I. PENDAHULUAN I. Latar Belakang
Kacang tanah dengan nama ilmiah Arachis hypogaea merupakan tanaman polong-polongan yang termasuk anggota family Fabaceae. Kacang tanah ini mengandung zat-zat
yang penting bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, kacang tanah juga merupakan kacang-kacangan terpenting setelah kedelai. Kacang tanah kaya akan lemak; protein yang tinggi
bahkan jauh lebih tinggi dari protein pada daging, telur dan kacang soya; zat besi; vitamin E; vitamin B kompleks; vitamin A dan K; fosforus; lesitin, kolin dan kalsium.
Kacang tanah juga mengandung bahan yang dapat membina ketahanan tubuh untuk
mencegah beberapa macam penyakit. Mengkonsumsi satu ons kacang tanah lima kali seminggu dapat mencegah penyakit jantung. Kacang tanah bekerja meningkatkan
kemampuan pompa jantung dan menurunkan resoki penyakit jantung koroner. Memakan segenggam kacang tanah setiap hari terutama pesakit kencing manis dapat membantu kekurangan zat. Selain itu banyak lagi manfaat kacang tanah bagi kesehatan tubuh seperti
membantu meningkatkan kesuburan, membantu mengatur gula darah, membantu mencegah batu empedu, membantu tingkat kolesterol rendah, dan lain-lain.
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan tepatnya adalah Brazillia, namun saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis Masuknya kacang tanah ke Indonesia pada abad ke-17 diperkirakan karena dibawa oleh pedagang-pedagang
Spanyol,Cina,atau Portugis sewaktu melakukan pelayarannya dari Meksiko ke Maluku setelah tahun 1597 Pada tahun 1863 Holle memasukkan Kacang Tanah dari Inggris dan pada
Mengingat begitu banyaknya manfaat yang ada pada kacang tanah, berkorelasi positif terhadap pembudidayaannya. Di Indonesia, kacang tanah tanah sudah banyak dibudidayakan
namun produksi komoditi kacang tanah per hektar belum mencapai hasil maksimum, beberapa faktor penyebab terjadinya hal tersebut antara lain pengaruh faktor tanah yang semakin rusak, kurangnya ketersediaan unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon
pertumbuhan. Selain itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya. Seiring dengan permintaan pasar yang semakin meningkat,
maka diperlukan terobosan dalam meningkatkan produksi kacang tanah melalui penerapan inovasi teknologi. Salah satu inovasi teknologi yang diperlukan dalam peningkatan produksi kacang tanah adalah penggunaan varietas unggul dalam proses budidaya. Penggunaan
varietas unggul sebaiknya memperlihatkan kesesuaian lingkungan, ketahanan terhadap hama dan penyakit dan kebutuhan pasar.
Oleh karena itu, makalah ini dibuat agar pembaca dapat mengetahui bagaimana faktor tanah dan faktor pemeliharaan pada kacang tanah agar mendapat produksi komoditi secara maksimum. Jika produksi komoditi kacang tanah mencapai target kebutuhan, maka Indonesia
tidak perlu lagi mengimpor kacang tanah untuk memenuhi kebutuhan akan kacang tanah, karena sebenarnya lahan di Indonesia ini cocok untuk pembudidayaan kacang tanah.
I.I Tujuan
1. Melaksanakan tugas Dasar-dasar Agronomi.
2. Dapat menjadi referensi teman-teman seperjuangan yang tertaik dengan budidaya kacang tanah.
3. Dapat mengetahui taknik budidaya tanaman kacang tanah yang baik.
4. Dapat menanam kacang tanah dan dapat menghasilkan produksi kacang tanah yang baik.
Kacang tanah merupakan salah satu komoditas palawija yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dalam usaha pertanian. Kebutuhan akan kacang tanah (Arachis hypogaea L)
sebagai salah satu produk pertanian tanaman pangan setahun, diduga masih perlu ditingkatkan sejalan dengan kenaikan pendapatan dan atau jumlah penduduk. Kemungkinan terjadinya peningkatan permintaan dicerminkan dari adanya kecendrungan meningkatnya
kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung dan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku industri hilirnya, antara lain untuk industri kacang kering, industri
produk olahan lain yang siap dikonsumsi baik dalam bentuk asal olahan kacang, dalam campuran makanan dan dalam bentuk pasta. (awal menurut Tajibu, T. 2013. Kacang Tanah) (anonimous, 2013 )
Kacang tanah merupakan tanaman polong-polongan dari family Fabaceae yang juga merupakan tanaman penting dari keluarga polong-polongan kedua setelah tanaman kedelai.
