BAB II
DESKRIPSI PROYEK
2.1 UMUM
2.1.1 Judul dan Pengertian Judul
Judul dari proyek ini adalah “Pantai Labu Marine Resort & Research “ di Pantai Labu,Deli serdang Sumatera Utara
1. Pantai labu : daerah pinggir pantai pantai , nama Daerah pariwisata di kabupaten
Pantai Labu,Deli serdang Sumatera Utara
2. Marine :
a. berasal dari bahasa inggris yang artinya kelautan,
b. kumpulan air asin (dl jumlah yg banyak dan luas) yg menggenangi dan
membagi daratan atas benua atau pulau; (nomina)4 c. perihal yg berhubungan dng laut: pekan wisata bahari5
d. Secara terminologi pengertian kelautan mencakup aspek yang sangat luas
yaitu termasuk ruang/wilayah udara di atas permukaanair laut, pelagik
(daripermukaan sampai 200 m kolom air), mesopelagik (pelagik sampai
kedalaman 500m), abisal (kedalaman 500 – 700 m) hingga mencapai dasar
laut (under the sea)yang dikenal sebagai landas kontinen Segala Hal yang
berhubungan dengan laut,sumberdaya alam tepi pantai dan di dalam Laut6 3. Resort : Hotel yang diperuntukkan bagi tujuan pariwisata dan dan bersantai
(rekreasi)
4. Research : riset, Penelitian, pengembangan keilmuan
Jadi “Medan Marine Resort & Research” merupakan sebuah tempat Kawasan wisata
Tepi Pantai berupa Hotel resort dan rekreasi kelautan serta menggabungkannya dengan
sektor penelitian dan laboratorium bidang Kelautan berupa pengembangan teknologi
kawasan Pantai dan biota laut
2.1.2 Lokasi Perancangan
Proyek perancangan tugas akhir ini berlokasi di Kecamatan pantai Labu
Kabupaten,Deli serdang Sumatera Utara.
Lokasi : Pantai labu
Kecamatan : Pantai Labu
Lebar jalan : Jalan Kolektor Primer, 15 meter
Batas Batas Site :
a. Batas Utara : Selat Malaka
b. Batas Selatan : Beringin
c. Batas barat : Pusat kecamatan Pantai Labu
d. Batas Timur : Perkebunan PTAnugrah Tambak Prakasindo
Jarak tempuh Ke Lokasi
• Dari Ibukota kabupaten Deli serdang Sumatera Utara : 10 km
• Jarak Ke Bandara Kuala namu : 12 km
• Dari Ibukota Profinsi Sumatera Utara : 47 km
• Ketinggian Site : Datar , <2%
Lokasi Perancangan Pusat Pemerintahan dan Ibu Kota
Kecamatan Pantai Labu,Deli
serdang Sumatera Utara
2.1.3 Alasan Pemilihan Lokasi
Adapun Alasan pemilihan lokasi diantaranya
1. Terletak di kawasan Mebidang-Ro sebagai pusat Kegiatan Nasional (PKN)
sekaligus sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN)
2. Lokasinya terletak di Jalan Lintas Pantai Labu berdekatan dengan MasterPlan
Kawasan Ekonomi Percut
3. Merupakan Bagian Kawasan Perencanaan Metropolitan Mebidangro 20277
4. Merupakan pantai terdekat dengan bandara Internasional Kuala Namu sehingga
posisinya menjadi sangat strategis
5. Memiliki panorama kelautan yang indah dan merupakan kawasan pariwisata
unggulan Deli serdang Sumatera Utara
6. Berada di daerah Pantai Selat Malaka dengan hutan bakau dan hutan tropis
sebagai buffer sehingga posisinya menjadi strategis
7. Merupakan kawasan berkembang berdasarkan prediksi Perencanaan Kawasan
Ekonomi Percut,karena akan menjadi salah satu kota satelit tersibuk di Provinsi
Sumatera utara
8. Dekat Dengan Bandara Internasional Kuala Namu (sekitar 30 menit waktu
tempuh perjalanan darat)
9. Strategis karena berbatasan dengan Negara Tetangga Malaysia,Singapura dan
Thailand,sehingga merupakan jalur wisata dan penyebrangan laut yang sangat
ramai
10. Metropolitan Mebidang-Ro berada di Wilayah Sumatera Bagian Utara memiliki
kedudukan strategis terhadap pengembangan Segitiga Ekonomi Regionit
lndonesia - Thailand - Singapura (lMI-GT)
7
Pencapaian menuju Loka
1.Lokasi IPAL Industri 2.Rencana Industri
3. Kawasan Ekonomi Percut 4. MICE
5. Pantai labu,Deli Serdang Lokasi Site
sangat berkembang di Bagian Gambar Lokasi Site Perancanga
Medan, 7 Jam perjalanan darat
Ke perbaungan & Lubuk
Pakam
Ke pantai cermin
2.1.4 Kondisi Eksisting Site Perancangan
1. Pinggir pantai dengan perahu nelayan
2. Pantai dengan kemiringan landai dengan sebagian daratan yang mengalami air laut surut 3. Muara sungai pertemuan dengan air laut
4. Pantai labu
2
1
2.1.5 Sekilas mengenai MEBIDANGPRO
lstilah Metropolitan Mebidangro mulai diperkenalkan pada Tahun 2008 yang diartikan
sebagai MEdan-Binjai-Deli serDANG dan KaRO' setelah perubahan batas terkait masuknya
sebagian Kabupaten Karo, meliputi Kecamatan Dolat Rakyat, Kecamatan Merdeka,
Kecamatan Brastagi dan Kecamatan Barus Jahe, dimana sebelumnya hanya meliputi
MEdan-Binjai-Deli SerDANG atau biasa disingkat Metropolitan Mebidang.
Kebijakan Tata Ruang Nasional menempatkan Metropolitan Mebidang-Ro sebagai
pusat Kegiatan Nasional (PKN) sekaligus sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN)
dengan fokus pengembangan kegiatan ekonomi. Metropolitan Mebidang-Ro berada di
Wilayah Sumatera Bagian Utara memiliki kedudukan strategis terhadap pengembangan
Segitiga Ekonomi Regionit lndonesia - Thailand - Singapura (lMI-GT). posisinya yang
strategis ini menjadi perhatian penting dalam pengembangan Metropol ita n Mebida ng_Ro
kedepan.
Sebagai PKN dan KSN Ekonomi, telah disiapkan Rencana Pengembangan
Metropolitan Mebidang_Ro sampai tahun 2O3O, agar mampu menjadi pusat pelayanan
ekonomi skala Nasional yang mampu bersaing dengan pusat pelayanan ekonomi Regional
Medan adalah contoh
IMT-GT. Disamping mampu memberikan pelayanan yang prima untuk penduduk
Metropolitan Mebidang-Ro.
Wilayah Metropolitan Mebidang-Ro seluas 301.697 Ha meliputi wilayah administrasi
Kota Medan, Kota Binjai,Kabupaten Deli Serdang dan sebagian Kabupaten Karo. Pada
tahun 2009 jumlah penduduk mencapai 4.2 juta Jiwa. Dengan perkiraan pertumbuhan
penduduk selama 20 tahun terakhir sebesar 30,95%, menjadikan jumlah penduduk
Metropolitan Mebidang-Ro pada tahun 2029 diperkirakan mencapai 5.5 juta Jiwa. Dari daya
dukung fisik dasar, Metropolitan Mebidang-Ro memiliki lahan potensial dikembangkan untuk
kegiatan perkotaan sekitar 113.280 Ha (37,55%) Diperkirakan daya tampung kawasan
Metropolitan Mebidang-Ro mencapai 6,8 jt jiwa.8
Metropolitan Mebidang-Ro Didukung keberadaan bandara Kuala Namu ( Dalam
Proses Pembangunan Sebagai pengganti bandara Polonia, bandara Kualanau ditetapkan
Sebagai bandara Internasional dengan Hierarki Pusat Pengumpul Skala primer (KM 11
Tahun 2010 Tatanan Kebandaraan nasional). Bandara Kualanamu direncanakan memiliki
kapasitas pelayanan untuk penerbangan pesawat type B 747-400 dengan rencana luas
wilayah bandara minimal 1.365 Ha. Metropolitan Mebidang-Ro juga didukung keberadaan
Pelabuhan Laut internasional (PP no 26 Tahun 2008, Rencana tata ruang Wilayah Nasional)
Keberadaan Bandara Kuala namu dan pelabuhan Laut Belawan menjadi orientasi
pembangunan ekonomi metropolitan Mebidang-Ro kedepan melalui pencadangan kawasan
ekonomi pada Koridor Kuala namu Belawan secara terpadu.Metropolitan Mebidangro juga
didukung pusat pusat primer pada lokasi strategis yang terintegrasi dengan sistem
transportasi primer ( Jalan Tol, jalan Bebas Hambatan dan Jalan Arteri primer) dan pusat
pusat sekunder yang berfungsi sebagai pusat pelayanan permukiman sekaligus berfungsi
mendukung keberadaan pusat pusat primer.
Dalam melaksanakan pengelolaan kawasan Metropolitan, penguatan kelembagaan
eksisting melalui pola kerjasama daerah menjadi perhatian penting terkait implementasi
penguatan kelembagaan berorientasi pada sinergitas program pembangunan,Kepastian
Hukum dan memperpendek gairah investasi di wilayah metropolitan Mebidang-Ro.9
8
Metropolitan mebidangro visi 2027 Perpres no 62 Tahun 2011 Tentang RTRW Kawasan Perkotaan Mebidang-Ro
9
2.1.6 Visi Metropolitan Mebidang-Ro
1. Ekonomi Internasional
Berperan strategis dalam perekonomian Sumatera Bagian Utara dan Perekonomian
Internasional terkait keberadaan Lintas Selat Malaka Sebagai Kawasan strategis
Nasional
2. Hijau
Metropolitan Mebidang-Ro akan menjadi pelopor pembangunan metropolitan di
Indonesia melalui Revitalisasi dan Pengembangan kawasan hijau serta pemanfaatan
teknologi Transportasi yang Ramah Lingkungan
3. Aksesibilitas dan Terkoneksi
Seluruh pusat Kegiatan di metropolitan Mebidang-Ro mudah dijangkau dengan
didukung sistem transportasi umum yang handal dengan memanfaatkan moda
kereta api dan angkutan jalan Raya
Menciptakan kenyamanan pejalan kaki dan penyelenggaraan jalur sepeda apada
setiap lingkungan pusat kegiatan menuju pusat pelayanan transportasi umum.
2.1.7 Tujuan Mebidangro
Pengembangan Metropolitan sebagai bagian pencapaian tujuan Pembangunan
Nasional
2.1.8 Rencana Struktur Ruang
Peta konsep Struktur ruang 2027
Definisi Kawasan perkotaan dan kawasan perkotaan disekitarnya
1. Pusat kegiatan di kawasan perkotaan inti ditetapkan sebagai pusat kegiatan-kegiatan
utama dan pendorong pengembangan kawasan perkotaan di sekitarnya.
2. Pusat kegiatan di kawasan perkotaan di sekitarnya ditetapkan sebagai penyeimbang
Rencana struktur ruang
1. Sistem Pusat Pemukiman
2. Sistem Jaringan Transportasi
Sistem Jaringan Transportasi untuk meningkatkan pergerakan orang dan barang
serta memfungsikannya sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi
A. Sistem jaringan jalan
B. Sistem jaringan Transportasi Laut
Tatanan Kepelabuhan
Tatanan kepelabuhana berfungsi sebagai tempat alih muat penumpang,
tempat alih muat barang, pelayanan angkutan untuk menunjang kegiatan
Perikanan, industri perkapalan, dan pangkalan angkatan laut (LANAL)
beserta zona penyangganya.
Tatanan kepelabuhanan meliputi:
