Lampiran 1.
Lampiran 2.
Lampiran 3.
Lampiran 4.
Gambar daun pacing tampak atas
Lampiran 5.
Gambar simplisia kering daun pacing
Lampiran 6.
Disortir, dicuci dan ditiriskan Ditimbang berat basah = 8,9 Kg
Dikeringkan di dalam lemari pengering pada suhu ± 40˚C larut dalam asam
Dilakukan pemeriksaan makroskopik Ditimbang berat kering = 930 g
Serbuk simplisa daun pacing Dihaluskan Daun pacing
Lampiran 7.
Gambar hasil mikroskopik serbuk simplisia daun pacing
Keterangan gambar pada perbesaran 10x40:
1. Trikoma tipe multiseluler
2. Trikoma tipe uniseluler
3. Berkas pembuluh penebalan spiral
4. Stomata tipe parasitik
5. Hablur kalsium oksalat bentuk prisma
1
2
3
4
Lampiran 8.
350 g serbuk simlipisia daun pacing
Dimaserasi dengan cairan penyari etanol 70%
Ekstrak cair
Dipekatkan dengan rotary evapator
Ekstrak kental
- Penentuan kadar: a. Air
b. Sari yang larut dalam air
c. Sari yang larut dalam etanol
d. Abu total
e. Abu yang tidak larut dalam asam
Lampiran 9.
Perhitungan hasil karakterisasi simplisia daun pacing
1. Perhitungan kadar air simplisia
% Kadar air = Volum ak hir−Volum awal
2. Perhitungan kadar sari simplisia larut air
% Kadar sari larut air = Berat sari
Lampiran 9. (Lanjutan)
3. Perhitungan kadar sari simplisia larut etanol
% Kadar sari larut etanol = Berat sari
Berat simplisia
x
100 ml% Rata-rata kadar sari larut etanol = 18,09%+17,98%+17,48%
3 = 17,85 %
4. Perhitungan kadar abu total simplisia
% Kadar abu total = Berat abu
% Rata-rata kadar abu total = 24,85%+25,79%+24,48%
Lampiran 9. (Lanjutan)
5. Perhitungan kadar abu simplisia tidak larut asam
% Kadar abu tidak larut asam = Total abu
1. Kadar abu tidak larut asam = 0,0179
2,0004x 100% = 0,89%
2. Kadar abu tidak larut asam = 0,0179
2,0008x 100% = 0,89%
3. Kadar abu tidak larut asam = 0,0159
2,0005x 100% = 0,79%
% Rata-rata kadar abu tidak larut asam = 0,89% + 0,897% + 0,79%
3 = 0,85%
Lampiran 10.
Perhitungan hasil pemeriksaan karakteristik EEDP
1. Perhitungan kadar air EEDP
% Kadar air simplisia = Volum akhir−Volum awal
Berat sampel x 100%
Lampiran 10. (Lanjutan)
2. Perhitungan kadar abu total EEDP
% Kadar abu total = Berat abu
Berat sampel x 100%
No. Berat sampel (g) Berat abu (g)
3. Perhitungan kadar abu EEDP tidak larut asam
% Kadar abu tidak larut asam = Berat abu
Berat sampel x 100%
No. Berat sampel (g) Berat abu (g)
1. 2,0005 0,0109
2. 2,0001 0,0129
3. 2,0004 0,0129
a. Kadar abu tidak larut asam = 0,0109
2,0005 x 100% = 0,54%
b. Kadar abu tidak larut asam = 0,0129
2,0001 x 100% = 0,64%
c. Kadar abu tidak larut asam = 0,0129
2,0004 x 100% = 0,64%
% Rata-rata kadar abu tidak larut asam = 0,54%+0,64%+0,64%
Lampiran 11.
Diberi suspensi Na CMC 0.5% dengan dosis 1% BB
Mencit
SK-SSK SK
Kontrol
Dibagi ke dalam tiga kelompok mg/kg BB selama satu minggu Diaklimatisasi
Diperiksa siklus estrus dari masing-masing mencit
Dibagi kelompok uji
Dibagi kedalam
Lampiran 12.
Gambar fase proestrus siklus estrus Keterangan:
1 = Sel epitel berinti
Gambar fase estrus siklus estrus Keterangan:
1 = Sel epitel bertanduk
1
Lampiran 12.(Lanjutan)
Gambar fase matestrus siklus estrus Keterangan:
1 = Sel epitel berinti 2 = Sel leokosit
Gambar fase diestrus siklus estrus Keterangan:
1 = Sel leukosit 2 = Sel epitel berinti
1 2
Lampiran 13.
