• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH Perilaku Komunikasi Antar umat b

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH Perilaku Komunikasi Antar umat b"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

“Perilaku Komunikasi Antar umat beragama Di

Asrama Kujang Jawa Barat- Yogyakarta”

Diajukan untuk Memenuhi Tugas UAS Dosen Pengampu : Dr. Roma Ulinnuha, M.Hum.

DISUSUN OLEH: RIZAL HEMA SAPRUDIN

NIM: (14520040)

PROGRAM STUDI AGAMA - AGAMA

FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

(2)

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kemajemukan dan keberagamaan didalam kehidupan adalah seuatu hal yang sudah sunatullah dalam hidup ini, dalam hidup tanpa disadari banyak perilaku-perilaku komunikasi yang dilakukan untuk saling menengal dan berdialog baik secara langsung ataupun tidak langsung (non verbal). Bukan hanya kepada sesama pemeluk yang berkeyakinan sama tetapi juga kepada seluruh manusia yang hidup di tengah-tengah kita dengan berbagai macam perilaku dan keberagamaan di sekitar kita.

Sekilas tentang Asrama Kujang Jawa Barat- Yogyakarta, asrama ini terletak di jalan pengok kidul, No.14 Kelurahan Baciro Kecamatan Gondokusuman Kota Yogykarta. Asrama ini di huni oleh Warga-Mahasiswa jabar yang sedang kuliah di Yogyakarta, Mahasiswa yang menghuni di asrama tersebut tidak hanya dari 1 kabupaten di jawabarat tapi dari seluruh kabupaten jabar tepatnya dari 16 kabupaten di jabar1.

Disetiap kabupaten memiliki budaya dan khas yang berbeda-beda serta perilaku dan keragamaan serta keberagamaan yang berbeda-beda walaupun tetap 1 bahasa yaitu sunda walaupun bahasa sunda yang begitu variatif dan banyak versi. Dari mulai yang sunda biasa percakapan hingga yang sunda halus atau sunda buhun(sangat halus) Walaupun 1 bahasa masyarakat sunda jabar-yogya dapat di golongkan juga dengan masyarakat multikultural, karena setiap kabupaten mempunyai ciri khas masing-masing selain itu pula terdapat perbedaan bahasa yang hampir ataupun tidak dijumpai di kab. Lain, selain keduanya perbedaan keragamaan agama juga menghiasi tanah sunda sebagai tanah yang subur akan budaya dan perilaku sosial- agama, misal agama yang berkembang di tatar sunda diantaranya hindu, budha, Kristen, Katolik, dan Islam. Dalam keberagaman keyakinan tersebut mereka saling menghargai dan menghormati satu sama lain serta hidup rukun di lingkungan asrama.2

1 Wawancara Dengan Ki Demang Wangsyafudin S.H

(3)

Sikap dan perilaku masyarakat Jabar-Yogya dalam menghormati dan menghargai satu sama lain yang berbeda agama mempunyai karakteristik tersendiri dan unik seperti dalam penggunaan bahasa, baik verbal maupun nonverbal. Misalnya Anggota Kab. Kuningan yang beragama Kristen Katolik mengucapkan salam menggunakan assalamu’alaikum(Islam) dan

hom suastiastu (Hindu) secara beriringan saat memulai rapat, ataupun kumpul dalam acara keagamaan yang diselenggarakan di Asrama tersebut.

(4)

PEMBAHASAN

Teori

A. Etnografi Penelitian

Studi etnografi komunikasi adalah pengembangan dari antropologi linguistik yang dipahami dalam konteks komunikasi.Studi ini diperkenalkan pertama kali oleh Dell Hymes pada tahun 1962, sebagai kritik terhadap ilmu linguistik yang terlalu memfokuskan diri pada fisik bahasa saja.Definisi etnografi komunikasi sendiri adalah pengkajian peranan bahasa dalam perilaku komunuikatif suatu masyarakat, yaitu cara-cara bagaimana bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang berbeda- beda kebudayaan.

Hymes dalam Engkus Kuswanto menjelaskan ruang lingkup kajian etnografi komunikasi sebagai berikut:

 Pola dan fungsi komunikasi.

 Hakikat dan definisi masyarakat tutur.

 Cara-cara berkomunikasi.

 Komponen-komponen kompetensi komunikatif.

 Hubungan bahasa dengan pandangan dunia dan organisasi sosial.

 Semesta dan ketidaksamaan linguistik dan sosial.

(5)

antropologi (kebiasaan penggunaan bahasa dan filosofi yang melatarbelakanginya) dalam konteks komunikasi, atau ketika bahasa itu dipertukarkan.3

B. Perilaku Komunikasi

Perilaku komunikasi menurut ilmu komunikasi adalah tindakan atau kegiatan seseorang, kelompok atau khalayak, ketika terlibat dalam proses komunikasi.

Sementara Siti Chotijah dalam tesisnya memandang perilaku komunikasi sebagai cara bagaimana individu berkomunikasi, yang meliputi komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Cara komunikasi dapat diartikan sebagai cara berbicara, pemilihan bahasa, penggunaan isyarat, gestural, facial, maupun postural dalam berkomunikasi.

Bahasa dipahami sebagai sebuah institusi social yang dirancang, dimodifikasi dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kultur atau subkultur yang terus menerus berubah. Karenanya bahasa dari setiap daerah atau kultur akan berbeda dengan kultur yang lain.4

C. Komunikasi Interpesonal

Definisi kontekstual mengarah pada suatu komunikasi antara dua individu atau lebih, yang mana individu-individu tersebut secara fisik saling berinteraksi, saling memberikan feedback, dan terjadi dalam keadaan spontan. Sementara definisi faktual mengarah pada komunikasi yang terjadi antara beberapa individu (bukan banyak individu) yang saling kenal satu sama lainnya dalam periode waktu tertentu. Artinya hubungan yang dijalin didasarkan pada kualitas orang yang diajak bicara. Dengan demikian ada fakta yang harus diperhatikan, bahwa dalam berkomunikasi perhatian kita justru lebih tertuju kepada figur orang yang berkomunikasi dengan kia. Dalam hal ini, “siapa” lebih penting dari “apa”.

3 Engkus Kuswarno, Etnografi Komunikasi: Suatu Pengantar dan Contoh Penelitiannya,

(Bandung: Widya Padjajaran, 2008), hlm. 11

4Siti Chotijah, Potret Perilaku Komunikasi Perempuan Jawa Anggota Kelompok Batik

(6)

Komunikasi interpersonal merupakan suatu action oriented, artinya suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan tertentu. Komunikasi interpersonal mempunyai banyak tujuan, di antaranya: mengungkapkan perhatian kepada orang lain, menemukan diri sendiri, menemukan dunia luar, membangun dan memelihara hubungan yang harmonis, memengaruhisikap dan tingkah laku (perilaku) serta menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi (miss communication).5

D. Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal dapat diartikan sebagai pertukaran makna melalui bahasa atau kata-kata. Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat kata yang telah disusun secara berstruktur sehingga menjadi himpunan kalimat yang mengandung makna.6

E. Komunikasi Non Verbal

Burgoon dan Saine dalam Judy C. Person mengartikan komunikasi nonverbal sebagai Perilaku seseorang, selain penggunaan kata-kata, yang memiliki makna sosial bersama, sengaja dikirim atau ditafsirkan, secara sadar diterima, dan memiliki potensial untuk mendapatkan tanggapan dari penerima.

Komunikasi nonverbal tercermin melalui perilaku-perilaku seperti mimik muka, gerak tubuh, ekspresi wajah, gerakan otot maupun komunikasi tubuh lainnya. Komunikasi nonverbal digunakan sebagai penyambung dan penegas dari komunikasi verbal dalam proses interaksi dengan manusia lainnya, yang meliputi enam jalan: pengulangan (to repeat), penekanan (to emphasize), melengkapi (to complement), dan menentang (to contradict).

Komunikasi nonverbal berdasarkan pendekatan struktural mempunyai sebuah sistem kode.Sistem kode ini merupakan sejumlah perilaku yang digunakan untuk menyampaikan makna. Jude Burgoon menggambarkan sistem kode nonverbal memiliki sejumlah perangkat struktural berikut:

5Suranto Aw, Komunikasi Interpersonal, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011), hlm.3

6Skripsi Rizal Mahri, perilaku komunikasi antarumat beragama di plumbon banguntapan

(7)

1. Kode nonverbal cenderung bersifat analog (seperti tingkat suara, terang cahaya, ekspresi wajah dan intonasi vokal) daripada digital (seperti angka dan huruf).

2. Pada sebagian kode nonverbal-berarti tidak semua-terdapat faktor yang disebut iconicity, yaitu kemiripan (resemblance). Kode nonverbal menyerupai objek yang tengah disimbolkan, misalnya ketika kita menggambarkan bentuk sesuatu di udara dengan menggunakan jari kita. 3. Beberapa kode nonverbal memakai makna universal. Misalnya

seseorang yang kebelet ingin ke toilet.

4. Kode nonverbal memungkinkan transmisi sejumlah pesan secara serentak: ekspresi wajah, tubuh, suara, dan tanda lainnya serta beberapa pesan berbeda lainnya dapat dikirim sekaligus.

5. Tanda nonverbal sering kali menghasilkan tanggapan otomatis tanpa berpikir. Misalnya kita menginjak rem motor karena ada orang menyeberang jalan tiba-tiba.

6. Tanda nonverbal sering kali ditunjukkan secara spontan. Misalnya ketika seseorang merasa cemas (nervous), sering kali ia bermain- main dengan rambutnya atau menggoyangkan kaki.7

Komunikasi nonverbal mempunyai beberapa bentuk, di antaranya

kinesics(ekspresi wajah, gerak tubuh, postur dan sentuhan), proxemics dan

paralanguage.

a. Kinesik (Kinesics)

Kinesik atau yang lebih dikenal dengan bahasa tubuh atau gerakan tubuhpertama kali dipopulerkan oleh Ray Birdwhistel. Kinesik dipahami sebagai komunikasi nonverbal melalui gerakan tubuh seseorang atau bagian-bagian tubuh. Kinesik dalam penelitian ini meliputi ekspresi wajah, gerak isyarat, postur dan sentuhan.

b. Ekspresi wajah(Facial)

Ekspresi wajah merupakan pengaturan dari otot-otot muka untuk berkomunikasi dalam keadaan emosional atau reaksi terhadap pesan-pesan.Ekspresi wajah kita terutama penting dalam menyampaikan keenam dasar emosi yaitu kegembiraan, kesedihan, kejutan, ketakutan,

7Morissan, Teori Komunikasi Tentang Komunikator, Pesan, Percakapan dan Hubungan,

(8)

kemarahan, dan kemuakan. Ekspresi wajah begitu penting bagi komunikasi antarpribadi di mana orang telah menemukan sistem penyampaian ekspresi wajah secara online.

c. Gerak isyarat (Gesture)

Gerak isyarat merupakan komunikasi nonverbal dalam bentuk gerakan tangan, lengan, dan jari-jari yang kita gunakan untuk menjelaskan atau untuk menegaskan komunikasi verbal. Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, gerak isyarat (gesture) dapat memberikan dukungan atau tekanan yang lebih atas komunikasi

Verbal yang kita lakukan. Ekman (1992) membagi gesture ke dalam tiga kategori: manipulators, illustrator dan emblems.

1) Sikap badan (Posture)

Sikap badan atau postur merupakan posisi dan gerakan tubuh yang berfungsi untuk menyampaikan informasi mengenai adanya penuh perhatian, rasa hormat, dan kekuasaan. Orientasi tubuh (body orientation) mengacu pada postur kita dalam hubungan dengan orang lain. Menghadapi orang lain secara jujur dinamakan orientasi tubuh secara langsung (direct body orientation). Apabila postur dua orang ada sudut pandang yang tidak berhadapan, ini yang dinamakan orientasi tubuh tidak langsung (indirect body orientation) menunjukkan tidak adanya perhatian dan sikap sopan atau hormat.

2) Sentuhan(Touch)

Sentuhan secara formal dikenal dengan istilah haptics, yaitu menempatkan bagian dari tubuh dalam kontak dengan sesuatu.Ini merupakan bentuk pertama dari komunikasi nonverbal yang kita alami. Perilaku menyentuh merupakan aspek fundamental komunikasi nonverbal pada umumnya dan mengenai perkenalan diri (self presentation) pada khususnya. Sentuhan sebagai bahasa nonverbal terbagi menjadi tiga macam:

a. Kinesik

Ialah isyarat yang ditunjukkan dengan bergandengan tangan satu sama lain, sebagai simbol keakraban atau kemesraan.

(9)

Ialah isyarat yang ditunjukkan dengan jabat tangan atau saling merangkul.

c. Thermal

Ialah isyarat yang ditunjukkan dengan sentuhan badan yang terlalu emosional sebagai tanda persahabatan yang begitu intim.Misalnya menepuk punggung karena sudah lama tidak bertemu

F. Suara (Paralanguage)

Paralanguage atau vocalics adalah “suara” nonverbal apa yang kita dengar bagimana sesuatu dikatakan, atau dengan kata lain cara pengucapan bahasa verbal. Paralanguage meliputi empat aspek: pola titinada, volume, kecepatan, dan kualitas. Pola titinada atau yang disebut pith merupakan tinggi atau rendahnya nada vokal. Orang menaikkan atau menurunkan pola titinada vokal dan mengubah suara untuk mempertegas gagasan, menunjukkan pertanyaan dan memperlihatkan kegugupan.Volume merupakan keras lembutnya nada.Kecepatan (rate) mengacu pada kecepatan pada saat orang berbicara.Orang cenderung berbicara lebih cepat apabila sedang berbahagia, terkejut, gugup atau sedang gembira.Berbicara lebih lambat apabila mereka sedang memikirkan jalan keluar penyelesaian atau mencoba menegaskan pendiriannya. Sementara kualitas merupakan bunyi dari suara seseorang.

(10)

yang menarik.

Kerangka Pemikiran

Perilaku komunikasi antar umat beragama secara singkat kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat digambarkan dengan skema berikut:

Berdasarkan skema di atas, penelitian tentang komunikasi antarumat beragama di Asrama Kujang Jabar-Yogyakarta akan dilihat dalam dua bentuk perilaku komunikasi yaitu komunikasi verbal dan perilaku komunikasi non verbal. Perilaku komunikasi verbal akan dilihat pada jenis verbal dan perilaku nonverbal. Perilaku komunikasi verbal akan dilihat pada jenis bahasa yang digunakan serta tingkatan bahasanya. Sementara perilaku komunikasi nonverbal akan dilihat pada bentuk-bentuk komunikasi nonverbal yang meliputi kinesik, paralanguage dan olfactory communication.

Analisis

 Perilaku Komunikasi Verbal

(11)

dari dua bahasa sunda dan jawa. Namun sebagian besar komunikasi yang dilakukan oleh umat beragama satu dengan umat beragama lainnya di asrama kujang menggunakan bahasa sunda.

Pengunaan bahasa sunda menunjukan bahwa umat bergama di asrama merupakan orang sunda.

Hasil interview menunjukan bahasa sunda yang digunakan sebagian besar oleh umat beragama di asrama sebagai identitas yang menunjukan bahwa mereka orang sunda, yang memiliki bahasa, norma, serta kepercayaan sebagai orang sunda. “didieu mah unggal dinten’na ngangge bahasa sunda, kumargi nu calik didieu teh mung ti sunda wungkul”.

Penggalan pernyataan yang peneliti temui di atas menunjukan bahwa bahasa memiliki fungsi sebagai identitas. Bahasa sunda yang digunakan oleh umat bergama satu dengan lainnya dalam berkomunikasi merupakan hasil dari pembentukan kebiasaan dalam lingkup sosial sejak dari lahir. Devito menyatakan bahwa bahasa merupakan identitas dan trasmisi budaya seperti budaya orang inggris yang lahir dari seorang ibu yang inggris, maka akan menggunakan bahasa inggris sebagai identitas dan bahasa ibunya.

Contoh komunikasi antar umat beragama dalam perayaan pelantikan antar komda daerah jawabarat, misal daerah kuningan dalam pelantikan komda kuningan, terdapat anggota pengurus yang beragama kristen/katolik. Dimulai salam yang dari berbagai macam agama hingga pengambilan sumpah. Dimana ketua ada saling membantu membimbing sumpah jabatan. Bukan dari itu minoritas agama kristen/katolik di asrama kujan tidak menutup untuk saling membantu dalam hal acara-acara keagamaan lain yang bernuansa budaya, seperti acara sarahsehan umat beragama, ataupun doa bersama, serta seminar/diskusi-diskusi keagamaan lainnya.

 Perilaku Komunikasi Nonverbal

(12)

komunikasi nonverbal ditemukan dalam obeservasi yang peneliti lakukan diantaranya:

1. Kinesik (kinesics)

Kinesik dipahami sebagai komunikasi non verbal melalui gerakan tubuh seseorang atau bagian-bagian tubuh. Pesan kinesik ini dibagi dalam 4 macam, gestutal, facial, postural dan sentuhan. Pesan-pesan kinesik yang ditemukan peneliti sebagai berikut:

a. Gestural

Tindakan reflek tangan ketika berbicara untuk mengungkapkan setuju atau tidaknya sebuah ajakan, untuk mengerjakan sesuatu, misal dalam acara besar kebudayaan & keagamaan yang melibatkan semua pengurus misal anggota sebut saja neng lisa (agama katolik) disuruh berpartisipasi dalam sarahsehan lintas iman ketika dalam acara tersebut ada reflek tangan bahwa dia engga ikut membantu membereskan tempat seusai acara, sarahsehan tersebut padahal temannya yang bernama ayu(agama islam) mengajaknya untuk ikut bersih-bersih selesai acara tersebut.

b. Facial

Pesan Facial dalam komunikasi antarumat beragama dapat dilihat dari penggunaan mata atau mimik muka. Senyum adalah bentuk komunikasi facial yang dilakukan oleh umat beragama satu dengan umat beragama lain. Ketika proses Cek Sound sebelum milangkala kab. Subang ada sebut saja neng ita (agama katolik) yang berbeda keyakinan ketika proses tersebut ikut tersenyum dan bernyanyi bareng dengan eskpresi gembira pada waktu acara cek sound dilakukan bahakan turut serta membantu persiapan perfome dari para personil dan crew kang lutfhi (agama islam).

c. Postural

(13)

personil terutama sebut saja neng lia(katolik) yang ikut serta dalam acara tersebut.

d. Sentuhan

Misal dalam acara pelantikan kepengurusan diadakan jabatan tangan antar seluruh komda daerah sebagai ucapan selamat misal di awali dari sesepuh sebut saja kang armand(Islam) yang mengucapkan selamat dan sukses dalam bertugas kepada sebut saja neng iceu(katolik) untuk menjalankan roda keperngurusan selanjutnya.

PENUTUP

Disini peneliti menumukan bagaiamana intekasi antar umat beragama tercipta melalui komunikasi yang beragam baik dalam komunikasi verbal ataupun nonverbal dimana semuanya memliki keunikan. Hasil temua ini menciptakan suatu warna dimana komunikasi antar umat beragama di lingkup asrama kujang jabar-jogja sangat terbangun, toleransi dan kebersamaan selalu di junjung tinggi dan diperhatikan serta di aplikatifkan dalam keseharian, rasa kekeluargaan yang begitu nampak membuat warna semakin menjadi cerah, karena dalam urusan sosial semua orang berhak dan pastinya mempunyai hak dalam kontribusi bagi suksesnya seluruh kegitan program maupun membangun rasa tenang damai dan tentram dalam setiap acara dan terjalin sebuah sistem komunikasi yang menjadi nilai tersendiri dimana jauh dari rasa saling curiga dan diskriminatif satu dengan yang lain. Menuju masyarakat Jabar-Yogyakarta yang toleran dan menciptakan rasa kekeluargaan yang kental dan saling tolong menolong memajukan budaya dan saran unjuk gigi kepada masyarakat IKPM provinsi lain.

DAFTAR PUSTAKA

Wawancara dengan sesepuh adat jabar-yogyakarta Ki Demang Wangsyafudin, S.H

Wawancara dengan ketua jabar-yogyakarta Rafiqul Ma’arif Syam.

Morissan, 2009. Teori Komunikasi Tentang Komunikator, Pesan, Percakapan dan Hubungan, Bogor: Ghalia Indonesia

(14)

Kuswarno, Engkus. 2008 Etnografi Komunikasi: Suatu Pengantar dan Contoh Penelitiannya, Bandung: Widya Padjajaran

Chotijah, Siti. 2011. Potret Perilaku Komunikasi Perempuan Jawa Anggota Kelompok Batik Tulis Sungging Tumpuk Imogiri Bantul, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Skripsi Mahri, Rizal. 2014. Perilaku komunikasi antarumat beragama di plumbon banguntapan bantul Yogyakarta. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga

Referensi

Dokumen terkait

Perjanjian lisensi atas hak kekayaan intelektual menimbulkan hak eksklusif berupa monopoli terhadap hak atas kekayaan intelektual. Hak eksklusif tersebut banyak

Salah satu contoh praktisnya bahwa: selama umat menjelajah google sebagai wadah untuk menemukan kembali iman mereka akan Tuhan dan keselamatan

Dalam pengerjaan laporan ini difokuskan pada perancangan antarmuka, langkah yang dilakukan untuk merancang aplikasi ini adalah dengan menganalisis gedung dan sumber

Green Wall salah satu konsep Green Architecture yang mudah diterapkan dengan tanaman sirih belanda (Scindapsus aureus) sebagai tanaman rambat anti polusi yang sudah

Hasil perhitungan konsumsi energi dan % CVL dapat disrmpulkan bahwa aktivitas fisik lari memindahkan cone memberikan pengaruh ter- hadap kebugaran jasmani operator atau seseorang

Dengan ini menyatakan bahwa seluruh materi dalam skripsi saya yang berjudul ANALISIS PRODUCT PLACEMENT DALAM SINETRON TUKANG OJEK PENGKOLAN , adalah hasil karya tulis

Pada kondisi penambahan garam optimum diperoleh nilai temperatur gelas tertentu yang nilainya merupakan kombinasi dari temperatur transisi gelas masing-masing polimer

Berdasarkan tabel tersebut, upaya untuk mencegah penyebaran penyakit pes yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, yaitu dengan memberikan vaksinasi