1. Pelabuhan umum .
• Pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Utama Belawan di Kecamatan Medan Belawan di Kota Medan; dan Pelabuhan pengumpan yaitu
Pelabuhan Pantai Labu dan Pelabuhan Rantau Panjang di
Kecamatan Pantai Labu, serta Pelabuhan Percut di Kecamatan
Percut Sei Tuan di Kabupaten Deli Serdang
• Diharapkan Sistem pelabuhan ini dapat berkoordinasi dalam supporting & suplai barang diantara keduanya dan menjadi jalu
penyebrangan laut &pelabuhan (marina)
C. Sistem jaringan transportasi Udara
• Tatanan kebandarudaraan ditetapkan dalam rangka melaksanakan fungsi bandar udara untuk menunjang kelancaran, keamanan dan
ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo dan/aLau
pos, keselamatan penerbangan, tempat perpindahan intra dan/ alau
antarmoda, serta mendorong perekonomian nasional dan daerah • Tatanan kebandarudaraan terdiri atas bandar udara umum yaitu
Bandar Udara lnternasional Kuala Namu di Kecamatan pantai Labu
DS5 Percut sei Tuan
Kuala Namu airport Dari bandara Kuala Namu
menuju pantai labu dan Kota DS5 Percut Sei Tuan dihubungkan jalan Arteri
5. Sistem Jaringan Air
Sistem jaringan sumber daya air ditetapkan dalam rangka pengelolaan sumber daya
air yang terdiri atas konservasi sumber daya air pendayagunaan sumber daya air, dan
pengendalian daya rusak air. Sistem jaringan sumber daya air terdiri atas sumber air dan
prasarana sumber daya air
Sumber air yang potensial untuk melayani kawasan adalah
1. WS DAS Deli Percut,Das Sei Serdang,DAS Bedagai
2. Waduk Namobatang di Hulu Sungai Deli di deli serdang
3. Waduk lau simeme di Hulu Sungai Percut di deli serdang
4. Waduk beranti di Deli Serdang DAS Percut
DAS Batang Kuis DAS Percut ini diharapkan menjadi
sumber pengairan sekaligus area resapan
air saat banjir
4. Sistem Jaringan Air Minum (SPAM)
5. Sistem Jaringan air Limbah Kawasan masuk dalam
Zona pelayanan Air Bersih PDAM TirtaDeli,
TirtaNadi dan IPA Sei Ular
Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) Masuk
5. Sistem Pengolahan Smpah
6. Sistem jaringan Energi Lokasi TPA terdekat
dengan lokasi adalah TPA Batang Kuis di kecamatan batang kuis
di Kabupaten deli Serdang
Lokasi TPST dan TPA sampah regional yang
dan gas Bumi berupa
Depo Minyak bumi di
kecamatan Labuhan
Deli di Kabupaten deli
7. Sistem Jaringan komunikasi
Sistem Jaringan telekomunikasi ditetapkan dalam rangka meningkatkan
aksesibilitas masyarakat dan dunia usaha terhadap layana telekomunikasi
meliputi jaringan terestrial dan jaringan satelit
Sistem Jaringan telekomunikasi meliputi Sentral Telepon Otomat di Kabupaten
Deli Serdang
Pusat Automasi
Sambungan
Telepon
Menara telekomunikasi
BTS untuk pemanfaatn secara bersama
sama antar operator
Kantor Pos besar
Sistem Jaringan
Arahan pengendalian pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Mebidang-Ro
Pengembangan akses strategis mebidang-Ro
Pembangunan sistem jaringen angkutanmassal berbasis jalan dan kereta api yang menghubungkan antar pusat kegiatan sekunder.
1. Peningkatan kapasitas
2.2 KAWASAN EKONOMI PE
Kawasan Ekonomi Per
pergudangan untuk memanfa
rencana pengembangan KlM,
bagian utara kawasan.
1.Lokasi IPAL Industri 2.Rencana Industri
3. Kawasan Ekonomi Percut 4. MICE
5. Pantai labu,Deli Serdang Konsentrasi di bagian kawasan sebagai respon peluang-peluang pengemb sebagaimana yang telah diu pada bagian
konsep pengembangan kaw
Pengembangan pola industri dan pergud dilakukan melalui dua bentuk pengembangan yaitu;
• Koridor industri pergudangan di sepa jalur Trans Sumatera, kawasan industri fa khusus di KIM
• Kawasan-kawasan di s KIM di bagian utarakawa
I PERCUT
ercut direncanakan dalam bentuk kawasa
faatkan peluang-peluang dan potensi yang ad
M, Kl Lamhotma, Kl Pantai Labu serta Jalan T
Gambar Kawasan Ekonomi p
ada dengan adanya
n Trans Sumatera di
Lokasi perancangan
Rencana Pola Tata Ruang Kecamatan Percut Sei Tuan
MICE
MICE dikembangkan di Kawasan Kota Baru Percut Sei Tuan dikembangkan fungsi
campuran yang merupakan integrasi fungsi perumahan dan perdagangan dan jasa dalam
satu perpetakan untuk mengakomodasi karakteristik kawasan yang merupakan kawasan
dengan intensitas aktifitas yang tinggi serta fungsi dan peran kawasan sebagai pusat
Pengembangan Kawasan mixed use ini ditujukan untuk mengurangi intensitas pergerakan
dalam kota sehingga memiliki kedekatan lokasi dengan tempat bekerja
Diharapkan kawasan MICE ini akan menjadi magnet pergerakan manusia yang terintegrasi
dengan lokasi wisata proyek prancangan.kawasan ini merupakan kawasan aktifitas Bisnis
dimana nantinya membuthkan area untuk berekreasi.Medan Marine park akan menjadi
tempat untuk melepaskan lelah dan kejenuhan setelah seharian beraktifitas.
