PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DAL (1)
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Dalam rangka optimalisasi fungsi dan manfaat hutan dan kawasan hutan sesuai dengan amanat Pasal 19 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah
41/1999 tentang Kehutanan yang menyatakan pembangunan pada kaawasan hutan hanya dapat dilaukan pada hutan produksi dan hutan lindung, sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun
41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Mengatur hal-hal yang berkenaan dengan resapan air, pembentukan wilayah pengelolaan, wilayah perlindungan dan konservasi berdasarkan
MK berpendapat, Pasal 1 angka (6) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan bahwa “Hutan adat adalah hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat”
Dalam konteks keruangan sektoral salah satu konflik yang mengemuka adalah kata “pemerintah” dalam menentukan kawasan hutan sebagaimana UU 41/1999 tentang Kehutanan telah
Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, telah menimbulkan ketidakpastian hukum dalam berusaha di bidang pertambangan di kawasan hutan terutama
Hal ini dikarenakan polisi hutan tidak melaksanakan kewenangannya sebagaimana yang ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan;
Pengertian hutan sebagaimana terdapat dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan