Islam Sebagai
Hubungan Sosial
Andre Fitra Trenggana 151410813052
Muhammad Arsha Fardha 151410813050 Sasheena Delfiraz 151410813054
Manusia adalah makhluq sosial, dia tak bisa
hidup seorang diri, atau mengasingkan diri dari kehidupan bermasyarakat. Dengan dasar
penciptaan manusia yang memikul amanah berat menjadi khalifah di bumi, maka Islam
memerintahkan ummat manusia untuk saling ta’awun, saling tolong-menolong, untuk
tersebarnya nilai rahmatan lil alamin ajaran Islam. Maka Islam menganjurkan ummatnya untuk saling ta’awun dalam kebaikan saja dan tidak dibenarkan ta’awun dalam kejahatan ( QS Al Maaidah:2)
Hubungan berarti komunikasi, sangkut paut,
sejalan, searah. Agama secara sempit berarti
undang-undang atau hukum. Dalam bahasa Arab berarti menundukkan, patuh menguasai, hutang. Ilmu pengetahuan secara bahasa yaitu
seperangkat ilmu yamg tersusun secara
sistematis, dapat dimanfaatkan semua orang pada tempat yag sama maupun berbeda dengan hasil yang sama. Khurashid Ahmad berpendapat bahwa pengetahuan adalah seperangkat pengalaman,
yang mengatur, memimpin mengarahkan kearah kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Kholiq.
adalah ilmu yang berhubungan deangan kegiatan
sosial kemasyarakatan. Termasuk ilmu sosial adalah seluruh kegiatan masyarakat mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas untuk kegiatan keperluan sesama manusia. Islam
tampil sebagai agama yang memberi perhatian pada keseimbangan hidup antara dunia dan
akhirat, antara hubungan manusia dengan
manusia, antara urusan ibadah dan muammalah dalam arti luas. Keterkaitan agama dengan
kemanusiaan menjadi penting, jika dikaitkan dengan situasi kemanusiaan pada zaman ini.
Ukuran ketinggian derajat manusia dalam
pandangan islam bukan ditentukan oleh
nenek moyang, kebangsaannya, warna
kulit, dan jenis kelamin. Kualitas dan
ketinggian derajat seseorang ditentukan
oleh ketakwaannya yang ditujukan oleh
prestasi kerjanya yang bermanfaat bagi
manusia.
Taawun artinya sikap tolong menolong,
bantu-membantu, dan bahu-membahu antara satu dengan yang lain. Taawun juga dapat diartikan sebagai sikap kebersamaan dan rasa saling
memiliki dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya, sehingga dapat
mewujudkan suatu pergaulan yang harmonis dan rukun.
1. Silaturahim
Islam menganjurkan silaturahim antar anggota
keluarga baik yang dekat maupun yang jauh, apakah mahram ataupun bukan. Apalagi terhadap kedua
orang tua. Islam bahkan mengkatagorikan tindak “pemutusan hubungan silaturahim” adalah dalam dosa-dosa besar.
“Tidak masuk surga orang yang memutuskan hubungan silaturahim” (HR. Bukhari, Muslim)
2. Memuliakan tamu
Tamu dalam Islam mempunyai kedudukan yang amat terhormat. Dan menghormati tamu termasuk dalam indikasi orang beriman.
3. Menghormati tetangga
Hal ini juga merupakan indikator apakah seseorang itu beriman atau belum.
“…Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan
tetangganya” (HR. Bukhari, Muslim)
Apa saja yang bisa dilakukan untuk memuliakan tetangga, diantaranya:
- Menjaga hak-hak tetangga - Tidak mengganggu tetangga
- Berbuat baik dan menghormatinya - Mendengarkan mereka
4. Memberi bantuan sosial.
Orang-orang lemah mendapat perhatian
yang cukup tinggi dalam ajaran Islam.
Kita diperintahkan untuk
mengentaskannya. Bahkan orang yang
tidak terbetik hatinya untuk menolong
golongan lemah, atau mendorong orang
lain untuk melakukan amal yang mulia ini
dikatakan sebagai orang yang
5. Peduli dengan aktivitas sosial.
Orang yang peduli dengan aktivitas orang di
sekitarnya, serta sabar menghadapi resiko yang mungkin akan dihadapinya, seperti cemoohan, cercaan, serta sikap apatis masyarakat, adalah lebih daripada orang yang pada asalnya sudah enggan untuk berhadapan dengan resiko yang mungkin menghadang, sehingga ia memilih