks vegetatif
-
Fungsi apeks vegetatif : menghasilkan pertumbuhan
sumbu dalam arah panjang
-
Fungsi apeks reproduktif: membentuk daerah
b). Apeks akar
-
Pada beberapa Pterydophyta seperti equisetum seluruh
akarnya berkembang sebagai hasil pembelahan satu sel
apikal,sedangkan pada yang lain dari beberapa sel
pemula.
-
Bila ada hanya satu sel tunggal maka bentuk sel
b. Meristem interkalar
Merupakan turunan dari meristem apeks.
Meristem yang menyebabkan pemanjangan ruas.
Jaringan primer yang aktif melakukan pembelahan.
c. Meristem lateral
Meristem lateral merupakan jaringan dewasa
yang kemudian meristematis kembali.
LOGO
LOGO
Nurlailah Mappanganro
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jaringan meristem yang terus mengalami pembelahan
akan mengalami proses pendewasaan menjadi
jaringan dewasa
.
Jaringan dewasa pada tumbuhan terdiri dari:
A. Jaringan dasar
B. Jaringan penguat/penyokong
C. Jaringan pelindung
D. Jaringan pengangkut
E. Periderm
F. Jaringan sekresi
A. Jaringan Dasar (Parenkim)
- Jaringan yang mengisi sebagian besar organ tumbuhan.
- Pada tubuh primer berkembang dari meristem dasar.
- Pada tubuh sekunder berkembang dari kambium
pembuluh serta kambium gabus.
- Berperan penting dalam penyembuhan luka serta
regenerasi.
- Bentuk bermacam-macam:
isodiametris,bulat seperti tiang,
seperti bunga karang,
seperti bintang.
Berdasarkan fungsinya pada tumbuhan,parenkim dibagi
menjadi:
a. Parenkim asimilasi (klorenkim),
yaitu sel-sel yang memiliki fungsi fotosintesa pada
tumbuhan.
b. Parenkim gudang/penimbun,
yaitu sel-sel yang berisi cadangan makanan.
c. Parenkim udara,
yaitu yang berfungsi sebagai penyimpan udara untuk
mengapung.
d. Parenkim air,
yaitu sel-sel parenkim yang penuh dengan air.
e. Parenkim pengangkut,
B. Jaringan penguat/penyokong
Fungsi: untuk memperkuat tubuh tumbuhan
Macam jaringan penguat, yaitu:
a. Kolenkim
a. Kolenkim
-
Terbentuk oleh sejumlah sel memanjang yang menyerupai
sel prokambium dan berkembang dalam stadium awal
promeristem.
-
Dinding mengandung selulosa,pektin,dan hemiselulosa.
-
Umumnya ditemukan pada batang,bunga dan buah.
-
Pada batang,kolenkim bisa membentuk silinder penuh
atau tersusun menjadi berkas memanjang sejajar sumbu
batang.
-
Pada daun,kolenkim terdapat di kedua sisi tulang daun
utama atau pada satu sisi saja, serta terdapat pula
sepanjang tepi daun.
-
Berdasarkan cara penebalan dindingnya kolenkim
dikelompokkan menjadi:
a. Kolenkim sudut/angular,
Pembelahan pada sudut-sudut sel.
b. Kolenkim lempeng/papan/lamelar,
Penebalan pada dinding tangensial daripada
dinding radial.
c. Kolenkim tubular/lukunar,
Penebalan terjadi di sekitar ruang antar sel.
d. Kolenkim cincin/anular,
Penebalan yang menyebabkan lumen tidak
menyudut lagi.
b. Sklerenkim
-
Jaringan yang terjadi dengan sel-sel yang
berpenebalan sekunder, yang berlignin
atau tidak berlignin serta pada waktu
dewasa bersifat mati.
-
Sel sklerenkim dibedakan menjadi:
1) Sklreid,
- Berasal dari parenkim yang dindingnya mengalami
penebalan sekunder.
- Terdapat pada berkas pengangkut,sel-sel parenkim,korteks
batang,tangkai daun,daging daun,akar,buah dan kulit biji.
- Memiliki tipe-tipe:
a) Brakhisklereid,bentuknya seperti sel parenkim.
b) Makrosklereid,bentuk sel-selnya panjang seperti tiang.
c) Osteosklereid,bentuk sel seperti tiang tetapi pendek dan
kedua ujungnya melebar seperti tulang.
d) Asteosklereid,sel-selnya bercabang-cabang dan bentuknya
seperti bintang.
