PERAN SASTRA ANAK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK
Vindy Radifani Amalia
Universitas Negeri Malang, Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Indonesia, Prodi S-1 Bahasa dan Sastra Indonesia
abstrak: Sastra anak adalah karya imajinatif yang fokus utamanya untuk mendidik anak-anak dan ditulis untuk mencerminkan perasaan dan pengalaman yang dapat dilihat dan dipahami anak-anak. Nilai yang terkandung dalam karya sastra berupa ajaran-ajaran moral bagi pembaca dan secara ekplisit mampu mengubah karakter anak dalam proses pembelajarannya sejak usia dini. Peran sastra anak dalam membentuk karakter antara lain: (1) membantu anak-anak memiliki perilaku dan kebiasaan positif melalui proses apresiasi dan berkreasi, serta (2) menjadi media atau sarana untuk pembelajaran karakter karena membuat anak belajar dengan perasaan senang (tanpa keterpaksaan), sehingga secara perlahan anak mengadopsi nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.
Kata kunci: peran, sastra anak, membentuk karakter
PENDAHULUAN
tahun: 1) yang berpendapat masa 0 tahun hingga beranjak remaja sekitar 13 tahun dapat dikatakan merupakan masa yang paling penting untuk menanamkan nilai-nilai sebagai manusia. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan kebutuhan-kebutuhan anaknya akan perkembangan kepribadian anak.
Salah satu cara untuk membantu proses pembentukan karakter anak usia dini adalah melalui sebuah karya sastra, khususnya sastra anak. Sastra anak merupakan sastra yang ditujukan untuk anak, bukan sastra tentang anak. Menurut Puryanto (2008:2), sastra tentang anak bisa saja isinya tidak sesuai untuk anak, tetapi sastra untuk anak sudah tentu sengaja dan disesuaikan untuk anak-anak selaku pembacanya. Penggunaan bahasa yang imajinatif juga dapat mengundang emosi anak untuk merasakan dan menghayati peran tokoh dan konflik yang ditimbulkan. Sejalan dengan itu, Wahidin (2009) unsur yang paling menonjol dalam sastra anak adalah imajinasinya. Selain itu, sastra anak bertumpu dan bermula pada penyajian nilai dan imbauan tertentu yang dianggap sebagai pedoman tingkah laku. Dalam pedoman tingkah laku terdapat nilai-nilai moral yang secara eksplisit akan mengubah karakter anak. Karena alasan-alasan tersebut, artikel ini akan membahas mengenai peran-peran sastra anak dalam membantu membentuk karakter anak.
SASTRA ANAK
utama sastra anak adalah mendidik. Hal inilah yang membedakan sastra anak dengan sastra lainnya.
Endraswara (dalam Mursini, tanpa tahun) mengatakan bahwa penceritaan dalam sastra anak mencerminkan liku-liku kehidupan yang dapat dipahami oleh anak, melukiskan perasaan anak, dan menggambarkan pemikiran-pemikiran anak. Menegaskan hal tersebut, Citraningtyas (2013: 2) mengatakan bahwa sastra anak adalah “Utile et Dulce” bukannya seperti penyataan terkenal Horace, yakni karya sastra adalah “Dulce et Utile”. Perubahan tersebut oleh Citraningtyas didasarkan pada kenyataan bahwa tujuan utama ditulisnya karya sastra adalah untuk mendidik, baru kemudian sastra anak kadang menghibur. Fungsi utama sastra anak untuk mendidik dikarenakan terdapat nilai-nilai tertentu yang mempengaruhi perkembangan kejiwaan anak dan berpengaruh pada pembentukan karakter anak.
MANFAAT SASTRA ANAK
Sastra dihargai karena ia berguna bagi hidup manusia. Sastra mengungkapkan pengalaman manusia agar manusia lain dapat mengambil pelajaran dari pengalaman itu dan hidup manusia akan lebih baik. Dari karya sastra, orang akan belajar banyak tentang pengalaman hidup, persoalan dengan aneka ragamnya dan bagaiamana menghadapinya (Zulela, 2012: 20-21).
(…)
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK
Gordon Allport (dalam Forum Harian Kompas, 2011) mendefinisikan karakter manusia sebagai kumpulan atau kristalisasi dari kebiasan-kebiasaan seorang individu. Dari sudut proses pembentukkannya ada ahli yang mengatakan bahwa karakter manusia itu adalah turunan (hereditas), sebagian lain lagi mengatakan lingkungan yang membentuk karakter kepribadian seseorang. Kedua faktor tersebut tidak untuk diperdebatkan karena kedua faktor tersebut sangat berperan di dalam pembentukan karakter kepribadian seorang manusia. Tetapi yang paling penting untuk diperhatikan adalah bahwa kebiasaan manusia setiap hari itulah yang akan membentuk karakter seorang manusia
(…)
PEMANFAATAN SASTRA ANAK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK
kehidupan nyata. Karya sastra juga bisa menjadi media atau sarana untuk membentuk karakter, sebab sastra mengandung nilai etika dan moral yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia.
(….)
SIMPULAN
Menurunnya kualitas moral bangsa yang terjadi sekarang ini ditandai dengan merosotnya nilai-nilai karakter dan meningkatnya tindakan negatif yang mengacu pada kriminalitas dikalangan anak-anak. Dalam hal ini, sastra dapat membantu proses pembentukan karakter anak melalui sastra anak, terutama melalui cerita anak. Melalui penggunaan bahasa yang imajinatif sehingga dapat mengundang emosi anak untuk merasakan dan menghayati peran tokoh dan konflik yang ditimbulkan, teks-teks kesusastraan diyakini akan mengubah karakter anak karena mengandung nilai-nilai yang mengandung pesan moral Hal ini dikarenakan fokus utama sastra anak adalah untuk mendidik, kemudian untuk menghibur.
Peran-peran sastra anak dalam membentuk karakter anak antara lain: (1) melalui karya sastra, anak-anak memiliki perilaku dan kebiasaan positif melalui proses apresiasi dan berkreasi, serta (2) menjadi media atau sarana untuk membentuk karakter karena membuat anak belajar dengan perasaan senang (tanpa keterpaksaan), sehingga secara perlahan mengadopsi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Apabila minat anak terhadap karya sastra terbangun, maka anak akan mulai berhadapan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Secara mandiri anak juga akan mengenal serta menyerap nilai-nilai moral, agama, budaya dan sebagainya. Dengan demikian bukan tidak mungkin karakter anak akan terbangun menjadi karakter yang baik.