• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM

FI SI OLOGI H EWAN

(PENENTUAN TEKANAN DARAH, DENYUT NADI, DAN GOLONGAN DARAH)

Disusun oleh:

NAMA : LASINRANG ADITIA NIM : 60300112034

KELAS : BIOLOGI A KELOMPOK : IV (Empat)

LABORATORIUM BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum Fisiologi Hewan dengan judul “Penentuan

Tekanan Darah, Denyut Nadi, dan Golongan Darah” yang disusun oleh:

Nama : Lasinrang Aditia

Nim : 60300112034

Kelas : Biologi A

Kelmpok : IV (empat)

Telah diperiksa oleh Kordinator Asisten / Asisten dan dinyatakan diterima.

Samata-Gowa, April 2014

Kordinator Asisten Asisten

(Ka’bah S.Si) (Ika Dian Rostika)

60300111021

Mengetahui,

(3)

A. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini adalah sebagai berikut ini:

1. Untuk mengetahui penentuan tekanan darah sebelum dan sesudah beraktivitas.

2. Untuk mengetahui jumlah denyut nadi sebelum dan sesudah beraktivitas.

3. Untuk mengetahui cara penentuan golongan darah.

B. Dasar Teori

Tekanan darah adalah gaya yang darah berikan terhadap dinding pembuluh

darah. Selama sistol, gaya pada dinding pembuluh darah yang terbesar; sewaktu

diastole, jatuh ke titik terendah. Pengukuran tekanan darah adalah rasio dari kedua

tekanan. Tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang pertama adalah

curah jantung. Tekanan terhadap dinding arteri lebih besar sehingga volume aliran

darah meningkat. Faktor kedua yang mempengaruhi tekanan darah resistensi

perifer, atau resistensi terhadap aliran darah dalam arteri kecil dari tubuh

(arteriol). Resistensi perifer dipengaruhi oleh visikositas (ketebalan) dari sel-sel

darah dan jumlah plasma darah. Tekanan darah tinggi, disebut hipertensi, yaitu

akibat curah jantung terlalu tinggi atau resistensi perifer terlalu tinggi (Guyton,

2006).

Menurut Ganong (2002), faktor yang mempengaruhi denyut nadi :

1. Posisi: lebih cepat jika berdiri dibanding tiduran.

2. Umur: anak lebih cepat dari pada dewasa.

3. Jenis kelamin: pria lebih cepat dari pada wanita.

4. Emosi: mosi kuat akan meningkatkan pulse.

Frekuensi nadi secara bertahap akan menetap memenuhi kebutuhan

oksigenselama pertumbuhan. Pada orang dewasa efek fisiologi usia dapat

berpengaruh pada sistem kardiovaskuler. Pada usia yang lebih tua lagi dari usia

dewasa penentuan nadi kurang dapat dipercaya. Frekuensi denyut nadi pada

berbagai usia, dengan usia antara bayi sampaidengan usia dewasa. Denyut nadi

paling tinggi ada pada bayi kemudian frekuensi denyut nadi menurun seiring

(4)

Darah manusia dapat digolongkan berdasarkan atas ada tidaknya antigen

yang terdapat pada permukaan luar membran sel darah merah (eritrosit). Antigen

yang dimaksud dinamakan aglutinogen. Antigen sel darah merah merupakan suatu

bagian berupa glikoprotein atau glikolipid yang bersifat genetis. Antigen yang

telah dikenali pada sel darah merah yaitu antigen A dan antigen B. Di dalam

plasma darah terdapat antibodi yang disebut aglutinin. Aglutinin merupakan

antibodi yang bereaksi dengan antigen dan terdapat pada permukaan sel darah

merah. Sesuai jenis aglutinogen, ada dua jenis aglutinin yaitu aglutinin α (anti-A) dan aglutinin β (anti-B). Jika kedua aglutinin ini bereaksi dengan antigen, sel darah merah akan menggumpal satu sama lain/mengalami (lisis) (Pearce, 2008).