2)
Serat,
- Berkembang dari sel meristem.
- Mempunyai ukuran panjang yang bervariasi,dengan ujung
meruncing.
- Lumen sempit dengan dinding sekunder tebal.
- Terdapat diantara jaringan xilem dan floem.
- Dibedakan menjadi serat xilem dan serat extra xilem.
- Serat xilem merupakan bagian jaringan pembuluh dan
berkembang dari prokambium.
- Serat xilem dibedakan menjadi serat libriform dan serat
trakeid.
LOGO
LOGO
Nurlailah Mappanganro
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
C. Jaringan Pelindung (Epidermis dan derivatnya)
Merupakan jaringan pelindung dan lapisan terluar dari organ tumbuhan
yang belum mengalami pertumbuhan sekunder.
Merupakan lapisan sel yang sangat kompak, tanpa ruang antar sel.
Fungsi :
- Sebagai pelindung terhadap kekurangan air.
- Sebagai pelindung terhadap kerusakan mekanis.
- Sebagai pelindung terhadap suhu udara yang terlalu tinggi atau terlalu
rendah.
Lapisan epidermis
-Dari protoderm
-Membentuk 1
lapisan terluar.
Secara ontogeni,lapisan epidermis
berkembang dari 2 jaringan meristem yang berbeda:
Lapisan
hipodermis/hidrodermis :
-Dari meristem dasar
-Terdiri dari beberapa lapisan. -Pada tumbuhan tertentu, Contoh:Moraceae (Ficus elastica),Begoniaceae,
Susunan sel epidermis :
1. Pada dinding sel,
- Ketebalan dinding sel berbeda-beda.
2. Pada protoplasma,
- Memiliki banyak vakuola yang terletak di bagian tengah
sel.
- Plastid biasanya tidak ada ,sekiranya ada hanya
leukoplas kecil-kecil.
- Kloroplas hanya ditemukan pada tumbuh-tumbuhan yang
mempertahankan hidupnya pada tempat-tempat
Derivat-derivat epidermis
:
1.
Stoma
- Stoma adalah celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel epidermis yang khusus. - Sel penjaga/sel penutup adalah 2 sel yang bentuknya khas berbeda dengan sel
sekelilingnya, yang membatasi celah seperti ruang antar sel. - Sel tetangga adalah sel-sel epidermis yang berdekatan dengan sel penjaga.
- Berdasarkan perbedaan letak sel-sel penutup,
macam-macam stoma terdiri dari:
a) Phaneropore,
pada permukaan daun,contoh pada tumbuhan
hidrofit.
b) Kriptopore,
tenggelam /di bawah permukaan,contoh pada
tumbuhan Xerofit.
- Berdasarkan jumlah sel tetangganya,stoma pada dikotil dibedakan menjadi:
a) Anomositik,
Jumlah sel tetangga yang mengelilingi sel penjaga tidak tentu dengan bentuk yang tidak dapat dibedakan dengan sel epidermis lainnya. Contoh: pada Malvaceae, Cucurbitaceae.
b) Anisositik,
c) Diasitik,
Jumlah sel tetangga 2 dan letaknya tegak lurus terhadap
poros panjang sel penjaga. Contoh pada
Caryophylliacea
.
d) Parasitik,
Poros panjang sel penjaga sejajar dengan sel tetangga.
- Sedangkan pada monokotil :
a) Sel penjaga dikelilingi oleh 4 sampai 6 sel tetangga.
Contoh pada suku
Musaceae, Cannaceae
.
b) Sel penjaga dikelilingi oleh 4 sampai 6 sel tetangga, yang 2
bentuknya bundar,lebih kecil dan terdapat di ujung sel
penjaga. Pada suku
Pandanaceae
.
c) Sel penjaga didampingi 2 sel tetangga yang sejajar
dengannya setiap sisi. Pada ordo
Alismatales
.
d) Sel penjaga tidak tergabung dengan sel tambahan yang
- Berdasarkan hubungan ontogenik antara sel penjaga dengan
sel tetangga, stomata dibagi menjadi 3 tipe:
a) Mesogen,
Sel penjaga dan sel tetangga asalnya sama.
b) Perigen,
Sel tetangga yang tidak memiliki asal yang sama dengan
sel penutup.
c) Mesoperigen,
2. Trikoma atau rambut
-
Merupakan tonjolan epidermis ke arah luar.
-
Ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak.
-
Ada yang bersifat kelenjar dan ada yang tidak.