Gambar oral sonde
Lampiran 14.
Contoh perhitungan dosis
Tabel. Konversi perhitungan dosis antar jenis hewan
Mencit
a. Perhitungan dosis CMC Na 1% BB
Berat mencit = 20 mg
Lampiran 14. (Lanjutan)
b. Contoh perhitungan dosis suspensi EEDP 1% yang akan diberikan pada mencit secara per oral
1. Dosis EEDP yang diberikan adalah 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB.
2. Cara pembuatan suspensi EEDP 1%
Ditimbang 1 gram EEDP, digerus dalam lumpang. Kemudian ditambahkan sedikit larutan Na CMC 0,5% digerus sampai homogen. Dituang ke dalam labu tentukur 100 ml, kemudian dicukupkan volume nya dengan larutan Na CMC 0,5% sampai garis tanda.
3. Berapa volume suspensi ekstrak etanol daun pacing 1% yang akan diberikan pada mencit? (misal berat mencit 25 g)
Lampiran 15.
Hasil perhitungan statistik
Rumus Uji Fisher Exact Prabability Test
JUMLAH
1. Perbandingan kelompok kontrol dengan kelompok uji
a. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 50 mg/kg BB seminggu sebelum kopulasi dibandingkan dengan kontrol:
Lampiran 15. (Lanjutan)
b. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 100 mg/kg BB seminggu sebelum kopulasi dibandingkan dengan kontrol:
KONTROL SK 100 JUMLAH
HAMIL 6 2 8
TIDAK HAMIL 0 4 4
6 6 12
p = 8! 4! 6! 6!
12! 6! 2! 0! 4!
= 0,0303 < 0,05
c. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP 200 mg/kg BB seminggu sebelum kopulasi dibandingkan dengan kontrol:
KONTROL SK 200 JUMLAH
HAMIL 6 0 6
TIDAK HAMIL 0 6 6
6 6 12
p = 6! 6! 6! 6!
12! 6! 0! 0! 6!
Lampiran 15. (Lanjutan)
d. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 50 mg/kg BB seminggu sebelum kopulasi sampai seminggu setelah kopulasi dibandingkan dengan kontrol:
e. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 100 mg/kg BB seminggu sebelum kopulasi sampai seminggu setelah kopulasi dibandingkan dengan kontrol:
KONTROL SK-SSK 100 JUMLAH
Lampiran 15. (Lanjutan)
f. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 200 mg/kg BB seminggu sebelum kopulasi sampai seminggu setelah kopulasi dibandingkan dengan kontrol:
KONTROL SK-SSK 200 JUMLAH
HAMIL 6 0 6
2. Perbandingan masing-masing kelompok uji
a. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 50 mg/kg BB dibandingkan dengan kelompok yang diberi EEDP dosis 100 mg/kg BB pada pemberian seminggu sebelum kopulasi
Lampiran 15. (Lanjutan)
b. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 50 mg/kg BB dibandingkan dengan kelompok yang diberi EEDP dosis 200 mg/kg BB pada pemberian seminggu sebelum kopulasi kawin
SK 50 SK 200 JUMLAH
c. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 100 mg/kg BB dibandingkan dengan kelompok yang diberi EEDP dosis 200 mg/kg BB pada pemberian seminggu sebelum kopulasi
Lampiran 15. (Lanjutan)
d. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 50 mg/kg BB dibandingkan dengan kelompok yang diberi EEDP dosis 100 mg/kg BB pada pemberian seminggu sebelum kopulasi sampai seminggu setelah kopulasi.
SK-SSK 50 SK-SSK 100 JUMLAH
e. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 50 mg/kg BB dibandingkan dengan kelompok yang diberi EEDP dosis 200 mg/kg BB pada pemberian seminggu sebelum kopulasi sampai seminggu setelah kopulasi
Lampiran 15. (Lanjutan)
f. Harga p dari kelompok yang diberi EEDP dosis 100 mg/kg BB dibandingkan dengan kelompok yang diberi EEDP dosis 200 mg/kg BB pada pemberian seminggu sebelum kopulasi sampai seminggu setelah kopulasi
SK-SSK 100 SK-SSK 200 JUMLAH
HAMIL 1 0 1
TIDAK HAMIL 5 6 11
6 6 12
p = 1! 11! 6! 6!
12! 1! 0! 5! 6!
Lampiran 16.