• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efisiensi Pasar and Pengujian Efisiensi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Efisiensi Pasar and Pengujian Efisiensi"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Aufhar

Arya

Ramdhan

Angga

Bagas

Samudra

CC CLASS

(3)

EFISIENSI PASAR

TUJUAN

Mengetahui konsep,

bentuk, asumsi, dan

pengujian terhadap

(4)

EFISIENSI PASAR

Definisi &

Konsep

Bentuk-Bentuk

Efisiensi Pasar

Alasan-Alasan

Efisiensi Pasar

Pengujian Efisiensi

Pasar

(5)

EFISIENSI

PASAR

Pendahuluan Pengujian – Pengujian Pendugaan Return

Studi Peristiwa Pengujian

Informasi Privat

(6)

EFISIENSI

PASAR

Konsep &

Bahasan

Pengujian

By Angga Bagas S

© 2016

(7)

EFISIENSI PASAR

CAPM adalah model untuk menentukan harga-harga aktiva

dalam keadaan ekuilibrium. Akibat adanya informasi baru

dalam pasar

dapat terjadi perubahan ekuilibrium

menuju

keseimbangan yang baru. Pasar yang bereaksi cepat dan

akurat untuk mencapai harga keseimbangan baru dan

sepenuhnya mencerminkan informasi yang tersedia

merupakan

pasar efisien

.

OVERVIEW

*CAPM = Capital Asset Pricing Model

(8)

EFISIENSI PASAR

KURVA

EKUILIBRIUM

& PERGESERANNYA

(9)

Fama (1969): First definition of “efficient

market”=“a market which adjust rapidly to new information”

Fama (1970): “A market in which prices always “fully

reflect” available information is called “efficient”.”

MAJOR

CONTRIBUTIONS IN

DEVELOPING

“THE

MARKET EFFICIENCY”

CONCEPT

CONCEPT INVENTOR

Eugene Fama

(10)

EFISIENSI PASAR

• Pada pasar yang kompetitif harga keseimbangansuatu aktiva ditentukan oleh penawaran dan permintaan berdasar informasi yang tersedia.

• Jika terdapat informasi baru yang relevan, pasar akan menganalisis dan

menginterpretasikannya pada nilai aktiva bersangkutan, yang memungkinkan terciptanya keseimbangan harga baru.

• Pasar efisien : Jika pasar bereaksi dengan cepat dan akurat terhadap informasi

yang tersedia.

• Efisiensi pasar yang berhubungan informasi disebut efisien pasar secara informasi (informationally efficient market).

• Efisiensi pasar yang berhubungan keputusan disebut efisien pasar secara keputusan (decisionally efficient market).

(11)

Indikator utama dari pasar modal yang efisien adalah

harga saham secara penuh merefleksikan informasi yang tersedia.

▪ EPM memiliki implikasi bagi investor dan perusahaan.

▪ Karena informasi direfleksikan pada harga sekuritas dengan cepat, mengetahui informasi ketika diumumkan menjadi tidak ada keuntungannya

▪ Perusahaan harus mengharapkan akan menerima nilai yang wajar dari sekuritas yang dijual. Perusahaan tidak dapat memperoleh keuntungan dari fooling investors di pasar yang efisien.

EFISIENSI PASAR MODAL

(12)

Stock Price

-30 -20 -10 0 +10 +20 +30

Efficient market respon terhadap “good news

Over reaksi terhadap “good news” dengan reversion

Response yang terlambat terhadap“good news

Hari sebelum (-) dan sesudah(+) pengumuman

KONSEP

REAKSI

TERHADAP

INFORMASI

PASAR EFISIEN

DAN INEFISIEN

GOOD

(13)

KONSEP

REAKSI

TERHADAP

INFORMASI

PASAR EFISIEN

DAN INEFISIEN

-30 -20 -10 0 +10 +20 +30

Efficient market respon terhadap “bad news

Respon yg

Over reaction terhadap “bad news” dengan reversion

Hari sebelum (-) dan sesudah(+) pengumuman

BAD

(14)

BENTUK-BENTUK EFISIENSI PASAR

Efisiensi pasar yang berhubungan informasi disebut

efisien pasar secara informasi (informationally efficient market).

