• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pajak Penghasilan Pasal 26 terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pajak Penghasilan Pasal 26 terhadap"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1. Pasal 26 Undang Undang Pajak Penghasilan 

2. Peraturan   Menteri   Keuangan   Nomor   82/PMK.03/2009 Tentang   Peraturan   Menteri   Keuangan   Tentang   Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26 Atas Penghasilan Dari Penjualan Atau   Pengalihan   Harta   Di   Indonesia,   Kecuali   Yang   Diatur Dalam   Pasal   4   Ayat   (2)   Undang­Undang   Pajak   Penghasilan Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Luar Negeri Selain Bentuk Usaha Tetap Di Indonesia

3. Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER­70/PJ/2007 Tentang Jenis Jasa   Lain   Dan   Perkiraan   Penghasilan   Neto   Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 23 Ayat (1) Huruf C Undang­Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Undang­Undang Nomor 17 Tahun 2000

4. Peraturan   Dirjen   Pajak   Nomor   PER­52/PJ/2009   Tentang Penunjukan   Pemotong,   Tata   Cara   Pemotongan,   Penyetoran Dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 26 Atas Penghasilan Dari Penjualan Atau Pengalihan Harta Di Indonesia, Kecuali Yang   Diatur   Dalam   Pasal   4   Ayat   (2)   Undang­Undang   Pajak Penghasilan Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Luar Negeri Selain Bentuk Usaha Tetap Di Indonesia

5. Keputusan   Menteri   Keuangan   Nomor   624/KMK.04/1994 Tentang   Pemotongan   Pajak   Penghasilan   Pasal   26   Atas Penghasilan   Berupa   Premi   Asuransi   Dan   Premi   Reasuransi Yang Dibayar Kepada Perusahaan Asuransi Di Luar Negeri 6. Peraturan   Menteri   Keuangan   Nomor   258/PMK.03/2008

Tentang   Pemotongan   Pajak   Penghasilan   Pasal   26   Atas Penghasilan   Dari   Penjualan   Atau   Pengalihan   Saham Sebagaimana   Dimaksud   Dalam   Pasal   18   Ayat   (3c)   Undang­ Undang   Pajak   Penghasilan   Yang   Diterima   Atau   Diperoleh Wajib Pajak Luar Negeri

(2)

Dalam   Pasal   4   Ayat   (2)   Undang­Undang   Pajak   Penghasilan Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Luar Negeri Selain Bentuk Usaha Tetap Di Indonesia

8. Peraturan   Menteri   Keuangan   Nomor   140/PMK.03/2010 Tentang   Penetapan   Wajib   Pajak   Sebagai   Pihak   Yang Sebenarnya   Melakukan   Pembelian   Saham   Atau   Aktiva Perusahaan   Melalui   Pihak   Lain   Atau   Badan   Yang   Dibentuk Untuk   Maksud   Demikian   (Special   Purpose   Company)   Yang Mempunyai   Hubungan   Istimewa   Dengan   Pihak   Lain   Dan Terdapat Ketidakwajaran Penetapan Harga

9. Peraturan   Menteri   Keuangan   Nomor   14/PMK.03/2011

Referensi

Dokumen terkait

(2) Untuk kriteria lengkap, menganalisis unsur yang memuat objek pajak dan dokumen pendukung lain yang harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa

(2) Untuk kriteria lengkap, menganalisis unsur yang memuat objek pajak dan dokumen pendukung lain yang harus dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa

DAFTAR PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 BAGI PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN ATAU TUNJANGAN HARI TUA/JAMINAN HARI TUA BERKALA SERTA BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL, ANGGOTA

P ajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21) adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam

• Pemberi kerja orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang semata- mata memperkerjakan orang pribadi untuk melakukan pekerjaan

PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN ATAU THT/JHT SERTA PNS, ANGGOTA TNI/POLRI, PEJABAT NEGARA DAN PENSIUNANNYA YANG PENGHASILANNYA MELEBIHI PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK

PEMUNGUT PAJAK PASAL 22.. 1) Impor barang dan/atau penyerahan barang yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan tidak terutang Pajak Penghasilan. 2) Impor barang

Pajak penghasilan pasal 21 menurut Undang – undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, honorarium, upah, tunjangan, dan pembayaran