CELAH DAN TEKNIK PENGAMAN
JARINGAN
Faisal Ashari F, Asep Saepullah, Nadyka Jakapratama, Gianopin, Abdul Fikih & Ikhwan Teguh
LANDASAN TEORI
Banyaknya kasus pembajakan atas data pribadi yang sangat rahasia yang dengan mudah dilihat oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab menggunakan data pribadi seseorang untuk keuntungan pihak tertentu. Sehingga kerugian yang sangat besar sering terjadi dalam beberapa kasus di dunia sistem informasi.
Penelitian ini bertujuan untuk dijadikan pembelajaran, agar beberapa orang yang sering mempublikasikan atau menggunakan data pribadi ke dalam jaringan (internet) lebih berhati-hati .
METODOLOGI
Dan untuk teknik pengamanannya, kami menggunakan Alert System (Log), yang mana berfungsi untuk memberitahu apabila ada tindakan-tindakan seperti yang kami lakukan di awal penelitian. Alert System (Log) menggunakan antivirus yang berjenis Internet Security, yang nantinya secara langsung akan memberikan warning jika ada tidakan yang tidak diinginkan.
Teknik keamanan terakhir ialah Intrusion Detection System (IDS). Adalah sebuah aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. IDS dapat melakukan inspeksi terhadap lalu lintas inbound dan outbound dalam sebuah sistem atau jaringan, melakukan analisis dan mencari bukti dari percobaan intrusi (penyusupan).
IMPLEMENTASI
SESSION HIJACKING.
(Gambar 1. Contoh ARP Spoofing)
Untuk lebih jelas cara penggunaan teknik ARP Spoofing, kami telah menyiapkan video demonstrasi yang diputar pada saat persentasi hasil rekaman untuk saat melakukan ARP Spoofing.
Tahap kedua. Dengan menggunakan DNS Spoofing, salah satu metode hacking Man In The Middle Attack (MITM). Hampir sama konsepnya dengan ARP Spoofing, tapi yang membedakan adalah Attacker akan memalsukan alamat IP dari sebuah domain.
Video demonstrasi DNS Spoofing juga dipersiapkan untuk diputar pada saat persentasi di kelas.
ALERT SYSTEM
Jika ada seseorang dengan sengaja ingin melakukan penyadapan ke dalam jaringan LAN, maka antivirus yang sudah terinstal di komputer korban akan dengan langsung memberi peringatan atas adanya ancaman dan secara default antivirus tersebut akan memblokir aktivitas penyadapan tersebut.
(Gambar 3. Peringatan Antivirus)
INTRUSION DETECTION SYSTEM
Sama halnya dengan alert system, namun IDS ini bukan antivirus yang secara langsung bisa memblokir aktivitas mencurigakan, IDS hanya bersifat mendeteksi tapi tidak bisa menindak lanjuti ancaman.
KESIMPULAN
Session Hijacking adalah suatu kegiatan yang berusaha untuk menyusup ke dalam sistem melalui sistem operasional lainnya yang dijalankan oleh Hacker. Sistem ini dapat berupa server, jaringan/networking [LAN/WAN], situs web, software atau bahkan kombinasi dari beberapa sistem tersebut. Namun perbedaanya adalah Hijacker menggunakan bantuan software atau server robot untuk melakukan aksinya, tujuanya adalah sama dengan para cracker namun para hijacker melakukan lebih dari para cracker yang hanya mengambil data dan informasi penting saja.