Efisiensi pasar yang berhubungan keputusan disebut

efisien pasar secara keputusan (decisionally efficient market).

KONSEP

(15)

Tambahan jenis efisiensi pasar :

Ø allocationally efficient : alokasi sumber daya yang telah berada dalam kondisi optimal, dan perubahan lanjut dari alokasi sumber daya tersebut tidak akan memperbaiki kesejahteraan pelaku ekonomi,

Ø operationally efficient : efisiensi dicapai bila transaksi dilakukan dengan biaya transaksi yang minimum,

Ø pricing efficiency : memperhatikan terkait apakah harga aset sama dengan nilai ekonomi instrinsiknya.

MARKET

EFFICIENCY

(16)

EFISIENSI PASAR

SECARA INFORMASI

Kunci utama pengukur pasar efisien :

Hubungan antara harga sekuritas dengan

informasi.

Apakah informasi yang lama, informasi

sedang dipublikasikan atau semua

informasi termasuk informasi privat

berpengaruh terhadap harga sekuritas.

KONSEP

(17)

BENTUK

EFISIENSI

PASAR

-INFORMASI

( F A M A , 1 9 7 0 )

Efisiensi pasar bentuk lemah

(weak form)

Harga sekuritas merefleksikan seluruh informasi yang

diperoleh dari past prices and volume

Efisiensi pasar bentuk setengah kuat

(semistrong form)

Harga sekuritas merefleksikan seluruh informasi yang

tersedia secara publik.

Efisiensi pasar bentuk kuat

(strong form)

Harga sekuritas merefleksikan seluruh informasi-public and

private.

KONSEP

(18)

EFISIENSI PASAR BENTUK LEMAH

( W E A K F O R M )

Pasar dimana harga sekuritasnya sepenuhnya

mencerminkan (fully reflected)

informasi masa lalu

(yang

sudah terjadi).

Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika informasi

masa lalu tidak dapat digunakan untuk mempredikasi harga

sekarang (

random walking theory).

Jadi investor tidak dapat

memperoleh tingkat keuntungan diatas normal dengan

menggunakan

trending rules

atas informasi harga diwaktu

yang lalu

(19)

NB : Pada efisiensi bentuk lemah

analisis teknis tidak ada

nilainya.

Secara umum persamaannya adalah

Jadi harga saham hanyalah

respon terhadap informasi baru

yang datang secara acak

/random

(sehingga harga saham

dikatakan mengikuti

random walk

)

EFISIENSI

PASAR

BENTUK

LEMAH

( W E A K F O R M )

(20)

Tingkah laku investor cenderung untuk

menghilangkan peluang keuntungan terkait dengan pola harga saham;

S

Jika dimungkinkan untuk

mendapatkan

big money

dengan mencari pola

dari pergerakan harga

saham,

setiap orang akan

melakukannya dan

keuntungan akan hilang.

KENAPA

ANALISIS

TEKNIKAL

GAGAL

?

(21)

Pasar dimana harga sekuritasnya

sepenuhnya mencerminkan (

fully

reflected)

informasi masa lalu (yang

sudah terjadi) dan seluruh informasi

yang dipublikasikan (pada public)

seperti laporan keuangan

perusahaan/emiten.

EFISIENSI

PASAR

BENTUK

SETENGAH

KUAT

( S E M I S T RO N G F O R M )

(22)

Informasi yang dipublikasikan dapat berupa :

• Informasi yang hanya mempengaruhi harga sekuritas perusahaan tersebut (corporate event) : pengumuman laba, pengumuman pembagan dividen, R&D produk baru, merger, akuisisi, penggantian metode akuntansi, dan pergantian direksi.

• Informasi yang mempengaruhi sekuritas sejumlah

perusahaan : regulasi tentang reserve requirement pada bank, CAR, akan mempengaruhi kelompok emiten perbankan.

• Informasi yang mempengaruhi semua sekuritas yang ada di pasar saham : perubahan BI rate, inflasi, exchange rate.

(23)

Pasar dikatakan efisien setengah kuat jika :

Tidak ada investor yang dapat menggunakan informasi

yang sedang

dipublikasikan untuk mendapatkan

keuntungan tidak normal (

abnormal return),

Dengan kata lain,

para pemodal tidak bisa

memperoleh tingkat keuntungan diatas normal

dengan memanfaatkan publikasi.

EFISIENSI

PASAR

BENTUK

SETENGAH

KUAT

( S E M I S T RO N G F O R M )

(24)

Pasar dimana harga sekuritas sepenuhnya

mencerminkan

(

fully reflected)

informasi

masa lalu (yang sudah terjadi), informasi

yang sudah dipublikasikan, serta informasi

privat.

Pasar dikatakan efisien kuat jika : tidak ada

investor yang dapat menggunakan

informasi privat untuk mendapatkan

keuntungan tidak normal (abnormal return)

(25)

All information relevant to a stock

Information set of publicly available

information

“Tujuan FAMA (1970) membedakan ke dalam tiga macam bentuk pasar efisien ini adalah untuk

mengklasifikasikan

penelitian empiris terhadap efisiensi pasar”

(26)

All information relevant to a stock

Information set of publicly available

information

“Efisiensi secara informasi =

Informasi yang tidak perlu diolah lebih lanjut (ex. Pengumuman laba perusahaan), hanya fokus pada

(27)

RISET

PASAR MODAL

INDONESIA

Ngaisah dan Nur Indriantoro, (2000), “Analisis Muatan

Informasi Pada Laba,

Modal Kerja dari Operasi, dan Arus Kas dari Operasi bagi Investor di Pasar

Modal”, Media Ekonomi 6, 651-665 : laba akuntansi ,

modal kerja dan arus kas dari operasi tidak mempunyai

muatan informasi yang bisa memberikan tambahan

informasi bagi investor di pasar modal Indonesia. • Atmini Sari, (2001), “Asosiasi Siklus Hidup

Perusahaan dengan Incremental Value-Relevance Informasi Laba dan Arus Kas”, Tesis, Univ. Gadjah Mada : Nilai pasar ekuitas perusahaan-perusahaan yang berada pada tahap

(28)

EFISIENSI PASAR

SECARA KEPUTUSAN

Efisiensi pasar yang dilihat berdasarkan

kecanggihan pelaku pasar dalam

mengolah informasi

untuk dijadikan

keputusan

(Jogiyanto,1998)

KONSEP

(29)

EFISIENSI

PASAR

SECARA

KEPUTUSAN

Efisiensi pasar secara informasi ditentukan oleh seberapa luas dan cepat informasi tersebut tersedia dipasar. Namun, ketersediaan informasi

tidak menjamin pasar efisien jika informasi tersebut masih perlu diolah.

Informasi - tidak perlu diolah : Pengumuman laba, kenaikan

penjualan.

Informasi - masih perlu diolah : Merger, akuisisi, Belanja Modal,

Utang.

Pada waktu informasi tersebut (diolah) diumumkan dan

semua pelaku pasar telah menerima informasi tersebut belum

tentu harga sekuritas akan mencerminkan informasi tersebut

secara penuh, karena pasar harus menganalisis dan

menginterpretasikan sebagai kabar baik (good news) atau kabar

buruk (bad news).

KONSEP

(30)

EFISIENSI

PASAR

SECARA

KEPUTUSAN

▪ Pelaku pasar “canggih” (sophisticateed) terhadap informasi yang didapat (karena diperlukan pengolahan).

▪ Pelaku pasar yang “tidak canggih” (naive) maka tidak dapat memperoleh abnormal return.

▪ Efisiensi pasar secara keputusan termasuk efisiensi

bentuk setengah kuat (namun dengan 2 faktor)*

▪ Jadi efisiensi secara keputusan terjadi saat informasi tersedia dan semua pelaku pasar dapat mengambil keputusan dengan canggih.