Kacang tanah merupakan salah satu tanaman tropic yang tumbuh secara perdu yang memiliki tinggi 30 – 50 cm dan tanaman yang mengeluarkan daun yang kecil. Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan, tepatnya
berasal dari Brazilia. Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika). Di Benua Amerika penanaman berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari
Eropa. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17, dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis (Batavia Reloed, 2012).
Kacang tanah merupakan salah satu sumber protein nabati yang cukup penting di
Indonesia, luas pertanamannya menempati urutan 4 setelah padi, jagung dan kedelai. Dalam meningkatkan produksi juga dituntut untuk tetap menjaga lingkungan agar tidak rusak
limbah. pertanian sebagai pupuk untuk menekan biaya produksi serta pengelolaan tanaman secara baik (Arinong, 2008).
Kacang tanah memiliki beberapa manfaat yang paling banyak kacang tanah digunakan sebagai bahan makanan oleh masyarakat tetapi begitu banyaknya konsumsi kacang tanah di dalam masyarakat kurang dapat memenuhi konsumsi kacang tanah sehingga
produksi kacang tanah mengalami penurunan selain memiliki kebutuhan yang banyak. Kacang tanah sebagai bahan makanan yang paling banyak digunakan oleh bahan baku
industry yang diubah dengan bentuk lain seperti kacang atom, rempeyek, manisan dan lain-lain (Pitojo, 2005). Selain-lain itu, sisa hasil kacang tanah yang tidak dipakai dapat digunakan sebagai makanan ternak sehingga seluruh bagian dari kacang tanah dapat digunakan sebagai
bahan baku makanan industri maupun pakan ternak.
Menurut Suprapto (2000) dalam Evita (2012), faktor-faktor yang menyebabkan
rendahnya produksi kacang tanah adalah pengolahan yang kurang optimal sehingga drainasenya buruk dan strukturnya padat, pemeliharaan tanaman yang kurang optimal, serangan hama dan penyakit, penanaman varietas yang berproduksi rendah, mutu benih yang
rendah dan periode kekeringan yang cukup lama terjadi pada fase pengisian polong. Penurunan produksi ini pada umumnya disebabkan oleh penurunan luas lahan dan
produktivitas lahan penanaman kacang tanah yang terus menurun. Karena itu maka upaya peningkatan produksi kacang tanah harus melalui intensifikasi, salah satunya dengan pemupukan (Raja ,2013).
Tanaman kacang tanah membutuhkan unsur hara esensial seperti N, P, dan K untuk pertumbuhan dan produksinya. Fosfor merupakan unsur hara esensial yang dibutuhkan dalam
dapat dilakukan dengan pemupukan kalium. Pupuk kalium dalam bentuk KCl dapat membantu memperkuat jaringan tanaman serta mempertebal dinding sel epidermis sehingga
mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen secara mekanis (Sudir dan Suparyono, 1997 dalam Nurhayati, 2012).
Peninggkatan produksi kacang tanah dilakukan dengan berbagai cara seperti
perluasan penanaman kacang tanah sehingga memiliki produksi yang baik dan lain-lain tetapi kendala dalam budidaya kacang tanah begitu banyak seperti kendala lahan yang banyak
digunakan sebagai perumahan, kendala dari hama dan penyakit tanaman. Sebenarnya tanaman kacang tanah memiliki sifat yang tidak rentang serangan karat daun jika digunakan dari varietas yang tahan terhadap karat daun (Hidayat, dkk, 2004). Dalam membudidayakan
III. PEMBAHASAN A. Syarat Tumbuh Kacang Tanah
Tanaman kacang tanah dapat tumbuh secara baik pada daerah berdataran tinggi maupun daerah berdataran rendah mulai dari ketinggian lahan 200 - 800 meter di bawah
permukaan air laut (mdpl). Cara budidaya yang sangat mudah sehingga memberikan kemudahan bagi para pekebun untuk membudidaya kacang tanah secara organik di lingkungan tempat mereka tinggal. Pada jenis tanah liat berpasir atau tanah liat berlempung,
tumbuhan kacang tanah dapat tumbuh dengan optimal. Jenis tanah lain yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah adalah tanah liat berhumus, tanah andosol,
tanah jenis aluvial, serta di tanah merah.