Terkait dengan integrasi kawasan mixed-use dengan pusat fasilitas transportasi
terminal regional (Medan Amplas) sehingga terjadi integrasi antara hunian, tempat
bekerja, serta pelayanan fasilitas komersial dan fasilitas umum kota.
Kawasan-kawasan yang akan dikembangkan menjadi Kawasan-kawasan mixed-use adalah pada
pusatpusat pelayanan agar terbentuk pusat pelayanan yang merupakan integrasi
dari kegiatan-kegiatan perkotaan.
Pengembangan MICE pada Kawasan Kota Baru Percut Sei Tuan ditujukan untuk
menonjolkan Sungai Percut sebagai bagian dari pembentuk pola ruang kawasan.
Kondisi topografis kawasan yang datar serta merupakan daerah limpasan airsebelum
masuk ke Selat Malaka menjadikan pengembangan blok ini akan bertumpu pada
2.3 Kanis kegiatan da aktifitas
2.3.1 Kegiatan Menginap
No KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
1. Utama Kegiatan studi Kelautan
kegiatan menginap
Kegiatan Wisata
2. tambahan Makan dan Minum
Rekreasi
3. Pelayanan kegiatan administrtif
kegiatan pengawasan
kegiatan operasional
kegiatan keamanan
4. Teknikal Kegiatan pengawasan
Kegiatan pemeliharaan
Kegiatan Perawatan dan kebersihan
Plumbing dan sanitasi
5. Kelompok Kegiatan
berdasarkan kegiatan
Kegiatan di ruang terbuka (outdoor)
Kegiatan di dalam ruangan (indoor)
2.3.2 Kegiatan Studi Penelitian kelautan (Marine Research)
No KEGIATAN DESKRIPSI
KEGIATAN
PELAKU KEBUTUHAN RUANG
• Menyelam
• Viewing Corridor • Scuba Diving
2.3.3 Kegiatan Wisata & Rekreasi Kelautan
No Jenis Wisata Dan Rekreasi Kebutuhan Ruang
1. Dive Center 1. Ruang Penyewaan Peralatan Menyelam
2. Lounge
3. Perpustakaan
4. Penyewaan Perahu
2. Snorkling Penyewaan Alat dan Perahu,Ruang Ganti
3. Berenang Freshwaterpool dan sea water pool
4. Memancing Arena Pancing,Ruang Penyewaan dan
Penjualan alat Pancing
5. Sea & Island Tour Penyewaan Perahu
6. Camping Arena Area berkemah dan penyewaan alat
7. Wisata Kelautan Observatorium,Gallery Kelautan
8. Sightseeing Menikmati Panorama dari menara pemantau
9. Flying Fish Wahana Ikan terbang
10. Sea walker Observasi Bawah laut dengan Alat menyerupai Helm
11. Banana boat Wahana Perahu Berbentuk Pisang
12 Glass bottom Boat Observasi bawah Laut dengan Perahu dengan lantai Kaca
13. Parasailing Menikmati pemandangan dengan parasut
terbang dan Boat
14. Jetski & Rolling Donut Kendaraan air
Jenis wisata dikelompokkan dalam
1. Wisata alam (darat) yaitu piknik menikmati keindahan alam, lintas alam, photo hunting, berkemah dan jenis Wisata Pantai lainnya.
2. Wisata tirta; yaitu diantaranya memancing,berenang,diving, dan berperahu di perairan Pantai
2.4 Studi banding Proyek Sejenis
2.4.1. Golden Palm Tree Resort & Spa – Malaysia
Golden Palm Tree Resort Iconic & Spa terletak di Malaka,berada lurus di sepanjang
pantai Malaysia,berlokasi hanya hanya 10 kilometer selatan Kuala Lumpur
International Airport.
