PANTAI LA
TKA
SEMESTER
Sebagai
U N I
I LABU MARINE RESEARCH & RESORT
(ARSITEKTUR HIJAU)
LAPORAN PERANCANGAN
A 490 - STUDIO TUGAS AKHIR
ESTER A TAHUN AJARAN 2011/2012
bagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Oleh :
AHMAD MANSURI
080406018
DEPARTEMEN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
U N I V E R S I T A S S U M A T E R A U T A R A
U N I V E R S I T A S S U M A T E R A U T A R A
2012
PANTAI LABU MARINE RESEARCH & RESORT
(ARSITEKTUR HIJAU)
Oleh : AHMAD MANSURI
080406018
Medan, Juli 2012
Disetujui Oleh :
Ketua Departemen Arsitektur
Ir. N. Vinky Rahman, MT
NIP. 1966 0622 1997 02 1001
Ir. Rudolf Sitorus M.LA Pembimbing II Firman Eddy S.T M.T
SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK TUGAS AKHIR
(SHP2TA)
Nama
: AHMAD MANSURI
NIM
: 080406018
Judul Proyek Tugas Akhir : Pantai Labu Marine Research & Resort
Tema
: Arsitektur Hijau
Rekapitulasi Nilai :
Dengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan :
No.
Status
Waktu
Pengumpulan
Laporan
Paraf
Pembimbing I
Paraf
Pembimbing II
Koordinator
TKA-490
1.
Lulus Langsung
2.
Lulus Melengkapi
3.
PerbaikanTanpa
Sidang
4.
Perbaikan Dengan
Sidang
5.
Tidak Lulus
Medan, Desember2010
A
B+
B
C+
C
D
E
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur, saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan seluruh proses penyusunan Laporan Tugas Akhir ini sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitektur, Departemen Arsitektur Universitas Sumatera Utara.
Proses panjang dan penuh suka duka ini tidak bisa dilalui tanpa dukungan, doa, semangat, dan perhatian tiada henti dari orang tua saya yang tercinta Bapak Alm Dirman a.s dan ibu Siti Aminah, Bapak Abda Wra Anhar dan Bunda dr. Diflah Syukrina
Terimakasih sebesar-besarnya tidak lupa saya ucapkan kepada :
Bapak Fiman Eddy S.T M.Tsebagai Dosen Pembimbing I. Bapak adalah salah satu dosen terbaik yang pernah saya kenal, Terima Kasih atas bimbingannya yang sangat berarti dan selalu memberikan motivasi dari awal hingga akhir. Bapak Ir Rudolf Sitorus M.LAselaku Dosen Pembimbing II yang telah
memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berguna. Terima Kasih atas Ilmu dan pengalamannya pak
Bapak Yulesta Putra S.T M.Scselaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan, saran, dan kritik.
Bapak Ir. Vinky Rahman Sebagai Ketua Jurusan Departemen Arsitektur USU Para staf Pengajar dan Pegawai Tata Usaha di lingkungan Fakultas Teknik
Departemen Arsitektur USU.
Sahabat Seperjuangan stambuk 2008 Teknik Arsitektur terutama : Teguh Stio,Rahma,Riry,Babaw,Ilham, Rasyid, Wawa fahmi, enji, eka palem , tity,
ema dan semua teman teman angkatan 2008 yang telah memberikan saran dan dukungan selama ini.
Gendut, adit, mora, yuda, ebuji, dll semoga cepat menyusul skripsinya
Teman-teman Kos rial, husni, safwan yang sudah menemani begadang,memberi bantuan, dan do’a kepada penulis
Akun twitter @Deritamahasiswa , @SoalArsitek dan @ARSITEKTURGalau
Akhir Kata, Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan penulisan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya di lingkungan Departemen Arsitektur USU.
Medan, Juli 2012 Hormat Saya,
AHMAD MANSURI
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG ... 1
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN ... 5
1.3 MASALAH PERANCANGAN ... 6
1.4 PENDEKATAN ... 7
1.5 LINGKUP DAN BATASAN ... 8
1.6 ASUMSI ASUMSI ... 8
1.7 KERANGKA BERFIKIR ... 10
1.8 KRITERIA PEMILIHAN LOKASI ... 11
1.9 SISTEMATIKA PEMBAHASAN LAPORAN ... 12
BAB II DESKRIPSI PROYEK 2.1 UMUM ... 13
2.1.1 Judul dan Pengertian Judul ... 13
2.1.2 Lokasi Perancangan ... 13
2.1.3 Alasan Pemilihan Lokasi ... 15
2.1.4 Kondisi Eksisting Site Perancangan ... 17
2.1.5 Sekilas mengenai MEBIDANGPRO ... 18
2.1.6Visi Metropolitan Mebidang-Ro ... 20
2.1.7 Tujuan Mebidangro ... 20
2.1.8 Rencana Struktur Ruang ... 20
2.2KAWASAN EKONOMI PERCUT ... 31
2.3 Kanis kegiatan da aktifitas ... 35
2.3.1 Kegiatan Menginap ... 35
2.3.3 Kegiatan Wisata & Rekreasi Kelautan ... 37
2.4 Studi banding Proyek Sejenis ... 39
2.4.1. Golden Palm Tree Resort & Spa – Malaysia ... 39
2.4.2 Wakataobi Dive Resort, Onemobaa, kepulauan Wakatobi-Sulawesi Selatan ... 42
2.4.3 Futuristic Marine Researche Center di Bali oleh Solus4 ... 43
BAB IIIELABORASI TEMA
3.1 Pengertian Arsitektur Hijau ... 39
3.2 Interpretasi Tema ... 3.3 Sistem Penerapan tema pada bangunan ... 56
3.4 Studi Banding Tema Sejenis ... 59
3.4.1 School of Art, Design and Media, Nanyang Technology University ... 59
3.4.2 Hilton Hotel, Bariloche, Argentina ... 65
3.4.3 Mesiniaga Tower, Malaysia ... 67
3.4.4 The Chong Qing Tower, China ... 69
3.4.5 Edge Green Complex, Singapura ... 70
3.5 Kesimpulan Studi Banding ... 72
BAB IVANALISA 4.1 Analisa Fisik ... 74
4.1.1 Analisa Lokasi Site ... 74
4.1.2 Deskripsi Lokasi ... 76
4.1.3 Kondisi Eksisting Lokasi ... 78
4.1.2 Analisa Tata Guna Lahan ... 79
4.1.3 Analisa Pencapaian dan Sirkulasi ... 80
4.1.4 Analisa Matahari ... 81
4.1.5 Analisa Angin ... 82
4.1.6 Analisa Iklim ... 83
4.1.6 Analisa Kebisingan ... 86
4.1.7 Analisa Vegetasi ... 88
4.1.8 Analisa View dari Tapak ... 89
4.2 Analisa Non Fisik ... 90
4.2.1 Analisa Jumlah pengunjung ... 92
4.2.2 Analisa Kebutuhan Parkir Kendaraan ... 93
BAB V KONSEP
5.1 KONSEP GREEN ... 106
5.1.1 Konsep Energi (understanding natural process) ... 106
5.1.2 Fitur Green ... 106
5.2 KONSEP PERANCANGAN ... 107
5.2.1 Penzoningan Ruang ... 107
5.3 Konsep Dasar ... 108
5.4Konsep bentuk ... 109
5.5 Konsep Struktur dan Bahan ... 112
5.6 Prinsip Konstruksi Kapal (Naval Architecture ) ... 114
5.6.1 Struktur Bawah/Dasar Kapal (bottom structure ) ... 115
5.6 Prinsip pontoon ... 117
5.6.1 Pengertian ... 117
5.6.2 Jenis- jenis Pontoon ... 117
5.7 .PrinsipPenyerap Ombak (Wave Absorber ) ... 120
5.7.1 Pengertian ... 120
5.7.2 Penerapan ... 121
BAB VI HASIL PERANCANGAN ... 123 LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni) . Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
Air adalah salah satu aset terpenting di dunia karena air merupakan salah satu sumber penghasil O2 yang merupakan kebutuhan utama untuk tetap hidup bagi seluruh makhluk hidup di dunia. Seperti yang kita ketahui bersama, sejarah membuktikan bahwa setiap peradaban biasanya berawal mula di kawasan yang dekat dengan air karena dinilai memiliki elemen – elemen kehidupan seperti tanah yang relatif subur, sumber air untuk kehidupan yang dapat juga diolah menjadi sumber energi. Air juga dapat membantu menurunkan suhu mikro di suatu kawasan.