Kondisi cuaca dan iklim yang cukup sejuk akan sangat menguntungkan tanaman ini, sebab tanaman ini cukup beradaptasi pada lingkungan yang sejuk juga yang terkadang
ekstrem. Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman kacang tanah sehingga proses dalam penananam kacang tanah juga harus dilakukan secara benar artinya dilakukan di lahan
terbuka seperti di sawah, area kebun, ladang, dan daerah-daerah strategis yang memungkinkan dapat dijadikan wilayah budidaya kacang tanah.
Curah hujan yang dibutuhkan tanaman kacang tanah adalah 700 - 1.200 mm/tahun,
temperatur 87% dengan suhu optimum lingkungan mulai kisaran suhu 20 - 32 derajat celcius. Meskipun begitu, tanaman kacang tanah juga dapat tumbuh baik meskipun kondisi
lingkungan yang terkadang kurang atau sama sekali tidak menguntungkan.
B. Penyiapan Lahan
Penyiapan lahan merupakan cara untuk menyiapkan lahan yang akan digunakan
adalah untuk membuka dan membersihkan lahan dari berbagai tanaman yang tidak diinginkan sehingga dapat digunakan dalam proses budidaya tanaman.
Teknik persiapan lahan untuk tanaman kacang tanah dilakukan dengan cara pembersihan area yang akan ditanami oleh kacang tanah, pencangkulan yang dilakukan dapat mencabut akar tanaman yang tidak diinginkan (gulma) yang berada disekitar areal lahan
sehingga lahan bersih dari berbagai tanaman yang tidak diinginkan dan juga pengukuran lahan yang akan digunakan karena dapat menghitung jumlah populasi kacang tanah yang
akan digunakan sehingga dapat menghemat biaya dan juga dapat menghemat penggunaan benih kacang tanah.
C. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah merupakan salah satu kegiatan membalikkan tanah dengan cara mekanik maupun manual sehingga dapat menciptakan suasana tanah yang gembur (memiliki
tekstur yang relative halus) dan memudahkan dalam proses penanaman tanaman serta menguraikan endapan-endapan sisa pemupukan dari penanaman sebelumnya.
Untuk memudahkan pengaturan penanaman dilakukan pembedengan sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan, yaitu untuk lereng agak curam jarak tanam cukup 0,5 m dan untuk lahan yang tidak begitu miring bisa antara 30-40 meter. Sedangkan untuk tanah datar,
luas bedengan adalah 10-20 meter atau 2 x 10 meter. Ketebalan bedengan antara 20-30 cm. Untuk tanaman kacang tanah pengolahan tanah dilakukan dengan cara manual seperti pencangkulan dengan menggunakan tenaga manusia. Untuk penggunaan tenaga mesin tidak
dilakukan karena dapat menimbulkan dampak negative pada tanah terutama sifat fisik seperti kadar air tanah, Bulk Density, dan ketahanan tanah dalam penetrasi dari luar sedangkan pada
D. Pengairan
Pengairan merupakan salah satu kegiatan dalam produksi tanaman yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman. Faktor yang mempengaruhi dalam proses pengairan adalah faktor iklim, faktor tanaman dan faktor sifat tanah atau lahan. Faktor iklim pada proses pengairan sangat berpengaruh terutama curah hujan dan intensitas matahari.
Curah hujan yang tinggi memiliki ketersedian air yang tinggi sedangkan curah hujan yang lebih rendah mempengaruhi ketersediaan air dalam tanah.
Pengairan dalam proses pertumbuhan kacang tanah digunakan sistem irigasi permukaan dengan tipe alur karena tanaman kacang tanah ini merupakan tanaman yang memiliki perakaran yang dangkal dan selalu menginginkan tanah yang lembab. Tanaman
kacang tanah membutuhkan air pada saat berumur 3 minggu. Pengairan dilakukan dengan frekuensi yang berbeda-beda pada saat musim hujan dan musim kemarau. Pada saat musim
kemarau digunakan pengairan dengan frekuensi 6-8 kali tetapi pada saat musim kemarau juga disesuaikan oleh dengan banyaknya hujan yang turun. Pengairan terhadap bedengan tanaman kacang tanah dapat dilakukan pada saat pagi hari sekitar jam 6 sampai jam 8 pagi hari atau
dilakukan pada setelah jam 15 sore hari (AAK, 1999).
