LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI
NAMA GURU
: RITA YUNELTI, S.Pd
NIP
: 196912221997032003
MADRASAH ALIYAH NEGERI MUARA LABUH
KABUPATEN SOLOK SELATAN
Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberi kesempatan berupa waktu dan
kesehatan sehingga penulis berhasil menyelesaikan tugas membuat laporan pengembangan
diri ini.
Adapun penulisan laporan pengembangan diri ini bertujuan untuk melengkapi bahan
dalam penghitungan angka kredit / SKP pada tahun 2016.
Demikianlah laporan pengembangan diri ini dibuat untuk dapat dimanfaatkan
sebagaimana mestinya.
Muara labuh, juli 2016
Penulis
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Guru sebagai seorang tenaga pendidik profesional tidaklah boleh merasa puas dan
berbangga diri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Seorang guru
sebagai tenaga profesional hendaklah berusaha dan senantiasa mengembangkan dan
menambah pengetahuan dan keterampilannya sehingga layanan yang diberikan kepada
peserta didik adalah layanan yang semakin berkwalitas.
Seorang guru dapat melakukan pengembangan keprofesiannya melalui tiga
komponen, yaitu:
1. Melaksanakan pengembangan diri, dengan cara mengikuti lokakarya, seminar, dan
workshop
2. Melakukan publikasi ilmiah
3. Menemukan dan menciptakan karya-karya inovatif
TUJUAN
Berdasarkan latar belakang diatas, pengembangan diri yang dilakukan oleh penulis
bertujuan untuk:
1. Menambanh pengetahuan dan keterampilan yang dapat menunjang kinerja penulis
agar menjadi lebih baik
2. Dapat menambah pengetahuan dan keterampilan untuk dapat memberikan pelayanan
yang lebih baik pada peserta didik
3. Menambah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat / jabatan setingkat
lebih tinggi.
kegiatan pengembangan diri berupa Lokakarya peningkatan mutu pendidikan dengan
rincian pelaksanaan sebagai berikut:
Hari / tanggal : Rabu/ 27 Juli 2016
Tempat : Aula MAN Muara Labuh, Kab Solok Selatan
Pemateri : 1. Ka Kemenag Kab Solok Selatan
2. Dudu Wardana
Materi lokakarya:
1. Kebijakan Kementerian Agama dalam peningkatan mutu pendidikan di
Madrasah
2. Pembuatan perangkat pembelajaran sesuai dengan K-13 3. Pembuatan dokumen penilaian dalam K-13
4. Membuat power poit yang dipakai dalam pembelajaran menggunakan
audio-visual
PENUTUP
KESIMPULAN
1. K-13 merupakan penyempurnaan dari KTSP
2. Dalam K-13 guru hanya berperan sebagai fasilitator
3. Persentase keterlibatan guru dalam pembelajaran hanya 40 % sedangkan 60 % lainnya
siswa itu sendiri yang menemukan konsep dari ilmu pengetahuan sesuai dengan mata
pelajaran masing-masing
SARAN
1. Perlu diadakannya lokakarya atau hal-hal lain yang sama, yang dapat menambah
wawasan dan cara pandang guru dalam memberikan pembelajaran secara
berkesinambungan
2. Perlu adanya pembentukan MGMP agar guru memiliki wadah diskusi dengan
guru-guru dari sekolah yang berbeda dalam memecahkan kendala yang ditemukan dalam
penyampaian pembelajaran dan hal-hal lainnya berkenaan dengan pekerjaannya
sebagai pendidik.
NAMA GURU
:ROMI DELFITA, S.S
NIP
: 1981082220050102009
MADRASAH ALIYAH NEGERI MUARA LABUH
KABUPATEN SOLOK SELATAN
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberi kesempatan berupa waktu dan
kesehatan sehingga penulis berhasil menyelesaikan tugas membuat laporan pengembangan
Adapun penulisan laporan pengembangan diri ini bertujuan untuk melengkapi bahan
dalam penghitungan angka kredit / SKP pada tahun 2016.
Demikianlah laporan pengembangan diri ini dibuat untuk dapat dimanfaatkan
sebagaimana mestinya.
Muara labuh, juli 2016
Penulis
ROMI DELFITA,S.S
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Guru sebagai seorang tenaga pendidik profesional tidaklah boleh merasa puas dan
menambah pengetahuan dan keterampilannya sehingga layanan yang diberikan kepada
peserta didik adalah layanan yang semakin berkwalitas.
Seorang guru dapat melakukan pengembangan keprofesiannya melalui tiga
komponen, yaitu:
1. Melaksanakan pengembangan diri, dengan cara mengikuti lokakarya, seminar, dan
workshop
2. Melakukan publikasi ilmiah
3. Menemukan dan menciptakan karya-karya inovatif
TUJUAN
Berdasarkan latar belakang diatas, pengembangan diri yang dilakukan oleh penulis
bertujuan untuk:
1. Menambanh pengetahuan dan keterampilan yang dapat menunjang kinerja penulis
agar menjadi lebih baik
2. Dapat menambah pengetahuan dan keterampilan untuk dapat memberikan pelayanan
yang lebih baik pada peserta didik
3. Menambah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat / jabatan setingkat
lebih tinggi.
Pemateri : 1. Ka Kemenag Kab Solok Selatan
2. Dudu Wardana
Materi lokakarya:
1. Kebijakan Kementerian Agama dalam peningkatan mutu pendidikan di Madrasah 2. Pembuatan perangkat pembelajaran sesuai dengan K-13
3. Pembuatan dokumen penilaian dalam K-13
4. Membuat power poit yang dipakai dalam pembelajaran menggunakan audio-visual
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari pelaksanaan lokakarya yang diikuti oleh penulis dapat disimpulkan bahwa:
1. K-13 merupakan penyempurnaan dari KTSP
2. Dalam K-13 guru hanya berperan sebagai fasilitator
3. Persentase keterlibatan guru dalam pembelajaran hanya 40 % sedangkan 60 % lainnya
siswa itu sendiri yang menemukan konsep dari ilmu pengetahuan sesuai dengan mata
1. Perlu diadakannya lokakarya atau hal-hal lain yang sama, yang dapat menambah
wawasan dan cara pandang guru dalam memberikan pembelajaran secara
berkesinambungan
2. Perlu adanya pembentukan MGMP agar guru memiliki wadah diskusi dengan
guru-guru dari sekolah yang berbeda dalam memecahkan kendala yang ditemukan dalam
penyampaian pembelajaran dan hal-hal lainnya berkenaan dengan pekerjaannya