Selama ini lokasi rekreasi biasanya berupa mall-mall ataupun plaza-plaza, selain itu ada pula taman-taman umum yang tersebar di berbagai tempat. Juga ada tempat-tempat olahraga keluarga seperti kolam renang. Lokasi bermain juga ada, Jakarta memiliki Ancol dan Dufan. Lokasi rekreasi yang bersifat edukasi juga ada seperti Sea World.1
Sepanjang yang kita ketahui Indonesia mempunyai banyak tempat wisata yang berhubungan dengan air, seperti kolam renang, akuarium raksasa, Sea World, maupun kumpulan kolam renang seperti Taman Impian Jaya Ancol. Selain itu Indonesia juga merupakan negara mempunyai banyak waterfront. Tetapi dari sekian banyak waterfront yang berada di Indonesia hanya sedikit yang benar-benar dikomersialkan seperti Waterfront di kota batam coastarina dan beberapa waterfront lainnya. Padahal masyarakat pada umumnya suka untuk bersenang-senang melepas lelah di waterfront, dikarenakan waterfront merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk rekreasi keluarga. Untuk itu, Desain mendesain sebuah kawasan rekreasi di tepi air dengan menggunakan air dari laut sebagai sumber pemandangan dan daya tariknya.
Alasan pentingnya mengolah potensi kelautan Indonesia adalah :
1. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau 17.504 dan garis pantai sepanjang 81.000 km tidak hanya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia tetapi juga menyimpan kekayaan sumberdaya alam laut yang besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.
2. Selama beberapa dasawarsa, orientasi pembangunan negara ini lebih mangarah ke darat, mengakibatkan kepadatan dibagian daratan dan sumberdaya daratan terkuras. Oleh karena itu wajar jika potensi laut dan wisata bahari tumbuh ke depan.
3. Fakta Kelautan Indonesia juga menyatakan bahwa Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia). Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
4. Kawasan pesisir dan lautan yang dinamis tidak hanya memiliki potensi sumberdaya, tetapi juga memiliki potensi bagi pengembangan berbagai aktivitas pembangunan yang bersifat seperti industri, pariwisiata,pengembangan teknologi kelautan,pemukiman, konservasi dan lain sebagainya
1
Dengan aktifitas yang padat dan melelahkan, masyarakat kota banyak yang merasakan jemu, lelah, dan stress. Maka dari itu perlu diperbanyaknya sarana-sarana hiburan kota yang dapat dijadikan tempat mereka melepaskan rasa lelah, jemu, dan stressnya. Salah satu bentuk sarana hiburan yang dapat membantu masyarakat kota Medan ini adalah lokasi rekreasi yang lengkap untuk semua lapisan masyarakat.
Sektor kelautan dapat dikatakan hampir tak tersentuh, meski kenyataannya sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh Indonesia sangat beragam, baik jenis dan potensinya. Potensi sumberdaya tersebut terdiri dari sumberdaya yang dapat diperbaharui, seperti sumberdaya perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya laut dan pantai, energi non konvensional dan energi serta sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui seperti sumberdaya minyak dan gas bumi dan berbagai jenis mineral. Selain dua jenis sumberdaya tersebut, juga terdapat berbagai macam jasa lingkungan lautan yang dapat dikembangkan untuk pembangunan kelautan dan perikanan seperti pariwisata bahari, industri maritim, jasa angkutan dan sebagainya.
Secara Garis Besar hal yang melatarbelakangi proyek perancangan tugas akhir ini adalah :
1. Potensi Kelautan dan pantai sumatera utara masih belum tergali dan pembangunan wisata yang mengarah ke bagian selatan yaitu wisata pegunungan,sehingga diperlukan kawasan wisata dibagian utara (pantai) sebagai alternatif pilihan wisata bagi masyarakat kota medan.
2. Sumber daya kelautan sumatera utara masih belum banyak digali sehingga dibutuhkan sebuah pusat studi kelautan untuk mengembangkan , menjaga dan melestarikan potensi dan teknologi kelautan tersebut
3. Keberadaan Biota Laut yang semakin hari semakin terancam keberlangsungan hidupanya akibat Ulah manusia maupun bencana alam sehingga dibutuhkan sarana wisata yang terintegrasi dengan Pusat studi penelitian kelautan
4. Adanya isu PON 2020 di Sumatera utara sehingga berdampak kepada kebutuhan akomodasi dan pariwisata yang meningkat
7. Belum adanya fasilitas wisata pantai bertekneologi kelautan di Sumatera Utara yang dapat menampung pariwisata dan pusat studi kelautan yang berskala Nasional
Perencanaan sektor penelitian dan laboratorium bidang Kelautan dalam pengembangan kawasan Tepi Pantai dan biota laut di Sumatera utara yang mendukung visi Pemerintah Sumatera Utara untuk Pengelolaan SDA Kelautan sudah direncanakan, yaitu pada zona Garis Pantai di wilayah pantai utara dan Barat, Medan Merine Park merupakan suatu inovasi yang dapat mendukung kegiatan Pariwisata dan ilmu kelautan, baik dari segi penelitian ,teknologi maupun pengembangan Pariwisata yang dapat dipakai dalam Ilmu Kelautan. Sesuatu yang baru dan inovatif harus dimulai dari dini, dalam hal ini karena Medan merupakan kawasan urutan ke-3 yang berkembang di Indonesia, diharapkan dapat 10. Kwala Bekala
•
Pusat pendidikan tinggi (TOD)•
Pusat rekreasi (kebun binatang)11. Pancur Batu
•
Pusat perdagangan•
Pusat permukiman•
Pusat distribusi pertanian12. Johor
•
Pusat permukiman13. Deli Tua
•
Pusat perdagangan•
Pusat permukiman14. Medan Pasar
•
Pusat perdagangan (TOD)•
Pusat permukiman15. Kebon Pisang
•
Pusat permukiman (Perumnas Mandala) TOD16. Bandar Kalipah/Tembung
•
Pusat permukiman/Perumnas (TOD) 17. Batang Kuis•
Pusat perdagangan dan jasa (TOD)•
Pusat permukiman•
Pusat Rekreasi dan Olahraga20. Galang
•
Pusat permukiman (TOD) 19 Lubuk Pakam•
Pusat perdagangan dan jasa (TOD)•
Pusat pemerintahan Kab. Deli Serdang•
Pusat permukiman18. Aras Kabu
•
Bandara Udara Kuala Namo (TOD)•
Pusat pergudangan dan ekspedisimenggebrak bidang keilmuan dalam bidang Teknologi Kelautan yang sangat potensial di Nusantara dan Sumatera utara khususnya
Keberadaannya juga dapat menjadi area rekreasi, didukung dengan keberadaan Pesona Pantai dan terumbu Karang dan sektor Perikanan yang ada di Pantai Utara sumatera utara, sehingga keberadaanya dapat diakses dan menarik minat masyarakat lokal dan Internasional karena posisinya ya g berhadapan dengan Selat malaka dan Negara tetangga seperti Malaysia, tahiland dan singapura.
Menyadari akan hal ini maka perlu dipikirkan sarana akomodasi yang dapat menarik serta mendukung sektor pariwisata dan Ilmu kelautan di kawasan wisata pantai utara dengan judul ” Medan Marine Park” sebagai ajuan judul tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan suatu kontribusi yang dapat mendukung sektor pariwisata dan studi penelitian kelautan, karena dalam membicarakan pariwisata kita tidak dapat terlepas dari sektor akomodasi seperti hotel, resort dan sejenisnya.
1.10 MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan dari perancangan proyek ini adalah :
1. Menjadi sebuah pusat pariwisata dan akomodasi pantai dan studi kelautan yang unggul di Asia Tenggara untuk penelitian dan pengembangan ilmu kelautan dan pariwisata, berkualitas tinggi dan profesional untuk memperkuat perkembangan teknologi kelautan di Indonesia.
2. Pusat data, informasi dan dokumentasi, berkenaan dengan isu dan kegiatan di bidang pesisir dan kelautan serta sebagai wadah komunikasi antar lembaga di Provinsi Sumatera utara
5. Memberikan Imej baru yang lebih dinamis,modern dan kota yang berkembang ke arah teknologi dan pariwisata daerah
6. Merangsang masyarakat maupun pemerintah dalam meningkatkan kuliatas pariwisata kota yang memiliki prospek ekonomi yang besar dimasa mendatang.
7. Menarik wisatawan lokal , nasional dan internasional sebanyak – banyaknya untuk berkunjung / menginap di dalamnya.
8. Membantu pemerataan pembangunan dan menjadi magnet baru bagi kota untuk pengembangan kawasan yang lebih maju
9. Meningkatkan pendapatan daerah Sumatera utara dan Devisa Negara.
1.11 MASALAH PERANCANGAN
Adapun rumusan masalah dalam perencanaan ” Medan Marine resort & research “ :
1. Bagaimana mendesain sebuah kawasan tepi air modern yang hidup akan kegiatan akomodasi pariwisata,hotel, resort dan teknologi penelitian kelautan , 2. Bagaimana mendesain kawasan berteknologi dan berwisata waterfront yang
menyelaraskan kondisi alam dengan bangunan
3. Bagaimana menciptakan fungsi bangunan resort dilahan pinggiran pantai teluk yang juga mengambil bagian perairan dari pantai.
4. Bagaimana menciptakan kualitas ruang luar dan dalam yang layak dan nyaman disesuaikan dengan tema
5. Bagaimana mendesain sebuah resort yang sesuai dengan kebutuhan akomodasi yang ada pada kawasan kota.
6. Bagaimana mewujudkan desain yang serasi dan mampu mencerminkan karakter kegiatan yang ditampung didalamnya sesuai dengan tema yang dipilih
A. Masalah bangunan 1. Programming
Bagaimana cara membuat program ruang yang sesuai untuk menampungaktifitas penginapan, wisata dan studi penelitian kelautan
2. Sirkulasi
3. Bentuk bangunan
Bagaimana mendesain bentuk bangunan yang tetap memanfaatkan potensi site yang ada misalnya faktor alam air yang sangat dominan yaitu angin, air,sinar matahari, vegetasi dimana semua faktor tersebut harus mendukungbangunan dan bukan merugikan bangunan di kemudiannya.
B. Masalah Lingkungan
Bagaimana mewujudkan bentuk desain yang serasi dengan lingkungan setempat. Selain aspek ekosistem air tropis juga harus menjadi prioritas utama yang merupakan daya tarik utama dari tapak, dimana pembangunan harus memanfaatkan potensi alam sekitar dan biota yang ada.2
C. Masalah struktur
Bagaimana merencanakan sistem struktur bangunan yang tepat pada perubahan yang ada. Dimana metode konstruksi yang ada harus ramah terhadap lingkungan dan bangunan nantinya juga harus memperhatikan ekosistem yang ada. Pendekatan struktur di sini adalah struktur yang efisien dan mengaplikasi material yang bersifat ekologis di waterfront dan kemandirian bangunan ini.3
D. Hal-hal prinsipil apa yang membedakan hotel Resort dengan jenis penginapan lainnya.
E. Hal hal prinsipil mengenai pusat studi kelautan dan persyaratan teknisnya F. Pengaturan gubahan massa dan komposisi bangunan yang efisien dan
efektifmenurut sirkulasi proses untuk menciptakan lingkungan hotel yang ideal bagipengguna dan tanggap lingkungan.
G. Kajian akan ilmu arsitektur, hal ini perlu dilakukan dalam mengkaji
kebutuhankebutuhanruang dan fasilitas apa saja yang dibutuhkan dalam sebuah bangunan hotel
1.12 PENDEKATAN
kawasan industri dan perdagangan sehingga diprediksikan akan menjadi kawsan yang sangat berkembang.
2. Kawasan ekonomi percut direncanakan dalam bentuk kawasan industri dan perdagangan untuk memanfaatkan peluang dan potensi yang ada dengan rencana pengembangan KIM,KI Lamhotma,KI Pantai Labu serta jalan Trans Sumatra Bagian Utara sehingga posisinya menjadi sangat strategis.
3. Survey, survey langsung ke lokasi dilakukan untuk mendapatkan data-data yang akurat dari lokasi tersebut disertai dengan mengadakan studi literatur sebagai penambah dari data-data yang didapat di lokasi tersebut.
4. Studi literatur yang berkaitan langsung dengan wacana sehingga dapat memberikan masukan dan memperkuat dibangunnya Medan Marine Park
1.13 LINGKUP DAN BATASAN
Perencanaan kebutuhan fasilitas Medan marine park perlu diberikan batasan dan asumsi dengan tujuan pembahasan perancangan yang lebih terarah. Adapun batasan perencanaan adalah :
1. Tapak yang digunakan dianggap milik pemilik proyek dan telah siap untuk dibangun, proses pemilikan, pengosongan tanah dan sebagainya tidak dibahas.
2. Penghitungan biaya dan manajemen proyek tidak dibahas.
3. Fasilitas, kebutuhan ruang, dan fasilitasnya ditentukan berdasarkan studi banding dan studi literatur maupun survey, data-data yang diperoleh dianggap benar dan relevan, sedangkan data yang kurang lengkap diambil dari proyek sejenis dan asumsi.
4. Pengguna bangunan adalah wisatawan domestik dan manca negara.
5. Asumsi pengembangan kepariwisataan kelautan di indonesia semakin maju dan meningkat
1.14 ASUMSI ASUMSI
Dengan mempertimbangkan bahwa kasus proyek bersifat fiktif, maka dibutuhkan asumsi-asumsi sebagai dasar perencanaan dan perancangan proyek, diantaranya :
2. Kondisi tapak diasumsikan berupa lahan kosong ,tepi pantai dan layak untuk didirikan bangunan dengan peruntukkan lahan sesuai dengan RUTRK Kabupaten deli serdang,Provinsi Sumatera Utara
3. Turis Lokal dan Manca negara serta pariwisata pantai semakin meningkat seiring pertambahan penduduk dan beroperasinya bandara International Kuala namu
1.15 KERANGKA BERFIKIR • • • • • • • • • Latar Belakang
Perlu adanya pusat Pariwisata Bahari dan penelitian Kelautan di Sumatera Utara
Perlu adanya Akomodasi bagi peneliti untuk melakukan research mengenai Biota Laut sebagai sumber pariwisata.
Urgensi sistem pemantauan dan teknologi penanggulangan dan pemeliharaan biota laut Pantai Utara Sumut merupakan kota yang wisata baharinya belum dikelola dengan baik
pendidikan awal bagi masyarakat kota medan yaitu menggabungkan Sarana rekreasi dan pariwisata dengan pusat studi kelautan.
Adanya Isu Pon 2020 sehingga kebutuhan akomodasi dan kunjungan wisata meningkat
1. Menjadi sebuah pusat pariwisata dan akomodasi pantai dan studi kelautan yang unggul di Asia Tenggara
2. Pusat data, informasi dan dokumentasi, berkenaan dengan isu dan kegiatan di bidang pesisir dan kelautan
3. Membuat sebuah kawasan teluk modern yang terpadu untuk kegiatan akomodasi teknologi, penelitian dan research kelautan
4. Memberikan sebuah tempat penelitian kelautan dan penginapan baru bagi para ahli dan ilmuan, 5. Memberikan Imej baru yang lebih
dinamis,modern dan kota yang berkembang ke arah teknologi dan pariwisata daerah
6. Merangsang masyarakat maupun pemerintah dalam meningkatkan kuliatas pariwisata kota yang memiliki prospek ekonomi yang besar dimasa mendatang.
7.
Menarik wisatawan lokal , nasional dan internasional sebanyak – banyaknya untuk berkunjung / menginap di dalamnya.Analisa
Analisa kondisi tapak Analisa Fungsional Analisa Teknologi
Prinsip tema dalam desain
Konsep Perancangan Konsep dasar
•Konsep Perancangan Tapak •Konsep Perancangan Bangunan •Konsep struktur bangunan •Konsep utilitas bangunan Pra Perancangan
Penzoningan
Pendekatan teoriarsitektur
Ide/Gagasan : Medan marine park
Tema Perancangan : Arsitektur Hijau
Design Skematik Perumusan Masalah
Bagaimana mendesain sebuah kawasan tepi air modern yang hidup akan kegiatan akomodasi pariwisata,hotel, resort dan teknologi penelitian kelautan ,
Bagaimana mendesain kawasan berteknologi dan berwisata waterfront yang menyelaraskan kondisi alam dengan bangunan
Bagaimana menciptakan fungsi bangunan resort dilahan pinggiran pantai teluk yang juga mengambil bagian perairan dari pantai.
Bagaimana menciptakan kualitas ruang luar dan dalam yang layak dan nyaman disesuaikan dengan tema
Bagaimana mendesain sebuah resort yang sesuai dengan kebutuhan akomodasi yang ada pada kawasan kota.
Bagaimana mewujudkan desain yang serasi dan mampu mencerminkan karakter kegiatan yang ditampung didalamnya sesuai dengan tema yang dipilih
Pengumpulan Data Survey Lokasi :
Pemilihan lahan yang sesuai Kondisi lahan yang ada
1.16 KRITERIA PEMILIHAN LOKASI
Untuk memilih lokasi site yang sesuai, maka harus mempertimbangkan beberapa kriteria sehingga diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penggunanya. Kriteria-kriteria tersebut diantaranya:
1. Akses menuju lokasi (hubungannya dengan sarana transportasi)
a. Pencapaian harus relatif mudah dan dekat dengan jalan utama serta transportasi yang mudah di akses.
b. Kondisi jalan yang baik, sehingga transportasi yang menuju ke lokasi berjalan dengan lancar.
2. Luas Lahan
Harus memadai dan cukup untuk menampung seluruh fasilitas yang telah direncanakan.
3. Kelengkapan sarana dan prasarana kawasan yang meliputi: a. Infra struktur
b. Utilitas kawasan harus bisa memenuhi semua kebutuhan yang ada pada fasilitas olahraga dan fasilitas penunjang lainnya.