Dalam hal ini, apabila sel darah merah seseorang mengandung aglutinogen

A dan serum darahnya membuat aglutinin B, maka orang tersebut mempunyai

golongan darah A. Sebaliknya, apabila sel darah merah seseorang mengandung

aglutinogen B dan serum darahnya membuat aglutinin A, maka orang tersebut

dikategorikan golongan darah B. Kemudian, apabila sel darah merah seseorang

mengandung aglutinogen A dan B, sementara serum darah tidak dapat membuat

aglutinin A maupun B, maka orang tersebut mempunyai golongan darah AB.

Sebaliknya, bila sel darah merah seseorang tidak meng andung aglutinogen A dan

B, sementara serum darahnya dapat membuat aglutinin A dan B, maka orang

tersebut mempunyai golongan darah O (Wulan, 2013).

C. Waktu dan Tempat

Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai

berikut:

Hari/tanggal : Senin/12 Mei 2014

Waktu : 08.00-10.00 WITA

Tempat : Laboraturium Zoologi Lantai II

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

(5)

D. Alat dan Bahan 1. Alat

Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu blood lancet,

kaca preparat, sphygmomanometer, stopwactch dan stetoskop.

2. Bahan

Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu kapas

beralkohol, darah, serum anti-A dan B.

E. Cara Kerja

Adapun cara kerja pada percobaan ini yaitu:

1. Tekanan darah

a) Memasang manset sphygmomanometer dibagian lengan objek kemudian

memompa sambil mengamati angka yang ditunjukkan pada

sphygmomanometer.

b) Mencatat hasil pengamatan.

c) Melakukan aktivitas (berlari-lari selama beberapa menit) hingga merasa

kelelahan kemudian mengulangi prosedur diatas.

2. Denyut nadi radalis

a) Menyiapkan stopwatch untuk menghitung denyut nadi radalis.

b) Meraba pergelangan tangan untuk mendeteksi bagian yang menimbulkan

denyut nadi radalis.

c) Menghitung jumlah denyut nadi radalis selama 1 menit dan mencatat

hasilnya.

d) Melakukan aktivitas (berlari-lari selama beberapa menit) hingga merasa

kelelahan lelu mengulangi prosedur diatas.

3. Golongan darah

a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

b) Mengusap terlebih dahulu jari objek dengan menggunakan kapas beralkohol

(6)

c) Meletakkan sampel darah pada kaca preparat dan membagi menjadi 2

bagian.

d) Meneteskan serum anti A dan B pada masing-masing bagian sampel darah.

e) Memperhatikan aglutinasi yang terjadi.

f) Mencatat hasil pengamatan.

g) Mengulang prosedur kerja di atas secara bergiliran.

F. Hasil Pengamatan

Adapun hasil pengamatan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:

1. Tekanan darah

5. Rizki Awaliah Zaputri 110/80 120/70

(7)

3. Golongan darah

Tekanan darah adalah gaya yang ditimbulkan oleh darah terhadap

satuan luas dinding pembuluh darah (arteri). Tekanan ini harus adekuat, yaitu

cukup tinggi untuk menghasilkan gaya dorong terhadap darah dan tidak boleh

terlalu tinggi yang dapat menimbulkan kerja tambahan bagi jantung.

Umumnya, dua harga tekanan darah diperoleh dalam pengukuran, yakni

tekanan sistole dan diastole. Sistole dan diastole merupakan dua periode yang

menyusun satu siklus jantung. Diastole adalah kondisi relaksasi, yakni saat

jantung terisi oleh darah yang kemudian diikuti oleh periode kontraksi atau

sistole. Tekanan darah merupakan tekanan yang dialami darah pada pembuluh

arteri darah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh.

Ukuran untuk tekanan darah normal dalah 120/80 mmHg. Penentuan tekanan

darah dilakukan dengan menggunakan sphygmomanometer. Pengamatan yang

dilakukan untuk tekanan darah adalah dengan dua cara yaitu dalam keadaan

normal (sebelum beraktivitas) dan setelah beraktivitas.

Pada pengamatan ini, hasil yang didapatkan sebelum beraktivitas adalah

Mukarramah yaitu 110/60 mmHg, Lasinrang Aditia yaitu 130/90 mmHg,

(8)

Zaputri yaitu 110/80 mmHg, dan Nur Azizah Pratiwi yaitu 110/70 mmHg.

Pada pengamatan ini dapat dilihat bahwa rendahnya tekanan darah disebabkan

oleh denyut jantung yang lambat dapat mengurangi darah yang di pompa oleh

jantung. Angka detak jantung untuk seorang dewasa sehat adalah 600 sampai

100 detak per menit. Hal ini berkaitan dengan heart rate, yaitu berapa kali

denyut jantung dalam setiap menitnya. Semakin tinggi heart rate maka semakin

tinggi tekanan darahnya.

Adapun hasil yang didapatkan setelah melakukan aktivitas yang dalam

hal ini dengan berlari-lari sebanyak 3 kali putaran adalah Mukarramah yaitu

110/90 mmHg, Lasinrang Aditia yaitu 120/90 mmHg, Silvana yaitu 120/60

mmHg, Atirah Mulia yaitu 110/70 mmHg, Rizky Awalia Zaputri yaitu 120/70

mmHg, dan Nur Azizah Pratiwi yaitu 120/50 mmHg. Pada pengamatan ini

dapat dilihat bahwa tekanan darah menjadi lebih tinggi setelah beraktivitas

disebabkan karena kurangnya oksigen dalam tubuh setelah beraktivitas

sehingga jantung memompa lebih kuat untuk mengalirkan darah kebagian

anggota tubuh yang membutuhkan yang menyebabkan tekanan darah menjadi

meningkat. Sedangkan pada Lasinrang aditia menjadi lebih rendah dibanding

sebelum beraktivitas disebabkan oleh melemahnya otot jantung yang berakibat

darah yang dipompa jantung lebih sedikit, sehingga tekanan daran menurun

dan adanya beku darah dari pembuluh vena, dimana bekuan darah ini dapat

menghalangi aliran darah kedalam bilik kiri dari paru-paru, dan akibatnya akan

mengurangi darah di jantung untuk di pompa. Sementara pada Atirah Mulia

tekanan darahnya tetap sama pada saat sebelum dan sesudah beraktivitas

mungkin karena tekanan darahnya sudah kembali normal disebabkan lamanya

mendapatkan giliran tensi tekanan darah.

2. Denyut Nadi

Denyut nadi adalah getaran/ denyut darah didalam pembuluh darah

arteri akibat kontraksi ventrikel kiri jantung. Percobaan ini dilakukan dengan

(9)

menit. Seperti halnya dengan tekanan darah, pengamatan denyut jantung/nadi

radalis juga dilakukan sebelum (normal) dan setelah melakukan aktivitas.

Denyut nadi seorang dewasa 60-100 kali/menit.

Pada pengamatan ini, hasil yang didapatkan sebelum melakukan

aktivitas adalah Mukarramah yaitu 70/menit, Lasinrang Aditia yaitu 85/menit,

Silvana yaitu 75/menit, Atirah Mulia yaitu 115/menit, Rizky Awalia Zaputri

yaitu 80/menit, dan Nur Azizah Pratiwi yaitu 125/menit. Faktor-faktor yang

mempengaruhi denyut nadi yaitu usia, jenis kelamin, aktivitas, status

kesehatan, obat-obatan dan kondisi emosional. Seperti pada Atirah Mulia dan

Nur Azizah Pratiwi yang denyut nadinya per menit di atas ambang normal

karena pada Nur Azizah Pratiwi sebelumnya ketakutan untuk di tes darah

sehingga mempengaruhi denyut nadinya sedangkan pada Atirah Mulia

dipengaruhi oleh faktor kesehatannya.

Adapun setelah melakukan aktivitas dengan berlari-lari sebanyak 3 kali

putaran adalah Mukarramah yaitu 61/menit, Lasinrang Aditia yaitu 108/menit,

Silvana yaitu 115/menit, Atirah Mulia yaitu 165/menit, Rizky Awalia Zaputri

yaitu 120/menit, dan Nur Azizah Pratiwi yaitu 130/menit. Dari hasil

pengamatan, kecepatan denyut nadi pada saat istirahat berbeda dengan

kecepatan denyut nadi setelah beraktivitas. Hal ini disebabkan karena pada saat

beraktivitas terjadi peningkatan metabolisme sel-sel otot, sehingga aliran darah

meningkat untuk memindahkan zat-zat makanan dari darah yang dibutuhkan

jaringan otot sehingga curah jantung akan meningkat untuk menyuplai

kebutuhan zat makanan melalui peningkatan aliran darah. Peningkatan curah

jantung akan meningkatkan frekuensi denyut jantung yang akan meningkatkan

denyut nadi.

Sistem saraf yang bekerja disini adalah sama dengan tekanan darah

yaitu sistem saraf simpatik yang berfungsi mempercepat denyut jantung. Untuk

terjadinya peningkatan denyut nadi disebabkan selama aktivitas yang dilakukan

(10)

ke otot yang sedang beraktivitas. Dalam hal ini, jantung mempunyai tugas

untuk memompakan darah ke seluruh tubuh yang mengangkut O2 yang

dibutuhkan oleh otot yang beraktivitas. Hal ini dilakukan dengan pengaturan

lokal aliran darah terhadap kebutuhan jaringan. Semakin besar metabolism

dalam suatu organ, maka semakin besar pula aliran darahnya. Hal ini akan

dikompensasi jantung dengan mempercepat denyutnya dan memperbesar

banyaknya aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh.

3. Golongan Darah

Darah manusia dapat dikelompokkan (digolongkan) berdasarkan atas

ada tidaknya antigen yang terdapat pada permukaan luar membran sel darah

merah (eritrosit). Penentuan golongan darah dilakukan dengan menggunakan

blood lancet. Kemudian mengambil sampel darah dan meletakkan pada

masing-masing kaca preparat. Kemudian menetesi dengan anti serum A dan B,

dan melihat penggumpalan yang terjadi. Dimana ketika terjadi penggumpalan

pada darah yang ditetesi anti serum A, maka orang itu akan bergolongan darah

A. Ketika terjadi penggumpalan pada darah yang ditetesi anti serum B, maka

orang itu akan bergolongan darah B. Ketika terjadi penggumpalan pada darah

yang ditetesi anti serum A dan B, maka orang itu bergolongan darah AB. Dan

ketika tidak terjadi penggumpalan pada darah yang ditetesi anti serum A dan B,

maka orang itu akan bergolongan darah O.

Pada pengamatan ini, setelah sampel darah diambil dari Mukarramah,

Lasinrang Aditia, Silvana, Atirah Mulia, Rizky Awalia Zaputri, dan Nur

Azizah Pratiwi, kemudian masing-masing sampel darah ditetesi anti serum A

yang berwarna biru dan anti serum B berwarna kuning. Hasil yang didaptkan

adalah untuk seseorang yang bergolongan darah A adalah Rizky Awaliah

Zaputri dan Atira Mulia. Dimana orang yang bergolongan darah A memiliki sel

darah merah dengan antigen A pada permukaan membrane selnya dan

menghasilkan antibodi terhadap antigen B yang terdapat dalam serum

(11)

darah dari orang yang bergolongan darah A-negatif atau O-negatif. Untuk

seseorang yang bergolongan darah O adalah Lasinrang Aditia, Mukarramah,

Silvana, dan Nur Azizah Pratiwi. Orang yang bergolongan darah O memiliki

sel darah tanpa antigen A dan B, tetapi menghasilkan antibodi terhadap antigen

A dan B. Oleh karena itu, orang yang bergolongan darah O dapat mendonorkan

darahnya kepada orang yang bergolongan A, B, AB, dan O dan hanya dapat

menerima darah dari orang yang bergolongan darah O.

H. Kesimpulan

Adapun kesimpulan pada percobaan ini adalah sebagai berikut ini:

1. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang seseorang lakukan.

Tekanan darah akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas, dan lebih

rendah ketika beristirahat. Pada hasil pengamatan tekanan darah sebelum

beraktivitas dalam satuan (mmHg) yaitu Mukarramah yaitu 110/60, Lasinrang

Aditia yaitu 130/90, Silvana yaitu 110/70, Atirah Mulia yaitu 110/70, Rizky

Awalia Zaputri yaitu 110/80, dan Nur Azizah Pratiwi yaitu 110/70. Sedangkan

setelah beraktivitas yaitu Mukarramah yaitu 110/90, Lasinrang Aditia yaitu

120/90, Silvana yaitu 120/60, Atirah Mulia yaitu 110/70, Rizky Awalia Zaputri

yaitu 120/70, dan Nur Azizah Pratiwi yaitu 120/50.

2. Ketika seseorang sedang melakukan aktivitas yang memerlukan tenaga lebih

maka denyut nadinya akan cepat dan sebaliknya jika seseorang sedang

melakukan aktivitas yang tidak memerlukan tenaga lebih maka denyut nadinya

akan rendah. Berdasarkan hasil pengamatan yang memliki denyut nadi yang

normal yaitu Mukarramah, Lasinrang Aditia, Silvana, dan Rizky Awalia.

3. Pada sampel darah yang ditambahkan zat anti-serum A dan menggumpal,

berarti golongan darah A. Pada sampel darah yang ditambahkan zat anti

serum-B dan menggumpal maka golongan darah serum-B. Pada sampel darah yang

ditambahkan zat anti serum-A dan serum B menggumpal, berarti golongan

darah AB. Pada sampel darah yang ditambahkan zat anti serum-A dan serum B

(12)

Lasinrang Aditia, Mukarramah, Silvana, dan Nur Azizah Pratiwi memiliki

golongan darah O. Rizky Awaliah dan Atira Mulia memiliki golongan darah A

dan Tidak ada yang memiliki golongan darah B dan AB pada percobaan ini.

DAFTAR PUSTAKA

Ganong, William F. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC, 2002.

Guyton, Arthur. Text Book of Medical Physiology. Cina: Elsevier Saunders, 2006.

Haerul. 2011. Blog Haerul. Laporan Fisiologi Tekanan Darah. http://haerulrachmat. blogspot.com/2011/05/laporan-fisiologi-tekanan-darah.html (13 Mei 2014).

Pearce, Evelyn. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia, 2008.

Referensi

Dokumen terkait

Fenomena yang dihadapi oleh PT BPR Milala dalam memberikan pemenuhan kualitas layanan kepada nasabah, menanamkan kepercayaan dan image sampai saat ini terlihat bahwa bank

Pengujian secara in vivo adalah pengujian yang dilakukan dengan menggunakan hewan percobaan untuk mengetahui metabolisme suatu senyawa. di

Pelajar Program Asasi KUIS dibawah penajaan TKK yang mengambil keputusan untuk menyambung pengajian Ijazah Sarjana Muda di luar KUIS DIWAJIBKAN memulangkan keseluruhan nilai TKK yang

Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu curcuma yang mengandung kurkumin terhadap parameter farmakokinetika

Efektifitas ekstrak intraseluler yang kecil ini diduga karena dalam ekstrak tersebut tidak ada atau sedikitnya kandungan senyawa-senyawa aktif yang memiliki struktur yang

Dengan melihat hasil perhitungan metode regresi linier berganda yang peneliti dapat menarik kesimpulan untuk hasil pengujjian hipotesis menyatakan bahwa tingkat suku bunga

memperoleh gelar Sarjana Pariwisata Program Studi Manajemen Resort & Leisure pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. © Ani Mulyani 2016 Universitas

Dalam penyelesaian penyusunan tugas akhir ini tentunya penulis banyak3. mendapatkan masukan dari berbagai pihak berupa kritik, saran dan