Ketatalaksanaan
Pemerintahan di
INDONESIA
Bahan – 10
Sistem Administrasi Negara RI
Ketatalaksanaan
Pemerintahan
•
Tata laksana pemerintahan yang
baik adalah seperangkat proses yang
diberlakukan dalam organisasi, baik
swasta maupun pemerintahan/
negeri untuk menentukan sebuah
Kebijaksanaan dan Peraturan
Perundang-undangan
•
Kebijaksanaan : pada dasarnya
merupakan ketentuan-ketentuan
yang harus dijadikan
pedoman,
pegangan atau petunjuk, cara
bagi setiap usaha dan kegiatan
Aparatur Pemerintah
; sehingga
tercapai suatu kelancaran dan
Tingkat-tingkat Kebijaksanaan
1. Kebijaksanaan Nasional
2. Kebijaksanaan Umum
1.Kebijaksanaan Nasional
• Pengertian :
• Kebijaksanaan Nasional merupakan kebijaksanaan
Negara yang bersifat fundamental dan strategis dalam pencapaian tujuan nasional/negara sebagaimana tertera dalam UUD 1945
• Wewenang :
• Wewenang menetapkan kebijaksanaan nasional ada di
tangan MPR, dan Presiden bersama DPR.
• Bentuk :
• Kebijaksanaan nasional yang tertulis yang berbentuk
Undang-2.Kebijaksanaan Umum
• Pengertian :
• Kebijaksanaan umum merupakan kebijaksanaan Presiden
yang lingkupnya menyeluruh bersifat nasional dan berupa penggarisan ketentuan –ketentuan yang bersifat makro strategis dalam rangka pelaksanaan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan sebagai pelaksanaan UUD, dan UU guna mencapai tujuan nasional.
• Wewenang :
• Wewenang penetapan kebijaksanaan umum sepenuhnya
ada pada Presiden
• Bentuk :
• Kebijaksanaan umum yang tertulis dalam bentuk peraturan
3.Kebijaksanaan Pelaksanaan
• Pengertian :
• Kebijaksanaan pelaksanaan merupakan penjabaran dari
kebijaksanaan umum sebagai strategi pelaksanaan dalam suatu tugas umum pemerintahan dan pembangunan
• Wewenang :
• Wewenang penetapan kebijaksanaan pelaksanaan ada pada
Menteri/ Pejabat lain yang setingkat Menteri dan Pimpinan LPND, sesuai dengan kebijaksanaan pada tingkat atasnya dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
• Bentuk :
• Kebijaksanaan pelaksanaan yang tertulis dalam bentuk
4.Kebijaksanaan Teknis
• Pengertian :
• Kebijaksanaan teknis merupakan panjabaran dari
kebijaksanaan pelaksanaan yang memuat pengaturan teknis dan administratif dari bidang tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Oleh karena isi dann jiwa kebijaksanaan
teknis ini sudah bersifat pengaturan pelaksanaan secara
teknis dan administratif, lazim disebut pedoman pelaksanaan.
• Wewenang :
• Wewenang penetapan kebijaksanaan teknis ini terletak di
tangan para Direktur Jenderal dan juga oleh Pimpinan LPND.
• Bentuk :
• Bentuk kebijaksanan teknis dapat berupa peraturan,
Peraturan
Perundang-undangan
•
Peraturan Perundang-undangan
pada hakekatnya merupakan
salah satu bentuk kebijaksanaan
tertulis yang bersifat pengaturan
(
regelan
) yang dibuat oleh Aparatur
Negara mulai dari MPR sampai
dengan Direktur Jenderal pada
lingkup Nasional, dan
Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan
Republik Indonesia
•
Undang-Undang Dasar Negara RI tahun 1945;
•
Ketetapan MPR;
•
Undang-undang;
•
Peraturan Pemerintah pengganti
Undang-undang;
•
Peraturan Pemerintah;
•
Keputusan Presiden;
•
Peraturan Daerah.