4. Persyaratan lain
1.17 SISTEMATIKA PEMBAHASAN LAPORAN
Sistematika pembahasan ini meliputi:
Bab I. Pendahuluan
Menjelaskan secara garis besar apa yang menjadi dasar perumusan perancangan yang meliputi: latar belakang, maksud dan tujuan pembahasan, sasaran, pendekatan, batasan masalah, kerangka berpikir dan sistematika pembahasan.
Bab II. Deskripsi Proyek
Berisi terminologi judul, alternatif lokasi, pemilihan lokasi, deskripsi kondisi eksisting, luas lahan, peraturan dan keistimewaan lahan, tinjauan fungsi dan studi banding arsitektur dengan fungsi sejenis.
Bab III. Elaborasi tema
Menjelaskan tentang pengertian tema yang diambil, interpretasi tema, keterkaitan tema dengan judul dan studi banding arsitektur dengan tema sejenis.
Bab IV. Analisa
Berisi analisa kondisi tapak dan lingkungan, analisa fungsional, analisa teknologi, analisa dan penerapan tema dan kesimpulan.
Bab V. Konsep Perancangan
Berisi konsep penerapan hasil analisis komprehensif yang digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah.
Bab VI. Perancangan Arsitektur
BAB II
DESKRIPSI PROYEK 2.1 UMUM
2.1.1 Judul dan Pengertian Judul
Judul dari proyek ini adalah “Pantai Labu Marine Resort & Research “ di Pantai Labu,Deli serdang Sumatera Utara
1. Pantai labu : daerah pinggir pantai pantai , nama Daerah pariwisata di kabupaten Pantai Labu,Deli serdang Sumatera Utara
2. Marine :
a. berasal dari bahasa inggris yang artinya kelautan,
b. kumpulan air asin (dl jumlah yg banyak dan luas) yg menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau; (nomina)4
c. perihal yg berhubungan dng laut: pekan wisata bahari5
d. Secara terminologi pengertian kelautan mencakup aspek yang sangat luas yaitu termasuk ruang/wilayah udara di atas permukaanair laut, pelagik
(daripermukaan sampai 200 m kolom air), mesopelagik (pelagik sampai
kedalaman 500m), abisal (kedalaman 500 – 700 m) hingga mencapai dasar
laut (under the sea)yang dikenal sebagai landas kontinen Segala Hal yang berhubungan dengan laut,sumberdaya alam tepi pantai dan di dalam Laut6 3. Resort : Hotel yang diperuntukkan bagi tujuan pariwisata dan dan bersantai (rekreasi)
4. Research : riset, Penelitian, pengembangan keilmuan
Jadi “Medan Marine Resort & Research” merupakan sebuah tempat Kawasan wisata Tepi Pantai berupa Hotel resort dan rekreasi kelautan serta menggabungkannya dengan sektor penelitian dan laboratorium bidang Kelautan berupa pengembangan teknologi kawasan Pantai dan biota laut
2.1.2 Lokasi Perancangan
Kecamatan : Pantai Labu Kabupaten : Deli Serdang
GSB :
a. GSB Jalan = 15 Meter b. GSB Garis Pantai = 50-100 meter
KDB : 20% - 30%
Kontur : Relatif Datar , <2%
Koordinat : 2°02' -3°0' LU dan 97°04' – 98°12' BT Lebar jalan : Jalan Kolektor Primer, 15 meter Batas Batas Site :
a. Batas Utara : Selat Malaka b. Batas Selatan : Beringin
c. Batas barat : Pusat kecamatan Pantai Labu
d. Batas Timur : Perkebunan PTAnugrah Tambak Prakasindo
Jarak tempuh Ke Lokasi
• Dari Ibukota kabupaten Deli serdang Sumatera Utara : 10 km
• Jarak Ke Bandara Kuala namu : 12 km
• Dari Ibukota Profinsi Sumatera Utara : 47 km
• Ketinggian Site : Datar , <2%
Lokasi Perancangan Pusat Pemerintahan dan Ibu Kota
Kecamatan Pantai Labu,Deli serdang Sumatera Utara
2.1.3 Alasan Pemilihan Lokasi
Adapun Alasan pemilihan lokasi diantaranya
1. Terletak di kawasan Mebidang-Ro sebagai pusat Kegiatan Nasional (PKN) sekaligus sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN)
2. Lokasinya terletak di Jalan Lintas Pantai Labu berdekatan dengan MasterPlan Kawasan Ekonomi Percut
3. Merupakan Bagian Kawasan Perencanaan Metropolitan Mebidangro 20277
4. Merupakan pantai terdekat dengan bandara Internasional Kuala Namu sehingga posisinya menjadi sangat strategis
5. Memiliki panorama kelautan yang indah dan merupakan kawasan pariwisata unggulan Deli serdang Sumatera Utara
6. Berada di daerah Pantai Selat Malaka dengan hutan bakau dan hutan tropis sebagai buffer sehingga posisinya menjadi strategis
7. Merupakan kawasan berkembang berdasarkan prediksi Perencanaan Kawasan Ekonomi Percut,karena akan menjadi salah satu kota satelit tersibuk di Provinsi Sumatera utara
8. Dekat Dengan Bandara Internasional Kuala Namu (sekitar 30 menit waktu tempuh perjalanan darat)
9. Strategis karena berbatasan dengan Negara Tetangga Malaysia,Singapura dan Thailand,sehingga merupakan jalur wisata dan penyebrangan laut yang sangat ramai
Pencapaian menuju Loka
1.Lokasi IPAL Industri 2.Rencana Industri
3. Kawasan Ekonomi Percut 4. MICE
5. Pantai labu,Deli Serdang Lokasi Site
Kabupaten deli Serdang
Posisinya sangat menguntun karena berbatasan denga kaw ekonsomi percut,Sei Tuan Kabu Deli serdang Sumatera uda Keberadaan Kuala Namu Intern Airpot akan menjadi Magn perkembangan kota modern dapat diprediksikan kawasan in
sangat berkembang di Bagian Gambar Lokasi Site Perancanga Menuju Sei
Tuan,kawasan Ekonomi Percut Ke Belawan
Gambar Kawasan Ekonomi p kasi Site Perancangan Kuala namu Internasional Airport tungkan kawasan Kabupaten udara. ternational agnet ern yang an ini akan
ian Utara ngan
mi percut
Medan, 7 Jam perjalanan darat
Ke perbaungan & Lubuk Pakam
Ke pantai cermin
2.1.4 Kondisi Eksisting Site Perancangan
2.1.5 Sekilas mengenai MEBIDANGPRO
lstilah Metropolitan Mebidangro mulai diperkenalkan pada Tahun 2008 yang diartikan sebagai MEdan-Binjai-Deli serDANG dan KaRO' setelah perubahan batas terkait masuknya sebagian Kabupaten Karo, meliputi Kecamatan Dolat Rakyat, Kecamatan Merdeka, Kecamatan Brastagi dan Kecamatan Barus Jahe, dimana sebelumnya hanya meliputi MEdan-Binjai-Deli SerDANG atau biasa disingkat Metropolitan Mebidang.
Kebijakan Tata Ruang Nasional menempatkan Metropolitan Mebidang-Ro sebagai pusat Kegiatan Nasional (PKN) sekaligus sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) dengan fokus pengembangan kegiatan ekonomi. Metropolitan Mebidang-Ro berada di Wilayah Sumatera Bagian Utara memiliki kedudukan strategis terhadap pengembangan Segitiga Ekonomi Regionit lndonesia - Thailand - Singapura (lMI-GT). posisinya yang strategis ini menjadi perhatian penting dalam pengembangan Metropol ita n Mebida ng_Ro kedepan.
Sebagai PKN dan KSN Ekonomi, telah disiapkan Rencana Pengembangan Metropolitan Mebidang_Ro sampai tahun 2O3O, agar mampu menjadi pusat pelayanan ekonomi skala Nasional yang mampu bersaing dengan pusat pelayanan ekonomi Regional
IMT-GT. Disamping mampu memberikan pelayanan yang prima untuk penduduk Metropolitan Mebidang-Ro.
