• Tidak ada hasil yang ditemukan

mata kuliah teori ekonomi makro materi p

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "mata kuliah teori ekonomi makro materi p"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Materi : Ekonomi Makro

Sub materi : Transformasi

struktural

AZIZAH DIAH ANGGRAENI NPM : 201114500202

(2)

SLIDE 9

(3)
(4)

Definisi Transformasi Struktural

Suatu proses perubahan struktur perekonomian dari sektor pertanian ke sektor industri atau jasa, dimana masing-masing sektor akan mengalami proses transformasi yang berbeda-beda.

Chenery juga menyatakan bahwa perubahan

struktur ekonom transformasi struktural diartikan sebagai suatu rangkaian perubahan yang saling terkait satu dengan yang lainnya dalam komposisi Agregat Demand, perdagangan luar negeri

(ekspor dan impor), Agregat Supply (produksi dan penggunaan faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja dan modal) yang diperlukan guna

mendukung proses pembangunan dan

(5)

FAKTOR PENYEBAB TRANSFORMASI STUKTURAL

1. disebabkan oleh sifat manusia dalam kegiatan

konsumsinya. Sesuai dengan Hukum Engels bahwa makin tinggi pendapatan masyarakat, maka makin sedikit proporsi pendapatan yang digunakan untuk membeli bahan pertanian, sebaliknya proporsi

pendapatan yang digunakan untuk membeli barang-barang produksi industri menjadi bertambah besar.

Dengan demikian peranan sektor industri akan semakin besar dibandingkan sektor pertanian.

2. disebabkan pula oleh perubahan teknologi yang

berlangsung secara terus–menerus. Proses transformasi struktural akan berjalan cepat jika terjadi pergeseran

pola permintaan domestik kearah output industri manufaktur diperkuat oleh perubahan yang serupa

(6)

TERJADINYA TRANSFORMASI

STRUKTURAL

1. Sektor primer, yang terdiri dari sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan,

pertambangan dan penggalian.

2. Sektor sekunder, terdiri dari industri pengolahan, listrik, gas dan air, bangunan.

3.Sektor tertier, terdiri dari perdagangan, hotel, restoran, pengangkutan dan komunikasi,

(7)

Siklus Transformasi Struktural

(8)

Siklus Transformasi Struktural

1. pada awalnya sumber-sumber daya ekonomi sebagian

besar dialokasikan pada sektor pertanian, yang kemudian seiring dengan pertumbuhan ekonomi

alokasi ekonomi bertransformasi ke sektor industri dan jasa.

2. alokasi sumber-sember daya ekonomi kembali

bertransformasi dari sektor pertanian dan industri ke sektor industri dan jasa.

Berarti dengan adanya kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB),

hasil dari sektor pertanian akan menurun, hasil dari sektor

industri pada awalnya akan naik tetapi kemudian turun, dan hasil dari sektor jasa akan selalu meningkat. Negara-negara maju ini mengalami proses pertumbuhan yang panjang dalam

perekonomiannya terutama terkait dengan pertumbuhan PDBnya.

Menurut Duarte dan Restuccia (2008), sebagian besar

negara-negara maju mengalami peningkatan PDB yang sangat signifikan karena mereka mengalami pergeseran alokasi sumber daya

(9)

Teori Perubahan Struktur

Ekonomi

Arthur Lewis

perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua : 1. Perekonomian tradisional

2. Perekonomian industri

Hollins Chenery

lebih menekankan kepada menunjukan “hubungan kuantitatif”

diantara pendapatan perkapita dengan persentasi sumbangan berbagai sektor ekonomi.

peningkatan pendapatan perkapita akan mendorong

perekonomian suatu negara dari sektor pertanian menuju sektor industri sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi.

Faktor faktor penyebab transisi ekonomi :

Kondisi dan struktur awal ekonomi awal dalam negeriBesarnya pasar dalam negeri

(10)

Variasi dalam Perubahan Struktur

Ekonomi di Berbagai Negara

1.

Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam

negeri (economic base)

2.

Besarnya pangsa dalam negeri

3.

Pola distribusi pendapatan

4.

Karakteristik dari industrialisasi

5.