-
Terdapat pada bagian permukaan tubuh tumbuhan, atau
biasa juga pada biji.
-
Fungsi: pelindung terhadap gangguan dari luar, untuk
- 2 macam trikoma pada tumbuhan: a) Trikoma non glandular,
Merupakan rambut-rambut biasa yang tidak menghasilkan sekret, terdiri dari beberapa tipe:
1) Trikoma bersel satu atau banyak dan tidak pipih, contoh pada
Lauraceae, Moraceae, Triticum, Pelargonium, dan Gossypium.
2) Rambut sisik yang memipih dan bersel banyak, contoh pada daun
durian, atau pada tangkai Olea.
3) Rambut bercabang, bersel banyak. Contoh rambut di bawah daun waru (Hibiscus tiliaceus), atau seperti tempat lilin pada Verbascum.
4) Rambut akar, merupakan percabangan sel epidermis dalam bidang yang tegak lurus permukaan akar.
b) Trikoma glandular,
Merupakan rambut–rambut yang mengeluarkan sekret berupa larutan
Modifikasi Epidermis (Trichoma)
3. Litosis
- Terdapat pada daun tumbuhan
Acanthaceae, Moraceae,
dan Cucurbitaceae
- Litosis ada 2 macam:
a. Seperti rambut (trikoma),contoh pada daun humulus.
b. Merupakan sel yang besar, contoh pada daun
Ficus
4.
Sel Bulliform
- Ciri-ciri:
a) Dapat terbentuk pada kedua permukaan daun.
b) Didalamnya tidak berisi benda-benda padat (kristal)
atau tannin.
c) Hanya berisi cairan sel saja.
d) Terkadang mengandung juga sedikit khlorofil,bahkan
kebanyakan tidak ada khlorofil.
e) Dinding radial tipis
f) Dinding sel terdiri dari selulosa dan pektin.
LOGO
Lampiran Gambar Tumbuhan
Caryophylliacea
(angling-anglingan)
Papilionaceae
Liliales
Amaryliadeales
Lauraceae, cth kamfer (Laurus nabilis) Triticum,cth gandum
Pelargonium, cth geranium Gossypium,cth kapas
www.themegallery.com
Verbascum Humulus
www.themegallery.com
Acanthaceae Morus alba (Mulberry)
www.themegallery.com
LOGO
Nurlailah Mappanganro
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
d. Jaringan Pengangkut
Merupakan jaringan kompleks.
Hanya terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi.
Terbentuk dari sel-sel yang letaknya membentang menurut arah
pengangkutan.
Berfungsi untuk mengangkut air dan makanan bagi pertumbuhan.
Penyusun dari jaringan pengangkut :
A. Xilem
B. Floem
Xilem : pengangkut air + hara dr tanah.
A. Xilem
- Xilem adalah jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zat-zat mineral dari dalam tanah menuju organ fotosintesa.
- Menurut perkembangannya dibagi atas:
a) Xilem primer, yaitu sel penyusunnya terdiferensiasi selama pembentukan tubuh primer dari prokambium.
b) Xilem sekunder, yaitu sel penyusunnya dihasilkan dari pembentukan tubuh sekunder oleh kambium pembuluh.
- Unsur-unsur xilem: 1) Unsur trakeal,
- Merupakan unsur utama,berfungsi dalam pengangkutan air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya.
- Terdiri dari dua macam sel:
- Sel trakeid
- Sel trakea
- Ciri-ciri trakeid:
a) Sel panjang dengan ujung runcing tanpa lubang.
b) Dindingnya berlignin dan terdapat penebalan sekunder dengan bermacam-macam noktah.
- Ciri-ciri trakea:
a) Terdiri atas deretan sel yang tersusun memanjang dan
bersambungan pada ujung dan pangkalnya.
b) Memiliki lubang pada kedua ujungnya.
c) Noktah bermacam-macam
d) Pengangkutan terjadi melalui lubang.
2) Unsur Serat,
Merupakan sel panjang dengan dinding sekunder berlignin.
-
Ada 2 macam:
a) Serat trakeid,
- Mempunyai noktah terlindung
- Rongga noktah lebih kecil dari trakeid dan trakea
pada kayu yang sama.
b) Serat libriform,
- Lebih panjang dan dinding sel lebih tebal dari dinding
sel trakeid pada kayu yang sama.
3) Parenkim xilem
- Sel parenkim menyimpan pati atau
lemak,minyak,tannin,kristal dan benda-benda ergastik
lainnya.