Proses Penyusunan
Undang-undang
:
•
Usul yang dari Pemerintah; disebut RUU
dari Pemerintah
Prosedur Pembentukan UU
melalui 4 tingkatan :
•
Tingkat I dalam Rapat Paripurna
, berisi
kegiatan :
•
Keterangan atau penjelasan dalam rapat
Paripurna :
–
a.Oleh Pemerintah terhadap RUU
–
b.Oleh Komisi, gabungan komisi atau Pansus
•
Tingkat II dalam rapat Paripurna
:
– 1.a.Pemandangan umum dalam rapat paripurna oleh
para anggota DPR yang membawakan suara fraksinya terhadap RUU beserta keterangan Pemerintah
– 1.b.Tanggapan Pemerintah dalam rapat paripurna
terhadap RUU Usul Inisiatif beserta penjelasannya
– 2.a.Jawaban Pemerintah dalam rapat paripurna
terhadap pandangan umum para anggota DPR
•
Tingkat III dalam rapat Komisi:
–
a.Pembahasan dalam komisi, gabungan
komisi/pansus yang dilakukan bersama-sama
dengan Pemerintah
–
b.Pembahasan dalam
•
Tingkat IV dalam rapat Paripurna
– a.Pengambilan keputusan dalam rapat Paripurna
dengan didahului laporan hasil pembicaraan tingkat III dan pendapat akhir dari fraksi yang disampaikan oleh anggotanya
– b.Bila dipandang perlu pendapat akhir ini dapat pula
disertai catatan tentang pendirian fraksi
– c.Dalam pengambilan keputusan, kepada Pemerintah
http://herwanp.staff.fisip.uns.ac.id 18
Koordinasi
•
Koordinasi dalam pemerintahan
dapat dirumuskan sebagai
fungsi
suatu Aparatur Pemerintah
untuk memadukan serta
menyerasikan & menyelaraskan
berbagai kepentingan dan kegiatan
yang saling berkaitan beserta
segenap gerak, langkah dan
waktunya, dalam rangka
Pedoman Koordinasi :
1. Perlu ditentukan secara jelas siapa atau satuan kerja mana yang secara fungsional berwenang dan bertanggung jawab atas suatu masalah
2. Pejabat atau instansi yang secara fungsional berwenang dan bertanggung jawab mengenai suatu masalah,
berkewajiban memprakarsai dan mengkoordinasikan
3. Perlu dirumuskan secara jelas wewenang, tanggung jawab dan tugas-tugas satuan kerja
4. Perlu dirumuskan program kerja organisasi yang jelas
memperlihatkan keserasian kegiatan diantara satuan kerja 5. Perlu dikembangkan komunikasi timbal balik untuk
menciptakan kesatuan bahasa dan kerjasama
Perizinan
•
Salah satu bentuk pelaksanaan
fungsi pengaturan dan bersifat
pengawasan pengendalian yang
Pedoman Penyederhanaan
dan Pengendalian Perizinan
:
•
a.Persyaratan administratif untuk mendapat izin
disederhanakan dan menghindari pengulangan
persyaratan yang sealur dalam rangkaian
perizinan yang bersangkutan
•
b.Jangka waktu berlakunya izin cukup panjang
sehingga dapat memberi jaminan bagi
kepastian dan kelangsungan usaha
•
c.Prosedur peengurusan permintaan izin
dilakukan dengan cara yang jelas, sederhana
dan dalam waktu yang singkat
• e.Izin usaha hanya diberikan dengan
mempertimbangkan : pengembangan yang sehat bagi kegiatan usaha yang bersangkutan, perlindungan
masyarakat konsumen dengan jamainan mutu produksi yang memadai, dan pencegahan gangguan pencemaran dan atau perusakan lingkungan.
• f.Izin usaha hanya dapat dicabut bila yang bersangkutan
tidak memenuhi persyaratan izin usaha
• g.Perizinan dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan
secara fungsional oleh satu Departeman / LPND / Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas pokoknya
• h.Segala pungutan biaya harus sesuai dengan
Kehumasan
Pemerintahan
•
a.Sebagai Fungsi; adalah segenap tindakan
yang dilakukan oleh suatu instansi dalam usaha
membina hubungan yang harmonis dengan
masyarakat dan membina martabat instansi
dalam pandangan masyarakat, guna
memperoleh pengertian, kepercayaan,
kerjasama,dan dukungan dari masyarakat dalam
pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya.
kegiatan hubungan
masyarakat pada dasarnya
diarahkan untuk :
•
memberikan informasi kepada
masyarakat tentang tugas pokok, fungsi,
aktivitas dan kebijaksanaan instansi
•
mengadakan persuasi atau
mempengaruhi sikap dan pendapat
masyarakat
•
mewujudkan integrasi, keserasian dan
keselarasan antara kepentingan instansi
dan kepentingan masyarakat
•
mendorong dan menegakkan peran aktif
http://herwanp.staff.fisip.uns.ac.id 25
Kepegawaian
Pemerintahan
•
PNS adalah mereka yang setelah
memenuhi syarat yang ditentukan dalam
peraturan perundang-undangan yang
berlaku, diangkat oleh pejabat yang
berwenang dan diserahi tugas dalam
sesuatu jabatan negeri atau diserahi
tugas Negara lainnya yang ditetapkan
berdasarkan sesuatu peraturan
perundang-undangan dan digaji menurut
peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
•
Kedudukan Pegawai Negeri adalah
sebagi unsur Aparatur Negara, Abdi
Negara, dan Abdi Masyarakat yang
dengan kesetiaan dan ketaatan
http://herwanp.staff.fisip.uns.ac.id 26
Dasar pembinaan Pegawai Negeri
•
Sistem karier
adalah suatu sistem
kepegawaian dimana untuk
pengangkatan pertama didasarkan
atas kecakapan yang bersangkutan,
sedang dalam pengembangannya
lebih lanjut; masa kerja,
pengalaman, kesetiaan, pengabdian,
dan syarat–syarat obyektif lainnya
juga turut menentukan. Dalam
sistem karier dimungkinkan naik
pangkat tanpa ujian jabatan &
pengangkatan dalam jabatan
•
Sistem prestasi kerja
untuk
pengangkatan seseorang dalam
suatu jabatan didasarkan atas
kecakapan dan prestasi yang dicapai
oleh orang yang diangkat.
Kecakapan tersebut harus
dibuktikan dengan lulus ujian