KONSEP

(31)

DEFINISI EFISIENSI PASAR

Efisiensi pasar didefinisikan sebagai

hubungan

antara

harga-harga sekuritas dengan

informasi

(Beaver, 1989)

Definisi efisiensi pasar

didasarkan

pada

akurasi dari harga sekuritas

” (

Fama, 1970)

KONSEP

(32)

DEFINISI

EFISIENSI

PASAR

• Berdasarkan nilai intrinsik sekuritas  seberapa jauh harga sekuritas yang terbentuk menyimpang dari nilai instrinsiknya.

• Berdasarkan akurasi dari ekspetasi harga (Fama,1970) 

ketepatan ekspetasi harga sekuritas yang dibuat berdasar ketersediaan informasi yang tersedia.

• Berdasarkan distribusi informasi (Beaver,1989)  harga sekuritas

terbentuk setelah setiap orang memiliki informasi yang terdistribusi secara merata.

• Berdasarkan proses dinamik (Jones,1995)  harga sekuritas

secara cepat dan penuh mencerminkan semua info yang tersedia

KONSEP

(33)

DEFINISI

EFISIENSI

PASAR

Berdasarkan nilai intrinsik sekuritas

Mencoba

menemukan sekuritas dengan harga yang kurang

benar (

mispriced

). Sekuritas (

mispriced

) merupakan

sekuritas yang harganya menyimpang dari nilai

intrinsiknya. Indikator pengukuran efisiensi pasar

adalah

seberapa jauh harga-harga sekuritas yang

menyimpang (Beaver, 1989)

Pasar efisien saat nilai

sekuritas = nilai instrinsiknya.

KONSEP

(34)

DEFINISI

EFISIENSI

PASAR

• Berdasarkan akurasi dari ekspetasi harga (Fama,1970)  Suatu pasar sekuritas dikatakan efisien jika harga-harga sekuritas mencerminkan

secara penuh “Informasi yang tersedia”. Definisi ini menimbulkan banyak perdebatan, dan sehingga Fama juga menyadari bahwa definisinya sulit dibuktikan secara empiris. Maka Fama mencoba menginformasikan definisinya dengan mendefinikan suatu fungsi dari harga-harga di masa datang yang tergantung dari sel informasi yang tersedia di periode sekarang.

• Fungsi dari harga-harga di masa mendatang akibat informasi yang

tersedia menjadi bench mark yang kemudian dibandingkan dengan fungsi harga-harga di masa datang yang terjadi karena informasi yang benar-benar digunakan oleh pasar. Perbedaan harga dari kedua fungsi tersebut dianggap sebagai pasar yang tidak efisien.

KONSEP

B.

Hasil uji empiris menjadi uji gabungan antara

(35)

DEFINISI

EFISIENSI

PASAR

Berdasarkan distribusi informasi

(Beaver,1989)

Definisi ini secara implisit mengatakan bahwa jika

setiap orang mengamati suatu system informasi

yang menghasilkan informasi, maka setiap orang

dianggap mendapatkan informasi yang sama. Harga

yang terjadi adalah

Full information price”.

KONSEP

(36)

DEFINISI

EFISIENSI

PASAR

Berdasarkan proses dinamik

(Jones,1995)

Bukan proses statis, artinya tidak

mempertimbangkan distribusi informasi yang

tidak simetris dan kecepatan proses

pendistribusiannya.

KONSEP

(37)

ALASAN

PASAR

MENJADI

EFISIEN

Investor adalah penerima harga (investor tidak dapat mempengaruhi harga dari suatu sekuritas)

Informasi tersedia secara luas kepada semua pelaku pasar pada saat yang bersamaan dan biaya untuk memperoleh info tersebut murah (dapat melalui surat kabar, majalah bisnis)

Info dihasilkan secara acak dan setiap info sifatnya random satu dengan yang lainnya (investor tidak dapat memprediksi kapan emiten akan mengumumkan informasi baru)

Investor bereaksi dengan menggunakan info secara penuh dan cepat, sehingga harga sekuritas berubah dengan

semestinya mencerminkan info tersebut untuk mencapai keseimbangan yang baru (terjadi bila pasar merupakan individu yang canggih).

KONSEP

(38)

ALASAN PASAR MENJADI

TIDAK EFISIEN

Terdapat sejumlah

kecil pelaku pasar yang

dapat mempengaruhi harga sekuritas.

Harga informasi adalah mahal dan akses yg

tidak seragam antar pelaku pasar terhadap

informasi yang sama

insider trading

Informasi yang disebarkan dapat

diprediksi

dengan baik oleh sebagian pelaku pasar.

Investor adalah individual yang

lugas/

naïve

investor

dan tidak canggih

(

unsophisticated

investors

).

KONSEP

(39)

EFISIENSI

PASAR

Konsep &

Bahasan

Pengujian

MANIVEST

(40)

PENGUJIAN

EFISIENSI

PASAR

Ide dari pengujian pasar yang efisien

dituangkan dalam suatu hipotesis yang

bernama

hipotesis pasar efisien (HPE) atau

efficient market hypothesis

(EMH).

Dalam

tahap pembuktian kebenaran dari hipotesis

tersebut

diperlukan pengujian secara

empiris untuk masing-masing bentuk

efisiensi pasar.

KONSEP

(41)

PENGUJIAN

EFISIENSI

PASAR

Fama (1970) membagi pengujian efisiensi pasar

menjadi tiga kategori :

1.

Pengujian

bentuk lemah

seberapa kuat info

masa lalu dapat memprediksi return masa depan

2.

Pengujian

bentuk setengah kuat

seberapa cepat

harga sekuritas merefleksikan info yang

dipublikasikan

3.

Pengujian

bentuk kuat

apakah investor

mempunyai informasi privat yang tidak

terefleksikan di harga sekuritas.

KONSEP

(42)

PENGUJIAN

EFISIENSI PASAR

Tahun 1991, Fama mengusulkan penggantian nama

pengujian tersebut menjadi :

1.

Pengujian bentuk lemah menjadi

Pengujian

terhadap

pendugaan return

(Test for return

predictability)

2.

Pengujian bentuk setengah kuat menjadi

Studi

peristiwa

(event study)

3.

Pengujian bentuk kuat menjadi

Pengujian

terhadap informasi privat

(test for private

information)

KONSEP

(43)

PENGUJIAN

PENDUGAAN

RETURN

Merupakan pengujian efisiensi pasar bentuk lemah

Jika EMH benar, maka seharusnya perubahan

harga masa lalu tidak berhubungan dengan harga sekuritas sekarang.

Pengujian statistik menggunakan teknik korelasi

dan regresi linear, dan run test.

Pengujian siklikal menggunakan pola-pola harga saham pada siklus atau periode tertentu

return hari senin yang lebih rendah dari

hari-hari biasa, return bulan januari lebih besar dari

bulan-bulan yang lain.

KONSEP

B.

(44)

Pengujian prediktabilitas return secara

statistik menggunakan korelasi dan regresi linier bisa dilakukan dengan:

1. Mempelajari pola return seasonal

2. Menggunakan data return di masa. yang lalu untuk menguji prediktabilitas return jangka pendek maupun jangka panjang.

3. Mempelajari hubungan return dengan karakteristik perusahaan .

KONSEP

PENGUJIAN

PENDUGAAN

RETURN

(45)

Pengujian ini dilakukan untuk menguji

ada atau tidaknya hubungan harga

sekuritas yang lalu dengan yang akan

datang. Studi yang pernah dilakukan

menggunakan harga periode kemarin

untuk memprediksi harga sekarang:

KONSEP

PENGUJIAN

PENDUGAAN

RETURN

(46)

Pengujian prediktabilitas return dengan pengujian pola return sekuritas meliputi:

1. Pola return harian:

- menguji apakah terdapat perbedaan

return sekuritas pada hari-hari tertentu dalam seminggu (misal: intraday effect; day-of-the-week effect)

2. Pola return bulanan:

- menguji apakah terdapat perbedaan return sekuritas antara bulan-bulan tertentu dalam setahun (misal: January efffect)

KONSEP

PENGUJIAN

PENDUGAAN

RETURN

(47)

Pengujian ini untuk membuktikan apakah data return masa lalu (historis) bisa dipakai untuk memprediksi return hari ini (future).

