Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif korelasional yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu: kepercayaan diri mahasiswa (X) merupakan variabel bebas dan kecemasan berbicara di depan umum (Y) merupakan variabel terikat. Dalam penelitian ini, penulis akan memberikan gambaran mengenai hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum, setelah itu penulis akan menghubungkan antara kedua variabel tersebut.
Dengan menggunakan metode ini, diharapkan memperoleh gambaran tentang hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP angkatan 2011, 2012 dan 2013. Gambaran tersebut selanjutnya dianalisis dan diambil secara deskriptif.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Adapun karakteristik populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP angkatan 2011, 2012 dan 2013. Burgoon dan Ruffner 1978 (dalam Norita, 2010, h. 20) menyebutkan bahwa pengalaman individu merupakan salah satu
berarti bahwa semakin ke atas tingkat perkuliahan seorang mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling maka pengalaman berbicara di depan umum (dalam hal ini melakukan presentasi di depan kelas) akan semakin banyak. Maka mahasiswa angkatan 2009 dan 2010 tidak di ikut sertakan mengingat mereka sudah mendekati tahun akhir dan pengalaman berbicara di depan umum sudah banyak. Masih aktif dalam kegiatan perkuliahan atau tidak sedang dalam masa penundaan kegiatan akademik.
Sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan pada bagian terdahulu maka yang menjadi populasi dalam penelitian adalah mahasiswa jurusan BK FIP UNP tahun masuk 2011, 2012, dan 2013 yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014.
Berdasarkan pendapat di atas, untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini peneliti menggunakan rumus dari Taro Yamane dalam Riduwan (2004, h. 65) sebagai berikut:
Keterangan: n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi
d = Presesi yang ditetapkan (5%)
Sesuai dengan jumlah populasi penelitian, maka dapat ditentukan besarnya sampel sebagai berikut:
n = 462 462 (0,05)2+1
= 2,46462
= 187,80 dibulatkan menjadi 188 orang.
Untuk teknik pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik proporsional random sampling yaitu pengambilan subjek dari setiap wilayah
ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subjek dalam masing-masing unit wilayah (A. Muri Yusuf, 2005, h. 201). Jumlah sampel sebanyak 188 orang mahasiswa sebagai berikut:
Sampel angkatan 2011 = 211462x188=85,86=86
Sampel angkatan 2012 = 129462x188=52,49=52
Untuk lebih jelasnya sampel dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini:
TABEL 2 Sampel Penelitian
No. Angkatan Jumlah Mahasiswa
1. 2011 86
2. 2012 52
3. 2013 50
Jumlah 188
Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 188 orang mahasiswa jurusan BK FIP UNP.
C. Jenis Data
Penelitian memakai data dengan skala interval. Menurut Riduwan (2010, h. 85) data interval adalah skala yang menunjukkan jarak antara satu dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama.
D. Defenisi Operasional
Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, maka perlu dijelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan judul penelitian ini, yaitu:
1. Kepercayaan diri
Kepercayaan diri dalam penelitian ini merupakan keyakinan-keyakinan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam keaktifan mahasiswa dalam bertanya yang dilihat dari keberanian menyampaikan pertanyaan, cara menyampaikan pertanyaan, kejelasan dari perntanyaan dan kepercayaan diri dalam menjawab pertanyaan yang dilihat dari keberanian dalam memberikan jawaban, cara menjawab pertanyaan, dan kesesuaian jawaban.
2. Kecemasan Berbicara di Depan Umum
Kecemasan adalah suatu kondisi adanya tekanan fisik dan psikis akibat adanya tuntutan dalam diri dan lingkungan (Rathus dan Nevid, 2005, h. 163). Pernyataan tersebut berarti bahwa seseorang dapat dikatakan mengalami kecemasan, ketika individu mengalami suatu kondisi adanya tekanan dalam diri akibat tuntutan-tuntutan yang berasal dari dalam diri dan lingkungannya.
Menurut (Devito, 1995, h. 361) “Berbicara di muka umum adalah suatu perluasan dari percakapan biasa yang melibatkan dua individu atau lebih, dalam situasi tersebut, ada orang yang berbicara (speaker) dan yang lain mendengarkan (listener) dan biasanya bertemu muka”.
E. Instrumen Penelitian
“angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui”. Senada dengan hal itu, menurut Yusuf (2005, h. 252) angket adalah suatu rangkaian pertanyaan yang berhubungan dengan topik tertentu, diberikan kepada sekelompok individu dengan maksud untuk memperoleh data. Dari pernyataan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa angket merupakan seperangkat pernyataan yang harus dijawab oleh responden secara tertulis yang digunakan untuk memperoleh berbagai keterangan langsung dari responden. Angket disusun dalam bentuk skala bertingkat berdasarkan model skala Likert.
F. Pengolahan Data
Sebelum data diolah terlebih dahulu dilakukan penskoran terhadap jawaban responden. Penskoran untuk pernyataan positif dan negatif secara lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL 3 Penskoran
Pernyataan Skor
Positif Negatif
Sesuai (S) 4 1
Cukup Sesuai (CS) 3 2
Kurang Sesuai (KS 2 3
Tidak Sesuai (TS) 1 4
Hasil penelitian disimpulkan dalam bentuk indikator. Deskripsi hasil penelitian dikelompokkan pada empat kategori untuk persepsi siswa tentang metode mengajar guru yaitu sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai, sedangkan untuk motivasi belajar yaitu pada umumnya, sering, kadang-kadang, dan jarang. Penetapan kategori berdasarkan pada skor yang diperoleh tiap item pernyataan. Skor 4 pada kategori sangat baik, skor 3 pada kategori baik, skor 2 pada katagori cukup baik, dan skor 1 pada kategori kurang baik.
masing sub variabel penelitian. Untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri dengan kecemasan bebricara di depan umum maka digunakan analisis statistik mean hipotetic yang disusun oleh Mendenhall dan Reinmith (dalam Mangkuatmodjo, 1997, H. 36) seperti dalam tabel 5 berikut:
Tabel 4. Rumus Tingkat Pencapaian Responden
Rentangan Keterangan
I : Interval (Skor Maksimal – Skor Minimal): k SR : Skor Terendah
k : Jumlah Kelas
Pengujian hipotesis untuk melihat keeratan hubungan kepercayaan diri mahasiswa dengan kecemasan berbicara di depan umum, digunakan rumus Pearson Product Moment Correlation (Winarsunu, 2012, h. 68)
n
∑
xy−(∑ x)(∑ y)√¿¿ ¿
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y n : Jumlah responden
Jika menggunakan komputerisasi untuk melihat hubungan atau korelasi antara masing-masing variabel X dan Y maka diolah dengan program computer SPSS (Statistical Product and Service Solution).
Untuk melihat keeratan hubungan antar variabel, diinterprestasi dengan kriteria Sugiyono (2012, h. 257):
Tabel 5
Pedoman Interpretasi Nilai Korelasi Variabel Penelitian Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0 ≤ r < 0,199 Sangat Rendah 0,2 ≤ r < 0,399 Rendah
0,4 ≤ r < 0,599 Sedang (Cukup) 0,6 ≤ r < 0,799 Tinggi