Wilayah Metropolitan Mebidang-Ro seluas 301.697 Ha meliputi wilayah administrasi Kota Medan, Kota Binjai,Kabupaten Deli Serdang dan sebagian Kabupaten Karo. Pada tahun 2009 jumlah penduduk mencapai 4.2 juta Jiwa. Dengan perkiraan pertumbuhan penduduk selama 20 tahun terakhir sebesar 30,95%, menjadikan jumlah penduduk Metropolitan Mebidang-Ro pada tahun 2029 diperkirakan mencapai 5.5 juta Jiwa. Dari daya dukung fisik dasar, Metropolitan Mebidang-Ro memiliki lahan potensial dikembangkan untuk kegiatan perkotaan sekitar 113.280 Ha (37,55%) Diperkirakan daya tampung kawasan Metropolitan Mebidang-Ro mencapai 6,8 jt jiwa.8
Metropolitan Mebidang-Ro Didukung keberadaan bandara Kuala Namu ( Dalam Proses Pembangunan Sebagai pengganti bandara Polonia, bandara Kualanau ditetapkan Sebagai bandara Internasional dengan Hierarki Pusat Pengumpul Skala primer (KM 11 Tahun 2010 Tatanan Kebandaraan nasional). Bandara Kualanamu direncanakan memiliki kapasitas pelayanan untuk penerbangan pesawat type B 747-400 dengan rencana luas wilayah bandara minimal 1.365 Ha. Metropolitan Mebidang-Ro juga didukung keberadaan Pelabuhan Laut internasional (PP no 26 Tahun 2008, Rencana tata ruang Wilayah Nasional)
Keberadaan Bandara Kuala namu dan pelabuhan Laut Belawan menjadi orientasi pembangunan ekonomi metropolitan Mebidang-Ro kedepan melalui pencadangan kawasan ekonomi pada Koridor Kuala namu Belawan secara terpadu.Metropolitan Mebidangro juga didukung pusat pusat primer pada lokasi strategis yang terintegrasi dengan sistem transportasi primer ( Jalan Tol, jalan Bebas Hambatan dan Jalan Arteri primer) dan pusat pusat sekunder yang berfungsi sebagai pusat pelayanan permukiman sekaligus berfungsi mendukung keberadaan pusat pusat primer.
2.1.6 Visi Metropolitan Mebidang-Ro 1. Ekonomi Internasional
Berperan strategis dalam perekonomian Sumatera Bagian Utara dan Perekonomian Internasional terkait keberadaan Lintas Selat Malaka Sebagai Kawasan strategis Nasional
2. Hijau
Metropolitan Mebidang-Ro akan menjadi pelopor pembangunan metropolitan di Indonesia melalui Revitalisasi dan Pengembangan kawasan hijau serta pemanfaatan teknologi Transportasi yang Ramah Lingkungan
3. Aksesibilitas dan Terkoneksi
Seluruh pusat Kegiatan di metropolitan Mebidang-Ro mudah dijangkau dengan didukung sistem transportasi umum yang handal dengan memanfaatkan moda kereta api dan angkutan jalan Raya
Menciptakan kenyamanan pejalan kaki dan penyelenggaraan jalur sepeda apada setiap lingkungan pusat kegiatan menuju pusat pelayanan transportasi umum.
2.1.7 Tujuan Mebidangro
Pengembangan Metropolitan sebagai bagian pencapaian tujuan Pembangunan Nasional
2.1.8 Rencana Struktur Ruang
Peta konsep Struktur ruang 2027
Definisi Kawasan perkotaan dan kawasan perkotaan disekitarnya
1. Pusat kegiatan di kawasan perkotaan inti ditetapkan sebagai pusat kegiatan-kegiatan utama dan pendorong pengembangan kawasan perkotaan di sekitarnya.
Rencana struktur ruang
1. Sistem Pusat Pemukiman
2. Sistem Jaringan Transportasi
Sistem Jaringan Transportasi untuk meningkatkan pergerakan orang dan barang serta memfungsikannya sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi
A. Sistem jaringan jalan
B. Sistem jaringan Transportasi Laut Tatanan Kepelabuhan
Tatanan kepelabuhana berfungsi sebagai tempat alih muat penumpang, tempat alih muat barang, pelayanan angkutan untuk menunjang kegiatan Perikanan, industri perkapalan, dan pangkalan angkatan laut (LANAL) beserta zona penyangganya.
Tatanan kepelabuhanan meliputi: 1. Pelabuhan umum .
• Pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Utama Belawan di Kecamatan Medan Belawan di Kota Medan; dan Pelabuhan pengumpan yaitu Pelabuhan Pantai Labu dan Pelabuhan Rantau Panjang di Kecamatan Pantai Labu, serta Pelabuhan Percut di Kecamatan Percut Sei Tuan di Kabupaten Deli Serdang
• Diharapkan Sistem pelabuhan ini dapat berkoordinasi dalam supporting & suplai barang diantara keduanya dan menjadi jalu penyebrangan laut &pelabuhan (marina)
C. Sistem jaringan transportasi Udara
DS5 Percut sei Tuan
Kuala Namu airport Dari bandara Kuala Namu
menuju pantai labu dan Kota DS5 Percut Sei Tuan dihubungkan jalan Arteri
5. Sistem Jaringan Air
Sistem jaringan sumber daya air ditetapkan dalam rangka pengelolaan sumber daya air yang terdiri atas konservasi sumber daya air pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air. Sistem jaringan sumber daya air terdiri atas sumber air dan prasarana sumber daya air
Sumber air yang potensial untuk melayani kawasan adalah 1. WS DAS Deli Percut,Das Sei Serdang,DAS Bedagai 2. Waduk Namobatang di Hulu Sungai Deli di deli serdang 3. Waduk lau simeme di Hulu Sungai Percut di deli serdang 4. Waduk beranti di Deli Serdang
DAS Percut
DAS Batang Kuis DAS Percut ini diharapkan menjadi
sumber pengairan sekaligus area resapan
air saat banjir
4. Sistem Jaringan Air Minum (SPAM)
5. Sistem Jaringan air Limbah Kawasan masuk dalam
Zona pelayanan Air Bersih PDAM TirtaDeli,
TirtaNadi dan IPA Sei Ular
Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) Masuk
5. Sistem Pengolahan Smpah
6. Sistem jaringan Energi Lokasi TPA terdekat
dengan lokasi adalah TPA Batang Kuis di kecamatan batang kuis
di Kabupaten deli Serdang
Lokasi TPST dan TPA sampah regional yang
melayani Kawasan Perkotaan Mebidangro
ditetapkan di Kabupaten Deli
Serdang.
Jaringan Pipa Minyak dan gas Bumi berupa Depo Minyak bumi di kecamatan Labuhan Deli di Kabupaten deli
serdang
Pembangkit Tenaga Listrik berupa PLTU Merbau di kabupaten
Deli Serdang
Jaringan transmisi Gl Kuala Namo di Kecamatan Pantai
7. Sistem Jaringan komunikasi
Sistem Jaringan telekomunikasi ditetapkan dalam rangka meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan dunia usaha terhadap layana telekomunikasi meliputi jaringan terestrial dan jaringan satelit
Sistem Jaringan telekomunikasi meliputi Sentral Telepon Otomat di Kabupaten Deli Serdang
Pusat Automasi Sambungan
Telepon
Menara telekomunikasi
BTS untuk pemanfaatn secara bersama
sama antar operator
Kantor Pos besar
Sistem Jaringan
Arahan pengendalian pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Mebidang-Ro
Pengembangan akses strategis mebidang-Ro
Pembangunan sistem jaringen angkutanmassal berbasis jalan dan kereta api yang menghubungkan antar pusat kegiatan sekunder.
1. Peningkatan kapasitas
pelabuhan dan
bandara internasional. 2. Pengembangan
jaringan KA
denganpelabuhan laut
maupun bandara
dalam rangka
mendukung
integrasiantar moda 3. Pengembangkan
jaringan kereta apiuntuk angkutan
barang ya ng
potensiat. 4. Pengembangan
2.2 KAWASAN EKONOMI PE
Kawasan Ekonomi Per pergudangan untuk memanfa rencana pengembangan KlM, bagian utara kawasan.
Konsentrasi di bagian kawasan sebagai respon peluang-peluang pengemb sebagaimana yang telah diu pada bagian
konsep pengembangan kaw
Pengembangan pola industri dan pergud dilakukan melalui dua bentuk pengembangan yaitu;
• Koridor industri pergudangan di sepa jalur Trans Sumatera, kawasan industri fa khusus di KIM
• Kawasan-kawasan di s KIM di bagian utarakawa
I PERCUT
ercut direncanakan dalam bentuk kawasa faatkan peluang-peluang dan potensi yang ad M, Kl Lamhotma, Kl Pantai Labu serta Jalan T
Gambar Kawasan Ekonomi p utara
on atas bangan diuraikan awasan. ruang udangan tuk pola dan sepanjang ra, serta fasilitas
i sekitar wasan.
asan industri dan ada dengan adanya n Trans Sumatera di
Rencana Pola Tata Ruang Kecamatan Percut Sei Tuan
MICE
Pengembangan Kawasan mixed use ini ditujukan untuk mengurangi intensitas pergerakan dalam kota sehingga memiliki kedekatan lokasi dengan tempat bekerja
Diharapkan kawasan MICE ini akan menjadi magnet pergerakan manusia yang terintegrasi Terkait dengan integrasi kawasan mixed-use dengan pusat fasilitas transportasi terminal regional (Medan Amplas) sehingga terjadi integrasi antara hunian, tempat bekerja, serta pelayanan fasilitas komersial dan fasilitas umum kota. Kawasan-kawasan yang akan dikembangkan menjadi Kawasan-kawasan mixed-use adalah pada pusatpusat pelayanan agar terbentuk pusat pelayanan yang merupakan integrasi dari kegiatan-kegiatan perkotaan.