Pengujian ini meliputi:

1. Pengujian prediktabilitas jangka pendek: - menguji apakah data return beberapa hari sebelumnya bisa dipakai untuk

memprediksi return hari berikutnya.

Pengujian dilakukan dengan: uji korelasi; run test; filter test; relative strength.

(48)

B E R B AG A I H A S I L P E N E LI T I A N

YA N G

M E N G G U N A K A N U J I KO R E LA S I

PENELITI DATA YANG

DIGUNAKAN VARIABEL Alexander (1974)

19 data indeks di Inggris

Harga 1 minggu 2 minggu

30 perusahaan di AS

Log harga 1 minggu -0,056

3. Cootner (1974)

40 perusahaan di AS

Log harga 1 minggu 14 minggu

0,131 0,026

(49)

PENELITI DATA YANG 4. Fama (1965) 30 perusahaan di

AS

Log harga 1 hari 4 hari

5. Niarchos (1971)

15 perusahaan di Inggris

Log harga 1 bulan 0,018

6.Jennergren 15 perusahaan di Norwegia

Log harga 1 hari 2 hari

30 perusahaan di Swedia

Log harga 1 hari 3 hari 5 hari

0,102 -0,021 -0,016

Sumber: Elton dan Gruber , 1995,

Modern PortofolioTheory A d I vest e t A alysis”, John Wiley & Sons Inc., New York,

(50)

KESIMPULAN RISET

B E R B AG A I H A S I L P E N E LI T I A N

YA N G

M E N G G U N A K A N U J I KO R E LA S I

Hasil empiris menunjukkan bahwa pasar modal NYSE adalah sudah efisien dalam bentuk lemah, karena korelasi antara perubahan harga antar periode tidak signifikan yang berarti terdapat

(51)

2. Pengujian prediktabilitas jangka

panjang:

- menguji apakah terdapat korelasi return historis dengan return masa depan dalam jangka waktu yang panjang (misal: puluhan tahun).

KONSEP

PENGUJIAN

PENDUGAAN

RETURN

MENGGUNAKAN

RETURN HISTORIS

(52)

PENGUJIAN SECARA ATURAN

PERDAGANGAN TEKNIS

Untuk pasar yg tidak efisien bentuk lemah,

maka pergerakan harga akan membentuk

pola (siklus). Salah satu strategi perdagangan

yang memanfaatkan pola perubahan harga

ini adalah strategi saringan (

filter rules

).

(53)

KONSEP

Strategi saringan ini merupakan

strategi market

timing yaitu kapan harus membeli atau menjual? Dengan strategi ini akan

dibuat batas atas dan bawah sbb:

(54)

Disini terlihat harga hingga waktu ke-t masih berada dalam batas. Mulai waktu ke-t harga bergerak di atas batas atas. Strategi filter rules, akan menyarankan orang untuk membeli pada saat harga mencapai batas atas saat waktu ke-t. Jika harga sudah menembus batas atas,

kemungkinan harga akan terus naik. Demikian sebaliknya jika harga sudah melewati batas bawah, investor disarankan untuk menjual (cut loss) agar mengurangi kerugian lebih lanjut.

KONSEP

(55)

Fama & Blume (1969) membandingkan strategi

filter rules denagn strategi buy & hold, menunjukkan strategi filter rules memberikan rata-rata return

yang lebih baik untuk filter kecil sebesar 0,5%

dibandingkan dengan strategi buy&hold. Akan tetapi selisih return tidak besar, bahkan bila ada biaya

transaksi strategi ini menjadi tidak cukup menguntungkan.

KONSEP

(56)

STUDI

PERISTIWA

Event studies adalah penelitian yang ditujukan untuk membuktikan adanya dampak pengumuman informasi (event) tertentu terhadap harga suatu sekuritas.

Di samping itu, event studies juga ditujukan untuk melihat seberapa cepatkah suatu informasi yang masuk ke pasar dapat tercermin pada harga pasar sekuritas.

KONSEP

(57)

STUDI

PERISTIWA

Menguji EMH bentuk setengah kuat.

Mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang infonya

dipublikasikan sebagai suatu pengumuman.

Jika pengumuman mengandung informasi, diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima

Reaksi ditunjukkan dengan adanya perubahan harga sekuritasdiukur dengan return atau adanya abnormal return.

KONSEP

(58)

Event Studies adalah salah satu cara untuk

menguji semi-strong form of market efficiency.

Bentuk EMH mengimplikasikan bahwa harga harus merefleksikan seluruh informasi yang tersedia secara publik.

Untuk mengujinya, event studies menguji harga dan return sepanjang-khususnya waktu sekitar datangnya informasi baru.

Uji untuk pembuktian under reaction,

overreaction, early reaction, delayed reaction di sekitar peristiwa.

STUDI

PERISTIWA

(59)

▪ Return disesuaikan untuk menentukan apakah return tersebut abnormal dengan memasukan apa yang

dilakukan pasar untuk sisanya pada hari tersebut.

▪ Abnormal Return pada saham tertentu untuk hari

tertentu dapat dihitung dengan mengeluarkan market’s return on the same day (RM) dari actual return (R) pada saham untuk hari tersebut :

AR= R – RM

▪ Abnormal return dapat dihitung menggunakan Market Model approach :

AR= R – (a + βRM)

STUDI

PERISTIWA

(60)

Metodologi standar yang digunakan dalam Event studies meliputi:

1. Mengumpulkan sampel penelitian

2. Menentukan hari pengumuman (event) 3. Menentukan periode pengamatan

4. Menghitung return masing-masing sampel setiap hari selama periode pengamatan

5. Menghitung return abnormal

[ARit = Rit E(Rit)]

STUDI

PERISTIWA

(61)

Metodologi standar yang digunakan dalam Event studies meliputi:

6. Menghitung rata-rata return abnormal semua sampel setiap hari

7. Terkadang return abnormal harian tersebut

digabungkan untuk menghitung return abnormal kumulatif selama periode tertentu

8. Mempelajari dan mendiskusikan hasil yang diperoleh

STUDI

PERISTIWA

(62)

STUDI

PERISTIWA

(63)

Selama bertahun-tahun, event study methodology telah digunakan untuk banyak event termasuk:

Peningkatan dan penurunan dividen

Pengumuman earning

Mergers

Capital Spending

Penerbitan saham baru

Secara umum studinya mendukung pandangan bahwa pasar dalam bentuk semistrong-from efficient.

Faktanya, studi mengatakan bahwa pasar mungkin memiliki beberapa pandangan ke depan-dengan kata

lain, informasi cenderung untuk bocor sebelum dilakukan pengumuman ke publik.

STUDI

PERISTIWA

(64)

PENGUJIAN INFO PRIVAT

Merupakan pengujian efisiensi pasar bentuk kuat

Pengujian yang sulit dilakukan, karena tidak dapat

diamati langsung

menggunakan proksi.

Proksi yang dipakai adalah return yang diperoleh

corporate insider, dan pengelola reksa dana.

KONSEP

(65)

PENGUJIAN INFO PRIVAT

Pengujian ini untuk membuktikan apakah pihak insider

perusahaan dan kelompok investor tertentu yang dianggap mempunyai akses informasi lebih baik, dapat memperoleh return abnormal dibandingkan dengan return pasar

umumnya.

Pihak insider perusahaan ini meliputi direktur, manajer, karyawan atau pemegang saham yang dianggap bisa mendapatkan informasi yang sesungguhnya mengenai

perusahaan, yang tidak dapat dilakukan oleh pihak lainnya.

KONSEP

(66)

ANOMALI PASAR

Menurut Jones (1996) anomali pasar adalah

teknik-teknik atau strategi-strategi yang

berlawanan atau bertentangan dengan konsep

pasar modal yang efisien dan penyebab

kejadian tersebut tidak dapat dijelaskan

dengan mudah.

KONSEP

(67)

ANOMALI PASAR

Merupakan strategi atau teknik yang bertentangan dengan pasar efisien.

Anomali PER rendah dan anomali efek ukuran perusahaan.