- Parenkim pada xilem sekunder:
a) Parenkim aksial,
Adalah parenkim xilem yang berarah tegak sejajar
sumbu.
b) Parenkim radial,
Xilem Primer
-
Dari segi perkembangannya,xilem primer terdiri atas:
a) Protoxilem,
- Bagian yang berkembang lebih dahulu.
- Berdiferensiasi pada bagian tubuh primer yang belum
selesai perkembangan dan diferensiasinya.
- Mengandung unsur trakeal.
b) Metaxilem,
- Bagian yang berkembang kemudian.
- Terbentuk dari tubuh primer yang masih sedang
tumbuh,namun menjadi dewasa.
- Mengandung unsur trakeal dan serat.
- Unsur trakea tetap bertahan setelah pertumbuhan
- Variasi penebalan dinding sekunder pada unsur trakeal:
a) Penebalan cincin,merupakan pola penebalan dinding yang paling sederhana.
b) Penebalan spiral, seperti penebalan cincin tetapi dinding sekunder berupa satu atau dua spiral.
c) Penebalan skalariform, merupakan pola penebalan dinding
sekunder yang perluasannya lebih banyak dibanding kedua pola di atas.
d) Penebalan jala, penebalan sel tidak teratur,tetapi menyusun seperti jala.
Penampang melintang dikotil pada tanaman Helianthus annuus
Ket:
1. Epidermis 2. Kolenkim 3. Korteks
4. Pusat silinder parenkim 5. Jaringan pembuluh
6. Metaxilem 7. Protoxilem 8. Floem
LOGO
LOGO
Nurlailah Mappanganro
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Kambium Pembuluh
-
Kambium adalah meristem yang menghasilkan jaringan
pembuluh sekunder.
-
Kambium pembuluh dikenal dengan meristem lateral.
-
Sel kambium pembuluh memiliki vakuola yang besar.
-
Tidak terdapat pada sejumlah besar tumbuhan
-
Struktur kambium pembuluh terdiri atas 2 macam sel
pemula:
a) Sel pemula fusiform,
Berbentuk prisma di bagian tengah dan meruncing di
bagian ujungnya.
b) Sel pemula jari-jari empulur,
B. Floem
- Floem merupakan alat transportasi zat hara hasil fotosintesis ke arah bawah dan ke bagian tumbuhan yang membutuhkan.
- Dibedakan menjadi: a) Floem primer
Berasal dari prokambium. b) Floem sekunder
Berkembang dari kambium pembuluh.
- Dari segi perkembangannya,floem primer terdiri dari: a) Protofloem
- Bagian yang berkembang terlebih dahulu.
- Terbentuk sewaktu organ yang ditempati mengalami pemanjangan. - Terdapat sel tapis atau komponen pembuluh tapis.
b) Metafloem
- Bagian yang berdifirensiasi kemudian
- Jenis sel floem:
a) Unsur tapisan/buluh tapisan
- Sel tapisan, merupakan sel panjang yang ujungnya meruncing di bidang tangensial dan membulat di bidang radial, terdapat pada tumbuhan
Pteridophyta dan Gymnospermae.
- Buluh tapisan, berupa berkas sel-sel memanjang terdapat pada
Angiospermae.
- Sel tapis biasanya lebih panjang dan memiliki dinding ujung yang amat
miring, sedangkan buluh tapisan lebih pendek dan memiliki papan tapis luas dengan pori tapis yang lebar.
- Ciri utama yaitu adanya daerah tapis (sieve area) pada dindingnya.
- Daerah tapis (bidang tapis) diartikan sebagai lapangan noktah primer yang termodifikasi dan tampak sebagai daerah cekung di dinding yang berpori. - Pori (pore) tersebut ditembusi oleh benang sitoplasma (plasmodesmata) yang menghubungkan 2 unsur tapis yang berdampingan.
- Benang penghubung biasanya dikelilingi oleh kalosa (callose). - Dinding ujung dinamakan papan tapis (sieve plate).
- Terdapat sel pengiring dan sel albumin,
- Sel pengiring adalah sel-sel parenkim yang khusus, yang fungsinya berhubungan dengan buluh tapisan, yaitu
mengatur translokasi,memudahkan penimbunan dan pemasukan bahan ke dalam unsur tapis, melalui plasmodesmata.
- Sel pengiring berasal dari pembelahan sel induk buluh tapis. - Jumlah sel pengiring 1 sampai banyak dan ukuran bervariasi.