2.3 Kanis kegiatan da aktifitas 2.3.1 Kegiatan Menginap
No KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
1. Utama Kegiatan studi Kelautan
kegiatan menginap Kegiatan Wisata
2. tambahan Makan dan Minum
Rekreasi
3. Pelayanan kegiatan administrtif
kegiatan pengawasan kegiatan operasional kegiatan keamanan
4. Teknikal Kegiatan pengawasan
Kegiatan pemeliharaan
Kegiatan Perawatan dan kebersihan Plumbing dan sanitasi
5. Kelompok Kegiatan berdasarkan kegiatan
Kegiatan di ruang terbuka (outdoor) Kegiatan di dalam ruangan (indoor)
2.3.2 Kegiatan Studi Penelitian kelautan (Marine Research)
No KEGIATAN DESKRIPSI
KEGIATAN
PELAKU KEBUTUHAN RUANG
1. Studi / Penelitian • Penelitian Organisme & Biota laut
• Penelitian Pengawasan dan tanggap Tsunami
• Penelitian Flora
• Scientist
• Libraryan
• Laboratories
• Aquatic Garden
• Gellery
• Internet & TV Room
• Library
• Menyelam
• Makan dan Minum
• Bermain game
• Publict Guest
• Viewing Corridor
• Scuba Diving
• Bar & Open Bar terrace
• Dining Room & Cafetaria
• Sea water Plaza
• Private game Room
3. Menginap • Tempat
beristirahat bagi ilmuan dan para penelitii
• Scientist
• Guest
• Scientist bedroom
• Rest Room Facilities
• Living Room
• Internet & TV Room
4. Service • Area
service,Penduk ung dan utilitas
• Teknisi
• Karyawan
• Administrasi Area
• Command Control room
• Dock & Control
• Engine Room
• Kitchen
• Fresh Watertank room
• Pool technical Room
• Storage 5. Meeting,
konvensi
,Rapat,Konferensi pers
• Tempat
pertemuan,Rap at dan konferensi mengenai studi kelautan atau Konferensi umum
• Auditorium
• Meeting Room
2.3.3 Kegiatan Wisata & Rekreasi Kelautan
No Jenis Wisata Dan Rekreasi Kebutuhan Ruang
1. Dive Center 1. Ruang Penyewaan Peralatan Menyelam
2. Lounge 3. Perpustakaan 4. Penyewaan Perahu
2. Snorkling Penyewaan Alat dan Perahu,Ruang Ganti
3. Berenang Freshwaterpool dan sea water pool
4. Memancing Arena Pancing,Ruang Penyewaan dan
Penjualan alat Pancing
5. Sea & Island Tour Penyewaan Perahu
6. Camping Arena Area berkemah dan penyewaan alat
7. Wisata Kelautan Observatorium,Gallery Kelautan
8. Sightseeing Menikmati Panorama dari menara pemantau
9. Flying Fish Wahana Ikan terbang
10. Sea walker Observasi Bawah laut dengan Alat menyerupai
Helm
11. Banana boat Wahana Perahu Berbentuk Pisang
12 Glass bottom Boat Observasi bawah Laut dengan Perahu dengan
lantai Kaca
13. Parasailing Menikmati pemandangan dengan parasut
terbang dan Boat
14. Jetski & Rolling Donut Kendaraan air
Kebutuhan dari ruang rekreasi Laut adalah ruang penyewaan alat, Ruang Ganti dan Locker
Jenis wisata dikelompokkan dalam
1. Wisata alam (darat) yaitu piknik menikmati keindahan alam, lintas alam, photo hunting, berkemah dan jenis Wisata Pantai lainnya.
2. Wisata tirta; yaitu diantaranya memancing,berenang,diving, dan berperahu di perairan Pantai
2.4 Studi banding Proyek Sejenis
2.4.1. Golden Palm Tree Resort & Spa – Malaysia
Golden Palm Tree Resort Iconic & Spa terletak di Malaka,berada lurus di sepanjang pantai Malaysia,berlokasi hanya hanya 10 kilometer selatan Kuala Lumpur International Airport.
Menghadirkan total 392 vila melalui jalan laut, Golden Palm Tree Resort & Spa adalah yang terbesar dari jenisnya di seluruh dunia. Bangunan Ini membuka properti pada awal tahun 2011.Resort ini menawarkan restoran, pelayanan kamar, dan bar
Lokasi sangat dekat dengan Kuala Lumpur International Airport yang besar, yang merupakan salah satu Bandara terbaik Asia untuk penerbangan yang terjangkau, ini berarti bahwa resor ini dapat menjadi sangat populer untuk orang dari seluruh wilayah di Asia Tenggara. Vila-vila air yang lebih kecil sehingga menawarkan nilai yang sangat baik dibandingkan dengan butik resort di Maladewa.
Rooms/villas/suites 392 overwater villas
Traveler Palm Villas
o Beds: 2 single beds & 1 day bed o Luas: 560 sq ft (52 m²)
Premiere Traveler Palm Villas
o Beds: 1 king size bed & 1 day bed
o Luas: 560 sq ft (52 m²)
Canary Palm Villas (2 bedrooms)
o Bak sunken dengan marmer di Kamr Mandi o Walk-in wardrobe
Royale Palm Villas (3 bedrooms)
o Beds: 1 king, 1 queen, 2 single beds & 1 day bed o Luas: 2,497 sq ft (232 m²)
o Bak sunken dengan marmer di Kamr Mandi o Walk-in wardrobe
o Dermaga dan view
Special features in all rooms
o Wi-Fi: Available free
o Entertainment system: Flat-screen TV o Room service: 24 hours
o Private deck o Sofa and table o Air conditioning o Ceiling fans
o Full-length windows o 5-star amenities
o Facilities
1. Air-conditioning 2. Mini bar
3. Color television
4. Local & satellite television channels 5. Hair dryer
6. International Direct Dial (IDD) telephone services 7. Complimentary coffee and tea making facilities 8. Airport representative
9. Airport transfer on request 10. Baggage storage room 11. Laundry
12. Doctor on call
2.4.2 Wakataobi Dive Resort, Onemobaa, kepulauan Wakatobi-Sulawesi Selatan Fasilitas :
• dive center
• ruang penyewaan peralatan menyelam • Lounge
• Perpustakaan
2.4.3 Futuristic Marine Researche Center di Bali oleh Solus4
[image:51.595.88.511.199.507.2]Sebuah pusat penelitian laut di Bali, Indonesia. Akan dibangun, sebagai sebuah kompetisi desain internasional yang digelar untuk dibuat menjadi kenyataan. Design dari Solus4 perusahaan Desain yang memiliki konsep untuk mengatasi kebutuhan untuk penelitian tsunami dan persiapan dalam menanggapi bencana alam yang disebabkan gempa bumi Samudra Hindia dan tsunami pada tahun 2004.Apa yang mereka lakukan adalah bahwa konsep arsitektur mereka membuat konsep sebuah pusat penelitian laut ramah lingkungan di mana ia akan berdiri di atas 2.500 meter persegi tanah dan para ilmuwan bisa mempelajari, melakukan penelitian dan menginterpretasikan gelombang
2.4.4 Marine Research center Kroasia,Bali, AVP architect Arsitek: AVP_arhitekti
Lokasi: Bali, Indonesia
Proyek: Pusat Penelitian Kelautan Bali Pemilik / Klien: Private
[image:53.595.68.519.422.650.2]Luas Bangunan: 2,638.00 m2 Gambar: AVP_arhitekti
Pulau Bali, tempat tujuan perjalanan yang sangat terkenal, sebagian besar dikenal, yang pantai matahari terbenam dan pantai yang indah. Selain itu, salah satu pandangan yang paling luar biasa adalah gunung berapi yang mengesankan dalam dataran tinggi. Dan akhirnya, warisan arsitektur diwujudkan dalam berbagai bentuk dan bahan dari kuil tradisional yang memberikan bumbu tambahan sebagai salah satu motif yang tak terlupakan banyak pulau yang indah ini.
Tantangan utama yang kita telah menempatkan atas diri kita adalah untuk menggabungkan tradisi dan karakteristik geografis pulau ini dengan tugas arsitektur yang diminta - pusat penelitian Marine atas tsunami. Bagaimana merancang sebuah bangunan dalam suatu lanskap mengesankan (laut, gunung berapi, kuil, matahari terbenam ...) tanpa mempengaruhi keseimbangan seperti itu?
