• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori akuntansi ekuitas dan liabilitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Teori akuntansi ekuitas dan liabilitas "

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Ekuitas

Teori Akuntansi (Bab 11)

Dipresentasikan oleh :

Andri Sihotang 371363031

Deryanto M 371363008

Manogu Manuturi 371363028

M. Ismuloh 371363004

(2)
(3)

Adalah hak residual atas aktiva perusahaan

setelah dikurangi semua

kewajibanIkatan Akuntansi Indonesia.

pasal 49

Equity or Net

Asset is the

residual

interest in

the Assets of

an Entity

that remains

after

deducting its

Liabilities.

(4)

Ekuitas didefinisi sebagai hak residual untuk menunjukkan

bahwa ekuitas bukan

kewajiban. Ini berarti ekuitas bukan pengorbanan sumber

ekonomi masa datang.

(5)

Perbedaan Ekuitas

dan kewajiban

Godfrey, Hodgson, dan Holmes (1997)

membedakan ekuitas dan kewajiban atas dasar kriteria berikut:

Hak-hak masing-masing pihak atas penyelesaian klaim.

Hak penggunaan aset dalam operasi.

(6)

KOMPONEN EKUITAS

PEMEGANG SAHAM

Ekuitas pemegang saham

Modal Setoran

Modal Setoran Lain

Modal Yuridis

Laba Ditahan Lain-lain

1. Penerbitan saham baru

2. Kapitalisasi laba ditahan

3. Dividen saham 4. Konversi obligasi 5. Stock

subscription

1. Premium modal saham

2. Penjualan saham terasuri

3. Penyerapan defisit 4. Deklarasi dividen

likuidasi

5. Restrukturisasi 6. Revaluasi aset

1. Laba atau rugi 2. Dividen

3. Rekapitalisasi 4. Defisit

5. Koreksi

(7)

Tujuan Penyajian Ekuitas

 Menyediakan informasi kepada yang

berkepentingan tentang efisiensi dan kepengurusan manajemen.

 Menyediakan informasi tentang

riwayat serta prospek investasi pemilik dan pemegang ekuitas lainnya.

 Menyediakan informasi tentang

(8)

Pembedaan modal setoran

dan laba ditahan

 modal setoran merupakan suatu bentuk kontrak yuridis yang harus dipertahankan  keutuhannya sedangkan laba ditahan

merupakan modal yang tercipta atau terhimpun karena pemanfaatan aset,  modal setoran merupakan perubahan

aset dalam rangka pendanaan (transaksi modal) sedangkan laba ditahan

(9)

Modal Setoran

 Modal Yuridis

merupakan jumlah rupiah “minimal” yang harus disetor oleh investor

sehingga membentuk modal yuridis (legal capital)

(10)

Perubahan Modal

Setoran

MODAL SETORAN DAPAT BERTAMBAH karena:

Pemesanan saham

Konversi status obligasi

Konversi status saham istimewaDividen saham, dan

(11)

Penurunan Modal Saham

 MODAL SETORAN DAPAT

BERKURANG 

karena Saham treasuri. Masalah yang berkaitan dengan saham treasuri

adalah Penentuan jumlah rupiah yang harus dianggap mempengaruhi modal setoran dan laba ditahan dan

Pengungkapan pengaruhnya terhadap modal yuridis bila saham treasuri

(12)

Perubahan Laba Ditahan

 Faktor utama yang mempengaruhi

besarnya laba ditahan adalah laba atau rugi periodik dan pembagian dividen

 Transaksi khusus

• Penyesuaian perioda lalu

• Koreksi kesalahan dalam laporan

keuangan

(13)

PENYAJIAN MODAL

PEMEGANG SAHAM

 Urutan penyerapan Rugi

Pendapatan kotorLaba bersih

Laba ditahan

(14)

 Urutan menerima distribusi aset

 Karyawan dan pemerintah  Kreditor berjaminan

 Kreditor tidak berjamin

 Pemegang saham prioritas  Pemegang saham biasa

(15)

Perincian laba ditahan

Perincia

n atas

dasar

sumber

Perincian atas dasar

tujuan penggunaa

(16)

Laba Komprehensip

Semua perubahan akibat transaksi operasi harus dilaporkan melalui

statemen laba-rugi. Pendekatan yang dianut yaitu :

(17)

KESIMPULAN

 Konsep kesatuan usaha memisahkan

secara fisis dan konseptual antara manajemen dan pemilik dan ekuitas pemegang saham menggambarkan hubungan yuridis antara perseroan dengan para pemegang saham

 Kontrak sesungguhnya antara

pemegang saham dan perseroan

(18)

DAFTAR PUSTAKA

 Suwardjono. maret 2014. Teori

Akuntansi. Edisi ketiga. Yogyakarta. BPFE

 Ringkasan teori akuntansi perekayasaan

pelaporan keuangan.

(http.ikhmawuji.wordpress.com) diakses pada 05-04-2017

 Teori Akuntansi tentang konsep ekuitas.

(19)

Referensi

Dokumen terkait

Contoh: PT DEF mengeluarkan obligasi yang dapat dikonversi dengan nilai par Rp 500 juta yang dapat dikonversi menjadi 200 ribu lembar saham biasa dengan nilai par Rp 1.500,-

diwujudkan dalam bentuk return yang tinggi melalui dividen, harga saham, atau laba ditahan untuk diinvestasikan di masa depan (Arieska dan

a. Modal tier 1, yaitu modal inti, yang terdiri atas modal disetor, premi saham, laba ditahan, cadangan minimum.. Modal tier 2, yaitu modal tambahan, yang terdiri atas cadangan

Karena klasifikasi sebagian ekuitas pemegang saham sebagai laba ditahan tidak menunjukkan jumlah yang mungkin harus dibayarkan sebagai dividen di masa depan

Untuk mengukur biaya modal, maka biaya penggunaan hutang jangka panjang, saham biasa, dan laba ditahan harus dihitung terlebih dahulu karena biaya modal yang digunakan

Salah satu syarat pengungkapan adalah penyajian pengaruh kumulatif dari perubahan akuntansi terhadap nilai laba ditahan terhitung awal periode paling terdahulu

$700.000 merupakan titik patahan (Break point) untuk laba ditahan, karena bila tambahan modal yang diinginkan lebih besar dari angka itu, maka perusahaan harus menjual saham baru

Jadi, kebijakan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk deviden atau akan ditahan untuk menambah modal