• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ini Strategi Kemendag untuk Tekan Impor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ini Strategi Kemendag untuk Tekan Impor"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Ini Strategi Kemendag untuk Tekan Impor

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki strategi khusus untuk menekan impor pada tahun ini. Salah satunya yaitu dengan

mendorong produksi barang-barang yang dibutuhkan di dalam negeri.

"Jadi subsititusi impor itu strategi Kemendag bagaimana ke depan, barang yang biasa kita impor, katakan barang konsumsi, maupun barang baku, penolong dan bahan modal, ya kita produksi di dalam negeri. Paling tidak, devisa kita kan hemat," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan, di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2015).

Cara kedua, yaitu dengan mendorong terciptanya sektor industri di hulu sehingga bahan baku yang dihasilkan di Indonesia tidak diolah di negara lain.

"Ketiga, kita tidak tergantung dengan bahan baku impor. Memang bertahap. Tapi paling tidak tentu BKPM juga akan selektif dalam memberikan izin investasi ke depan," lanjutnya.

Partogi mengatakan, program-program ini rencanakan akan mulai digalakkan pada tahun ini. Pihaknya juga telah mengandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memuluskan langkah tersebut.

"Tahun ini sudah mulai, kita sudah berulangkali rapat dengan BKPM. Itu sudah menjadi catatan BKPM juga dan jadi fokus mereka," kata dia.

Dia menjelaskan, ada beberapa sektor industri yang telah dibidik untuk

dikembangkan di dalam negeri. Dengan demikian diharapkan Indonesia tidak lagi tergantung pada barang impor dari sektor industri tersebut.

"Banyak sekali bahan baku itu, katakan plastik, walaupun kita punya di sini, tapi belum sepenuhnya cukup. Kemudian barang-barang chemical juga, kemudian mesin, itu kita harus buat besar disini. Tapi tentu bertahap," tandasnya.

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan impor biasanya dilakukan karena negara tersebut tidak bisa menyediakan barang atau bahan baku yang dibutuhkan masyarakat, sehingga menyebabkan

Kartu_BB Produksi Penjualan Pembelian Order Pembelian Rencana Produksi Order Penjualan Harga Jual Standar BOP Standar Bahan Standar TKL Barang Jadi Bahan Penolong Bahan Baku

Dibanding bulan yang sama tahun lalu, nilai impor menurut golongan penggunaan barang untuk Juli 2013, mengalami kondisi yang sama, yaitu meningkat pada golongan bahan

Jika dibandingkan Januari 2014, nilai impor bahan baku/penolong dan barang modal mengalami peningkatan masing-masing sebesar 136,58 persen dan 115,53 persen sedangkan

Impor menurut katagori ekonomi dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok barang konsumsi, bahan baku, dan barang modal, dari ketiga kelompok tersebut kelompok bahan baku