E. Pemupukan
Pemupukan adalah senyawa yang mengandung unsur hara yang di berikan pada tanaman yang bertujuan agar terpeliharanya keseimbangan unsur hara dalam tanah, karna setiap pemupukan tidak semua unsur hara hilang dari tanah dan juga pemupukan dapat
meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman,
diberikan pada saat tanam. Pupuk dimasukkan di kanan dan kiri lubang tugal dan tugal dibuat kira-kira 3 cm.
Pada pupuk Organik Pemupukan dilakukan sebanyak 1 kali saja ketika umur tanaman berusia 2 bulan. Pada bulan ke-2 tersebut tanaman dapat dipupuk menggunakan pupuk kandang organik dari sisa-sisa kotoran hewan unggas yang telah
difermentasikan (dikeringkan). Pemupukan dilakukan dengan cara menyebarkan pupuk di sekitar pusat tanaman. Kebutuhan pupuk kandang untuk masing-masing
tanaman adalah 2 genggam tangan orang dewasa, atau setara dengan 5 - 7 ton untuk satu hektar lahannya. Untuk hasil tanam kacang tanah yang berbuah banyak sangat dianjurkan untuk menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam yang terbukti
banyak mengandung unsur hara Nitrogen (N) dan Fosfor (P) karena kandungan unsur hara tersebut sangat baik juga untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman.
F. Pemilihan Varietas (Bibit Unggul)
Memilih bibit kacang tanah yang unggul dengan umur benih sekitar 100 hari. Berwarna kehitaman dan tidak memiliki selaput di bagian dalam kacang merupakan ciri
kacang yang dapat dijadikan benih. Ciri benih yang baik diantaranya yaitu berasal dari tanaman varietas unggul dengan daya tumbuh tinggi yang lebih dari 90% dan sehat, memiliki kulit bening yang mengkilap dan tidak cacat, merupakan kacang tanah murni yang tidak
tercampur dengan varietas lain dengan kadar air benih sekitar 9-12%.
Setelah benih dipananen, dilakukan sortasi dan dijemur sekitar 4-5 hari dan disimpan
sekitar 3-6 bulan. Sebaiknya cangkang kacang tidak dikupas ketika masa penyimpanan dan buka ketika akan digunakan.
G. Penanaman
a) Penentuan Pola Tanam
20 cm. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm.
b) Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm dengan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas
c) Cara Penanaman
Pilih benih kacang yang telah memenuhi syarat benih bermutu tinggi. Masukan benih
satu atau dua butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering adalah pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat
dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II). Sedangkan untuk lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan inokulasi hizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4 gram/kg) kemudian benih langsung
ditanam paling lambat 6 jam.
H. Pengendalian Hama Dan Penyakit
Pada umumnya tanaman kacang tanah cukup kebal terhadap beberapa jenis hama dan
penyakit parasit tertentu. Akan tetapi jenis hama yang sering menyerang tanaman kacang tanah adalah jenis ulat bulu dan ulat hijau. Ulat hijau dan ulat bulu ini seringkali menyerang
organ daun sehingga akibatnya daun tanaman menjadi berlubang-lubang (bopeng). Beberapa jenis penyakit layu fusarium dan jamur parasit juga seringkali menginfeksi bagian bintil akar tanaman kacang tanah sehingga akan menghambat proses fiksasi Nitrogen oleh bintil akar.
Penanggulan hama pada tanaman kacang tanah dapat ditempuh dengan cara meningkatkan frekuensi penyiraman/pengairan.
Hama yang umum menyerang kacang tanah pemakan daun (Spidoptera litura dan Helicoverpa armigera), pengisap daun (Empoasca spp dan Aphis crassivora) dan trips.
Berikut jenis hama dan penyakit kacang tanah beserta cara mengatasinya.
a) Penghisap Daun
Hama ini dikenal dengan nama sikada. Ia menyerang tanaman dengan menghisap cairan daun muda dari permukaan bawah daun. Akibatnya, urat daun menjadi putih. Serangan
pada tanaman muda menyebabkan tanaman layu dan ujung daun muda berwarna kuning membentuk huruf V pada tanaman dewasa yang terserang. Organisme penyebab serangan ini
Empoasca sp.
Cara mengatasinya, tanam kacang tanah secara serempak dengan pengairan cukup. Atau, tanam secara tumpang sari dengan tanaman jagung. Gunakan lampu petromaks di area
penanaman pada pukul 18.00-21.00 untuk menarik ngengat. Penanganan secara kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif metaldehida. Dosis penggunaan sesuai petunjuk
label kemasan.
Jenis trips yang menyerang kacang tanah yang cukup banyak. Spesies yang paling dominan merusak kacang tanah yakni Schirtothrips dorsalis, Caliothrips indicus dan
Frankliniella schultzei. Schirtothrips dorsalis dewasa dan nimfa menghisap cairan daun. Pada serangan berat menyebabkan daun keriting dan tanaman kerdil. Caliothrips indicus memakan permukaan atas daun. Sementara Frankliniella schultzei dewasa dan nimfa memakan daun
muda dan kuncup daun. Hama ini menjadi vektor penyakit yang diakibatkan virus. Kehilangan hasil akibat serangan ketiga hama ini mencapai 40%.
c) Kutu daun
Hama ini menghisap cairan tanaman sehingga daun mengerut, klorosis dan tumbuh
kerdil. Selain menyerang daun, ia juga menyerang bunga dan polong muda. Serangan kutu daun disebabkan Aphis craccivora. Ia juga dapat menularkan virus belang atau virus kerdil.
Serangan hama ini banyak di musim kemarau. Itu karena perkembangan serangga ini
sangat dipengaruhi oleh cuaca kering dan tanaman inang. Ia berkembang biak dengan cepat dan sangat banyak. Betina mampu menghasilkan 15-124 nimfa. Stadia nimfa terdiri dari
empat instar dengan lama masing-masing instar 1-2 hari. Kehilangan hasil polong akibat serangan hama ini mencapai 40%.
Untuk menghindari serangan kutu daun, tanam kacang tanah secara serempak pada
kimia menggunakan insektisida berbahan aktif propargit seperti Ample 570 EC, Antimit 570 EC, Mitisun 570 EC dan Omite 570 EC. Dosis sesuai petunjuk pada label kemasan.
d) Ulat Grayak
Serangan ini bersifat kosmopolitan yang dapat menyerang kedelai, kentang, ubi jalar, bawang dan tembakau. Ngengat betina meletakkan telur pada permukaan daun bagian bawah
dan berkelompok. Setiap kelompok terdiri 30-700 butir dengan lama stadium telur 3 hari. Ulat yang keluar dari telur tinggal di sekitar telur dan memakan epidermis daun bagian
bawah. Akibatnya, daun mengering. Ulat ini bersembunyi di dalam tanah pada siang hari dan aktif makan pada malam hari. Penyebabnya Spodoptera litura yang sering disebut cutdown.
Serangan ulat yang baru menetas terlihat pada daun yang hanya bersisa tulang daunnya saja.
Ulat daun bersembunyi pada permukaan daun bagian bawah. Ulat dewasa terlihat pada bagian atas permukaan daun. Serangan berat menyebabkan produksi polong menurun
60-80%. Itu karena tanaman yang bersisa tinggal tulang daun.
Pencegahan serangan ulat grayak dengan menanam tanaman secara serempak pada satu hamparan. Gunakan seks feromon. Apabila serangan melebihi nilai ambang ekonomi,
gunakan insektisida berbahan aktif tiodikarb. Dosis penggunaan petunjuk pada label kemasan.
Serangan ini bersifat polifag karena dapat menyerang kedelai, kacang hijau, kacang tunggak, kentang, tomat dan jagung. Ngengat betina meletakkan telurnya pada permukaan
bawah daun secara berkelompok sebanyak 50 telur. Telur itu kemudian menetas dan menjadi ulat jengkal yang memakan daun tanaman tua sehingga daun berlubang. Serangan berat menyebabkan tanaman menjadi gundul tanpa daun. Penyebab serangan ini Chrysodeixis
chalcites.
Penanganannya, semprotkan insektisida berbahan aktif lamda sihalotrin. Diantaranya,
Brantas 25 EC, Dobeldor 50 EC, matador 25 EC dan Hamasid 25 EC. Dosis penggunaan sesuai petunjuk pada label kemasan.
f) Lundi
Penyebab serangan ini Holotrichia spp. Hama ini bersifat polifag sehingga mampu menyerang padi gogo, jagung, sorgum, tebu, dan kacang-kacangan. Larva yang baru
menetas ,memakan bulu akar dan bintil akar. Sementara larva instar ketiga memakan akar tanaman, sehingga layu lama-kelamaan mati.
Untuk mengatasinya, genangi lahan hingga tanah jenuh air. Penanganan secara kimia
dengan menyemprotkan insktisida granular berbahan aktif karbofuran. Selain serangan hama, serangan pada kacang tanah juga dapat berupa penyakit. Jenis penyakit yang sering
menyerang kacang tanah bercak daun, layu bakteri, belang, bilur dan sapu setan. Jika intensitas serangan besar, produksi dapat menurun hingga 60-80%.
2. Penyakit
Bercak daun muncul saat tanaman berumur 3 minggu pasca tanam atau mendekati akhir pertumbuhan, ketika
hampir panen. Penyakit ini dijumpai hampir di seluruh area pertanaman kacang tanah. Hanya intensitas serangan saja yang berbeda. Penyebab bercak daun awal yakni
cendawan Cercosporaarchidicola, sedangka bercak daun di akhir penanaman, Cercospora personatum. Penularannya melalui tanah yang terpercik air hujan dan sisa tanaman sakit yang
tertinggal dari tanaman sebelumnya.
Gejala serangan ini berupa bercak bulat berwarna coklat tua hingga hitam di permukaan bawah daun. Bercak berwarna kemerahan sampai hitam pada permukaan atas daun. Selain
daun, serangan juga terdapat pada tangkai daun dan batang. Serangan parah menyebabkan daun kering dan rontok. Adanya bercak daun dapat memunculkan penyakit lain, seperti karat
daun yang sering menyerang pangkal batang tanaman muda.
Penyakit ini dapat menular melalui tanah sehingga pengendalian secara kultur teknis sangat dianjurkan. Seperti, membersihkan sisa-sisa tanaman dari lahan dan membakar sisa
tanaman sakit. Penanganan lain secara kimia. Semprotkan fungisida berbahan aktif klorotalonil.
b) Layu Bakteri
Gejala penyakit layu bakteri, tanaman muda tiba-tiba layu dengan warna daun tetap hijau. Daun layu tampak seperti bekas tersiram air panas. Selain itu, tanaman menjadi kering dan
Pencegahan penyakit ini, tanam varietas tahan layu bakteri seperti varietas gajah, macam, pelanduk, kidang, tapir, pasuruan dan presi. Lakukan rotasi tanaman dengan jagung, kedelai
dan ubi jalar. Penanganan secara biologis dengan memanfaatkan Actinomycetes yang bersifat antagonis terhadap bakteri P. Solanacearum.
c) Belang
Gejala penyakit ini, muncul bentuk belang yang tidak teratur berwarna hijau tua dan hijau muda pada daun. Permukaan daun tidak rata dengan pinggiran daun melengkung ke
atas. Warna daun yang terinfeksi menjadi belang dengan cincin-cincin klorosis.
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, hindari penanaman secara terus menerus pada lahan yang sama. Rotasikan lahan dengan padi atau jagung. Gunakan benih yang sehat
saat penanaman. Hindari penanaman kacang tanah di sekitar tanaman inang (kedelai dan kacang tunggak).
d) Bilur
Gejala penyakit ini berupa strip klorotik terputus-putus disepanjang tulang daun
lateral dari daun-daun muda. Di Indonesia gejala penyakit ini ada dua macam : belang dan garis klorotik. Namun, gejala belang dominan daripada klorotik
e) Sapu Setan
Ciri khas penyakit ini daun yang terbentuk menjadi kecil, menggerombol (seperti sapu), dan tanaman mengerdil. Karena penampilan tanaman yang tampak kerdil, bertunas
Mycoplasma-like Organism (MLO). Tanaman kacang tanah yang terserang virus ini tidak dapat membentuk polong. Inang dari penyakit ini adalah kedelai, kacang hijau dan ubi jalar.
Penanganannya, buatlah kondisi lingkungan berkelembapan tinggi karena serangga vektor tidak menyukai kondisi lembap. Caranya dengan merapatkan jarak tanam pada musim kemarau, dari yang biasanya 40 cm x 20 cm menjadi 30 cm x 10 cm atau 30 cm x 15 cm.
Lakukan rotasi tanaman dengan jagung, cabai dan terong. Berantas serangga vektor menggunakan pestisida berbahan aktif diazinon mulai umur 30 dengan dosis sesuai anjuran
serta cabut dan bakar tanaman yang telah terserang agar tidak menjadi sumber infeksi.
f) Penyakit Karat
Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.
Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
I. Teknik panen dan pasca panen
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemanenan kacang tanah. Salah satu yang harus diperhatikan adalah perubahan warna daun saat masa panen datang. Kesalahan masa panen akan menghasilkan kacang polong yang keriput dan tidak
layak jual.
1. Penentuan masa panen
Kacang tanah sudah bisa dipanen ketika daun berubah menjadi kekuningan juga kulit
kacang sudah mengeras. Tanda fisik lainnya adalah kulit sudah mulai menampakkan seratnya dan kacang polong telah terisi penuh, sehingga ketika digoyangkan tidak terdengar bunyi. Pemanenan kacang tanah biasanya dapat dilakukan setelah empat bulan dari masa tanam,
namun ini juga tergantung dari varietas dan kesuburan tanah.
2. Teknik pemanenan
Sama halnya dengan kedelai, teknik pemanenan kacang tanah dilakukan secara manual yaitu menggunakan tangan. Caranya pun cukup mudah, hanya dengan mencabut kacang tanah. Yang perlu diperhatikan adalah tingkat kekerasan tanah pada saat pencabutan.
Usahakan tanah dibuat segembur mungkin untuk memudahkan dalam mencabut kacang tanah. Setelah itu, pisahkan polongnya dari akarnya dan biarkan sebentar terkena matahari
sebelum diangkut.
3. Pengangkutan
Pengangkutan biasanya dilakukan setelah kacang tanah disortasi terlebih dahulu.
Sortasi biasanya dilakukan menurut kualitas dan ukuran juga derajat ketuaan kacang tanah tersebut. Setelah disortasi kacang kemudian diangkut menggunakan alat angkut. Tidak seperti
hasil kebun lain, wadah yang dapat digunakan untuk mengangkut kacang tanah bisa terbuat dari apa saja. Ini dikarenakan kacang tanah dilindungi oleh kulit kacang sehingga kerusakan biji tidak akan terjadi.
4. Pengeringan
Pengeringan kacang tanah bisa dilakukan dibawah sinar matahari secara langsung. Tindakan
menjaga mutu dan kualitasnya. Penundaan waktu pengeringan akan meningkatkan resiko kacang tanah terkena jamur, karena pada saat basah, kandungan air dalam kacang tanah
cukup tinggi. Standar kandungan air yang terdapat pada kacang tanah paling tidak harus sekitar 7%.
5. Penyimpanan
Teknik penyimpanan pada kacang tanah dapat berbentuk masih polong atau sudah biji. Kacang tanah termasuk dalam golongan semi perishable sehingga penyimpanan harus
sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Tempat penyimpanan bisa terbuat dari karung goni atau wadah lain yang kemudian ditempatkan pada ruangan yang kering dengan kelembaban sekitar 70%.
6. Perontokan
Untuk mendapatkan biji kacang tanah yang sesuai standar mutu, perontokan dapat
menggunakan cara tradisional seperti menggunakan tangan. Cara ini mempunyai keunggulan karena biji kacang yang dihasilkan akan berbentuk sempurna dan tidak pecah. Sedangkan kelemahan dari cara ini adalah waktu yang dibutuhkan relatif lama karena dalam satu jam
hanya menghasilkan 1 kg per-jam. Cara moderna yang dipakai untuk merontokkan kacang yaitu dengan menggunakan mesin mekanik seperti pada padi. Keunggulan dari cara ini
adalah waktu yang dibutuhkan untuk merontokkan relatif singkat yaitu hingga 50 kg per-jam. Kelemahan dari cara ini adalah biji kacang kadang menjadi remuk walaupun kekuatan penggilingan sudah diatur.
J. Permasalahan pasca panen
Tumbuhnya jamur yang dapat mengurangi hasil produksi pasca panen kacang Tanah.
Resiko panen berkurang karena metode pencabutan yang tidak efektif dan
pengangkutan yang sembarangan sehingga bisa bisa mengakibatkan kuantitas kacang Tanah yang menurun.
IV. PRODUK OLAHAN KACANG TANAH
Sebagai bahan pangan, kacang tanah mempunyai keluwesan untuk diolah menjadi berbagai bentuk. Polong kacang tanah bukan hanya sekedar digodhog,tapi polong kacang
tanah dapat diolah menjadi produk yang lebih tahan lama, seperti kacang goring (sangrai) atau kacang asin (oven). Sementara bijinya dapat diolah menjadi aneka camilan kacang yang lebih trendy.