Konsep kami diperlukan pengembangan lebih lanjut, sehingga dengan menganalisis beberapa proposal, kami sampai pada komitmen yang kuat untuk menggabungkan laut dan daratan; interaksi dari kedua unsur, simbiosis ini penting berlawanan. Dengan demikian, desain pada dasarnya adalah interaksi padat dan cair, darat dan laut. Dengan memotong void pada massa bangunan aslinya, kami menciptakan beberapa ruang yang diisi secara alami dengan air untuk mencapai fungsi kebutuhan yang berbeda dari MRC (laut pusat penelitian), dan di sisi lain, volume padat yang diwujudkan dalam tingkat di atas laut sebagai puncak-puncak gunung berapi, terhubung pada tingkat bawah-laut. Personifikasi yang sama hubungan kekal dari darat dan laut, bumi dan air. Gedung ini juga merespon secara alami terhadap lingkungannya, misalnya: Ketika laut berada pada "fase tinggi gelombang", bangunan menenggelamkan ke laut, yang tertutup oleh air hanya membiarkan melihat empat volume piramida atau "gunung berapi", tapi ketika di "rendah pasang fase", MRC muncul lagi dari dalam laut untuk menyambut udara, matahari dan tamu, sehingga menjadi sebuah bangunan yang berinteraksi dengan proses alam.
PROGRAM RUANG
Program ini terdiri dasarnya dalam mengelompokkan semua fungsi dalam MRC - semipublik, publik dan swasta - dan mengurutkan mereka secara horizontal di seluruh gedung. Hasilnya adalah sebuah divisi dasar dari 3 daerah yang sama pada saat yang sama mendefinisikan jaringan struktural. Kadang-kadang interkoneksi berbagai program (sebagai volume) tetapi bagian dalam keseluruhan masih melestarikan fungsi yang diberikan dominan nya.
ZONA RUANG
Layout Plan BAHAN MATERIAL
BAB III
ELABORASI TEMA
3.1 Pengertian Arsitektur Hijau
Arsitektur Hijau Berasal dari kata “Arsitektur” dan “Hijau” yang memiliki pengertian sebagai berikut
a. Arsitektur
Architecture berasal dari Arsitektur berakar dari bahasa Yunani 1. Arche : yang asli, yang utama, yang awal
2. Tektoon : sesuatu yang berdiri kokoh, tidak roboh, stabil, dsb.
3. Archetektoon : pembangun utama, tukang ahli bangunan yang utama.2
• Menurut Le Corbusier Arsitektur adalah pengaturan massa yang dilakukan dengan tepat, penuh pemahaman dan magnifisen. Massa- massa itu disatukan dan ditonjolkan dalam suatu penyinaran cahaya, kubus, kerucut, silinder, piramid, yang merupakan bentuk- bentuk primer yang kegunaannya jelas
• Sedangkan menurut Louis I.Khan Arsitektur adalah pemikiran- pemikiran yang matang dalam pembentukan ruang. Pembaharuan arsitektur secara menerus disebabkan adanya perubahan konsep ruang
• Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut (id.wikipedia.org/wiki).
b. Arsitektur Hijau
e. Mengusahakan penghawaan alami
f. Memakai material daur ulang atau material yang ekologis
. Prinsip - prinsip Arsitektur hijau menurut Brenda dan Robert Vale, yaitu : a. Konservasi energi
• Bangunan seharusnya meminimalkan penggunaan kebutuhan akan energi.
• Perlindungan sumber daya alam.
• Pendayagunaan alam sebagai sumber energi bagi keperluan studi dan rekreasi.
• Memanfaatkan limbah sebaik-baiknya seperti dengan manjadikan limbah sebagai sumber energi biogas atau pupuk.
• Penentuan lokasi yang paling tepat guna dengan cara pemilihan sumber daya alam yang sesuai dengan kebutuhan dari fungsi bangunan atau proyek.
b. Bekerja sama dengan iklim
• Bangunan bekerja sama dengan iklim dan sumber energi alam.
• Memanfaatkan energi yang tersedia di alam seperti matahari, angin, hujan, dan air.
• Pencahayaan alami pada siang hari. • Penghawaan alami
c. Meminimalisasi sumber-sumber daya baru
• Penggunaan material daur ulang.
• Penggunaan material yang dapat diperbaharui.
• Merancang bangunan dari sisa bangunan yang sebelumnya.
• Penggunaan material yang ramah lingkungan.
d. Menghargai pemakai
Arsitektur hijauyang lainnya. Misalnya : daripada menggunakan AC untuk kenyamanan pengguna, sebaiknya menggunakan penghawaan alami untuk menyejukkan ruangnan dengan ventilasi silang. Daripada menggunakan terlalu banyak energi untuk penerangan lampu pada siang hari agar pengguna tetap nyaman beraktifitas dalam bangunan prinsip Arsitektur hijau menerapkan pencahayaan alami.
e. Menghargai site
• Seminimal mungkin merubah tapak. Misalnya dengan mempertahankan kontur tanah.
• Tidak mengambil jalan pintas dengan cara cut dan fill site dalam pembangunan di tapak. Memberi pori-pori bagi tanah agar tetap memiliki aliran udara.
• Menurut seorang arsitek Australia, Glenn Murcutt “Seorang harus menyentuh bumi secara ringan” yang ia kutip dari kata-kata orang Aborigin. Kata-kata ini meliputi interaksi bangunan dan sitenya merupakan suatu hal yang sangat penting dalam penerapan Arsitektur Hijau. Suatu bangunan yang menghabiskan banyak energi, menghasilkan sumber polusi dan menjadi asing bagi penggunanya tidak menyentuh bumi secara ringan.
f. Holistik
Dengan penerapan Arsitektur Hijau, dapat menjawab beberapa isu lingkungan global tentang kerusakan lingkungan yang sedang terjadi. Sedangkan penerapan arsitektur hijau pada sebuah proyek berskala urban bertujuan menciptakan sebuah kawasan perkotaan yang ramah lingkungan, yang memiliki tingkat efisiensi energi tinggi dan kebutuhan energi yang minim serta emisi berupa polusi dan panas yang minim pula.
Arsitektur hijau adalah suatu gaya arsitekur yang menghadirkan pandangan dan konsep – konsep tentang pentingnya menghadirkan kondisi lingkungan yang sehat dan nyaman, didalam perncanaan suatu bangunan tersebut. Arsitektur hijau menjadi ciri dari sebuah arsitektur yang didalam perencanaan arsitekturnya memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup, dan telah berfluktuasi/berkembang dari sebuah simpatik, dan harmonisasi terhadap lingkungan hidup, berintegrasi untuk menjadikan lingkungan hidup sebagai untuk dieksploitasi, eksploitasi tetap dengan keselarasan, harmonisasi, dan adanya hubungan yang saling menguntungkan dari alam terhadap manusia, dalam sebuah bangunan. Menjaga kebersihan lingkungan binaan menjadi gaya dalam karya-karya arsitektur yang hijau.
Green architecture oleh standar Leadership in Energy and Enviromental Design (LEED):
1. Penggunaan pengembangan lahan berkelanjutan, jika mungkin, dapat menggunakan material-material dari bangunan yang telah dibangun dan memelihara lingkungan sekitar. Penggunan roof garden dan penanaman vegetasi di sekitar bangunan dan di dalam site sangat mendukung.
2. Penggunaan pendaur ulang air kotor (air yang telah digunakan) dan penginstalasian bangunan yang dapat menampung air hujan . penggunaan dan penyediaan air perlu dimonitari.
3. Efisiensi energi dapat ditingkatkan dengan cara yang bermacam-macam, contohnya, pengorientasi bangunan untuk mendapatkan keuntungan penuh dari perubahan musim dalam posisi matahari dan menggunakan alternatif energi seperti energi solar dan energi angin.
5. Pengkontrolan air indoor quality menggunakan fitur-fitur seperti pengkontrolan personal space, ventilasi, pengkontrol suhu, dan menggunaan material yang tidak mengandung gas beracun.
Menurut buku Green Architecture, terbitan Taschen, tahun 2005, standar dari bangunan eco-friendly adalah:
1. Bangunan yang lebih kecil 2. Penggunaan material daur ulang 3. Penggunaan material hemat energy
4. Penggunaan kayu hasil panen daerah sekitar (untuk masa pembangunan dan furnishing) dan menghindari kayu import
5. Menggunakan sistem penggunaan air alternative 6. Perawatan bangunan yang murah
7. Pendaur ulangan bangunan
8. Pengurangan bahan kimia perusak ozon 9. Pemeliharaan lingkungan sekitar
10. Efisiensi energy 11. Orientasi matahari
12. Akses ke transportasi publik
3.2 Interpretasi Tema
Dari beberapa prinsip-prinsip Green Architecture dari beberapa tokoh yang tela diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pokok-pokok pikiran atau prinsip Green Architecture itu sendiri adalah:
• Sumber energy alternatif. Bangunan dan lingkungannya dapat mensuplai energi sendiri. Energi solar dan angin merupakan alternatif yang biasa digunakan untuk dimanfaatkan sebagai pengganti energi listrik.
Aplikasi bangunan menggunakan pendekatan green architecture dengan menggunakan fitur-fitur sebagai berikut:
• Meminimalisir perusakan terhadap site, bangunan mengikuti kemiringan kontur yang ada. Penggunaan material yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan.
• Penggunaan material yang berasal dari daerah setempat yang ramah lingkungan, tidak mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia.
• Pemakaian green roof ini tidak hanya mempertahankan daerah hijau yang hilang, tetapi juga dapat menjadi wadah penampung air hujan yang kemudian seterusnya dapat dimanfaatkan dan dipakai kembali untuk keperluan penyiraman tanaman bahkan untuk sanitasi bangunan seperti flush kloset.
Gambar green roof dan proses pemanfaatan air hujan
[image:62.595.109.527.310.460.2]• Memanfaatkan panas matahari daerah khatulistiwa yang bersinar sepanjang tahun lalu mengubahnya menjadi energy listrik yang dapat digunakan untuk pemakaian listrik bangunan.
Pengaruh kualitas/kriteria Indikator Pengaruhnya terhadap
penghuni
Kenyamanan
termal
Gerak udara Kemampuan
konstruksi untuk bernapas
Ukuran lubang
penghawaan
< 0.35% luas lantai
Tinggi lubang
penghawaan
<1.90 m diatas lantai
System penyegaran udara pertukaran udara
Kecepatan angin bergerak > 10 kali/jam
Suhu udara Banyaknya jendela mati
Orientasi jendela terhadap matahari
Konstruksi dinding Menanggulangi panas
Konstruksi atap Penghawaan ruang atap
Kebisingan Menanggulan gi bising dari luar
Kebisingan dari luar Konstruksi dan massa
Menanggulan gi bising teknis
Kebisingan dari instalasi teknis
AC, instalasi air
Menanggulan gi bising dalam
Kebisingan dari tetangga
Emisi bahan bangunan Formaldehid,asbes, radon Penyegaran udara
Kemampuan untuk menukar udara
>10 kali/jam
Kemungkinan mempengaru
hi gerak
udara
Jendela sebesar 5% luas lantai dapat dibuka
Cahaya dan
pemandangan
Cahaya alam Beberapa jam/hari dibutuhkan cahaya buatan
Sinar matahari
Pemandangan Orientasi jendela
Keamanan Kualitas air Air minum Beberapa jam/hari
Listrik Semua titik listrik dibumikan (3 kawat)
Tangga Keamanan tangga Semua anak tangga sama tinggi dan lebar
Lantai Ambang pintu, bahu lantai
Dapat mudah diidentifikasi
Kelembapan Dinding Kelembapan tanah naik
Bahaya tumbuh cendawan kelabu
Langit-langit Atap yang bocor
3.3 Sistem Penerapan tema pada bangunan
3.3.1 Roof Garden
[image:65.595.112.516.243.392.2]Roof Garden tau taman diatas atap merupakan bentuk nyata dari konsep sustainable dimana kita sedikitnya telah menyumbangkan apa yang telah kita pakai dari alam kedalam bangunan. Roof Garden menjadi solusi peningkatan area hijau tanpa mengubah lahan. Roof garden dimanfaatkan seefektif mungkin sebagai penghijauan, perputaran udara, peminimalan emisi, penanggulangan air hujan yang berlebih tak terserap dan sebagai penghalang panas berlebih kepada bangunan.
Gambar 3.2. Roof Garden System
Sumber: Internet
3.3.2 Rainwater Harvesting
Rainwater Harvesting adalah satu cara yang sangat natural untuk menyelamatkan air.
Rainwater Harvesting menangkap dan menyimpan air hujan dalam kuantitas besar untuk digunakan pada toilet, mesin cuci dan kebun. Sistemnya sangat gampang dan cepat untuk dipasang.
Gambar 3.3. Rainwater Harvesting System Schematic
Sumber : Internet
3.3.3 Vertikal Garden
Atau taman vertical dan kadang disebut Vertical Landscape merupakan hasil kreasi inovatif untuk menumbuhkan tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media pertumbuhan, dengan keberhasilan menemukan sistem pertumbuhan tersebut menyebabkan berkurangnya beban yang harus ditopang pada sebuah dinding sehingga memudahkan dalam penataan disain taman vertikal dalam skala dinding yang luas serta jalan keluar bagi pembuatan taman pada lokasi yang terbatas ketersedian lahannya.
Dari segi lingkungan taman vertikal ini merupakan sistem yang hidup untuk mengurangi kadar polusi pada
sebuah ruangan atau sebuah wilayah dan dengan adanya keberadaan taman vertical pada satu area dapat menciptakan iklim mikro yang lebih menyejukan.
3.3.4 Photovoltaic Solar System
Gambar 3.1. Photovoltaic Solar Sistem
Sumber : Internet
3.4 Studi Banding Tema Sejenis
3.4.1 School of Art, Design and Media, Nanyang Technology University
Terletak pada daerah lembah pada lansekap kampus, sekolah ini terdiri dari tiga bagian yang membentuk komposisi organik. Dibangun dengan finishing dasar dari kaca dan beton kasar dan beratapatap berumput (roof garden), bangunan ini dibuat sebagai landmark arsitektur pada universitas tersebut.
Kepala Firma: CPG Consultants Pte Ltd Anggota Tim:
Hoonh Bee Lok, CPG Consultant Pte Ltd, Direktur (proyek) Dr. Timothy Seow, CPG Consultant Pte Ltd, Managing Director Yong Wei Lee, CPG Consultant Pte Ltd, Senior Vice President
Johnny Lim, CPG Consultants Pte Ltd, Senior Vice President Design / DD
Desain bangunan ini menantang sistem linear tradisional tentang edukasi dengan pengaturan yang jelas tentang guru dan para mahasiswanya. Di sini, para pendesain membuat tipe yang berbeda tentang space – dari tempat duduk auditorium yang formal ke studio yang lebih informal, lobbi, koridor-koridor dan tempat istirahat. Terdapat juga pojok-pojok outdoor yang nyaman, sunken plaza yang dibentuk dari seperti tangan yang berpelukan dari bangunan tersebut dan atap roof garden.
Bersama-sama, semua hal di atas menyediakan space yang beragam bagi para mahasiswa untuk berinteraksi, mengeksplor diri mereka, dan belajar sebaik memejangkan karya-karya kreatif mereka.
Bangunan yang digunakan sebagai kampus ini memiliki luas sekitar 202.357 kaki2 atau
sekitar 4,639 ha. Pembangunan School of Art, Design and Media, Nanyang Technological University ini selesai pada Juni 2006, dan bekapasitas 900 mahasiswa.
SITE PLAN
[image:68.595.141.476.409.647.2]Desain terdiri dari tiga blok terjalin dengan green roof pada seluruh atap yang menimbulkan kesan natural seperti di atas tanah. Blok-blok ini mengelilingi untuk membuat Sunken Plaza yang indah, yang mana meliputi kolam dengan air terjun dan lansekap yang indah.
Gambar
Site Plan School of Art, Design and Media, Nanyang Technological UniversityFLOOR PLAN
seperti lift, tangga terbuka dan jembatan penghubung. Dari area lobbi tersebut, mahasisawa dapat langsung mengakses ke bagian lain dari bangunan.
Gambar Denah School of Art, Design and Media, Nanyang Technological University
[image:69.595.167.459.511.681.2]Gambar denah Perpustakaan
Gambar Potongan
3.4.2 Menara Mesniaga di Kuala Lumpur
[image:71.595.70.532.99.713.2]Gambar School of Art, Design and Media Nanyang Technological University pada malam hari.
Fitur Green Architecture
• Energi Matahari dan Pencahayaan Alami: Kaca yang menyelubungi bangunan membuat pencahayaan alami dapat masuk ke dalam bangunan. Dalam studio, pencahayaan alami membantu dalam memberikan warna asli dalam rendering pada pekerjaan para mahasiswa. Pencahayaan alami yang di-filter melalui daun-daunan dan pohon memberikan sensasi kenyamanan pada pengguna bangunan.
• Elemen dan Bangunan Sustainable: performa yang tinggi dari fasad kaca menghalagi panas matahari yang masuk tetapi membiarkan cahaya matahari masuk dan menerangi interior bangunan. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi energy yang dihabiskan pada pemakaian AC (Pendingin ruangan). Atap yang seluruhnya ditanami rumput Zoysia matrella memberikan insulasi yang sangat bagus pada space di bawahnya. Tempat penyimpanan air dibawah tanah yang ringan membantu untuk memberikan suplai yang konstan dalam rangka merawat pertumbuhan rumput. Air hujan juga dikumpulkan dari atap dan disalurkan ke dalam tangki penyimpanan untuk irigasi pada atap
• Menghubungkan Komunitas: Kampus ini terletak pada jantung dari 4 ha kampus. Di samping menjadi sebuah bangunan ramah lingkungan, roof garden dan plaza dapat menjadi area berkumpul bagi mahasiswa lainnya dalam kampus
3.4.2 Hilton Hotel, Bariloche, Argentina
[image:73.595.70.521.315.471.2]Grup konsultan portugis IMOCOM membuat projek terbaru mereka di Argentina, hotel mewah Hilton di Bariloche (Patagonia) y