- Sel pengiring pada Angiospermae, sedangkan pada Gymnospermae
b) Sel parenkim
- Mengandung bermacam-macam substansi ergastik seperti tepung, tannin, dan kristal.
- Berhubungan dengan serat atau sklereida. c) Serat
- Terdapat pada floem primer atau floem sekunder.
- Pada floem primer serat terdapat berkelompok, sedang pada floem sekunder tidak selalu demikian.
- Dapat bersifat hidup atau mati pada waktu dewasa. Yang bersifat hidup berfungsi sebagai sel penyimpan.
- Pada beberapa jenis tumbuhan merupakan sel yang panjang dan dinding yang tebal, sebagai bahan baku serat komersil contoh pada
Linum cannabis dan Hibiscus.
d) Sklereid
Lampiran Gambar Tumbuhan
LOGO
LOGO
Nurlailah Mappanganro
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Periderm
merupakan
jaringan pelindung yang
dibentuk secara sekunder
dan menggantikan
epidermis pada batang
dan akar yang telah
menebal akibat
Umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil dan
gymnospermae
berkayu, pada bagian akar dan batang yang sudah tua pada
dikotil basah.
Periderm sangat penting untuk perkembangan lapisan
pelindung di dekat jaringan yang luka atau mati
Periderm
≠
kulit kayu
a. Struktur Periderm
Periderm terdiri atas:
1) Felogen (Kambium gabus)
- Yaitu meristem lateral yang membentuk periderm. - Sel-selnya sederhana, terdiri dari satu macam sel. - Vakuola besar.
-.Membelah secara periklinal, ke arah luar sebagai felem (gabus) dan ke arah dalam sebagai feloderm.
- Pada penampang melintang sel-selnya berbentuk 4 persegi panjang atau sel-sel yang pipih.
- Pada sayatan longitudinal sel-selnya berbentuk 4 persegi panjang atau polygonal.
2) Felem (Gabus)
- Yaitu jaringan pelindung yang dibentuk oleh felogen ke arah luar. - Sering berbentuk prisma.
- Biasanya sel-sel gabus tersusun kompak. - Sel-selnya pada waktu dewasa bersifat mati.
- Ciri sel gabus adalah adanya zat gabus (suberin) dalam dinding selnya.
- Dinding selnya berbeda-beda ketebalannya.
- Pada beberapa tumbuhan sel-sel felemnya kadang-kadang memiliki dinding yang tidak bergabus, disebut feloid.
3) Feloderm
- Yaitu jaringan parenkim yang dibentuk oleh felogen ke arah dalam.
phellemm
(
P
)
phellogen
(
PG
)
Poliderm :- Periderm berstruktur khusus pada akar di bawah tanah, - Terdiri dari lapisan yang silih berganti:satu lapisan sel yang
sebagian bergabus, bergantian dengan lapisan setebal beberapa sel yang tak bergabus.
- Dapat menjadi setebal 20 lapisan sel atau lebih, namun hanya lapisan sel bagian luar yang mati.
- Pada bagian yang hidup, yaitu sel-sel yang dindingnya tidak bergabus biasanya berisi cadangan makanan.
- Contoh pada Hyperaceae, Myrtaceae, dan Rosaceae.
Ritidom :
Bagian kulit yang mati, yang terdiri dari jaringan yang terisolasi oleh periderm dan lapisan periderm yang tidak aktif lagi.
b. Perkembangan Periderm
- Periderm pertama pada batang dan akar biasanya tampak pada tahun pertama pertumbuhan.
- Periderm berikutnya terbentuk dalam tahun yang sama atau pada tahun berikutnya.
- Yang mempengaruhi saat terbentuknya periderm : air, suhu dan intensitas cahaya.
- Asal untuk setiap tumbuhan berbeda-beda:
a) Korteks bagian terdalam, di luar kambium pembuluh. b) Lapisan subepidermal, contoh pada Populus
c) Pada lapisan epidermis, contoh pada Nerium oleander, Solanum dulcamara, Quercus suber.
d) Sebagian dari epidermis, sebagian dari lapisan sub epidermal.
e) Lapisan korteks.
C. Lentisel
-
Adalah sebagian periderm
yang felogen lebih aktif
daripada periderm di
tempat lain dan
menghasilkan jaringan yang
berbeda dengan felem,
banyak mengandung ruang
antar sel.
-
Pori-pori yang menonjol,
biasanya berbentuk lonjong
yang terbentuk pada
cabang-cabang berkayu,
terjadi jika lapisan
LOGO