Menghadirkan total 392 vila melalui jalan laut, Golden Palm Tree Resort & Spa adalah
yang terbesar dari jenisnya di seluruh dunia. Bangunan Ini membuka properti pada
awal tahun 2011.Resort ini menawarkan restoran, pelayanan kamar, dan bar
Lokasi sangat dekat dengan Kuala Lumpur International Airport yang besar, yang
merupakan salah satu Bandara terbaik Asia untuk penerbangan yang terjangkau, ini
berarti bahwa resor ini dapat menjadi sangat populer untuk orang dari seluruh
wilayah di Asia Tenggara. Vila-vila air yang lebih kecil sehingga menawarkan nilai
yang sangat baik dibandingkan dengan butik resort di Maladewa.
Rooms/villas/suites
Canary Palm Villas (2 bedrooms)
o Beds: 1 queen bed and 2 single beds
o Luas: 883 sq ft (82 m²)
Ivory Palm Villas (2 bedrooms + study)
o Beds: 1 king, 2 single beds & 1 day bed
o Bak sunken dengan marmer di Kamr Mandi
o Walk-in wardrobe
Royale Palm Villas (3 bedrooms)
o Beds: 1 king, 1 queen, 2 single beds & 1 day bed
o Luas: 2,497 sq ft (232 m²)
o Bak sunken dengan marmer di Kamr Mandi
o Walk-in wardrobe
o Dermaga dan view
Special features in all rooms
o Wi-Fi: Available free
o Entertainment system: Flat-screen TV
o Room service: 24 hours
o Private deck
3. Color television
4. Local & satellite television channels
5. Hair dryer
6. International Direct Dial (IDD) telephone services
7. Complimentary coffee and tea making facilities
8. Airport representative
9. Airport transfer on request
10. Baggage storage room
11. Laundry
12. Doctor on call
14. Safe deposit box
2.4.2 Wakataobi Dive Resort, Onemobaa, kepulauan Wakatobi-Sulawesi Selatan
Fasilitas :
• dive center
• ruang penyewaan peralatan menyelam
• Lounge
• Perpustakaan
• tipe kamar yaitu villa, deluxe select bungalow, standard beach bungalow, dan garden
2.4.3 Futuristic Marine Researche Center di Bali oleh Solus4
Sebuah pusat penelitian laut di Bali, Indonesia. Akan dibangun, sebagai sebuah
kompetisi desain internasional yang digelar untuk dibuat menjadi kenyataan. Design
dari Solus4 perusahaan Desain yang memiliki konsep untuk mengatasi kebutuhan untuk
penelitian tsunami dan persiapan dalam menanggapi bencana alam yang disebabkan
gempa bumi Samudra Hindia dan tsunami pada tahun 2004.Apa yang mereka lakukan
adalah bahwa konsep arsitektur mereka membuat konsep sebuah pusat penelitian laut
ramah lingkungan di mana ia akan berdiri di atas 2.500 meter persegi tanah dan para
ilmuwan bisa mempelajari, melakukan penelitian dan menginterpretasikan gelombang
tsunami. Bangunan berbentuk organik akan tercermin dengan ketinggian gelombang
Pusat bangunan akan dilengkapi laboratorium bawah air, kamar tidur ilmuwan dan
taman air, kolam teras kolam renang, kolam air laut (kolam air segar), bar dan auditorium
untuk melakukan konferensi pers dan program pengajaran , ruang publik dan swasta dan
bagaimana ia akan berdiri di laut? Apakah akan cukup kuat? Apakah Anda pikir itu
2.4.4 Marine Research center Kroasia,Bali, AVP architect
Arsitek: AVP_arhitekti
Lokasi: Bali, Indonesia
Proyek: Pusat Penelitian Kelautan Bali
Pemilik / Klien: Private
Luas Bangunan: 2,638.00 m2
Gambar: AVP_arhitekti
Pulau Bali, tempat tujuan perjalanan yang sangat terkenal, sebagian besar dikenal, yang
pantai matahari terbenam dan pantai yang indah. Selain itu, salah satu pandangan yang
paling luar biasa adalah gunung berapi yang mengesankan dalam dataran tinggi. Dan
akhirnya, warisan arsitektur diwujudkan dalam berbagai bentuk dan bahan dari kuil
tradisional yang memberikan bumbu tambahan sebagai salah satu motif yang tak terlupakan
banyak pulau yang indah ini.
Tantangan utama yang kita telah menempatkan atas diri kita adalah untuk
menggabungkan tradisi dan karakteristik geografis pulau ini dengan tugas arsitektur yang
diminta - pusat penelitian Marine atas tsunami. Bagaimana merancang sebuah bangunan
dalam suatu lanskap mengesankan (laut, gunung berapi, kuil, matahari terbenam ...) tanpa
mempengaruhi keseimbangan seperti itu?
IDE
Ide utama datang dari niat membuat tingkat di atas laut sebagai kurang dominan di
cakrawala pantai Kuta, terkenal dengan matahari terbenam nyata itu, tapi simbolis cukup
untuk menggabungkan esensi dari pulau Bali dan menjadi tengara baru.
Konsep kami diperlukan pengembangan lebih lanjut, sehingga dengan menganalisis
beberapa proposal, kami sampai pada komitmen yang kuat untuk menggabungkan laut dan
daratan; interaksi dari kedua unsur, simbiosis ini penting berlawanan. Dengan demikian,
desain pada dasarnya adalah interaksi padat dan cair, darat dan laut. Dengan memotong
void pada massa bangunan aslinya, kami menciptakan beberapa ruang yang diisi secara
alami dengan air untuk mencapai fungsi kebutuhan yang berbeda dari MRC (laut pusat
penelitian), dan di sisi lain, volume padat yang diwujudkan dalam tingkat di atas laut sebagai
puncak-puncak gunung berapi, terhubung pada tingkat bawah-laut. Personifikasi yang sama
hubungan kekal dari darat dan laut, bumi dan air. Gedung ini juga merespon secara alami
terhadap lingkungannya, misalnya: Ketika laut berada pada "fase tinggi gelombang",
bangunan menenggelamkan ke laut, yang tertutup oleh air hanya membiarkan melihat
empat volume piramida atau "gunung berapi", tapi ketika di "rendah pasang fase", MRC
muncul lagi dari dalam laut untuk menyambut udara, matahari dan tamu, sehingga menjadi
sebuah bangunan yang berinteraksi dengan proses alam.
PROGRAM RUANG
Program ini terdiri dasarnya dalam mengelompokkan semua fungsi dalam MRC -
semipublik, publik dan swasta - dan mengurutkan mereka secara horizontal di seluruh
gedung. Hasilnya adalah sebuah divisi dasar dari 3 daerah yang sama pada saat yang sama
mendefinisikan jaringan struktural. Kadang-kadang interkoneksi berbagai program (sebagai
volume) tetapi bagian dalam keseluruhan masih melestarikan fungsi yang diberikan dominan
nya.
ZONA RUANG
Akses utama adalah di 0,00 (di atas permukaan laut) platform di mana kami menghasilkan
sebuah persegi terbuka (hanya di atas kolam air laut) dengan lantai kaca untuk publik untuk
menikmati, mengumpulkan dan mengamati bangunan dan sekitarnya. Kemudian,
pengunjung terus menuju auditorium di tingkat -3,00. Di dalam mereka mengalami berkat
suasana indah dan unik untuk 2 kolam berbeda (air laut kolam renang dan taman air) yang
mengelilingi auditorium saat menerima kuliah ramah yang memperkenalkan mereka untuk
pekerjaan dalam MRC. Pengunjung kemudian diarahkan menuju koridor tertutup dengan
pandangan overhead untuk mengamati para ilmuwan di dalam laboratorium
mereka. Akhirnya, mereka bebas untuk mengunjungi kafe dan fasilitas kamar kecil yang
mudah dicapai dari tingkat ini melalui komunikasi vertikal. Sirkulasi ilmuwan dicapai melalui
koridor pada tingkat -6, 0 dan -10, 0. Dengan demikian, ilmuwan memiliki akses langsung ke
Layout Plan
BAHAN MATERIAL
Penggunaan bahan yang cukup memainkan peran penting dalam ide membuat tengara
simbolis, yang dalam kasus khusus ini dicapai dengan menggunakan motif kerajinan
daerah, warna dan tekstur karakteristik untuk Pulau Bali. Konsep keberlanjutan hadir
dengan kemungkinan mengurangi berkat konsumsi energi pada penggunaan teknologi
terbaru dalam fasad matahari, ventilasi alami dan kilat (di atas air), pengelolaan sistem daur
hanya dari segi bentuk arsitektur dan desain, tapi itu memberikan teladan untuk menjadi