Sekuritas dengan PER rendah menghasilkan

abnormal return yang lebih tinggi daripada sekuritas dengan PER yang tinggi.

Sekuritas perusahaan yang berukuran kecil

menghasilkan abnormal return yang lebih besar daripada perusahaan berukuran besar.

KONSEP

(68)

SUMMARY

©2016

By Group 10

CAPITAL MANAGEMENT

& INVESTMENT

(69)

-2

Konsep pasar yang efisien

menyiratkan adanya suatu

proses penyesuaian

harga

sekuritas menuju harga

keseimbangan yang baru

,

sebagai respon atas informasi

baru yang masuk ke pasar.

SUMMARY

(70)

Secara formal pasar modal yang efisien dapat didefinisikan

sebagai pasar yang harga sekuritasnya telah mencerminkan

semua informasi yang relevan.

Semakin cepat informasi

baru tercermin pada harga sekuritas, semakin efisien pasar

modal tersebut.

Pada pasar modal efisien, perubahan harga mengikuti pola

random walk

. Ini berarti perubahan harga di waktu yang

lalu tidak bisa dipergunakan untuk memperkirakan

perubahan harga dimasa yang akan datang.

SUMMARY

(71)

Masih banyak kalangan praktisi yang

tidak bisa mempercayai adanya pasar

yang efisien, dengan berbagai

argument masing-masing.

Di sisi lainnya, banyak para akademisi

yang mempercayai bahwa pasar yang

efisien pada tingkat tertentu pasti ada.

SUMMARY

IMPLIKASI

EFISIENSI PASAR

(72)

IMPLIKASI BAGI INVESTOR?

1. Bagi investor yang melakukan

analisis fundamental.

- Jika pasar efisien dalam

bentuk setengah kuat

terbukti dan terjadi, maka analisis fundamental yang

dilakukan investor tidak akan banyak berarti.

2. Bagi investor yang melakukan

analisis teknikal.

- Jika pasar efisien dalam

bentuk lemah terbukti, maka

tindakan investor untuk meramalkan harga saham di masa

depan dengan menggunakan data harga saham historis

tidak akan bermanfaat.

SUMMARY

(73)
(74)

Karena nampaknya

perubahan harga saham

jelas mengikuti pola

random walk, maka pasar

modal tentunya

beroperasi dalam cara

yang tidak rasional. Benar

atau salah ?

(75)

Karena efisiensi bentuk

lemah nampaknya

sangat didukung oleh

berbagai penelitian

empiris, mengapa

technical analysis

nampaknya masih tetap

bertahan?

(76)

©2016

(77)

Referensi

Dokumen terkait

pemikiran yang berhubungan dengan masalah pasar dalam ekonomi Islam. Memberikan kemanfaatan kepada

test menemukan hasil bahwa terdapat 5 peristiwa yang terbukti signifikan secara statistik, hal tersebut mengindikasi pasar kurang mendukung efisiensi pasar bentuk setengah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persepsi yang ditujukan oleh pelaku bisnis di pasar Ngunut terhadap perbankan syariah. Serta Sikap dan Perilaku pelaku bisnis

• Pasar modal yang efisien salah satu di mana harga saham secara penuh merefleksikan informasi yang tersedia.. • EMH memiliki implikasi bagi investor

Pasar yang berkemampuan bekerjasama dalam pengadaan atau produksi dengan pihak atau pelaku bisnis lainnya;Pasar yang berkemampuan membiayai pemeliharaan dan

Penelitian mengenai efisiensi pasar di pasar berjangka Indonesia pada komoditi pertanian sudah dilakukan pada komoditi Olein yang dilakukan oleh Dewi 2011 yang menunjukkan hasil

perusaha ekonomi kecil. Pada saat bersamaan pelaku ekonomi kuat masuk pasar dan memperkuat penghal ang masuk dengan mengadakan berbagai konglonerasi bisnis

lapisan memperoleh barang-barang kebutuhan harian dengan harga yang relatif terjangkau, karena memang seringkali relatif lebih murah dibandingkan dengan harga yang ditawarkan