• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model dalam Pengembangan Kurikulum. dcox

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Model dalam Pengembangan Kurikulum. dcox"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Model dalam Pengembangan Kurikulum

Siti Aisyah Nurcahya (1506685)

Tugas Ke 5

Pendidikan IPS

Model pengembangan kurikulum, yaitu langkah sistematis dalam proses penyusunan kurikulum. Alternatif prosedur dalam rangka mendesain (designing), menerapkan (implementation), dan mengevaluasi (evaluation) suatu kurikulum. Model pengembangan kurikulum diantaranya: 1) Model Ralph Tyler meliputi menentukan tujuan pendidikan, menentukan proses pembelajaran yang harus dilakukan, menentukan organisasi pengalaman belajar, menentukan evaluasi pembelajaran; 2) Model Administratif model ini disebut juga dengan istilah dari atas ke bawah (top down) atau staf lini (line-staff procedure), artinya pengembangan kurikulum ini ide awal dan pelaksanannya dimulai dari para pejabat tingkat atas pembuat keputusan dan kebijakan berkaitan dengan pengembangan kurikulum; 3) Model Grass Roots model pengembangan kurikulum yang dimulai dari arus bawah; 4) Model Demonstrasi, pengembangan kurikulum idenya datang dari bawah (grass roots); 5) Model Miller-Seller pengembangan kurikulum kombinasi dari model tranmisi (Gagne) dan model transaksi (Taba’s & Robinson); 6) Model Taba (Inverted Model) modifikasi dari model Tyler penekanannya terutama pada pemusatan perhatian guru; 7) Model Beauchamp meliputi lima tahapan.

Sumber

Choate, et. all. 1992. Curriculum-Based Assesment and Programming. Boston: Allyn and Bacon

Referensi

Dokumen terkait

menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,035 apabila dibandingkan dengan derajat kepercayaan ( α ) yang telah ditentukan yaitu sebesar 0,05. Tingkat signifikansi CR ( X2)

Metode penelitian untuk analisis menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan instrumen yang digunakan berupa pemberian angket yang berisi pernyataan positif dan

Setelah penulis mengadakan penelitian menggunakan metode di atas, selanjutnya penulis menganalisis data sehingga hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang

=1 dan p value = 0,000 lebih kecil dari 0,05; maka H 0 ditolak yang artinya ada hubungan antara usia ke- hamilan dengan kejadian ketuban pecah dini.Untuk nilai OR didapat

Senam otak telah diakui sebagai salah satu teknik belajar yang paling baik oleh National Learning Foundation USA karena senam otak ini memberikan keuntungan yaitu

Apabila ventilasi kamar tidur memenuhi syarat kesehatan maka kuman TB dapat terbawa keluar ru- angan melalui ventilasi udara dan apabilah ventilasi buruk atau tidak memenuhi

13 Beranjak dari teori Wallas inilah yang digunakan sebagai indikator dalam penelitian untuk mengetahui proses berpikir kreatif siswa.. Kemampuan berpikir kreatif dapat

Kondisi sanitasi terakhir yang diamati yaitu kepemilikan sabun di jamban.Sabun merupakan sarat dari kebiasaan cuci tangan yang sehat atau dikenal dengan CTPS.Sebagian besar,