Secara sederhana, olahan kacang tanah dapat dipilah menjadi 3 golongan sebagai berikut :
Pengolahan kacang polong kacang tanah merupakan proses pengolahan yang paling sederhana, dibandingkan dengan bentuk pengolahann lainya. Olahan yang paling sederhana
adalah kacang rebus,yang lebih popular disebut kacang godhog. Disusul dengan kacang polong sangrai atau yang lebih dikenal sebagai kacang goring. Sementara yng sedikit lebih rumit pembuatannya adaah kacang polong oven (kacangasin). Ketiga jenis olahan tersebut
merupakan produk olahan kacang tanah polong.
2) Olahan Biji Kacang Tanah tanpa Adonan
Pengolahan kacang tanah ini menggunakan bahan baku biji kacang tanah(wose). Untuk mendapatkan biji kacang tanah, polong kacang tanah polong harus dikuliti terlebih
dahulu. Cara yang paling sederhana untuk menguliti kacang tanah adalah dengan tangan langsung. Pengupasan polong kacang tanah biasanya dilakukan setelah dikerngkan terlebih
dahulu. Cara lain yang lebih cepat adalah dengan menggunakan bantuan alat pengupas biji kacang tanah, cara kedua ini dapat menghasilkan biji kacang tanah kupas dengan lebih cepat, kecepatannya sekitar sepuluh kali lipatnya. Pembuatan camilan kacang biji tanpa adonan
sedikit lebih rumit dibandingkan dengan pengoahan kacang polong.
Produk olahan kacang biji tanpa adonan diantaranya adalah kacang biji goring,
kacang sangrai, dan kacang bawang. Kacang goreng dan kacang sangrai dibuat dengan menggunakan bahan baku biji kacang tanah yang masih berkulit ari. Sementara kacang bawang dapat dibuat dengan menggunakan bahan baku biji kacang tanah kulitan
(wose),yakni biji kacang tanah yang telah dibuang kulit arinya.
Dari ketiga jenis produk olahan biji kacang tanah ini paling terkenal adalah kacang bawang.
3) Olahan Biji Kacang Tanah dengan Adonan
Biji kacang tanah (wose) dapat diolah dengan adonan menjadi beragam bentuk olahan. Hasilnya berupa kacang yag telah terbungkus adonan. Dengan demikian , seolah biji
kacangnya sebagai isi. Rasa asli dari kacang dengan olahan ini lebih tersamar, karena telah bersatu dengan adonan saat dimakan.
Hasil olahan kacang adonan cukup beragam, ada yang manis dan ada yang asin. Di antara olahan kacang beradonan yang cukup popular adalah kacang atom, kacang telur, dan
kacang salju. Tentu saja ketiganya masing-masing memiliki penampilan dan rasa yang khas.
V. PENUTUP 1.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat kami ambil dari makalah ini adalah :
1) Kacang tanah merupakan salah satu komoditas palawija yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dalam usaha pertanian, sebagai salah satu produk pertanian tanaman pangan
2) Budidaya kacang tanah yang dimulai dari pemelihan lokasi, penyiapan benih varietas unggul, penanaman, perawatan yang didalamnya meliputi pengendalian hama dan penyakit,
jika dilakukan dengan benar maka akan memperoleh keuntungan yang diharapkan saat panen.
3) Proses budidaya kacang tanah sangat menguntungkan, jika diolah lagi untuk dijadikan produk, untuk industri kacang kering, industri produk olahan lain yang siap dikonsumsi baik
dalam bentuk asal olahan kacang, dalam campuran makanan dan dalam bentuk pasta.
1.2 Saran
Disarankan bagi teman-teman ataupun pembaca yang tertarik untuk budidaya tanaman kacang tanah, jika ingin memperoleh hasil yang baik dari budidaya kacang tanah, maka hal mendasar yang harus diperhatikan adalah pada saat perawatan, dan jika ingin memperoleh
nilai tambah lebih maka dapat diolah menjadi berbagai macam produk.
DAFTAR PUSTAKA
AAK. 1999. Kacang Tanah. Yogyakarta: Kanisius.
Anonymous. 2009. Budidaya kacang tanah. http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/525FC5A3-B929-4DD8-8CF1-2C1D26DB1E27/16083/BudidayaKacangTanah1.pdf.Diakses
Kemal. 2011. Kacang tanah. http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/kacang_tanah.pdf. Diakses tanggal 09 November 2016.