Keberadaan SDA

(11)

Teori Perubahan Struktur

Ekonomi

1. Proses pembangunan ekonomi periode jk

panjang mengikuti pertumbuhan pendapatan per kapita

2. Perubahan struktur perekonomian suatu

negara yang bergeser dari yang semula

didominasi oleh sektor primer (pertanian) ke sektor non primer (industri,perdagangan jasa)

3. Perubahan struktur ekonomi yang

berlangsung sejalan dengan meningkatnya pendapatan nasional atau PDB di dalam

(12)

Perubahan Struktural Jangka Panjang di Beberapa Negara

Negara

Negara

Pertanian

Pertanian PengolahanPengolahanIndustri Industri JasaJasa NT % dari PDB

NT % dari PDB % dari total % dari total TKTK NT % dari PDBNT % dari PDB NT % dari NT % dari PDBPDB 1970

1970 19901990 19991999 19801980 19981998 19901990 19991999 19901990 19991999

Cina Cina El Savador El Savador Honduras Honduras India India Indonesia Indonesia Italia Italia Jepang Jepang Korea Selatan Korea Selatan Malaysia Malaysia Meksiko Meksiko Pakistan Pakistan Paraguay Paraguay Peru Peru Filipina Filipina Sri Langka Sri Langka Thailand Thailand Turki Turki Vietnam Vietnam Negara-negara Negara-negara

berpenghasilan rendah (A)

berpenghasilan rendah (A)

Negara-negara Negara-negara berpenghasilan menengah berpenghasilan menengah (B) (B)

Negara-negara (A) dan (B)

Negara-negara (A) dan (B)

Negara-negara Negara-negara berpenghasilan tinggi berpenghasilan tinggi 35 35 40 40 32 32 46 46 45 45 8 8 6 6 26 26 29 29 13 13 37 37 32 32 19 19 30 30 28 28 26 26 40 40 tad tad 43 43 20 20 24 24 Tad Tad 27 27 17 17 22 22 31 31 19 19 3 3 3 3 9 9 15 15 8 8 26 26 28 28 7 7 22 22 26 26 12 12 18 18 37 37 29 29 13 13 16 16 Tad Tad 18 18 10 10 16 16 28 28 19 19 3 3 2 2 5 5 11 11 5 5 27 27 29 29 7 7 18 18 21 21 10 10 16 16 25 25 26 26 10 10 12 12 tad tad 69 69 38 38 57 57 70 70 56 56 14 14 10 10 34 34 37 37 26 26 53 53 45 45 40 40 52 52 tad tad 71 71 60 60 73 73 66 66 54 54 59 59 8 8 47 47 26 26 35 35 tad tad 45 45 7 7 5 5 12 12 19 19 20 20 44 44 5 5 5 5 40 40 42 42 51 51 4.3 4.3 71 71 tad tad 40 40 tad tad 4 4 33 33 22 22 16 16 18 18 21 21 22 22 28 28 29 29 24 24 21 21 17 17 17 17 27 27 25 25 15 15 27 27 20 20 19 19 18 18 25 25 24 24 t

tadad

38 38 23 23 20 20 16 16 25 25 19 19 24 24 32 32 32 32 21 21 16 16 14 14 24 24 21 21 16 16 32 32 15 15 18 18 19 19 25 25 24 24 tad tad 31 31 57 57 51 51 41 41 41 41 66 66 56 56 48 48 43 43 64 64 49 49 47 47 55 55 44 44 48 48 50 50 52 52 40 40 40 40 47 47 46 46 tad tad 3 3 60 60 52 52 46 46 37 37 71 71 62 62 51 51 43 43 67 67 49 49 45 45 55 55 52 52 52 52 50 50 50 50 40 40 44 44 54 54 53 53 t

tadad

(13)

Kritik terhadap Tranformasi

Struktural

Kontribusi pertanian dalam

pembangunan ekonomi (Kuznets,1964;

Todaro,2000):

 Pertanian sebagai penyerap tenaga kerja  Kontribusi terhadap pendapatan

 Kontribusi dalam penyediaan pangan

 Pertanian sebagai penyedia bahan baku  Kontribusi dalam bentuk kapital

(14)

Pertanian dalam Pembangunan

Sektor pertanian merupakan sektor prioritas dalam pembangunan, seperti yg

diamanatkan dlm GBHN yang menetapkan “prioritas pembangunan diletakkan dlm

bidang ekonomi dg titik berat pada sektor pertanian, pembangunan pertanian

diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian guna memenuhi kebutuhan

(15)

TAHAP-TAHAP PEMBANGUNAN

PERTANIAN

1. Pertanian tradisional yang

produktivitasnya rendah.

2. Penganekaragaman produk pertanian

sudah mulai terjadi dimana produk

pertanian sudah ada yang dijual ke sector komersial tetapi masih memakai modal dan teknologi yang rendah.

3. Pertanian modern yang produktivitasnya

(16)

PEMBANGUNAN PERTANIAN

DAHULU & KINI

1. Model Perubahan Struktur Ekonomi 2. Transformasi struktural

(17)
(18)

1. Sektor pertanian tetap menjadi sektor yang

distorsinya paling banyak dalam perdagangan dunia  dengan restriksi akses yang ekstensif,

dukungan harga domestik or self-sufficiency, ekspor subsidi.

2. Negara-negara maju cenderung lebih

melindungi (memproteksi) sektor pertaniannya dibandingkan negara berkembang dan negara miskin.

(19)

GLOBALISASI PERDAGANGAN

PERTANIAN

NEGARA MAJU VS NEGARA BERKEMBANG

1. 70 % nilai ekspor dan impor produk

pertanian dikuasai oleh negara-negara maju

2. Sektor pertanian di negara maju hanya

dipresentasikan oleh 2 % dari total GDP 

sebaliknya persentase sektor pertanian di negara berkembang 17-35 % dari total GDP

3. Negara-negara maju mengeluarkan US$ 300

miliar untuk membantu sektor pertaniannya

4. Subsidi (domestic support) yang diberikan

(20)

5. Kelebihan surplus produksi yang di dump ke pasar

dunia dengan harga yang rendah  menyebabkan

negara-negara berkembang kehilangan US$ 24 miliar pendapatan di sektor pertanian dan

agroindustri

6. Tarif untuk produk pertanian lebih tinggi 4X - 5X

dibandingkan tarif untuk produk manufaktur

7. Negara maju menekan negara-negara berkembang

untuk membuka pasar selebar-lebarnya

8. Nilai subsidi yang diberikan negara maju kepada

petaninya US$ 311 miliar per tahun atau US$ 850 juta per hari (WTO, 2003)

(21)

Kebijakan Pertanian di 18 negara berkembang dari tahun 1960 – 1983 (Krueger, Schiff dan

Valdes, 1991):

1. Negara-negara berkembang mengenakan

pajak yang tinggi kepada sektor pertanian melalui kebijakan pertanian yang tidak

langsung (indirect agricultural policies)

2. Sebagian besar dari direct measures bertolak

belakang terhadap kebijakan jangka panjang

competitive advantage suatu negara

3. Dukungan yang disediakan di sektor

pertanian (subsidi, kredit, infrastruktur, penelitian dan pengembangan) tidak sebanding dengan resources extracted

(22)

Model Pertanian &

Pertumbuhan

1. Banyak bukti empiris yang mendukung pentingnya keterkaitan yang kuat antara sektor pertanian &

keseluruhan pertumbuhan ekonomi

2. World Bank (1982)  korelasi positif yang kuat antara

pertumbuhan pertanian dan sektor industri

3. Bautista (1991)  ada keterkaitan kuat antara

pertumbuhan sektor pertanian & sektor lainnya:

 Perkiraan elastisitas keterkaitan pertumbuhan antara

sektor pertanian dan sektor-sektor lainnya sebesar 1,3 untuk periode 1961-84 dan 1,4 untuk periode 1973-84 Artinya: pertumbuhan 1 % nilai tambah di sektor

(23)

4. Data terakhir International Food Policy

Research Institute (IFPRI) yang diolah

dari 42 negara

menunjukkan bahwa

peningkatan produksi pertanian US$ 1

menghasilkan peningkatan pertumbuhan

kegiatan ekonomi senilai US$ 2.32

(Clements,99).

5. Studi ini

menunjukkan jika sektor

pertanian tidak produktif maka

pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan

suatu negara akan menurun pula.

(24)

6. Studi yang dilakukan di Indonesia juga menunjukkan hasil serupa.

7. Uphoff (1999)  selama 3 dekade kemajuan

ekonomi yang cepat dan mengesankan (sblm krisis ekonomi) sektor pertanian Indonesia yang dihela oleh kegiatan para petani smallholders mampu

mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan melalui :

(a) keterkaitan ke belakang dan ke depan (forward and backward linkages) yang kuat.

(b) pertumbuhan permintaan yang diciptakan oleh

sektor pertanian (demand creation from agriculture).

(25)

8. Studi Daryanto & Morison (1992)  memperlihatkan

hasil studi yang sama dgn Uphoff bahwa efek

keterkaitan konsumsi yang diinduksi oleh sektor pertanian menunjukkan pengaruh lebih besar

dibandingkan efek keterkaitan produksi terhadap pertumbuhan ekonomi keseluruhan

9. Sektor pertanian di Indonesia yang kuat dan sehat akan menyediakan potensi konsumsi besar dalam menyerap produk-produk yang dihasilkan sektor

industri dan jasa  diartikan bahwa sektor pertanian

mempunyai keterkaitan konsumsi yang besar dgn sektor-sektor lainnya.

(26)

4. Pembangunan Pertanian dan

Pengentasan Kemiskinan

Pertumbuhan pertanian memiliki

kontribusi yang signifikan dalam

(27)

5. Pembangunan

Pertanian dan Kebutuhan

Dasar Manusia

1.

Tahun 1970-an

banyak ahli ekonomi yang

tidak puas dengan strategi pembangunan

yang hanya menekankan pertumbuhan

pendapatan/kapita.

2.

Perhatian ditekankan bukan hanya pada

“seberapa banyak yang harus diproduksi”,

tetapi juga pada “apa yang harus diproduksi,

dengan cara bagaimana, untuk siapa, dan

dengan konsekuensi bagaimana”.

3.

Kebutuhan pokok

meliputi nutrisi,

pendidikan dasar, kesehatan, sanitasi, suplai

air dan perumahan yang cukup

Human

(28)

6.

Pembangunan Pertanian

Berkelanjutan

1.

Bernilai Ekonomis

(Economically viable)

2.

Bersahabat dengan

Lingkungan (Environmentally

sound)

(29)

Adigium sistem pertanian

berkelanjutan adalah..

better environment

better farming, and

(30)

Dua Paradigma

Pembangunan Pertanian

Pertanian Industrial =

linear

Pertanian Berkelanjutan =

(31)

Pertanian berkelanjutan

(sustainable agriculture):

Pengelolaan sumberdaya pertanian

untuk memenuhi perubahan

kebutuhan manusia sekaligus

mempertahankan atau

meningkatkan kualitas lingkungan

dan melestarikan sumberdaya

(32)

Terminologi Pertanian

Berkelanjutan:

1.

Pertanian alami (

natural farming

)

2.

Pertanian organik (

organic farming

)

3.

Pertanian biodinamik (

biodynamic

farming

)

4.

Pertanian ekologis (

ecological

agriculture

)

5.

Pertanian rendah input luar (

low

(33)

Permasalahan Sektor Pertanian

Kualitas SDM pertanian masih rendah

Masalah kesempatan kerja & kesejahteraan

Penurunan kualitas SDA dan terbatasnya lahan

Masalah daya saing dan persaingan tidak sehat

Kemampuan petani dlm mengakses

sumber-sumber pembiayaan masih rendah

Belum adanya lembaga keuangan yg khusus

(34)

PERMASALAHAN PETANI DAN PERTANIAN

INDONESIA

NASIB PETANI

NASIB PETANI

INDONESIA

INDONESIA

PETANI

PETANI

ORGANISASI TANI

ORGANISASI TANI

MENTALITAS

MENTALITAS

TEKNOLOGI

TEKNOLOGI

KETERAMPILAN

KETERAMPILAN

MODAL

MODAL

KEPEMILIKAN LAHAN

KEPEMILIKAN LAHAN

BIROKRASI

BIROKRASI

KEBIJAKAN

KEBIJAKAN

INFORMASI

INFORMASI

PASAR DAN TATA NIAGA

(35)

Strategi pembangunan

pertanian

Peningkatan produktivitas yg didukung dg

teknologi melalui penelitian & penemuan baru

Menumbuhkembangkan industri pengolahan

hasil pertanian

Meningkatkan nilai, volume dan keragaman

produk pertanian

Mengembangkan kawasan agroindustri

Membentuk lembaga keuangan/perbankan yg

(36)

Transformasi struktural merupakan prasyarat dari peningkatan dan kesinambungan pertumbuhan dan

penanggulangan kemiskinan, sekaligus pendukung bagi kelanjutan pembangunan.

 Pada kenyataannya,pertumbuhan ekonomi di Indonesia

tidak disertai dengan perubahanstruktur tenaga kerja yang berimbang..artinya titik balik untuk aktivitas

ekonomi tercapai lebih dahulu dibanding titik balik penggunaan tenaga kerja. Sehingga terjadi masalah-masalah yang seringkali diperdebatkan diantaranya apakah pangsa PDB sebanding dengan penurunan

pangsa serapan tenaga kerja sektoral dan industri mana yang berkembang lebih cepat, agroindustri atau industri manufaktur. Apabila transformasi kurang seimbang

dikuatirkan akan terjadi proses pemiskinan dan

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan untuk mengawasi Keputusan Gubernur Provinsi Papua Nomor 188.4/336/Tahun 2017 yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua (DPRP) sesuai

Setelah atas penilaian pertanyaan dalam PMPRB diberikan dilakukan validasi, maka penyimpulan atas hasil evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi

Penelitain terdahulu yang diambil penulis terdapat empat jurnal dan dua skripsi dimana akan dijadikan suatu gambaran dalam penelitian penulis, adapun judul yang

Interaksi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam tipe decisional terjadi karena penggunaan kekuasaan atau wewenang yang dimiliki oleh kedua institusi tersebut secara

The results from the research show that: 1) teachers feel there seem to be difficulties in making the construction and applying the scientific approach from

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 1 Tawangharjo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati semester 1 tahun

Ulayat land borders were also indicated by natural boundaries available in each kaum , suku, and Nagari , following the pepatah : karimbo balanjuang, kasawah balantak

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam