• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tubuh Perempuan Dalam Budaya Kpop Sebaga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tubuh Perempuan Dalam Budaya Kpop Sebaga"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

22-24 September 2016 Tubuh Perempuan Dalam Budaya Kpop Sebagai Komoditi Kapitalis

(Studi Literatur Tubuh Perempuan Sebagai Komoditi Kapitalis)

Nurdini Tsabitul Chusna

Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Riset dan Pengembangan Teori Komunikasi

Universitas Sebelas Maret Surakarta

Jl. Ir. Sutami 36 A Surakarta

[email protected] Abtraksi

Trend musik Korea saat ini sedang melanda seluruh dunia dan sangat populer terutama dikalangan remaja. Salah satunya adalah fenomena video klip girl group Kpop yang sering menampilkan tubuh dan kecantikan perempuan. Untuk menganalisisnya digunakan analisis literatur, sehingga dapat menjelaskan fenomena yang terjadi dengan lebih mendalam dengan kerangka teori feminisme patriarki dan tubuh perempuan sebagai objek dalam media. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini bahwa perempuan yang dihadirkan dalam video klip musik girl group Kpop menunjukan bahwa tubuh dan kecantikan perempuan adalah hal yang paling menonjol ditunjukan dan hal tersebut menjadi komoditi kapitalis yang berpengaruh dalam perkembangan musik Korea, sehingga tubuh dan kecantikan perempuan hadir untuk menyenangkan orang lain dalam sudut pandang laki-laki. Objek seksualitas tersebut direprsentasikan dengan menampilkan bagian tubuh perempuan yang erotis seperti bagian panyudara perempuan, pantat, dan tungkai kaki dan juga kecantikan perempuan dengan menunjukan glamoritas.

Kata kunci: Studi literatur, Objek seksualitas, Feminisme, Korean Pop

Abstract

(2)

woman’s erotic body part such as breast, buttock, and lower limb, and woman’s beauty by featuring glamour.

Keywords: Literature Study, Sexuality Object, Feminism, Korean Pop

PENDAHULUAN

Budaya global akan muncul ketika budaya massa dikenal dan menjadi bagian dari masyarakat global. Budaya massa sendiri dipengarui oleh budaya populer. Budaya populer banyak berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang, seperti film, musik, seni tari, buku, program acara dan lain-lain. Budaya populer menjadi perdebatan dalam antara kalangan kaum konservatif yang mengatakan bahwa budaya populer akan mengikis budaya tradisional yang disebutnya sebagai peradaban berharga, sedangkan kalangan neokonservatif memandang bahwa budaya populer akan menuntun pada perkembangan budaya. Akan tetapi ditengah perdebatan tersebut budaya populer semakin kuat dan berpengaruh besar pada manusia. Menurut Ben Angger dalam Bungin (2003:101) menyebutkan bahwa budaya populer sangat mempengaruhi kelompok muda dan menjadi pusat ideologi masyarakat dan kebudayaan.

Salah satu budaya populer yang menjadi budaya global adalah Korean Wave (gelombang Korea) atau bisa juga disebut dengan Hallyu. Gelombang korea yang mendunia ini menjadi suatu fenomena yang menarik karena muncul dan langsung dapat diterima oleh kalangan muda hampir diseluruh dunia. Fenomena budaya korea yang dapat diterima oleh masyarakat dunia dibuktikan dengan banyaknya konser musik korea yang tiketnya terjual habis dalam waktu singkat. Pada tahun 2013 misalnya situs web kapanlagi.com mencatat bahwa tiket konser VIP untuk group musik korea U-Kiss di San Fransisco terjual habis dalam waktu 30 detik (kapanlagi.com, 2013).

Bigbang juga berhasil mendapatkan penghargaan best worldwide act di ajang MTV European Music Award pada tahun 2014 lalu (koreanindo.com, 2014). Tidak hanya sampai disitu, ditahun 2015 konser musik korea juga masih diminati oleh masyarakat dunia, terbukti dari berita dari wowkeren.com yang mengutip dari the New York Times, menyebutkan bahwa konser bigbang adalah konser musik korea tersukses di Amerika Konser Big Bang membuktikan bahwa pengaruh dari Amerika telah menurun di industri musik dengan power dari band Asia yang semakin besar.

(3)

22-24 September 2016

Asia dipasar Amerika. Tidak hanya sampai disitu, para musisi korea pun juga telah banyak berkolaborasi dengan musisi dari barat, seperti 2NE1 yang berhasil berkolaborasi dengan Will.i.am dalam lagu berjudul Take On The Word.

Artis-artis korea yang sekarang dikenal dunia tidak lepas dari perusahaan entertainment korea yang mengorbitkan mereka. Di korea banyak sekali perusahaan entertainment yang mengasah bakat hingga mereka dapat dikenal oleh masyarakat, ada tiga perusahaan enetertaiment korea yang sangat berpengaruh dalam industri hiburan korea yaitu SM Entertaiment, YG entertainment, dan juga JYP entertainment. Ketiga perusuhaan tersebut telah berhasil mengorbitkan artis hingga dikenal diseluruh dunia dan menjadi ikon budaya popular korea seperti BoA, PSY, Bigbang, 2ne1, Super Junior, SNSD dan lainnya.

Selain musik korea yang mendunia, drama dan film korea pun juga diminati dan dapat diterima oleh dunia. Drama korea mulai dikenal dan diminati oleh dunia sejak kemunculan drama endless love (autumn in my heart) yang muncul pada tahun 2000. Drama yang dibintangi oleh Song Seung-heon, Song Hye-kyo and Won Bin ini berhasil membawa budaya korea dikenal dunia. Seri ini sangat sukses di Korea Selatan, rata-rata peringkat pemirsa dari 38,6% dan mencapai pemirsa puncak 46,1%.

Selain sukses di negeri sendiri, serial drama korea ini juga berhasil disiarkan ulang dibeberapa negara seperti Singapura pada tahun 2001, Indonesia pada tahun 2002, Filipina pada tahun 2003 dan Sri Lanka dan Meksiko pada tahun 2007, drama ini juga ditayangkan di Mongolia, Malaysia, Nepal, Puerto Rico, Mesir, Peru, Thailand, dan Hong Kong. Di Filipina drama ini kembali disiarkan-beberapa kali dan mendapat rating pemirsa dari puncak 39,7% pada tahun 2003, menempatkannya di antara sepuluh rating tertinggi drama Asia. Hal ini juga dapat dianggap sebagai pelopor dalam seri melodramatis Korea, dan menjadi pelopor trend korea yang sering disebut sebagai "Korean Wave".

Kesuksesan drama endless love ini juga diikuti oleh drama-drama korea lainnya seperti Sassy Girl Chunhyang, Full House Secret Garden, Man From Another Star, dan lainnya. Film korea pun juga mulai mendapat perhatian dunia dengan film berjudul The Thieve yang release pada tahun 2012 dan berhasil menembus box office dengan keuntungan US$86,655,225 ini merupakan kesuksesan film korea yang bisa realese secara internasional di Toronto International Film Festival 2012 di Amerika utara. Kesuksesan film korea juga diikuti oleh film korea lainnya seperti Screatly Greatly, Miss Granny, Ode To My Father dan lainnya.

Peran New Media Dalam Penyebaran Budaya Korea

(4)

komunikasi yang dikemukakan oleh Schramm yang menyatakan bahwa terjadi encoding dan decoding dan interpretasi pesan atau informasi yang diterima dan menimbulkan efek timbal balik yang tidak langsung atau tertunda. Timbal balik tertunda atau yang disebut dengan timbal balik inferensial ini terjadi ketika komunikator terlambat dalam menerima pesan balasan dari komunikan, atau bisa juga dikatakan bahwa komunikator tidak hanya berkedudukan sebagai penyampai pesan melainkan juga sebagai penerima pesan. Begitu juga dengan komunikan juga bisa menjadi komunikator. Timbal balik yang merupakan hasil dari interpretasi khalayak tersebut tersebut bisa berupa kritik ataupun hal yang bermanfaat dan bisa memajukan penyampai pesan (komunikator).

Timbal balik tersebut merupakan hasil dari interpretasi khalayak. Interpretasi yang dilakukan dalam komunikasi massa berbeda antara satu individu dengan lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki oleh setiap individu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pengetahuan yang dimiliki setiap individu akan membentuk interpretasi yang berbeda yang bisa memunculkan pertentangan ataupun bisa juga relevan dengan isi pesan.

Komunikasi massa yang terjadi tentunya tidak akan lepas dari peran media massa sebagai media dalam penyampaian pesan. Media massa merupakan media komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi secara massal yang tidak dikonsumsi secara pribadi (Bungin, 2003). Selain itu media massa juga merupakan institusi yang berperan sebagai agent of change yaitu sebagai institusi pelopor perubahan. Oleh karena itu media massa memiliki peran yaitu sebagai media pembelajaran, media untuk memperoleh informasi, dan media massa sebagai media hiburan.

Media massa dewasa ini tidak hanya televisi, koran, majalah, radio saja, melainkan muncul media baru (new media) akibat dari ditemukannya internet. Seperti yang diungkapkan Tamburaka (2013) yang menyebutkan bahwa internet merupakan perubahan besar dalam media massa. Internet menjadi salah satu media massa yang dewasa ini lebih banyak digunakan untuk mendapatkan informasi untuk mendapatkan pengetahuan ataupun hiburan.

(5)

22-24 September 2016

Melalui komunikasi massa yang disampaikan melalui media massa juga bisa bisa mengakibatkan transformasi budaya. Transformasi budaya terkait dengan memunculkan budaya global dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan bahwa perubahan-perubahan budaya yang disebabkan karena perkembangan telematika menjadi perhatian utama semua masyarakat di dunia. Transformasi budaya ini akan mengikutsertakan fungsi hiburan sebagai bagian penting karena fungsi hiburan dalam komunikasi massa saling mendukung fungsi-fungsi lainnya dalam proses komunikasi massa (bungin, 2003).

Dikenalnya budaya popular korea oleh dunia karena masyarakat dengan mudah mengakses budaya popular korea melalui internet. Banyak perusahaan hiburan korea melakukan promosi dengan menggunakan internet melalui situs jejaring sosial ataupun web resmi sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya. Penggunaan internet untuk mempromosikan budaya korea ini sangatlah berhasil banyak masyarakat yang mulai menyukai sampai menjadi trend di seluruh dunia. Situs web resmi mereka pun di desain dengan menarik dan menggunakan bahasa inggris sehingga dengan mudah diakses oleh setiap orang.

Selain menggunakan media blog, industry hiburan korea juga menggunakan jejaring sosial dan berbagi untuk mempromosikan budaya popular mereka. Seperti menggunakan akun youtube untuk mempromosikan lagu dan artis mereka. Perusahaan hiburan korea membuat akun official di youtube yang digunakan untuk promosi lagu dalam bentuk video musik, ataupun dengan mengupload konser artis mereka sehingga mudah ditemukan oleh setiap orang di seluruh dunia. Hal tersebut terbukti dari banyaknya orang yang mengikuti akun official youtube perusahaan hiburan korea, salah satunya adalah akun youtube SM entertainment official. Akun official SM entertainment telah diikuti oleh 7,450,467 orang, hal ini sangatlah besar untuk sebuah akun perusahaan hiburan asia. Selain dua media sosial tersebut, perusahaan-perusahaan hiburan korea juga memiliki akun jejaring sosial lain seperti facebook, instagram dan twitter hal ini membuktikan bahwa perusahaan hiburan korea menggunakan new media untuk mempromosikan produk hiburan mereka karena masyarakat sekarang lebih sering menggunakan internet dibandingkan dengan televise ataupun radio.

(6)

Perusahaan hiburan korea menggunakan new media untuk mempromosikan produk mereka mengerti bahwa masyarakat akan semakin tergantung dengan internet untuk memperoleh informasi dan new media akan lebih banyak digunakan untuk menghubungkan antar negara sebab inilah yang kemudian memunculkan harapan kepada perusahaan hiburan tersebutagar memperoleh pemasukan yang banyak. Tidak hanya berdampak pada perusahaan hiburan saja. Negara korea pun akan memperoleh keuntungan dengan dikenalnya tempat-tempat di korea yang bisa dinikmati oleh turis asing ini pun berdampak besar pada income negara.

Kontruksi Tubuh Perempuan Dalam Budaya Korean Popular

Salah satu budaya popular korea yang diperkenalkan melalui media adalah musik popular korea, hal tersebut dapat dilihat bahwa musik popular korea dapat dengan mudah memiliki tempat tersendiri bagi penikmat musik. Hal tersebut dapat terbukti dengan digelarkan beberapa konser musik group korea di mancanegara. Selain itu, video musik korea ini dapat dengan mudah kita temukan pada account official perusahaan entertaiment yang menangui mereka di media sharing video Youtube. Kemunculan video musik yang dapat diakses dengan mudah ini pun memunculkan girl group korea dengan menampilkan tubuh ideal yang dimiliki. Kemunculan girl group korea dengan tubuh ideal ini menjadi sebuah kontruksi tubuh perempuan dalam budaya korea yang cukup menarik karena bentuk tubuh dan kecantikan ideal yang mereka tampilkan cenderung sama antara setiap perempuan yakni, bertubuh langsing dengan kaki jenjang dan berkulit putih.

Media yang menampilkan tubuh perempuan yang ideal adalah yang langsing, dengan kaki jenjang dan kulit putih ini menjadikan perempuan sebagai sebuah fantasi bahwa perempuan yang sempurna adalah yang memiliki tubuh sexy dan berwajah cantik. Para girl group korea tersebut di kontruksi untuk ditampilkan sebagai perempuan ideal dengan tubuh dan kecantikan yang telah distandartkan kepada mereka. kontruksi citra perempuan ideal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap penilain dan anggapan masyarakat khususnya para penggemar mereka yang menuntut mereka untuk tetap tampil sempurna dalam keadaan apapun. Selain itu tuntutan agensi mereka untuk memiliki tubuh ideal dan wajah cantik tersebut menjadikan tubuh perempuan anggota group tersebut tereskploitasi.

(7)

22-24 September 2016

Eksploitasi tubuh perempuan dalam budaya popular Korea juga ditampilkan sebagai objek seksualitas dalam media. Eksploitasi seksualitas tersebut ditampilkan dengan menampilkan sudut pengambilan gambar kamera yang secara berlebihan menyoroti bagian tubuh perempuan seperti bagian panyudara, paha, dan pantat perempuan. Hal tersebut menjadikan tubuh perempuan dalam media menjadi objek seksualitas.

Perempuan sebagi objek seksualitas dalam media diartikan bahwa seksualitas perempuan telah dikomersilkan dalam sudut pandang laki-laki. Seksualitas laki-laki sendiri dapat dibicarakan dan diekspresikan sebagi hal yang normal dan alamiah, hal tersebut adalah natural saat dibicarakan dalam media. Akan tetapi berbeda dengan seksualitas perempuan, perempuan cenderung digambarkan sebagai mahkluk tanpa memiliki hasrat seksual dan seksual mereka dibentuk untuk memuaskan laki-laki.

Media yang merepresentasikan tubuh perempuan ideal memiliki makna dalam setiap isi yang ditampilkan. Makna yang diproduksi media akan diterima oleh khalayak media. Menurut Burton (2008), Dalam pandangan Marxis tentang media berpendapat, bahwa media merepresentasikan nilai dan kepentingan orang-orang yang memiliki kekuasaan. Burton juga menyebutkan, mereka yang menjalankan media memiliki kepentingan untuk menghasilkan keuntungan dari apa yang mereka sajikan di media. Dalam teori feminis Marxis, perempuan dijadikan moda utama untuk meningkatkan hasil produksi. Hal ini terkait dengan media bahwa perempuan dalam media dikomersialkan dalam sudut pandang laki-laki.

Menurut Bungin (2003), secara global struktur muatan isi media massa pada umumnya belum secara seimbang merespon kepentingan perempuan. Isi dalam media massa umumnya memberitakan ruang publik dalam sudut pandang laki-laki. persoalan isi media tentang perempuan menjadi penting ketika menyangkut sisi-sisi tubuh perempuan, akan tetapi makna pemberitaan yang hadir menjadi konsusmsi laki-laki. Dalam prespektif feminis tentang media dan masyarakat tertarik kepada bagiamana media merekontruksi pandangan-pandangan tentang perempuan (Burton, 2008).

Dalam Ollenburger (1996), mengungkapkan bahwa feminis Marxis beranggapan bahwa kapitalisme atau penindasan kelas merupakan asal dari penindasan perempuan. Dalam hal ini, perempuan yang menjadi objek seksualitas menjadi sangat terkait dengan kapitalisme yang menguasai perempuan dalam kedudukan yang direndahkan. Perempuan dituntut memamerkan bagian-bagian tubuh mereka yang bersifat sensual kepada khalayak, sehingga tubuh perempuan tidak menjadi tubuh mereka sendiri melainkan sebagai objek.

(8)

yang sangat patriaki yang menjadikan perempuan menjadi salah satu moda komoditi yang mudah di dapat dengan harga rendah, akan tetapi dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

Perempuan dalam media yang ditempatkan sebagai objek ini diperlihatkan dengan kode visual seksualitas yang diperlihatkan dengan keglamoran. Semakin banyaknya kode visual dari seksualitas ini disebut sebagai paraseksualitas (Rogers, 1996). Seksualitas yang mencakup glamoritas tubuh ini menampilkan perempuan sebagai objek yang glamor. Rogers menyebutkan (1996: 174), Keglamoran adalah sebentuk representasi seksual yang sangat mudah ditemui dalam media akan tetapi hal tersebut tidak mudah untuk ditemui dalam realitasnya. Keglamoran perempuan ini ditunjukan dengan penampilan yang seperti Barbie. Barbie memperlihatkan sosok boneka perempuan yang glamor dan paraseksual. Paraseksualitas dicirikan dengan kontruksinya sebagai objek glamor yang tampak secara publik, namun hal tersebut hanyalah sebuah fiksi yang dibentuk oleh media untuk menarik khalayak.

Keglamoran yang merupakan bagian dari seksualitas ini ditunjukan dengan tubuh yang ramping, berambut panjang, kulit putih, dengan bentuk wajah kecil dan mata besar. Bentuk tubuh yang disimbolkan Barbie ini menampilkan sisi keseriusan dan juga kesantaian. Bentuk tubuh ini diciptakan namun juga sebagai objek permainan yang menyenangkan dengan memakaikannya pakaian berwarna-warni dan gemerlapan sampai pemakaian tindik dan tattoo pada tubuh (Rogers, 1996:175).

Pemusatan seksualitas kepada laki-laki menyebabkan seksualitas perempuan dimaknai dan ditandai sebagai sesuatu untuk seksualitas laki-laki dan bukan dalam perspektif yang melihat seksualitas perempuan (Priyatna, 2006: 293). Dalam perkembangannya seksualitas dalam media tidak hanya berupa gambar ataupun suara, melainkan juga dalam hal gerak tubuh, dan pakaian. Perempuan dalam media menjadikan diri mereka menarik hasrat laki-laki dengan mempertontonkan lekuk tubuh dengan gerakan mengarah pada aktifitas seksual, hal tersebut seolah menjadi tontonan yang menarik tanpa memperhatikan isi dari media itu sendiri. Kehadiran perempuan dalam media melalui sudut pandang laki-laki hadir menjadi bagian dari representasi realitas sosial masyarakat, bahwa perempuan selalu menjadi subordinat kebudayaan laki-laki. oleh karena itu perempuan yang di hadirkan dalam media tetap menjadi “perempuannya lelaki” (Bungin, 2003: 131).

Perempuan dijadikan alat untuk menarik konsumen suatu produk baik jasa maupun dalam karya seni. Hal ini sesuai dengan pemikiran dalam teori feminis Marxis, teori ini menjelaskan bahwa wanita adalah pekerja utama dibandingkan dengan laki-laki. Sedangkan laki-laki merupakan seseorang yang memegang hak produksi. Laki-laki lebih memiliki kekuasaan produksi sehingga dapat memperkerjakan wanita dengan bayaran yang rendah.

(9)

22-24 September 2016

memegang kendali produksi, melainkan mereka dipekerjakan untuk memenuhi target produksi tersebut. Laki-laki menjadi pemimpin dari kaum perempuan, dan perempuan di posisikan sesuai dengan gender mereka dalam masyarakat yang harus memiliki sifat feminim. Begitu pula dengan media menggunakan perempuan untuk menarik para konsumen untuk meningkatkan hasil produksi mereka. Tubuh perempuan untuk menarik konsumen ini dikomersialkan dalam sudut pandang laki-laki. media menggunakan sudut pandang laki-laki dalam menampilkan perempuan. hal tersebut digunakan oleh media untuk menarik khalayak untuk menikmati produk yang media tayangkan.

Lalu, bagaimanakah perempuan ditampilkan dalam budaya popular Korea khususnya dalam penulisan ini penulis akan lebih memfokuskannya kepada kemunculan perempuan pada video klip musik Korea dan drama Korea yang menjadi salah satu media yang berperan besar pada dikenalnya budaya popular korea di Indonesia khususnya. Korean musik popular yang lebih sering muncul dengan girl band dan boy band nya ini menjadi salah satu budaya korea yang pada saat ini sangatlah disukai oleh para remaja di Indonesia. Berbeda dengan boyband dan girlband pada umumnya, mereka hadir lebih fress dengan penampilan yang mengikuti trend fashion yang membuat penampilan mereka sangat eye catchy. Akan tetapi yang menarik dalam fenomena tersebut adalah perempuan tersebut ditampilkan dengan memiliki standart yang sama untuk dikatakan sebuah tubuh yang ideal.

Sebagai contoh pada girlband Girls Generation yang menjadi salah satu ikon perempuan ideal Korea. Girlband yang memiliki jumlah anggota 9 orang perempuan ini merupakan salah satu representasi dari bentuk tubuh ideal untuk perempuan dengan kulit putih dengan tubuh langsing dan kaki jenjang serta wajah tirus menjadikan perempuan lain yang melihat mereka ingin juga memiliki tubuh seperti itu.

Gambar 1

Tipe Tubuh Ideal Perempuan yang direpresentasikan oleh Budaya Popular Korea

(10)

Dalam gambar di atas diperlihatkan bagaimana tubuh ideal yang harus didapatkan oleh perempuan agar diri mereka bisa dianggap cantik. Dengan memiliki kulit putih, tubuh langsing dengan memperlihatkan kaki jenjang ini oleh media dikontruksi sebagai tubuh ideal yang harus dimiliki oleh perempuan. Hal tersebut menjadikan media memiliki standrat kecantikannya sendiri bahwa perempuan dikatakan “cantik” jika memenuhi standart yang dikontruksi oleh media. Kontruksi media tentang tubuh ideal perempuan ini memiliki beberapa kriteria dari setiap tubuhnya antara lain akan dijelaskan lebih detail sebagai berikut:

1. Rambut Ideal Perempuan yaitu rambut dengan tipe panjang dan lurus Rambut merupakan salah satu bagian yang menunjukan kecantikan perempuan, perempuan dengan sifat yang feminim dan keibuan biasanya di kontruksi secara umum memiliki rambut panjang dan lurus. Hampir sama dengan tipe rambut ideal yang dibentuk oleh budaya popular korea memiliki standart yaitu perempuan yang berambut lurus. Dapat kita lihat bahwa girlband korea sering identik dengan rambut lurusnya dengan sentuhan warna yang rambut yang hitam ataupun terang serta sedikit gelombang rambut dibagian ujungnya untuk menambahkan kesan sexy dan berani perempuan. Walaupun ada juga anggota girlband yang memiliki rambut pendek, akan tetapi mereka tetap mempertahankan tipe rambut lurus dengan beberapa sentuhan warna untuk memberikan kesan ceria dan imut pada perempuan. Hal tersebut sangatlah bertentangan jika tipe rambut ideal perempuan tersebut diterapkan pada perempuan yang memiliki rambut kriting, hal tersebut membuat media seolah mengatakan bahwa perempuan yang memiliki rambut kriting bukanlah tipe rambut ideal yang dimiliki perempuan.

2. Alis mata yang tebal dan lurus

Selain rambut, alis mata perempuan juga menjadi salah satu ciri unik agar perempuan dikatakan memiliki kecantikan ideal dalam media. Tidak seperti bentuk alis pada umumnya, para girlband ini memiliki standart alis mata yang sama yakni alis tebal dengan bentuk lurus merupakan salah satu standart alis ideal yang dimiliki perempuan. Trend bentuk alis ala Korea ini pun juga cukup diminati oleh perempuan Indonesia belakangan ini, hal inilah yang membuat bentuk alis ini secara tidak langsung dipatenkan menjadi bentuk alis ideal bagi perempuan. akan tetapi, tidak semua perempuan memiliki bentuk alis mata yang tebal dan lurus, hal ini pulalah yang membuat perempuan mengajak perempuan secara tidak langsung untuk mengubah bentuk alis mereka.

Gambar 2

(11)

22-24 September 2016

sumber: http://bisikan.com/cara-membentuk-alis-lurus-ala-korea

3. Kelompak mata dengan double eyelid (kelompak mata dengan lipatan mata)

Perempuan dalam hal ini akan menjadi ideal jika memiliki lipatan mata. Perempuan Korea Jarang yang memiliki lipatan pada kelopak matanya, mereka beranggapan bahwa dengan memiliki lipatan mata maka bentuk mata akan lebih indah dan menjadi ideal untuk mereka.

4. Mata besar dengan aegyo sal (mata besar dengan kantung mata) Memiliki mata yang besar dengan kantung mata yang terlihat ketika tersenyum, dengan memiliki kantung mata ketika tersenyum maka hal tersebut dianggap sebagai salah satu ciri awet muda dari seorang perempuan. hal tersebut merupakan salah satu kriteria kecantikan ideal yang dibentuk oleh media.

5. Bibir dengan perbandingan 2:3

Yang dimaksud dengan bentuk bibir ideal 2:3 adalah perbandingan bibir atas dan bawah adalah 2:3 yakni bibir atas lebih tipis dibandingkan bibir bawah. Ketika perempuan memiliki perbandingan yang pas antara bibir bawah dan atas maka bisa dikatakan bahwa perempuan tersebut memiliki bibir ideal.

6. Rahang berbentuk V line

Rahang berbentuk V line merupakan salah satu wujud dari kecantikan yang menjadi standart untuk mencapai kriteria cantik yang distandartkan oleh budaya popular korea.

7. Bentuk panyudara bulat dan penuh

Panyudara merupakan salah satu daya tarik sendiri bagi perempuan dengan bentuk panyudara yang ideal menjadikan tubuh perempuan terlihat lebih sexy.

8. Tubuh memiliki S line

Memiliki bentuk tubuh yang langsing dan memiliki pinggul dengan bentuk huruf S menjadi salah satu dambaan kriteria ideal yang ingin dimiliki oleh perempuan. pinggul berbentuk huruf S jika dilihat dari samping ini menjadikan perempuan lebih menarik untuk dilihat dan menjadi daya tarik sendiri bagi lawan jenis.

Gambar 3

(12)

sumber: http://www.allkpop.com/article/2014/07/aoa-show-off-their-sexy-body-lines-in-gq-magazine

9. Kaki jenjang dan ramping

Banyak girlband yang menampilkan bentuk kaki yang jenjang dan ramping dengan memakai rok mini ataupun celana pendek yang memperlihatkan kaki hingga paha mereka. hal tersebut untuk menunjukan bahwa mereka memiliki kriteria tubuh ideal yakni dengan memiliki kaki jenjang dan ramping.

Selain tubuh ideal perempuan yang dikontruksi oleh media dengan patokan kriteria diatas, budaya populer korea juga sering menampilkan bagian-bagian tubuh perempuan secara berlebihan dengan menonjolkan bagian panyudara, pantat ataupun paha mereka. dengan membuat konsep video musik sexy para anggota girlband ini pun dituntut untuk menampilkan lekuk tubuh mereka dihadapan kamera dengan begitu diharapkan khalayak media akan tertarik untuk menyaksikan video musik tersebut sehingga mereka akan memiliki keuntungan dari video yang mereka unggah ataupun dari penjualan album mereka.

Selain menonjolkan standarisasi kecantikan perempuan, budaya popular korea khususnya pada video klip musik lebiih sering menyoroti lekuk tubuh perempuan. ditonjolkannya lekuk tubuh perempuan yang ditampilkan secara berlebihan tersebut menimbulkan beberapa protes dan kontroversi masyarakat hal tersebut terjadi pada seperti pada video klip girlband Stellar, AOA, dan Sistar yang mengusung konsep sexy pada musik mereka.

Gambar 4

(13)

22-24 September 2016

sumber: Stellar - Marionette (https://www.youtube.com/watch?v=NCQpzHPYRUc)

sumber: AOA - Miniskirt (https://www.youtube.com/watch?v=NCQpzHPYRUc)

Pada gambar di atas yang penulis ambil dari video klip girlband Stellar berjudul Marionette dan AOA berjudul Miniskirt diperlihatkan bagaimana sudut pandang kamera secara berlebihan mengarah kepada bagian belahan dada, paha dan pantat perempuan hal tersebut menunjukan bahwa tubuh perempuan dalam budaya popular Korea khususnya musik Popular Korea masih menjadi objek yang menjadi konsumsi publik dan ditujukan untuk kepentingan komersial. Dengan menunjukan bagian-bagian tubuh dan ekspresi sensual perempuan terbukti menarik minat khalayak untuk menonton video klip tersebut, hal tersebut dibuktikan dengan jumlah penonton yang semakin naik hingga mencapai 39,035,905 penonton youtube untuk video klip AOA Miniskirt dan 11,170,224 penonton untuk video klip Stellar Marionette. Hal ini pun berdampak pada keuntungan yang diperoleh oleh entertaiment yang menaungi mereka. Operasi Plastik dan Make Up Korea yang Mendunia

Dengan keterbukaan ekonomi dunia dewasa ini, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang berhasil memanfaatkan hal tersebut dengan menjadikan kontruksi tubuh ideal perempuan menajdi daya tarik mancanegara dengan produk kecantikan dan operasi plastik yang semakin berkembang di negeri ginseng tersebut setiap tahunnya.

(14)

dunia. Hal tersebut merupakan angka yang luar biasa untuk menjadi salah satu komoditi utama yang menaikan perekonomian Korea Selatan.

Para pembisnis paket wisata operasi plastik ini mengincar para turis asing untuk melakukan operasi kecantikan di negeri tersebut dengan fasilitas yang sangat memuaskan bagi para turis dengan bekerjasama dengan rumah sakit yang menyediakan perawatan anti-aging beauty package dengan harga US$ 88 ribu para turis medis ini juga mendapatkan perjalanan wisata ke tempat-tempat wisata di Korea Selatan. Dengan segala kelebihan tersebut para pembisnis ini pun menjerat para turis untuk menggunakan jasa mereka ketika akan melakukan operasi plastik di Korea Selatan.

Selain melalui paket wisata, media korea juga ikut serta menjual standarisasi tubuh ideal perempuan dengan sebuah acara televisi berjudul Let Me In. Acara tersebut merupakan salah satu acara tentang operasi plastik yang dilakukan untuk membantu perempuan yang tidak masuk dalam standarisasi cantik diubah oleh tim dokter yang dipilih oleh crew acara tersebut dan pemilihan para perempuan untuk diopearasi plastik ini digambarkan sebagai korban ketidak adilan sosial yang dia terima karena tidak memiliki tubuh dan kecantikan ideal. Dalam acara tersebut menunjukan bahwa perempuan yang tidak memiliki kecantikan dan tubuh ideal sering menjadi seorang yang anti sosial dan dikucilkan oleh lingkungan sekitar oleh karena itu kecantikan ideal tersebut dapat diwujudkan jika kita memiliki usaha untuk mengubahnya.

Selain operasi plastik, produk make up Korea pun juga mulai merambah ke mancanegara khususnya dalam penelitian ini adalah negara Indonesia. Produk kosmetik Korea pun mulai merajai Indonesia dengan menjajikan kecantikan yang di dapat seperti bintang Korea. Seperti yang dikutip dari www.bbc.com, Korea Selatan telah mengekspor produk kecantikan senilai lebih dari US$2,64 miliar. Jumlah yang tinggi, menurut Korea Customs Service, dibandingkan dengan tahun 2012 dan 2014 yang masing-masing senilai US$1 miliar dan US$1,91 miliar. Nilai ekspor tersebut termasuk sangat tinggi untuk sebuah produk kosmetik yang di ekspor. Hal tersebut membuktikan bahwa kosmetik Korea Selatan sangat banyak di cari di pasar luar negeri. Salah satu warga amerika keturunan Korea yang diwawancari dalam berita tersebut menyebutkan bahwa mereka mengimpor produk kecantikan Korea Selatan dan dibandrol dengan harga US$14 atau setara dengan Rp182.000. produk kecantikan yang booming melalui budaya popular Korea Selatan adalah BB Cream, walaupun sebenarnya produk tersebut bukan berasal dari Korea Selatan akan tetapi dalam perkembangannya BB Cream menjadi salah satu produk kecantikan Korea Selatan yang menyumbang laba terbesar bagi produsen kosmetik Korea Selatan Pada tahun 2014 sudah menembus pasar AS dan meraup keuntungan sebesar US$164 juta. Tentu saja hal tersebut sangatlah menguntungkan bagi produsen kosmetik Korea Selatan untuk tetap bisa mengembangkan bisnis mereka.

(15)

22-24 September 2016

Komersialiasi tubuh perempuan dalam sebuah budaya kapitalis menjadi salah satu permasalahan yang tidak akan ada habisnya untuk dibahas dalam sudut pandang feminisme, hal ini dikarenakan secara tidak langsung dan tanpa kita sadari masih dilanggengkan oleh masyarakat dan tanpa kita sadari hal tersebut dianggap wajar. Salah satunya melalui fenomena budaya Korean Popular ini, yang tanpa kita sadari masih melanggengkan komersialisasi perempuan melalui standar-standar kecantikan yang dibuat oleh media untuk menjerat khalayak agar mengikuti standar ideal mereka dengan menjual produk-produk kecantikan hingga operasi plastik yang menjadikan sebuah fenomena kecantikan ideal yang sama bagi setiap orang.

Standarisasi kecantikan sendiri menjadikan setiap individu memiliki wajah cantik dengan kriteria yang sama ini menjadikan setiap perempuan yang tidak masuk dalam kriteria tersebut dianggap tidak memenuhi standar kecantikan. Hal tersebut membuat kebebasan perempuan untuk menjadi cantik dan menjadikan perempuan terpenjara dalam ketidakpuasan terhadap kecantikannya sendiri. Setiap perempuan yang sebenarnya memiliki kecantikan yang unik untuk setiap individu yang berbeda ini menjadi terhapuskan dengan sebuah kontruksi cantik oleh media yang menyebabkan perempuan lupa akan kecantikan yang telah mereka miliki dan menjadi ciri khas setiap individu. Menjadi cantik alami dan sehat merupakan langkah yang baik untuk mempertahankan unik dan khasnya kecantikan yang dimiliki oleh setiap individu.

Selain standarisasi kecantikan yang dikontruksi oleh media, tubuh perempuan pun masih menjadi salah satu objek yang digunakan untuk menarik khalayak baik perempuan ataupun laki-laki. Walaupun diambil dalam sudut pandang laki-laki, akan tetapi masih banyak pula perempuan yang ikut menikmati bahkan tertarik untuk melihatnya dan tanpa kita sadari pula hal tersebut melanggengkan fenomena komersialisasi tubuh perempuan dalam media. Hal-hal seperti inilah yang membuat perempuan tetap dijadikan objek seksualitas dalam media walaupun sudah banyak wacana yang membahas tentang tubuh perempuan dalam media.

Apa yang harus para penggiat kajian kesetaraan perempuan lakukan untuk menghapuskan tradisi yang dilanggengkan tersebut menjadi salah satu pertanyaan yang sampai sekarang masih belum dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari kita. Kesadaran penuh akan berharganya tubuh yang dimiliki oleh perempuan haruslah diterapkan dalam sebuah media hal tersebut dapat mengubah stigma tubuh perempuan yang terkontruksi dalam media sehingga setiap perempuan akan lebih bisa menghargai tubuh dan kecantikan yang mereka miliki secara alami tanpa perlu mengubah bentuk tubuh yang telah diberikan kepada setiap perempuan dengan keunikan masing-masing.

(16)

Baran, Stanley J. 2011. Pengantar Komunikasi Massa Literasi Media dan Budaya. Jakarta: Salemba Humanika

Bungin, Burhan. 2003. Pornomedia Kontruksi Sosial Teknologi Telematika dan Perayaan Seks Dalam Media. Jakarta: Kencana

Burton, Graeme. 2008. Media dan Budaya Populer. Jogjakarta: Jalasutra

Ollenburger, Jane C dkk. 1996. Sosiologi Wanita. Jakarta: Rineka Cipta

Priyatna Prabasmoro, Aquarini. 2006. Kajian Budaya Feminis Tubuh Sastra dan Budaya Pop. Jogjakarta: Jalasutra

Rogers, Mary F. 1996. Barbie Culture Ikon Budaya Konsumerisme. Jogjakarta: Bentang Budaya

Tamburaka, Apriadi. 2013. Literasi Media Cerdas Bermedia Khalayak Media Massa. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Sumber Artikel dan Gambar

Kapanlagi.com. 2013. Tiket VIP U-KISS di Amerika Terjual Habis di Bawah 10 Menit. http://www.kapanlagi.com/showbiz/asian-star/tiket-vip-u-kiss-di-amerika-terjual-habis-di-bawah-10-menit-d5f985.html (diakses tanggal 19 April 2014)

Koreanindo.net. 2012. 10 Artis Kpop Paling Terkenal di Dunia. http://koreanindo.net/2012/05/10-artis-kpop-paling-terkenal-di.html (diakses pada tanggal 19 April 2014)

Rekohadi, Dian. 2013. Wisata Operasi Plastik Digemari Warga Surabaya. http://surabaya.tribunnews.com/2013/10/19/wisata-operasi-plastik-digemari-warga-surabaya (diakses pada tanggal 3 Juni 2016)

Kartikawati, Eny. 2014. Korea, Surganya Perbaiki Bentuk Wajah & Tubuh

dengan Operasi Plastik.

http://wolipop.detik.com/read/2014/06/20/083035/2613835/234/2/kor ea-surganya-perbaiki-bentuk-wajah--tubuh-dengan-operasi-plastik

(diakses pada tanggal 3 Juni 2016)

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160128_majalah_bisnis_s kincare_korea bahwa pada tahun 2015 (diakses pada tanggal 5 Juni 2016)

http://onehallyu.com/topic/111319-the-official-thin-girls-of-k-pop-vs-the-well-rounded-girls-of-k-pop/ (diakses pada tanggal 12 Juni 2016) http://bisikan.com/cara-membentuk-alis-lurus-ala-korea (diakses pada

tanggal 12 Juni 2016)

(17)

22-24 September 2016 https://www.youtube.com/watch?v=NCQpzHPYRUc (diakses pada tanggal 12 Juni 2016)

Gambar

Gambar 1Tipe Tubuh Ideal Perempuan yang direpresentasikan oleh Budaya
Gambar 3 Bentuk S line tubuh ideal perempuan
Gambar 4 Cuplikan Adegan Pada Video Klip Girlband Korea Selatan

Referensi

Dokumen terkait

TRI HERI KURNIAWAN, L 100 080 148, EKSPLOITASI TUBUH PEREMPUAN YANG BERPERAN SEBAGAI SUSTER DALAM FILM-FILM HOROR INDONESIA (Analisis Isi Eksploitasi Tubuh

Frekuensi kemunculan adegan eksploitasi tubuh perempuan sejumlah 158 variabel atau sebanyak 74% dari keseluruhan variabel eksploitasi tubuh perempuan yang berperan

Ada hubungan positif antara citra tubuh ( body image) dengan konsep diri yang dimiliki oleh perempuan dewasa awal. Semakinpositif konsep

Hasil dari penelitian mengenai Penggambaran Tubuh Perempuan dalam Video Klip “Tubuhku Otoritasku” ini ialah bahwa tubuh ideal perempuan yang sampai saat ini dianut oleh

Perempuan muda mulai terlihat memperhatikan bentuk tubuh mereka, banyak penulisan lewat media cetak maupun TV yang membahas tentang fenomena bentuk tubuh ini di

Hendrarti dengan penelitiannya yang berjudul Kesehatan Reproduksi Perempuan Dalam Media Cetak (2007), Ia memaparkan bahwa terdapat beberapa kejanggalan,

Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan dan dakwah yang dilakukan ulama perempuan diharapkan dapat memberi pencerahan dan mengubah pemahaman dan kesadaran para

Iklan Thermolyte Plus membentuk makna mendapatkan bentuk tubuh yang langsing, mulus, dan sehat yang merupakan bentuk tubuh ideal bagi perempuan dengan rajin